Dianggap Fraud, Transaksi Dipotong 15% Secara Sepihak oleh Tokopedia

Pada tanggal 21 Juli 2020 saya menawarkan kepada teman saya sebuah VGA card yang tidak terpakai. Singkat cerita dia tertarik dan ingin membelinya. Karena pada saat itu teman saya mengatakan tidak punya uang cash maka saya berinisiatif untuk membuat lapak saja di Tokopedia agar teman saya dapat membelinya via CC ataupun metode pembayaran lainnya yang cashless, syukur-syukur bisa dicicil juga.

Akhirnya terjadilah transaksi. Karena pada saat itu teman saya tidak memiliki akun Tokopedia maka dia meminjam akun tokped milik teman sekamarnya, tetapi menggunakan CC milik dirinya sendiri. Saat transaksi sempat terjadi kesalahan pemilihan kurir yang disepakati. Sebelumnya teman saya itu memilih menggunakan TIKI ONS, tetapi saya mengirim barangnya menggunakan JNE YES. Alhasil ketika saya meng-upload nomor resi, tidak bisa, karena adanya jaminan barang sampai dari sistem tokped yang telah memilih TIKI saat pemilihan kurirnya.

Akhirnya saya mencoba menghubungi CS tokped via aplikasi. Singkat cerita nomor resi akhirnya bisa ter-update. Keesokan harinya saat barang sampai dan si pembeli sudah melakukan konfirmasi barang, terjadilah kejanggalan di notif saya. Kenapa tiba-tiba sistem tokped menganggap transaksi itu FRAUD (dianggap gestun)? Secara sepihak TOKOPEDIA memotong 15% dari nilai transaksi tersebut.

Setelah melakukan komplain tokped memberikan alasannya yang menurut saya tidak jelas juga alasannya, hanya menampilkan bahwa penjual dan pembeli pernah melakukan transaksi wallet nomor ******** tanpa menjelaskan rinciannya. Di sini menurut saya ada beberapa kejanggalan dari TOKOPEDIA yang bisa dikatakan sengaja “menjebak” agar dapat memotong 15% dari nilai transaksi itu:

1. Tokopedia menyatakan adanya “histori kesamaan pembelian wallet dan kereta api yang pernah digunakan oleh penjual dan pembeli pada saat melakukan transaksi tanpa rincian yang jelas”. Lalu kenapa sistem Tokopedia tidak mencegah atau memblokir transaksi tersebut sebelum dilaksanakan atau dilakukan pembayaran? Padahal sebelumnya saya sempat meminta mengganti nomor resi kepada tokped dan berhasil.

2. Jika Tokopedia melakukan “pemotongan dana atas pelanggaran syarat dan ketentuan yang Anda lakukan yakni sebesar 15% (lima belas persen) dari nilai transaksi”, berarti Tokopedia juga sengaja melakukan pembiaran atau kesengajaan agar transaksi tersebut terjadi atau berhasil dan mengambil keuntungan dari pemotongan nilai transaksi tersebut (sebesar 15%)?

3. Melihat dari waktu urutan transaksi, kenapa sejak dilakukan pembayaran sampai penerimaan barang tidak ada usaha apapun yang dilakukan oleh Tokopedia untuk memberitahukan adanya pelanggaran? Dan baru 1 menit setelah transaksi dinyatakan selesai sistem Tokopedia langsung menyatakan adanya pelanggaran. Apakah Tokopedia sengaja melakukan jebakan sampai transaksinya selesai (tidak bisa dibatalkan lagi karena barang sudah diterima dan penerima sudah menyatakan transaksi selesai)? Sebelumnya saya sempat melakukan transaksi serupa tetapi karena lokasi pembeli dan penerima pada sistem tokped itu sama maka transaksi dibatalkan dan uang kembali ke si pembeli. Kalau ini saya masih bisa memaklumi karena tidak ada yang dirugikan.

Pelanggan harus berhati-hati karena pihak Tokopedia dapat sewaktu-waktu menyatakan bahwa transaksi anda melanggar syarat dan ketentuan mereka tanpa memberi anda kesempatan untuk klarifikasi dan konfirmasi kepada penjual dan pembeli, dan memberikan penalti atau potongan dana secara sepihak.

Menurut saya, transaksi jual beli yang saya lakukan saya rasa tidak melanggar apapun, dan semuanya memiliki penjelasan. Jika pihak Tokopedia bisa bersikap lebih bijaksana dan memberikan kesempatan maka untuk berkomunikasi secara efektif maka saya dengan senang hati memberikan semua keterangan yang diperlukan.

FYI sampai sekarang status perihal masalah ini di sistem tokped masih dalam proses, tetapi menurut saya memotong tanpa melakukan klarifikasi sangatlah menjengkelkan karena saya sangat perlu uang tersebut untuk biaya sekolah anak

Berikut saya lampirkan juga semua bukti dan keterangan dan screen shoot sebagai bukti, silakan pembaca disini menyimpulkan sendiri.

Salam,

Budhi Yanto
Jakarta Barat

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai Tokopedia:
[Total:7    Rata-Rata: 3.3/5]

Surat pembaca ini belum mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha terkait. Jika Anda adalah pelaku usaha yang terkait dengan pertanyaan/permohonan/keluhan di atas, silakan berikan tanggapan resmi melalui tautan di bawah ini:

Kirimkan Tanggapan
Loading...

10 komentar untuk “Dianggap Fraud, Transaksi Dipotong 15% Secara Sepihak oleh Tokopedia

  • 25 Juli 2020 - (11:07 WIB)
    Permalink

    Kelihatannya penulis tergolong pemakai baru ya di marketplace yang 1 ini?
    Karena kejadian macam begini (“SISTEM” yang membiarkan transaksi “dicurigai gestun” sampe barang diterima & 1 detik kemudian ngasih notif “fraud”) sudah dari bertahun-tahun yang lalu, & terbukti bahwa s.d. Juli 2020 masih saja berjalan.
    & marketplace ybs memang mendewa-dewakan “sistem” dia yang sangat berkuasa, bahkan sampe orang2 petugasnya pun mayoritas tidak mampu “mengatasi” ataupun menolak keputusan sang sistem tersebut.
    Sehingga *demi kenyamanan & kesejahteraan lahir batin dari user sendiri* harusnya user (baik seller maupun buyer) harus punya akun sendiri2, atas nama sendiri2, tidak pernah pakai kartu maupun rekening masing2 sebelumnya, punya alamat sendiri2 dll dsb dkk.

    Selamat berusaha mengusahakan supaya “sistem” bisa dipersalahkan & semoga sukses.

    • 25 Juli 2020 - (13:51 WIB)
      Permalink

      sebenarnya bisa saja kalau pihak tokped mau membenahi sistemnya, contoh seperti salah satu pengalaman yg saya tulis pada artikel ini juga. pada saat seller dan buyer tercatat mempunyai lokasi yg sama pada sistem tokped. pada saat transaksi selesai uang secara otomatis dikembalikan kepada pihak pembeli dan si penjual diberi notif bahwa “transaksi melanggar ketentuan tokopedia karena penjual dan pembeli berada dilokasi yg sama (diangggap COD)” kalau masalah ini saya masih tidak masalah karena hanya dirugikan ongkir saja, dan hal ini jadi pembelajaran juga bagi 2 belah pihak buyer dan seller kalau ternyata apabila buyer dan seller tercatat berada dilokasi yg sama maka transaksi akan dibatalkan.

  • 25 Juli 2020 - (13:46 WIB)
    Permalink

    Update terakhir dari Pusat bantuan Tokped tanggal 24 Juli 2020.

    “Dear Bapak Budhi Yanto,

    Mohon maaf atas kendala pemotongan dana penjualan Bapak. Saat ini Putu lanjutkan penanganannya.

    Menanggapi pertanyaan Bapak kenapa transaksi tersebut tidak dilakukan pembatalan di awal, sesuai info yang sudah kami sampaikan pada pesan sebelumnya bahwa sistem kami membutuhkan proses investigasi dalam jangka waktu tertentu dan investigasi tersebut bersifat komprehensif kepada seluruh transaksi Bapak.

    Kemudian kami infokan pula, bahwa apa yang dilakukan Tokopedia sudah sesuai dengan syarat dan ketentuan ya dan kami juga sudah melakukan pengecekan terlebih dahulu. Syarat dan ketentuan tersebut juga sudah disetujui oleh Bapak pada saat pertama kali membuat akun di Tokopedia.

    Dengan menyetujui syarat dan ketentuan Tokopedia, maka berarti Bapak sepakat dengan seluruh poin-poinnya dan bersedia menerima konsekuensi dari pelanggaran terhadap syarat dan ketentuan tersebut. Oleh karena itu, kami mengimbau agar setiap pengguna memahami syarat dan ketentuan Tokopedia terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk membuat akun.

    Saat ini karena info yang kami sampaikan sudah cukup jelas dan berulang, maka kami mohon izin menutup laporan ini ya.

    Semoga info ini bisa diterima dengan baik.”

    intinya duitnya gak bisa balik, agar kita sebagai pengguna layanan e-commerce dapat berhati-hati dalam bertransaksi karena bisa saja “anda terjebak”.

  • 25 Juli 2020 - (18:52 WIB)
    Permalink

    Ih ngeri ya, untung saya selalu pakai bukalapak sama shopee. Itu tokopedia mau bangkrut makanya mereka curi curi duit buat nutupin kerugian..

  • 27 Juli 2020 - (19:37 WIB)
    Permalink

    Update per-27 juli 2020 akhirnya saldo dikembalikan oleh pihak tokped. Terimakasih kepada tokped karena mau mendengar komplain saya. Semoga kedepan sistem nya dapat lebih baik lagi.

    • 5 Agustus 2020 - (07:06 WIB)
      Permalink

      Hai kak prosesnya gimana ya kalau boleh di share sampe bisa dikembalikan??? Soalnya saya juga sama dana saya dipotong 15% oleh tokopedia.

    • 17 Agustus 2020 - (10:44 WIB)
      Permalink

      Bro Budi..
      Saya baru mengalami kejadian yg serupa di Tokopedia, pemotongan secara sepihak sebesar 15%, nominalnya lumayan 1.5jt
      Boleh share infonya ke temen-temen, sampai dari pihak Tokopedia mengembalikan Dana tersebut. Diluar sana banyak yg mengalami kejadian sprt ini.

  • 24 Oktober 2020 - (04:48 WIB)
    Permalink

    Baru minggu ini saya mengalami masalah
    1 ada cust yg minta di tracking barangnya sampai mana jadi kasus padahal sudah nyampe barangnya pake sicepat yg memang lambat lah koq saya yg salah juga ya
    2 ada cust yg beli barang kami dr china komplain n minta dikembalikan padahal knowledgenya saja yg nggak nyampe sudah saya attach dr web detik dan dari web lainnya jelas2 tanggal dikemasan bukan tanggal expired sampe berbusa admin merasa salah kami selaku berbusa dibaca nggak sih attachnya sampai kesel sendiri sudah gt solusi retur dr admin eh pembeli nggak jadi retur pikir selesai masalah eh dari csnya malah mau potong performa toko katanya kena bebas ongkir dll padahal kgk diretur kl potong ongkir potong aja lh koq performa saya yg dipotong susah susah kami jualan 5 tahun sampe tidur subuh teganya main potong saja mana kondisi seperti ini resesi saingan rusak harga pasar dll mungkin juga dr kompetitor yg mau merusak nama kami. Biar Tuhan yang balas

 Apa Komentar Anda mengenai Tokopedia?

Ada 10 komentar sampai saat ini..

Dianggap Fraud, Transaksi Dipotong 15% Secara Sepihak oleh Tokopedia

oleh Budel dibaca dalam: 2 min
10