Sistem COD Shopee Rentan Tipu-Tipu atau Fake Order yang Merugikan Seller

To the point. Saya seller di olshop Shopee. Dan ini transaksi pertama saya menggunakan sistem pembayaran COD. Dan ini merupakan kesan pertama yang tidak menyenangkan. Dimana unit jualan saya berupa hp diorder oleh buyer asal Papua yang sudah saya kirim dari tanggal 2 September 2020, dan sampai saat ini tanggal 15 September 2020 statusnya belum jelas.

Pihak admin Shopee dan kurir j&t sudah saya konfirmasi tapi jawaban tidak memuaskan menurut saya, tidak clear. Admin Shopee mengarahkan saya untuk menghubungi pihak j&t, dan pihak j&t berkata harus menunggu 3×24 jam karena problem sedang diusut oleh tim terkait. Namun sampai detik ini saya belum mendapatkan kabar dari pihak j&t. Ini sudah lebih dari 3×24 jam dari pelaporan saya (pada status lacak pesanan, terakhir update tanggal 12 Sep 2020, posisi paket gateaway Jakarta. Dan buyer tidak dapat dihubungi nomor teleponnya).

Ada apa ini sebenarnya? Ada apa dengan COD Shopee? Ada apa dengan pengiriman j&t, dan untuk sang buyer? Kenapa? Apa anda melakukan fake order? Jika iya kenapa? Apa untungnya?

Hendra Armadi
DI Yogyakarta

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai Shopee:
[Total:10    Rata-Rata: 2/5]

Surat pembaca ini belum mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha terkait. Jika Anda adalah pelaku usaha yang terkait dengan pertanyaan/permohonan/keluhan di atas, silakan berikan tanggapan resmi melalui tautan di bawah ini:

Kirimkan Tanggapan
Loading...

11 komentar untuk “Sistem COD Shopee Rentan Tipu-Tipu atau Fake Order yang Merugikan Seller

  • 16 September 2020 - (13:16 WIB)
    Permalink

    Kalau harga barang yang anda jual lebih dari 100 ribu, sebaiknya jangan pilih metode pembayaran COD,

    Dan anda pun bisa memperhatikan dan mengamati para penjual yang lainnya, barang COD yang mereka jual harganya tidak jauh dari harga 100 ribuan.

    COD, bagi pembeli, mereka cukup pesan barang tanpa harus keluar uang.

    Bisa di pastikan barang anda menjadi incaran orang iseng yang berakal bulus.

    Sangat disayangkan, anda begitu kurang pengetahuan dalam transaksi online ini.

    Hilangkan prasangka naif mu pada semua orang.

    Ekonomi sedang krisis, harta sekecil apapun jadi rebutan.

    3
    1
    • 16 September 2020 - (21:51 WIB)
      Permalink

      Bagaimana ya caranya supaya tidak ada sistem pembayaran COD pada toko saya? Mohon di non aktifkan saja. Karena saya memang tidak ada memilih sistem COD pada toko saya.

  • 16 September 2020 - (21:47 WIB)
    Permalink

    Maaf, perlu diketahui sistem pembayaran COD itu bukan saya yang mengaktifkan. Tiba2 ada orderan dan sistem pembayaran COD.
    Ada orderan ya otomatis saya proses dong? Dan sudah saya jelaskan kalo sistem pembayaran dengan COD ini pertama kali saya alami. Kalo sudah sering mah saya gak akan resah. Dan akhirnya pun pesanan dibatalkan. Secara gak langsung saya rugi.

    • 16 September 2020 - (22:35 WIB)
      Permalink

      Anda bisa mengatur ulang setingan toko online anda. Panduan mudah banyak di ulas di youtube.

      COD itu baiknya untuk pembeli yang masih dalam kota atau masih lingkup wilayah terdekat anda (jika anda di sekitaran jakarta, papua terlalu jauh), dan nominal transaksi yang tidak terlalu besar.

      COD memang menjadi daya tarik pembeli karena sistem COD memberikan rasa aman dan tenang bagi pembeli, namun tidak bagi penjual.

      Semoga barang anda bisa anda dapatkan kembali.

  • 17 September 2020 - (12:39 WIB)
    Permalink

    Menurut saya, sistem COD sangat merugikan bagi Seller. Untuk itu harus cermat mengolah sistem toko. Kalau saya beli barang di atas 300k saya pasti bayar tunai.

  • 17 September 2020 - (13:22 WIB)
    Permalink

    Betul merugikan sekali buat seller yang ketemu sama buyer yang tidak serius membeli. Dan di case saya buyer itu masih aktif juga, semoga gak diulangi. Cukup saya aja yang mengalami.

    • 17 September 2020 - (13:35 WIB)
      Permalink

      Memang ada plus minusnya sistem cod.
      Sebetulnya kan itu dulunya “demi keamanan buyer ketika transaksi langsung ke seller tanpa ada sistem escrow/rekber.” & seharusnya itu no problem juga buat seller yang serius mau jualan, karena bisa sama2 enak, & buyer pun gak bisa belakangan tahu2 komplen, karena sudah tatap muka bersama-sama setuju kondisi produk.

      Nah tapi sekarang di masa sistem marketplace di mana sudah ada sistem yang “bertele-tele tapi terstruktur” untuk rekber, prosedur komplen dll, seharusnya memang tidak cocok lagi cod dimasukkan juga dalam sistem pembayaran.
      Karena: buyer sudah otomatis terlindungi mulai dari adanya rekber, prosedur komplen dll. Namun sebaliknya sekarang seller-nya yang menjadi kurang terlindungi, karena yang ngirim juga bukan ybs (seller) melainkan kurir, jadi seller juga gak bisa ngecek langsung bagaimana kondisi barang ketika jatuh ke tangan buyer.
      Belum lagi sekarang ada modus2 tuti dengan menggunakan “kelemahan” cod.

      Seharusnya marketplace lebih pede dengan pemikiran2 & pertimbangan2nya sendiri, tanpa perlu harus mengikuti maunya sebagian calon buyer yang minta metode cod. Toh sudah bisa bayar via dompet digital maupun gerai offline, jadi tidak masalah kalaupun calon buyer tidak ada rekening.
      Karena kalau dulu (sebelum ada online shopping) metode cod sama2 menguntungkan, kalau di online marketplace metode cod cuma menguntungkan buyer sementara seller justru menanggung resiko.

  • 17 September 2020 - (13:23 WIB)
    Permalink

    Sy jg pernah ngalamin keq gt pengiriman ke sumatera akhirnya barang di balikin setelah belasan hari. Memang seller tidak di kenain biaya tapi resiko barang rusak karena pengiriman yg jauh dan bolak balik . Mgkn sebaiknya shopee membatasi jarak pembeli yg mau menggunakan sistem cod sehingga seandainya ada kejadian order fiktif penjual gak perlu nunggu terlalu lama sama kemungkinan barang rusak di jalan jg minim…membatasi jarak ini artinya toko seller dan pembeli mempunyai wilayah yg sama misalnya perwilayah jangkauannya 50km gt…

  • 17 September 2020 - (14:13 WIB)
    Permalink

    Seharusnya Shopee yang membatasi metode COD ini hanya untuk transaksi di lingkup tertentu saja. Sy juga seorang seller di Shopee dan selama 4 tahun dagang disana merasa Shopee sangat lebih memikirkan kepentingan pembeli. Bila seller ada masalah, hampir tdk pernah Shopee bs bantu sampai selesai. Mereka sepertinya sepenuhnya menyerahkan segala sesuatu pada sistem, padahal sistem pun bs malfunction.

  • 27 September 2020 - (09:11 WIB)
    Permalink

    COD itu bagaikan pisau bermata 2 dalam dunia marketplace dan e-commerce. Di satu sisi mengaktifkan COD akan meningkatkan penjualan toko online hingga berkali – kali lipat dikarenakan masih banyaknya krisis kepercayaan konsumen kepada proses jual beli online. Ada beberapa orang yang tidak memiliki rekening, memilih metode pembayaran ini.

    Di sisi lain COD terkadang menyebabkan kerugian apabila kita sebagai seller menemui pesanan palsu atau orderan fiktif. Ada sebuah artikel yang cukup menarik mengenai COD ini yang bisa dibaca http://xplodcompany.com/fitur-cod-di-marketplace-pedang-bermata-dua-bagi-penjual-dan-ekspedisi/

    Untuk informasi tambahan, COD di marketplace seperti Shopee, Lazada, dan Tokopedia saat ini sudah menerapkan peraturan yang ketat. COD hanya bisa digunakan oleh akun pembeli yang mendukung dan wilayah yang sudah mendukung.

    Ditambah lagi pesanan palsu dari akun dengan metode COD akan segera membuat akun tersebut dihapus. Contoh paling konkret ada di Lazada, https://www.lazada.co.id/shop/xplod-clothing dimana pesanan tidak terkirim dengan COD akan membuat akun pembeli tersebut terhapus.

 Apa Komentar Anda mengenai Shopee?

Ada 11 komentar sampai saat ini..

Sistem COD Shopee Rentan Tipu-Tipu atau Fake Order yang Merugikan Sell…

oleh Masdol dibaca dalam: 1 min
11