Akun JD.ID Dihack Orang Hingga 3 Juta, JD.ID Tidak Mau Bertanggung Jawab

Pada hari Selasa tanggal 3 September 2019 sekitar pukul 21.00 istri saya bercerita bahwa dirinya mendapatkan email terjadi transaksi pembelian voucher game (Razer Gold) melalui JD.ID telah berhasil. Karena istri saya merasa tidak melakukan transaksi tersebut lalu istri saya membuka akun JD.ID milik istri saya, dan benar sudah ada 3 transaksi pembelian voucher game dengan menggunakan kartu debit istri yang bernomor 4097 6628 8844 **** senilai Rp1.950.000, Rp975.000 dan Rp195.000. Ketika istri saya membuka internet banking Mandiri untuk mengecek saldo, saldo telah berkurang sejumlah nominal tersebut.

Kemudian langkah yang saya ambil adalah pertama saya menelpon hotline JD.ID di nomor 1500618 untuk menanyakan transaksi tersebut dan pada akhirnya permasalahan tersebut segera ditangani dan akan dikonfirmasi dalam waktu 2×24 jam terhitung dari pada saat saya melapor yaitu tanggal 3 September 2019 pukul 21.30.

Pada akun JD.ID saya, saya menemukan bahwa pada alamat pengiriman data nomor telepon dan email saya berubah, yang nomor telepon semula ditulis 085******777 menjadi 081*****214 dan email saya yang seharusnya rik********umo@gmail.com menjadi yay******142@gmail.com. Saya sudah mempertanyakan nomor telpon dan email tersebut supaya tidak disamarkan tetapi tidak ditanggapi dan diberitahu pihak JD.ID. Keempat, saya sudah melakukan pelaporan kepada Reskimsus di Polda Jateng pada tanggal 5 September 2019.

Namun apa daya, upaya yang saya lakukan dari tanggal 3 September sampai 23 September 2019 sepertinya sia-sia. Padahal sekitar pada tanggal 7 September 2019 pihak JD.ID melalui supervisor JD.ID Jogja bernama Dita menjanjikan bahwa uang saya bisa kembali, sebagai bentuk pertanggungjawaban lemahnya keamanan JD.ID.

Kemudian, pada tanggal 9 September 2019 kami mecoba menghubungi kembali pihak JD.ID dan dikatakan oleh CS, kasus saya sedang dalam proses pengembalian dana yang memakan waktu 7-14 hari. Namun, betapa kagetnya saya pada tanggal 22 September 2019 saya ditelepon pihak JD.ID atas nama Luthfiah, menyatakan bahwa JD.ID tidak bisa mengembalikan dana karena transaksi dianggap sudah selesai. Hal ini saya bantah, karena itu bukan transaksi saya. Ketika di tengah protes saya, tiba-tiba pihak Ibu Lutfiah memutus percakapan secara sepihak dan tidak sopan.

Terakhir, poin saya adalah, JD.ID tidak konsisten, dan tidak bertanggung jawab sama sekali.

Banu Prasetyo
Semarang Jawa Tengah

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Bagikan pendapat anda!



Bagaimana Reaksi Anda?
  • Suka
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Lucu
  • Kecewa
Berikan penilaian mengenai Sistem Keamanan JD.ID:
[Penilaian Rata-rata: 1.2]
Tanggapan JD.ID atas Surat Pembaca Bapak Banu Prasetyo

Menanggapi surat keluhan yang ditujukan kepada kami oleh Bapak Banu Prasetyo pada hari Rabu, 25 September 2019 lalu di halaman...
Baca Selengkapnya

Loading...

10 komentar untuk “Akun JD.ID Dihack Orang Hingga 3 Juta, JD.ID Tidak Mau Bertanggung Jawab

  • 25 September 2019 - (16:23 WIB)
    Banyak kasus seperti ini di JD.ID

    Semua cc langsung sya unlink dari akun saya, serem juga klo kya gini

  • 25 September 2019 - (19:09 WIB)
    Boleh nanya (kalau bersedia menjawab), kejadian ini murni & benar2 ada kebocoran/celah keamanan di jd.id, ataukah user pernah (secara tidak sengaja mungkin) mengklik link verifikasi ataupun ngasih kode ke orang lain?

    Karena kalau sudah pasti & yakin bahwa user tidak pernah melakukan tindakan beresiko, maka kasus antara user terhadap jd.id adalah sangat kuat sekali, yaitu bahwa ada pembobolan 100% di pihak jd.id yang berakibat hilangnya uang user sebagai “akibat” bahwa user “memanfaatkan fasilitas” yang ditawarkan/diberikan oleh jd.id untuk men-save data2 kartunya (tentu dengan iming2: lebih mudah lah, lebih cepat lah, secure lah).
    Itu semua berarti tanggung jawab jd.id yang telah “memberikan jaminan” keamanan data tersebut.

    • 25 September 2019 - (21:17 WIB)
      Tidak pernah saya meng klik link atau memberikan user pada orang lain. Karena seharusnya jika ada penggantian akun, dan transaksi seharusnya kan ada kode yang dikirim ke nomor hp saya, dan itu tidak ada sama sekali. Saya sebenarnya pada saat jam 21.00 tepat setelah saya sadar ada transaksi, saya langsung menelpon cs utk mengajukan pembatalan, dan juga menyangkal transaksi di bank mandiri, karena pada saat itu status pesanan masih menunggu konfirmasi. Tapi, hal itu sia-sia, karena menurut JD.ID kasus diproses 2×24 jam. Padahal seharusnya, kalau menurut logika, jika pada saat hari itu juga bisa di cancel, tidak akan terjadi transaksi macam ini. Dan juga terjadi sesat pikir dalam penanganan JD.ID, mereka mengatakan maksimal 2×24 Jam, tapi kenyataannya waktu 2×4 jam bukan waktu maksimal, tapi waktu minimal untuk mengatasi sebuah masalah. Itupun lebih dari 2×24 tidak ada follow up.
  • 26 September 2019 - (07:32 WIB)
    Jangan pernah save data kartu kredit atau kartu kredit di e-commerce” Indonesia, termasuk aplikasi2 dompet digital n travel agent online. Sekelas Traveloka, yg katanya unicorn aja, transaksi kartu kreditnya gak pake OTP 3DS! 😱Kebayang kan kalo akun medsos kita seperti FB atau Google kena hack terus dipake buat login di aplikasi2 tsb n di situ ada data2 kartu kredit atau debit, bisa jebol tuh limit n rekening tabungan. 😬
  • 26 September 2019 - (17:27 WIB)
    Ini bahaya lho. Ini kartu debit. Punya sy kartu kredit yg di bobol 60jt mase belum ada pengembalian. Saran saya. Kartu debit jgn menggunakan logo visa ataupun master. Gunakan logo GPN, Dlm arti tidak bs digunakan untuk transaksi online. Info dr cs BCA. Dan smua kartu atm saya sudah berubah menjadi GPN. Emailnya di hack gak pak??
    • 1 Oktober 2019 - (00:14 WIB)
      Kasus pembobolan akun oleh penjahat cyber biasanya dimulai setelah mereka berhasil masuk ke akun korban. Setelah hacker berhasil masuk, untuk memuluskan kejahatan, si penjahat akan segera mengganti nomor telepon dan email agar korban tidak bisa menerima notifikasi.

      Untuk membobol sebuah akun, si penjahat biasanya mencuri atau menebak passcode akun korban. Si penjahat tidak bisa masuk ke akun korban tanpa mengetahui password atau PIN korban. Orang dalam pun tidak mengetahui passcode sebuah akun. Si penjahat bukan membobol situs e-commerce untuk masuk ke akun korban tetapi dengan cara mencuri passcode korban.

      Yang penting uny dijaga adakah passcode akun, jangan pernah diberikan kepada siapapun termasuk orang dalam, passcode jangan yang gampang ditebak, dan passcode perlu diganti secara berkala.

      Disisi lain, saya melihat ada kekurangan dari sebuah aplikasi olshop, yaitu tidak memberikan notifikasi SMS ketika terjadi penggantian nomor telepon. Sedangkan notifikasi via email terjadi setelah penggantian email, dan notifikasi email biasanya baru masuk beberapa saat, dan si penjahat sudah melakukan aksinya.

      Demikian sedikit sharing, mohon maaf jika ada kata yang keliru atau kurang berkenan.

      Dalam hangat untuk Media Konsumen.

 Apa Komentar Anda mengenai Sistem Keamanan JD.ID?

Ada 10 komentar sampai saat ini..

Akun JD.ID Dihack Orang Hingga 3 Juta, JD.ID Tidak Mau Bertanggung Jaw…

banu prasetyo 1 menit
10