Apakah Aku Terus Menunggu dan Tertipu??? والله اعلم

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
اللهم صل على سيدنا محمد
يُمْسِكُ عَنِ الشَّرِّ فَإِنَّهَا صَدَقَةٌ ‏

Seseorang yang mencegah keburukannya jangan sampai menimpa orang lain akan dinilai sebagai sedekah darinya. (HR. Muslim no. 1008)

Saya pengguna Akulaku yang sudah lama menggunakan fasilitas dari Akulaku dari urusan pulsa sampai kredit barang. Sebelumnya mohon maaf kepada pihak dari Akulaku dan merchant aneka laku tentang surat ini. Saya hanya mohon ada tanggapan yang benar-benar akurat dan menyelesaikan permasalan yang menimpa saya. Juga mungkin yang lain yang masalahnya hampir sama. Yaitu no. resi yang tidak valid dan pesanan yang tak kunjung datang tapi harus tetap bayar tagihan.

Kronologisnya, pada tanggal 29 November 2020 saya pesan 1 unit hp Redmi 9a dengan cicilan kredit tenor 12x. Dan mulai 25 Desember 2020 setoran pertama. Dan الحمد لله sudah saya bayar. Masalahnya dari tanggal 30 November 2020 paket tidak pindah juga.

Akhirnya saya cek no. Resinya tidak valid. Lalu saya chat pihak seller tidak ada tanggapan sama sekali, lalu saya telpon cs akulaku pada dan katanya harus menunggu. Saya tunggu tak ada kabar berita juga, tahu-tahu paket sudah ada laporan diterima dan terbit faktur entah siapa yang terima.

Karena penasaran saya telpon lagi cs Akulaku jawabannya harus menunggu lagi sampai tanggal 5 Januari. Cape deh. Padahal dulu saya pernah kredit sepeda dari Akulaku juga gak lama paket datang, koq ini paket hp sampai harus 1 bulan belum datang juga.

Lalu saya baca surat, artikel dan komentar oh ternyata banyak pengalaman saudara-saudara saya yang sama. Lalu timbul pertanyaan dihati saya “Apakah saya sudah tertipu atau memang harus menunggu? والله اعلم

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Sugiawan A Goni
Desa Mekarsari, Sukabumi

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai Akulaku:
[Total:9    Rata-Rata: 1.9/5]

Surat pembaca ini belum mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha terkait. Jika Anda adalah pelaku usaha yang terkait dengan pertanyaan/permohonan/keluhan di atas, silakan berikan tanggapan resmi melalui tautan di bawah ini:

Kirimkan Tanggapan
Loading...

15 komentar untuk “Apakah Aku Terus Menunggu dan Tertipu??? والله اعلم

  • 29 Desember 2020 - (09:39 WIB)
    Permalink

    Bapak Sugiawan, dari tulisan anda sepertinya anda orang yg relegious (baca: ngerti agama). Kalau yang buat saya bingung adalah pernyataan ini:

    Saya pengguna Akulaku yang sudah lama menggunakan fasilitas dari Akulaku dari urusan pulsa sampai kredit barang.

    Sudah tahu akulaku adalah riba tapi masih juga anda mau berdagang (baca: mendukung) dengan mereka. Mungkin ini teguran Allah supaya anda sabar dan mawas diri.

    Ssmoga masalah anda selesai dan tidak berurusan dengan riba lagi.

    18
    3
    • 30 Desember 2020 - (01:42 WIB)
      Permalink

      الحمد لله شكرًا كثيراً
      Atas masukan nya saudaraku semoga saya termasuk orang2 yang bertaubat 😭😭😭

      1
      2
  • 29 Desember 2020 - (12:41 WIB)
    Permalink

    Riba itu Haram bagi semua Manusia.

    Bukan seperti Rokok. Dokter akan mengHaramkan Rokok hanya bagi Penderita Paru Paru saja. Yang sehat tidak Haram untuk Merokok.

    Riba dalam Fintech sudah terlihat jelas, hitam pekat bukan abu abu.

    Riba’ dalam Cashback OVO pun terlihat jelas. Namun, sistem ini sudah sangat mulus di desain oleh setan. Riba’ Cashback OVO dibuat seolah olah saling menguntungkan antara Pengguna dan Perusahaan OVO. Namun Pengguna tidak berpikir jauh, Siapa yang bersusah payah menyiapkan Cashback itu.? Ya siapa lagi kalau bukan Nasabah Bank yang mati matian membayar Bunga.

    3
    7
    • 29 Desember 2020 - (21:17 WIB)
      Permalink

      Assalammualaikum Wr Wb.

      Bukan mau membela siapa2 cuman setahu saya OVO bukan pinjaman dan tabungan jadi tidak ada Nasabah Bank yang mati matian membayar Bunga seperti kata bapak. Kalau untuk cashback itu sebenarnya perhitungan saja antara dana dari OVO digabung dari merchant itu sendiri lebih kearah untuk marketing dan promosi karena startup pasti bakar uang untuk promosi dan cashback adalah sebagian dari promosi dan itu tidak dapat keuntungan dari sana. Dan Cashback pun juga tidak akan selamanya karena seperti yang saya singgung itu hanya media promosi jadi saya yakin kedepan pasti sudah akan semakin menghilang konsep cashback karena lebih mengarah ke pengembangan layanan. Karena OVO sendiri adalah sistem pembayaran sama seperti kartu Debit pada Bank. Beda dengan Akulaku yang memang berbisnis dengan Pinjaman.

  • 29 Desember 2020 - (13:29 WIB)
    Permalink

    Soal riba mah saya gak komentar karena sudah ada…ini soal setia dg akulaku.. sudah bejibun yg akunnya dibobol kok masih kekeuh setia…ya mudah2an saja sih anda bukan korban yg 1001

  • 29 Desember 2020 - (13:52 WIB)
    Permalink

    Mohon maaf sebelumnya Pak. Pembaca non muslim mungkin tidak paham dengan beberapa kata yang Bapak tulis menggunakan huruf Arab.
    Sekali lagi mohon maaf, karena ini media dari berbagai kalangan, tolong lah sekiranya menggunakan bahasa Indonesia saja. Terima kasih.

    5
    1
    • 30 Desember 2020 - (01:51 WIB)
      Permalink

      Oh maaf pak Kalau tulisan saya pake huruf Arab yaitu ucapan salam Dan solawat, karena udah kebiasaan berharap Berkah untuk semua🙏🙏🙏
      Salam sejahtera !

      1
      2
  • 29 Desember 2020 - (16:25 WIB)
    Permalink

    Saya dahulu juga sama kasusnya dengan ini, dan juga saya tulis di mediakonsumen ini, saya akan beri gambaran untuk bapak, untuk kedepannya proses akan lama pak, kurang lebih 1 bulanan untuk komplain, dan untuk barang akan tergantung dr bagaimana bapak komunikasi dengan dengan merchant, perlu di ketahui bahwa banyak merchant di akulaku banyak yang gak kredibel, mungkin satu banding 100 yang bagus di akulaku.. Saya pernah mengalami dan saya saat itu saya ancam akan melaporkan ke polisi untuk merchantnya, karena saya beli laptop baru, tetapi di kirim laptop bekas.. Saya mencoba menelpon tiap hari ke cs akulaku dan standart jawaban mrk menunggu 14 hari.. Sebenarnya disini yang bermasalah adalah merchant bukan akulaku, tetapi krn efeknya ke angsuran jadi tentu akan ada tagihan ke akulaku.. Tetap saja bapak chat merchant.. Pertama kedua juga saya chat tdk di balas, tetapi mereka baca kok pak.. Kurang lebih proses setelah januari nanti adalah 1 bulan kemudian jika akulaku sudah membatalkan, dan nanti angsuran bapak akan di kembalikan.. Saran saya.semoga membantu

    • 30 Desember 2020 - (01:57 WIB)
      Permalink

      Terima kasih mas Andre atas saran nya sangat membantu sekali 🙏 untuk langkah saya dalam masalah ini, sekali lagi terima kasih yang sebesar2 nya

  • 30 Desember 2020 - (15:43 WIB)
    Permalink

    Sepertinya anda religius sekali yaa. Tapi kenapa masih harus berurusan dengan riba apalagi pinjaman online yang bunganya rata 24-40% per tahun. Lebih tinggi dari bunga bank konvensional.

  • 30 Desember 2020 - (17:10 WIB)
    Permalink

    Lebih baik hidup seadanya pak Daripada melakukan akad kredit yang tentu saja riba. Sekecil apa pun itu. Kalau bapak tetap melakukannya dosanya sama. Kalau mau memiliki sesuatu sebaiknya menabung untuk cash. Jangan sampai hawa nafsu memiliki suatu hal membuat kita terjerat dalam riba dan hutang.

 Apa Komentar Anda mengenai Akulaku?

Ada 15 komentar sampai saat ini..

Apakah Aku Terus Menunggu dan Tertipu??? والله اعلم

oleh Sugiawan dibaca dalam: 1 menit
15