Tagihan Nomor Pascabayar Indosat yang Saya Tidak Pernah Daftar

Sekitar bulan Desember 2019 lalu saya membeli sebuah handphone di sebuah gerai di mall. Saat melakukan transaksi, saya ditawari kartu perdana gratis dengan bonus kuota internet tiap bulan selama 12 bulan. Karena gratis, saya ambil kartu tersebut dan saat itu KTP saya didata, sebagai syarat ketika ingin mengambil kartu gratis tersebut.

Beberapa hari yang lalu, 3 Mei 2021 (1 tahun lebih sejak kartu tersebut saya ambil) sebuah whatsapp masuk dari nomor acak, memperlihatkan sebuah tagihan Indosat Pascabayar, mulai dari Januari sampai Maret 2021 dengan total tagihan Rp471.428.

Awalnya saya kira ini penipuan, tapi  si pengirim menjelaskan kalau mau komplain silahkan ke galeri Indosat (bukan meminta uang atau mengajak ke ATM seperti penipu secara umum. Kemudian saya cek nomor Indosat tersebut dan benar ada tagihan dengan nominal yang sama disertai dengan nama lengkap saya.

Saya kemudian menghubungi CS Indosat via twitter (karena via nomor harus bayar jika tidak memiliki nomor Indosat). Setelah dibantu admin Indosat tersebut, saya diinfokan bahwa kemungkinan saya telah melakukan HP bundling Indosat saat membeli hp baru. Setelah di-tracking lagi, ternyata tanggal aktifnya kartu tersebut cocok dengan tanggal pembelian hp saya, yaitu Desember 2019.

Jadi bisa disimpulkan bahwa SPG saat itu menawarkan saya kartu perdana Indosat pascabayar tanpa memberitahukan ke saya kalau itu kartu pascabayar, yang diiming-imingkan cuma kuota gratisnya selama setahun. S10 Marketing!

Setelah menjelaskan panjang lebar, menjawab semua pertanyaan admin di sana, kurang lebih solusinya hanya “Bapak silahkan lunasi tagihannya, kemudian ajukan penutupan nomor Indosat bapak”. Saya hanya bisa tertawa melihat balasan admin Indosat di twitter (bukan cuma satu admin, beberapa admin memberikan jawaban serupa, seolah sudah ada template-nya).

Admin Indosat yang terhormat, kalau saya bisa melunasi tagihan tersebut, untuk apa saya sibuk chatting dengan admin yang terhormat di Twitter? Selain karena tidak punya uang, saya merasa tidak berkewajiban membayar tagihan tersebut, karena nomor pascabayar tersebut tidak pernah saya buat/daftar.

Kepada pihak Indosat, kasus seperti ini banyak terjadi di setiap pembelian hp baru, terutama di gerai Erafone. Mohon diawasi kelicikan SPG-nya atau tingkat kepercayaan masyarakat akan Indosat menurun.

Sampai saya tulis pengalaman ini, belum ada solusi yang diberikan oleh pihak Indosat. Sementara nomor yang whatsapp saya mengancam akan ada debt collector yang datang ke alamat saya jika saya tidak membayar tagihan ini.

Muhammad Muliawan
Kab. Pangkajene dan Kepulauan, Sulawesi Selatan

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai Indosat Ooredoo:
[Total:26    Rata-Rata: 1.6/5]

Surat pembaca ini belum mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha terkait. Jika Anda adalah pelaku usaha yang terkait dengan pertanyaan/permohonan/keluhan di atas, silakan berikan tanggapan resmi melalui tautan di bawah ini:

Kirimkan Tanggapan

7 komentar untuk “Tagihan Nomor Pascabayar Indosat yang Saya Tidak Pernah Daftar

  • 6 Mei 2021 - (12:01 WIB)
    Permalink

    Iya banyak yang jadi korban seperti kasus ini. Semoga masalahnya cepat terselesaikan. Dan untuk pembaca lainnya, kalau beli HP baru, jangan mau diiming-imingi bundling kartu perdana meskipun gratis dan ada bonus.

    • 6 Mei 2021 - (14:07 WIB)
      Permalink

      UPDATE !!! 6/5/2021
      CS Indosat menghubungi saya. Meminta maaf dan menjelaskan bahwa case ini akan dijadikan whitelist. Semoga masalah saya dapat terselesaikan dan tidak ada lagi korban seperti ini.

      • 6 Mei 2021 - (20:50 WIB)
        Permalink

        Ternyata begitu kasihan juga, semoga permasalahannya segera terselesaikan sehingga ada win win sollution

  • 6 Mei 2021 - (19:26 WIB)
    Permalink

    Sabarrr…. klu bundling ,smua ke pasca byr ,baik indosat maupun telkomsel dan xl, jd klu beli hp hrs jelas dulu, pasca byr akn terekam ojk seumur hidup , jd dari pada ribet yg rugi jg yg kita jelek diperbankn, lunasi sj dan tutup smbil marah marah sj, klu sdh NPL kredit macet depkolektor tdk ada yg sopan, dan nm di slik ojk jg jelek, saran sj byr sj dan trs tutup, kesalahan dua blh pihak pnjual tdk jlskn ataw sdh dijlskn tp yg beli tdk paham , atw jg yg beli hp awam ataw tdk kritis sblm klosing, krn sy sering di erafon /gerai bnyk muka muka pembeli awam ,

    Awam tdk paham kartu halo itu apa ga bs bedain dg nomor prabayar dan masyrkt bnyk yg awam nomor hp prabayar dg pasca byr, sy sering lihat sendiri , krn pasca byr klu tdk dibyr akn jd npl seumur hidup slm dukcapil nik ktp blm di cabut krn Mati, atw pindah kluar negeri

    1
    1
    • 6 Mei 2021 - (19:57 WIB)
      Permalink

      Kalau di bayar pak sampai kapan praktik ini akan terus berlangsung. Tujuan saya menulis di situs ini karena saya sudah buntu tidak tahu lagi bagaimana menyelesaikan permaslahan ini. Juga saya berharap semoga dengan langkah kecil ini dapat menarik perhatian pihak tertentu sehingga praktik ini berhenti. Krn saya lihat tidak sedikit orang yang membuat tulisan tentang ini, tentu korbannya jauh lebih banyak dari yang terilhat di media

      2
      1
  • 6 Mei 2021 - (19:57 WIB)
    Permalink

    Saya pernah mengalami hal serupa. Untungnya saya jeli dan mengetahui bahwa ini postpaid/pasca bayar sehingga saya bisa menonaktifkan nomor di gerai Indosat sebelum kuota gratis berakhir.

  • 7 Mei 2021 - (08:24 WIB)
    Permalink

    UPDATE ! Jum’at 7/5/2021
    Setelah kemarin CS Indosat mbak Vita menghubungi saya. Malam harinya tagihan yang sebelumnya 471 ribuan menjadi 0 rupiah. Hari ini saya kembali menghubungi Mbak Vita dan dijelaskan bahwa tagihannya sudah dihapus dan nomor pascabayar yang terdaftar sudah di tutup. Terimakasih Mbak Vita yang menangani masalah saya. Terimakasih juga buat Media Konsumen yang menjadi wadah keluhan untuk suara konsumen kecil seperti saya.

    Case Closed

 Apa Komentar Anda mengenai Indosat Ooredoo?

Ada 7 komentar sampai saat ini..

Tagihan Nomor Pascabayar Indosat yang Saya Tidak Pernah Daftar

oleh Muhammad dibaca dalam: 1 menit
7