Pengembalian Barang di Shopee Makin Liar dan Tidak Terkendali, Penjual Diperas Habis Tanpa Solusi

Perkenalkan, kami adalah salah satu merchant di Shopee yang selama 6 tahun ini mengikuti perkembangan dan berkembang di Shopee. Dengan artikel ini, kami mau menyampaikan keluh kesah atas peraturan baru dari Shopee, di mana setiap pembeli bisa langsung mengembalikan barang yang mereka beli tanpa harus mengajukan bukti.

Ada beberapa jenis pengembalian barang di Shopee, salah satunya “Berubah Pikiran” yang diimplementasikan di awal 2024, serta alasan lain seperti produk tidak sesuai dengan deskripsi.

Pada awalnya, pengembalian “Berubah Pikiran” ini akan langsung diproses otomatis oleh sistem Shopee dan disetujui oleh sistem Shopee, di mana pembeli langsung diberi alamat penjual dan tinggal kirim balik melalui jasa kirim J&T Express atau SPX Express.

Biaya kirim yang timbul (pengiriman dari penjual ke pembeli dan pembeli ke penjual) akan dikenakan 100% kepada penjual, meskipun si pembeli sudah memakai barang yang dibeli. Misalnya, baju sudah dipakai kemudian dikembalikan, itu 100% akan menang dan penjual yang harus menanggung biaya-biaya yang terjadi.

Setelah kami protes dan memasukkan keluhan di media konsumen, biaya kirim akhirnya ditangguhkan pada medio April 2024. Jadi sekarang pengembalian “Berubah Pikiran” sudah gratis ongkir, tetapi walaupun barang sudah dipakai dan misalnya seperti kami menjual plastik lembaran, plastik yang sudah digunakan diisi macam-macam bisa dikembalikan dan 100% menang pihak pembeli. Penjual harus menerima produk tidak lengkap atau produk bekas tanpa ada tanggung jawab dari pihak Shopee.

Kemudian, metode pengembalian lain adalah “Barang Tidak Sesuai dengan Deskripsi/Foto”. Dulunya, pihak penjual barang bisa menyanggah komplain barang tidak sesuai dengan melampirkan bukti-bukti yang ada, dan biasanya akan dimediasi oleh Shopee, meskipun kemungkinan menang sangat kecil bagi penjual jika buktinya tidak lengkap sekali.

Tapi pada 2024, semua itu berubah. Komplain barang tidak sesuai deskripsi, kita penjual tidak berhak untuk menyanggah. Pilihan kita hanya bisa menunggu barang dikirim balik, dan setelah menerima barang balik baru boleh menyanggah.

Namun, sanggahan ini 100% tidak pernah dimenangkan oleh Shopee, karena kebijakan Shopee adalah pembeli akan menerima uang kembali dalam waktu 1×24 jam.

Artinya, barang masih di jalan, uang pembeli sudah kembali, tinggal penjual vs Shopee (dalam hal ini tim mediasi). Bayangkan jika penjual vs Shopee dan jurinya adalah Shopee, jalan cerita sudah bisa tertebak yaitu kemenangan ada di pihak Shopee 100%.

Yang lebih menjengkelkan lagi, meskipun kita penjual sudah benar mengirim barang, tapi karena musuhnya adalah Shopee dan jurinya Shopee, kita pasti kalah. Kita penjual masih harus menanggung ongkir yang terjadi, pihak Shopee beralasan karena barang yang dikirim salah, jadi Shopee tidak mau rugi menanggung ongkir yang ada (ongkir pulang pergi).

Jadi penjual di sini hanya dijadikan sapi perah oleh Shopee. Kemudian di Juni 2024 ini, Shopee mengeluarkan fitur baru berbayar di mana penjual diberi “opsi” untuk membayar sebesar Rp350 per pesanan untuk cover jika ada pengembalian barang dengan alasan apapun maka ongkir tidak di-charge ke penjual.

Bayangkan, kita penjual ini di-charge 0,5% dari total pesanan untuk asuransi pengiriman, di mana jika nilai barang hilang lebih dari 10x ongkir, asuransi ini tidak otomatis berjalan. Penjual harus berdebat dengan pihak CS Shopee baru kita akan dibuatkan form dan jika disetujui, maka asuransi baru akan dikeluarkan 14 hari kerja kemudian.

Asuransi ini bukan full nilai barang, tapi hanya sisa nilai barang setelah dikurangi kompensasi dari jasa kirim. Tapi jika nilai barang di bawah 10x ongkir, maka penjual harus menunggu dari pihak jasa kirim yang bayar. Sekarang fitur berbayar baru sebesar Rp350 ini datang seolah-olah Shopee berbaik hati mau menanggung ongkir atas ulah Shopee sendiri dari fitur pengembalian tanpa perlu alasan apapun.

Bayangkan jika ada seller yang 1 hari rata-rata 100 pesanan, dengan fitur ini biaya yang dikeluarkan adalah Rp35.000/hari atau Rp1.050.000/30 hari (1 bulan). Padahal jika Shopee tidak memberlakukan pengembalian tanpa alasan itu boleh, maka penjual tidak perlu biaya tambahan seperti ini.

Semakin banyak biaya yang dibebankan ke penjual, pasti akan semakin banyak penjual yang nakal dan tidak akan memberikan produk dengan kualitas yang optimal. Tingkat fraud atas sistem pengembalian yang diberlakukan oleh Shopee ini pasti akan sangat tinggi.

Ini kasus yang sedang kami hadapi, di mana pembeli hanya foto packaging terluar dari produk, bukan produknya langsung tapi dimenangkan Shopee. Shopee menulis biaya ongkir tidak dikenakan, tapi kita di-charge habis sama Shopee.

Bisa dilihat dari foto tersebut, yang atas itu adalah dari pembeli, jadi pembeli cuma foto asal tidak menunjukkan barang tersebut salah atau apa, kemudian kita yang bawah harus menunjukkan semua bukti yang ada (di mana penjual harus menunjukkan sedetail mungkin unboxing foto video dll).

Gambar ini menunjukkan penjual kalah 100% karena pembeli sudah memenuhi semua syarat Shopee, tapi pihak Shopee menulis ongkir tidak dibebankan. Ongkir sebesar Rp20.000 lebih tetap dibebankan ke penjual.

Bayangkan barang itu tidak dibayar, dipakai pembeli, kemudian penjual disuruh bayar ongkirnya. Kasus ini sudah kami komplainkan, dan dibalas oleh Shopee bahwa mereka sudah benar 100%. Tapi karena kami kasihan kepada penjual, maka Shopee mau kasih voucher.

Kami di sini sebagai penjual tidak mau vouchernya, tapi mau fairness-nya. Orang foto packaging terluar, dimenangkan, penjual harus foto detail, video unboxing detail dikalahkan 100%, masih disuruh menanggung ongkir.

Barang yang sudah dipakai juga bukan urusannya Shopee, padahal yang membuat kebijakan pengembalian itu Shopee.

Sampai 18 Juni 2024, pihak Shopee tidak mau bertanggung jawab untuk biaya kirim tersebut dan barang yang sudah dipakai. Jawaban terakhir adalah kita beri voucher jika tidak mau ya sudah. Kita jelas tidak mau karena nominal yang diberikan lebih kecil dari biaya yang terjadi.

Ini contoh orang-orang berubah pikiran yang akhirnya mereka membatalkan berubah pikiran karena kami toko marahi mereka, dengan konsekuensi toko akan mendapat rating bintang 1 dari customer. Hal ini terpaksa kami lakukan daripada menanggung ongkir yang berlipat-lipat dari nilai barang.

Ini contoh orang yang beli beberapa resi COD, kemudian begitu barang sampai langsung 2 nota pesanan di retur semua dengan alasan barang tidak sesuai foto, semuanya dimenangkan Shopee.

Contoh di mana pembeli dengan alasan apapun bisa kembalikan barang, alasannya tidak sesuai dengan suasana hati (file asli ada videonya, tidak kami cantumkan). Endingnya jelas penjual kalah 100%.

Kita menjual barang sekali pakai yaitu berupa kantong kemasan food grade. Tapi pembeli sudah membuka segel, sudah memakai barang, dan tidak tahu cara pemakaian kantongnya, yang mana cara pakainya hanya tinggal masukkan produk, kemudian kantong di-heat seal dengan mesin yang mumpuni.

Tetapi karena pembeli tidak bertanya cara pakai dan menggunakan mesin murahan yang kemampuan seal-nya jelek, maka produk tidak bisa tertutup rapat. Bayangkan, produk sekali pakai, sudah dipakai berlembar-lembar, dikembalikan, dimenangkan Shopee. Biaya kirim penjual suruh tanggung, padahal itu barang sudah dipakai.

Dari beberapa ulasan yang kami sampaikan, apakah tidak ada lembaga atau pengacara atau siapapun yang bisa menghentikan kegilaan Shopee ini? Kami hanya satu dari jutaan penjual UMKM yang berusaha di e-commerce, tetapi jika UMKM diperas seperti ini, maka bisa dipastikan UMKM akan layu sebelum berkembang, dan hanya produsen-produsen serta penjual kelas kakap lah yang akan menguasai e-commerce di Indonesia.

Alexander R.
Sidoarjo, Jawa Timur

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.

Surat pembaca ini belum mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha terkait. Jika Anda adalah pelaku usaha yang terkait dengan pertanyaan/permohonan/keluhan di atas, silakan berikan tanggapan resmi melalui tautan di bawah ini:

Kirimkan Tanggapan

41 komentar untuk “Pengembalian Barang di Shopee Makin Liar dan Tidak Terkendali, Penjual Diperas Habis Tanpa Solusi

  • 21 Juni 2024 - (16:47 WIB)
    Permalink

    Selama anda dan orang lain masih jual beli di Shopee, selama Shopee masih laku, yah ngak bakal stop kebijakan dan keputusan aneh2 dari pihak Shopee. Cuma bisa nulis keluarin uneg2 di Media Konsumen dan website lainnya sampai kiamat, atau sampai bangkrut.

    Intinya Shopee mau aturan gaya luar negeri kan? Yah salah satu solusinya kalau di luar, harga musti naik untuk menutupi pengeluaran ongkos aneh2 ini. Cuma yah susah berhubung di sini beda harga dikit langsung ngak laku.

    Menurut saya aturan aneh2 begini sangat memberatkan UMKM, kalau bisnis gedean, apalagi yang punya merek sendiri, yang cuma iseng2 munculin muka di marketplace, mungkin mereka banyak jalan keluarnya.

    Intinya jualan online madesu. Udah jadi youtuber atau influencer aja.

    • 21 Juni 2024 - (23:41 WIB)
      Permalink

      Sapa tahu dari sebuah sharing pengalaman ini akan membuat seller-seller lain yang merasa dirugikan akan bersuara, karena saya yakin, jika kita sudah berdagang dengan jujur dan menjaga integritas pasti tidak akan suka di perlakukan seperti ini, lain halnya jika orang-orang iseng yang hanya memanfaatkan celah dari peraturan ini, memang jawaban singkat, jika tidak suka silahkan jangan berjualan di shopee. Ini hanya sebuah tulisan jika tidak dianggap pun ini tidak masalah karena memang brand besar tidak memerlukan UMKM, padahal pemerintah katanya berpihak pada UMKM, siapa tahu pemerintah bisa memberikan regulasi yang adil untuk pengguna platform, baik penjual maupun pembeli, jadi pihak platform tidak bisa semena-mena membuat peraturan.

      • 22 Juni 2024 - (03:18 WIB)
        Permalink

        Kalo gak ada cuan mana mau pemerintah campur tangan lihat aja banyak klaim asuransi yang tertunda berbulan yg merugikan pembeli/penjual apa ada tindakan ? NOL

  • 21 Juni 2024 - (22:26 WIB)
    Permalink

    kalo ngga mau rempong, jual aja offline, buka kios, nah liat ntar omzet ente lebih gede apa sama aja boncossss

    • 21 Juni 2024 - (23:32 WIB)
      Permalink

      Tidak perlu membela platform seperti itu, kita disini sama-sama hanya pedagang biasa yang jual barang biasa, kita buka di semua platform e commerce, untung rugi itu sudah resiko, tetapi jangan merugikan orang dengan cara tidak masuk akal, kebijakannya yang ada tidak mendidik dan hanya menekan satu sisi, jika anda lebih percaya shopee dan membela shopee itu juga hak anda, ini memang hanya sebuah tulisan tiada arti bagi orang-orang seperti anda, cuman kami di sini berharap makin banyak seller yang paham makin banyak seller yang menyuarakan ketidakadilan ini, mungkin bukan tulisan ini yang akan di baca, tapi nantinya pasti akan ada yang di tindak lanjuti, kita inginnya hanya sebuah fairness, jika sudah tidak fair, maka yang timbul hanya banyak kecurangan, otomatis experience berbelanja anda sebagai konsumen juga akan terganggu

      2
      1
      • 22 Juni 2024 - (07:21 WIB)
        Permalink

        mohon maaf bagi saya pembeli di shopee sangat terbantu dengan adanya fitur pengembalian barang. jadi kelemahan beli online untuk cek barang dulu seperti saat beli offline ada solusinya. mungkin untuk penjual harus lebih detil menjelaskan deskripsi produknya. foto, video, narasi, chat, dll.

        • 22 Juni 2024 - (09:12 WIB)
          Permalink

          Penjual asal-asalan itu ada dan memang pihak shopee juga bercerita mengenai itu, tapi jika melihat kasus kami, bukti dari pembeli hanya sebuah foto packaging, kadang hanya foto lantai, kadang foto langit, jika memang mau fair, pembeli juga harus membuktikan kalau memang barang itu tidak sesuai dengan deskripsi seperti dulu, itu baru adil, bukankah dari dulu pihak shopee membuka pintu lebar untuk komplain selama 2×24 jam setelah barang diterima? pembeli merasa tersandera karena tidak mau melakukan video unboxing?? tidak mau memberikan foto detail barang yang di terima? bagaimana dengan pembeli yang cuman pingin coba2 tahu barang? banyak di tempat kami barang di buka segel, di pakai dulu dan dikembalikan dengan alasan berubah pikiran, apakah hal itu bisa dilakukan di toko offline? apakah pembeli berani mengembalikan barang yang tersegel kemudian barang itu di coba di pakai beberapa hari, lalu di kembalikan dengan alasan kurang cocok?

          Poin kami, hal ini malah mengedukasi pembeli untuk memanfaatkan celah ini untuk melakukan kecurangan, dan hal ini juga di akui oleh CS pihak shopee sendiri, pembeli beli TWS, penjual benar kirim TWS, tapi karena sistem baru shopee yang tidak perlu bukti, pembeli bisa minta refund hanya berbekal kotak kosong

          2
          1
          • 22 Juni 2024 - (15:22 WIB)
            Permalink

            harusnya bebas pengembalian dengan alasan berubah pikiran itu semua ongkirnya ditanggung pembeli, jd kalau pakai vocer ongkir gratis pun harus dibayar oleh pembeli ke pihak shopee dan biaya pengemasan oleh penjual ditanggung oleh pembeli.

  • 22 Juni 2024 - (08:26 WIB)
    Permalink

    Kalo saya lihat 3 marketplace ini : tiktok shop, Shopee dan Lazada saling berkompetisi untuk menyengsarakan seller dan merebut konsumen.

    Saya curiga mereka pada akhirnya akan mrmbuang (seleksi) seller nya dan menggunakan database pembeli nya utk menerapkan isue yg selama ini berkembang. Menjadikan marketplace mereka di isi oleh barang barang dari marketplace sendiri… Sedikit demi sedikit dan akhirnya bener2x total.

    10% seller tersisa yg akan makin di siksa nanti.
    Lebih untung nanti marketplace jika jualan sendiri kelola penuh oleh marketplace.

    Siap siap saja.

    • 22 Juni 2024 - (09:19 WIB)
      Permalink

      ada juga kemungkinan seperti itu seperti amazon juga melakukan itu, karena itu harusnya pemerintah memberikan regulasi dimana para platform ini tidak bisa semena-mena membuat sebuah kebijakan seperti ini, bayangkan penjual sudah mengirim barang dengan benar (kami sudah 6 tahun di shopee dan tingkat pinalti kami ini 0), kemudian pembeli iseng-iseng beli barang, barang datang di komplainkan dengan komplain tidak sesuai deskripsi, buktinya hanya sebuah foto tidak jelas, jika kita tidak balas banding dengan detail yang sangat jelas dan kalah, maka ongkir pulang pergi penjual yang tanggung, untuk kasus ini kita dikenakan 20rb, beberapa bulan lalu 140rb untuk biaya ongkir pembeli iseng, dengan nominal barang yang jauh dari nilai ongkir.

      E-commerce ini membantu memperlebar pasar bagi kita UMKM, mreka sudah mengambil 10-12% dari setiap penjualan, harusnya berlaku lah adil setidaknya tidak memberatkan salah satu pihak

      • 22 Juni 2024 - (09:33 WIB)
        Permalink

        Iya saya jg penjual di shopee sering dirugikan jg. Regulasi penerintah cm di buyer sih. Seller blum di atur. Jd marketplace semena mena. Aturan 3 marketplace itu enang diluar nalar

    • 22 Juni 2024 - (11:31 WIB)
      Permalink

      > membuat seller-seller lain yang merasa dirugikan akan bersuara, …

      Udah banyak suara. Di Media Konsumen, di sosial media, di website lain. Hasilnya apa?

      • 22 Juni 2024 - (12:41 WIB)
        Permalink

        Jika memang banyak siapa tahu ada pihak pemerintah yang membaca dan bisa mengatur regulasi dunia e-commerce kedepannya, bukan hanya bingung produk lokal, tapi bagaimana memberdayakan pedagang lokal, jika orang baru berusaha dan mencoba ecommerce, kemudian belum apa-apa sudah terkena kebijakan konyol ini bagaimana orang mau berusaha untuk menjadi seorang wiraswasta, yang ada malah menciptakan manusia-manusia yang berpikiran sederhana untuk berlaku curang dengan cara mengambil celah dari kebijakan ini. Mau shopee berubah besok?? tidak mungkin, tapi paling tidak kita sudah bersuara dan berusaha lewat jalur yang kita bisa.

        1
        2
        • 22 Juni 2024 - (19:29 WIB)
          Permalink

          gak perlu diciptakan manusia-manusia yang begitu, dari jaman nenek moyang juga sudah ada, maupun sistem sempurna 100% juga pelaku/ oknum tersebut tetap ada, sudah hukum alam.

          Kembali lagi ke manusia nya.

          kadang kasian juga liat Shopee nya, selalu salah. padahal dari update kebijakan/ sistem saja harus nya sudah di lihat bahwa Shopee ingin memberikan kenyamanan untuk semua, namun ya itu selalu saja ada oknum.
          Coba kalau di balik posisi kita sebagai Shopee. Sakit juga kepala.

          4
          34
          • 22 Juni 2024 - (20:26 WIB)
            Permalink

            lihat permasalahan kasusnya dulu bagaimana yang kita permasalahkan, contoh sederhana itu misalnya barang tidak sesuai deskripsi / tidak sesuai foto, tapi bukti yang di berikan oleh pembeli itu hanya bungkus packing (itu pasti menang dan dimenangkan pihak shopee), nanti video tidak menunjukkan apa-apa juga dimenangkan, setelah itu kita penjual bisa banding, itu nanti jawabannya shopee hanya merujuk pada artikel pengembalian barang dan pihak penjual di kalahkan, jika kita protes keras, baru di riview lagi dan mreka akan bilang yang menyetujui itu “sistem” atau komputer.

            Jadi kalau dibilang jadi shopee itu pusing, kenapa malah membuat peraturan aneh? 2023 itu masih normal, jika ada orang komplain silahkan komplain tunjukkan permasalahannya dimana, jika penjual salah kirim barang tunjukkan dengan jelas dulu, penjual pun bisa membela diri, jika beli nya Susu kaleng, yang di kirim sabun colek, si penjual pasti kalah kok, tapi seandainya beli susuh kalen, sudah dikirim susu kaleng, saat ini penjual pasti kalah kalau pembelinya mengembalikan barang.

            Dan jangan lupa Penjual disuruh menanggung ongkir pembelinya, jadi sudah jujur kirim barang, barang mati di perjalanan berminggu-minggu tidak dapat transaksi, masih harus membayar biaya kirim nya pembeli pulang pergi, jadi kenyamanan apa yang di dapat untuk semua pihak? hanya 1 pihak yang di untungkan, lain pihak dirugikan, kemudian shopee nya pusing? ya balik lagi kenapa membuat peraturan yang memberatkan sebelah pihak? dan jangan lupa kita penjual sudah membayar shopee 12% di luar iklan, jadi kita penjual bekerja, ya shopee juga bekerja, shopee bukan badan amal, jika bekerja terjadi kendala itu sudah resiko. Jika shopee tidak memungut biaya sama sekali, mungkin masih bisa di maklumi kebijakan-kebijakannya

            1
            2
          • 22 Juni 2024 - (20:46 WIB)
            Permalink

            @Alexander

            Gak gitu juga bos, jika kita merasa benar (penjual/pembeli) pun masih bisa banding di kebijakan sekarang maupun sebelumnya.

            kenapa malah membuat peraturan aneh? 2023 itu masih normal.
            aneh kan menurut kita sebagai penjual yang apa adanya, sebelum kebijakan sekarang, banyak post pembeli yang merasakan di sampingkan, penjual diprioritaskan.
            padahal sama saja tidak ada yang diutamakan, semua status nya sama.
            dengan kebijakan saat ini saja masih banyak kok penjual nakal. (fakeorder dsb nya)

            kalau untuk fee ongkir dsb ya normal aja bos. itukan sudah atas kesepakatan kita numpang tempat jualan, ya kali tanpa biaya apapun. rugi dong bos yang etis aja kalau mikir.

            membuat peraturan yang memberatkan sebelah pihak?
            itu kan menurut anda sebelah pihak.
            Perusahaan besar seperti Shopee gak mungkin juga bos buat kebijakan 1 hari atau atas keputusan 1 orang langsung jadi, pasti ada dasar-dasar nya juga.

            Semua kembali lagi kepada manusia nya, jika sistem / kebijakan lemah pun itu tidak masalah jika manusia nya bisa memanusiakan manusia.

            3
            33
  • 22 Juni 2024 - (13:28 WIB)
    Permalink

    Sekarang kompetisi menjadi duopoli seperti honda dan yamaha di online ada shopee vs tokopedia-tiktok ..selama kita masih pakai ke 2 platform tersebut ..maka biaya admin penjualan akan terus dinaikan sampai penjual kahabisan darah akhirnya mati satu per satu dan kualitas produk semakin mengecewakan.. contoh produk HP sekarang bnyak hp2 repacking ( hp bekas di kemas ulang dan dijual baru ) dengan harga dibawah harga standard barunya…jd hp baru tidak laku… hp second pun tidak laku…yg bnyak laku hp repacking hasil kejahatan tersebut dan parahnya ke 2 platform acuh tak acuh yg penting cuan… semakin bnyak kecurangan dan kejahatan ..jd berhati2 lah belanja di online..

  • 22 Juni 2024 - (14:21 WIB)
    Permalink

    @bob Hehe makanya bingung 😄
    Lain kali kalo komen pake tertuju ke siapa.
    Kaya contoh saya gini walau nyasar pun jd bisa tau komennya tertuju ke siapa gitu..
    Pake @username

  • 22 Juni 2024 - (20:33 WIB)
    Permalink

    Sebagai penjual di Shopee, saya merasa sangat dirugikan oleh kebijakan pengembalian barang yang baru ini. Kebijakan ini memungkinkan pembeli mengembalikan barang tanpa bukti yang jelas, yang tidak hanya merugikan secara finansial, tetapi juga membuka peluang untuk penyalahgunaan. Pembeli yang tidak bertanggung jawab bisa dengan mudah memanfaatkan sistem ini untuk mendapatkan barang gratis atau mengganti barang yang rusak dengan yang baru. Shopee perlu meninjau kembali kebijakan ini untuk melindungi penjual dari potensi kejahatan dan kerugian yang lebih besar.

  • 22 Juni 2024 - (22:05 WIB)
    Permalink

    @premiummarket
    Mungkin untuk pembaca lain dari sisi penjual dan pembeli, saya jadikan poin-poin saja ya biar lebih jelas keberatannya:
    1. Pengembalian di 2024 ini pembeli tidak memerlukan bukti komplit dan cukup asal foto apa saja, bisa kembalikan barang
    2. Barang yang dikembalikan itu nanti ada ongkir, contoh ongkir pengiriman (biasanya ada vocer gratis ongkir bagi pembeli, jadi pembeli rata-rata ongkirnya kan Rp 0) misalnya Rp 10.000 dan ongkir biaya kirim balik Rp 10.000 jadi total biaya Rp 20.000 itu penjual yang harus bayar dulu. Kita pernah kirim ke area Manado, domisi kita di Jawa, ongkir PP Rp 140rb harus kita tanggung, sedangkan nilai barang hanya Rp 80rb. IDE brilian dari siapa kah penjual harus membayar biaya kirim untuk kejadian yang bukan salah nya penjual? jadi kalau merunut dari pendapat anda karena ini keputusan kolektif, berarti ini adalah bentuk ketidak adilan kolektif dari perusahaan.
    3. Penjual bisa banding, tapi bayangkan pembeli itu foto seenaknya pakai foto apapun, penjual kalau banding harus unboxing, harus ada bukti jelas, bahkan sebenarnya permintaan shopee ini adalah foto dan video pada saat penjual melakukan proses packing pada awal sekali (which is saya yakin tidak ada yang punya kecuali seller super besar dengan tim super besar atau seller yang mungkin sehari hanya ada 1-2 orderan yang bisa punya data sekomplit itu)
    4. Banding ini bukan penjual vs pembeli ya, tapi penjual vs shopee, karena pada saat pembeli melakukan komplain pengembalian barang (yang 100% pasti di setujui), pembeli itu sudah langsung akan dikembalikan dana nya oleh shopee, jadi banding ini adalah penjual vs shopee, dengan tim mediasi shopee sebagai juri nya.
    5. Di kasus saya, sudah tertera jelas bahwa tidak akan di kenakan ongkir, yang menulis adalah tim mediasi shopee yang ada di kolom diskusi komplain, tapi pada kenyataannya saya masih harus menanggung ongkir, dan untuk menganulir ongkir tersebut harus ribut berkali-kali dengan CS Shopee dan tim mediasi shopee, padahal tulisan pihak Shopee “TIDAK AKAN DIKENAKAN BIAYA ONGKIR” bukti terlampir.
    6. Membahas Penjual Nakal, selain sebagai penjual saya juga sebagai pembeli platinum di shopee alias kita juga sering melakukan transaksi beli di shopee dari 2016 sampai 2024, sebagai pembeli jika memang kita bisa menarasikan dengan baik dan mempunyai bukti dengan baik bahwa barang yang kita terima tidak sesuai dengan barang yang ditawarkan, pihak shopee pada rentang waktu 2016-2023 sebelum ada kebijakan yang ini pun tetap bisa menjembatani dengan baik, contoh kita beli isolasi, tapi kita terima dari kurir sudah rusak, sebelum kita unboxing total, kita foto dan video, setelah itu bukti foto dari kurir juga kita sertakan yang membuktikan bahwa dari awal kita terima barang sudah rusak, jika bukti komplit kita di menangkan kok sebagai pembeli, karena sebagai pembeli pun jangan bukti nya tidak komplit tetapi memaksa menang sendiri.

    Mengenai fee 12% yang termasuk biaya gratis ongkir didalamnya, itu bukan menjadi poin pembahasan karena yang saya ulang-ulang mengenai fee 12% itu, saya sudah membayar dalam artian penggunaan platform ini tidak gratis tetapi jangan selalu menyudutkan 1 pihak saja dimana barang sudah di pakai, bisa kembali seenaknya, kemudian penjualnya harus menanggung ongkirnya pembeli, harusnya anda paham dari awal pembahasannya hanya itu.

    Kemudian saya tidak ada menyerang personal anda dari awal, karena pembahasannya adalah shopee, kenapa anda bilang saya tidak etis jika saya menuntut sebuah fairness ke dua belah pihak??
    – Apakah anda orang shopee?
    – Tim mediasi shopee yang kena potong karena salah ambil keputusan?
    – Atau anda salah satu seller besar yang punya hubungan dengan internal shopee? jadi jika ada masalah, anda akan di prioritaskan oleh SHOPEE
    Mohon maaf jika anda adalah salah satu yang saya sebutkan di atas, karena saya hanya seller biasa yang tidak ada kekuatan internal apapun kedalam shopee, jadi jika ada masalah, saya hanya bisa lapor ke CS, bahkan RM pun sudah tidak ada sekarang ini.

    Bisa baca komen-komen beberapa rekan yang mengaku sebagai seller di kolom ini, apakah kami semua yang mengeluh ini adalah penjual penipu seperti yang anda katakan?? apakah kami penjual ini juga bukan pembeli?

    11
    3
    • 23 Juni 2024 - (03:50 WIB)
      Permalink

      @Alexander

      asumsi anda terlalu berlebihan bos.

      semua penjual pasti jadi pembeli, tetapi tidak semua pembeli jadi penjual.

      Point 1.
      untuk foto mungkin iya, tapi kan tetap saja menunggu pemeriksaan Shopee dan persetujuan penjual untuk bisa kembalikan barang. dan ini masih bisa banding selama sesuai dengan bukti masing-masing.

      ini baru saja saya alami.
      pada tanggal 21 saya mengajukan klaim atas kesepakatan dengan penjual.

      Kami telah menerima pengajuan Pengembalian Barang/Dana #nomorsekian.
      Saat ini kami sedang menyelidiki pengajuanmu.
      Persiapkan bukti foto/dokumen pendukung untuk mempercepat proses peninjauan.
      Mohon tunggu info selanjutnya dari kami.

      pada tanggal 22.
      Shopee telah meninjau permintaan pengembalianmu pada #nomorsekian.
      Shopee telah memberikan keputusan atas pengajuan pengembalian dana pada nomor pesanan tersebut.

      #penjual setuju untuk mengizinkanmu mengembalikan produk untuk pengajuan pengembalian.

      Kamu telah mengonfirmasi opsi pengiriman untuk permintaan pengembalian. end

      Point 2.
      bentuk ketidak adilan kolektif dari perusahaan gimana cerita nya sampean, sampean kan yang jualan + profit kan. yang atur harga juga sampean kan, jikapun sampean mau war price ya itu kan sudah di atur oleh sampean mau bakar dana berapa, kok jadi E-commerce yang anda salahkan.
      IDE brilian dari siapa kah penjual harus membayar biaya kirim untuk kejadian yang bukan salah nya penjual?
      sampean yang jualan + profit, kemudian siapa yang harus bayar kalau menurut sampean ?
      bukan salah nya penjual? kemudian salah siapa ?

      Point 3.
      Penjual ataupun pembeli bisa banding kok, kalau soal bukti seperti nya sama aja di saat banding pasti semua di minta BUKTI YANG JELAS DAN LENGKAP itu wajar lah.
      apalagi sampean kan transaksi di shopee dari 2016 harus nya sudah meminimalisasikan lah ya untuk BUKTI JELAS dan LENGKAP pasti paham lah ya.

      Point 4.
      Itu kan berati Shopee bertanggung jawab, jikapun dana telah dikembalikan ke pembeli.
      ini juga sebenarnya memberatkan Shopee jika dana pengembalian telah ditarik dan bukti penjual benar, arti nya Shopee harus tetap membayar dana ke penjual, mungkin ini akan di kaji lagi oleh Shopee jika nanti akan selalu memberatkan nya.
      TAPI FAKTA nya tidak seperti yang sampean jelaskan. “pembeli itu sudah langsung akan dikembalikan dana nya oleh shopee”
      bukti nya pada Point 1 setelah produk saya berikan ke kurir, dana tidak langsung dikembalikan bahkan ada estimasi sekitar -+12hari, tetapi mungkin setelah sampai di gudang expedisi tingtong notif dana baru di kembalikan.
      mungkin karna track record x ya.

      Point 5.
      Sampean push aja terus dengan bukti nya sampe di kembalikan.

      Point 6.
      Status nya sama aja mau penjual/ pembeli pun untuk bukti harus JELAS dan LENGKAP.
      jikapun memaksa menang sendiri tanpa bukti JELAS dan LENGKAP sampe nangis darahpun gak akan bisa.
      Karena semua yang benar akan selalu ngePush.

      Semua E-commerce di global juga tidak gratis bos, jikapun ada hanya promo saja, kalau soal angka ya itu Relatif setiap platform, jadi kalau soal fee itu gak perlu di bahas lah ya sesuai pakai, jika tidak sesuai ya out.
      “tetapi jangan selalu menyudutkan 1 pihak saja dimana barang sudah di pakai, bisa kembali seenaknya” itu kan asumsi sampean.
      di Shopee coba cek saja di bagian edukasi ada kebijakan produk / barang apa yang bisa di kembalikan dan tidak di kembalikan.

      yang saya bilang tidak etis atas dasar sampean, karena sebelum anda LISTING PRODUK itu sudah ada edukasi dan kebijakan fee.
      “dan jangan lupa kita penjual sudah membayar shopee 12% di luar iklan, jadi kita penjual bekerja, ya shopee juga bekerja, shopee bukan badan amal, jika bekerja terjadi kendala itu sudah resiko.”
      itu “menuntut sebuah fairness ke dua belah pihak??”

      Sayangnya saya bukan di ke 3 yang sampean sebutkan di atas.

      YANG SAYA KATAKAN ADALAH. “dengan kebijakan saat ini saja masih banyak kok penjual nakal. (fakeorder dsb nya)” atas dasar apa yang sampean jelaskan, “kenapa malah membuat peraturan aneh? 2023 itu masih normal,”
      DAN SAYA TIDAK MENGATAKAN INI SEPERTI YANG SAMPEAN KATAKAN.
      “apakah kami semua yang mengeluh ini adalah penjual penipu seperti yang anda katakan?? apakah kami penjual ini juga bukan pembeli?”

      tidak ada yang menyerang personal Bos.
      Semua post di mediakonsumen juga keluhan bos atas hak konsumen, bukan posting party.
      ini post publik bos ingat, jadi siapa pun boleh memberikan masukan/ saran/ komentar dsb.

      3
      52
      • 23 Juni 2024 - (12:41 WIB)
        Permalink

        Ini karena anda cuman pernah mengalami dari satu sisi pembeli maka bisa ngomong adil-adil dan adil, gini aja lah kita memberikan komplain disini juga berdasarkan bukti, yang saya alami selama ini pembeli tinggal memberikan bukti sembarang apapun itu, maka barang bisa di kembalikan, kalau alurnya di jelaskan juga anda tidak terima dan tidak mencerna dengan baik apa yang saya tuliskan.

        Kemudian saya penjual tidak ada hubungan bilang price war, rugi bayar fee dll (baca baik2 sebelum berasumsi ya), yang saya tekankan di pihak pembeli jika komplain boleh foto sembarang tapi dari pihak penjual harus bukti yang super komplit, apakah saya punya data untuk setiap penjualan, jelas ada, dan yang kembali saya tekankan, penjual nya hampir di pastikan kalah walaupun data bukti nya komplit.
        Berapa banyak kejadian foto sembarang, alasan ngawur, barang di pakai (kita jual barang segelan pabrik, bungkus di bongkar barang di pakai dikembalikan) dimenangkan shopee? saya jawab banyak, bisa beberapa puluh kasus model seperti ini tiap bulan. Saya yakin anda tidak mengembalikan barang puluhan tiap bulan kan, jadi argumen hanya dari 1 kejadian yang anda alami tidak bisa di generalisasi bahwa kejadian yang saya alami itu tidak terjadi.

        Setelah penjual kalah masih harus lagi tengkar sama pihak cs shopee untuk meluruskan kembali permasalahan barang retur ini, entah mau berapa minggu berapa bulan tidak bisa di pastikan selesainya kapan (ini dengan bukti yang pihak penjual punya cukup komplit ya, mulai dari dimensi packing, berat packing asli, waktu packing, waktu serah terima barang ke pihak jasa kirim).

        Kalau akhirnya shopee mengakui salah memberikan keputusan dan mau mengganti rugi, itu kesalahan di awal dari pihak shopee, kenapa dari awal permintaan pembelinya dimenangkan?

        Sederhananya saja lah, kita beli barang dagangan orang di toko, kita sudah di beri lihat ini ya barangnya, sudah setuju beli, di bawa pulang, bongkar packing barang, terus setelah di coba dikembalikan ke toko dengan alasan tidak cocok, apa toko mau?
        Sama halnya penjual online, seandainya pengembalian barang itu pembeli cuman melihat dari luar packing dan tidak cocok tanpa berusaha membuka melihat isi dalamnya dan mencoba-coba dulu plus tidak di kenakan ONGKIR PULANG PERGI, masih ada kemungkinan yang jual juga masih mau menerima.

        Penjual cari profit sudah pasti, makanya kita tulis, kalau benar salah kirim barang ya ongkir nya penjual yang tanggung itu fair, kalau penjual sudah benar dan tidak salah, tapi harus menanggung ongkir itu yang dipermasalahkan, karena yang membuat kebijakan itu shopee. Shopee lah yang harus menanggung semua kerugian itu

        Monggo lah tiap orang punya pendapat sendiri-sendiri kan, kalau bagi anda shopee sudah baik, ya monggo, kalau bagi saya tidak adil kan juga pendapat saya. Bukan berarti orang yang mencari profit itu adalah orang yang pantas di salahkan terus sama halnya shopee mencari profit juga tidak salah, tapi jangan membuat kebijakan yang menyalahkan 1 pihak dan hanya berusaha menguntungkan 1 pihak yang lain.

        BTW anda ini bahkan bisa lebih detail dari CS shopee yang pernah saya hadapi, bisa tahu berapa hari, komplainnya bagaimana, berapa lama uang kembali, ting tung dana masuk setelah masuk gudang ekspedisi dll, hal-hal itu CS shopee saja tidak tahu, bahkan tim mediasinya shopee saja tidak tahu lo…

        Terima kasih sudah mau meramaikan thread ini

        11
        3
        • 23 Juni 2024 - (13:41 WIB)
          Permalink

          @Alexander

          Satu sisi bagaimana sampean, Saya juga penjual dan pembeli sudah beberapa Tahun saya berkeliling di E-commerce global.
          sama seperti sampean sudah sejak 2016 kan.

          Sampean ngawur, kata siapa “penjual nya hampir di pastikan kalah walaupun data bukti nya komplit.” logika aja kalau dipastikan kalah TIDAK akan ada penjual.

          Saya jualan tidak pernah kalah tuh untuk kendala tersebut bukan karena saya “punya hubungan dengan internal shopee” TETAPI karena saya memiliki bukti LENGKAP dan JELAS, ya walaupun kadang memang butuh waktu panjang dan beberapa argumen. jadi masih bisa dikatakan wajar lah.

          LOH SAMPEAN MAKIN NGAWUR, siapa dan dimana ada kata menyalahkan Sampean ?

          Konsep awal komentar itu sebagai berikut;
          “yang ada malah menciptakan manusia-manusia yang berpikiran sederhana untuk berlaku curang dengan cara mengambil celah dari kebijakan ini.”

          @premiummarket
          gak perlu diciptakan manusia-manusia yang begitu, dari jaman nenek moyang juga sudah ada, maupun sistem sempurna 100% juga pelaku/ oknum tersebut tetap ada, sudah hukum alam.

          Kembali lagi ke manusia nya.

          kadang kasian juga liat Shopee nya, selalu salah. padahal dari update kebijakan/ sistem saja harus nya sudah di lihat bahwa Shopee ingin memberikan kenyamanan untuk semua, namun ya itu selalu saja ada oknum.
          Coba kalau di balik posisi kita sebagai Shopee. Sakit juga kepala.

          Semua orang bebas Berpendapat, tidak ada yang bilang TIDAK disini.
          “tapi jangan membuat kebijakan yang menyalahkan 1 pihak dan hanya berusaha menguntungkan 1 pihak yang lain.”
          TIDAK ADA YANG MENYALAHKAN 1 PIHAK DAN DI UNTUNGKAN 1 PIHAK, coba sampean baca lagi konsep nya di komentar sampean “menciptakan manusia-manusia yang berpikiran sederhana untuk berlaku curang”.

          “BTW anda ini bahkan bisa lebih detail dari CS shopee” kan kita sebagai penjual & pembeli bos dan sudah Tahunan, tentu saja lah ada sedikit pengalaman.
          CS Shopee itu tidak ada yang berpengalaman Bos bahkan kebijakan saja mereka tidak hafal semua, karena mereka hanya menerima laporan yang akan di sampaikan ke divisi terkait sesuai dengan kendala nya, bahkan bisa terjadi miscom.

          Kembali lagi bos kepada Manusia nya, jika pembeli & penjual bisa lebih Bijak dan berAkhlak dalam bertransaksi atau menggunakan E-commerce sebagai jembatan bisnis, HAL INI TIDAK AKAN TERJADI.
          Jadi pada inti nya bukan karena kebijakan TETAPI pada Manusia nya.

          Sukses selalu Bos 🙂

          4
          29
  • 23 Juni 2024 - (14:52 WIB)
    Permalink

    Ini TS bawel banget sok kebijakan segala.
    dia sendiri melanggar kebijakan fakeorder padahal sudah star+

    Minimal tidak egois TS, sok bahas kebijakan tapi dia sendiri melanggar kebijakan fakeorder pada beberapa produk nya.

    2
    57
      • 23 Juni 2024 - (16:01 WIB)
        Permalink

        Semua penjual tau fakeorder di produk mana saja.
        kalau pembeli awam mungkin tidak mengerti.

        konoha drama banget, merasa tersakiti ketika dia sendiri melanggar.

        3
        44
          • 23 Juni 2024 - (19:07 WIB)
            Permalink

            @bob

            Shopee mungkin sedang mengembakan fitur tersebut, dengan ada nya tagline “Produk Baru”

      • 23 Juni 2024 - (16:31 WIB)
        Permalink

        @alexander (penulis)
        Jika ada user yg mengintimidasi / menyerang penulis tak beralasan bisa laporkan admin dgn cara copy link yg ada di permalink dgn reply ketika surat anda di balas admin media konsumen.

        Dgn seraltakan ss, copy url permalink pada komennya lalu submit.
        Nanti akan di banned permanen. Daripada pusing2x. Karena di MK emang ada etika jg jk mendapatkan serangan yg ta berdasar.

        Terima Kasih

        23
        4
        • 23 Juni 2024 - (16:38 WIB)
          Permalink

          mengintimidasi / menyerang tak beralasan?

          itu kan jelas dan bukan di MK saja ada etika, semua di dunia juga ada etika.

          3
          6
          • 23 Juni 2024 - (17:00 WIB)
            Permalink

            yang dimaksud @penjual pedagang itu, kamu itu menyerang personal. Saya mengistilahkannya “kekanak-kanakan”.
            coba kamu baca lagi keluhan TS ini. Ini kan keluhan bersifat “suara” protes dari TS sebagai seller, ada kebijakan dan penyelesaian masalah di shopee yang tidak transparan dan adil (bahasa kasarnya “Tidak becus”).
            Mengenai tuduhan fake-order atau apalah ke TS, itu bukan point keluhan. Kalau kamu ada buktinya, laporin saja TS ini ke Shopee atau sekalian ke Polisi, tidak perlu dinformasikan disini, itu namanya menghasut pembaca lain (istilah halusnya, membentuk opini). Oke?? 🙂

            1
            1
      • 23 Juni 2024 - (16:41 WIB)
        Permalink

        @ Alexander (penulis)
        Anda sudah benar. Karena aturan shopee itu emang makin ga beres ke seller.

        Semua seller yg di shopee jg keberatan dgn aturan baru tsb kok.

        So jgn berkecil hati. Kita berada di pihak mu.
        Komen komen yg menyerang laporkan saja permalink copy paste url lalu ss dan reply email ketika pemberitahuan surat anda di mulai yg sebelumnya ..
        Admin biasanya akan banned permanen jk dinilai sudah keterlaluan.

        Salam

        26
        4
  • 23 Juni 2024 - (16:45 WIB)
    Permalink

    Mana ada yang bilang diri sendiri salah di konoha, uda jelas melanggar saja masih mencari keadilan.

    3
    66
  • 23 Juni 2024 - (16:54 WIB)
    Permalink

    GIMANA TS SUDAH TAU KEBIJAKAN FO ?
    START+ MASA GAK TAU?

    SEMUA PENJUAL DISINI JUGA PASTI TAU MANA PRODUK YANG FO LAH YA, TANPA DI LISTKAN.

    3
    114
  • 23 Juni 2024 - (17:04 WIB)
    Permalink

    @Shopee

    Jika tim kalian membaca keluhan ini, Periksa kembali daftar produk FAKEORDER dan tindak tegas untuk para pelaku pelanggar S&K Shopee, bekukan semua nya jangan kasih ampun.

    3
    212
  • 23 Juni 2024 - (19:06 WIB)
    Permalink

    yang dimaksud @violet intropeksi diri.
    (bahasa kasarnya, jijik melihat “suara” protes dari kebijakan atas pelaku pelanggar kebijakan tersebut.)

    @yubi
    pengguna MK bukan anak di bawah 8 Tahun yang bisa di hasut.

    cek saja rata-rata user yang berkomentar sama dan hampir semua berpengalaman.
    mungkin kah menurut kamu bisa di hasut ?
    bukan tuduhan, semua user MK juga paham cara melihat history nya. :p

    keluhan TS ini. “ada kebijakan dan penyelesaian masalah di shopee yang tidak transparan dan adil (bahasa kasarnya “Tidak becus”).”
    itulah yang mungkin dimaksud @violet intropeksi diri, menuntut transparan dan adil atas kebijakan dan penyelesaian masalah di shopee ?
    tetapi pengguna nya tersebut melanggar kebijakan, apakah pantas begitu ? 🙂

    2
    2
    • 23 Juni 2024 - (20:06 WIB)
      Permalink

      Terima kasih @kotesos dan @violet atas tanggapannya, kamu berdua layak dapat payung cantik dari sponsor 🙂

  • 23 Juni 2024 - (19:13 WIB)
    Permalink

    @yubi

    tidak perlu dinformasikan disini?

    Lucu kali kamu ini, justru info atau edukasi seperti ini harus dinformasikan pada Masyarakat, supaya Masyarakat lebih teliti dan hati-hati dalam transaksi di dunia maya.
    Hadehhh konoha aneh-aneh saja kalau berkomentar. 🙂

    2
    2

 Apa Komentar Anda?

Ada 41 komentar sampai saat ini..

Pengembalian Barang di Shopee Makin Liar dan Tidak Terkendali, Penjual…

oleh Alexander Martinus dibaca dalam: 4 menit
41