Ilustrasi dengan bantuan AI Keluhan Surat Pembaca Keberatan Atas Penolakan Sanggahan Transaksi Contactless Kartu Kredit UOB yang Hilang 25 Januari 20263 Februari 2026 Dr. 6 Komentar Akun Pengguna, Bank UOB Indonesia, Biaya notifikasi, Call Center, charge back kartu kredit, Customer complaint handling, Customer Service, Fitur contactless kartu kredit, Fraud, Fraud Kartu Kredit, Investigasi transaksi, Kartu Kredit UOB, Keamanan kartu kredit, Notifikasi transaksi, Pemblokiran kartu kredit, Personal Identification Number, PIN Kartu Kredit, sanggahan transaksi, Sanggahan Transaksi Kartu Kredit, SMS notifikasi, TMRW Bank UOB Indonesia, Verifikasi Pembayaran Ikuti di Google Berita Sumber Pilihan di Google Kepada Yth. Redaksi Portal “Media Konsumen” Di tempat Dengan hormat, Saya adalah pemegang kartu kredit Privimiles 5520 **** **** 7986, menyampaikan keberatan atas penolakan sanggahan transaksi kartu kredit UOB yang dinyatakan oleh pihak Bank UOB sebagai tanggung jawab nasabah dengan alasan transaksi contactless dilakukan sebelum kartu dilaporkan hilang. Sebagai kronologi, pada 17 Desember 2025, saat saya berada di Los Angeles, Amerika Serikat, saya menyadari kehilangan kartu kredit UOB milik saya dan segera melaporkan kehilangan tersebut pada hari yang sama ke customer service Bank UOB. Namun, pada tanggal yang sama tersebut telah terjadi transaksi tidak sah di Burlington sebesar USD 232.68 yang jelas bukan dilakukan oleh saya. Pihak Bank UOB berpendapat bahwa karena transaksi terjadi sebelum laporan kehilangan diterima, maka sesuai kebijakan contactless yang mengikuti ketentuan masing-masing negara, transaksi tersebut menjadi tanggung jawab nasabah. Atas dasar tersebut, sanggahan saya ditolak. Terhadap keputusan tersebut, saya menyampaikan keberatan dengan alasan sebagai berikut: Kehilangan kartu kredit bukan peristiwa yang selalu dapat disadari secara instan oleh nasabah. Dalam praktiknya, nasabah baru menyadari kehilangan kartu setelah menerima notifikasi transaksi, sehingga menempatkan seluruh risiko transaksi sebelum laporan kehilangan sepenuhnya kepada nasabah adalah tidak adil dan tidak proporsional. Sistem keamanan kartu kredit merupakan tanggung jawab bank sebagai penerbit. Transaksi contactless tanpa verifikasi tambahan (PIN, OTP, atau biometrik) dengan nominal ratusan dolar menunjukkan kelemahan sistem pengamanan, bukan kelalaian nasabah. Jika sistem keamanan bank memungkinkan pihak ketiga bertransaksi tanpa verifikasi tambahan, maka kegagalan tersebut adalah kegagalan sistem, bukan kelalaian nasabah. Dan pengalaman saya selama di Amerika Serikat, walaupun saya melakukan transaksi contactless, saya tetap diminta verifikasi menggunakan PIN. Prinsip perlindungan konsumen sektor jasa keuangan mewajibkan bank memastikan sistem pembayaran aman dan andal. Membebankan seluruh risiko fraud kepada nasabah, tanpa mempertimbangkan kegagalan sistem pencegahan fraud, bertentangan dengan asas kehati-hatian dan perlindungan konsumen. Saya tidak memperoleh persetujuan, otorisasi, maupun manfaat atas transaksi tersebut. Oleh karena itu, transaksi tersebut secara hukum merupakan transaksi tidak sah (unauthorized transaction). Apalagi kartu UOB yang saya gunakan berjenis MasterCard sehingga sesuai dengan kebijakan Zero Liability Policy seperti Visa/Mastercard di Amerika Serikat yang menerapkan prinsip: Konsumen tidak bertanggung jawab atas transaksi tidak sah ➡️ Kehilangan kartu yang baru disadari setelah notifikasi ➡️ Langsung melapor di hari yang sama ➡️ ❗ Bukan kelalaian https://www.mastercard.com/global/en/personal/protection-and-security/zero-liability-protection.html Untuk itu, saya menghimbau kepada para pembaca agar berhati-hati bila menggunakan kartu kredit UOB. Jika sistem keamanan bank memungkinkan pihak ketiga bertransaksi tanpa verifikasi tambahan, maka kegagalan tersebut adalah kegagalan sistem, bukan kelalaian nasabah. Jadi, kartu kredit UOB perlu segera berbenah untuk memperbaiki sistem agar kejadian seperti yang saya alami tidak terulang pada pihak lain. Hormat saya, Dr. Kurniawan Jakarta Barat Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Budi Mulyawan25 Januari 2026 - (16:13 WIB)Permalink menurut keyakinan saya Bank sudah benar sesuai dengan peraturan yang sudah disepakati dengan sadar oleh pemilik kartu. Pemilik kartu harus paham plus minus dari alat pembayaran yang dia pergunakan. Setiap fitur dari alat pembayaran memiliki nilai plus dan juga nilai minus/resiko. Fitur contactless diciptakan utk kemudahan dengan beberapa resiko. dan tentunya bank dan pemilik kartu harus memanage ini. Sebagai pemilik kartu, kalau memang anda masuk kategori gak mau rugi karena kesalahan sendiri, ya sebaiknya manage resiko anda, matikan fitur contactless, lebih brutal lagi, gak usah pake alat pembayaran selain uang tunai 6 Login untuk Membalas
Hasan6 Februari 2026 - (22:43 WIB)Permalink UOB tidak memnungkinkan fitur contactless dihilangkan. Semua kartu yang dikirim sekarang sudah fitur contactless. Juga transaksi di bawah Rp1.000.000 tidak dikirim SMS notifikasi padahal setiap bulan UOB mencuri uang SMS notifikasi Login untuk Membalas
elvania ekm26 Januari 2026 - (12:30 WIB)Permalink Sok besok pake bank yg punya fitur atur transaksi credit card anda, mau itu contactless, overseas, domestic yg bisa di on/off via m-banking, mana tau ya kan teledor, ilang lagi kartunya wkwkwk.. Login untuk Membalas
Sunardi Yang26 Januari 2026 - (12:46 WIB)Permalink https://www.uob.co.id/personal/cards/preferred.page Disitu faq transaksi contactless, ada kode 1x semacam otp kali ya setiap mau transaksi contactless. Nah, kalo itu bener gimana cara kartu hilang bisa dipake transaksi contactless? kan kodenya ngga tau coba, wkwkwk Apa kode cuma berlaku kalo transaksinya di Indo aja, something fishy neh, wkwwk Login untuk Membalas
Hasan6 Februari 2026 - (22:47 WIB)Permalink UOB tidak memnungkinkan fitur contactless dihilangkan. Semua kartu yang dikirim sekarang sudah fitur contactless. Juga transaksi di bawah Rp1.000.000 tidak dikirim SMS notifikasi padahal setiap bulan UOB mencuri uang SMS notifikasi. Transaksi offline tidak ada OTP. Kartu contactless memungkinkan transaksi di bawah Rp1.000.000 tinggal tap dan terbayar. Login untuk Membalas
Azhar27 Januari 2026 - (16:17 WIB)Permalink bukan mendukung Bank nya, tapi kalau transaksi gesek atau contactless , ini tetap dianggap kartu kredit dan orang yang punya, present atau ada, Jadi tidak bisa di sanggah. Apalagi contactless, tidak perlu OTP. Yaa, namun tapi tidak ada salahnya mencoba. Login untuk Membalas