UOB Memecah Pembayaran Tagihan Kartu Kredit ke Kartu Lain yang Tidak Semestinya tanpa Persetujuan Nasabah

Terima kasih Media Konsumen yang telah menerbitkan surat pembaca saya. Saya adalah nasabah kartu kredit UOB yang memiliki 2(dua) jenis kartu UOB dan keduanya adalah kartu utama bukan kartu tambahan. Kartu dengan digit akhir 2034 (Garuda UOB) dan digit akhir 5472 (UOB YOLO)

Kedua kartu tersebut aktif saya gunakan bertransaksi. Pada billing Desember 2023 masing masing kartu mempunyai tagihan sbb:

– Kartu 2034(Garuda UOB) tagihan senilai Rp130.135
– Kartu 5472(UOB YOLO) tagihan senilai Rp6.600.750

Keduanya memiliki tempo pembayaran yang sama yaitu maksimal pada 17 Januari 2024. Saya melakukan pembayaran tagihan pada 15 Januari 2024 melalui 2(dua) channel pembayaran yaitu :

1. Melalui channel transfer bank Line senilai Rp130.315 pembayaran ke kartu 2034 (Garuda UOB)
2. Melalui Tokopedia senilai masing masing Rp3.300.000 dan Rp3.300.750 ke kartu 5472 (UOB YOLO).

Saya rasa, saya tidak memiliki tanggungan kembali untuk tagihan Desember 2023, namun saat billing Januari 2024 muncul alangkah kagetnya saya dikarenakan terdapat bunga yang tidak diketahui senilai Rp108.315.

Saat dikonfirmasi ke CS UOB, CS menginfokan alasan bunga muncul karena adanya pembayaran tidak full pada tagihan Desember 2023 untuk kartu digit akhir 5472 (UOB YOLO). Saya coba meneliti ulang billing statement Januari 2024, aneh sekali karena nominal pembayaran yang masuk ke kartu tidak sesuai dengan yang dibayarkan dan terpecah pecah.

1. Pembayaran ke kartu 2034 yang seharusnya masuk senilai Rp130.315, justru hanya masuk senilai Rp125.385, sisanya senilai Rp4.750 malah masuk ke kartu 5472
2. Pembayaran ke kartu 5472 yang seharusnya masuk senilai masing masing Rp3.300.000 dan Rp3.300.750, justru hanya masuk senilai Rp3.174.615 dan Rp3.175.365, selisihnya senilai Rp125.385 sebanyak 2x malah masuk ke kartu 2034. Akibatnya kartu 2034 kelebihan bayar dan kartu 5472 dianggap tidak full payment serta dikenakan denda.

Saya konfirmasi ulang ke pihak CS UOB makin bingung dengan penjelasan CS, CS UOB memberikan penjelasan alasan sistem UOB memecah pembayaran tagihan ke beberapa kartu dengan tujuan agar tagihan yang tertunggak dari seluruh kartu dibayarkan terlebih dahulu (FYI, saya tidak punya tunggakan tagihan di UOB, semuanya terbayar lunas dan full payment).

Lebih anehnya lagi CS menyarankan saya kedepannya agar dapat melakukan pembayaran penuh atau pembayaran minimum ke salah satu nomor kartu kredit saja (padahal saya punya 2 kartu utama dan dua duanya memiliki tagihannya sendiri sendiri).

Sebagai info, saya memiliki cukup banyak kartu kredit dari berbagai Bank, baik swasta maupun BUMN namun tidak seaneh dan seberantakan UOB. Bukankah billing statement adalah rincian tagihan yang sah atas transaksi kartu kredit? Mengapa UOB dengan mudahnya dan tanpa rasa bersalah menerbitkan billing statement tidak sesuai dengan transaksi yang di proses nasabah yang mana dampak dari sistem yang amburadul ini merugikan nasabah?

Seandainya saya tidak teliti dan begitu mudah percaya, mungkin tanpa sadar saya akan membayarkan tagihan seperti yang tertera pada billing statement, padahal pada billing tersebut terdapat bunga/denda yang semestinya tidak ditanggungkan ke Nasabah. Saya berharap sistem UOB dapat dibenahi karena jika tetap seperti ini sungguh sangat merugikan nasabah.

Salam

Wahyudi
Kebumen, Jawa Tengah

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai Kartu Kredit UOB:
[Total:42    Rata-Rata: 1.9/5]

Surat pembaca ini belum mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha terkait. Jika Anda adalah pelaku usaha yang terkait dengan pertanyaan/permohonan/keluhan di atas, silakan berikan tanggapan resmi melalui tautan di bawah ini:

Kirimkan Tanggapan

28 komentar untuk “UOB Memecah Pembayaran Tagihan Kartu Kredit ke Kartu Lain yang Tidak Semestinya tanpa Persetujuan Nasabah

  • 10 Februari 2024 - (18:05 WIB)
    Permalink

    Nah ini…
    Kalo di saya, terjadi mulai sekitar 2 tahunan lalu. Bayar kartu 1, pembayaran malah dipecah oleh sistem ke kartu 2. Alhasil terkena biaya keterlambatan dan bunga. Komplain via call center, ya dihapus sih akhirnya, cuma kan merepotkan.

    Setahun terakhir juga terjadi 2-3kali tapi untungnya mengurangi tagihan dengan benar jadi tidak mengakibatkan kurang bayar.

    Entah logika apa yang dipakai oleh billing system UOB. Setahu saya dulu di SCB juga ada sistem namanya Paymesfer / Payment Transfer, kalo ada beberapa kartu, sistem akan memindahkan saldo CR ke kartu yang ada tagihannya. Bukan ngawur seperti UOB yang kalo sial malah bikin jadi berbunga.

    • 10 Februari 2024 - (18:15 WIB)
      Permalink

      Benar pak, bikin rincian tagihan jadi berantakan. Udah gitu dikenain denda. Kalau ga komplain dan nasabah lengah ya buntung sih nasabahnya

  • 10 Februari 2024 - (18:27 WIB)
    Permalink

    Saya cermati 3x pembayaran di tanggal 15 januari diatas jam 9 malam dengan jatuh tempo di tanggal kedua 17 januari.
    Pembayaran tagihan yang untuk KK 5472 melalui tokopedia (pembayaran pertama) pukul 21:50 tidak mencukupi untuk KK5472.
    Menurut sistem UOB ini mengartikan Anda tidak dalam rangka melunasi keseluruhan. Menurut sistem Pembayaran UOB yang “Pintar” ini, dibanding tagihan di kartu 2034 daripada anda kena denda tidak membayar minimum diambilan sebagian pembayaran ke kartu 2034, begitu pula dengan pembayaran kedua via tokopedia kena lagi sebagian pembayaran, karena transaksi bayar KK via 3rd party baru update minimum besok harinya.
    Pas transaksi ketiga via Line Bank ini masuk ke CC 2034, sehingga
    2023 -> terbayar 3x
    5472 -> kurang bayar.

    Dan memang saya menyetujui agar pembayaran melalui TMRW apps saja, karena instant pembayaran langsung di terima oleh Sistem Kartu kredit tanpa menunggu 1 hari
    untuk interest saya setuju agar UOB dapat refund/deposit.

    • 10 Februari 2024 - (18:35 WIB)
      Permalink

      Inisiatifnya tinggi sampe mengutak atik pèmbayaran yang masuk. Buat ngemonitor transaksi jadi membingungkan

      1
      1
      • 13 Februari 2024 - (04:50 WIB)
        Permalink

        Sy pengguna UOB juga, bayar ke 1 kartu gak apa,nanti dia otomatis dipecah ke tag kartu lain, dan ini yg penting: klo pakai bank/channel lain payment masuk perlu waktu 3 hari.

        Jadi jika pakai bank lain, selalu gunakan transfer online yg biaya 6500 itu, no rek nya ya no kartu kreditnya. Dijamin payment langsung masuk saat itu juga.

        Bayarnya sebaiknya 2-3 hari sebelum Jatuh tempo, biar ada waktu buat sistem mereka buat mecah payment ke kartu yg lain.

    • 12 Februari 2024 - (17:32 WIB)
      Permalink

      Sama om.
      Saya di kasih juga, tapi memang masih meragukan untuk pakai.
      Bantu sales nya dapat poin saja lah.

  • 10 Februari 2024 - (19:33 WIB)
    Permalink

    ternyata ada juga kejadian yang mirip2 dengan saya. pikir ada error sistem. bedanya saya jelas2 membayar ke 2 nomor kartu yang berbeda(1 uob dan 1 pindahan citi ke uob) di hari yang sama dengan jalur pembayaran yang sama yakni BC* dengan 2 kali trx dan memastikan jumlah sesuai malah lebih ke arah pembulatan hingga nominal kelipatan 100rb.

    saya baru merasa janggal ada terkena bunga di bulan berikutnya. bertanya telp ke cs, ternyata pas diliat sebentar di trx mereka tercatat 2x “credit” di masing2 kartu(berarti ada 4x pembayaran??). dan saya sempet anggap angin lalu. setelah beberapa saat kemudian saya penasaran mengecek tagihan bulan lalu dan trx pembayaran via BC* tersebut, saya benar2 hanya 1x pembayaran di masing2 kartu. namun yang tercatat di sistem mereka masing2 pembayaran dipecah menjadi 1:9 dimana seharusnya 2:8 untuk tiap trx. sehingga salah satu kartu dianggap tidak full pembayaran.

    sakti sekali ternyata “sistem hitung” mereka. tidak terbayang sudah brp byk “bunga” yg didapat karena sistem ini???sayangnya saya mau tidak mau buka tmrw untuk mencegah hal ini terulang. malas juga tayangkan di sini karena bunga 100rb an. itung2 apreasisi untuk kartu ex CITI yang sudah sangat berkesan sekali baik promo maupun layanannya. untungnya ada artikel TS ini agar pembaca wanti2 juga perihal ini.

    • 11 Februari 2024 - (06:07 WIB)
      Permalink

      Iya pak, sungguh mereka dengan entengnya ngeluarin bunga atau denda ke nasabah. Ya walau kalau mau banding bisa dihapus sih cuma belum tentu semua nasabah aware. Kalau ga aware dan tetap membayar sesuai yang ditagihkan udah untung berapa itu UOB dengan sistem mecah mecah pembayaran seperti ini

      2
      1
  • 11 Februari 2024 - (14:38 WIB)
    Permalink

    sistem UOB memang begini, hanya pembayaran via aplikasi TMRW/UOB yang tidak dipecah2

      • 11 Februari 2024 - (17:02 WIB)
        Permalink

        betul, karena ada CB di toped saya pake toped. klo dipaksa pake TMRW, UOB minim promo

    • 12 Februari 2024 - (17:35 WIB)
      Permalink

      Saya punya Reksadana BNP Paribas ex Citibank yg dulu gak pernah kena fee penjualan karena sudah memegang lama, di pindah ke UOB malah di palak fee. Alasannya macem2 bikin pusing.
      Bank bisnis kepercayaan kok begini ya
      Harus ada yg lapor ke OJK
      #ojk

      • 12 Februari 2024 - (18:32 WIB)
        Permalink

        Emang UOB mah gajelas, udah mah promo nya jarang. Ada aja masalahnya

  • 12 Februari 2024 - (13:06 WIB)
    Permalink

    Sangat merusak planning keuangan nasabah, jd rencana kita tapi yg ngatur UOB. Keren sih ini bank. Bikin rusak

    • 12 Februari 2024 - (15:16 WIB)
      Permalink

      lebih kacau lagi, pas lapor CS. CSnya ga responsif. bener bener menguji kesabaran

    • 24 Februari 2024 - (07:23 WIB)
      Permalink

      Betul, saya juga kejadian seperti ini, saya ada kartu citibank & uob yang saat ini citi sudah diakuisisi uob. Pembayaran saya mulai januari dipecah2, padahal saya bayar sesuai account dan jumlah sudah lebih. Mengakibatkan account uob saya kurang bayar dan kena denda (padahal sudah lunas). Terulang di februari. Padahal 2023 tidak pernah demikian. Ini saya juga mau posting di sini.

      • 24 Februari 2024 - (17:23 WIB)
        Permalink

        Iya posting saja pak, saya juga lapor ke OJK juga tapi ya gitu mereka tetap pembelaan dengan dalih menjaga kolektibilitas nasabah. Padahal reasonnya ga masuk akal.

    • 12 Februari 2024 - (18:33 WIB)
      Permalink

      Sengaja kyknya ya, ini sampe ta laporin ke OJK grgr masalah pecah tagihan awur awuran. Ya okelah bunga bisa dihapus. Tapi klo nasabah lain kena juga dan ga ngeh kan merugikan

      • 28 Februari 2024 - (07:18 WIB)
        Permalink

        Akhirnya gmn Pak apa sudah ada tanggapan dari UOB? Lapor ke OJK gmn tanggapannya? Saya bulan ini sudah bayar tagihan, dipecah lagi juga, kejadian dari jan-mar 24 ini, sebelumnya dec 23 kedua kartu masih sesuai payment dr BCA

        • 28 Februari 2024 - (07:29 WIB)
          Permalink

          Mereka masih kekeh dengan sistem pecah belah tagihan. Malah di saranin bayar lewat tmrw/rekening UOB biar ga kepecah. Padahal concern saya itu biar nasabah lain ga ikutan ke jebak. Kasihan kalau sampe ada nasabah yang gak ngeh dan bayar begitu aja denda. Padahal ga ada kesalahan dari sisi nasabah

 Apa Komentar Anda mengenai Kartu Kredit UOB?

Ada 28 komentar sampai saat ini..

UOB Memecah Pembayaran Tagihan Kartu Kredit ke Kartu Lain yang Tidak S…

oleh wahyu29 dibaca dalam: 2 menit
28