Indihome Sangat Amat Tidak Profesional dan Menyusahkan

Pada bulan Maret 2020, diawali oleh sebuah iklan di Indihome untuk upgrade internet gratis sehubungan dengan WFH karena COVID 19. Istri saya menyetujui upgrade tersebut tanpa memperhatikan syarat dan ketentuannya.

Tagihan bulan berikut, jumlah tagihan naik signifikan mencapai 2 kali jumlah tagihan sebelumnya. Kami menelpon call center unyuk membatalkan upgrade tersebut. Namun di bulan Mei ternyata tagihan tetap naik dengan nominal yang tidak berubah.

Kami menelpon call center kembali, namun di bulan Juni, tagihan tetap tidak berubah. Setelah menelpon call center berkali-kali, akhirnya kami menyerah dan layanan tidak dapat digunakan lagi setelah tanggal 20 Juni.

Tanggal 24 Juni kami mengikuti arahan untuk ke Plaza Telkom mengembalikan decoder Indihome, sekaligus mengalah untuk membayar sisa tagihan yang tersisa karena sudah tidak mau lagi berhubungan dengan Indihome (tidak ada gunanya mengeluh ke call center), namun layanan telepon tetap kami pertahankan. Nah, hal ajaib pun muncul, di bulan Juli, kami masih menerima tagihan Indihome lagi, dan kami terpaksa dengan berat hati menghubungi call center lagi, sampai 6 kali. Dan lagi, seperti dugaan, tidak ada gunanya.

Saat ini telepon diputus dengan alasan kami tidak membayar tagihan. Yang sangat aneh, proses penutupan di Plaza Telkom tidak tercatat di data mereka! Dikatakan penutupan baru kami lakukan tanggal 14 Juli. Bayangkan karut marut sistem Telkom Indonesia, sebuah BUMN yang yang jauh dari profesional.

Catatan nomor pelanggan Indihome kami: 021-22191982.

Johan Winata
Jakarta Barat

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Bagikan

Tanggapan Atas Surat Pembaca Ini

Tanggapan PT Telkom untuk Bapak Johan Winata

Kepada Yth. Redaksi mediakonsumen.com Terima kasih kepada mediakonsumen.com yang telah menayangkan surat keluhan pembaca Bpk. Johan Winata pada tanggal 30...
Baca Selengkapnya

Komentar

  • Ya begitulah.
    Di ibukota saja (pusat dari segala sesuatu termasuk kantor pusatnya juga) seperti itu kesulitan yang dialami konsumen, bisa kebayang di daerah? Yang bisa punya alasan tambahan "mesti diurus di pusat"?

    Andaikata jikalau umpama sekalipun biaya2 yang telah disetorkan bisa dikembalikan (karena kan katanya akun sudah ditutup), bagaimana dengan biaya waktu maupun pulsa yang terbuang-buang percuma karena tetap saja tidak ada hasilnya?
    Bagaimana dengan biaya moril karena beban pikiran selama berbulan-bulan tersebut?
    Nantinya akhirnya semua itu dianggap lunas dengan "maaf."

    Biasanya/seharusnya, perusahaan jasa publik yang dimiliki negara justru memberi servis yang terbaik kepada rakyatnya, karena yah ini kan negara terhadap rakyatnya sendiri.
    Tapi kalau di negara kita, malah perusahaan2 swasta yang lebih bagus servisnya. Sekedar contoh saja: bank yang bagus pelayanannya, milik swasta atau negara?

  • Begitu juga dengan saya, saya mengajukan pemasangan indihome. Dikarenakan tidak ada jaringan didaerah saya petugas mengatakan untuk melakukan refund atau menunggu entah sampai kapan.
    Saat saya menghubungi call center beberapa kali ban baru terhubung setelah itu melakukan refund, saya diminta mengisi formulir refund via web. Ternyata via web tidak bisa, susah terus. Sampai dua minggu lebih webnya tidak bisa. Pada akhirnya saya ke plaza telkom, dan karena pandemi sementara konsultasi melalui wa yg diberikan satpam.
    Konsultasi melalui wa, saya disuruh menunggu dua minggu untuk proses refund. Dua minggu saya tunggu, tidak ada dana pengembalian refundnya. Saya hubungi lagi via wa, mereka mengatakan kalau dananya sudah masuk. Ternyata dana tersebut masuk ke rekening yg saya tidak tahu siapa orang tersebut.
    Saya mencoba menghubungi call center lagi, tetapi masih saja tidak ada gunanya (lelah hati saya). Akhirnya saya menghuy lagi via wa, mereka akan memprosesnya. Akhirnya selama 3 bulan dana refund saya baru keluar, itupun saya sudah pasrah. Anggap saja sodaqoh sama indihome. Susah syekali prosedur dan penanganan nya, benar2 syusah dan malah semakin menyusahkan.

    • Indihome payah... wktu itu sy d tlp slh satu cs untuk menawarkan free internet untuk handphone agar bs digunakan diluar dgn menggunakan kuota otomatis dari indihome dgn biaya tambahan 11rb rupiah per ponsel.. krn untuk coba dulu, sy daftarkan 1 no hp sy pribadi. Namun kenyataan nya ga ngaruh sama sekali tuh... kuota indihome yg dijanjikan tetap saja ga bs sy gunakan. Penipu inimah....

    • Saya juga memiliki masalah yang sama pak mau pasang indihome tetapi tidak ada jaringan katanya padahal dari rumah saya ke kabel jaringan kotak DPO alfamart itu dekat kurang lebih 30 meter...saya meminta refund sudah 1 bulan blm ada kabar tlpn call center hanya buang2 pulsa...yang aneh nya link untuk refund dikirim ke email yang bukan email saya.
      Orang maketing yg ngurus pendaftaran sampai hari ini ga bisa di hubungi betapa bobrok nya pelayanan indihome telkomsel!!!

  • Saya juga merasakan ketidak profesionalan Telkom. Saya telah memenuhi segala persyaratan yang diminta dengan lengkap dan benar sebagai pelanggan Indihome, namun pihak Indihome seenaknya saja membuat alamat saya atas nama orang lain, saya telah memohon melalui email agar diperbaiki namun saya diminta untuk datang ke plaza telkom untuk perbaikan tersebut. Kok menyusahkan sekali ya ???

  • Ini namanya Telkom 4.0 rasa 2.0 ... penyedia broadband tapi ngurus administrasi harus hadir fisik ke "brick and mortar office"

  • Beda yaa dengan First Media, saya sudah berlanggan cukup lama kemudian perangkat modem dan router yg lama diganti ke yg baru kemudian ditawari ganti paket dari yg 10mbps ke 30mbps selang waktu kemudian ditawari lagi ke 50mbps tetapi tagihan menjadi 2x lipat karena coba2 saya iyakan aja, tetapi karena merasa berat bayarnya menjadi 2 kali lipat.
    Saya mengirim email ke FM agar diturunkan paketnya sesuai kemampuan saya kalau tidak putus kerjasama, Alhamdulillah mereka merespon dengan cepat dan ketika dicek tagihan sudah berubah. Jadi tidak repot harus isi form, telpon2, atau ke kantor pusat.

    • Tetapi sy sulit bgt mau masang first media, pdhl lokasi tempat tinggal sy di daerah perkotaan dan persis d pinggir jalan utama, sangat ga masuk akal klo alasannya belum ada jaringan

  • Saat nya telkom bersih2 di jajaran nya...sya mengalami hal demikian tahun lalu...data pelanggan saja bisa di akses dengan bebas oleh vendor swasta yg di bayar telkom...makanya sya pindah ke provider sebelah krn kecewa oleh indihome...

  • Kok bisa ya perusahaan sebesar itu tidak profesional?
    Saya pun heran dengan Indihome, kalau sudah ada pilihan lain selain indihome saya yakin banyak yang pindah. Indihome perusahaan yang tidak punya semboyan "Pelanggan adalah Raja".
    Terbukti ribet Indihome.

    • Saya mengalami hal yg sama, tagihan orang lain dikirimkan ke saya per sms.
      Untung sy cek lewat email, ternyata betul tagihan orang lain.
      Kemudian tagihan bulanan sudah sy bayar, ehh ditagihkan lagi.
      SANGAT NGAWUR SEKALI
      Saya sampaikan komplin klo indiHome TIDAK PRIFESIONAL

  • Wah kok ngeri ya pengalaman yang bapak alami, semoga saya tidak akan mengalami hal seperti itu, karena selama saya berlangganan di daerah saya lancar lancar saja dan respon yang saya terima juga super cepat, mungkin oknumnya saja ya yang harus dibenahi, semoga semua masalah berjalan sesuai solusinya dan memuaskan semua pihak.

  • Saya baru psg indi bbrp bulan lalu, sblmnya provider lain tdk respon keluhan (yg 100mbps), sy putuskan ganti indi karena ga ada lg provider lain, trnyata lbh mahal 30% dan lbh lambat speednya 20mbps aja, sementara yg pnting ada akses internet dl. Trnyata ada iklan saat mau ntn di tv on demand, begitu jg saat mau browsing internet, terganggu bgt ama iklannya, mau cepat jd lambat. Ayo kita dukung telkom utk berubah, duit dr iklan hrsnya ga prlu lg la, harga uda mahal begitu. Ini ma musti pejabat atas yg ubah, kalo ga, ga akan brubah.