Tagihan Akulaku Harus Dibayar untuk Menghindari Denda atas Barang yang Tidak Saya Terima

Yang terhormat Akulaku,

Pada tanggal 29 Agustus 2021 saya pesan barang berupa Laptop ASUS A407MA, dengan nomor pesanan: 1630209884663246021818 melalui Akulaku pada merchant TEKNO GARAGE. Pesanan saya tersebut dalam bentuk cicilan dengan uang muka Rp.0,- dengan rincian tagihan Rp.445.000 tanggal jatuh tempo pembayaran pertama tanggal 25 September 2021.

Permasalahannya:

  1. Sampai dengan hari ini saya tidak menerima barang pesanan saya. Setiap kali saya chat merchant jawabannya “on proses”.
  2. Status barang awalnya sedang di-pick up kurir, ada nomor resi JNE, yang anehnya sewaktu saya cek nomor resi TIDAK VALID. Seminggu kemudian nomor resi malah menghilang.
  3. Saya telepon CS di 1500920 seminggu setelah pesanan saya, saya diminta menunggu seminggu lagi. dan kembali saya telp CS setiap seminggu sekali.
  4. Saya juga sudah mengirimkan feedback.
  5. Sejak tanggal 22 September 2021 setiap hari saya ditelepon pihak penagihan Akulaku agar saya membayar tagihan saya.
  6. Saya cek pesanan saya, sekarang berubah. Jadi ada uang muka.sedangkan barang yang saya pesan TIDAK TERSEDIA.
  7. Hari ini (29/09/21 pukul 17.15 saya kembali telepon CS Akulaku, dan ajaibnya saya malah diminta membayar tagihan dengan alasan: ini adalah pesanan pertama saya dan juga untuk menghindari denda keterlambatan. Yang benar saja? Kenapa saya jadi harus membayar tagihan???

 

Mohon pihak Akulaku segera menindaktlanjuti bahwa saya sudah sejak 2 minggu yang lalu memutuskan MEMBATALKAN pesanan saya, dan mohon hentikan menagih saya atas barang barang yang tidak saya terima.

Saya juga SANGAT BERKEBERATAN membayar tagihan dengan alasan apapun (pesanan pertama maupun menghindari denda). Ini jelas-jelas merugikan dan mengganggu saya. Dan saya tidak mau membayar berapapun.

Terima kasih kepada pihak Media Konsumen, juga saya mengharap bantuan dari pihak terkait yang membaca surat ini. Jika masih ada tagihan dari pihak Akulaku saya harus melapor kemana?

Asyih Witayati
Malang, Jawa Timur

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai Akulaku:
[Total:88    Rata-Rata: 2.7/5]
Tanggapan Akulaku atas Surat Pembaca Ibu Asyih Witayati

Kepada Yth Redaksi Mediakonsumen.com di Tempat Dengan hormat, Terkait dengan surat pembaca konsumen dari Ibu Asyih Witayati pada tanggal 29...
Baca Selengkapnya

86 komentar untuk “Tagihan Akulaku Harus Dibayar untuk Menghindari Denda atas Barang yang Tidak Saya Terima

    • 29 September 2021 - (23:23 WIB)
      Permalink

      “ Saya juga SANGAT BERKEBERATAN membayar tagihan dengan alasan apapun ……… Dan saya tidak mau membayar berapapun. “

      Pikir seribu kali atas tindakan anda itu.

      Apa yang akan terjadi jika anda ngotot tidak membayar. Perlu anda ketahui bahwa ini kenyataan yang pasti akan terjadi.

      Apa Efek daripada itu.?

      1. DC akan terus menagih membabi buta. Menggangu dan meneror teman temanmu.

      2. DC akan berkata Fitnah tentang dirimu agar temanmu panas dan berprasangka buruk padamu.

      Apa Dampak daripada itu?

      1. Personality hancur lebur.

      Misalkan dulu teman teman mengenalmu sebagai orang yang kaya, penyabar, hati hati, cermat, dsb dsb. Kini menjadi sebaliknya. Ceroboh, malu maluin.

      2. Kamu akan menjadi orang yang nomor satu untuk dihindari.

      Teman temanmu akan berusaha untuk tidak mengajakmu pada aktifitas kebersamaan. Mereka sudah menganggapmu sebagai Toxic, yang pernah merugikan.

      3. Sulit mendapat teman baru.

      Ketahuilah, tidak semua teman temanmu, yang sudah di Telfonin DC, mengaku padamu bahwa sudah di telfon DC.

      Ada yang menyimpan rapat rapat hal itu. Berpura pura, seakan akan tidak pernah terjadi apa apa. Namun disinilah hal yang paling mengenaskan terjadi.

      Walaupun mereka tidak pernah bercerita padamu tapi mereka malah bercerita kepada teman temanmu yang lain, bahkan bercerita pada teman teman yang mungkin belum anda kenal. Sehingga menghalangimu untuk mendapat teman baru.

      Jika anda merasa masih muda, coba pikirkan seribu dua ribu kali. Apakah tindakan anda itu sepadan dengan Dampak yang tidak main main itu.?

      3
      67
      • 30 September 2021 - (07:06 WIB)
        Permalink

        Saya perhatikan, setiap ada keluhan di MK, komentar anda tidak pernah membantu. seakan-akan semua salah konsumen. Ayolah, untuk apa pemerintah mengeluarkan uu perlindungan konsumen, dan untuk apa ada MK, itu semua demi terciptanya keamanan dan kenyamanan saat kita akan berbelanja atau mengkonsumsi makanan yang kita beli. Bantulah mereka bukan menyalahkan,,

        Dan untuk kasus belanja di akulaku agar resi terlacak, saya sarankan ambil barang di shoppe tapi untuk metode pembayaran pilih akulaku, nanti anda akan dibawa ke aplikasi akulaku untuk melakukan login, pilih tenor, selesai.

        20
        1
        • 30 September 2021 - (09:23 WIB)
          Permalink

          Iya bener. Ada mulu dia komen tapi komen ga membantu. Aneh tu orang. Ada masalah apa dihidupnya.
          Jelas2 yg salah dari akulaku malah nyalahin konsumen

          13
          1
          • 30 September 2021 - (15:48 WIB)
            Permalink

            Salah satu DC

        • 30 September 2021 - (19:09 WIB)
          Permalink

          Saya perna baca ada komen a/n isdebe katanya mohon maaf atas komen2 nya, yg tulis anaknya n baru keluar rsj

        • 1 Oktober 2021 - (14:02 WIB)
          Permalink

          Embweer.. Dimana mana pokoe ada isdebe, kynya idupnya emang buat komenin masalah orang mulu, mending masukannya membantu

      • 30 September 2021 - (08:01 WIB)
        Permalink

        Nih DC akulaku bro..kasian dia kerja dalam tekanan.. ancamanya pemecatan..😁
        Makanya komentarnya memojokan teruss..

        10
        1
      • 30 September 2021 - (09:32 WIB)
        Permalink

        @Kepada siapa saja yang membaca tulisan saya itu.

        Please….Trust me…..
        Saya mengajak anda berpikir realistis. Berpikir individu. Abaikan Dislike pada bawah komentar itu.

        Coba baca ini.

        Resiko mengerikan dari PinjoL adalah seperti yang saya tulis diatas. Itu asli dan nyata.

        Kalian pas awal berhutang pasti merasa YAKIN SANGGUP MEMBAYAR. Yakin seyakin yakinnya. Yakin yang seharusnya mentok di 100% malah anda tambahin menjadi Yakin 1000%.

        1. Anda Yakin karena hutang lebih sedikit dari Uang Penghasilan anda.
        2. Anda yakin karena anda dikelilingi Harta yang berlimpah.
        3. Yakin karena di kelilingi keluarga yang siap membantu kapan saja.

        Sehingga tidak mungkin dan merasa mustahil jika suatu saat tidak bisa membayar hutang.

        Dan tidak mungkin akan mengalami Resiko mengerikan dari PinjoL.

        Tapi Ketahuilah.

        Suatu saat pasti akan terjadi. Dimana anda tidak membayar PinjoL bukan karena anda tidak punya Uang.

        Tapi karena SAKIT HATI.

        Ngotot tidak membayar, ngotot mempertahankan ego, tapi melupakan Resiko mengerikan dibaliknya. Resiko mengerikan yang anda anggap sepadan hanya demi membalas Sakit Hati pada 1 orang (cs Pinjol or DC PinjoL), namun berakibat nama baik anda rusak seumur hidup.

        Resiko nama baik rusak seumur hidup hanya demi mempertahankan uang. Yang mana selama ini, uang tidak terlalu berarti bagi anda, karena uang anda dimana mana.

        Sekali lagi, Realistis.

        Anda bisa membayar dulu, Amankan nama baik anda dulu, prihal keadilan disusul nanti kemudian.

        Prihal Sakit Hati, dibalas kemudian.

        4
        42
        • 30 September 2021 - (10:58 WIB)
          Permalink

          ada barang, maka ada uang. Gak ada hubungannya dengan nama baik, susah nyari teman dsb.

          Kalau perlu lapor polisi sekalian atas tagihan yang barangnya tak pernah terima.

          15
          • 30 September 2021 - (14:04 WIB)
            Permalink

            Lu masih bocil sih ya, jadi belum ada harkat dan martabat.

            3
            16
        • 30 September 2021 - (18:38 WIB)
          Permalink

          halah dari tadi membabi buta aja terus bacotnya 😀😀😀.
          sini DC yg paling membabi buta suruh telpon gw ta jabanin

          2
          1
        • 1 Oktober 2021 - (00:12 WIB)
          Permalink

          Hebat bung anda elo pikir pakai otak jangan pakai dengkul.tidak perna menerima barang nya tetapi harus bayar.kalau bisa legal cara rampok kayak gitu untuk apa ada peraturan di negara ini ubah saja jadi hukum rimba.

      • 30 September 2021 - (12:50 WIB)
        Permalink

        Saya baca koment anda…
        Sumpah jadi gemes sendiri…
        Ga ada solusi…
        Malah bilang yang aneh2…
        Eh,perempuan…
        Baca kasusnya ga sie…
        Dia belom mendapat barangnya…
        Transaksinya juga fiktif…
        Terus suruh bayar cicilan…
        Pake duit moyang elo??
        Karyawan akulaku ini pasti perempuan…
        Makanya ngebelain muluu pinjol jahanam ntuh

        13
        • 30 September 2021 - (14:03 WIB)
          Permalink

          Lo liat baca lagi kasusnya.

          Itu bukan terjadi kemarin sore. Komplen Dia ini sudah telat banget.

          Tunggakan sudah ada. DC sudah panas dan siap untuk menelepon membabi buta.

          Kasih solusi yang tepat. Solusi untuk memperkecil masalah bukan malah memperbesar.

          Bayar dulu, DC diem,

          Baru deh fokus lagi lanjutin Komplen.
          Pasti dibalikin lagi tuh duit yang sudah dibayar.

          Lu kalo pembaca media konsumen yang udah lama banget. Pasti tahu, banyak kasus, sudah bayar bahkan 4 x cicilan, komplen tidak merasa pinjam, bisa dibalikin.

          1
          11
          • 30 September 2021 - (14:41 WIB)
            Permalink

            Yakin dibalikin bl*k??
            Orang barang ga terima aja mereka ga tau malu berani nagih…
            Apalagi duit yang udah masuk…
            Dianggap rejeki dari langit…
            Peak…
            G*bl*k mu natural tanpa formalin…

            6
            1
        • 30 September 2021 - (22:37 WIB)
          Permalink

          “Yakin dibalikkin”

          Ya makanya lo kalo gak sering baca berita gak bakalan tahu.

          Coba lu cari cari, ada gak Surat Pembaca yang dikirim berulang ulang oleh orang yang sama dan masalah yang sama, ada gak.?

          Gak ada kan. Tuh artinya masalah sudah beres.

          Ntah itu Transaksi diBatalin oleh sistem, Ntah itu Barang Sudah Beneran Sampai, yang jelas mereka tidak melayangkan SP susulan.

          Perlu Konsumen akulaku ketahui, Transaksi Belanja anda di Merchant Akulaku, semua tercatat lengkap di sistem. Chat antara anda dengan Penjual Toko Merchant, terdokumentasi dan bisa dilihat oleh Cs.

          Dengan begitu, bukti bukti bahwa anda memang benar akan terlihat.

          Dan jika sebaliknya, anda berbohong, bukti bukti pun terlihat.

          Jadi jangan seperti kebakaran jenggot. Seolah olah Cs tidak peduli. Respon Cs lambat, Langsung ngotot gak mau bayar. Padahal kalian tidak tahu dibalik itu. Komunikasi antara Cs dengan Penjual Merchant butuh waktu, satu Cs berkomunikasi dengan banyak penjual Merchant. Dan Cs itu melayani berbagai problem tidak hanya problem anda sendiri.

      • 30 September 2021 - (13:19 WIB)
        Permalink

        dia udah bener lagi jangan mau bayar ….dia beli dr akulaku harusnya terkoneksi semua cuma akulakunya aja yang bertele2…kalo ada temen yang lawyer enak itu somasi akulakunya jika DC nya sebar sms tagihan yang biasanya kata2nya kasar ane pastikan keder itu akulaku

        • 30 September 2021 - (17:47 WIB)
          Permalink

          Gila ternyata aplikasi akulaku bgini bnyk komplenan y , sya jg lg nunggu psanan sya dh seminggu blm ada kejelasan , nmor resi jg g bsa dilacak , nyesel ambil akulaku

      • 30 September 2021 - (13:34 WIB)
        Permalink

        sontoloyo kamu ya, kamu depkolektor yahh . jangan di bayar gausah di bayar . kalau barang nya tidak terima . boar dc nya data saja kerumah kasih jelasin apa yg trjadi, biasa nya pihak dc yg lbih ngerti . bodoh amat abaikan telpon mya lgian kita ga terima barang . kirim email ke ojk kalau mau mlapor. biar tau ojk mslh sprti ini sring trjadi . busuk

      • 30 September 2021 - (13:59 WIB)
        Permalink

        baca baik baik keluhan nya..baru anda paham..jangan asal ambil kesimpulan…yang di salahkan ya pihak aku laku…pesanan gak sampai ke konsumen, no resi gak valid..tadi nya DP 0% berubah jadi ada % nya..nah di sini sudah jelas ada permainan dari aku laku..

        kecuali anda di pihak aku laku…saya makluminn..SALAM CUAN🔥🔥🎉🔥🔥

      • 30 September 2021 - (19:11 WIB)
        Permalink

        Setiap ada berita mengenai akulaku pasti selalu ada, jgn2 msh pegawainya akulaku ini atau DC yg suka neror 🤣

      • 30 September 2021 - (19:21 WIB)
        Permalink

        Ngoceh panjang lebar tapi tidak berbobot. Lain kali kalau mau komen pasang dulu otak mu.

      • 30 September 2021 - (21:31 WIB)
        Permalink

        Pak Isdebe.. Saya pribadi masih muda dan keputusan saya setuju dengan ibu Asyih Witayati, yaitu tidak akan membayar untuk sesuatu yang tidak saya miliki.

        Mereka mau meneror memfitnah silahkan. Justru saya punya bukti, bisa saya laporkan ke YLKI atau polisi aduan perbuatan tidak menyenangkan atau fitnah, juga bisa UU ITE.

        Saya tidak peduli dengan points yg anda sebutkan (1) personality hancur, (2) menjadi orang no 1 untuk dihindari (3) sulit dapat teman baru. Itu semua tidak ada hubungannya dengan kasus ini. Nampaknya komentar anda cuma copas dari artikel lain.

        (Baca sekali lagi apa isi dari kasus ini). Kasus ini bukan soal beli trus ga mau bayar cicilan. Isi soal bayar cicilan terhadap barang yg engga pernah dimiliki).

        Kalo anda sudah tua coba pikirkan lagi apakah saran anda itu sudah benar? Ingat, sekalipun anda tua belum tentu paling benar.

        Salam..

        • 30 September 2021 - (22:16 WIB)
          Permalink

          @Setyo

          Anda memilih tidak membayar, resikonya sudah saya gambarkan, itu asli dan nyata.

          Jika anda memilih Membayar sesuai arahan CsPinjoL, DC akan diam dan nama baik anda tidak akan rusak, kemudian anda bisa melanjutkan Komplain tentang status barang apakah bisa dibatalkan atau Tidak.

          Coba anda lebih konsentrasi lagi, baca lagi status transaksinya.

          Disitu belum final, masih proses, masih mengambang.

          Final jika status ‘Barang sudah di Terima’. Jika diaplikasi sudah tertulis ‘Barang sudah diTerima’ namun ternyata Barang belum anda terima, maka sudah menjadi hak anda untuk membatalkan transaksi itu karena itu sudah termasuk kesalahan sistem.

          Tapi sekali lagi, coba anda baca berulang ulang, biar anda paham, status transaksi tuh anak ada pada posisi apa.?

          Jika anda sudah paham, itulah alasan saya menyarankan untuk membayar lebih dulu, sesuai arahan dari CsPinjoL itu.

          • 3 Oktober 2021 - (06:11 WIB)
            Permalink

            kalo elu beli motor nyicil,,motornya nggak dateng, tapi tetep disuruh bayar cicilannya mau kagak?

      • 1 Oktober 2021 - (00:08 WIB)
        Permalink

        Wah ini mah komennya dc 🤣🤣🤣
        Gila lu ..kalau harus bayar sementrara orang tidak punya hutang..kalau ditelpon dc ..tinggal laporin aja kepolisi

      • 1 Oktober 2021 - (09:07 WIB)
        Permalink

        Itu terlalu paranoit menurut saya…faktanya .gk ngaruh apa2 pd hub sosialisasi…pertemanan persahabatan..atau hubungan apapun…mereka2 atau kita2 lebih percaya karena sdh saling mengenal dgn baik tdk akan rusak oleh telfon2 atau media apapun ..yg datang tiba2 merusak pribadi sseorang..gk semudah itu ..masyarakat sdh faham yg namanya online itu kayak apa .dan semua org punya masalah sendiri2 ..klopun benar mrk2 maklum krna kondisi…soal kepercayaan..atau apapun gk akan berubah ..nama baik gk akan hancur…Krn fitnah yg tiba2

        1
        1
        • 1 Oktober 2021 - (09:17 WIB)
          Permalink

          Dan yg ada masyarakat yg baik akan manjauhi..pinjol ..karena prosedur nagihnya bar bar ..kecuali..org2 yg memang cari untung sendiri ( pemain istilahnya)..

      • 1 Oktober 2021 - (12:50 WIB)
        Permalink

        Ni orang kebanyakan tolol nya. Barang ga nyampe ko dibayar.. ya ga mau lah bodo didatengi polisi pun alibi kuat.. santai aja jgn dibayar

      • 3 Oktober 2021 - (06:08 WIB)
        Permalink

        kalo dibayar ya kasus selesai lah..
        wong nggak dibayar aja komplainnya nggak di respon,,apalagi uda dibayar,,,

    • 1 Oktober 2021 - (00:57 WIB)
      Permalink

      Saya sebagaimana pengguna setia akulaku bisa kasih pencerahan, anda sedang membeli barang dari luar biasanya cina, nah sistem pengiriman dari cina akulaku bekerjasama dengan e-commerce,dari e-commerce dilanjutkan ke JNE, jadi kalau anda tracking belum ada di JNE itu berarti pesanan anda masih belum masuk ke Indonesia, karena menurut informasi yg saya baca jasi pengiriman ini tidak bisa berangkat kapanpun, kargo harus penuh sebelum berangkat, maka jika kargo tidak penuh jasa pengiriman ini tidak berjalan, untuk variasi pengiriman bisa paling cepat 7 hari paling lambat 1 bulan. Hal tersebut sebenarnya merugikan pembeli karena akulaku menghitung penagihan sejak pembeli melakukan pemesanan bukan sejak barang diterima, jadi jika membeli barang dari luar bulan ini dan terkendala permasalahan diatas akulaku tetap akan menagih bulan depan sekalipun barang belum sampai. Itu konsekuensi akulaku karena saya sendiri pernah mengalami, beli hp dari luar hp baru sampai 1 bulan lagi, begitu saya terima saya sudah harus bayar besok harinya tagihan pertama tapi gpplah saya anggap itu DP getu aja.

      • 1 Oktober 2021 - (09:03 WIB)
        Permalink

        Bener banget mas bro, untung deh lo masuk dimari, biar cerah tuh pikiran para PinjoLers Akulaku. Mereka ngabacot doang tapi kagak tau apa yang terjadi. Cuma bisa bilang “jangan bayar jangan bayar”.

        @Semua Para PinjoLers Akulaku

        Baca tuh pencerahan dari @FARUQ

        1. “akulaku menghitung penagihan sejak pembeli melakukan pemesanan bukan sejak barang diterima “

        Itu sebabnya mengapa Penulis sudah di tagih untuk cicilan pertama walaupun barang belum sampai.

        Sekali lagi saya ulangi. Itu barang memang belum sampai ya. Di aplikasinya Tidak melaporkan bahwa ‘barang sudah sampai’ atau ‘barang sudah diterima’.

        2. Penjual masih memperoses pesanan pembeli itu.

        Coba lo semua baca tuh perkembangan transaksinya. Perkembangan yang diceritakan Penulis. Itu nomor 1 tertulis ON PROCESS, Nomor 2 dan seterusnya Resi Ada dan Hilang lagi (ini keanehan yang memang harus anda maklumi).

        Dan Terakhir apa coba yang di ceritakan penulis.? itu bukan status Transaksi, tapi itu Tagihan Cicilan Pertama (status itu otomatis muncul karena sudah berjalan 1 bulan sejak Pemesanan). Namun untuk status barang masih tetap ON PROCESS. Ini sudah wajib anda membayar dulu.

        Tetap Sabar dan tunggu aja nanti, jika sudah Final maka akan tertulis ‘Barang Sudah DiTerima’.

        Nah jika memang sudah muncul tulisan ’Barang sudah diterima’ tapi kenyataannya barang belum anda terima, baru deh lo kebakaran jenggot. Baru deh lo bisa anggap ini penipuan dan wajar jika lo gak mau bayar.

        Tapi sekali lagi saya kasih tahu. Bahwa Pesanan masih ON PROCESS. Pembeli meminta membatalkan masih belum disetujui oleh Penjual. Itu artinya Penjual masih memproses pesanan Pembeli.

        3. Beli barang Ngutang tuh memang lama, dan aneh. Lu semua harus tau itu, jangan cuma bisa ngebacot doang deh Lu.

        2
        2
        • 1 Oktober 2021 - (10:04 WIB)
          Permalink

          Kalau akulaku mau menjaga kepercayaan para konsumen dan mengurangi banyaknya keluhan, seharusnya system di aplikasi banyak yang harus dibenahi. Misalnya saja tidak adanya ulasan pembeli di setiap produk yang dijual,padahal itu penting bagi pengguna dan bisa saja menguntungkan penjual karena toko tersebut memberikan kredit lebih murah dari toko yang lain. Tidak adanya garansi kepada konsumen apabila barang selama 5 hari belum dikirim maka pesanan batal otomatis dan dana akan dikembalikan seperti platform aplikasi serupa, kurangnya respon penjual saat dichat, parahnya lagi tidak ada kejelasan saat kita menghubungi pihak CS, dan masih banyak lagi.

  • 29 September 2021 - (20:20 WIB)
    Permalink

    Gw heran masih aja ada manusia yg belanja di akulaku. Emang akulaku benefit nya apa sih? Enakan juga belanja di tokopedia, sopi dan bukalapak. Yg top 3 deh.

    8
    1
    • 30 September 2021 - (05:55 WIB)
      Permalink

      Tertarik sama uang muka Rp.0,- cicilan terjangkau. Ini juga pesanan pertama… setelahnya menyesal, 😭😭😭
      Gak lagi-lagi deh,

      • 30 September 2021 - (10:07 WIB)
        Permalink

        Santai aja bu.,g usah di bayar biarin aja..g usah dengerin yg ngomong keadilan dan bla bla bla…g usah takut dg nama baik jadi jelek,karena alasan jelas mereka yg g baik…yg ngomong tentang keadilan…??? Ke laut aja..😁😁

    • 29 September 2021 - (23:26 WIB)
      Permalink

      Biasanya Lo bilang,

      “memang begitu bayar dulu baru pesanan datang”,

      Tumben gak.?

      15
  • 29 September 2021 - (21:59 WIB)
    Permalink

    Abaikan saja Bu klo ada DC yg menagih tagihan tersebut, lahh kan sudah jelas barang Ibu tidak diterima kan.. pokoknya intinya Ibu jangan bayar sepeserpun nanti klo itu dibayar AKULAKU akan terus seperti itu menipu dan menipu lagi, tapi parahnya orang2 selalu saja belanja di AKULAKU..

      • 30 September 2021 - (11:27 WIB)
        Permalink

        Isadebe itu pengecut bu. Dulu dia pakai akun nama @Muhammad, sekarang ganti pakai nama @Isadebe. Pernah saya tantang ajak debat santai masalah di Media Konsumen masalah di Akulaku. Saya pakai foto asli dan akun asli serta nama asli. Ga pernah dia respon saya. Berani cuman dibalik layar. Kalo anda @Isadebe merasa paling suci, sana mati duluan. Kita lihat apakah anda sudah di surga atau belum 🤣

      • 30 September 2021 - (19:18 WIB)
        Permalink

        Lewat shopee juga bisa kredit lewat spaylater, lebih aman dan terpercaya kalau barangnya tdk di terima bisa komplain dan tagihan belum ada

    • 30 September 2021 - (05:52 WIB)
      Permalink

      Siiiiaaaap… 🙏 Tagihan sih mungkin tidak banyak, 455 ribu… tapi kan ada uang ada barang ya,

      Saya telp CS kemarinbyg saya harus bayar tagihan utk menghindari denda, saya tanyakan, jika saya bayar nanti proses proses refund uang saya ruwet lagi. Mana telp CS tidak bebas pulsa. Kan sama saja kesimpulannya: saya rugi….

    • 30 September 2021 - (13:53 WIB)
      Permalink

      Mengabaikan DC menagih.

      Trus Lo membiarkan DC menelepon membabi buta pada kontak nasabah.?

      Membiarkan DC memFitnah Nasabah.?

      Kalo mau Rusak, rusak sendiri aja deh lo jangan ngajak ngajak orang.

      11
  • 30 September 2021 - (06:40 WIB)
    Permalink

    Selama anda bisa membuktikan kalau tidak menerima barang tidak usah dibayar, suruh tagih ke pihak seller saja uangnya kan barangnya masih di seller.

  • 30 September 2021 - (06:56 WIB)
    Permalink

    @isdebe dari mana anda berasumsi tetap harus bayar?? Barang aja gak diterima, di shopee cicilan akan di hitung saat barang di terima, itu Akulaku belum bayar ke toko, jadi ngapain nagih ke konsumen?? Anda paham kasusnya atau emang anda adalah DC??

    • 30 September 2021 - (07:47 WIB)
      Permalink

      Ya Bu..abaikan aja..anggap angin lalu aja..suruh dia tagih ke seler nya..wong seler yang dapat duitnya…

    • 30 September 2021 - (09:54 WIB)
      Permalink

      Semua keputusan seharusnya dipertimbangkan baik buruknya.

      Ini adalah azab bagi orang yang berani menentang yang diHaramkan.

      Azab bagi yang berani beraninya menganggap sepele yang diHaramkan.

      Untuk menebus azab itu, relakan saja duit 5 juta lenyap.

      Dan selanjutnya mohon ampunan dan jangan Takabur.

      12
      • 30 September 2021 - (11:01 WIB)
        Permalink

        justru haram hukumnya jual beli yang barangnya tidak ada. Bahkan beli kucing dalam karung saja hukumnya batal secara agama.

        • 30 September 2021 - (14:14 WIB)
          Permalink

          Bocil. Lu kira Pinjol sama kayak lu beli kucing dalam karung.

          Lu beli kucing itu ya cuma lo dengan yang punya kucing yang tau transaksi itu.

          Lah Lo MinjoL. Kontak di hp lu tau semua, keluarga lo tau, OJK tau, Bank Indonesia Tau, bahkan rakyat se-Indonesia sekarang nih udah tau.

          Lo jangan asal cuap cuap ciL.

          • 30 September 2021 - (19:40 WIB)
            Permalink

            Komen lu nyampah ******

      • 30 September 2021 - (12:53 WIB)
        Permalink

        Ihh…
        Pake bicara azab…
        Koment loh aja jelas2 penuh tipuan…
        Orang ga dapat barang suruh bayar…
        Bl*k…
        G*bl*k…
        Elo tuh kenak azab…
        Dapat gaji dari riba…
        Merugikan sesama manusia…

        1
        1
  • 30 September 2021 - (08:00 WIB)
    Permalink

    itu aqulaqu sbnrnya udah ga ada seller yg jualan online lagi diaqulaqu itu yg jualan aqulaqu pura2 doank biar bs ngibulin org

  • 30 September 2021 - (11:03 WIB)
    Permalink

    Aduhh merchant tekno garage lagi -_-

    Dulu pernah bermasalah dengan merchant ini.. Sering banget kayak begini kejadiannya

  • 30 September 2021 - (12:59 WIB)
    Permalink

    Teruntuk isdebe, memang niatmu baik, tapi caramu itu yang orang tidak senang, kenapa? Karena anda tidak memberikan solusi yang terkesan memojokkan, please pikirkan lagi komentar yang akan kau keluarkan. Jika sekiranya kau tak sanggup memberikan arahan dan solusi, maka diamlah. Seseorang yang melakukan kesalahan dan sadar akan kesalahannya tak perlu lagi engkau mengungkitnya bahkan menyalahkan lagi, cukup engkau ajak ke arah kebaikan, berikan arahan, tenangkan Mereka. “Barangsiapa memberi kemudahan kepada orang yang kesulitan maka Allâh Azza wa Jalla memberi kemudahan kepadanya di dunia dan akhirat”. Biarpun bukan sejumlah uang, tapi komentar yang baik dan bisa memberikan solusi yang tepat, insya Allah akan memberikan orang tersebut kemudahan.
    Sekiranya kalau ada salah kata, saya minta maaf, dan insya Allah niat saya adalah untuk memberitahu anda untuk berkomentar lebih baik lagi.

    • 30 September 2021 - (13:38 WIB)
      Permalink

      Dasar Lo aja yang gak bisa menyerap tulisan w.

      Solusi itu ya harus bersifat:

      1. Menguntungkan banyak pihak. Bukan satu pihak saja.
      2. Memberikan efek langsung/perubahan langsung.
      3. Bermanfaat untuk jangka panjang.

      Yah elu dan orang orang seperti lu apa solusinya.

      JANGAN BAYAR

      1. Yang untung, yang selamat cuma Nasabah doang. DC merasa dirugikan harus nagih tiap hari tiap jam. Semua kontak di HP Nasabah diganggu. Keluarga Nasabah terganggu.

      2. Tidak Bayar ya efeknya Tagihan di sistem tidak berubah. Tetap tertulis anda menunggak hutang.

      3. Jangka Panjangnya, anda dibenci banyak orang. Terkenal sebagai orang yang pernah dikejar kejar penagih hutang. Di publis ke media malah makin terkenal deh lu, terkenal se-Indonesia sebagai orang yang dicari cari DC Akulaku.

      Solusi yang tepat adalah Membayar.

      1.2.3… Semua tidak tahu kalo Lo punya Hutang. Bahkan semut pun tidak tahu.

      • 30 September 2021 - (14:12 WIB)
        Permalink

        bayar kalau barang di terima…Lo kan cuma DC…jongos nya aku laku…barang belum sampai di tangan konsumen Kok suruh bayar, kalau masuk ke ranah hukum..Lo @Isdebe + akulaku bakal kena serok pihak berwaji ..

        kecuali konsumen dapat barang namun gak mau bayar, statement Lo gw dukung…

        makanya pikiran jangan jorok mulu…

      • 30 September 2021 - (14:46 WIB)
        Permalink

        Elo tuh yang rusak…
        Terutama pikiran elo…
        Kebanyakan makan duit haram dari gaji nipu nasabah atau bunga mencekik leher…
        G*bl*k kok permanen…

  • 30 September 2021 - (16:53 WIB)
    Permalink

    Sdh bro/sis sklian tdk usah di tanggapin si @isdebe yg ada malah makin seneng orangnya namanya jg org stress diladenin makin hepi orgnya.

  • 30 September 2021 - (19:18 WIB)
    Permalink

    Lingkaran seperti ini tidak akan pernah berhenti, jika kita sebagai konsumen tidak memikirkan resikonya jika gagal, hanya yakin aja bahwa itu pasti berjalan lancar. saran saya lain kali, luangkan waktulah sebentar untuk cari tahu apapun, termasuk spesifikasi barang, rating toko dll di Google, setidaknya mengurangi terjadinya hal seperti ini. Karna kalo dah kaya gini, waktunya terbuang, ditagih², barang ga dapet, kesal juga pasti iya apalagi kalo ada komenan yang kontra baik dari tetangga maupun netizen.

    • 30 September 2021 - (23:00 WIB)
      Permalink

      Satu satunya komentar yang bersifat membangun. Pasti ditulis dengan pikiran dan perasaan.

      Saya kasih like 1.

      1
      4
      • 1 Oktober 2021 - (12:57 WIB)
        Permalink

        Isdebe lo nyampah mulu dikomen orang.. komen pake otak donk. Atqu lo ga punyabotak. Wkwkqk

  • 30 September 2021 - (21:56 WIB)
    Permalink

    Semoga ini menjadi pembelajaran buat mbak,dan mendapatkan solusi terbaik. ..
    Saran saya jangan sekali lagi belanja di akul*ku.

    • 9 Oktober 2021 - (22:42 WIB)
      Permalink

      akulaku memang system nya aneh … , barang belum sampe tapi tagihan udah ada … , beda banget sama SPAYLATER .. , terima barang dulu .. baru jadi tagihan , !! klo saran saya sih .. bayar dulu aja ka .. , menjaga nama baik anda dI BANK .. , aku yakin pihak akulaku pasti tanggung jawab .. klo memang bermasalah .. ya lapor polisi aja .. , dan kemudian jika barang datang dan sudah lunas .. lebih baik .. Tutup akun anda di AKULAKU .. , biar kejadian kaya gini tidak terulang , semoga membantu

 Apa Komentar Anda mengenai Akulaku?

Ada 86 komentar sampai saat ini..

Tagihan Akulaku Harus Dibayar untuk Menghindari Denda atas Barang yang…

oleh Ita dibaca dalam: 1 menit
86