Kecewa dengan Kurangnya Bantuan Shopee Bagi Penjual atas Penipuan di Platformnya

Saya baru mencoba berjualan voucher non fisik beberapa hari yang lalu di Shopee. Nomor pemesanan: 210525JAD64G6G, nomor laporan Shopee: 167525041. Berikut ini kronologinya:

Seorang pembeli melakukan pemesanan dan meminta segera diproses. Saya lalu mengecek di bagian pemesanan tinggal dilakukan pengiriman, tanpa memperhatikan metode pembayaran yang dipilih yaitu metode COD. Saya lalu segera mengirimkan kode via chat, tanpa memikirkan penipuan karena di pikiran saya jika jualan di Shopee, pasti aman.

Setelah menerima kode, tiba-tiba pembeli tsb lalu tidak merespon dan saya chat ke CS Shopee untuk menanyakan kelanjutannya. Baru dari situlah CS mengatakan si pembeli menggunakan metode bayar COD dan meminta saya untuk menghubungi pembeli tsb secara berkala untuk meminta pembayaran langsung ditransfer ke rekening saya, seolah-olah lepas tangan. Padahal saya sendiri penjual baru yang kebingungan dengan metode COD, karena saya pikir dananya di pihak Shopee.

Saya lalu mengirim chat lagi ke pembeli, tapi tiba-tiba si pembeli mengganti nama dan memblokir saya. Saya lalu mengirimkan pesan ke CS lagi mengatakan pihak pembeli tidak bisa dihubungi dan minta pihak Shopee yang memfasilitasi menghubungi pembeli.

Namun lagi-lagi jawaban CS mengecewakan dengan mengatakan mereka tak bisa melakukan tsb dan saya diminta untuk menghubungi pembeli tsb sendiri. Saya pun mengirimkan screenshot dimana sudah diblokir oleh pembeli dan melaporkan ini sebagai tindak penipuan.

Akhirnya CS tsb mengatakan akan membuat laporan dan saya diminta menunggu maksimal 3×24 jam. Pada hari ke-3 akhirnya saya mendapat email dari pihak Shopee yang menyatakan atas bentuk tanggung jawab mereka membekukan akun pembeli tsb dan menyalahkan saya karena menghidupkan metode COD pada penjualan item non fisik. Jujur saya sangat kecewa karena saya berharap pihak Shopee mengembalikan kerugian saya yang lebih dari Rp1 juta.

Saya lalu menemukan Media Konsumen ini dan membaca-baca ternyata ada kasus serupa seperti yang saya alami. Kesimpulan saya dari kasus ini:

  1. Saya tahu letak kesalahan saya yang tidak memperhatikan metode COD, dikarenakan saya penjual baru dan saya terlalu percaya kalau jualan di Shopee pasti aman, tanpa mengetahui ada celah buat terjadinya penipuan seperti ini.
  2. Saya kecewa dengan penanganan kasus penipuan Shopee yang cenderung lambat, saat menunggu 3×24 jam walau diblokir oleh pembeli, saya masih dapat melihat kapan terakhir dia online dan masih aktif. Saya khawatir penipu tsb melakukan penipuan ke orang lain lagi.
  3. Jujur saya berharap Shopee mengembalikan kerugian saya karena hal ini terjadi di platform mereka dan karena metode COD yang disediakan. Di setingan awal, harusnya jika memang tidak aman, pihak Shopee bisa mematikan metode COD dari awal dan nanti penjual sendiri yang menghidupkan jika diperlukan. Karena setelah saya baca banyak para penjual baru yang mengalami hal seperti saya. Sya merasa jika hal ini terus dibiarkan pihak Shopee seperti memfasilitasi para penipu untuk terus beraksi.
  4. Bagi para pembaca yang berpikir Shopee melarang penjualan item non fisik, itu tidak benar karena pada balasan email saya, tim mereka tidak menyalahkan soal penjualan item non fisik, tapi lebih ke pada metode COD-nya, yang bahkan saya sendiri tidak tahu menahu. Shopee selalu mengingatkan untuk tidak melakukan transaksi di luar Shopee untuk keamanan, bukankah metode COD ini masih transaksi dalam Shopee? Lalu kenapa tidak bertanggung jawab secara penuh?
  5. Mohon dari pihak Shopee lebih serius menanggapi kasus penipuan seperti ini, karena jika hanya membekukan akun penipu, bisa saja dia membuat akun baru dan terus melakukan penipuan. Terlihat pihak Shopee hanya setengah-setengah atas penipuan yang terjadi di platform mereka, malah diserahkan kembali ke penjual dan tidak mau mengembalikan dana kerugian. Saya harap Shopee dengan serius memikirkan keamanan lebih dan tanggung jawab mengganti kerugian dengan sepemikiran jika penjual rugi/ditipu, pihak Shopee juga dirugikan.
  6. Bagi orang yang telah menipu saya, jika Anda membaca pesan ini, karma is real!

Stevie
Manado, Sulawesi Utara

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai Shopee:
[Total:34    Rata-Rata: 2/5]

Surat pembaca ini belum mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha terkait. Jika Anda adalah pelaku usaha yang terkait dengan pertanyaan/permohonan/keluhan di atas, silakan berikan tanggapan resmi melalui tautan di bawah ini:

Kirimkan Tanggapan
Loading...

27 komentar untuk “Kecewa dengan Kurangnya Bantuan Shopee Bagi Penjual atas Penipuan di Platformnya

  • 29 Mei 2021 - (10:12 WIB)
    Permalink

    Kalo hal ini sih mau salahin shopee ya ga bisa gan… apapun alasannya sebagai penjual harus teliti… sebelum mengirim code pun juga harus cek dulu, krn code bukan barang yg ada fisiknya.
    Code sudah diterima dan pasti sudah dipakai oleh buyer nakal.. apalagi pembeli belum bayar krn COD.

    Ya… sudahlah, rasanya harus direlakan.

    9
    2
    • 29 Mei 2021 - (10:21 WIB)
      Permalink

      Ya saya sudah tahu mba, namanya juga penjual baru jadi ga ngerti dgn metode bayar COD..cuma hal ini terjadinya di shopee yang ternyata kurang aman dgn metode COD ini

      • 29 Mei 2021 - (10:33 WIB)
        Permalink

        Iya… mmg COD di marketplace manapun menurut saya pribadi kurang enak, makanya sbg seller di shopee juga toped saya ga aktifkan metode ini.
        terutama sbg buyer krn buyer harus bayar dulu saat barang diterima.. masalah barang salah, harus bereskan lewat pusat resolusi.
        Ttg masalah “aman” dgn kasus di atas, seharusnya cukup aman seandainya sis sebagai seller lebih teliti sebelum kirim code lewat WA (maksudnya teliti dgn sistem yg ada).
        Semoga rejeki akan kembali balik ya sis… dan ke depannya makin lancar…

        9
        1
        • 29 Mei 2021 - (10:52 WIB)
          Permalink

          Saya kontak dgn buyer lewat shopee chat kok kak bukan lewat WA,, dan utk metode COD saya memang gtau apa lagi on/off dan saya pikir klo di Shopee gamungkin ada penipuan. Iya kak makasih ya smoga dapat rejeki di tempat lain, saya kapok jualan di shopee

          2
          6
        • 29 Mei 2021 - (18:48 WIB)
          Permalink

          Saran aja gan, sebelum jualan di marketplace baik di shopee, tokped, lazada, harus paham dulu aturan spt apa, guna di setiap fitur buat apa. Untuk setiap transaksi yg msk hrs teliti, ga usah buru2, toh buyer klo niat mau beli gak bakal kabur kan?
          Yaa moga agan dpt rejeki lg ya.

          9
          1
      • 29 Mei 2021 - (10:51 WIB)
        Permalink

        Ada 2 kecerobohan anda:

        1. Anda tidak tahu cod
        2. Anda tidak tahu cara menjual kode voucher.

        Ini saya kasih tahu.

        Cara menjual kode voucher via online:

        1. Kirimnya pakai packingan seperti barang pada umumnya.

        Kode voucher ada 2, kode yang ada di voucher gesek, dan kode yang ada di aplikasi pembelian agen voucher. Kode itu harus di rahasiakan sebelum anda menerima uang dari pembeli.

        – Voucher Gesek

        Masukkan voucher gesek kedalam kotak packing, kirim seperti barang pada umumnya.

        – Kode voucher dari agen

        Tulis kode Voucher itu di atas kertas, lalu masukkan dalam packing, kirim seperti biasa.

        2. Biarkan paket terkirim melalui jasa kirim. Dan biarkan memakan waktu. Yang penting voucher anda aman.

        3. Ketika packingan paket sudah sampai ke alamat pembeli, pembeli langsung membuka isi paket dan melihat kode voucher. Maka pembeli wajib menekan tombol ‘Selesai’ di aplikasi.

        4. Dana masuk hanya ketika pembeli klik tombol ‘selesai’.

        Cara itu cocok untuk pembayaran Cod ataupun Transfer dan lainnya.

        Jika anda ingin tahu cara paling aman Transaksi Cod dalam penjualan Voucher, anda bisa memakai cara ini:

        1. Kirim kotak packingan kosong, tanpa ada apapun didalamnya.

        2. Biarkan paket terkirim melalui jasa kirim.

        3. Ketika paket sampai kealamat pembeli, pembeli menghubungi anda karena melihat paket kosong.

        4. Berikan arahan padanya. Mintalah pembeli untuk mengklik tombol ‘selesai’.

        5. Ketika Pembeli mengklik tombol ‘Selesai’. Dana pun terkirim ke Anda, selanjutnya anda bisa mengirim Kode Voucher anda itu dengan cara sms (seperti yang sudah anda lakukan dalam kasus anda ini).

        20
        1
        • 29 Mei 2021 - (10:54 WIB)
          Permalink

          Baik kak makasih untuk penjelasannya yang sangat jelas, andai pihak shopee lebih sosialiasi dengan memberikan penjelasan spt diatas hal ini mungkin dapat dihindarkan.

          4
          2
          • 29 Mei 2021 - (16:57 WIB)
            Permalink

            Wkwkwkwkwkkwkwkwkwkwk
            Sana yang punya toko minta orang lain jelasin cara jualan produk nya sendiri wkwkwkwkwkkwkwkwkwkwkwkwkwkkwkwkwkwkwkwkwkkwkwk

            4
            4
          • 29 Mei 2021 - (18:18 WIB)
            Permalink

            Alamat yg tertera,
            Jln. T umar no 77. Dps itu dekat dgn rmh yg ada disana. Untuk posisi sy saat ini ada di kediri jatim. Klo sy ada di dps, apalagi membaca artikel saya bantu. Lewat surat kuasa. Klo sy membaca artikel anda tadi… pembeli itu nakal, memang sengaja.

          • 30 Mei 2021 - (00:21 WIB)
            Permalink

            kalau jualan, hrs dipikirkan 2 hal:
            1. cara konsumen membayar
            2. cara mendistribusikan barang jualan

            mau di marketplace manapun, sama.
            Dua hal itu yg dipelajari dulu sebelum mulai jualan.

            2
            1
        • 30 Mei 2021 - (00:16 WIB)
          Permalink

          Kalau saya ada di posisi pembeli, ga bakalan saya mau klik selesai tapi belum menerima kode voucher. Penjual bisa saja kabur karena saat klik selesai, artinya dana sudah ditransfer ke penjual. Tentu pembeli harus dapat kode terlebih dahulu. Jika kode error, bisa klik komplain, agar bisa dimediasi. Jika pembeli sudah dpt kode, tetapi tidak klik selesai, dalam jangka waktu tertentu, akan otomatis selesai dan dana ditransfer ke penjual.

      • 29 Mei 2021 - (18:27 WIB)
        Permalink

        Yang namanya COD itu memang agak rawam. Sering terjadi brg sudah tiba tp si pembeli menghilang/tdk mau terima paket. Tergantung penualnya apa mau aktifkan tp resiko ya tanggung sendiri. Dr pihak marketplace gak mgk rogoh kocek sendiri balikin kerugian

      • 29 Mei 2021 - (21:39 WIB)
        Permalink

        Dulu aku pernah begitu baru buka toko shopee.. upload produk digital kemudian beberapa waktu kemudian ada yang order banyak..dalam hati bahagia banget…tapi setelah aku liat ternyata bayar pakai cOD
        dalam hati bimbang mau kirim apa engga tapi di pikir² logika cod kan bayar ke kurir lah orang gada barang fisik yang di kirim terus pembeli mau bayar gimana di situ aku mulai sadar
        Dan Alhamdulillah selamat dari kerugian🙏

  • 29 Mei 2021 - (10:51 WIB)
    Permalink

    Saya kontak dgn buyer lewat shopee chat kok kak bukan lewat WA,, dan utk metode COD saya memang gtau apa lagi on/off dan saya pikir klo di Shopee gamungkin ada penipuan. Iya kak makasih ya smoga dapat rejeki di tempat lain, saya kapok jualan di shopee

    1
    1
    • 29 Mei 2021 - (11:31 WIB)
      Permalink

      Untuk sopi kurang tau pengaturan defaultnya COD nyala dr awal atau tidak, kalo di toped COD dr awal malah tidak aktif, saya yang harus aktifin sendiri, tpi sampai sekarang ya gak pernah saya aktifkan, ribet.

      Kesalahan sopi: dia anggap semua seller sudah pintar, gak bisa juga bos, jualan macam2, gak bisa kalo dr awal pengaturan COD diaktifkan.

      Kesalahan anda: agan dr awal tau,anda anda baru di sopi,sebelum jualan pelajari dulu.

      Di sopi bnyk banget penipuan gan, tiap hari tiap hari ada aja keluhan di MK soal penipuan di sopi

      Ya kalo agan berharap akan mendapat ganti rugi kayanya gak mungkin, karena tiap hari sopi penuh komplain, kalo semua diganti, bangkrut dah dia.

      Lebih banyak belajar, kalo mau main aman, coba bandingkan dl semua marketplace yang ada.
      Jangan cuma terkecoh dengan iklan2.

      7
      1
  • 29 Mei 2021 - (13:09 WIB)
    Permalink

    jika dijalan raya pertama bawa mobil, tidak mengerti rambu, melanggar, terus ditilang apakah yang salah dinas perhubungan yang pasang rambunya?

    untuk kasus ini menurut saya tidak fair menyebut shopee tidak aman , beda dengan kasus penipuan otp dan spaylater….

    ini menurut opini saya, mungkin yang lain tidak setuju…

    sempga bisa menjadi pembelajaran untuk TS kedepannya , lebih teliti memulai sesuatu, memulai sega;a sesuatu pelajari dulu tatacara dan aturan yang berlaku,,,,

    14
    1
    • 29 Mei 2021 - (19:15 WIB)
      Permalink

      Mau jualan di marketplace mana pun pasti akan bernasib sama. Kenapa setiap penjual yang tertipu selalu menyalahkan marketplace nya tanpa membaca aturan berjualan di dalamnya? Sedangkan semua orang tahu (termasuk penipu) kalau marketplace cuma perantara jual beli, mana ada perantara yang berperan penuh menjamin keamanan transaksi di dalamnya? Apalagi dana penjual tertahan dulu di rekening marketplace, jadi dalam waktu singkat transaksi tsb bisa dibatalkan lagi secara otomatis oleh pembeli. Celah inilah yg dimanfaatkan penipu yang mengincar penjual produk non-fisik yang notabene masih newbie. Shopee dalam hal ini tidak salah apapun karena kecerobohan yang dilakukan oleh penjual sendiri karena sudah tertuang di aturan jual beli. Tokopedia, Bukalapak dan lainnya juga menerapkan aturan yang sama, ga ada asuransi untuk produk non-fisik. Kalau tiap ada penjual yang tertipu, terus dengan seenaknya penjual pada minta ganti rugi, marketplace juga bisa bangkrut. Jumlah yg tertipu di dalamnya juga udah banyak banget, termasuk saya yg pernah ketipu

      4
      1
  • 29 Mei 2021 - (20:09 WIB)
    Permalink

    Yg sabar yh..gan
    Smoga ini jd pembelajaran…
    Dan smoga setelah kejadian ini,rejeki anda makin bertambah…

    5
    1
  • 30 Mei 2021 - (06:17 WIB)
    Permalink

    Ahahaha, yg sabar ya pak bu, kalo punya unek2 terus curhat dimari suka banyak akun2 bodong yg ujug2 mojokin penulis, buzzeRP bukan cuma di twitter aja di media konsumen jg ada, njir jatah nasi bungkus dah cair neh keknya, wkwkwk..

    1
    5
    • 30 Mei 2021 - (06:33 WIB)
      Permalink

      Curhat dimari juga ga menyelesaikan masalah kalau atas dasar kesalahan sendiri. Dulu juga saya ketipu jualan produk non fisik, akhirnya kapok, dihapusin semua, ganti produk fisik semua. Alhamdulilah, ga pernah ketipu lagi, dan kerugian tertipu sebelumnya sudah tergantikan dg keuntungan jualan produk fisik sesuai aturan di Shopee. Apalagi kalo mau jualan COD, musti dibaca baik² mekanismenya spt apa sebelum memutuskan jualan

      1
      1
  • 30 Mei 2021 - (07:11 WIB)
    Permalink

    Sabar ya bu. Semoga rezeki ibu melimpah setelah kejadian ini. shopee gaakan pernah mau ngeganti uang ibu. Kenapa ? Karna di sini posisinya ibu yg salah karna teledor ngasih kode voucher ke pembeli yg posisinya belum bayar. Jadi sama aja ibu ngasih uang gratis ke orang lain. Terus ibu minta uang itu balik, ya mana mungkin dibalikin bu klo emg dia niatnya mau nipu. Di sini menurut sy shopee ga salah, karna klo kita paham betul seluk beluk transaksi jual beli atau fiturnya insyaAllah aman, gaakan ada kejadian ketipu dll. Harus hati” bu. Dimanapun tempatnya baik online maupun offline banyak penipu berkeliaran. Jd ke depannya kalo ibu mau jualan online dan ngerasa belum paham betul sama fitur” aplikasi yg mau ibu pake, ibu harus nyari tau dulu semuanya sampe bener” paham. Baru jualan. Utk menghindari kejadian ky gini terulang lagi. Karna klo ibu jualan tapi ibu sendiri belum mengerti tentang alur transaksinya ntar ibu sendiri yg rugi (ketipu). Semoga diberi keikhlasan.

    1
    1
  • 30 Mei 2021 - (11:57 WIB)
    Permalink

    Untuk kasus agan sepertinya shopee tidak bisa banyak membantu, karena:
    1. Alamat yang tertera di aplikasi belum tentu benar, saya juga bisa bikin akun baru dengan alamat dimana saja tinggal search dari google. Trus kalau sudah dapet kode ga ada masalah akun mau diblokir atau tidak.
    2. Semoga agan tidak seperti ini ya, pihak shopee tidak salah bila beranggapan kalau ini adalah order fiktif. Karena bukan tidak mungkin seller membuat akun seperti poin nomer 1 untuk mendapatkan ganti rugi dari shopee. Paham ya? Mudah2an agan tidak seperti ini dan kasusnya adalah benar.
    Sebenarny menurut saya bukan tidak mungkin melacak kode tersebut dimasukan ke nomer mana dan dilakukan pemblokiran. Tapi ya prosesnya ribet dan pastinya makan waktu dan biaya yang mungkin lebih besar dari nilai kerugiannya.
    Saya pernah transaksi beli game nintendo. Ternyata game tersebut hasil carding, jadinya konsol saya di ban, akun yang terhubung dengan konsol pun di ban. Jadi, kasus seperti ini harusnya bisa dila ak karena prinsipnya sama saja.

  • 30 Mei 2021 - (13:39 WIB)
    Permalink

    Murni kesalahan anda bukan shopee.

    Cod memang merugikan seller klo pesananya gak diterima buyer entah itu buyernya yg nakal atau buyernya yg ogah jemput pesanannya karena lokasinya ga bisa dijangkau kurir. Tp mau gimana yg minat cod masih banyak…..

  • 31 Mei 2021 - (17:34 WIB)
    Permalink

    Shopee memang tdk bisa membantu menyelesaikan masalah atas kecerobohan penjual sendiri ya, tp paling ga media konsumen membantu kita semua yang aktif disini buat belajar berbagai macam penipu, terutama banyaknya di shopee ya. Semoga semua seller lebih waspada ya. Agan yg ketipu gpp pembelajaran, karma is real, org jahat ada dimana mana waspada, nanti digantikan dengan yang lebih besar, uang haram ga buat mereka kaya, cuma buat bertahan hidup doank…

 Apa Komentar Anda mengenai Shopee?

Ada 27 komentar sampai saat ini..

Kecewa dengan Kurangnya Bantuan Shopee Bagi Penjual atas Penipuan di P…

oleh Stevie Moningka dibaca dalam: 2 min
27