BCA dan Danamon Telah Melanggar Asas Prudential Banking dan Hak Perlindungan Konsumen Terhadap Nasabah yang Sah

Saya mengalami tindakan penipuan via transfer antarbank pada tanggal 30 Mei 2022. Adapun kasus ini melibatkan beberapa rekening bank di BCA dan Danamon dengan beberapa transaksi berbeda. Namun yang saya mau bahas di sini adalah satu transfer antarbank yang saya lakukan, yakni dari rekening asal saya Danamon ke rekening penipu di BCA.

Semua nama dan detail rekening akan saya rahasiakan mengingat kasus ini masih diinvestigasi oleh pihak kepolisian untuk menjaga kerahasiaan data.

Saya telah melaporkan kejadian tsb di tanggal 30 Mei 2022 sesuai dengan alur prosedur yang berlaku via panggilan telpon ke HALO BCA 1500888 dan HELLO Danamon 1500090 (pada rentang waktu 17:50-20.00), dan juga langsung pada hari yang sama menyerahkan persyaratan seperti copy Kartu Identitas, Surat Kronologis Kejadian dan Penahanan Dana ditanda-tangani dan bermaterai IDR 10,000. Tembusan yang sama saya kirimkan ke kedua bank tsb, melalui e-mail.

Adapun nomor laporan di BCA adalah: 2066370323. Sedangkan nomor laporan di Danamon pada awalnya saya diberikan nomor: 16280359, namun kira-kira satu jam berselang saya dihubungi oleh CS Danamon yang sama bahwa nomor laporan direvisi menjadi: 16282070.

Kemudian pada tanggal 31 Mei 2022 saya pun telah melaporkan kejadian tsb ke Kepolisian Republik Indonesia dan mendapatkan Surat Tanda Penerimaan Laporan/Pengaduan, dan telah saya kirimkan juga ke kedua bank tsb. Saya juga telah mendatangi langsung kedua bank tsb, untuk mendapatkan informasi jelas tentang kasus ini.

Pada awal saya melaporkan pada tanggal 30 Mei 2022, saya diberitahu oleh pihak Danamon bahwa saya harus menghubungi BCA untuk blokir dana, dikarenakan Danamon menginformasikan tidak dapat menghentikan proses SKN yang telah selesai transaksi.

Namun setelah saya menelpon Halo BCA disampaikan CS karena dana belum masuk maka rekening penerima tidak dapat diblokir (padahal dana saya yang juga masuk ke rekening BCA lainnya, sudah bisa dilihat langsung dihabiskan oleh penerima, karena transaksi bca ke bca, real time). Jadi ini ada indikasi kegiatan kriminalitas, dan saya bukan sembarang menuduh.

CS BCA bersikeras hanya bisa melakukan mediasi dengan nasabah penerima, yang walaupun telah dicoba dihubungi berulang-kali tetap tidak bisa tersambung per telepon (logikanya penipu mana mau juga mengangkat telpon), dan akhirnya panggilan selesai begitu saja (saya di-hold di saluran telpon lain, sembari menunggu panggilan mediasi ini dan saya ada rekaman suara lengkapnya).

Maka dari itu keesokan harinya tanggal 31 Mei 2022 karena kurang sreg dengan layanan Halo BCA yang sangat “text-book” dan tidak ada logikanya, saya langsung mendatangi cabang bank BCA untuk mendapatkan kejelasan informasi. Pada saat itu saya diinformasikan oleh pihak bank cabang BCA, bahwa dana saya masih ada dan rekening penerima tsb sudah terblokir. Saya pun sedikit bernafas lega, paling tidak masih ada dana saya yang bisa terselamatkan.

Kemudian saya menunggu realisasi semua hasil investigasi dari pihak BCA dan Danamon, sembari menunggu kabar kapan dana saya yang belum bisa diakses penipu ini dikembalikan ke saya.

Namun setelah berulang-kali korespondensi per email, tiba-tiba di tanggal 16 Juni 2022 saya mendapatkan email dari Halo BCA yang intinya berbunyi demikian

“Menindaklanjuti perihal tsb kami informasikan bahwa saat ini laporan ibu telah selesai diproses dan informasi dari pihak terkait kami seperti yang sudah disampaikan sejak ibu menghubungi Halo BCA pertama kali terkait transaksi bisnis dengan transfer LLG tidak bisa diproses di BCA. Kami sarankan ibu Lydia menghubungi Bank Penerbit/pengirim dana dan laporan ibu ditutup di BCA”.

Akhirnya karena jawaban seperti ini saya langsung juga menghubungi pihak Danamon baik itu via korespondensi email, kunjungan langsung ke cabang dan sambungan telepon dengan Hello Danamon. Perlu dicatat sejak 30 Mei 2022 – sampai dengan sekarang, saya tetap secara aktif mengirimkan email dan mendatangi bank Danamon untuk follow-up kasus ini, jadi tidak hanya satu arah dengan BCA.

Jadi ini sekarang BCA lempar tanggung-jawab ke Danamon. Danamon pun sampai tanggal 20 Juni 2022 saya berbicara dengan CS Hello Danamon yang ditugaskan mengabari perkembangan kasus ini, asyik berkelit mengatakan bahwa Danamon telah aktif meminta kerjasama BCA untuk pengembalian dana namun hanya disuruh menunggu, bahkan mendapatkan informasi dari pihak BCA, bahwa nasabah penerima tsb telah bisa dihubungi kemudian berjanji akan datang menyelesaikan permasalahan ke BCA, namun sudah zonk begitu saja.

Seharusnya kalau sampai penipu ini sudah bisa dihubungi, harus sudah dikoordinasikan dengan pihak kepolisian untuk segera diringkus. Jadi dana saya dimana BCA dan Danamon??

Itu uang halal saya, hak-milik saya. Mengapa tidak segera diurus pengembalian dananya? Karena secara logika rentang waktu, saya telah melaporkan tindakan kriminalitas ini sebelum dana resmi masuk ke rekening penipu via SKN. Tanggal 30 Mei 2022 sudah dilaporkan resmi dengan semua surat pendukung, dan tanggal 31 Mei 2022 jam 07:00 dana baru selesai di sistem SKN.

BCA melindungi nasabah bodong, yang dihubungi saja tidak bisa! Namun saya nasabah nyata puluhan tahun yang data-data bisa dipertanggung-jawabkan, sejarah mutasinya jelas dianggap angin lalu.

Danamon juga tidak bisa memberikan informasi yang valid untuk kasus seperti ini, seharusnya saya disarankan untuk mengosongkan saja isi tabungan untuk menghindari proses SKN, lewat cut off time seperti ini (seperti info cabang Danamon yang saya datangi).

Jadi jelas ada hak perlindungan konsumen saya yang dilanggar.

Prudential banking merupakan suatu azas atau prinsip yang menyatakan bahwa bank dalam menjalankan fungsi dan kegiatan usahanya wajib bersikap hati-hati (prudent) dalam rangka melindungi dana masyarakat yang dipercayakan padanya.

BCA dan Danamon tidak menggunakan norma berpikir dalam menemukan kebenaran dan melindungi dana nasabahnya. BCA dan Danamon berusaha berkelit dari tanggung-jawabnya dan melimpahkan permasalahan HANYA kepada kepolisian dan pengadilan Indonesia.

Mengapa hak perlindungan saya sebagai nasabah tidak dihiraukan. Namun BCA dan Danamon sangat melindungi data dan dana nasabah bodong ?!

Bank tidak bisa semena-mena seperti ini. Pihak bank harus konsisten melaksanakan peraturan perundang-undangan di bidang perbankan berdasarkan profesionalisme dan itikad baik.

Lembaga perbankan merupakan suatu lembaga yang sangat tergantung kepada kepercayaan masyarakat. Lembaga perbankan harus menjaga kepercayaan masyarakat dengan memberikan perlindungan hukum terhadap kepentingan masyarakat, terutama kepentingan nasabah.

Hanya nasabah yang sah yang bisa dilindungi oleh hukum. Nasabah yang terlibat kegiatan kriminalitas tidak boleh dilindungi!

Pantas saja kegiatan penipuan melibatkan bank merajalela di Indonesia, karena bank membangun tembok bagi nasabah sah, dan ada pembiaran yang sistematis oleh perbankan Indonesia.

Saya telah melakukan semua kewajiban saya dalam pelaporan ini. Sekarang tolong penuhi hak saya. Penulisan surat pembaca ini hanya awal dari perjuangan saya untuk mendapatkan hak saya.

Lydia Theodora
Jakarta Utara

Catatan redaksi: Penulis melampirkan beberapa bukti untuk redaksi terkait surat pembaca ini

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian Anda!
[Total:174    Rata-Rata: 4.1/5]

Surat pembaca ini belum mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha terkait. Jika Anda adalah pelaku usaha yang terkait dengan pertanyaan/permohonan/keluhan di atas, silakan berikan tanggapan resmi melalui tautan di bawah ini:

Kirimkan Tanggapan

44 komentar untuk “BCA dan Danamon Telah Melanggar Asas Prudential Banking dan Hak Perlindungan Konsumen Terhadap Nasabah yang Sah

    • 24 Juni 2022 - (20:46 WIB)
      Permalink

      Halo BCA, anda bisa cross check dengan nomor laporan saya.

      Penuhi hak saya menurut UU Perlindungan Konsumen :
      1. Hak atas kenyamanan, keamanan, dan keselamatan dalam mengkonsumsi barang dan/atau jasa;
      2. Hak mendapatkan advokasi, perlindungan, dan upaya penyelesaiaan sengketa perlindungan konsumen secara patut;
      3. Hak untuk diperlakukan atau dilayani secara benar dan jujurserta tidak diskriminatif;
      4.Hak atas informasi yang benar, jelas, dan jujur mengenai kondisi dan jaminan barang dan/atau jasa;
      5. Hak untuk didengar pendapat dan keluhannya atas barang dan/atau jasa yang digunakan

      Biar semua orang tahu beginilah cara BCA menangani aduan nasabah sah-nya !

      25
      11
    • 24 Juni 2022 - (20:35 WIB)
      Permalink

      Seharusnya memang seperti itu, semua kewajiban saya sebagai korban dan nasabah sah telah dipenuhi, secara prosedural saya telah melakukan semua yang dimintakan pihak perbankan. Saya telah memberikan laporan pengaduan dan bukti data kuat, untuk indikasi tindakan kriminalitas tsb. Malah awal Halo BCA bersikeras dengan kalimat MEDIASI dengan pemilik rekening penerima tsb. Padahal sudah jelas-jelas ini merupakan sindikat kejahatan dan sudah ada bukti-buktinya. Jika saya salah transfer mungkin bisa digunakan kalimat mediasi, sedangkan ini jelas penipuan, bagaimana memediasi sesuatu dengan penipu ? Yang saya kejar saat ini adalah transaksi antar bank yang memang pada saat itu belum bisa diakses si penipu. Ada transaksi lainnya, dengan nomor laporan lain yang sudah langsung disikat habis.

      7
      1
  • 24 Juni 2022 - (18:58 WIB)
    Permalink

    kalau memang penipuan, harusnya pihak bank tanggapi serius.
    apa lagi nasabah punya dasar laporan kepolisian.

    semoga cepat terselesaikan

  • 24 Juni 2022 - (19:27 WIB)
    Permalink

    Ceritanya gimana kok bisa ditipu. Biar lapor polisi jg biasa gak diurus. Percuma. Kecuali viral atau kita orang terkenal

    3
    1
    • 24 Juni 2022 - (21:02 WIB)
      Permalink

      Kronologis detail awal tidak bisa saya share disini, karena saya MASIH MAU percaya bahwa pihak Kepolisian Republik Indonesia masih menyelidiki kasus ini. Jadi penipuan ini melibatkan beberapa transaksi berbeda dengan kronologis yang jelas dan bisa dibuktikan. Baik kedua pihak perbankan dan kepolisian telah mendapatkan detailnya.

      Kuncinya sebenarnya mudah, apakah pihak kepolisian dan perbankan itu memihak nasabah sah atau nasabah bodong aka penipu. Dimana seharusnya saat ini jika membuka rekening kita harus datang difoto, sidik jari, cross check data identitas diri valid, dll atau jika belum akan dipaksa untuk pengkinian data. Bahkan cross reference dengan sejarah mutasi bank pun tersangkut pun sangat mudah bisa dilakukan, apalagi ini melibatkan beberapa nama dan rekening. Orang mukulin tokoh di jalan saja bisa dicari, apalagi ini yang ada data referensi pemilik rekening.

      Concern saya hanya satu saat ini, mengupayakan pengembalian dana yang belum bisa diakses oleh penipu pada saat telah dibuat laporan pengaduan tindakan kriminalitas. SIMPLE kembalikan dana sah ke nasabah yang sah. Entah butuh proses sekian lama, tapi berikan jaminan pengembalian itu, bukan kemudian melempar tanggung-jawab sana-sini dan menutup laporan sebelah pihak.

      COME ON BCA & DANAMON !ARE YOU DEAF AND BLIND ?

      11
      8
      • 26 Juni 2022 - (02:26 WIB)
        Permalink

        Cuma mau bilang bahwa byk rekening diperjual belikan. Jd biasanya sudah tdk relevan lg dgn penipu. BCA pun tak bs berbuat apa2 kalo blm ada surat resmi dari kepolisian.

        • 26 Juni 2022 - (07:55 WIB)
          Permalink

          @Herwin Herwin :
          Justru inilah yang memperberat situasi hukum BCA & DANAMON, berarti ada yang salah dalam prosedural perbankan mereka. Karena seharusnya rekening itu wajib hukumnya memiliki info data yang valid.

          Dan saya memiliki kok laporan kepolisian. Bahkan diinfokan oleh Halo Bca & Hello Danamon bisa menyusul 3x24jam dokumennya. Namun saya langsung menyerahkan di tgl 31Mei22 (hanya berselang kurang dari 24jam sejak pelaporan dibuat di Halo Bca & Hello Danamon).

          Sekarang masalah ini, perbankan memihak kepada SIAPA ? Nasabah sah yang bisa dipertanggung-jawabkan wujudnya atau pemilik-pemilik rekening bodong ??

          2
          1
  • 24 Juni 2022 - (20:50 WIB)
    Permalink

    Terima kasih. Biar kasus ini menjadi pembelajaran bagi semua pihak. Bahwa pihak perbankan tidak bisa sebelah pihak menerapkan aturan main sesukanya, mentang-mentang corporate besar.

  • 25 Juni 2022 - (02:35 WIB)
    Permalink

    No komen dah, gak tau saya kasusnya, apa ini kesalahan pemilik rekening atau bank nya sehingga terjadi perpindahan dana antar rekening, karna tidak di jelaskan asal usulnya tiba tiba menyalahkan bank nya

    25
    6
  • 25 Juni 2022 - (04:59 WIB)
    Permalink

    Bisa gawat nih klo rekening bodong di lindungi…semoga prosesnya lancar dan dana bisa d kembalikan

  • 25 Juni 2022 - (07:07 WIB)
    Permalink

    Ga jelas bgt nih penulis lgsg curhat tengah persoalan bkn dari awal. Atau jgn2 itu kesalahan anda sendiri ya makanya anda ga mau cerita awal mslhnya?

    14
    5
    • 25 Juni 2022 - (14:33 WIB)
      Permalink

      Menanggapi beberapa komentar yang muncul oleh @Arif N @Mulya @James :

      1. Seperti sudah disampaikan kasus penipuan ini masih aktif diselidiki oleh kepolisian dan juga seharusnya pihak bank turut bekerjasama. Untuk bisa mengupas sindikat ini karena melibatkan banyak nama, banyak transaksi, banyak orang dan beberapa lokasi berbeda, saya tidak dapat membeberkan keseluruhan kronologis, karena nanti bisa saja komplotan sindikat ini malah menjadi aware.

      2. Surat Pembaca saya, tidak mungkin mau & bisa ditayangkan oleh Media Konsumen, tanpa bukti-bukti yang mendukung artikel ini, dan bisa dipertanggung-jawabkan secara hukum.

      3. Sekali lagi saya tegaskan bahwa ini bukan kesalahan saya sebagai nasabah sah, namun “tipu daya permainan” perbankan BCA & Danamon. Yang melempar nasabah hanya berhubungan dengan robot-robot CS yang sangat “text-book”, yang tidak memiliki empati, dan jelas tidak menggunakan NORMA BERPIKIR.

      4. Saya mengalami tindak penipuan, dengan beberapa transaksi dimana sindikat menggunakan berbagai rekening nasabah bodong. Dana yang sudah berhasil ditarik oleh sindikat ini, tentu saya akan membiarkan Kepolisian Republik Indonesia dan Perbankan untuk saling bekerjasama untuk menyingkap & menggulung komplotan sindikat ini. Namun dana saya yang jelas sudah saya LAPORKAN dan BERIKAN BUKTI sebelum bisa diakses oleh sindikat harus dikembalikan kepada saya. Asal usul dana jelas dari saya, dan saya sudah memberikan buktinya kok. Jika perbankan via layanan petugas-petugas CS-nya melakukan kesalahan/kelambatan itu bukan urusan saya.

      5. Untuk troll-troll berikutnya yang sembarangan membuat komentar menuduh tanpa membaca dan mengerti isi artikel sampai selesai, harap bisa mempertanggung-jawabkan komentar anda, karena data identitas diri anda terdaftar di Media Konsumen.

      6
      2
      • 25 Juni 2022 - (16:27 WIB)
        Permalink

        Sekedar meluruskan untuk yg no. 5:
        Kalau komen mah bebas & anonim, tidak perlu identitas.
        Makanya komen2 di MK khususnya belakangan ini semakin ganas & tidak takut dimintai tanggung jawab

        1
        1
        • 25 Juni 2022 - (18:01 WIB)
          Permalink

          Oh begitu..saya pikir hanya orang yang sudah login dan terdaftar dengan identitas diri valid yang bisa membuat komentar. Terima kasih atas informasinya.

      • 26 Juni 2022 - (10:15 WIB)
        Permalink

        Kalau menuduh itu tanpa anda embel2 tanda tanya. Dan kami dsni jg wajar bertanya-tanya spti itu karena anda ttp ngotot tdk mau membeberkan awal mula mslhnya dgn alasan bla bla bla bla.

        1
        4
        • 26 Juni 2022 - (10:44 WIB)
          Permalink

          @mulya :
          Ketika anda membuat komentar ini, ada membaca ulang tidak sebelum klik Kirim Komentar.

          Biasakan membaca sebelum berkomentar.

          Btw data-data sehubungan dengan artikel ini sudah diserahkan kepada redaksi Media Konsumen (ada 14 buah salinan data). Ini adalah hak redaksi untuk tidak dipublikasikan dan hak saya untuk menyensor informasi.

          Terima kasih atas perhatiannya.

          Perhatian @Kepolisian_RI @DivHumas_Polri @CICICPolri

          • 26 Juni 2022 - (16:59 WIB)
            Permalink

            “Kronologis detail awal tidak bisa saya share disini, karena saya MASIH MAU percaya bahwa pihak Kepolisian Republik Indonesia masih menyelidiki kasus ini”. Tuh komen anda. Anda sendiri yg blg spti itu, jd mau dibaca lg pun tulisan anda diatas emg ga jelas.

      • 26 Juni 2022 - (20:02 WIB)
        Permalink

        Hati” kalau berkomentar khususnya poin no. 3, Jgn sampai anda mencari keadilan disni dgn kasus yg kronologisny gk jelas malah di proses balik pihak bank.

  • 25 Juni 2022 - (14:01 WIB)
    Permalink

    Kronologisnya tidak disampaikan ya,, kalau kesalahan terjadi karena ada unsur human error atau kesalahan anda sendiri ya wajar bank lempar tanggung jawab,, apalagi bank swasta nasional sekelas bca & danamon pasti audah menerapkan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan rekening nasabah

    4
    2
  • 25 Juni 2022 - (16:27 WIB)
    Permalink

    “Bank tidak bisa semena-mena seperti ini. Pihak bank harus konsisten melaksanakan peraturan perundang-undangan di bidang perbankan berdasarkan profesionalisme dan itikad baik” bank juga tidak bisa semena2 mengambil kembali dana yang sudah terkirim ke rekening walaupun itu penipu ataupun salah transfer yg tidak mau mengembalikan dana yang salah transfer bank tidak berhak mengambil dana atau pun memotong dana yang sudah masuk ker rekening tanpa persetujuan pemilik rekening anda tidak pernah mendengar tentang kebijakan bank di swiss? Walaupun koruptor dan penjahat kelas kakap mereka tetap berpegang teguh tentang keamanan data nasabahnya

    • 25 Juni 2022 - (18:18 WIB)
      Permalink

      @VC : sistem perbankan Indonesia termasuk disini BCA & DANAMON memiliki aturan undang-undang yang berbeda dengan di Swiss.
      Perlu juga saya sampaikan disini bahwa aturan perbankan Swiss itu dibedakan dalam 2 kategori, yakni :
      1. Perbankan Komersial yang sifatnya retail, menangani nasabah yang berhubungan dengan kegiatan retail, simpan-pinjam, dll.
      2. Perbankan yang private ini sifatnya lebih untuk penanganan dana-dana yang jumlahnya SANGAT BESAR, lebih eksklusif untuk investasi atau venture capital bagi individu-individu tertentu. Bahkan individu-individu tsb tidak perlu mendaftarkan identitas macam-macam untuk pembuatan rekening, dan yang menjadi nasabah hanya mendapatkan nomor rekening eksklusif sekian digit panjang untuk mengakses kegiatan perbankannya dan/atau disertai kunci khusus untuk mengakses safe deposit box/rekeningnya.

      Mungkin tipe ke dua ini yang anda maksudkan. Namun ini dulu jaman-jaman cerita James Bond, sekarang perbankan Swiss pun tunduk pada aturan federal law yang berlaku dan harus bekerjasama dengan pihak yang berwajib jika diharuskan.

      BCA & Danamon ini apa corporate seperti apa ya ?! Jangan lari dari tanggung-jawab kalian, Bank di Indonesia itu masih harus tunduk pada hukum. Nasabah itu dilindungi oleh hukum, prosedur yang berlaku.

      Jika saya melaporkan setelah dana ditarik penipu, kalian bisa berkelit “Bank sifatnya hanya perantara, kami tidak bisa menjanjikan pengembalian dana”. Ini dana belum bisa diambil penipu, saya sudah memenuhi prosedur yang berlaku = melaporkan-berikan bukti-dalam rentang waktu yang benar, jika bank tidak mau melindungi nasabah sah…mau jadi apa ini perbankan Indonesia. Mafia berkedok corporate ????

      1
      2
  • 25 Juni 2022 - (18:39 WIB)
    Permalink

    Sekali lagi saya tambahkan/tulisan kembali di komentar…

    Dana milik saya, ADA yang sudah habis ditarik oleh sindikat penipuan ini baik di BCA maupun Danamon, ini pun masih berproses di kepolisian.

    Dan termasuk di dalamnya ada satu transaksi karena menggunakan sistem SKN dan telah lewat cut off time perbankan, ini telah sempat saya laporkan ke BCA & Danamon sebelum dananya itu masuk (dari sistem SKN Bank Indonesia) ke rekening bodong sindikat ini. Jadi wajar donk saya meminta dana tsb dikembalikan ke pemiliknya sah.

    Kenapa BCA & Danamon mempersulit, cuci tangan, saling melempar tanggung-jawab !? Bahkan anehnya BCA itu di awal bersikeras (saya ada rekaman suara lengkapnya ketika melakukan panggilan Halo BCA), hanya bisa melakukan mediasi bukannya mau memblokir rekening bodong tsb. Aneh tidak ?? Ibaratnya dia mau menunggu uang saya lenyap dulu, baru mau memblokir, kemudian nanti belakangan mengatakan hal yang sama bahwa bank itu hanya perantara.

    Ini ada proses pengaduan yang jelas yang telah saya buat. Pengaduan ini dilindungi oleh hukum, baik BCA maupun Danamon tidak bisa berkelit dari hal ini.

    4
    1
  • 26 Juni 2022 - (02:06 WIB)
    Permalink

    “Prudential banking merupakan suatu azas atau prinsip yang menyatakan bahwa bank dalam menjalankan fungsi dan kegiatan usahanya wajib bersikap hati-hati (prudent) dalam rangka melindungi dana masyarakat yang dipercayakan padanya.”

    Berarti sudah tepat thd bank-bank tersebut yang sudah menerapkan prinsip kehati-hatian dan lebih “wait and see” sebelum ada keputusan dari kepolisian yang sesuai kata-kata anda sendiri “pihak Kepolisian Republik Indonesia masih menyelidiki kasus ini”

    1
    1
  • 26 Juni 2022 - (07:46 WIB)
    Permalink

    Komentar anda ambigu @galang (apakah mungkin krn anda buzzer bca/danamon).

    Sikap kehati-hatian ini berlaku dua sisi, TERUTAMA bagi saya nasabah asal dana tsb, apalagi saya sudah melaporkan jelas (pelaporan saya dilindungi oleh undang-undang loch, ada pasal hukumnya). Jadi baik bca & danamon harus melindungi dana saya terlebih dahulu untuk mencegah aksi pengosongan rekening oleh penipu, apalagi dananya memang belum bisa terakses. Bukankah seharusnya begitu ?

    Kalau bca & danamon mau bersikap prudent, dibandingkan saja mana rekening yang sah dan bukan. Karena pasti akan terlihat jelas perbedaan antara rekening penipu tsb dgn rekening saya.
    Bagaimana melihatnya ?
    1. Dari sejarah mutasi rekening aktif atau tidak
    2. Dari validnya tidak data identitas rekening tsb, dari tahun berapa menjadi nasabah, apakah sudah melakukan pengisian data sesuai peraturan perbankan terbaru.
    3. Bahkan hal yang simpel sejak kapan rekening tsb dibuka (karena yang bodong pasti seumur jagung).

    Tindakan pemblokiran sementara adalah langkah pertama yang seharusnya dilakukan pihak BCA. Dan Danamon juga seharusnya bisa memberikan informasi yang tepat kepada nasabah yang berkaitan dengan kasus seperti ini, karena itu juga ada pasal hukum di undang-undang.

  • 26 Juni 2022 - (11:07 WIB)
    Permalink

    Ya seperti yang anda bilang prinsip kehati-hatian itu berlaku dua sisi, bukan saja dari pihak pelapor namun juga dari pihak terlapor

    Dimana sebelum ada keputusan penyelidikan pihak berwajib, pihak perbankan juga kemungkinan tidak akan melakukan pemblokiran karena dapat dituntut balik oleh pihak terlapor

    Urusan rekening bodong atau tidak juga sangat subjektif, saya jabarkan sebagai berikut dari pertanyaan anda
    1. Bagaimana melihat rekening bodong dari sejarah mutasi rekening aktif atau tidak?
    2. Semua data yang digunakan untuk pembuatan rekening itu valid karena sistem bank terhubung dengan Disdukcapil dan DHN (Daftar Hitam Nasional), dimana semua risiko validitas data identitas itu ada di Disdukcapil bukan di bank
    3. Bagaimana membuktikan rekening bodong itu hanya dari umur pembuatan? Yang bodong pasti seumur jagung itu argumen yang tidak berdasar

    Intinya disini saya hanya memberikan pandangan, karena menurut saya yang harus anda kejar lebih dalam itu pihak kepolisian hingga dapat memberikan surat perintah pemblokiran rekening ke bank, karena bank bila ada unsur penipuan akan mengamankan mereka terlebih dahulu menghindari tuntutan hukum dari kedua belah pihak

    Semoga segera terselesaikan permasalahannya Bu Lydia

    1
    1
    • 26 Juni 2022 - (12:15 WIB)
      Permalink

      @galang :

      1. Pihak bank tidak bisa semerta-merta lepas tangan pada data dukacapil & “daftar hitam”, karena ada layer keamanan pihak perbankan tersendiri dan ada prosedural pengkinian data. Contohnya alamat yang tercantum harus BENAR. Karena ada informasi dari pihak Danamon yang mengatakan alamat pemilik rekening tidak diketemukan alias nama jalan bodong. Berarti ada yang salah dalam prosedural perbankan, ini pembiaran sistematis pembuatan rekening-rekening bodong.

      2. Pemblokiran tidak bergantung pada pihak kepolisian saja. Melainkan keputusan perbankan. Karena ada data tertulis di saya dari pihak bank yang meminta Surat Pernyataan Kronologis Kejadian dan Perintah Blokir Rekening/Dana bermaterai, bahkan pihak bank bca sampai mendiktenya kalimat persisnya harus ada berbunyi bagaimana. Dan saya sudah memenuhi persyaratan-persyaratan yang diminta sebelum dana bisa terakses penipu.

      4. Satu lagi saya tambahkan, bahkan baik pihak bca & danamon itu menyatakan secara lisan & tertulis, persyaratan laporan ke kepolisian (bkn surat pernyataan kehilangan), bisa ditunggu 3x24jam. Jika seperti yang anda bilang baru bisa blokir kalau ada surat pengaduan kepolisian, saya pasti akan langsung malam-malam itu juga di tgl 30Mei22 membuat laporan ke ktr polisi dan meng-scan surat tsb ke jalur korespondensi kedua bank. Tolong dicatat lagi dana ini baru bisa diakses penipu di tgl 31Mei22.

      5. Jadi ada yang TIDAK BENAR DALAM PROSEDURAL BANK BCA & DANAMON, dalam menangani pengaduan saya nasabah yang sah.

  • 26 Juni 2022 - (11:09 WIB)
    Permalink

    Tidak bisa berpendapat apa² karena kronologis kejadian perpindahan dana masih dirahasiakan. Cuma bisa mendoakan semoga masalahnya cepat selesai.

    • 26 Juni 2022 - (12:32 WIB)
      Permalink

      @Premium :

      Kronologis jelas yakni PENIPUAN dan sudah DILAPORKAN ke kepolisian.

      Data rentang waktu, secara prosedural, kronologis, apa yang saya perjuangkan jelas.

      Pihak BCA & DANAMON bisa cross check dengan nomor pelaporan yang sudah saya infokan. Kalau soal pihak kepolisian entah kerja atau tidak, ini masuk pembahasan baru lagi (saya juga bukan orang yang sudah hilang kambing kemudian jadi hilang sapi).

      Intinya dana saya yang belum bisa di akses penipu, pada waktu dilaporkan (dengan terpenuhi semua persyaratan & prosedur) HARUS DIKEMBALIKAN KEPADA ASAL DANA YANG SAH & BISA DIPERTANGGUNG-JAWABKAN SECARA HUKUM. Karena BCA & DANAMON adalah entity usaha yang dibatasi oleh koridor hukum. Tidak bisa menciptakan aturan main sendiri.

      Jadi jangan BCA & DANAMON malah sibuk membela pemilik rekening bodong. Lindungi hak nasabah sah !

      Seharusnya dana ini memang sudah terblokir secara logika pelaporan & persyaratan (seperti yang sudah disampaikan staff ketika di cabang), tapi mengapa mereka cuci-tangan sekarang ? Ini anehnya….pasti ada kelalaian disini, setelah proses berjalan tanpa saya ketahui atau diberitahu.

      Jawablah @HaloBCA @BankBCA & @HelloDanamon, Anda memiliki hak jawab kok…jangan hanya mengirimkan minion-minion anda membuat komentar

      • 26 Juni 2022 - (16:45 WIB)
        Permalink

        @82 :
        Terima kasih untuk tidak menggunakan mata dan otak anda untuk membaca dan mengerti isi artikel.

        • 26 Juni 2022 - (19:04 WIB)
          Permalink

          Sombongnya luar biasa.
          1. Masih berat sebelah
          2. Banyak yang belum kebuka dimana letak root cause nya.
          3. Bank pastinya belum bisa blokir rekening orang lain tanpa status final dari kepolisian atau lembaga relevan yang lebih kuat, seperti kasus 2T milik aikidi kio.
          4. Bank sendiri ketika pegawai mereka salah transfer, mereka ga bisa narik atau bahkan blokir dana nasabah yang salah transfer tersebut. Banyak kasus seperti itu.

          Yang penting semoga dana kembali dah. Saya personal mendoakan.

        • 26 Juni 2022 - (20:00 WIB)
          Permalink

          Blg aja kalau krn kesalahan kamu (lalai) sehingga terjadi penipuan. Malu amat cerita kronologisny, takut yg baca berkomentar tdk mendukung yah…

  • 26 Juni 2022 - (13:15 WIB)
    Permalink

    Entah apa yang bisa jadi pelajaran buat pembaca lain kalau belum bisa diuraikan kronologisnya dengan alasan masih proses kepolisian, dan cuma kata “penipuan” dan “rekening bodong” – yang hanya atas dasar kesimpulan penulis, pembaca lain diharap percaya aja memangnya ini ritual ibadah agama berdasarkan iman hahahaha – anda ini nggak sabaran dan sangat egois.

  • 26 Juni 2022 - (13:17 WIB)
    Permalink

    ini kejadian yg mirip sy alamin pas jaman kaskus beli paypal kena penipuan antar bank dari BCA ke BNI.

    jaman sy teleponnya diangkat, dan dia bilang kalau rekeningnya dipake ama anak kos katanya buat terima dana dari keluarganya dan dananya sudah diambil, lalu sudah keluar dari kosan tersebut.
    jadi dia minta bukain blokir karena dia jg korban ya sy ga buka biarin aja.
    ya akhirannya cuman diblokir aja biarpun yg diblokir angkanya lbh kecil dr yg sy transfer.

    seharusnya anda dikasih tau oleh pihak kepolisian prosedurnya untuk pengembalian dana yg tertipu di rekening orang, dan prosedur itu sangat panjang dan lama karena melibatkan penyelidikan dan BI untuk data, tersangka dan surat pengadilan yg bs memerintahkan bank untuk mengembalikan dana.
    laporan yg dibuat saat itu cuman bisa buat pemblokiran aja bukan untik pengembalian dana asal anda tau.

    ya semoga aja bisa balik, tapi baiknya kalo mo balik anda siap keluar semuanya termasuk waktu, lebihan untuk sampai selesai di pihak hukum.
    ya itu cuman pengalaman sy aja sih, kalo misalkan cuman teriak2 di media konsumen pake azas dan logika dibalikin, atau lapor ke YLKI mah udah sy kerjain dr dulu.

    good luck

    • 26 Juni 2022 - (14:56 WIB)
      Permalink

      @William :

      Saya sama sekali tidak ada diinformasikan hal tersebut oleh pihak kepolisian, hanya infonya untuk dana yang sudah berhasil ditarik dan dikosongkan oleh sindikat tsb, polisi singkat cerita memberitahu bahwa akan cukup sulit menjaringnya (tidak memberi harapan lah). Dan untuk dana yang masih tersangkut, itu akan masuk ranah perdata.

      Jikalau sulit dan lama seperti informasi anda berdasarkan pengalaman sebelumnya, berarti proses ya harus terus berjalan.

      BCA tidak boleh berhenti di tengah jalan menghentikan proses pelaporan nasabah, dan melempar tanggung-jawab alias cuci tangan (dalam hal ini ke bank asal rekening). Danamon pun tidak luput dari permasalahan ini, karena ada mis-informasi juga dari mereka.

      Semua ini ada payung hukumnya. Jadi perbankan tidak bisa semena-mena, menelantarkan dan tidak melindungi nasabah, dengan alasan akan sulit dan panjang prosesnya di BI, dan lain-lain ?

      Proses harus terus berjalan. Ada profesionalisme, itikad baik, prudential banking, serta di dasari perundang-undangan yang jelas dan diakui negara, sebagai dasar kinerja & prosedural perbankan.

      Perbankan itu wajib hukumnya memberikan nasabah :
      1. Hak atas kenyamanan, keamanan, dan keselamatan dalam mengkonsumsi barang dan/atau jasa;
      2. Hak mendapatkan advokasi, perlindungan, dan upaya penyelesaiaan sengketa perlindungan konsumen secara patut;
      3. Hak untuk diperlakukan atau dilayani secara benar dan jujur serta tidak diskriminatif;
      4.Hak atas informasi yang benar, jelas, dan jujur mengenai kondisi dan jaminan barang dan/atau jasa;
      5. Hak untuk didengar pendapat dan keluhannya atas barang dan/atau jasa yang digunakan

      Bobrok ini system perbankan Indonesia berarti. Perbankan merasa bisa by-pass atau berada di atas hukum kah ?? MALING BERKEDOKK CORPORATE. Kasar katanya, ini dana yang embat bank-nya berarti ?!?

      • 26 Juni 2022 - (20:54 WIB)
        Permalink

        Ya, emang bener kata polisi kalau uang mau balik itu emang masuk perdata dan anda butuh keputusan pengadilan buat diserahkan ke bank untuk diambil dananya. kalo masuk pidana kek kasus RobotTrading ya duitnya disita negara, tp pelaku dipenjara.

        yah, sy cuman infokan aja itu cara kerja bank ama hukum disini.
        kasus korupsi pun harus ada putusan pengadilan tipikor, kasus penggelapan pajak pun jg begitu. mereka cuman bisa bekukan rekening, untuk penarikan atau pengembalian dana itu harus ada surat putusan pengadilan atau ada itikad pengembalian dr si penerima, termasuk kasus salah transfer ya. coba aja kalau ga percaya.

        kalau rekening anda kena bobol karena kelalaian sistem bank, itu kemungkinan besar dana anda balik.
        tapi kalo kasus kek gini, yg mengejar kepolisian dan pengadilan itu anda sebagai korban.
        bank mah ga mungkin follow up anda salah transfer, yang follow up itu ya di pihak korban. bank tinggal tunggu hasil laporan ama surat pastinya kalo ada.

        mau bank manapun prosedur pasti tetap sama seperti ini, karena emang dasar hukumnya ya seperti itu. jadi ya sy cuman meng info kan saja.

  • 26 Juni 2022 - (13:57 WIB)
    Permalink

    @Food :
    Saya cukup aneh dengan akun-akun yang seakan mengejar detail kronologis penipuan ini, seakan kepo atau bagaimana.

    Padahal korelasi permasalahan jelas, dalam artikel maupun komentar tambahan.

    Bukti ada kok di redaksi Media Konsumen, tapi disortir oleh mereka sebagai pencegahan penyebaran informasi sindikat penipuan ini. Kita tentunya mau sindikat ini digulung oleh kepolisian dan perbankan donk, bukan justru memperingati mereka duluan sehingga bisa kabur.

    Kesimpulannya penulis ini ada back up laporan kepolisian loch. Ada back up laporan pengaduan ke perbankan, dan ada bukti aliran dana yang sudah berhasil dikosongkan. Namun ada yang BELUM, ini yang sedang DIKEJAR pertanggung-jawabannya ke pihak perbankan. Karena ini bukan ranah kepolisian, seperti info dari penyelidik. Ini akan masuk ke ranah PERDATA bukan PIDANA.

    Supaya puas saya ini kena tipu ada transaksi bisnis mengatas-namakan orang lain, namun setelah ditransfer baru ketahuan ternyata penipuan. Jadi saya lapor ke bank dan polisi. Trs DANA YANG BELUM DIAKSES PENIPU NICH..SAYA MINTA DIKEMBALIKAN. Khan bukan duit bank…bukan duit penipu tsb, cross reference saja dengan data, simpel tokh.

    Mohon budayakan membaca sebelum berkomentar dengan akun-akun anonim.
    Mohon menggunakan logika dan norma berpikir, kalau memang anda-anda ini manusia, bukan akun bayaran.

    Karena anda membawa-bawa kata-kata agama, saya doakan anda akan mengalami hal yang sama seperti saya, bahkan lebih berat lagi. Apakah nalar anda akan bisa sama ? Tolong diingat kejadian ini ya. Karena anda menertawakan persoalan orang lain, bahkan meragukan ritual keagamaan yang dianut di Indonesia.

  • 26 Juni 2022 - (16:48 WIB)
    Permalink

    Maaf pak sy mau kasih info,
    sbg pegawai bank
    blocking rekening hanya bs dilakukan atas surat perintah pengadilan dn atau surat dr kepolisian ketika rekening tersebut mmg jd alat bukti kejahatan atau ad dugaan berkaitan dengan tindak penipuan dr tersangka
    jd kudu keluar status tersangka dlu, br bs diblock pak
    kalau gk ada, Bank tdk diperbolehkan blocking account scr sepihak.

  • 26 Juni 2022 - (19:58 WIB)
    Permalink

    1 Hal yg pasti..bahwa ini murni Human error/kesalahan dari user sndiri sehingga terjadi penipuan..Krn malu atau menceritakan kronologis kejadian shingga trjadi penipuan.

 Apa Komentar Anda?

Ada 44 komentar sampai saat ini..

BCA dan Danamon Telah Melanggar Asas Prudential Banking dan Hak Perlin…

oleh Lydia dibaca dalam: 4 menit
44