Hati-hati Penipuan Online Memakai Nama Hartono Group di Instagram!

Halo, aku cerita pengalaman yang gak begitu mengenakan beberapa hari lalu, tentang penipuan online dan kecewanya aku terhadap bank BTPN dan aplikasi Jenius.

Pertama proses penipuan terjadi di 18 Maret saat aku order Macbook Pro bekas harga 8 juta di Instagram @myhartonomobile @myhartono.mobile. Gak ada yang aneh sebenarnya, dia pakai atas nama Hartono, banyak testimoni juga. Sempat mikir apa Hartono sekarang jualan barang bekas juga? Tapi karena sudah terlalu kepingin dan gak teliti periksa seller-nya, jadi aku membulatkan tekad untuk membeli dan chat mereka lewat Whatsapp.

Pertama aku dilayanin sama Mbak Gita, dia yang bantu aku pilihin tipe Macbooknya. Aku udah selesai dengan proses penawaran, mengisi format order (yang mengharuskan aku mengirim KTP), dan sudah selesai transfer uang ke rekening BTPN mereka atas nama SHIFA NUR F******I. Selanjutnya, aku diarahin untuk chat penanggung jawab pengiriman si Mas Fajri.

Mas Fajri ngirimin foto Macbookku yang lagi di-packing. Setelah itu dia menjelaskan tentang surat Disperindag, SURAT TANDA PENGABSAHAN KEGIATAN JUAL BELI SECARA ONLINE. Intinya adalah aku di dikenakan biaya kewajiban untuk menyelesaikan jaminan pengganti tanda tangan yang berupa dana jaminan sebanyak Rp4.950.000 dan akan dikembalikan setelah barang sampai.

Aku didesak supaya aku mengirimkan uang lagi ke nomor rekening yang sama. Akhirnya aku mengirimkan sejumlah uang lagi ke mereka (karena pikirku 8 jutaku luntang-lantung di Jakarta dan agak kesel kenapa hal ini gak diberitahukan dulu sebelumnya). Karena aku takut banget aku minta KTP dan ID Card kepegawaian mereka. Saat itu gak kepikiran kalau itu KTP dan ID palsu.

Mas Fajri berjanji barang akan sampai dalam 2 hari ke depan. Ketika ditanya nomor resi dia gak memberikannya dengan alasan nomor resi baru akan diberikan setelah barang sudah di pusat transit Jawa Timur guna mengantisipasi sabotase dana jaminan yang 4,9 juta tadi.

Karena udah ngerasa feeling gak enak, aku minta kenalan polisi buat ngelacak dari lokasi nomor hp dan nomor rekeningnya. Ternyata fix itu penipuan, kelompok sindikat penipu yang berlokasi di Kab. Sindenreng Rappang Sulawesi Selatan. Mereka tercatat sudah sering melakukan penipuan (satu jaringan sama yang sering minta pulsa).

Dari situ aku langsung menghubungi pihak BTPN untuk minta pembekuan rekening. Setelah telepon call center Bank BTPN, pihak BTPN mengarahkan untuk mengirim email ke mereka yang berisi surat bilateral dari Mandiri (bankku sendiri) dan surat keterangan dari kepolisian. Semuanya udah aku lakukan dan sudah aku kirim di tanggal 19 Maret. Tapi sampai sekarang (22 Maret) belum ada balasan sama sekali. Ke Bank BTPN cabang pun juga gak bisa karena katanya hanya bisa di BTPN pusat dan via email.

Di tanggal 21 Maret, si mas Fajri chat, dia minta aku untuk menghubungi Mas Anwari dari JNE tentang pengiriman barang. Karena udah ngerasa dongkol karena dioper-oper terus, aku minta refund. Dia oke, tapi aku disuruh download aplikasi BTPN Jenius untuk dikembalikan dananya. Akhirnya aku nyoba daftar dan registrasi di akun Jenius. Dan disitu baru sadar kalau ada verifikasi antara KTP dengan muka asli. Di situ aku bingung banget karena KTP-ku pernah kukirim ke mereka. Jadi aku chat lagi ke si mas Fajri untuk langsung kirim uangnya ke rekening aja langsung, tapi dia alasan ada biaya potongan 25%. Ketika aku tanya 25%nya dari mana, dia ga jawab. Mulai dari situ chat mulai jarang dibales, tapi ditelpon masih bisa tapi dengan alasan terus.

Balik ke Jenius, ada temanku yang mengirimkan artikel pengalaman buruk seseorang terhadap Jenius. KTP orang tersebut dipalsukan untuk meminjam di Jenius Bank BTPN. Orang tersebut ada tunggakan kredit puluhan juta dari aplikasi Jenius. KTPnya dipalsu orang dan fotonya diganti, Bank BTPN bisa approve pinjaman dari KTP palsu itu. Mungkin kalau aku ngikutin jalan main si penipu memakai jenius, mungkin dia juga bisa akses Jeniusku dari perangkatnya dan kejadian yang di artikel bisa kejadian.

Untuk menutup akun Jenius ternyata hanya bisa lewat telepon, dimana harga telepon dari nomer hp Telkomsel lumayan mahal. Usaha telepon 3x tapi kehabisan pulsa terus dan pertanyaan selalu diulang ulang yang membuat makan waktu banyak. Akhirnya aku pasrah.

22 Maret, si Mas Fajri mulai susah dihubungi dan banyak alasan, dan lucunya dia sempet tanya berapa jumlah nominal di rekeningku untuk penambahan saldo yang akan dia tambahkan. Ini ga jelas banget sih. Karena udah males, aku iyain aja semua.

Aku juga check Instagramku juga udah diblok dari myhartonomobile.

Aku sempat menyimpan nomer hpnya mas Fajri yang otomatis aplikasi Line akan memberikan notif kalau ada teman baru dari kontak yang memakai aplikasi Line juga. Fotonya mas Fajri disana adalah perempuan muda. Iseng aku pakai foto si mas Fajri yang di Line, lalu kupakai di foto profil Whatsapp. Dan gak lama aku diblok oleh mereka berdua.

Jadi sekian pengalamanku. Intinya jangan gampang percaya kalau dia pakai nama besar seperti Hartono. Jangan percaya dengan testimoni dan bukti transfer yang ada di highlight Instagram mereka. Jangan terpancing harga murah. Tidak ada namanya uang jaminan jutaan rupiah. Ga ada namanya beli online tapi pakai KTP. Hati hati KTP palsu. Jangan beli barang elektronik di online terutama mereka yg bukan marketplace. Selalu hati hati dan jangan gampang kepancing dengan kemauan.

Celly Stella
Malang, Jawa Timur

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian Anda!
[Total:3    Rata-Rata: 2.7/5]
Loading...

4 komentar untuk “Hati-hati Penipuan Online Memakai Nama Hartono Group di Instagram!

  • 24 Maret 2020 - (14:11 WIB)
    Permalink

    Terlalu lugu klo denger ceritanya, sudah salah dr awal bahkan sblm berbelanja, sy pikir semua sdh ngerti modus seprti ini, ternyata masi banyak pembeli online pemula diluar sana, pantes penipuan sperti ini ada terus.

  • 24 Maret 2020 - (14:52 WIB)
    Permalink

    kalo saya sih gak bakalan mau belanja online barang mahal yang jualannya di Instagram atau Facebook.

  • 25 Maret 2020 - (09:31 WIB)
    Permalink

    Orang jualan di WA, Instagram FB itu oknum pribadi bukan lembaga, perusahaan yg berbadan hukum resmi atau legal. Karenanya sering melakukan penipuan ke orang 2 yang nggak ngerti hukum juga. Mau beli yang aman gunakan merchant perusahaan (bukan pribadi) yang legal yang terdaftar secara hukum . Seperti toko….a. sho….p…sebab jika ada masalsh bisa dipertanggungjawabkan tanpa merugikan ke2 belah pihak

 Apa Komentar Anda?

Ada 4 komentar sampai saat ini..

Hati-hati Penipuan Online Memakai Nama Hartono Group di Instagram!

oleh Celly dibaca dalam: 3 min
4