Kecewa dengan Grapari Telkomsel Cibinong terhadap Permohonan Blokir Kartu yang Kena Hack

Pada media konsumen kali ini saya mengatasnamakan kakak saya yang hari ini mengalami musibah, karena whatsapp-nya teretas oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Hal ini disadari ketika sekitar pukul 11. 45 siang, seorang kenalan kakak saya mengabarkan telah melakukan transfer seperti yang diminta oleh nomor WA kakak saya. Saat itu baru disadari telah ada yang merentas nomor WA tersebut dan meminta sejumlah uang (meminjam) atas nama kakak saya.

Setelah saya melakukan pemberitahuan internal ke medsos (FB) dan beberapa group wa yang terdapat di kontak kakak saya, saya menyuruh beliau untuk ke Grapari untuk pemblokiran, agar tidak ada korban selanjutnya diluar kendali kami untuk memberitahukan musibah tersebut. Maka pergilah kakak saya ke Grapari terdekat yaitu di Cibinong tepatnya di depan kantor pos Cibinong. Dengan kondisi hujan, kakak saya yang sudah berumur hampir 58 tahun pergi ke Grapari untuk mencoba memblokir kartu tersebut.

Sesampainya di Grapari dan menyampaikan permasalahan tersebut dan meminta blokir, CS di sana meminta berkas kartu keluarga, yang mana kondisi saat itu kakak saya tidak membawa berkas apapun selain KTP. Dan CS di sana tidak bisa membantu, mereka malah meminta kakak saya mengirim kartu keluarga dengan cara men-scan dan mengirim ke mereka, hanya itu cara satu-satunya mereka bisa blokir.

Hal lucu dan menjadi pertanyaan kami, apakah sekaku itu pelayanan Telkomsel kepada konsumen yang jelas-jelas sedang terkena musibah malah dipersulit? Apakah e-KTP tidak bisa menjadi perwakilan salah satu dokumen pendukung untuk hal tersebut. Sedangkan di bank saja e-KTP bisa untuk melakukan pemblokiran.

CS tersebut bukannya mencari solusi malah menawarkan kepada kakak saya produk-produk Telkomsel, hal dimana harusnya bisa menempatkan diri, kondisi urgent agar tidak jatuh korban lain oleh si peretas malah membuang waktu untuk hal yang saat itu tidak relevan.

Sungguh kecewa dengan sikap Grapari Telkomsel yang tidak bisa melihat tingkat kepentingan konsumen/pelanggannya. Semoga bisa jadi pembelajaran untuk provider lain maupun Telkomsel sendiri dalam melayani kepentingan konsumen/pelanggan. Tidak semua pelanggan anda adalah orang yang mengerti teknologi tinggi, kadang mereka menggunakan layanan Anda karena tuntutan teknologi, hanya bisa menggunakan handphone sebagai alat komunikasi bukan untuk mengirim file seperti yang tadi diminta oleh CS tersebut.

Apriyani Hadi Puspita
Citeureup, Bogor
Jawa Barat

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai Telkomsel:
[Total:43    Rata-Rata: 1.9/5]
Tanggapan Telkomsel atas Surat Ibu Apriyani

Merujuk pada surat pembaca di Mediakonsumen.com pada tanggal 19 Desember 2019 oleh Ibu Apriyani Hadi Puspita mengenai “Kecewa dengan Grapari...
Baca Selengkapnya

Loading...

10 komentar untuk “Kecewa dengan Grapari Telkomsel Cibinong terhadap Permohonan Blokir Kartu yang Kena Hack

    • 20 Desember 2019 - (06:13 WIB)
      Permalink

      Ohh begituu… Pantesan, sebagai perwakilan di daerah bukan perkotaan harusnya mereka lebih welcome ya sama pelanggan, karena bisa jadi pelanggannya kebanyakan bukan melenial yg canggih mainan HP, harusnya lebih bisa banyak bantu dalam melayani konsumen.

  • 20 Desember 2019 - (13:42 WIB)
    Permalink

    ini kalopun nomornya diblokir, wasapnya masih aktif karena tidak membaca kartu realtime (hanya pas aktivasi wasap saja) ,, cara satu2nya reset wasap dan login lagi sehingga wasap yg di hack otomatis logout juga

    • 20 Desember 2019 - (23:21 WIB)
      Permalink

      Gak bisa masuk or reset.. Krn tampilannya ke tampilan kayak kalo kita baru install whatsapp, minta verifikasi kode.. Dan gak masuk2 kodenya, pdhal pulsa ada, sms masih bisa pake nomor yg sama nelp juga bisa pake nomor yg sama.. Dan kk saya orang rumahan, jadi gak pernah scan barcode pake di komp or laptop..

  • 20 Desember 2019 - (18:19 WIB)
    Permalink

    Kirain aku doank, dulu pernah kecibining gtu akhirnya ke jakarta aja sambil jalan2

  • 20 Desember 2019 - (22:43 WIB)
    Permalink

    Setelah membaca surat pembaca diatas, saya ingin sedikit menanggapi tentang masalah yang penulis keluhkan.

    Mengenai pernyataan akun WhatsApp diretas, apakah sudah diperiksa bahwa akun WhatsApp diretas? Bagaimana cara mengetahui akun WhatsApp telah diretas?

    WhatsApp adalah aplikasi pesan instan canggih, hampir tidak mungkin bisa di hack orang lain, kecual dikloning dengan menggunakan aplikasi yang ada di play store, itupun atas persetujuan pemilik akun dengan menggunakan scan QR.

    Sedangkan untuk membajak akun WhatsApp tidak mudah, hacker harus terlebih dahulu mendaftarkan aplikasi WhatsApp dengan menggunakan nomor korban. Atau hacker mendaftarkan nomor akun WhatsApp dengan nomor ponsel korban, kemudian kemudian meminta kode verifikasi.

    Mendapatkan kode verifikasi ini penting sebab “WhatsApp tidak memungkinkan pengguna satu nomor dalam dua atau lebih perangkat berbeda”. Ketika kode verifikasi didapat maka akun WhatsApp telah dikuasai hacker.

    Mengenai akun WhatsApp dibajak hacker harus bisa dibuktikan karena menyangkut miliaran pengguna WhatsApp. Jangan asal tuduh!

    Memblokir nomor ponsel tidak serta-merta akun WhatsApp akan terblokir, karena meskipun nomor ponsel diblokir akun WhatsApp tetap bisa digunakan. Sebenarnya untuk memblokir WhatsApp yang sudah terlanjur dikuasai orang lain bisa dilakukan dengan menghapus akun WhatsApp di ponsel.

    Mengenai CS GraPARI sebenarnya bukan tidak mau bantu, tetapi untuk memblokir nomor ponsel memang dibutuhkan dokumen KTP dan KK untuk membuktikan bahwa nomor tersebut benar terdaftar atas nama pemilik NIK dan KK, sebagaimana ketika kita registrasi nomor baru, wajib mencantumkan NIK dan KK bukan?

    Jika syarat yang diminta oleh CS GraPARI bisa dipenuhi, saya kira tidak ada kendala bagi staf GraPARI untuk memblokir nomor ponsel tersebut, meskipun tidak menutup akun WhatsApp.

    Masalah diatas sebenarnya tidak pernah terjadi jika bisa memenuhi S&K yang diminta oleh staf GraPARI. Karena mereka tidak mungkin melanggar SOP perusahaan. Terkadang kita perlu bijak menyikapi sebuah masalah tanpa menyalahkan pihak lain!

    • 20 Desember 2019 - (23:14 WIB)
      Permalink

      Ya kan buktinya ada, perentasnya ambil alih wa nya, dan dia berhasil pinjam2 uang pake nomor wa kk saya, anda pasti blm pernah ya wa nya di ambil alih orang, saya dah pernah lihat 2 orang alami hal serupa’ teman kantor saya datangi grapari tanpa bawa apa2 krn dia kenal manager itnya langsung dk blokir kartunya.. Lah apalah daya kk saya cuman orang biasa.. Engga nyalahin tapi kalo pihak cs nya lebih korporatif mungkin bisa buktikan memang pemilik nomor itu adalah kk saya, kan yg di kuasai nomor wa nya sms sama telp masih bisa dipakai.. Kan bisa dibuktikan dulu.. Telpnya dibawa kok.. Apa gada solusi lain yg lebih menenangkan orang yg tertimpa musibah, ini malah sibuk nawarin produk2 mereka.. Aya2 wae

    • 30 Mei 2020 - (05:30 WIB)
      Permalink

      Aneh juga, KTP tidak bisa dipercaya CS, malah minta copy KK. Di KK ada info nama ibu kandung. Apa penjelasan grapari minta no kk?

 Apa Komentar Anda mengenai Telkomsel?

Ada 10 komentar sampai saat ini..

Kecewa dengan Grapari Telkomsel Cibinong terhadap Permohonan Blokir Ka…

oleh ita puspita dibaca dalam: 1 min
10