Kenaikan Tarif Ojek Online (Ojol) Berdampak pada Penurunan Pendapatan Driver

Selamat pagi Media Konsumen,

Di sini saya sebagai mitra ojek online (ojol) merasakan dampak dari naiknya tarif ojek online (ojol) bagi konsumen. Dimana pendapatan kami berkurang. Apalagi sekarang pemerintah melakukan opsi ada kenaikan tarif lagi bagi konsumen.

Padahal semenjak naiknya tarif ojek online (ojol) sangat berdampak pada penurunan pendapatan bagi mitra ojek online (ojol). Saran saya bagi pemerintah agar tarif untuk penumpang diturunkan seperti sedia kala.

H.Q. Goklas Manalu
Medan, Sumatera Utara

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai Tarif ojek online (ojol):
[Total:183    Rata-Rata: 3.5/5]

Surat pembaca ini belum mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha terkait. Jika Anda adalah pelaku usaha yang terkait dengan pertanyaan/permohonan/keluhan di atas, silakan berikan tanggapan resmi melalui tautan di bawah ini:

Kirimkan Tanggapan

8 komentar untuk “Kenaikan Tarif Ojek Online (Ojol) Berdampak pada Penurunan Pendapatan Driver

  • 31 Januari 2020 - (06:48 WIB)
    Permalink

    saya juga merasakan sebagai merchant gofood/grabfood omzet menurun setelah ada kenaikan ongkir kirim.

  • 31 Januari 2020 - (07:03 WIB)
    Permalink

    Kenaikan ojol bukanlah dampak dari sepinya order ! Walaupun naik lagi , tetap saja konsumen akan selalu membutuhkan ojol dari pada naik angkutan umum ! Ojollah yg paling tercepat sampai tujuan ! Dampak dari sepinya ojol akhir akhir ini adalah krn terlalu banyaknya driver ojol ! Bayangkan , rata 2x di jabodetabek 1 juta order/hari, mungkin detik saja kalah , tapi ojolnya sebanyak itu juga , ya jadi rata2x setiap ojol cuma dapat 1 order ! Bagaimana tidak sepi ?

    • 1 Februari 2020 - (00:57 WIB)
      Permalink

      Betul bro, bukan karena kenaikan tarif, adapun pengaruhnya tapi tidak terlalu besar, yang jelas jumlah driver sudah tidak sebanding dengan customer nya, hendaknya di batasi untuk penerimaan ojol baru. Kasihan mereka yang seharian kadang cuma mendapatkan 1 atau 2 penumpang dalam sehari, malah ada yang sampai seharian ga dapet2 order. Bensin harus di beli motor yg mereka gunakan harus ada biaya perawatan

  • 31 Januari 2020 - (08:30 WIB)
    Permalink

    Saya rasa si , tidak jadi masalah tarif ojol naik, demi kesejahteraan ,ya kalau tidak mau naik tarif ojol , lebih baik ke sistem /trip, penilaian berlian dan bonus per trip nya di tambahkan, argo tetap , asal bonus di naikan , demi kesejahteraan bersama. Saya rasa itu bagus, atau ojol jadi sebagai karyawan sebagai mana layaknya orang bekerja di kantor atau di perusahaan. ini lebih baik.jadi sistem ,gaji ,bonus, bpjs ke tenaga kerjaan dan di fasilitasi kendaraan ojol dari pihak perusahaan ojol onlen atau grab dan gojek. Selama ini kan kendaraan milik kita sendiri. Semoga bapak mentri dan jajarannya dapat membaca .

  • 31 Januari 2020 - (14:04 WIB)
    Permalink

    Perasaan yg minta ngotot naik tarif khan dr pihak driver ojol sendiri. Itu yg kemarin2 demo ke pemerintah apa sdh mewakili aspirasi semua driver ojol.

  • 1 Februari 2020 - (00:24 WIB)
    Permalink

    Kenaikan tarif ojol berdampak pada pendapatan ojol? Jelas terlalu dini dan terlalu sempit mengatakan hal tersebut. Perlu penelitian yg menyeluruh apakah ada korelasi antara kenaikan tarif dengan pendapatan?? Konsumen mau tarif yg murah, aplikator menetapkan potongan 20%, pemerintah memungut pajak pph 21 kepada ojol, sementara ojol masih harus menanggung beban operasional, penyusutan investasi, dan resiko laka di jalan, tapi tidak boleh ada kenaikan tarif. Coba yg ngomong hal tersebut berfikir pakai otak bukan mau enak sendiri, ojol juga anak bangsa yg perlu kehidupan layak utk keluarganya. Permasalahan ojol yg terus carut marut karena pemerintah tidak pernah mau memberikan payung hukum yg jelas bagi ojek online, pemerintah terus bermain mata dengan aplikator agar status hukum ojek online selalu di wilayah abu abu. Satu hal yg harus di sadari oleh semua pihak sepeda motor sangat tidak layak dijadikan transportasi umum, coba lihat data korban kecelakaan lalu lintas yg melibatkan ojek online. Pemerintah harus nya membangun dan memperbaiki transportasi umum yg aman dan nyaman bagi masyarakat. Bukan bermain mata dengan aplikator dengan dalil penyerapan tenaga kerja. Terbitkan payung hukum yg benar kalau ojek online mau dilegalkan!! Atau larang ojek online dengan disertai pembangunan dan perbaikan transportasi umum. Yg aman, nyaman dan murah

 Apa Komentar Anda mengenai Tarif ojek online (ojol)?

Ada 8 komentar sampai saat ini..

Kenaikan Tarif Ojek Online (Ojol) Berdampak pada Penurunan Pendapatan …

oleh Goklas dibaca dalam: <1 menit
8