Penipuan Mengatasnamakan Kredivo, Akun Saya Digunakan untuk Transaksi 11 Juta Rupiah di Bukalapak

Pada tanggal 10 Oktober 2021 pukul 19.16 WIB, saya mendapat telepon melalui WA (nomor 0816277908), dari seseorang yang mengatasnamakan Kredivo (profile picture penelepon menggunakan logo Kredivo).  Dia menawarkan penukaran poin Kredivo saya. Anehnya, dari awal penelepon tahu nama saya dan saya memiliki akun Kredivo.

Dia mengarahkan saya untuk mengklik link yang dia kirimkan melalui WA. Sebelum saya klik, saya bertanya untuk apa. Dia menjawab untuk mengetahui hadiah yang didapat. Kemudian saya klik dan keluar tulisan “Kredivo cek produk”, tapi tidak muncul nama barang apapun.

Lalu saya bilang bahwa saya tidak tertarik menukar poin kalau caranya rumit. Namun dia mengancam kalau dibatalkan maka akan kena denda Rp150.000 dan menawarkan untuk dibantu melalui sistem Kredivo, dengan menyebutkan nomor kartu ATM. Saya menolak dan memilih menyudahi telepon tersebut.

Selang beberapa waktu kemudian, ada 2 SMS masuk. Yang pertama berisi notifikasi “Akun Kredivo Anda telah login dengan perangkat OPPO CPH2185” dan yang ke-2 isi SMS-nya: transaksi dengan id sekian sebesar Rp11.330.000 dengan tenor 12 bulan cicilan Rp1.238.000 telah berhasil di Bukalapak.

Pelaku login menggunakan OPPO CPH2185. Setelah itu saya mereset PIN melalui HP saya yaitu OPPO CPH2015.

Ternyata notifikasi itu juga ada di email saya dari Kredivo. Seketika langsung saya konfirmasi melalui email support Kredivo kalau itu bukan transaksi saya, dan saya langsung mengganti PIN Kredivo milik saya. Balasan dari Kredivo katanya akan diurus 7 s.d. 14 hari kerja.

Pada tanggal 11 Oktober 2021, saya dan suami mendatangi langsung kantor operasional Kredivo di jalan Tentara Pelajar. Saya hanya dilayani oleh CS Kredivo melalui Google Meet saja. Kemudian CS Kredivo mengambil tindakan untuk memblokir sementara akun Kredivo saya,dan mengarahkan saya untuk menghubungi Bukalapak.

Jawaban dari Bukalapak dan Kredivo pun sama, saya harus tetap membayar transaksi yang tidak saya lakukan.

Akhirnya saya memutuskan untuk membuat laporan ke Polres Jakarta Timur. Laporan diterima dengan nomor: LP/B/1779/X/SPKT/RES.JAKTIM/PMJ dan dalam tahap penyidikan. Saya kembali mengirim email beserta surat laporan dari Polres, tapi balasan dari Kredivo tetap menyuruh saya membayar dan mengatakan kalau telah terjadi pemberian data pribadi kepada orang lain.

Dalam keterangan di laporan kepolisian, modus terkait ada kalimat pemberian OTP. Jadi saat menjelaskan kepada pihak kepolisian tentang pemberian OTP, itu adalah saat saya mengklik link yang dikirimkan oleh pelaku di sana ada masukan PIN dan kode aktivasi. Saya menolak memasukkan PIN, karena menurut saya itu bersifat rahasia. Lalu pelaku mengatakan mengirim kode aktivasi, saya hanya meng-scroll kiriman tersebut, tanpa mengetik, lalu halaman berubah menjadi Kredivo cek produk. Namun pihak kepolisian mengetik dengan “pemberian OTP”.

Setelah saya konfirmasi kepada pak polisi yang mengetik, beliau bilang nanti lebih jelasnya saat BAP, tidak masalah. Tanggal 1 November 2021 ini, saya mendapat undangan BAP ke Polres Jakarta Timur. Saya mau menambahkan lagi informasi kalau kemarin sekitar pukul 15.50 saya mendapat telepon lagi dari nomor telepon kantor yang mengatasnamakan Kredivo lagi, dengan modus sama tukar poin, tapi langsung saya tutup.

Sudah ada konfirmasi kalau akun dibobol, tapi tetap saja pihak Kredivo menyalahkan dan membebankan pembayaran kepada saya, yang tidak melalukan transaksi tersebut. Saya tidak akan pernah melakukan transaksi dengan nominal sebesar itu, karena saya sadar batas kemampuan ekonomi keluarga saya tidak mampu.

Hal ini sangat menguras tenaga pikiran, terlebih lagi psikis saya sebagai ibu menyusui bayi usia 5 bulan, itu berpengaruh terhadap supply ASIsaya. Jadi kalau mau dipaksa suruh membayar dengan cara apapun, saya tidak mampu dan tidak mau.

Jika pihak Kredivo menyalahkan dengan berkata adanya pemberian data pribadi, mengapa dari awal pelaku menelpon dia sudah tahu nama saya? Dari situ saja berarti data saya telah bocor dari awal.

Surat laporan dari Polres pun saya kirimkan ke Bukalapak, tapi Bukalapak hanya memblokir akun pelaku, tanpa adanya solusi untuk saya. Setelah membaca beberapa artikel sudah banyak sekali kasus seperti ini dan beberapa kejadian pada tanggal yang sama dengan saya, yaitu 10 Oktober 2021.

Mohon untuk pihak kredivo lebih bijak menyikapinya, bukan mendesak konsumen untuk membayar transaksi yang tidak dilakukan. Laporan ke pihak kepolisian itu bersifat resmi, tolong lebih dihargai oleh pihak Kredivo. Berbagai cara telah saya lakukan untuk memperoleh keadilan dan agar nama baik saya tidak jelek di OJK, hanya karena transaksi yang tidak pernah saya lakukan.

Saya berharap besar melalui Media Konsumen ini masalah saya dapat terselesaikan dengan baik dan Kredivo tidak membebankan tagihan atas akun saya yang telah dibobol.

Terima kasih atas perhatiannya.

Nur Arifiani
Jakarta Timur


Update (11 November 2021): Surat pembaca di atas juga mendapat tanggapan dari pihak Kredivo sbb:

 

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai Sistem Keamanan Kredivo:
[Total:164    Rata-Rata: 2.2/5]
Tanggapan Perihal Penipuan Mengatasnamakan Kredivo, Akun Saya Digunakan untuk Transaksi 11 Juta Rupiah di Bukalapak

Dengan hormat, Terima kasih atas masukan yang diberikan kepada Bukalapak melalui kanal Media Konsumen. Kami informasikan bahwa kendala yang dialami...
Baca Selengkapnya

70 komentar untuk “Penipuan Mengatasnamakan Kredivo, Akun Saya Digunakan untuk Transaksi 11 Juta Rupiah di Bukalapak

    • 28 Oktober 2021 - (19:05 WIB)
      Permalink

      Banyak kasus dari kredivo celah keamanan kredivo ga aman brti hrusnya pihak kredivo menyadarinya bukan malahan dibiarkannya seolah kalo sudah kejadian ya sudah salah anda lepas tangan begitu saja

      • 28 Oktober 2021 - (20:39 WIB)
        Permalink

        Yang sabar bu mudah2an adaa jaln keluarnya berdoa aja bu mudah2an allah mmberi kesabaran…dan yg mmbobol data ibu mendapatkan balasan dari allah swt..

      • 2 November 2021 - (02:50 WIB)
        Permalink

        Sama saya juga 7 jutaan kira2 rame lapor ke polda metro jaya kenapa sampai data kita bocor sampai penipunya…sy tidak kasih tau kode otp nya juga pinya masih juga bisa diretas kan gila…

      • 5 November 2021 - (17:14 WIB)
        Permalink

        Saya juga termasuk korban kebocoran data di apk kredivo,,
        Pada akhrnya sya membayar tagihan yg uang pinaman nya pun tak sya pakai,,

        Yakin menurut saya ini ada kerja sama atau campur tangan orang kredivo jg,,
        Mereka tak memberi solusi hnya mementingkan pihak mereka saja,,,

    • 28 November 2021 - (14:31 WIB)
      Permalink

      ‪Baru bgt 10 menit yg lalu, ditelfon pake nomor ini +1 (601) 228‑3636‬ mengatasnamakan kredivo. Modusnya jg sama yaitu tukar poin dengan barang yg sudah ditentukan oleh pihak kredivo. Wah bicaranya sangat meyakinkan, sampai pada saat dia mengirim link via WA dan saya disuruh untuk mengklik link tersebut. Hadehhh bimbang krna saya masih ragu akhirnya saya bilang untuk telfon kembali esok hari, tp saya ttp disuruh klik linknya skrg jg. Untung gak saya klik😮‍💨 langsung cek google, eh bener aja ternyata modus penipuan-.-

  • 27 Oktober 2021 - (16:22 WIB)
    Permalink

    mungkin kurang jelas dibaca tulisan SMS nya ” JANGAN BERIKAN KODE OTP INI KE SIAPAPUN TERMASUK KE PIHAK KREDIVO”

    kira kira kalau di komplek rumah ada tulisan “JANGAN BERIKAN KUNCI RUMAH ANDA KE SIAPUN TERMASUK KE PIHAK DEVELOVER”

    Meski terlanjur anda kasih kunci rumah kepada maling Apakah pihak developer mau menghilangkan cicilan rumah anda?

    Semoga menjadi pengalaman berharga bagi kita semua.

    13
    14
    • 28 Oktober 2021 - (11:35 WIB)
      Permalink

      Sama kasus nya Bu sama teman saya..saya mendampingi teman saya ke kantor Kredivo di Ruko Senayan..ga da solusi..tetap disuruh bayar,,akun teman saya ada transaksi 15 juta di bukalapak.aneh nya ketika saya dan teman saya sampai disana,sekitar jam 1 siang..niat nya mau tanya toko tempat transaksi si pelaku,tapi alasan kredivo,harus polisi yang berhak minta datanya,dan ternyata,banyak kasus yang serupa sedang laporan,,di CS kantor Kredivo padahal ada polisi,karena tidak ada hasil meskipun sudah hujan2an kesana,saya sarankan teman saya laporan polisi ke Polres Tangerang kota,kalau seperti ini,minta diviralkan aja melalui media,semacam YouTube dan surat Kabar,biar segera mendapat perhatian dari pemerintah,kalau ga makin banyak korbannya

      • 28 Oktober 2021 - (16:16 WIB)
        Permalink

        Sama saya juga kemarin ketipu akun kredivo saya di bobol dia belanja di buka lapak saya kena 2,5 juta

      • 29 Oktober 2021 - (12:03 WIB)
        Permalink

        Sama saya juga terjadi tanggl 15 oktober kmren. Limit saya di kuras jangka wktu 12 bulan. Dan sya sudah konfirmasi terhadap pihak” kredivo dan bukalapak. Tpi aneh nya di bukalapak saya lngsung konfirmasi selang setengah jam saat akun di bobol.minta pembatalan pesanan.tapi di bukalapak tidak bisa lngsung proses. Akhirnya jalan 3 hari baru ada pemberitahuan dari bukalapak. Yg jadi penjanggalan di saya .pdhl sya lngsung minta pembatalan di hari yg di bobol kenapa tidak bisa lngsung di proses.kyanya penipu ini ada kerjasama antar bukalapak atau kredivo . Soalnya dlu prnh temen saya cerita ngalamin sprti itu lngsung lapor bukalapak lngsung di atasi dan akhirnya tidak jadi ke bobol..

        • 1 November 2021 - (07:04 WIB)
          Permalink

          sama seperti yg saya alami.sudah menghubungi pihak bukalapak dan kredivo tp transaksi tidak bisa di batalkan.
          harusanya pihak bukalapak/kredivo konfirmasi ada laporan penipuan

    • 29 Oktober 2021 - (10:36 WIB)
      Permalink

      Kena Phising ini ,Jadi pelajaran buat kita semua, kalau ada nomer mencurigakan yang kirim2 link pokoknya jangan di buka langsung hapus dan blok nomernya, dan jangan asal2 klik link di internet
      Ini spertinya satu sindikat, seinget saya yang beberapa kasus tokopedia kemaren juga hpnya sama2 oppo
      Semoga cepat terselesaikan

    • 2 November 2021 - (02:51 WIB)
      Permalink

      Kami bukan anak kecil tidak mungkin kami kasih kode otp nya atau pinya kok bisa di retas waras gak anda

  • 27 Oktober 2021 - (16:27 WIB)
    Permalink

    Ayo para buzzer rame2 salahkan kredivo, “kredivo tidak aman”, “uninstall kredivo”, apalagi? 😀

    8
    4
  • 27 Oktober 2021 - (17:58 WIB)
    Permalink

    Kalau seperti itu ceritanya ya kesalahan ada di pihak Ibu, link di WA yg diklik itu link “phising”.. Jadi begitu Anda klik link itu, si penipu mengambil semua data Anda. Kesalahannya karena Anda tidak tahu, jadi turut prihatin dan semoga ada keringanan dari pihak terkait.

    15
    2
      • 28 Oktober 2021 - (11:35 WIB)
        Permalink

        si penjahat dari mana tau no dan nama si ibu kalau dia punya akun kredivo? . bocor kah etalasenya? . gamungkin kan si penjahat ngasal pilih no hp . atau ngasal menyebutkan nama?

        • 28 Oktober 2021 - (12:33 WIB)
          Permalink

          @Doni.. bisa dari seller nakal di ecommerce, bisa dari bekas paket kita beli trus dibuang tanpa dihancurkan dulu, itu yang kita org awam tahu. Kl penipu pasti pnya cara lain yg kita ga tau, penipu jg bisa aja ga tau dia pnya akun Kredivo. Tapi ya tetap aja ditanya, kl yg ditanya kebetulan punya akun Kredivo ya rejeki penipu..
          Tidak tertutup kemungkinan data bocor juga , tapi selain data bocor masih ada cara2 lain buat penipu untuk tahu no telpn dan nama korban.

    • 28 Oktober 2021 - (07:39 WIB)
      Permalink

      Okelah itu link pishing,
      Itu memang ada kesalahan dari dia.

      Tapi kita lihat dulu dari sisi yang berbeda, kenapa penelpon mengetahui nama mbaknya.
      Menurut saya memang ada kebocoran data,
      1. Nomor telepon mbaknya
      2. Nama mbak nya

      7
      3
      • 28 Oktober 2021 - (08:50 WIB)
        Permalink

        Si penipu bisa tahu nama si ibu kemungkinan memakai Whatsapp business, dari sana bisa ngecek nama yang dipakai si ibu memakai nama apa di profil whatsapp nya

      • 28 Oktober 2021 - (09:57 WIB)
        Permalink

        @KeZhu
        Korban di telp sama maling fakta
        Korban klik Link phising itu fakta.
        Korban infokan OTP itu fakta.

        Menurut anda memang ada kebocoran data. Apakah itu fakta? Oke karena nomor dan nama korban diketahui pihak lain. Darimana anda tahu?

  • 27 Oktober 2021 - (18:15 WIB)
    Permalink

    Halo mbak Nur boleh minta kontaknya gak? ibu saya juga mengalami hal serupa dan sekarang lagi proses ke ojk dan pihak kepolisian

    2
    3
    • 28 Oktober 2021 - (00:52 WIB)
      Permalink

      Saya juga mengalami hal yang sama. Karna sangat disayangkan kasus seperti ini sudah banyak sekali
      Tetapi tidak ada respon yg baik dari kredivo ataupun bukalapaknya mengenai hal tsb. Seharusnya pihak bukalapak atau kredivo bisa membatalkan transaksi padahal saya sendiri tertipu dan selang beberapa menit saya nlpn pihak bukalapak dan kredivo tetapi transaksi tidak bisa dibatalkan

  • 27 Oktober 2021 - (20:14 WIB)
    Permalink

    saya juga kena, total tagihan 11jta lebih, mau lapor tidak tau caranya, via telvon cuma menghabiskan pulsa alhasil saya berusaha buat mencicil sesuai tagihan, sampe saat ini baru bulan 3 saya mencicil, sedih rasanya uang hasil kerja keras habis cuma untuk membayar cicilan tagihan yang saya tidak lakukan, untuk pihak kredivo semoga bisa membales via WA ataupun via email, karna via telvon saya tidak sanggup untuk membeli pulsa, semoga dengan adanya tulisan ini pihak kredivo bisa memberi keringanan, terimakasih untuk media konsumen

    1
    1
      • 28 Oktober 2021 - (09:13 WIB)
        Permalink

        Saya juga sama kena 11 juta tanggapan dri kredivo dn bukalapak pun sama seperti itu..
        Semakin lama di biar kn semakin banyak korbannya

  • 27 Oktober 2021 - (20:33 WIB)
    Permalink

    memang benar saya juga pernah di hubungi mengaku dari giveawai kredivo penukaran poin untuk pilih hadiah, awal mula saya juga bingung ko bisa tau nama saya dan dari mana mereka tau bila kredit saya baik apakah data konsumen kredivo bocor

    • 28 Oktober 2021 - (06:05 WIB)
      Permalink

      betul bocor, yg bocorin ya karyawannya. sengaja dibuat begitu buat tambahan cari duit 😁. karena banyak kejadian seperti itu terjadi terhadap orang2 yg suka hutang online, eh bukan ding, canda boss

    • 28 Oktober 2021 - (12:41 WIB)
      Permalink

      Bisa dari seller nakal, bisa juga dari kardus bekas Anda beli barang di ecommerce yg tidak dihancurkan nama dan nomer telponnya.. itu yg saya tahu, bisa jga ada cara lain..
      Misalkan Anda jawab dari awal bahwa tidak pnya akun Kredivo tentu penipu akan stop. Jadi penipu juga belum tentu tahu Anda pnya akun Kredivo.

  • 27 Oktober 2021 - (23:40 WIB)
    Permalink

    Itu salah anda sendiri pakai klik link, kalo memang ga nge klik baru deh bisa nyalahin yang lain, hahahahaaa

    • 28 Oktober 2021 - (00:05 WIB)
      Permalink

      Tertawalah lebih keras dan berteriaklah menyalahkan jika ini dialami oleh keluarga Anda…

      4
      6
      • 28 Oktober 2021 - (00:18 WIB)
        Permalink

        Keluargamu duluan yg ngalami, trs koar2 ke medsos merasa ga salah dan ga bodoh, klik link sendiri trs lapor polisi ke seluruh indonesia jg ga bakal balik itu uang…

        • 28 Oktober 2021 - (11:45 WIB)
          Permalink

          Empatinya NOL.. Ada yg kesusahan malah ketawain.. Ok, kalo emang pintar tapi attitude gk masuk y percuma..

      • 28 Oktober 2021 - (00:54 WIB)
        Permalink

        HAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHA memang kesalahan pada ibunya diklik link nya dan itu sudah masuk diberita mana pun kegiatan penipuan phising lain x coba baca berita supaya tidai terkena penipuan lagi

  • 27 Oktober 2021 - (23:59 WIB)
    Permalink

    Semoga masalahnya cepat selesai… Saya turut prihatin. Semoga tindakan penipu ditindaklanjuti pihak kepolisian dengan melacak posisi melalui no hp/no wa nya.
    Dan pihak2 terkait dapat membantu…

    Kredivo dan Bukalapak juga semoga dapat mengunci tagihan agar tidak dibebankan kepada ibu, sampai laporan ibu selesai di pihak kepolisian dan ada kejelasan. Sabar bu… Ibu sudah ikhtiar,

    6
    1
  • 28 Oktober 2021 - (00:25 WIB)
    Permalink

    Gak mungkin mbak gak memberikan OTP. Mau gimana pun penipu butuh akses OTP untuk masuk ke akun Kredivo. Meskipun itu link pishing pasti secara gak sadar anda sudah memasukkan kode OTP atau OTP terisi otomatis karena ada SMS masuk.

    Kredivo selalu memberikan peringatan di halaman utama untuk tidak mengklik link apapun yang mengatasnamakan Kredivo selain yang centang biru atau akun verified.

  • 28 Oktober 2021 - (04:27 WIB)
    Permalink

    Kalo menurut saya pribadi, pribadi loh yah:

    Seharusnya tidak sulit buat polisi atau pihak otoritas di negeri ini untuk menangkap si pembobol akun kredivo ini, karena ada nomor telpon nya jelas sekali, tinggal kerjasama dengan pihak terkait seperti kominfo misalnya, lacak pemilik nomor tersebut, catat nik nya atas nama siapa lalu tinggal kirimi surat panggilan ke kepolisian atau datangi langsung.

    Yang membuat kasus seperti ini susah untuk ditangkap pelakunya ialah bahwa semua regulasi serta syarat yang diberlakukan di negeri ini ke masyarakat nya itu OMDO makanya semuanya jadi seperti benang kusut.

    Semoga ada jalan keluar terbaik buat kasus yang menimpa mbak nya.

    20
    1
    • 28 Oktober 2021 - (06:41 WIB)
      Permalink

      Ini yg buat surat buta Huruf kah?? Udah tertulis jangn diberikan kepada siapapun….udah lalai cari pembenaran pula…walopun itu memang no wa itu no khusus yg biasa digunakan kolektor/instansi yg bisa telpon tapi ga bisa di telpon balik

    • 28 Oktober 2021 - (10:51 WIB)
      Permalink

      Ada kok yang ngejual kartu perdana siap pakai tanpa registrasi , saya sering beli 🤭

    • 28 Oktober 2021 - (10:55 WIB)
      Permalink

      bisa make nik org bro, makanya nik ama nokk skrng bahaya sekali, pihak ponsel nakal kadang mhumpulin ini buat dijual lagi bisa laku mahal.

    • 28 Oktober 2021 - (14:09 WIB)
      Permalink

      Betul, sebenarnya bisa dilacak dari lokasi SIM card dan nomor telepon yang pernah terdaftar di IMEI ponsel tersebut. Tapi yang namanya polisi Indonesia, mereka tidak mau bergerak kecuali kasusnya sudah trending.

  • 28 Oktober 2021 - (08:55 WIB)
    Permalink

    Jangan asal klik link apapun yang dikirimkan via SMS apalagi whatsapp. . Mau itu hadiah, bansos dll.. Apalagi domain yang digunakan diluar yang resmi seperti .co.id , .id dll. Pasti mereka mengarahkan ke form yang harus di isi dan disini lah terjadi penyalahgunaan data.

    Semoga masalah segera terselesaikan, dan harus lebih berhati hati lagi kedepannya dalam hal apapun

  • 28 Oktober 2021 - (08:56 WIB)
    Permalink

    Sekedar info ya , pelaku atau siapa saja bisa mengetahui nama kita yg kita pakai di profil nama whatsapp memakai whatsapp business hanya bermodalkan Nomer hp whatsapp kalian.
    Pertanyaan kalian kenapa pelaku bisa mengetahui nama kalian sudah clear ya, jadi kalau lain kali ada yg menelepon memakai nomer hp biasa harap tidak usa di gubris,apalagi meng klik link yang dikasih hanya gara gara tergiur dengan hadiah.
    Alhasil hadiah tidak dapat malah musibah yang didapat.

  • 28 Oktober 2021 - (09:23 WIB)
    Permalink

    Bentar bentar, kan transaksi di BL tuh, langsung lapor kredivo Ama BL gak. Seharusnya kan gampang banget mencegah nya. Saat si korban lapor ke kredivo setelah itu pihak kredivo terusin ke BL buat ngebatalain orderannya. Setelah itu buat kepolisian tinggal lacak aja tuh alamat pengiriman dan pihak BL bisa hubungi jasa pengiriman untuk tahan barang yg di kirim.

    3
    1
  • 28 Oktober 2021 - (10:52 WIB)
    Permalink

    Jaman dah maju, skrng ada fitur membaca ISI SMS dari LINK doang

    Klo ada izinkan pembacaan file dan sms di kredivo

    Otomatis kredivo bisa membaca sms secara lnsg klo ada kode OTP yg masuk

    Biasanya gojek tokped shopee atau dana make fitur ini klo gk salah, saat kita login kan minta otp tuh pas otpnya masuk lnsg ke isikan. Nah pihak penipun juga make itu, makanya sekarang walaupun gk masukin kode otp tapi kita ngeklik link yg dikasi penipu, kode otp tetap bisa diliat. Solusinya menurut gw pihak developer gk boleh make fitur ini, dan kita sebagai user jgn bodoh, mentang2 cuma link kita aman2 aja, dibalik link kemungkinan ada sejuta kode diserver backendnya :). Mudahan jadi pelajaran dan pihak kredivo membela ibu. SEKALI LAGI JGN KLIK LINK APAPUN DAN JGN TERIMA TELPON DARI PIHAK PINJOL RESMI. Klo ada masalah kita yg telpon bukan mereka, biasanya mereka kasih pengumuman lwt medsos GK ADA YG ngasih pengumuman lwt email ato telpon

  • 28 Oktober 2021 - (13:38 WIB)
    Permalink

    Semuanya ramai kena tipu..dulu perna orang mau ganti nomor shpee saya..ditelepon katannya dpt hadiah..dia minta kirim no otp yg mencoba ganti no shopee saya..tapi saya cuekin.. ngancam akun shopee saya di nonaktifkan..silahkan saya bilang..sampai skrng aman saja..GK terjadi apa2..itulah tanda tanya besar kenapa bisa kena hack..

    • 28 Oktober 2021 - (14:53 WIB)
      Permalink

      Plis lah guys, kenapa pada nyalahin ibunya. Udah jelas kan siapa yang salah disini. Yang salah adalah si penipu, kenapa dia menipu padahal itu perbuatan yang salah.

      • 28 Oktober 2021 - (18:21 WIB)
        Permalink

        Maaf guys. Memang TS nya salah. Bukan nyalahin, hanya untuk beritahu bahwa si ibunya telah lakukan kesalahan.

        Jelas sekali dia klik ‘link’ dari WA orang yang tidak dikenal. Hanya si ibu kurang update info mengenai ‘tata krama’ penggunaan hp/smartphone yang benar di masa sekarang ini.

        Buat ibunya, yang sabar saja hadapi masalah ini. Langkah nya sudah benar untuk lapor polisi, tapi tidak bisa berharap pihak kredivo menangguhkan dulu karena di pihak mereka transaksi sudah sah.

  • 28 Oktober 2021 - (17:27 WIB)
    Permalink

    phising & scammer. udah ada dari jaman thn 2000an. sebelum nya hanya lewat email. saya sudah berapa kali dpt aksi seperti itu by email, telpon, sms, dll. klo anda yakin dan tenang saat itu dan memang tidak ada transaksi 1 sd 1 minggu sebelum nya. pasti terhindar dari macam2 aksi kyk gini.

    sekarang dptin data orang gampang bgt. bisa dari oknum si penjual jasa online nya, kurir, penjual / pembeli di e-commerce, struk belanja dengan kartu, gesek kartu, dll..

    ya mirip kasus kartu kredit yg di bobol carder.

    untuk kasus ibu ini, seharus nya pihak kredivo dan bukalapak yg mengurus nya.

    jadi, sudah keliatan kan sistem garansi, keamanan dan kredibilitas 2 e-commerce ini sangat buruk.

  • 28 Oktober 2021 - (17:36 WIB)
    Permalink

    dan satu lagi untuk semua nya apabila punya akun2 semacam ini yg sudah kalian tidak pakai. lebih saya sarankan segera di tutup permanent. agar tidak salsh gunakan pihak lain.

    • 28 Oktober 2021 - (18:07 WIB)
      Permalink

      Dari awal mu-awal masalah ini kenapa ditanggapi ada WA atau SMS atau apalah2 LANGSUNG main “klik” ajaaaa. Mudah2an pembaca yg lain lebih bijak menghadapi itu semua. Be Smart

  • 30 Oktober 2021 - (01:58 WIB)
    Permalink

    Woi, mana screenshot yang lu klik langsung cek produk?? Ada yg bias nih, screenshot link nya gak dikasi. Mungkin benar kata pak pol kasi otp, namun penulis merasa halu kalau dia klik link

  • 30 Oktober 2021 - (06:14 WIB)
    Permalink

    Kredivo dan BukaLapak ini bener2 Dua Sejoli ya.
    Banyak banget yg kena di kedua platform ini… Beuh, Kredivo oh Kredivo, BukaLapak oh BukaLapak 😰

  • 1 November 2021 - (20:20 WIB)
    Permalink

    Wait wait saya liat si ibu di info panggilan WA lumayan lama itu 18 menit , dan masuk lg panggilan 1 menitan cukup lama itu buat si penipu memperdaya si korban bisa jadi korban kena hipnotis pula dan penipu bisa jd mengiming imingi hadiah dari kredivo pd akhirnya masuklah pikiran ibu terbawa oleh kata2 si penipu , bisa jadi disitu gerbang pintu data2 si ibu diambil oleh si penipu, tak lama si ibu tlp balik malah ditolak. Jangan salahkan si ibu disini sy tetap berpendapat sistem keamanan kredivo masih terlalu lemah ada celah buat para si penipu buat melakukan aksi negatif apalagi di sistem digitalisasai saat ini kita sbg masyarakat hrs lebih hati hati

  • 27 November 2021 - (20:16 WIB)
    Permalink

    barusan hari ini aku juga dpet telponan dri yang mengaku pihak kredivo katanya mu nukerin poin trus minta masuk ke link trus aku ikutin sampe selesai, yg pertama suruh ngisi data kredivo jonjp sama pin nya yg kedua ATM sama ippn nya juga, kebetulan baru bangun tidur ya manut aja ngisi, giliran dah selesai semua baru ngeh jangan*penipuan, trus aku beli pulsa yg 50 ribu nlpon pihak kredivo minta pengecekan akun, trus minta d tutup akun aja katanya harus nunggu 7 hari kerja,, smoga aja gk d pake aneh aneh,, trus yg bkin aneh nya dia tau nama saya, trus kan dia alesannya jaringan lagi eror jdi nya mo d jadiin uang aja trus suruh ngisi data ATM nya, trus aku jawab gini*ATM yg tertera d kredivo aja* trus dia jawab bner no ATM yg ada d kredivo kok bisa ya 🤔🤔 jangan jangan emang data bocor atau emang masih orang kredivo juga 🤐🤐🤐makannya aku ngisi ATM sama pinnya 😑😑 trus aku coba cari cri d google ternyata kek gini jadi makin hawatirr 😵😵

 Apa Komentar Anda mengenai Sistem Keamanan Kredivo?

Ada 70 komentar sampai saat ini..

Penipuan Mengatasnamakan Kredivo, Akun Saya Digunakan untuk Transaksi …

oleh Nur dibaca dalam: 3 menit
70