Transaksi QR Pay Permata Mobile Gagal, tapi Saldo Terdebet dan Pengajuan Koreksi Sangat Ribet

Tanggal 2 November 2020 pukul 16:57:55 saya melakukan pembayaran dengan QR Pay dari aplikasi Permata Mobile untuk pesanan di rumah makan Ampera Sambalado senilai Rp20.000,-. Status transaksi pada aplikasi Permata Mobile dinyatakan gagal, tapi saldo rekening saya terpotong (tercatat terjadi pendebetan pada sejarah transaksi).

Sore itu juga, pukul 17:57 saya menghubungi call center Bank Permata. Percakapan berlangsung selama 10 menit, dari laporan kejadian, input PIN dan verifikasi data, pencatatan kronologi, dst. Proses sudah selesai? Tidak. Ternyata bank Permata masih akan kirim email, berisi form yang harus saya isi.

Esok hari tanggal 3 november 2020, email Bank Permata masuk berisi Form Surat Pernyataan yang pertanyaan-pertanyaannya sama persis dengan pertanyaan-pertanyaan yang diajukan CSO Bank Permata via call center kemarin. Jadi apa gunanya kemarin telepon sedemikian lama, verifikasi dan tanya macam-macam kalau harus diulang lagi dengan mengisi Form Surat Pernyataan secara manual?

Saya menghubungi call center untuk menanyakan tata cara pengisian. Menurut CSO Permata yang bertugas, form surat pernyataan harus diprint, diisi dan ditandatangan basah, kemudian difoto/discan untuk diemailkan kembali. Saya mengajukan keberatan, karena tidak punya printer. CSO tersebut memberikan solusi untuk menuliskan Surat Pernyataan tersebut via email saja.

Selesai saya tulis email, saya kirim kembali ke alamat email pengirim asal: dok_permatabank@permatabank.co.id. Pengiriman email gagal, sampai 2x saya coba, alamat email tujuan tetap tidak bisa menerima email. Terpaksa telpon call center Permata lagi, ternyata email balasan ditujukan ke alamat berbeda, yaitu: care@permatabank.co.id. Luar biasa bank Permata, email balasan ke alamat yang berbeda tapi tidak ada informasi sama sekali!

Setelah 3x telepon dan kirim email, proses sudah selesai? Tidak!

Hari ini tanggal 4 November 2020, saya menerima email respon dari Adi, staf layanan email Bank Permata yang sangat t****. Staf ini tidak bisa membedakan nasabah wanita atau pria. Hal ini juga membuktikan bahwa si Adi sama sekali tidak memeriksa kasus/rekening saya terlebih dahulu tapi asal menjawab. Kualitas SDM Permata macam begini?

Staf Adi tetap memaksa nasabah untuk mencetak dan mengisi form surat pernyataan secara manual (padahal CSO sebelumnya yang mengijinkan bisa via email saja), dilengkapi lampiran yang jauh lebih ribet dan mulai tidak relevan alias di luar permasalahan. (email terlampir)

Sudah jelas kasusnya, TRANSAKSI QR PAY PADA APLIKASI PERMATA MOBILE TERCATAT GAGAL, TAPI SALDO TERDEBET. Si Adi malah mempermasalahkan kelanjutan transaksi saya dengan pihak merchant. Mungkin si Adi, sang staf Bank Permata berpikir orang beli makan di rumah makan tidak perlu bayar. T**** sekali.

Sungguh luar biasa SOP/kebijakan Bank Permata, aplikasinya sendiri yang menyatakan transaksi gagal, tapi saldo nasabah bisa terdebet (entah dikemanakan uang tersebut). Nasabah mengajukan keluhan, bukannya segera diperiksa transaksi dan aplikasinya terlebih dahulu, tapi malah mempersulit dengan birokrasi yang ribet dan bertingkat, bahkan mempertanyakan hal yang tidak relevan, menghabiskan waktu dan biaya yang tidak sepadan.

Beginikah modus Bank Permata dalam mencari keuntungan?

Djuwanda
Surabaya, Jawa Timur

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai PermataBank:
[Total:3    Rata-Rata: 1.3/5]
Tanggapan PermataBank atas Surat Bapak Djuwanda

Berkenaan dengan Surat Pembaca yang ditulis oleh Bapak Djuwanda, berjudul “Transaksi QR Pay Permata Mobile Gagal, tapi Saldo Terdebet dan...
Baca Selengkapnya

11 komentar untuk “Transaksi QR Pay Permata Mobile Gagal, tapi Saldo Terdebet dan Pengajuan Koreksi Sangat Ribet

  • 5 November 2020 - (18:15 WIB)
    Permalink

    Sama , ribet harusnyakalau gagalya jangan didebit saldonya.
    Disuruh ngisi form , pakai materai ruibet cok padahal cuma 50k aja.

    • 6 November 2020 - (08:50 WIB)
      Permalink

      nahh.. berarti emg aplikasinya yg salah sistem.. tim ITnya bego.

      anyway, saya komplain ke kantor cabang, tdk pakai ribet & materai.. kalau sampai pakai materai bisa saya maki2 dulu kepala cabangnya.. hitung2 barter aja, nasabah rugi waktu+biaya+emosi gara2 uang receh, kacab dpt makian gara2 materai 😁

    • 6 November 2020 - (19:27 WIB)
      Permalink

      Permata ya? Emg ribet
      Pengiriman Kartu ATM lama
      Trus ganti device telpon dulu
      Itupun gaada action akhirnya ke cabang
      Trus di cabang diganti ATM sampe akhirnya kartunya baru dateng

    • 6 November 2020 - (02:37 WIB)
      Permalink

      nb: keluhan nasabah diproses BUKAN melalui call center maupun layanan email.

      KELUHAN BARU DIPROSES KARENA NASABAH DATANG SENDIRI KE KANTOR CABANG PERMATA, TANPA PERLU BERTELE2 DAN MELAMPIRKAN DATA2 KONYOL PERMINTAAN STAF LAYANAN EMAIL (ADI) YG TOLOL.

  • 5 November 2020 - (18:38 WIB)
    Permalink

    Hahahaha, sungguh tidak efisien sekali SOP penanganan masalah nasabah di bank yang 1 ini. Saya kira biaya pulsa, waktu, & tenaga yang Anda habiskan sudah lebih dari 20 rb?

    Bersyukur saya ber-tahun2 yang silam sudah berhenti jadi nasabah bank ini. Kelihatannya feeling saya tepat.

    Semoga setelah tayangnya surat ini, segera uang 20 rb nya bisa dikembalikan LOL.

    Btw, saya tahu bahwa ini masalah prinsip, bukan sekedar berapa nominal uangnya.
    Karena kalau 20 rb bisa nyangkut, berarti 200 rb atau lebih pun bisa juga nyangkut.
    Memang ada kesalahan alur di sistemnya, kalau status gagal tapi uang berkurang. Bisa disetarakan seperti ambil uang di ATM, uang tidak keluar tapi saldo berkurang.

    Pelajaran yang bisa saya petik: segala high tech zaman now ini ternyata riskan kena error. Khususnya QR QR an ini, yang cukup jadi trend surat di MK ini.
    Jadi sementara ini saya usahakan transaksi pake kartu ataupun uang tunai saja dah.

    • 6 November 2020 - (14:44 WIB)
      Permalink

      hahaha.. kalo pas nyangkut nominal besar, bisa2 malah diminta lampiran sebanyak 1187 halaman tuh 😄

      jadi sbg rasa terima kasih thd aplikasi cacat sistem + oknum staf yg bodoh + SOP konyol Permata, saya share kasus ini di MK.. supaya nasabah2 lainnya berpikir ulang jika mau menggunakan QR Pay Permata (apalagi dgn nominal besar)

      kapan lagi bank Permata bisa iklan gratis berkat transaksi 20rb perak 😁

 Apa Komentar Anda mengenai PermataBank?

Ada 11 komentar sampai saat ini..

Transaksi QR Pay Permata Mobile Gagal, tapi Saldo Terdebet dan Pengaju…

oleh Djuwanda dibaca dalam: 2 menit
11