Menang “Mau Dikode” Bukalapak; Bukannya Untung, Malahan Mengalami Penipuan Berkali-kali

Tanggal 8 Oktober 2019, nama saya diumumkan menjadi pemenang “Mau Dikode” Bukalapak yang memenangkan hadiah Samsung S10e. Setelah sekian lama menggosok kode-kode tersebut setiap hari per jamnya, saya senang sekali akhirnya terpilih.

Setelah itu, saya menunggu kode voucher dikirimkan. Sesuai dengan Syarat dan Ketentuan, voucher akan dikirimkan maksimal dalam 7 hari. Setelah menunggu 10 hari, tidak ada pertanda voucher masuk. Saya komplain berhari-hari di IG Bukalapak, sampai-sampai hampir ditipu akun bodong yang mengatasnamakan Buka Bantuan dari Bukalapak. Saya diminta kode OTP yang dikirim ke no HP saya. Saya bilang, jika saya menang, kirimkan saja voucher-nya, tidak perlu proses ini itu. Dia masih membujuk untuk supaya masalahnya diperjelas. Saya bilang tidak usah. Setelah tutup telepon, saya baru menyadari hampir ditipu.

Setelah berhari-hari komplain 3x sehari seperti minum obat selama 5 minggu lebih, voucher tersebut masuk di akun saya pada tanggal 17 November 2019. Keesokan harinya saya langsung mengorder HP tersebut. Mencari-cari stok di BukaMall sama sekali tidak ada. Akhirnya saya memesan di Super Seller. Saya memilih Super Seller dengan review terbagus dan stok barang yang banyak dengan nama toko SUPER GADGET OFFICIAL STORE. Saya sudah mengecek langsung bahwa ada stok dan HP semua garansi resmi.

Esok harinya, transaksi diproses pelapak. Dan sekali lagi saya chat pelapak untuk stoknya dan pelapak menjawab “baik ka”. Saya sudah setengah lega karena barang tinggal dikirim. Akan tetapi sampai hari tersebut berakhir, barang belum dikirim. Tanggal 20 November pagi, saya chat lagi pelapaknya. Kok belum dikirim? Katanya akan dikirim sore hari ini juga. Sore pukul 18.13, pelapak menginfokan bahwa tidak ada warna putih, ready-nya hitam. Saya mulai panik karena artinya belum di-packing dan belum dikirim dong. Sedangkan tengah malam hari itu, transaksi sudah akan auto-cancel. Cepat saya balas, hitam juga tidak apa-apa, kirimkan saja secepatnya. Saya kejar terus sampai jam 9 malam, barang tetap belum dikirim dan akhirnya tengah malam transaksinya sudah batal.

Keesokan harinya, seller chat saya mengabarkan transaksi sudah auto cancel, jadi pesanan tidak dilanjutkan. Jelas saya marah-marah dong. Terlihat bahwa seller sengaja menipu saya dan saya curiga ada maksud aneh dibalik kebohongan pelapak tersebut. Jika dipikir-pikir, ada transaksi senilai 10 juta di lapak Anda, apakah Anda akan mengulur-ngulur waktu dan membatalkan pengiriman barang tersebut? Saya yakin tidak setiap hari ada pelanggan membeli HP seharga 10 juta, palingan sesekali saja. Apakah seller melihat bahwa pembelian menggunakan voucher dari Bukalapak dan bakalan susah mengklaimnya makanya tidak niat menjual? Seperti saya yang harus berlama-lama mengejar voucher tersebut.

Saya tahu bahwa ada ketentuan jika pesanan tidak dikirim, maka voucher akan hangus, tapi ada kasus-kasus tertentu yang melibatkan penipuan seperti itu, saya rasa harus ada pengecualian. Saya sudah komplain ke Bukalapak jika seller menipu saya. Seharusnya Bukalapak sebagai salah satu start up unicorn kebanggaan Pak Jokowi, saya rasa mengizinkan saya menggunakan voucher baru lagi merupakan bentuk tanggung jawab. Karena bagaimanapun itu hak saya sebagai pelanggan dan Bukalapak sebagai marketplace sama sekali tidak mau bertanggung jawab atas promosi yang dia heboh-hebohkan.

Untuk menang program tersebut bukannya mudah, perlu usaha, waktu dan konsentrasi. Karena selain tiap jam harus menggosok voucher, harus diundi lagi. Setelah menang, harus mengejar voucher lagi. Eh ditipu lagi. Banyak halangan untuk menang. Saya sebagai pelanggan lama Bukalapak, mengikuti program-program tersebut merasa seperti ditipu besar-besaran.

Yoselinda
Jakarta Barat

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Bagikan pendapat anda!



Bagaimana Reaksi Anda?
  • Suka
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Lucu
  • Kecewa
Berikan penilaian mengenai Bukalapak:

Surat pembaca ini belum mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha terkait. Jika Anda adalah pelaku usaha yang terkait dengan pertanyaan/permohonan/keluhan di atas, silakan berikan tanggapan resmi melalui tautan di bawah ini:

Kirimkan Tanggapan
Loading...

7 komentar untuk “Menang “Mau Dikode” Bukalapak; Bukannya Untung, Malahan Mengalami Penipuan Berkali-kali

  • 3 Desember 2019 - (08:24 WIB)
    Duh sayang banget BL makin ke sini seperti kehillangan arah. Promo2nya hanya gimmick aja, bukannya fokus untuk memperbaiki supaya customer experience lebih baik. 😔

    Sayang banget, padahal BL adalah e-commerce dengan nuansa lokal paling kental.

    • 3 Desember 2019 - (12:45 WIB)
      Fokusnya skrg bkn ke customer,BL sudah mau bangkrut,jd lg sibuk cari investor yg mau nyuntik uang. Salah kaprah dia,hrsnya konsumen puas dl,investor br akan berlomba2 datang.
  • 3 Desember 2019 - (11:25 WIB)
    Dan terjadi lagi kisah lama yang terulang kembali, BL kasus lagi. Apa yang terjadi? Manajemen bobrok, promo bodong, kejar traffic untuk mencari investor baru. Dengan kondisi seperti ini yang stabil, saya kira tinggal menunggu waktu untuk BL jadi kenangan seperti rakuten indonesia.
    • 3 Desember 2019 - (12:48 WIB)
      Banyak temen2 saya yg sudah menang serbu seru jg barangnya tidak dikirim atau tidak sesuai yg dimenangkannya. Saya rasa dgn byknya pelanggan yg kecewa,BL tgl menunggu waktu saja.
  • 3 Desember 2019 - (12:30 WIB)
    Hahaha, setuju dengan perkiraan dari penulis, bahwa kemungkinan besar si seller malas berurusan dengan voucher BL.
    & seperti yang penulis sampaikan, bahwa memang menguras waktu & tenaga untuk ngurusin voucher tersebut, & mungkin juga si seller merasa tidak cukup tenaga maupun waktunya untuk ngurusin hal tersebut.

    Untung saya bukan user BL, soalnya gak tanggung2 nyesek nya kalau sudah kena yang beginian, makan hati & stres karena PHP. Mulai dari gembira dibilang menang sampe hampir 2 bulan digantung & akhirnya voucher bablas.

    • 3 Desember 2019 - (12:52 WIB)
      Bener tuh. Mana menang aja uda senang,trus ngasi2 tau org.. eh ditipu kek gini rasanya pahit dan asem lg. Sellernya jg sama aja penipunya. Kalo misalnya dia tidak pgn beribet dgn voucher BL,sharusnya dia lgsg nolak aja si..knp harus pake nipu gt. BL kurang profesional kek si orange,disitu seller mau nolak pesanan jg takut.

 Apa Komentar Anda mengenai Bukalapak?

Ada 7 komentar sampai saat ini..

Menang “Mau Dikode” Bukalapak; Bukannya Untung, Malahan Me…

oleh Yoselinda Yoselinda dibaca dalam: 2 min
7