Merasa Dipermainkan oleh Petugas Telkom IndiHome

Awalnya pada tahun 2017 tetangga saya di gang rumah saya belum ada yang berlangganan IndiHome. Kemudian saya mendaftar fasilitas IndiHomemelalui aplikasi MyIndiHome di smartphone saya. Beberapa hari kemudian teknisi IndiHomeindihome melakukan survey ke rumah saya.

Setelah melakukan survey tersebut, diberitahukan bahwa belum terdapat tiang Telkom hingga depan rumah saya, yang mana sesuai kondisi faktual dari depan gang hanya terdapat 2 tiang. Penjelasan teknisi yang melaukan survey tersebut, akan diajukan ke kantornya dengan waktu satu bulan. Saya tunggu hingga tahun 2018, tapi tidak ada tindak lanjut ataupun informasi terkait orderan IndiHome saya.

Pada bulan Juli tahun 2020 saya melakukan order pemasangan melalui aplikasi MyIndiHome lagi dengan nomor dan email yang berbeda. Kondisi pada bulan Juli 2020 ini sudah terdapat tetangga di gang saya yang telah berlangganan IndiHome. Teknisi telah melalakukan survey pada rumah saya, tapi dengan alasan yang sama diberitahu bahwa belum terdapat tiang dan teknisi akan mengajukan pemasangan tiang dengan waktu kurang lebih satu bulan.

Selanjutnya saya tunggu tindak lanjut dari teknisi tersebut. Pada bulan Agustus tidak juga tindak lanjut dari teknisi tersebut. Kemudian pada bulan Agustus tersebut ada marketing dari PT Telkom yang menghubungi saya menanyakan tindak lanjut orderan IndiHome saya. Saya berikan data paket berlangganan saya, KTP, dll. Waktu itu saya ingin berlangganan IndiHome paket Streamik 10 Mbps.

Di bulan agustus tersebut ada teknisi yang survey ke rumah saya lagi, tapi dengan alasan kendala tiang lagi yang disampaikan kepada saya. Marketing tersebut saya follow up di bulan September 2020, dikatakan bahwa telah diajukan ke teknisi pada tanggal 9 September 2020. Kemudian di awal Oktober saya follow up lagi, dibilang tidak bisa difasilitasi pengajuan IndiHome saya tersebut.

Pada kira-kira minggu kedua Oktober saya di-chat oleh marketing tersebut, diberitahu bahwa bos dari marketing PT Telkom di Denpasar tersebut telah setuju dengan pengajuan saya, akan tetapi mesti di-upgrade ke paket 20 Mbps. Saya sanggupi dan telah tanda tangan kontrak berlangganan tersebut.

Pada tanggal 19 Oktober 2020 rekanan tiang PT Telkom telah pula survey ke lingkungan rumah saya. Akan tetapi pada tanggal 20 Oktober 2020 oleh marketing PT Telkom saya diminta mencari pelanggan baru di lingkungan rumah saya lagi 3 orang, dan tiba-tiba pada tanggal 20 Oktober sore diinformasikan oleh PIC marketing bahwa bos marketing tersebut di PT Telkom Denpasar dan tim support tidak setuju dengan pengajuan IndiHome saya.

Di sini saya merasa kecewa dengan pelayanan PT Telkom di Denpasar. Saya merasa dipermainkan, setelah beberapa pengajuan, terlebih saya sudah tanda tangan kontrak berlangganan, telah sanggup dengan syarat PT Telkom, yaitu upgrade ke paket 20 Mbps. Saya juga telah mencari persetujuan tetangga untuk pemasangan tiang. Seperti inikah cara pelayanan PT Telkom terhadap pelanggan? Mohon konformasi PT Telkom di Jakarta atas pelayanan PT Telkom di Denpasar/Ginayra.

I Gusti Lanang Ngurah Adhi Widyarta Putra
Gianyar, Bali

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai PT Telkom Indonesia:
[Total:54    Rata-Rata: 1.8/5]
Tanggapan Telkom Regional 5 Jatim Balnus untuk Bapak Gusti

Kepada Yth: Yth. Redaksi Surat Pembaca MEDIA KONSUMEN Terima kasih kepada mediakonsumen.com yang telah memuat complain pelanggan atas nama I...
Baca Selengkapnya

Loading...

Satu komentar untuk “Merasa Dipermainkan oleh Petugas Telkom IndiHome

  • 24 Oktober 2020 - (13:14 WIB)
    Permalink

    Emang gajelas telkom
    Gw 2018 mau pasang di rancamanyar bandung, disuruh tarik kabel 300 apa 500mtr gw lupa,pokonya biayanya kurang lebih jadi tambah 1,5jt.
    Gw terpaksa setuju karna emang kebutuhan kerja, posisi masih ngontrak, eh ga lama dari itu sekitar 2bln apa 3bln, muncul noh kotak2 nya indihome di depan lorong, padahal ga jauh dr rumah. Mestinya gw ga bayar tambah kabel kalo pasang disana, emang diakal2in ae ama mereka biar nambah duit. Bangsay lah.
    pas gw pindah kontrakan, kabel yg udah gw beli gaboleh dibawa lagi ke rumah yg baru, harus pake kabel baru, disuruh biarin aja ditinggalin disana dan harus nambah 200rb alasannya buat administrasi.
    Seminggu kemudian gw cek ke kontrakan lama, kabelnya dah ga ada, dipotong sisaan kabelnya jir. Padahal lumayan panjang sisa kabelnya. Mungkin ada gulungan 50-100 mtr

 Apa Komentar Anda mengenai PT Telkom Indonesia?

Ada 1 komentar sampai saat ini..

Merasa Dipermainkan oleh Petugas Telkom IndiHome

oleh I Gusti Lanang Ngurah Adhi Widyarta Putra dibaca dalam: 2 min
1