Keluhan Surat Pembaca “Do It Better” di myBCA? Aplikasi Bank Terbesar di Indonesia, tapi Saya Tidak Bisa Login Karena Indonesia Tidak Ada di Pilihan Kode Negara 10 Juli 2026 Syarif 1 Komentar Akun Pengguna, Akun terblokir, Aplikasi bermasalah, Bank BCA, BCA, Customer Service, HaloBCA, Kode negara, Layanan Pelanggan, Login gagal, Mobile Banking, myBCA, Sistem bermasalah, SOP, Standard Operating Procedures, Verifikasi Ikuti di Google Berita Sumber Pilihan di Google Saya benar-benar tidak habis pikir dengan kejadian ini. BCA adalah bank yang lahir, beroperasi, dan berkembang di Indonesia. Seluruh layanan digitalnya ditujukan untuk nasabah Indonesia. Namun, ketika aplikasi myBCA tiba-tiba logout dan saya mencoba masuk kembali, saya justru tidak dapat melanjutkan proses login. Masalahnya sangat sederhana sekaligus sangat tidak masuk akal: Indonesia tidak ada dalam daftar kode negara!! Ya, aplikasi resmi bank terbesar di Indonesia justru tidak menyediakan kode negara Indonesia (+62)!! Saya bukan pengguna baru. Saya sudah memiliki BCA ID dan sebelumnya sudah berhasil menggunakan aplikasi myBCA. Setelah aplikasi tiba-tiba logout, saya mencoba login kembali dengan langkah berikut: Membuka aplikasi myBCA. Memilih Masuk (Login). Memasukkan BCA ID. Memasukkan password. Menekan tombol Login. Setelah berhasil melewati proses tersebut, saya diarahkan ke halaman Add Phone Number. Di halaman tersebut terdapat dua kolom: Country Code Phone Number Di sinilah masalah utamanya muncul. Pada kolom Country Code, saya sudah mencoba menggulir daftar negara dari atas ke bawah. Saya juga mencoba mencari dengan kata kunci Indonesia, ID, +62, bahkan mengetik angka 62. Hasilnya tetap sama. Indonesia tidak ada dalam daftar. kode negara indonesia tidak ada di aplikasi MyBCA Karena kode negara wajib dipilih, saya tidak dapat melanjutkan proses login. Saya bahkan mencoba memasukkan nomor telepon dengan format 08xxxxxxxxxx, tetapi tetap tidak bisa karena aplikasi mewajibkan pemilihan kode negara terlebih dahulu. Padahal nomor telepon tersebut adalah nomor yang sama yang sebelumnya sudah saya gunakan untuk mengaktifkan dan menggunakan myBCA. Yang lebih mengecewakan, solusi yang diberikan hanya satu: “Silakan datang ke kantor cabang.” Pertanyaan saya sangat sederhana: Mengapa kesalahan pada aplikasi harus dibayar oleh nasabah dengan waktu, biaya transportasi, antrean, dan kehilangan akses terhadap layanan digital? Kalau besok aplikasi logout lagi, apakah saya harus datang lagi ke kantor cabang? Kalau minggu depan terjadi lagi, apakah saya harus kembali datang lagi? Apakah setiap kali aplikasi bermasalah, penyelesaiannya selalu memindahkan beban kepada nasabah? Saya juga menemukan banyak laporan dari pengguna lain yang mengalami permasalahan serupa. Namun, solusi yang diberikan tetap sama, yaitu datang ke kantor cabang. Ini menunjukkan bahwa yang diselesaikan bukan akar masalahnya, melainkan dampaknya terhadap nasabah. Ironisnya, bank yang mendorong transformasi digital justru memaksa nasabah kembali ke layanan manual akibat kegagalan aplikasi yang mereka sediakan sendiri. Yang lebih membingungkan lagi, saya telah mengikuti prosedur sesuai informasi resmi BCA. Saya sudah memiliki BCA ID dan sebelumnya telah menggunakan aplikasi ini tanpa masalah. Namun, ketika aplikasi logout, saya tidak dapat masuk kembali bukan karena salah memasukkan BCA ID, password, OTP, PIN, ataupun verifikasi wajah, melainkan karena Indonesia tidak tersedia sebagai pilihan kode negara. Ini bukan persoalan fitur tambahan. Ini bukan permintaan khusus. Ini bukan permintaan di luar standar. Ini adalah fungsi paling mendasar dari aplikasi perbankan yang digunakan di Indonesia, yaitu menerima nomor telepon Indonesia. Saya meminta BCA memberikan penjelasan kepada publik: Mengapa aplikasi resmi yang digunakan di Indonesia tidak menyediakan kode negara Indonesia? Mengapa solusi yang diberikan bukan memperbaiki aplikasi, melainkan meminta nasabah datang ke kantor cabang? Apakah setiap kali aplikasi logout, nasabah harus kembali datang ke cabang untuk mengaktifkan aplikasi yang sebelumnya sudah aktif? Apakah mekanisme seperti ini dianggap sebagai standar layanan digital yang layak bagi sebuah bank nasional? Saya juga berharap regulator melakukan evaluasi terhadap kualitas layanan digital ini. Sebab persoalannya bukan sekadar saya tidak bisa login. Persoalannya adalah adanya kegagalan fungsi yang sangat mendasar pada aplikasi perbankan, sementara beban penyelesaiannya justru dialihkan kepada nasabah. Kesalahan seperti ini seharusnya tidak pernah terjadi pada aplikasi perbankan sebesar BCA. Terlebih ketika dokumentasi resmi masih menjelaskan prosedur yang seharusnya dapat dilakukan, tetapi implementasi di aplikasi justru tidak memungkinkan nasabah Indonesia menggunakan nomor telepon Indonesia. Syarif Hidayat Bandung, Jawa Barat Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Rendy10 Juli 2026 - (15:00 WIB)Permalink LAHH bisa begitu yaa, kocak juga BCA. Mending ganti bank lain yg lebih simpel-simpel ajaaa Login untuk Membalas