Prosedur Kaku Bank BRI yang Tidak Berpihak Kepada Nasabah

Saya adalah nasabah BRI sejak lama, bahkan menggunakan rekening BRI untuk pembayaran gaji di tempat saya bekerja. Namun kejadian baru-baru ini membuat saya kesal dan kecewa dengan layanan BRI yang kaku, tanpa memperhatikan kondisi sulit nasabah. Apalagi kondisi pandemi yang membatasi pergerakan kita untuk meminimalisir penularan virus Covid-19.

Pada tanggal 14 Agustus 2021, saya mencoba menggunakan aplikasi BRI Mobile seperti biasa, tapi pada saat itu aplikasi BRI Mobile tidak dapat digunakan dengan keterangan “status kartu blokir”. Saya coba hubungi Call Center BRI. Menurut petugas Call Center kartu saya terblokir karena digunakan di ATM yang bermasalah, sehingga terblokir by system pada tanggal 12 Agustus 2021.

Padahal pada hari itu saya sama sekali tidak keluar rumah dan tidak melakukan transaksi apapun, kenapa tiba-tiba diblokir?

Setelah panjang lebar telepon pengaduan itu tanpa solusi, saya diminta datang ke kantor BRI terdekat. Sebagai informasi, saya adalah warga Cimahi yang sedang bertugas di Semarang. Jadi saya mendatangi BRI terdekat dengan tempat tinggal saya di Semarang, yaitu di BRI yang berada di jalan MT. Haryono.

Sampai di sana, saya langsung di”hadang” oleh petugas security yang menanyakan maksud dan tujuan saya. Saya utarakan yaitu untuk membuka blokir kartu. Dengan alasan CS yang tersedia di kantor BRI itu hanya ada satu, saya disarankan datang ke Kantor BRI yang ada di Jl. Ahmad Yani, dengan alasan di sana lebih banyak meja CS-nya.

Saya langsung meluncur ke BRI Jl. Ahmad Yani. Sampai di sana, antrian nasabah penuh sampai keluar. Akhirnya saya urungkan untuk berdesak-desakkan dalam antrian, lagipula saya harus bekerja. Kemudian hari, Rabu tanggal 25 Agustus 2021, saya datang ke BRI Jl. Ahmad Yani lebih pagi supaya tidak antri, ya saya dapat diterima di CS BRI itu.

Namun masalah belum selesai, menurut informasi dari petugas CS kemungkinan kartu BRI saya terblokir karena mengikuti anjuran BI harus menggunakan kartu ATM yang sudah menggunakan CHIP. Untuk mengganti kartu ATM yang lama, harus menyertakan KTP asli, ATM asli dan buku tabungan asli. OK, saya terima kalau itu merupakan prosedur.

Permasalahannya, kenapa tidak ada pemberitahuan dari jauh-jauh hari kepada nasabah untuk melakukan penggantian kartu itu? Sebagai warga luar kota luar provinsi, saya tidak selalu bawa buku tabungan kemana-mana, demi keamanan saya. Kalau diberitahukan terlebih dahulu, tentunya saya akan mempersiapkan segala sesuatunya, termasuk pengurusan kartu ATM yang baru di kota asal saya, atau saya akan bawa buku tabungan di kota tujuan saya bertugas.

Lalu petugas CS BRI Ahmad Yani mengatakan kepada saya bahwa persediaan kartu di tempatnya itu habis, sehingga saya disarankan untuk ke BRI di Jl. Pandanaran. Lalu saya meluncur ke BRI Pandanaran, sampai sana antrian penuh dan ramai. Saya tidak mau ambil risiko di masa PPKM yang berisiko penularan Covid, jadi saya mengurungkan untuk pengurusan kartu pada hari itu di BRI Pandanaran. Akhirnya saya coba cari Kantor BRI lain yang lebih besar dan mungkin lebih lengang antriannya.

Karena saya “tamu” di Semarang, saya cari di Google kantor BRI terbesar di Semarang, dan ditunjukkan ke BRI di Banyumanik, dan langsung saya ke sana. Sampai di sana, kembali lagi saya di”hadang” oleh petugas security BRI yang menyampaikan kepada saya bahwa BRI Banyumanik itu adalah Kantor Wilayah yang tidak melayani transaksi kecuali kredit. kemudian saya di”LEMPAR” lagi ke BRI di Jl. Jangli.

Saya langsung meluncur ke Jl. Jangli, dan ternyata itu kantor BRI yang sama kecilnya dengan yang di MT. Haryono dengan antrian nasabah yang sampai keluar gedung kantor. Akhirnya saya mengurungkan untuk pengurusan itu ke Kantor BRI tersebut, dengan pertimbangan social distancing dan SAYA HARUS BEKERJA ke kantor.

Akhirnya hari Senin, 30 Agustus 2021 saya baru sempat luangkan waktu mengurus kembali ke BRI Pandanaran, dengan datang lebih awal. Sampai di sana kembali lagi saya di”hadang” oleh petugas security yang menanyakan tujuan saya. Saya sampaikan keluhan saya, dia sarankan saya untuk kembali lagi dengan membawa buku tabungan atau lapor kehilangan ke kepolisian. Saya agak bersikeras, mau tetap ke CS karena ini adalah BRI ke 5 (LIMA) yg sudah saya datangi dengan hasil “ZONK“.

Akhirnya saya diterima di CS BRI Pandanaran, tapi lagi-lagi tidak menyelesaikan masalah saya. Saya tetap diminta menunjukkan buku tabungan asli. Dari awal saya sudah bilang kalau Buku Tabungan saya ada di rumah, yang dimana semua anggota keluarga saya sedang ikut ke Semarang.

Yang paling menggelikan dan tidak lucu bagi saya adalah, saran mereka supaya saya mengurus surat kehilangan di kepolisian saja. Saya keberatan akan hal itu, karena:

  1. Itu sama saja merendahkan ke”sakralan” laporan kepolisian, hanya untuk mengakali prosedur mereka.
  2. Itu sama saja menyuruh saya berbohong kepada kepolisian, bahwa buku tabungan saya hilang, padahal tidak. Hanya tidak terbawa saja.
  3. Itu sama saja memaksa saya “bolos” kerja lagi karena harus meluangkan waktu untuk antri di kantor polisi dan kantor BRI yang antriannya gak pernah sepi.

Waktu setengah harian itu saya tidak dapat apa-apa, selain kekesalan saja. Sampai saya pun tidak diterima dengan menunjukkan foto tabungan saya kepada mereka, karena mereka tetap minta ditunjukkan buku tabungan yang ASLI.

Apa mereka tidak mendengar penjelasan saya, nasabah mereka, bahwa buku tabungan itu ada di rumah di luar kota luar provinsi, yang tidak bisa saya ambil dalam waktu singkat? Otak dan hati mereka di mana? Walaupun isi tabungan saya tidak seberapa, tapi itu tetap hak saya, milik saya. Kenapa saya dipersulit untuk pengurusan hak-hak saya? Dengan prosedur kaku yang tidak berpihak kepada saya selaku nasabah?

Dari cerita di atas, sekali lagi saya coba rangkum permasalahannya untuk BRI:

  1. Jangan kalian blokir hak nasabah, kalau kalian belum menjalankan kewajiban kalian, minimal dengan MELAKUKAN PEMBERITAHUAN SEBELUMNYA.
  2. Kebijakan yang fleksibel dan bertanggung jawab seharusnya dapat diberikan kepada kondisi-kondisi nasabah tertentu. Yang kalian pegang itu hak nasabah loh, masa nasabah sendiri dipersulit untuk mengurus haknya.
  3. Jangan asal bikin saran dengan menyuruh nasabah “berbohong” kehilangan buku tabungan atau sejenisnya ke kepolisian, hanya untuk memenuhi prosedur yang kalian buat sendiri. Itu sama saja kalian menghina ke”sakralan” laporan kepolisian. Walaupun pasti dibantu oleh pihak Kepolisian, tapi itu sama saja kalian merendahkan makna dari sebuah laporan kepolisian. Bahasa kasarnya “ngegampangin“.

Kejadian seperti ini membuat kami kapok menjadi nasabah BRI.

Terima kasih.

Hadi Wijaya
Cimahi, Jawa Barat

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai Bank BRI:
[Total:134    Rata-Rata: 2.3/5]

Surat pembaca ini belum mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha terkait. Jika Anda adalah pelaku usaha yang terkait dengan pertanyaan/permohonan/keluhan di atas, silakan berikan tanggapan resmi melalui tautan di bawah ini:

Kirimkan Tanggapan

66 komentar untuk “Prosedur Kaku Bank BRI yang Tidak Berpihak Kepada Nasabah

  • 31 Agustus 2021 - (08:39 WIB)
    Permalink

    Menurut saya prosedur nya sudah sesuai CS bekerja dengan baik mengikuti SOP yang diberlakukan.

    semoga dengan diupnya disini masalahnya cepat selesai ya pak, dan ada keringanan yg diberikan oleh bri tdk melampirkan buku tabungan asli karena bpk sendiri sedang tdk dirumah seperti yg diinformasikan ditulisan.

    12
    6
    • 1 September 2021 - (08:55 WIB)
      Permalink

      Saya dapat pemberitahuan kok bahwa harus melakukan penggantian kartu lama dengan kartu sistem chip, dan jika saya menjadi bapak/ibu saya akan mengikuti saran CS untuk membuat surat kepolisian, menimbang masalah yang terjadi

      Semoga masalahnya bisa cepat selesai dan bisa juga jadi masukan buat BRI untuk otentifikasi supaya tidak menggunakan Buku tabungan lagi tapi bisa cara lain dimana jaman Sudh lebih canggih ada banyak cara yg bisa digunakan….☺️🙏🙏

      • 1 September 2021 - (10:31 WIB)
        Permalink

        Aamiin… Terimakasih atas perhatian dan sarannya. Saya sangat menghargainya.

        Untuk kali ini, kayanya lebih baik Saya ambil cuti pulang ke rumah, ambil buku tabungan, datangi kantor BRI terdekat tarik semua dana, tutup semua rekening BRI yang saya punya.

        11
  • 31 Agustus 2021 - (08:45 WIB)
    Permalink

    Bank ini sering bermasalah ATM-nya, sering jadi target para skimmer. Solusi dari mereka? Blok kartu ATM nasabah tanpa pemberitahuan sebelumnya.

    7
    1
    • 31 Agustus 2021 - (09:35 WIB)
      Permalink

      Sebenarnya sudah ada pemberitahuan dari BRI via web site atau di display ATM.
      Dan semua ATM harus sdh ber Chip.
      Sy nasabah BRI dan Mandiri pun sama saat masih non chip terblok.

      4
      1
      • 31 Agustus 2021 - (16:37 WIB)
        Permalink

        OK, ada benarnya. Tapi tidak semua orang suka buka website bank atau datang ke ATM nya kalau ga ada keperluan.
        Apa gunanya kita menyertakan no kontak (hp), email, atau aplikasi yang lebih sering dipegang atau digunakan nasabah? Kan itu bisa dijadikan sebagai sarana menyampaikan pengumuman yang sifat nya penting.

        5
        5
      • 1 September 2021 - (10:38 WIB)
        Permalink

        Hati-hati, jangan asal komen, Om. Kalau tidak ada bukti, sebaiknya ga usah menuduh orang macam-macam. Itu sama aja fitnah.

  • 31 Agustus 2021 - (08:57 WIB)
    Permalink

    Masalah pergantian karu chip sudah lama sosialisasinya, saya tahun 2019 sudah chip semua. Saya bukan nasabah BRI jadi tidak tahu SOPnya, namun kalau di BCA ada mesinnya seperti ATM cukup masukkan kartu lama, scan KTP sudah keluar kartu ATM chip baru. proses tidak sampai 5 menit.

  • 31 Agustus 2021 - (09:48 WIB)
    Permalink

    Keluhan saya saja sampe setahun tidak direspon. Hanya dibikin nomor pengaduan setelah saya tanyakan kembali nomor pengaduan sudah dihapus sistem. Tanpa adanya hasil atau pemberitahuan apapun.

    • 31 Agustus 2021 - (12:19 WIB)
      Permalink

      Waduh bagaimana dengan nasib pengaduan saya yang sudah 2 minggu lebih , seperti nya bank ini sudah kebal dan tahan dengan semua keluh kesah nasabah yang merasa di rugikan , mungkin karena mereka bank plat merah yang seakan akan aman karena status nya sebagai BUMN

  • 31 Agustus 2021 - (10:19 WIB)
    Permalink

    ini bukan masalah kaku, tapi emang prosedur di semua bank kaya gitu.
    ganti kartu wajib bawa buku tabungan, kartu atm dan ktp.

    trus ente mau prosedur itu dilanggar hanya karena ente diluar kota ?
    anda sehat

    10
    4
    • 31 Agustus 2021 - (10:44 WIB)
      Permalink

      selow aja mas bro. bukan maksudnya untuk melanggar SOP, setidaknya ada keringanan.

      • 31 Agustus 2021 - (12:24 WIB)
        Permalink

        Iya. Memang dasar BUMN ini gak pernah mengutamakan konsumen. Mentang-mentang Plat Merah. Keluhan saya sudah setahun tidak dianggap. Akhirnya saya pindah ke bank swasta. Rugi rasanya menabung atau investasi di bank yang tidak mengutamakan kepuasan nasabah.

    • 31 Agustus 2021 - (10:44 WIB)
      Permalink

      Hohoho, anda punya rekening semua Bank?
      BCA nggak begitu, baru seminggu yang lalu saya mengurus ATM yang sudah rusak / tidak bisa dipakai di atm manapun. Hanya diminta KTP lalu mereka verifikasi foto. Tidak sampai lima menit saya dapat kartu ATM yang baru.
      Bravo BCA…

      • 31 Agustus 2021 - (12:03 WIB)
        Permalink

        bca dah punya vending mesin untuk atm, jadi emang butuh ktp aja
        sedangkan BRI masih via CS, CS kan kerja sesuai prosedur

        gw pake bca juga bro

        • 2 September 2021 - (10:53 WIB)
          Permalink

          @tirta_suryana Hari gini kenapa belum punya vending mesin atm?
          Menyebut nama itu pun aku tak sudi. Berarti yang selangkah lebih maju BCA/,
          Seperti memimpong nasabah keliling kota Semarang?
          Memimpong nasabah tanda prosedur kerja CS nggak standar antar cabang. Kalau konsumen belum tahu kalah kartu ber chip itu keharusan kenapa info itu belum sampai kepada penulis?
          Menyuruh nasabah berbohong ke kepolisian, demi berita acara / keterangan dari kepolisian. Ini juga SOP?

      • 31 Agustus 2021 - (21:34 WIB)
        Permalink

        Betul, Om… saya sudah alami sendiri. Sangat beda pelayanannya, profesionalisme dalam melayani nasabah terasa totalitas.

    • 31 Agustus 2021 - (16:25 WIB)
      Permalink

      Kalau Anda ada di posisi Saya, saya yakin Anda pun akan tidak sehat.

      Anda sedang tugas lama di luar kota yang ga bisa ditempuh dalam waktu sejam-dua jam perjalanan. Sementara gaji dan tabungan Anda untuk keperluan sehari-hari ada di rekening itu. Tiba-tiba semua akses Anda untuk transaksi di rekening itu diblokir secara sepihak. Sementara Anda butuh dengan dana itu. Yakin Anda bakal sehat? Minimal sehat mental dan otak.

      Jangan ngegampangin permasalahan orang lain, kalau Anda sendiri tidak ada pada posisi itu. Belajar empati sedikit dengan orang lain.

      Prosedur kan hanya tuntunan dalam melakukan pekerjaan, kalau kondisi tidak memungkinkan atau tidak mendukung, setidaknya ada kebijakan untuk menyelesaikan pekerjaan itu. Makanya saya bilang perlu adanya kebijakan fleksibel yang bertanggung jawab.

      • 31 Agustus 2021 - (16:45 WIB)
        Permalink

        klo memang akan pergi jauh, segala hal yg penting pasti saya bawa lah.
        lagi pula kartu atm non chip kan sudah di sosialiasi dari tahun lalu,
        bukan dadakan kaya goreng tahu bulat.

        1. jelas bank punya prosedur yg ga boleh di skip
        2. disini jelas ente salah, karena pergi jauh ga bawa buku tabungan
        3. sosialisasi udah dari tahun lalu

        karena kesalahan ente yg ga mengindahkan sosialisasi atm non chip dan ga bawa butab, ente minta di prioritaskan ?

        makanya gw bilang, ANDA SEHAT ?

        muak aja gw kadang lihat orang2 yg salah karena diri sendiri yg acuh, tapi begitu ada masalah, menganggap dirinya superior, dengan bilang bank ga flexible

        10
        3
        • 31 Agustus 2021 - (21:25 WIB)
          Permalink

          Hehehehe… ya kalau muak ga usah dibaca.
          Kalau penghinaan Anda sama sekali tidak membantu masalah orang, lebih baik Anda diam.

          Alhamdulillaah… Saya sudah bisa ganti kartu ATM yg ber-CHIP di CS, …. tapi di BCA. Dan mereka bisa menerima kondisi yang saya alami.
          Dan saya ga perlu dilempar2 ke kantor BCA yang lain.
          Oh iya… dan saya juga sekalian ganti kartu ATM yg ber-CHIP di CS di BSI. Dan mereka juga bisa menerima kondisi yang saya alami. Dan saya tidak dilempar2 juga ke kantor BSI yang lain.
          Satu lagi, saya juga sudah ganti kartu ATM yang ber-CHIP di Bank Mandiri. Dan mereka juga bisa menerima kondisi yang saya alami.

          Terimakasih atas saran Anda.

          5
          2
        • 1 September 2021 - (04:08 WIB)
          Permalink

          Manusia tidak ada yang sempurna termasuk juga dalam ingatan, saya merasakan pengalaman kondisi dimana saya dipindah tugaskan ke daerah semua sudah didalam pikiran untuk membawa dan menyiapkan segalanya dan hal yang penting lainnya, namun ternyata masih saja ada yg tertinggal sedangkan keluarga sudah pindah semua tidak memungkinkan untuk meminta tolong dan kembali secara jarak memakan waktu, biaya dan tenaga super ekstra, solusinya pak dikemudian hari kalau punya 2 atau 3 rekening bank lain pindahkan sebagian ke semua rekening secara merata sehingga disaat kesulitan masih dapat menggunakan uang direkening lain sambil menunggu proses pengaktifan rekening yang terblokir, mudah2an cepat selesai masalah bapak

          • 1 September 2021 - (07:20 WIB)
            Permalink

            Terimakasih atas pengertian, perhatian dan sarannya, Bapak.. Saya sangat menghargainya.

      • 1 September 2021 - (17:03 WIB)
        Permalink

        Sebenarnya semua ada jalan keluarnya namun masing dari kalian merasa benar sendiri…
        Yg 1 minta masalahny selesai
        Yg 1 lg minta tertib administrasi/dokumentasi…
        Dsni yg paling membutuhkan adalah anda sebaikny sleksibel j…
        Sdng bank ada SOP… Cs / pegawai jg takut dpecat kl tdk mengikuti sop.. sama halny anda bekerja

  • 31 Agustus 2021 - (12:17 WIB)
    Permalink

    Permasalahan saya saja sampai hari ini sampai detik ketidak ada kejelasaan apa ” ,di saat kondisi sedang susah malah di bikin susah sama BANK Plat merah ini .

    • 31 Agustus 2021 - (15:24 WIB)
      Permalink

      Percuma kalau centang biru kalau keluhan dianggap angin lalu. Tuh baca diatas banyak keluhan yang tidak ditanggapi. Apakah BRI kekurangan tenaga kerja CS? Mumpung lagi situasi pandemi buka aja lowongan CS untuk publik.

  • 31 Agustus 2021 - (19:04 WIB)
    Permalink

    Saya mengerti maksud bpk utk meminta keringanan. Tp itu emang sdh Prosedur di Bank. Saran saja, bpk kan yg kurang hanya Buku Tabungan + Kartu ATM (Misalkan). Knp tidak dikirim saja via ekspedisi oleh orang rumah bapak !

    Malu pak, bikin tread seperti ini. Panjang lebar tp isi kepala tdk berfikir.

    4
    4
    • 31 Agustus 2021 - (22:26 WIB)
      Permalink

      Maksud isi kepala tidak berpikir apa ya, Pak?
      Kalau kondisinya semudah itu, pasti sudah saya lakukan, Pak.
      Untuk Anda ketahui, di rumah sana tidak ada siapa-siapa. Apa iya itu buku tabungan bisa mengirim dirinya sendiri?
      Jadi… kalau tidak paham kondisi orang lain dan tidak memberi solusi, lebih baik diam. Minimal menggunakan bahasa yang baik.

  • 31 Agustus 2021 - (20:23 WIB)
    Permalink

    aku pernah bernasib sama bray, tapi utungnya d lasih keringanan bisa pake foto buku rekening, coba anda minta teller konfirmasi k manajernya bisa tidak d berikan keringanan, soalnya teller yg ngelanyanin sya waktu itu konfirmasi k managernya.

    • 31 Agustus 2021 - (22:31 WIB)
      Permalink

      Setuju, Bray… Kalau mereka ragu dengan identitas yang kita bawa, bisa kita tunjukan identitas yang lain kok yang sering dibawa oleh nasabah sebagai bukti diri. Misalnya SIM, NPWP, STNK, Kartu ATM atau Kartu Kredit yang lain.
      Ya intinya banyak cara kok yang lebih fleksibel dan bertanggung jawab.

  • 31 Agustus 2021 - (21:30 WIB)
    Permalink

    Buku tabungan itu seharusnya sudah bukan fitur wajib dan hanya tambahan karena ada e-ktp yang unik yang sama uniknya dengan nomor telpon terdaftar bila gak percaya sama nasabah cs lakukan verifikasi phone atau sms langsung didepan nasabah jadi lebih akurat menggantikan chek fisik bentuk tandatangan dibuku tabungan (Sangat Kuno). Dimana-mana juga sudah mulai daring pembukaan rekening sudah gak perlu lagi kecabang. Jadi EDC BRI yang sudah mulai nganggur karena ada QR sebaiknya tarik aja kecabang. EDC aktifin fitur NFC nya kerjasama dengan Kemendagri jadi kalau ada orang mau transaksi apapun di cabang harus bisa di scan tuh e-ktp nya bila perlu foto pemilik e-ktp dan tandatangan terlihat di edc data ditarik dari database kemendagri untuk verifikasi keaslian ektp dengan yang terlihat secara fisik.

    • 31 Agustus 2021 - (22:33 WIB)
      Permalink

      Betul sekali, saya setuju…
      Jaman sudah serba modern dan serba digital, banyak cara untuk memverifikasi jatidiri nasabah. Ga cuma buku tabungan.

    • 1 September 2021 - (04:19 WIB)
      Permalink

      Saya nasabah salah satu bank swasta, saya tidak mempunyai fisik buku tabungan, buku tabungan saya hanya berupa kertas hvs yang bisa diprint melalui CS sewaktu waktu dengan menunjukkan KTP, so sebenarnya dengan era digitalisasi buku tabungan seharusnya tidak menjadi kewajiban sehingga yang diperlukan adalah identitas KTP dan verifikasi data

  • 31 Agustus 2021 - (21:47 WIB)
    Permalink

    Udah tau lagi banyak antrian ke bank BRi karena pencairan BLT,nah kenapa juga pas moment2 seperti ini bank BRI memblokir atm yg blm pakai Chip,korbannya byk loh,termasuk saudara saya sudah 3 minggu blm bisa ambil gaji dr rekeningnya karena blm bisa ganti kartu atm,
    Datang jam 8 pagi antian habis,datang jam 6 pagi antrian juga habis,katanya harus dtg jam 5 subuh,ini bank atau pos kamling ya,harus subuh2
    Jeleknya BRI ya begini,gak profesional,minta kertas mesin BRIlink aja kita udah seperti pengemis,padahal mereka dpt untung dari setiap transaksi lwt BRIlink
    Blm lagi patugas2nya juteknya kebangetan

    • 31 Agustus 2021 - (22:17 WIB)
      Permalink

      Setuju, Bu…
      Dimasa pandemi seperti ini sebenarnya dibutuhkan banyak kebijakan-kebijakan yang mendukung kepentingan nasabah yang mengalami situasi serba sulit.

      Saya sendiri harus mondar mandir ke 5 kantor BRI yang ada di kota Semarang untuk menghindari antrian dan kumpulan orang. Dan saya harus korbankan waktu dan potongan gaji karena terlambat masuk kantor gara-gara harus antri dari pagi.

      Apakah pikiran mereka ga sampai sana ya? Bahwa untuk antri itu perlu pengorbanan.
      Padahal uang yang kita simpan disana secara langsung atau tidak langsung digunakan untuk gaji dan tunjangan mereka juga. Walaupun emang ga seberapa sih.

  • 31 Agustus 2021 - (22:03 WIB)
    Permalink

    Saya paham betul kalau petugas CS hanya pelaksana yang menjalankan prosedur yang telah ditetapkan, sementara kebijakan adalah kewenangan dari pimpinan. Kalau saat itu seorang pelaksana tidak bisa mengambil keputusan, sebaiknya dia diskusikan dengan pimpinannya. Karena berkaitan dengan layanan kepada customer dan hak orang lain yang ada di dalamnya. Apalagi ini berkaitan dengan nama baik suatu institusi.
    Saya juga paham betul kalau saya bukan satu-satunya nasabahnya, tapi saya juga tahu kalau masih banyak pilihan Bank yang lain. Dan dari pengalaman ini memberikan pelajaran bagi saya untuk bisa memilih Bank mana yang benar-benar menghargai hak nasabahnya dan mana yang tidak.

  • 31 Agustus 2021 - (22:57 WIB)
    Permalink

    Mending pindah ke bank swasta kayak BCA. Keamanan lebih terjamin, atm banyak, e banking canggih. Udah itu saldo tersisa minim hanya 10rb. Kalo bank plat merah yg itu saldo minim 100rb kalo sisa 149rb gak bisa ambil, paling banyak kejadian duit raib dan nasabah ketipu, atm sering ngadat saldo kepotong bikin repot. Banknya buat penyalur bansos lg

  • 1 September 2021 - (02:38 WIB)
    Permalink

    Busett dah. Gw yg baca (nggak ngalami sendiri rasanya dipingpong ke sana-sini) aja capek rasanya. Di saat banyak bank-bank digital yang benar-benar memberikan kemudahan ke nasabah, ternyata masih ada yg model bank yang kayak gini.

    1
    1
  • 1 September 2021 - (04:27 WIB)
    Permalink

    Setahu saya utk pergantian kartu magnet ke kartu ships sudahndi sosialisasi udh setahun yg lalu, di berita online pun sering muncul pemberitahuan tentang itu, bahkan jadwal pemblokiran juga sudah ada jika tidak di ganti dgn kartu chips, memang SOP bank seperti itu, saya rasa bukan bank BRI saja yg akan melakukan hal sama jika SOP nya tidak dipatuhi, ATM ke blokir krn limit transaksi juga harus bawa buku tabungan dan KTP.

    • 1 September 2021 - (05:51 WIB)
      Permalink

      Kmrin saya jga ngalamin pas mau ganti kartu ke yg chip di daerah Bogor. Bisa ko gbawa butab jadi verifikasi nya manual dilakukan sama cs. Itu mah kayanya emang petugas nya aja yang ****** deh.

      Buat buzzer Bri yang diatas atas yang komen gausah galak galak lu ******. Biasa aja.

      • 1 September 2021 - (08:08 WIB)
        Permalink

        Bener, Om… kayanya petugasnya aja yg b*angk* banget. Hehehe..
        Padahal saya sudah coba tunjukkan foto butab-nya, tetap ditolak.

        Dan saya baru tau, rupanya disini ada buzzer juga. Hehehe

    • 1 September 2021 - (07:59 WIB)
      Permalink

      Saya paham, Pak… Dan hampir semua Bank memberlakukan SOP yang sama. Selain BRI saya juga pakai MANDIRI, BCA, BSI dan beberapa Bank lainnya.
      Menurut saya (maaf kalau saya salah) perbedaannya, mungkin mereka (selain BRI) masih mau mengeluarkan uang untuk bayar SMS atau Pulsa atau Quota untuk men-japri nasabahnya. Dan mereka masih mau membantu dalam kondisi tertentu. Soalnya ini sangat krusial loh… berkaitan dengan hak nasabah.

      Untuk kasus ini, saya sampai buka pesan 2 tahun ke belakang di email, sms, atau media pesan lain yang sifatnya pribadi, ada ga sih pemberitahuan atau warning atau pengumuman penggantian kartu ATM dari BRI? Ga ada, Pak.

      Kalau BRI merasa benar sudah mensosialisasikan, ya mohon maaf kalau saya bilang sosialisasi nya belum efektif alias gagal. Karena masih banyak nasabah yang belum tercerahkan.
      Dan saya mohon maaf kalau dianggap salah karena ga baca pengumuman sosialisasi yang dilakukan BRI. Tapi bukan maksud membela diri, ibaratnya apa iya orang yang baca K*MPAS disalahkan karena dia ga baca P*S K*TA?
      atau ibaratnya lagi, kita punya remote untuk mengoperasikan TV, tapi kita disalahkan karena ga mengoperasikannya secara manual di tombol TV nya.
      Kurang lebih seperti itu, Pak…
      Maaf.

  • 2 September 2021 - (01:32 WIB)
    Permalink

    Ceritanya bersambung nich… Hehehe.. Kasihan bacanya bs bolak balik bolak balik bolak balik k Bank.. Mungkin saran sy aktifin mobile banking ajaa Bang, kalo lah nanti bermasalah butuh uang cepat bs ditransfer k Bank lainnya.. Tapi ada benarnya juga harus bw kelengkapan syarat mis. kTp, buku tabungan, dll menghindari fraud, semoga cepat kelar urusannya

  • 2 September 2021 - (05:20 WIB)
    Permalink

    Kalau Kartu harus diganti dari biasa ke chip udah banyak himbuannya bahkan do tv pun sudah ada himbuannya. Saya juga pernah.mengalami Kartu ATM tertelan di mesin ATM, Dan memang harus mernyetakan buku tabunhgan lkarena buku tabungan menurut peraturan BI Dan hukum merupakan bukti otentik kepemilikan rekening tersebut jadi wajar ganti ATM harus disertakan buku tabungan, kenapa g dikirim aja butab y via ekspedisi jadi g perlu report ambil dulu kalau posisinya buku tabungannya dliuar kota

    • 2 September 2021 - (11:12 WIB)
      Permalink

      Terimakasih atas perhatian, komen dan sarannya.
      Tapi kondisinya di rumah sana sedang tidak ada orang, jadi saya tidak bisa minta bantuan kirim butab-nya ke Semarang.

  • 2 September 2021 - (05:45 WIB)
    Permalink

    Sangat prihatin dengan kendala yg ts alami. Saya juga baru komplain kendala sama beberapa hari yang lalu, tapi memang untuk sosialisasi kartu berchip sudah lama dan ada dimana” baik internet, SMS, atau iklan. Akhirnya rekening ayah saya dibantu bukakan kembali tanpa embel” data yg diminta kebetulan ayah saya memang punya pinjaman di BRI dan posisinya urgent karena sakit.
    Kemudian saya buat rekening saving, shock juga ternyata haru tetep aktivasi ke kantor cabang daaaan ga bisa dikantor lain harus sesuai pilihan, dimana kantor pilihan saya ini antrian hanya 20 orang saja dan sedang BLT jadi walaupun sudah komplain cs dateng ke rumah tetep saja kartu masih belum bisa dipakai harus registrasi finansial, padahal 2 perwakilan cabang sudah Dateng ke rumah dan khusus untuk cs karwil yg saya pilih Dateng ke saya hanya untuk isi data daaaan tetep tidak bisa aktif tuh rekening jadi percuma saja saya komplain dan mereka capek” Dateng ke rumah. Karena shock masih harus berurusan dengan kantor, karena hal itu saya buka 2 rekening mandiri dan bca, eh aku terpesona karena BCA bisa langsung aktif secara online dan kalau mau cetak kartu ATM bisa di cabang mana aja ga perlu sesuai pilihan, Sangat tidak memberatkan. Apalagi bank mandiri, semua by online tanpa datang k kantor dan kartu akan dikirim ke rumah tanpa saya harus antri apalagi kondisi pandemic ini. Salut untuk dua bank itu, bank BRI saya diemin aja akhirnya Gatau sampai kapan karena mau k BRI harus ambil antrian jam 1-2 pagi. Poor banget, kapok pakai BRI.😂

    • 2 September 2021 - (11:39 WIB)
      Permalink

      Terimakasih atas perhatiannya. Semoga permasalahannya segera bisa diselesaikan juga ya.. Aamiin

  • 2 September 2021 - (11:31 WIB)
    Permalink

    Update permasalahan saya dengan Bank BRI:
    – Hari Rabu, tanggal 01 September 2021. Saya dihubungi oleh pihak BRI (Jakarta) yang telah menerima email terkait keluhan Saya di media konsumen. Dan menginformasikan bahwa akan ada petugas BRI yang datang ke tempat Saya.

    – Hari ini, Kamis tanggal 02 September 2021 ada 3 (tiga) petugas BRI dari Kanwil BRI Provinsi Jawa Tengah (Ibu Shinta dan Ibu Anita) dan BRI Pandanaran (Ibu Dewi) yang datang ke tempat Saya. Mereka menyampaikan permohonan maaf serta bermaksud membantu menyelesaikan permasalahan yang Saya alami.
    Pertemuan berjalan dengan baik, lancar dan cair suasananya. Singkat cerita, sekarang ini kartu ATM ber-CHIP sudah Saya terima dan sudah aktif.

    Terimakasih atas tanggapan dan realisasi solusi yang telah diberikan pihak BRI kepada Saya.
    Semoga dari permasalahan ini menjadi pelajaran bagi kita semua, baik sebagai nasabah maupun BRI sebagai pengelola keuangan masyarakat.

  • 2 September 2021 - (20:26 WIB)
    Permalink

    Sudah berapa lama bapak menggunakan bank.dh tau kartu sekarang menggunakan chip.kalau emang anda sehat seharusnya anda sudah tau kebijakan bank,sudah di kasih solusi dan keringanan masih ngeyel.

    1
    1
    • 5 September 2021 - (14:05 WIB)
      Permalink

      Terimakasih atas saran nya, Bapak Dida…
      Kebetulan sekali untuk masalah Saya sudah diselesaikan dengan baik oleh pihak dari BRI Kanwil Jateng dan BRI Pandanaran, Semarang.
      🙏

 Apa Komentar Anda mengenai Bank BRI?

Ada 66 komentar sampai saat ini..

Prosedur Kaku Bank BRI yang Tidak Berpihak Kepada Nasabah

oleh Hadi dibaca dalam: 4 menit
66