Jadi Korban Penipuan, Pihak Kredivo Malah Menyalahkan dan Tidak Memberikan Opsi Bantuan

Kronologinya, pada hari Rabu, tanggal 30 Desember 2020, ada sebuah akun Facebook (saya lupa tidak men-screenshot). Dia menawarkan kenaikan limit untuk pengguna Kredivo. Lalu saya hubungi melalui Whatsapp, pihak yang mengaku sebagai karyawan Kredivo tsb. Infonya juga dia tidak akan meminta berapa persen jika pengajuan limit saya disetujui. Dia akan mendapat bonus tersendiri dari kantornya (pihak Kredivo).

Lalu berlanjutlah saya chat Whatsapp dengan orang itu (dia memakai akun Whatapp Business). Dia menanyakan ada tagihan berjalan tidak, harus dilunasi dulu baru bisa ajukan limit. Saya merasa oke aja, karena sudah saya lunasi semua meskipun yang belum jatuh tempo. Semua tagihan saya bayar kurang lebih Rp1.019.000.

Lalu saya hubungilah pihak yang mengaku sebagai pihak Kredivo dan saya dikasih link website: https://bit.ly/FormulirKredivoPencairan (Hati-hati, link penipuan! Jangan mengisi data Anda di form tsb! -redaksi). Kemudian saya isi form tsb. kenapa saya tidak merasa aneh? Karena orang ini tidak langsung meminta data diri saya secara langsung atau melalui telepon, dia menggunakan alamat website yang hampir sama tampilan dengan punya Kredivo, jadi menambah kepercayaan saya.

Lanjut, saya bukalah alamat web tsb. Saya isi sesuai pertanyaan di web tsb dan saya kirimkan. Setelah ok, lanjut pihak yang mengatasnamakan Kredivo memberikan almat web yang kedua http://bit.ly/KredivoKonfirmasi (Hati-hati, link penipuan! Jangan mengisi data Anda di form tsb! -redaksi). Nah setelah saya isi sesuai permintaan yang di website, tiba-tiba saja ada pesan singkat/SMS masuk dari Kredivo “Transaksi #106264960 di Lazada seharga Rp998.890 berhasil. Pembayaran jatuh tempo di 2021-01-31.“.

Di situlah saya baru sadar, loh kok malah ada konfirmasi transaksi tagihan ke Lazada, orang saya tidak pernah bertransaksi. Lalu tiba-tiba saja nomor saya di blokir oleh orang yang mengaku karyawan Kredivo tsb.

Setelah itu saya langsung menelpon CS Kredivo. Sangat disayangkan, perusahaan terkenal dan jagonya pinjaman online Kredivo ini pertama baik tanggapannya, tetapi dia malah menyuruh saya saja yang memebayar tagihan tersebut. Loh gimana sih ini ,saya mau mengadu, kok malah saya disuruh bayar? Terus apa gunanya CS ini? Seharusnya bisa memberikan opsi lain. Karena yakin semua pengguna akun Kredivo tidak akan mau diperlakukan begini jika mendapat musibah kayak gini. Pasti semua pengguna akun Kredivo tidak akan mau membayar tagihan yang bukan tagihan yang dipakai sendiri.

Tolong pihak kredivo, saya sangat kecewa atas masalah ini, masa pandemi apalagi. Dari mana saya bayar tagihan dari Lazada sebayak itu dengan tenor 30 hari saja? Saya sangat menyayangkan kejadian ini.

Puji Cahyanirum
Kab. Pasuruan, Jawa Timur

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai Kredivo:
[Total:7    Rata-Rata: 1.6/5]
Tanggapan Kredivo atas Surat Ibu Puji Cahyanirum

Pertama-tama kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan dan kesetiaan pengguna Kredivo sampai saat ini. Menanggapi surat konsumen yang ditulis oleh...
Baca Selengkapnya

Loading...

31 komentar untuk “Jadi Korban Penipuan, Pihak Kredivo Malah Menyalahkan dan Tidak Memberikan Opsi Bantuan

    • 7 Januari 2021 - (11:42 WIB)
      Permalink

      Yang perlu di soroti adalah Sikap Dusta Nasabah ini.

      *Sebelum merasa tertipu

      Nasabah Berlagak Kaya dihadapan Karyawan Kredivo PaLsu.

      Karyawan Kredivo PaLsu : “ada tagihan berjalan tidak, harus dilunasi dulu baru bisa ajukan limit.?

      Puji : “saya sudah lunasi semua meskipun yang belum jatuh tempo. Semua tagihan saya bayar kurang lebih Rp1.019.000.”

      Karyawan Kredivo PaLsu : “Wah wah, tagihan belum jatuh tempo sudah anda Lunasi. Anda kaya sekali ya buk.! “

      *Setelah merasa tertipu

      Nasabah berlagak Miskin di hadapan csKredivo asli.

      csKredivo asLi : “Ibu harus membayar sendiri tagihan itu.!!! “

      Puji : “masa pandemi apalagi. Dari mana saya bayar tagihan dari Lazada sebayak itu dengan tenor 30 hari saja? “

      Sikap Pendusta ini sangat tercela. Sangat merugikan orang banyak dan juga dirinya sendiri.

      Perbanyaklah amal soleh, semoga terhindar dari sikap seperti itu.
      Sadar diri, ikhlas mengakui kesalahan, akui kekhilafan, Tuhan Maha Tahu dan Tuhan Maha AdiL.

      2
      1
  • 6 Januari 2021 - (14:51 WIB)
    Permalink

    Kenaikan limit kredit dan tenor pinjaman yang lebih lama adalah Surga bagi Nasabah Fintech.

    Tadinya anda berharap ini terjadi,

    ‘SeLamat.!!!
    Limit Kredit anda sebesar 100 Juta Rupiah. Silahkan bebas Belanja sesuka hati.!!!

    Namun yang terjadi adalah ini,

    ‘Maaf pak. Tolong bayar tagihan anda 998 ribu sudah lama lewat jatuh tempo dan kini menjadi 100 Juta. Mohon segera dibayar Pak.!!!

    7
    2
  • 6 Januari 2021 - (14:54 WIB)
    Permalink

    Pgn ngomel, ngedumel, pakai kata2 rada kasar tp takut dosa, wis lah sak karepmu. 😀

  • 6 Januari 2021 - (16:01 WIB)
    Permalink

    Mohon maaf menurut saya ini kesalahan penulis kenapa isi data di web yg diberikan. Penipuan model gini sudah sering terjadi sebelumnya. Kasus2 sebelumnya beli barang harga miring di ecommerce lalu dihubungi penipu untuk isi data di web yg diberikan. Kenapa mau isi data2nya. Meskipun web mirip tapi bisa dicek dulu alamat websitenya.

    11
  • 6 Januari 2021 - (16:36 WIB)
    Permalink

    Ada perkataan Dusta dari @Puji

    Semua orang pasti tahu.
    Nasabah yang ingin Naik Limit adalah:

    1. Nasabah yang merasa yakin, jika limitnya kreditnya naik, pasti bisa membayar.

    2. Nasabah yang merasa limit yang sekarang sangatlah Enteng untuk dibayar.

    Tapi, ketika sudah tertipu, apa yang @Puji katakan,

    “masa pandemi apalagi. Dari mana saya bayar tagihan dari Lazada sebayak itu dengan tenor 30 hari saja? ”

    Sikap @Puji termasuk ciri orang Pendusta.

    6
    3
  • 6 Januari 2021 - (17:02 WIB)
    Permalink

    Sudah 2021, penipuan kuno, jadul, kolot seperti ini harusnya sudah bisa dihindari. Kalau masih tertipu, artinya anda orang yang malas membaca.
    Mungkin karna sudah tenggelam dalam nikmatnya riba, jadinya pikiran dibutakan oleh nafsu kenaikan limit tsb

    13
  • 6 Januari 2021 - (18:12 WIB)
    Permalink

    JUDUL: Jadi Korban Penipuan, Pihak Kredivo Malah Menyalahkan dan Tidak Memberikan Opsi Bantuan

    Setelah baca isinya: YA IYALAH…..

    Duh, takut dosa ngomong gini. Mudah2an lancar yah semuanya.

  • 6 Januari 2021 - (18:42 WIB)
    Permalink

    Hai Puji, turut prihatin atas musibah yang dialami.
    Jika melihat kronologi kejadian, sangat disayangkan bahwa semua proses dan akibat tersebut menjadi tanggung jawab nasabah sendiri, dalam hal ini adalah Puji.
    Tidak hanya fintech seperti Kredivo, bank ternama pun pasti akan mendesak nasabah untuk membayar tagihan tersebut. Hal ini dikarenakan kerugian yang disebabkan oleh kelalaian nasabah sendiri akan menjadi tanggung jawab nasabah.
    Saran saya agar masalah ini tidak menjadi lebih pelik seperti adanya teror dari debt collector adalah tetap melunasi tagihan tersebut.
    Hal lain yang bisa saya sampaikan:
    1. jadikan kasus ini sebagai pelajaran berharga untuk lebih berhati-hati dalam memanfaatkan fasilitas fintech atau kartu kredit;
    2. jangan pernah mempercayai pihak manapun yang mengaku sebagai pihak fintech atau bank, apalagi melalui media sosial. Semua urusan dengan pihak resmi fintech dan bank hanya dilakukan melalui jalur call center resmi;
    3. jangan pernah memberikan data pribadi melalui link yang diberikan atau melalui telepon dari oknum yang mengaku dari pihak fintech atau bank, dan jangan pernah menginformasikan kode OTP, atau data penting lainnya seperti password, atau nomor kartu kredit.
    4. perbanyak literasi bacaan tentang modus-modus penipuan fintech ataupun kartu kredit agar ke depannya tidak mengulangi hal yang sama dan menjadi lebih waspada terhadap segala percobaan penipuan;
    5. ganti password atau PIN Kredivonya secara berkala.
    6. Ingat! Pihak fintech dan bank tidak pernah menawarkan kenaikan limit melalui media manapun kecuali nasabah menghubungi call center resminya.

    Semoga hal ini dapat dijadikan pengalaman berharga untuk Puji dan pembaca lainnya. Terkadang memang kita harus membayar mahal sebuah pengalaman pahit sebagai pelajaran agar menjadi lebih waspada di masa depan.

    15
  • 6 Januari 2021 - (19:04 WIB)
    Permalink

    Anggaplah sebagai biaya les privat mengenai tipu daya melalui link di luar jalur resmi.
    Semoga pelajaran berharga ini bisa menyadarkan sdri khususnya dan orang lain pada umumnya.

  • 6 Januari 2021 - (20:05 WIB)
    Permalink

    Tagihannya gak usah di bayar dan kalau bisa lapor ke polisi biar di tindaklanjuti

    Saran sih gak usah di bayar toh itu bukan transaksi penulis jadi walaupun di maki oleh dept collector yang salah ya si dept dan penipu. Ya pokoknya bersabar aja ya di dunia ini memang tidak ada yang sempurna “orang sabar di sayang tuhan”. Semoga masalahnya cepat selesai ya…

    1
    7
    • 7 Januari 2021 - (03:21 WIB)
      Permalink

      Kalo menurut saya, komentar ini termasuk dalam kategori ajaran sesat, tidak membangun serta tidak mendidik 😁

      9
      1
      • 8 Januari 2021 - (20:09 WIB)
        Permalink

        Jadi saya harus bilang gini ?

        “Penulis salah bayar sekarang gak mau tau kamu yang salah penulis yang nipu tidak bersalah sedikitpun”

        Jadi gitu komentar yang kamu mau ???

        Kan saya cuma ngasi semangat sama nyuruh lapor polisi dan gak usah dibayar terus jadi ajaran sesat gitu ???

        Saya pernah ngalamin begituan

        Coba kamu yang ngalamin begituan emang kamu mau ada orang yang make akun kamu buat belanja online misalkan totalnya 10jt terus kamu mau bayar ??? Ya nggak mau kan !

        Lagian saya cuma ngomong sabar aja orang sabar di sayang tuhan lapor polisi atau pihak berwajib biar di tindaklanjuti terus gak usah di bayar karena bukan salahnya.

        Jadi komentar kayak gitu lu bilang sesat sedangkan yang lain bilang penulis yang salah BLA BLA BLA kami bilang bener gitu???!!!

        Saya cuma mau semangatin penulis aja biar gak putus asa.

        Jangan asal komentar dong liat dulu niat penulisnya dasar warga +62 aneh aneh mending ke Amerika dah lebih waras kayaknya warga di Amerika

        • 8 Januari 2021 - (20:56 WIB)
          Permalink

          “Saya pernah ngalamin begituan” – Terlihat bahwa anda orang yang kurang literasi dan kurang cerdas.

          1
          1
          • 8 Januari 2021 - (22:57 WIB)
            Permalink

            Gw akui gw gak pintar tapi berusaha

            Inget semua warga +62 RATA-RATA gak smart jadi ya mungkin kamu juga kurang smart maybe ?

          • 8 Januari 2021 - (23:02 WIB)
            Permalink

            Oh iya dan btw saya emang pernah ngalamin mirip yang kayak gitu kasusnya dan saya lapor polisi kata polisi gak usah di bayar jadi ya jangan salahkan saya komentar saya itu kata kata polisi yang bantuin saya dan masalahnya pun selesai kok jadi kalo ngomong mulutnya di jaga jangan asal katain orang kurang smart

            Inget kalo omongan lu jelek sama orang mungkin bisa di balikin ke elu sama tuhan lu ketik dengan sadar dan tidak ada mungkin atau apalah jadi lu sama aja ngatain gw kurang smart

  • 6 Januari 2021 - (20:29 WIB)
    Permalink

    Dimana mana kalo isi web phising dan ngasi otp ya ga akan dianggap penipuan Ama pihak bank/fintech
    Karna secara sadar dilakukan karna udah gelap mata akan terbayang bayang limit naek atau terbayang akan gestun limit yg ada
    Jadi nikmati aja prosesnya

    • 6 Januari 2021 - (21:38 WIB)
      Permalink

      Ini memang kesalahan ts tapi alangkah bagusnya pihak kredivo membantu ts untuk membatalkan transaksi tersebut dengan menghubungi pihak Lazada untuk di batalkan proses transaksi tersebut

    • 6 Januari 2021 - (23:56 WIB)
      Permalink

      iyaa betul itu kelalaian si penulis, beliau gelap mata atas kenaikan limit di kredivo. andai saja penulis tidak gelap mata psti kelalaian trsebut bisa dihindari..

  • 6 Januari 2021 - (22:50 WIB)
    Permalink

    Kadus diatas bukan sebuah musibah tapi murni kesalahan dari penulis sendiri. Sebagai konsekuensi atas kesalahan sendiri, semua resiko menjadi tanggung jawab penulis.

    • 7 Januari 2021 - (03:29 WIB)
      Permalink

      Iya pak, setuju!

      Saya sampai hari ini masih ngga paham sama cara berpikir kebanyakan orang Indonesia, bagaimana mungkin hal seperti kasus diatas dikatakan sebagai “musibah”? 🤭 Kalo dari sudut pandang saya pribadi, kasus diatas adalah kebodohan yang lahir dari sifat congkak si penulis, tergiur oleh keinginannya sendiri sehingga begitu di iming-imingi naik limit langsung nafsu membara 😂 sampai lupa, bahwa jika betul orang yang ber WhatsApp-an dengan dia itu memang orang kredivo, masa itu orang tanya sama dia: udah punya limit? 🤭 Padahal dari awal udah dikasih tau kalo si ts mau minta naik limit 😂

  • 6 Januari 2021 - (23:19 WIB)
    Permalink

    Sering² piknik ya sis, udah jelas itu google form yang diisi dan beda bgt sama situs/appsnya kredivo.

  • 7 Januari 2021 - (02:15 WIB)
    Permalink

    Setahu saya kenaikan limit perlu dua syarat di Kredivo. Pertama akun sudah premium. Sebagai informasi akun premium tidak bisa didapat by request alias otomatis dari sistem analis di aplikasi Kredivo langsung.

    Kedua, pengajuan kenaikan limit secara manual di aplikasi Kredivo (bukan via website atau link lain).

    Jadi, saya rasa penulis udah tertipu website scam/pishing yang menggunakan template WordPress mirip situs resmi. Hal ini juga pernah dialami oleh nasabah Danamon waktu itu yang website pishing nya sangat mirip dengan website asli. Jadi, wajib waspada kalau mau klik link tak dikenal.

  • 7 Januari 2021 - (07:28 WIB)
    Permalink

    Ini bukan kesalahan kredivo. Ini kesalahan anda dan penipu. Jd sebaiknya jangan berharap byk kasus ini terselesaikan disini. Sebaiknya mbaknya lapor ke polisi aja udah

  • 7 Januari 2021 - (08:53 WIB)
    Permalink

    Salah Anda sendiri lah. Gak cek juga apakah yang dimaksud website resmi atau website lain dengan domain yg beda. Sudah jelas² website resminya kredivo.com
    Dan lagi, ini sudah sering terjadi pada orang yang gak tau apa² soal teknologi internet. Kalau ada yang nawarin sesuatu, tolong dicek lagi kebenarannya/keasliannya. Tanya CS apakah bener layanan tersebut tersedia, jangan asal percaya hanya karena tampilan sama. Kalau bikin situs yg sama kayak kredivo modal tutorial youtube aja bisa bikin yg sama persis.
    Intinha jangan tergoda sama iming² begituan kalau diluar pihak resminya.

    • 18 Februari 2021 - (11:08 WIB)
      Permalink

      Saya juga kena tipu awal nya dari ig tanggal 22 Januari 2021.saya ngasih no nik dan no hp saya .. dia masuk ke akun saya dengan merubah kata sandi dan dia melakukan 4 transaksi pembelian pulsa semua jadi 4 juta tenor nya 12 bulan kok bisa melakukan transaksi tanpa otp dan belanja di aplikasi bukalapak .. saya pengguna baru kredivo dan belum paham benar setelah saya mengerti kredivo bisa melakukan satu kali klik tanpa harus meminta kode otp dan bukalapak sama Tokopedia yang bisa melakukan one click chekout dari kredivo …ada yang sama seperti saya kah

 Apa Komentar Anda mengenai Kredivo?

Ada 31 komentar sampai saat ini..

Jadi Korban Penipuan, Pihak Kredivo Malah Menyalahkan dan Tidak Member…

oleh Puji dibaca dalam: 2 min
31