Pengalaman Berjualan di Bukalapak, Mendapat Pembeli yang Kemungkin Nakal

Assalamualaikum,

Terimakasih telah menyediakan media bagi konsumen untuk dapat berbagi dan berkeluh kesah. Awalnya pada tanggal 13 Maret 2019 saya mendapat chat personal dari calon pembeli melalui aplikasi Bukalapak dengan id: fatih abqary yaitu menanyakan “Laptop X1 Carbon” yang saya jual, apa masih ready. Segera saya balas bahwa laptop tersebut ready. Selang waktu tidak lama orang tersebut memesan produk yang dimaksud tadi dengan nomor transaksi 191803710521, dan nominal harga yang tertera “TANPA BASA-BASI/ NEGO” + ongkos kirim “menggunakan jasa kurir J&T Resi Otomatis” yang ditanggung pembeli.

Singkat cerita langsung saya konfirmasi bahwa saya menyanggupi untuk melakukan transaksi dan melakukan pengiriman barang sore harinya di hari yang sama. Dan tentu sebelum saya kirim paket, barang saya quality control serta mem-backup beberapa data pribadi untuk saya pindahkan, namanya juga “Laptop Second”. Tidak lama semuanya beres lalu saya packing menggunakan “packing kayu (yang biasa kurir JNE terapkan)”, dan kemudian bergegas saya bawa ke counter kurir J&T terdekat.

Namun sesampainya di counter ternyata packing kayu yang telah saya buat tidak diterima oleh pihak kurir. Mereka tidak menyetujui untuk melakukan pengiriman paket saya dengan packing kayu tersebut, dengan alasan SOP mereka “packing kayu saya tidak aman”. Jadi mereka takut akan terjadinya kerusakan selama pengiriman nantinya dan tentunya itu akan berdampak pula ke jasa kurir terkait.

Setelah berdiskusi singkat akhirnya saya mematuhi SOP dari mereka “kurir J&T” untuk membuka packing kayu (tanpa menggunakan packing kayu), tapi diganti dengan bubble wrap “banyak” serta kardus dan lain-lain (yang saya kurang mengerti mengenai bahan-bahan packing tersebut) dan tentunya ada biaya tambahan yang pihak kurir bebankan ke pengirim Rp8.000. Hingga sekiranya pihak J&T merasa bahwa paket tersebut telah sesuai SOP kelayakan kirim, maka dikirimkanlah paket tersebut.

Namun dari resi otomatis awal seberat 5 Kg (saya kira dengan packing kayu) hanya jadi terhitung 2kg (setelah packing dari pihak J&T). Awalnya saya bingung kenapa tidak diterapkan penawaran asuransi terhadap pengiriman paket oleh pihak J&T, tapi saya pikir tidak apa-apalah, toh ini sudah SOP mereka dengan kebijakan resi otomatisnya.

Selang 2 hari tepatnya tanggal 15 Maret 2019 sore hari, pembeli mengajukan komplain dengan alasan “barang tidak sesuai” dan mengajukan pengembalian barang dan tentunya uang dikembalikan ke pembeli. Namun setelah saya cek bukti-bukti yang disertakan oleh pembeli ternyata:

1. Resi J&T lain (JB0017898071) yang sampai ke alamat yang sama dan tentunya bukan paket yang telah saya kirimkan (karena setelah saya tracking, paket saya masih proses pengiriman/belum diterima: JB0018004460).

2. Video yang diunggah di Youtube oleh pembeli isinya lakban:

Karena inilah pembeli melakukan komplain transaksi di Bukalapak. Namun dalam video tidak jelas, bahkan tidak nampak nomor resi (harusnya kan di resi itu keterangan nomor resi/nama penerima/nomor hp/alamat) jadi saya rasa ini video tidak valid untuk dijadikan bukti.

Singkat cerita saya bantah semua kecurigaan pembeli melalui “diskusi komplain yang disediakan Bukalapak”, bahwa semua yang dikomplain itu tidak berdasar karena resi yang ditracking serta di-capture pembeli itu bukan nomor resi paket yang saya kirim, serta video juga tidak valid tanpa kejelasan nomor resi dalam video.

Seperti yang saya duga bahwa pembeli yang satu ini akan membuat banyak masalah. Singkat cerita paket yang saya kirimkan sampai ke alamat tujuan pembeli yang tertera di transaksi. Karena sebelumnya pembeli sudah mengajukan komplain “bahkan ketika paket masih dalam proses pengiriman”, jadi saya tekankan ke pembeli untuk melakukan video unboxing full dari awal paket masih utuh beserta bukti resi J&T yang masih tertempel utuh di paket sampai barang dites dll.

Namun tidak berselang lama, benar dugaan saya. Bahwa pembeli akan tetap melakukan komplain, dan kali ini dengan alasan rusak “fan error”. Dan dengan banyak dalihnya menuduh saya menjual laptop rusak lah, laptop mahal lah dll. Namun tidak masalah bagi saya jika pembeli menuduh hal-hal buruk terhadap saya, toh itu semua tidak memiliki bukti.

Dan masih tetap saja pembeli melayangkan tuduhan-tuduhan yang tidak perlu serta menyertakan video unboxing paket:

yang saya rasa ini masih belum termasuk kategori valid untuk digunakan sebagai bukti. Kenapa saya mengatakan bahwa video itu tidak valid:

1. Karena dalam video tersebut tidak menunjukkan kondisi paket dari awal diterima “utuh beserta resi J&T yang masih tertempel”, karena resi J&T tertempel itu sebagai bukti bahwa paket masih utuh dari awal pengiriman sampai diterima dengan utuh tanpa ada goresan selama pengiriman.

2. Dan di video tidak fokus dengan nomor seri dll dari laptop yang ditayangkan. Jadi saya asumsikan ini adalah barang dengan tipe yang sama yang telah saya kirimkan namun dalam kondisi yang berbeda (rusak).

Saya menduga paket telah dibuka sebelumnya (entah selama pengiriman/oleh penerima) lalu kemudian divideokan unboxing dengan barang yang bertipe sama namun kondisi berbeda menggunakan bubble wrap, kardus dll milik paket yang saya kirimkan.

Sampai akhirnya asumsi saya yaitu pembeli adalah seorang penjual/seller/pedagang laptop second. Kenapa saya sertakan keterangan ini? Ya karena ini berkesinambungan. Jadi ceritanya pembeli memesan barang “Laptop X1 Carbon” kondisi second dari saya, dan saya curiga pembeli memiliki barang dagangan dengan tipe yang sama dengan barang yang saya kirimkan. Jadi dalam video yang disertakan adalah laptop yang bukan milik saya, karena sebelum saya kirim kondisi laptop saya cek dan sempat saya videokan di hari dan tanggal yang sama dengan pengiriman:

Harapan saya semoga yang haq tetaplah menjadi haq dan yang batil pun akan segera terungkap, serta tidak lupa saya berterimakasih atas wadah dari MediaKonsumen.com. Semoga semakin sukses.

Wassalamualaikum ^_^

Dzulham Efendi
Cilegon – Banten

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai pengalaman berjualan di Bukalapak:
[Total:8    Rata-Rata: 2.9/5]
Tanggapan Bukalapak atas Surat Bapak Dzulham Efendi

Dengan Hormat, Terima kasih atas hubungan yang terjalin dengan baik antara Bukalapak dan MediaKonsumen.com selama ini. Sehubungan dengan dimuatnya Surat...
Baca Selengkapnya

17 komentar untuk “Pengalaman Berjualan di Bukalapak, Mendapat Pembeli yang Kemungkin Nakal

  • 19 Maret 2019 - (10:19 WIB)
    Permalink

    Setuju, no resi harus terlihat jelas, begitu juga dengan no.seri laptop, no.seri windows, sticker segel laptop, dsb. Agar bisa lebih fair & transparan menilai keduanya.

    • 19 Maret 2019 - (10:47 WIB)
      Permalink

      mestinya memang seperti itu sop yang benar dan aman sih mas, tapi mau bagaimana lagi memang decision system Bukalapak lemah. jadi mau bagaimana pun juga user selalu kalah dan dirugikan mas, makasi yaa atas tanggapannya mas ^_^

  • 19 Maret 2019 - (10:32 WIB)
    Permalink

    Duh, ada ada aja modus orang nyari keuntungan..? Terus tanggapan dari Bukalapak gimana gan? ?

    • 19 Maret 2019 - (10:49 WIB)
      Permalink

      dan tanggapan dari Bukalapak menyetujui retur barang dengan kondisi seperti itu mas, parah banget lemahnya sistem decision system Bukalapak ini. sangat merugikan, makasi banyak atas tanggapannya yaa mas ^_^

      • 19 Maret 2019 - (10:56 WIB)
        Permalink

        Dibalikin ke agan langsung apa ke Bukalapak? Kalo nanti pas balik ternyata laptopnya beneran dituker sama pembeli gimana? Ribet lagi dah urusannya. ? Moga2 aja laptop agan bener balik dalam kondisi semula. Buat pengalaman berharga ke depannya. ?

        • 19 Maret 2019 - (11:14 WIB)
          Permalink

          saya usahakan untuk diretur ke alamat Bukalapak dulu mas, biar dilakukan pengecekan benar tidaknya barang yang diretur adalah milik saya. kalaupun balik dalam kondisi semula (waktu saya kirim) sudah tidak mungkin mas, karena buyer komplain ada trobel fan error. benar mas pengalaman berharga banget, karena masih banyak di luaran sana cari uang haram aja repot apalagi uang halal (maaf kalau suudzon). jadi mesti hati – hati karena sistem yang saya harap sebelumnya bisa menjadi pengadil dengan idikasi – indikasi yang ada, toh ternyata sama saja memihak dan justru merugikan ^_^

          • 20 Maret 2019 - (08:52 WIB)
            Permalink

            So far sih Bukalapak lebih fair kalo dibandingin e-commerce lain dalam mediasi dispute antara seller dan buyer. Update aja lagi di sini gimana endingnya nanti, biar kita semua gak penasaran…hehe.

  • 19 Maret 2019 - (20:42 WIB)
    Permalink

    Ada-ada saja..modus baru yg digunakan org melakukan kecurangan. Penting membuat semua bukti barang jualan sebelum dikirimkan. Agar bila terjadi komplain dari pembeli, penjual bisa tunjukan bukti yg sebenarnya. Semoga yg salah tetap salah dan yg benar akan menang

    • 19 Maret 2019 - (22:13 WIB)
      Permalink

      amiin mas makasih banyak, karena yang haq tetap menjadi haq dan yang batil pun segera nampakkan. semua bukti sebelum saya kirim barang sudah saya rekam dan sertakan ke pihak Bukalapak mungkin bisa dijadikan bahan pertimbangan, tapi semuanya mentah mas dikarenakan memang saya rasa SOP nya sistem yang lemah ^_^

  • 21 Maret 2019 - (01:16 WIB)
    Permalink

    Jadi ini akhir keputusannya “memenangkan” pihak pembeli ya? Jadi tidak mempertimbangkan bagaimana pembeli awalnya melakukan komplen abal-abal (yang menandakan ada indikasi bahwa memang sudah ada niatan untuk bermain-main).

    Ternyata memang bukan cuma seller yang bisa nakal, buyer pun bisa juga.
    Yang sabar saja mas, Yang Di Atas gak tidur kok.

    • 21 Maret 2019 - (16:28 WIB)
      Permalink

      baik terimakasih banyak mas atas supportnya, saya yakin dari semua pasti ada hikmahnya. saya juga heran kenapa admin/ tim terkait (yang biasa mereka sebut) Bukalapak tidak mampu berpikir rasional atas runtutan masalah yang terjadi, seakan sistem pakai kacamata kuda aja asal jalan ^_^.

  • 28 Maret 2019 - (02:01 WIB)
    Permalink

    kalau saya kasusnya di bukalapak seperti ini kira2 ada saran gk gan

    jadi begini kronologi dan kasusnya gan

    saya seller di bukalapak, gara2 ada buyer yang bermasalah dana penjualan saya jadi gk masuk2

    jadi begini kasusnya, ada pembeli yng beli barang dari saya hari jumat siang tgl 22 maret, sore harinya barang saya kirimkan menggunakan resi otomatis jnt. kira2 jam 10 malam pd tgl 22 maret juga, pembeli tiba2 konfirmasi penerimaan barang dan asal2an komplain, dengan deskripsi bahwa barang kurang dan minta refund full dan memberikan ulasan/review barang dengan asal2an (jelek), pdhal menurut tracking barangnya aja masih proses pengriman kurir dari kediri jatim alias belum diterima pembeli, barangnya baru sampai dan diterima menurut tracking kurir hari minggu siang tgl 24 maret dng tujuan jawa barat, saya sudah chat di diskusi komplain dan pesan pembelinya kenapa seperti itu tp terakhir hanya dibaca saja dan hingga saat ini tdk ada respon lagi dari pembeli.

    minta bantuan pihak bukalapak lewat twitter juga hanya disuruh nunggu aja,di komplainan pihak admin bukalapak tdk ada respon sama sekali sejak awal sampai 28 maret dan mungkin masih berlanjut.

    sebenarnya motif dari pembeli nya apa ya gan, dan solusinya untuk kasus semacam itu bagaimana ya

    mungkin agan2 ada yng pernah mengalami kasus semacam itu

    admin bukalapak di komplainan sekarang lelet banget kenapa ya gan, ini sudah hampir 1 minggu belum ada balasan sama sekali di diskusi komplainan, komplain lewat twitter disuruh nunggu mulu sampe kapan gk jelas

    • 21 April 2019 - (18:16 WIB)
      Permalink

      Terimakasih telah memberi respon dan bercerita masalah yang hampir mirip kak, saran saya harus sabar saja mengikuti SOP Bukalapak yang saya kira masih primitif. Kenapa primitif karena lambatnya respon serta tidak tegasnya admin bukalapak yang seharusnya jadi pengadil disini malah hanya jadi media diskusi saja tanpa memikirkan pokok masalah yang kakak hadapi. Seandainya admin pantau dari pihak Bukalapak dapat berpikir logis harusnya transaksi kakak sudah harus remit otomatis dan dana diterima, karena akar masalah yang dibuat oleh pembeli tidak berdasar/ mengada – ada sama sepeti yang saya alami. lebih parahnya di masalah yang saya hadapi, padahal admin sudah memberi tenggat waktu untuk pembeli menyertakan bukti yang diminta. Namun pada kenyataannya admin hanya gertak sambal saja padahal pembeli masih tidak merespon hingga tenggat waktu yang diberikan, tapi admin masih terus mengulur – ulur waktu yang saya kira tidak ada ketegasan dan jelas merugikan saya sebagai pembeli. Saya berharap sih Bukalapak itu bukan hanya jadi media penengah, tapi harus lebih logis dalam menentukan kebijakan dalam setiap masalah antar konsumennya. Bukan hanya take profit n run, giliran ada masalah antar konsumen pada kabur. Semoga masalah kakak segera teratasi, dan tetap sabar dalam kebenaran. Wassalam ^_^

  • 19 April 2019 - (17:12 WIB)
    Permalink

    Ini endingnya gimana gan? Laptop agan kembali dalam keadaan semula apa gimana? ?

    Update please…?

    • 21 April 2019 - (18:26 WIB)
      Permalink

      Terimakasih telah mengikuti serta menanggapi artikel saya kak, saya kabarkan. Sejak terakhir tanggal 21-25 maret pembeli mengirimkan kembali laptoo saya ke alamat Bukalapak, sampai saat ini barang (laptop saya) masih tertahan di kantor Bukalapak dengan alasan masih dalam antrian pengiriman ke alamat pelapak (saya). Kenapa saya memilih untuk mengembalikan barang melalui alamat Bukalapak, karena saya yakin dan berharap kebijakan yang adil dari admin tapi semuanya sia – sia. Lebih parahnya laptop saya ditahan di kantor Bukalapak sudah hampir 1 bulan, setiap minggu saya konfirmasi pihak Bukalapak melalui media sosial berharap untuk disegerakan pengembalian hak saya (laptop). Tapi saya hanya dapat jawaban “kami sudah sampaikan ke tim terkait, masih dalam antrian pengiriman”, jelas saya rugi banyak dengan adanya masalah ini. hikmahnya, jangan terlalu berharap kepada kebijakan sistem terlebih Bukalapak karena mereka tidak dapat berpikir logis dan hanya bisa take profit n run. mohon si share artikel saya agar dapat menjadi pelajaran bagi saudara yang lain, terimakasih. Wasalam ^_^

      • 22 April 2019 - (06:42 WIB)
        Permalink

        Hmmm, kalo udah sebulan masih dalam antrian, berarti kasus seperti ini banyak dong. ? Parah nih Bujalapak. ? Trus duit pembelinya udah dibalikin sama Bukalapak apa gimana?

        Coba aja agan komen di tanggapan mereka di MK ini, supaya ada perhatian dari mereka.

        • 24 April 2019 - (16:24 WIB)
          Permalink

          Terimakasih banyak kak selalu mengikuti update kasus ini, saya rasa bukan kecewa lagi tapi dirugikan dari banyak hal oleh Bukalapak. dan sewaktu barang diterima oleh pihak Bukalapak di kantor mereka, otomatis dana di kembalikan ke pembeli. Berjaya deh pokoknya jadi pembeli dikasus ini, jadi saya sarankan kepada anda dan kawan – kawan yang lain untuk selalu berhati – hati bertransaksi menggunakan Bukalapak. Karena dari segi banyak hal masih terdapat kecurangan oleh berbagai pihak yang menjadi stakeholder mereka.
          Dan terimakasih atas saran kakak untuk melakukan komen di profil mereka (Bukalapak). Sebenarnya surat saya ini sudah mendapat tanggapan dari profil Bukalapak, tapi saya rasa jawaban tersebut merupakan autotext/ jawaban mengambang karena tidak menyelesaikan masalah. Dan saya rasa percuma melakukan komplain kasus ini di berbagai media mereka (Bukalapak) toh nantinya hanya mendapat tanggapan autotext pula, karena saya sudah sering melakukan hal tersebut ke berbagai media sosial mereka. Semoga disegerakan saja pengiriman hak (barang) saya, Terimakasih. Wassalam ^_^

 Apa Komentar Anda mengenai pengalaman berjualan di Bukalapak?

Ada 17 komentar sampai saat ini..

Pengalaman Berjualan di Bukalapak, Mendapat Pembeli yang Kemungkin Nak…

oleh Dzulham Efendi dibaca dalam: 4 menit
17