Tawaran Migrasi dari PraBayar ke Kartu Halo Telkomsel Menjebak Konsumen

Dengan hormat,

Saya adalah pengguna Telkomsel dengan nomor prabayar sejak tahun 2007 sampai saat ini. Saya gunakan nomor tersebut secara terus menerus dan secara konsisten membelanjakan pulsanya untuk keperluan komunikasi.

Sekitar tahun 2018/2019 saya ditawari secara berulang-ulang oleh call center, dengan berbagai manfaat bonus, agar mau migrasi ke Kartu Halo. Pada awalnya saya tidak berminat, tetapi karena ditelepon terus dan diiming-imingi dengan berbagai bonus, akhirnya saya beralih juga ke Kartu Halo.

Pada saat itu saya sudah disampaikan oleh call center, bahwa konsekwensinya saya tidak akan bisa kembali lagi ke prabayar. Namun dengan pertimbangan manfaat yang menggiurkan, saya lalu memutuskan untuk migrasi.

Satu sampai dua bulan berlalu, saya mulai menyadari bahwa ternyata saya harus membayar jauh lebih banyak setelah migrasi ke Kartu Halo. Terutama agar bisa terus berkomunikasi voice, saya harus membeli ekstra kuota voice yang begitu besar, begitu pula dengan data.

Saya baru menyadari puluhan kuota yang ditawarkan itu ternyata bukan all net /semua jaringan dan aplikasi tetapi hanya untuk aplikasi tertentu saja yang saya sendiri jarang gunakan karena manfaatnya sangat minim untuk saya.

Memang penawaran promo yang dilakukan hanya lewat telpon, potensi salah pengertiannya atau bias informasi cukup tinggi. 20 GB yang ditawarkan ternyata bukan all net, tetapi sudah di ecer-ecer kedalam berbagai aplikasi, sehingga kita hanya bisa gunakan untuk all net hanya setengahnya saja. Mudah-mudahan potensi bias informasi penawaran yang dilakukan hanya via telepon ini, tidak dengan sengaja dilakukan oleh call center perusahaan untuk secara jalan pintas meraup revenue lebih banyak dari para pengguna.

Saya mencoba menghubungi call center, apakah bisa balik lagi ke prabayar dan jawabannya sudah tentu tidak bisa. Saya disarankan untuk “mematikan” Kartu Halo saya yang digunakan saat ini dan bisa menggantinya dengan nomor yang baru.

Kemudian dengan aplikasi MyTelkomsel, saya coba membandingkan semua semua paket prabayar dan pasca bayar Telkomsel, ternyata semua paket pasca bayar jauh lebih mahal dari dari prabayar yang ada di MyTelkomsel. Saya lalu berkesimpulan dengan penawaran untuk migrasi ke Kartu Halo dan tidak membolehkan pengguna untuk kembali ke prabayar, adalah usaha dari operator agar dapat memaksa pelanggan lebih banyak mengeluarkan belanja pulsanya. Saat pelanggan sadar bahwa ternyata pengeluarannya lebih banyak dan ingin kembali lagi ke pra bayar, sudah tidak bisa.

Ini adalah suatu bentuk dari jebakan yang mematikan dan sangat tidak beretika. Jika mau jual Kartu Halo, silahkan saja cari pelanggan baru yang sejak awal menggunakan Kartu Halo, tidak perlu dari pelanggan yang berasal dari pelanggan setia dari prabayar.

Kelihatannya sasaran penawaran untuk migrasi adalah para pelanggan yg sudah sangat lama gunakan prabayar, yang akan dengan terpaksa terus gunakan Kartu Halo meskipun sebenarnya mereka tidak puas dengan layanan yang baru ini. Namun terpaksa karena mengganti nomor baru juga sungguh pilihan yang sulit, nomor kartu halo hasil migrasi tersebut sudah digunakan lama sehingga akan sulit jika mengganti nomor yang baru.

Bagi saya ini adalah sikap dari perusahaan yang sangat tidak menghargai, tidak punya empati dan kepedulian terhadap pelanggannya. Dengan penguasaan pangsa pasar yang begitu dominan, skala ekonomi yang sangat unggul perusahaan lalu merasa tidak perlu memperlakukan pelanggan dengan etika yang baik. Hanya berfokus pada mengejar revenue yang setinggi-tingginya, bahkan mereka tidak pernah memikirkan kalau strategi kejar revenue ini bisa dianggap oleh pelanggan bahwa mereka telah gunakan cara-cara menjebak ala predator.

Saya tidak tahu berapa pelanggan yang nasibnya seperti saya, tetapi saya hanya bisa perkirakan bahwa jumlah tidak sedikit, mungkin ribuan. Kami konsumen diperlakukan semena-mena dan tanpa perlindungan.

Oleh karena itu saya mohon kepada Telkomsel yang menjalankan strategi meraup keuntungan seperti ini. Bagi saya ini sudah tidak mengindahkan etika dalam berbisnis. Jika meraup keuntungan tanpa mengindahkan aspek etika, saya kira separuh langkah kita sudah masuk kedalam area curang atau korupsi.

Mudah-mudahan perusahaan telekomunikasi terbesar berplat merah ini bisa memperbaiki etikanya dalam berbisnis dan memberikan contoh teladan yang baik sebagai perusahaan negara dalam berbisnis. Para pengguna/pelanggan/konsumen bisa diperhatikan dengan lebih baik dan tidak menjadi korban kebijakan perusahaan.

Saya mohon tanggapan dari perusahaan yang substansial dan menukik ke penyelesaian masalah, tidak dengan tanggapan/jawaban normatif seperti yang saya alami dengan jawaban robot veronika virtual yang berputar-putar entah kemana.

Terima kasih.

V.Y. Alfred Djuang
Kabupaten Nageko, Flores
Nusa Tenggara Timur

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai Telkomsel:
[Total:547    Rata-Rata: 3.1/5]
Tanggapan Telkomsel atas Surat Bapak Alfred Djuang

Merujuk pada surat pembaca di Mediakonsumen.com pada tanggal 24 September 2021 oleh Bapak V.Y Alfred Djuang mengenai migrasi dari PraBayar...
Baca Selengkapnya

66 komentar untuk “Tawaran Migrasi dari PraBayar ke Kartu Halo Telkomsel Menjebak Konsumen

    • 24 September 2021 - (13:58 WIB)
      Permalink

      Lah ini, mungkin orangnya ga tahan godaan.

      Tp aku juga ditawarin gitu mas alfred, beberapa kali di tawar ganti ke halo, dan mereka selalu bilang berapa biaya perbulannya (mungkin ke kamu dia ga bilang ya?). Klo ga salah 120ribuan/bulan. Terakhir aku tolak dan aku bilang ga perlu, mereka tanya alasannya. Ya aku bilang aja mahal, kuota ku saat ini lebih murah dibanding itu, cuma 100rb dpt 45giga. Mereka lgsg jutek dan bilang, baik terimakasih. Langsung dimatiin dong🤣

      16
      1
      • 24 September 2021 - (14:42 WIB)
        Permalink

        sama ko pernah di telpon, cuma saya bilang ga perlu masih enak prabayar dan cs ga sopan langsung tutup telpon. haha

        • 26 September 2021 - (03:59 WIB)
          Permalink

          Mosok sih seperti itu, kl harga paket extra kuotanya memang sih lebih mahal tp kl diambil globalnya tak hitung jd lebih irit. Dulu sblm migrasi ke halo perbulan saya harus keluar biaya 350rb buat kuota dan telp reguler perbulan. Tp setelah Migrasi ke halo saya cmn keluar 250rb perbulan

          • 28 September 2021 - (19:48 WIB)
            Permalink

            Oh lumayan mahal ya mas segitu. Kalo aku syukur 100rb itu 45gb + paket tlp dan sms. Nama paketnya combo sakti, tp emg ga seluruh kartu ada paket combo sakti.

      • 24 September 2021 - (18:56 WIB)
        Permalink

        Bagi gue Telkomsel mau kartu apa juga mahal2 kuotanya, dlu sering langganan 200rb 50gb dan dirasa2 kok boros juga, dan akhirnya pindah provider sebelah yg 50gb cuma 100rb , ya meskipun sinyalnya rada lelet tapi lebih irit 100rb hehe

        6
        1
      • 28 September 2021 - (13:44 WIB)
        Permalink

        operator call center nya juga kurang etika, mudah2 etika bukan jadi persoalan perusahaan secara keseluruhan….

    • 24 September 2021 - (15:48 WIB)
      Permalink

      Saya mengalami hal yang sama..dan saya merasa menjadi korban Halo, semestinya Perusahaan plat merah menjadi suri tauladan, tapi faktanya sangat buruk dan justru bisnisnya tidak sehat serta merugikan para konsumen, saya 1 dari ribuan korban hallo

      24
      2
      • 25 September 2021 - (09:28 WIB)
        Permalink

        Saya juga ngalami hal seperti ini. Awalnya saya pengguna prabayar 75 RB sebulan dapat 15gb sebulan dan free 200 SMS dan 200 menit nelpon. Akhirnya saya terpaksa di migrasikan ke kartu halo karena jebakan dengan paket 100rb sebulan dapat 20gb net. Tapi celakanya saya ga bisa pake mbanking karena pulsa 0. Saya komplain. Dan paket diubah jadi 200rb sebulan dengan pulsa 50rb. Siaaallllll

        • 25 September 2021 - (16:37 WIB)
          Permalink

          Sama halnya dengan saya kak.ada ppn 10% pula.pas percakapan telfon katanya bisa kembali ke prabayar.entah bohong entah gak.belum saya coba soalnya.untungnya sempat terekam percakapan telfonnya.
          #makin boroooos Halo.

          • 26 September 2021 - (17:22 WIB)
            Permalink

            Plat Merah ada PPN juga.. semoga kabelnya tidak dimakan hiu..

    • 25 September 2021 - (22:58 WIB)
      Permalink

      Lebih boros.. terpaksa di jalanin.. sayang nomer sudah lama.. tidak punya toleransi.. terjebak.. halo garong

  • 24 September 2021 - (10:46 WIB)
    Permalink

    kalo udah migrasi uadah gak bisa lg sih balik. namun grapari memang oknumnya agak sedikit menjebak. pernah mau ganti SIM karena error / rusak, diminta bayar sekian puluh ribu yg katanya biaya, tp pada akhirnya biaya tsb dibelikan paket disney hotstar di nomor saya (padahal gak butuh disney).

    • 24 September 2021 - (11:04 WIB)
      Permalink

      ya betul, sy jg prh mengalami pengalaman yg sama utk permasalahan yg berbeda (sy sdh lupa persisnya apa, dan sdh sekitar 3-4thn lalu, jd sy menemani mama sy sbg pemilik simcard), assistance sepele saja krn kebetulan ada grapari di salah satu mall kita mampir, kemudian mama sy “dipaksa utk mengambil DATA MAX” untung sy ada dgr, sy blg “utk apa 20rb potong pulsa ambil data max, ini hp mama sy saja masih model nokia jadul..mana bisa dipakai datanya”. Namun cs grapari ngotot bahwa itu sdh merupakan kewajiban jika mau dibantu oleh grapari, akhirnya sy “ngamuk” di tmpt. Sy blg ini mah praktek pemaksaan, telkomsel bagaimana seperti mafia seperti ini, selayaknya pelanggan ya memang ada layanan servicenya (dan bukan itupun bkn sim card hilang hrs diganti, jadi seperti ada kena biaya tambahan kok). Aneh, akhirnya di diskusikan dgn SPV di grapari, kemudian tdk perlu memotong pulsa tsb. Begitulah kura-kura…

      • 24 September 2021 - (11:48 WIB)
        Permalink

        Biasa BUMN. Banyak akalnya kalau soal jebak menjebak. Saya sendiri dulu pernah ditelpon berkali-kali ditawarkan migrasi kartu halo. Jadi dengan terpaksa saya blokir nomor resmi Telkomsel bagian promo nya. Biar aktivitas tidak diganggu oleh marketing bawel bin ngeyel.

      • 25 September 2021 - (23:00 WIB)
        Permalink

        Kuat pendirian.. sudah banyak yang ngeluh termasuk saya.. tidak di gubris… Mau ganti operator lain mudah mudahan ada yang mending lumayan..hehehe

  • 24 September 2021 - (13:25 WIB)
    Permalink

    “Saya tidak tahu berapa pelanggan yang nasibnya seperti saya, tetapi saya hanya bisa perkirakan bahwa jumlah tidak sedikit, mungkin ribuan. Kami konsumen diperlakukan semena-mena dan tanpa perlindungan.”

    Semua tulisan anda ini mewakili apa yang dulu ingin saya sampaikan ke khalayak ramai. Itu semuanya benar dan nyata.

    Saya pengguna setia kartu Prabayar sejak 2006. Penggunaan di kala itu hanya di bawah 150 ribu/bulan. Saat itu telfon internetan cukup sebulan.

    Tahun 2018 di tawarin Migrasi ke Kartu Halo. Biaya sebulan melambung tinggi hingga 350 ribu/bulan. Itu juga telfon internetan tidak cukup puas. 350 ribu hanya berisi kuota kuota sampah yang tidak berguna.

    Awal tahun 2020 saya memaksakan berpaling dari TeLkomsel, dan memakai operator lain.

    Ini malah sangat hemat, pengeluaran perbulan tidak lebih dari 65 ribu saja, itu juga puas banget.

    Yok mari teman teman se-Indonesia, paksakan diri kalian untuk terlepas dari jebakan Kartu Halo Telkomsel.

    Jaman semakin tidak menentu. Banyak kebutuhan yang lebih penting ketimbang membiayai orang orang Telkomsel yang Licik.

    Bila Penulis mengaku sangat kecewa dengan Telkomsel. Saya lebih kecewa dari itu. Kecewa sungguh kecewa.

    Bila ada tombol untuk melempar Telkomsel ke luar planet. Saya orang pertama yang ingin memencet tombol itu.

    33
    • 24 September 2021 - (15:52 WIB)
      Permalink

      Saya punya nasib jebakan Telkom Halo, mari sama2 cerdas, jgn karena BUMN kita terus diem, waktunya konsumen cerdas dan hindari telkomsel Halo, kalau perlu tinggalkan telkom Halo yg merugikan konsumen

      11
    • 25 September 2021 - (00:43 WIB)
      Permalink

      Setuju, 1-1 nya alasan saya masih pake tsel hanya karna coverage nya. Sisanya? Harga mahal, kuota sampah tipu2an banyak, sering nyedot pulsa, ping buruk, lengkap semua. Semoga dengan merger nya operator sebelah bisa mengalahkan tsel dimasa depan

    • 25 September 2021 - (23:06 WIB)
      Permalink

      Kuota tidak bisa di pakai semua. Besar kuota di aplikasi yang tidak di perlukan.. coba kalau kuota internetnya all in.. mungkin berguna.. tarif paling murah tetap mencekik. Untuk pegawai harian seperti saya.. nambah lagi kuota internet lumayan satu minggunya mahal.. telepon sms kadang kurang.. akhirnya batasan di naikin lagi samapai 200k.. boros. Ampun tiap bulan .. gara gara halo.. usul kalau bisa apa yang saya pakai. Itung dan di jumlah.. jangan pake sytem paket paket yang tidak berguna.. jahat pisan ari maneh.hehehehe tumann

  • 24 September 2021 - (13:51 WIB)
    Permalink

    dulu sayapun sering d telpon untuk di tawarin migrasi dari prabayar ke kartu hallo
    karna mungkin tau kalo aku sering isi pulsa 200perbulan
    makanya d suruh migrasi, tp aku gk mau
    d paksa pun ogah
    karna kartu pasca bayar itu tidak ada promo bahkan tdak ada
    harga paket jauh lebih mahal…

  • 24 September 2021 - (14:29 WIB)
    Permalink

    Saya juga pakai Telkomsel Halo setelah dulu pakai Indosat Pascabayar. Saya tidak ada niat untuk migrasi dari Pascabayar ke Prabayar, tapi saya lihat memang ada banyak masalah di Telkomsel Halo.

    Silahkan lihat Facebook Page Telkomsel, banyak orang yang complaint masalah serupa tentang kartu Halo, jika kartunya sudah migrasi ke Halo tidak bisa pindah lagi ke Prabayar. Pelanggan dipaksa untuk berlangganan Halo tanpa ada opsi untuk kembali ke Prabayar. Padahal di Indosat bisa, saya pernah migrasi Indosat Pascabayar saya ke Prabayar.

    Masalah ke-dua, jika sudah upgrade paket Telkomsel Halo yang lebih tinggi, tidak bisa downgrade ke paket yang lebih rendah. Misalnya pilih paket yang 150rb, tidak bisa didowngrade ke paket 100rb atau 80rb. Menurut saya ini adalah pemaksaan kepada konsumen. Seharusnya konsumen diberikan hak untuk upgrade maupun downdgare, bukan dipaksa hanya bisa upgrade saja.

    Masalah ke-tiga, paket internet Halo lebih mahal dibandingkan yang prabayar. Seharusnya konsumen setia Halo diberikan kelebihan dengan paket yang lebih murah, karena pengguna kartu Halo adalah pelanggan setia Telkomsel yang membayar lebih banyak setiap bulannya.

    Masalah ke-empat. Ini sebenarnya bukan terjadi di kartu Halo, tapi di produk prabayarnya. Paket internet Telkomsel itu tidak bisa diperpanjang otomatis, kita harus memperpanjangnya sendiri sebelum tanggal kadaluarsa. Jika lupa, maka internetnya akan langsung memotong pulsa hingga habis. Jadi, setiap bulan kita harus ingat untuk beli paket internet, kalau tidak mau pulsanya habis. Padahal di Indosat ada fitur perpanjang paket internet otomatis, jika pulsanya tidak cukup pun internetnya akan berhenti secara otomatis jadi pulsa tetap aman. Perpanjang otomatis adalah fitur yang sangat sederhana yang seharusnya ada di Telkomsel. Saya sudah menghubungi customer servicenya dan saya kaget karena fitur yang sangat sederhana ini tidak ada di Telkomsel.

    17
    1
    • 25 September 2021 - (23:10 WIB)
      Permalink

      Niatnya emang menjebak. Raup keuntungan walau apapun caranya.
      Sekarang saya jalai saja.. sayang nemer sudah lama.. menyedihkan. Mudah mudahan telkomsel bijak ya untuk ke depannya. Dan menanggapi keluhan keluhan pelanggannya. Aamiin

  • 24 September 2021 - (16:18 WIB)
    Permalink

    Pernah sih coba coba, dan hasilnya malah lebih boros ketimbang prabayar. akhirnya dengan terpaksa ganti nomor.

  • 24 September 2021 - (16:35 WIB)
    Permalink

    Bener banget, punya saya juga mirip demikian, tiap bulan diisi pulsa rutin. Tiba-tiba kartu diblokir. Datang ke grapari akan diaktifkan kembali nomornya tetapi disuruh untuk migrasi ke KartuHalo. Kan ini operator telekomunikasi ngga fair dong, mentang-mentang market leader di bidangnya. BUMN yang punya ‘laba’, tetapi caranya dengan memeras konsumen.

  • 24 September 2021 - (19:18 WIB)
    Permalink

    Memang menyesatkan, temen saya yang nomornya sudah ditautkan ke tempat lain seperti bank dan dikenal banyak orang, dengan pertimbangan 5 bulan terpaksa ganti nomor, karena sudah kerepotan pake kartu Halo. Saya juga ditawari berkali-kali, tapi karena ada aturan tidak bisa ganti ke prabayar lagi (ini seperti jebakan berbahaya) , langsung saya bilang ga bakalan tertarik, setelah itu ga pernah ditawari lagi.

    • 26 September 2021 - (00:04 WIB)
      Permalink

      Sepertinya memang jebakan, saya juga salah satu korban dan nomor yang sudah berpuluh tahun dipakai harus dinonaktifkan karena migrasi ke hallo. Karena paketnya mahal sekali dibanding prabayar, apalagi provider lain. Kuota cepat habis dan kadang sinyalnya jelek juga. Akhirnya ganti provider, jaringan hampir sama saja dengan harga paket lebih murah.

  • 24 September 2021 - (21:01 WIB)
    Permalink

    saya juga salah-1 korban dari menejemen busuk telkomsel. Saya mengunakan simpati loop Tahun 2015, 2 tahun mengunakan simpati loop tiba-tiba di tawari untuk migrasi ke kartu halo. Waktu saya masih menggunakan kartu prabayar untuk paket iternet 15gb saya harus membayar 100rb/bulannya, sedangkan kalo saya migrasi ke kartu halo, kartu halo menawarkan 20gb dengan harga 100rb/bulannya belum termasuk pajak, setelah saya kalkulasi saya untung 10gb untuk pembayaran perbulannya, lebih untung pake kartu halo dari pada kartu simpati loop. Paket prabayar simpati loop 15gb, untuk all internet hanya 10gb. 5gb-nya hanya layanan maxtrem.
    Sedangkan kartu halo 20gb saya hanya membayar 100rb/bulannya belum termasuk pajak. Ternyata isi paket 20gb kartu halo 10gb-nya maxtrem dan 10gb-nya lagi all internet. Nah.. disini saya terjebak oleh busuknya castemer servis telkomsel, saya pikir tidak ada ubahnya dengan paket 15gb prabayar. Mau menonaktifkan kartu halo sayang mau ganti nomornya, dengan begitu saya tetap membayar perbulanya sekitar 111rb/bulannya.
    Cuma kadang-kadang saya mengunakan telpon all operator yang kelewat limit jadi tagihan yang pernah saya bayar sampai sebesar 130rb. Dan batas limit pembayaran saya sebesar 150rb.
    Intinya tidak ada ubahnya dengan paket prabayar 15gb dan paket yang di sediakan sama kartu halo pascabayar 20gb.
    Dan menurut saya perbedan prabayar, kita bisa menentukan paket sesuai keuangan. sedangkan kalo pake pascabayar kita harus membayar paket 1 bulan, tidak bayar paket 1 bulan maka diputus semua jaringannya jadi mau tidak mau harus bayar tiap bulannya. Itu yang memberatkan saya dan kecewa dengan layanan busuk telkomsel.😡😡😡😡

    • 25 September 2021 - (23:15 WIB)
      Permalink

      Menyedihkan itu yang saya alami juga.. Bismillahirrahmanirrahim.. mau ganti nomor lagi.. mudah mudahan tagihan bisa di bereskan bulan ini.. sedih sedih

  • 24 September 2021 - (21:14 WIB)
    Permalink

    Telkomsel itu paling mahal sejagat Indonesia kualitas mah sama saja. Ud coba smartfren lebih murah dan speed lumayan

  • 24 September 2021 - (21:23 WIB)
    Permalink

    Saya mengalami hal sama..smpe skg terpaksa pakai pascabayar kartu halo..krn nomer ku penting sudah lama aku gunakan ingin kembali ke prabayar biasa juga tidak bisa.. SMG lwt MK ini ada solusinya..dan pihak Telkomsel segera memperbaiki sistemnya..

    Mungkin banyak kasus senasib dengan kita ya penulis.. pihak GraPARI Telkomsel ingin mencari untung dengan cara seperti ini

    11
    • 25 September 2021 - (23:17 WIB)
      Permalink

      Saya tirut dukung dan mendoakan semoga telkomsel lebih bijak.. jangan hanya cari untung.

  • 24 September 2021 - (23:00 WIB)
    Permalink

    Permasalahan nya sama dengan saya,, padahal nomor nya sudah saya tautkan untuk banyak akun dan juga mobile banking. akhirnya saya terpaksa ganti nomer telepon walaupun harus update semua akun sosial dan yang paling repot sih mobile banking karena harus ke kantor bank untuk update data nya.

    Intinya saya sangat setuju bahwa strategi telkomsel ini adalah sangat merugikan bagi konsumen yang memiliki data nomer telepon sudah lama karena akan sangat kerepotan kalau harus mengganti nomer teleponnya. Dan kalau pun tetap dengan kartu halo nya harus siap dengan tagihan bulanan yang tidak sedikit.

    Untuk pihatk telkomsel tolonglah lebih maniusiawi. Kebutuhan manusia itu bermacam macam gak semua sanggup dan mau menggunakan layanan anda secara berlebihan

    10
  • 24 September 2021 - (23:21 WIB)
    Permalink

    Benar sekali, saya juga pelanggan telkomsel dari tahun 2008, ketika hp saya hilang th 2013 saya lapor ke grapari malah di tawari kartu halo hanya untuk mendapatkan no lama saya yg hilang, paket nya mahal2 tp masih ada untungnya yaitu jaringannya kencang tp sekarang jaringan sama leletnya, paketnya mahal2, klo paket dah habis gak bisa nambah (kecuali batas pemakaiannya gak ada tp resikonya siap2 tagian bengkak), yg ruginya lagi gak bisa di isikan pulsa buat sekedar beli paket sementara

  • 25 September 2021 - (06:53 WIB)
    Permalink

    Saya termasuk nyesel migrasi ke Hallo…mahal sekaliiiiii kalau gak butuh aslinya malesss….sy pakai prabayar semenjak 2002 bisa membedakan sama² fungsinya beda harganya ….hadehhhh….nyuesellll pokoknya…

  • 25 September 2021 - (07:53 WIB)
    Permalink

    KaLo di turuti.. sEhari nyampe 27 kaLi TELpon aku dari 188.. aku maLEs and muak.. aku bLokir aza nomor tak di kEnaL.. migrasi kok maksa.. kayak preman aza.. harusnya di kasih diskon.. sbab tLah puLuhan tahun pake TeLkomsel.. eehh ini maLah ibaratnya mau ngEbunuh sEcara PELan..

  • 25 September 2021 - (09:25 WIB)
    Permalink

    Aku juga pernah tuh, di telpon berkali² oleh call center di tawarin buat migrasi ke kartu halo. Awalnya emank sih menggiurkan dan dari call center seakan terus memaksa dengan segala promo ini itu BLA BLA BLA. Aku bilang ntar dulu deh pikir² dulu kalo buat migrasi, karena kalo udah migrasi ga bisa balik ke awal. Sampe 3 hari berturut² aku di telponin, ya udah aku bilang aja ga mau migrasi, pikir² lumayan ribet, tapi dari call center kayak masih maksain aku buat migrasi, ya aku tetap ga mau donk. Dan akhirnya ga di telpon² lagi.. 😀😀

  • 25 September 2021 - (10:54 WIB)
    Permalink

    Sebenernya saya sempet bangga migrasi (dari kartu as) ke hallo,tapi setelah kira2 6 bulan setelah migrasi promo semua hilang….tapi untungnya limit saya cuma 100/bulan,biaya bulanan 60ribu + ppn…

    • 25 September 2021 - (13:41 WIB)
      Permalink

      Saya juga ditawarin, untung saya bilang nanti dulu deh, saya mau cari info lengkapnya dulu krn biasanya penawaran via telp itu yg menguntungkannya aja diinfo, yg merugikan gak diinfo. Jadi hrs teliti apalagi kalo sdh migrasi nomor gak bs balik lg jd Prabayar. Eh, setelah dicek ternyata lebih mahal. Gak jadi deh. Tp masih aja ditelpon dari 188, akhirnya saya blokir aja. 😅

  • 25 September 2021 - (19:13 WIB)
    Permalink

    Alhamdulillah, aku udh lama di tlpn tlpn gak terangkat. 3 hari lalu baru terangkat. Kutanya siapa ni? Rupanya cwe dari Telkomsel, dia panjang lebar jelasin aku bengong🙄🙄🙄. Bestu kutanya klo gak ijinin boleh. Katanya bole, ya udh aku bilang gak ah. Syukur gak masuk jebakan Batman😤😤😤

  • 25 September 2021 - (22:34 WIB)
    Permalink

    Baru migrasi dua bulan. Belom terasa apa apa sih. Karna waktu ditawarin migrasi. Masih punya pulsa 400 rb. Katanya buat bayar sampe Abis. Sekarang Jadi H2C kalo pulsa dah abis nanti. Ya Allah lindungi hambamu dari niat niat orang yg Jahat. Amiin

  • 25 September 2021 - (22:35 WIB)
    Permalink

    Saya korban jebakan Betmen Kartu Hallo.
    Promosinya menjanjikan, tetapi ternyata menjerumuskan. Mau di ganti nomornya, nomor cantik & rekan” taunya yang saya gunakan adalah nomor yang ini (telah di rubah ke kartu Hallo).
    Saran saya Telkomsel suapaya bisa mengembalikan ke kartu semula, karena hal ini sangat mudah, hanya dirubah di aplikasinya saja & jangan mencari keuntungan dengan cara seperti itu.

    • 26 September 2021 - (06:25 WIB)
      Permalink

      Saya rasa kalau Telkomsel memberikan keleluasaan pada konsumennya untuk kembali ke prabayar maka konsumen tidak merasa terjebak…
      Begitu yang saya rasakan….

  • 26 September 2021 - (00:31 WIB)
    Permalink

    Saya terjebak di tahun 2018, paket awal 60 ribu… Dulu cukup ternya terus menerus kita nambah paket, dan yang paling aneh hitungan pajak gak logis, masa pemakaian 180 ribu harusnya kalo sama pajak 198, ini harus bayar 119 ribu. Intinya harapan saya, bisa balik dari Hallo ke pra bayar

  • 26 September 2021 - (15:35 WIB)
    Permalink

    Sepakat, kartu halo kemahalan.. semoga aja gak digigit hiu lagi kabel bawah lautnya.!

  • 27 September 2021 - (15:07 WIB)
    Permalink

    Saya jg migrasi ke kartu halo.. saat ini aman di paket halo unlimited 150rb/bln kuota 30gb + 10gb/6bln.. jd total 40gb + 250 mnt + 400 sms ke semua operator..

    Billing masih aman 165rb/bln… hanya memang minus tidak ad paket malamnya..

  • 28 September 2021 - (09:45 WIB)
    Permalink

    saya pemakai nomor cantik telkomsel walaupun AS, beberapa kali saya ditawarkan pindah ke Halo dgn modus sama dgn di atas.
    Tapi simple aja… NO… krn pemakaian saya tiap bulan gak tetap, kadang 100rb, kadang di bawah itu… kadang aja 200rb an…
    dan krn dulu saya pemakai Halo, walau sudah tutup… jadi ya lgsg bilang TIDAK, terima kasih.

    Gitu aja sih ke mereka.

  • 28 September 2021 - (13:45 WIB)
    Permalink

    kita semua sedang menanti tanggapan dari perusahaan… sampai saat ini belum nongol….

    • 29 September 2021 - (05:51 WIB)
      Permalink

      sy pun ditawari entah sudah berapa kali ditelp csnya, awalnya pas ditanya gtu sy lgsg mikir, nih klo ngga nguntungin provider ga mungkin sampe nelp2 pelanggan jd sy jawab nanti pikir2 dulu, sy spontan bertanya klo sy ngga cocok halo bisa balik lg ngga? katanya ngga bisa, untungnya stlh telp pertama itu sy bandingin keseluruhan trnyata sy lbh cocok pra bayar krn lbh murah buat sy, alhasil tiap ditelp fix to d max jawab ngga usah nawarin2 halo lagi, sy ga butuh..,
      brp bulan trkhr udah ga ditelp2 lagi, saran aja klo nanti ada penawaran2 sejenis jgn lgsg iyakan klo ragu, mending bandingin dulu plus minusnya, toh klo akhirnya mau migrasi bisa ke grapari, semoga ada kebijakan khusus jika ingin kembali prabayar khususnya pelanggan dgn nomor yg udah lama digunakan termsuk kasus mimin ini

      • 29 September 2021 - (13:06 WIB)
        Permalink

        kalo ada audit etika ato tata krama perusahaan, pasti sudah kena nih telkomsel…. 🙂

 Apa Komentar Anda mengenai Telkomsel?

Ada 66 komentar sampai saat ini..

Tawaran Migrasi dari PraBayar ke Kartu Halo Telkomsel Menjebak Konsume…

oleh ALFRED DJUANG dibaca dalam: 3 menit
66