Kecewa Lagi dengan Pelayanan Indomaret

Saya Yudo, dengan nomor HP: 0813316245**. Kali ini saya sangat kecewa dengan pelayanan Indomaret Kapas Krampung. Sebelumnya saya sempat kecewa dengan pelayanan KlikIndomaret dan Indomaret Putro Agung Wetan Surabaya.

Hari ini saya membeli Baygon cair yang refill dan roti tawar kupas merek Mr. Bread, saat transaksi kasir tidak menanyakan tentang My Poin ke saya. Saya pun langsung menanyakan tentang My Poin kepada kasir. Namun jawaban kasir hanya bilang sudah terlanjur ke-print struknya dan tidak bisa dimasukkan My Poin saya. Lucu bagi saya kinerja kasir seperti (ini?) masih dipakai di Indomaret, dan kasir juga bilang kalau roti tidak masuk dalam struk belanja.

Apa memang seperti SOP Indomaret? Saya tidak butuh voucher permintaan maaf, tetapi saya butuh bukti nyata karena sebelumnya juga saya pernah kecewa dengan pelayanan Indomaret Kapas Krampung. Tolong call center juga 24 jam dan 7 hari beroperasi agar konsumen bisa melaporkan keluh kesahnya langsung ke call center, dan komplain saya sebelumnya di Indoamaret Putro Agung juga tidak ada penyelesaiannya dan hanya menguap begitu saja. Ini saya kirimkan bukti transaksi saya.

Yudo Grahono Suhariyadi
Surabaya, Jawa Timur

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai Indomaret:
[Total:231    Rata-Rata: 2.7/5]

Surat pembaca ini belum mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha terkait. Jika Anda adalah pelaku usaha yang terkait dengan pertanyaan/permohonan/keluhan di atas, silakan berikan tanggapan resmi melalui tautan di bawah ini:

Kirimkan Tanggapan
Loading...

23 komentar untuk “Kecewa Lagi dengan Pelayanan Indomaret

  • 14 September 2020 - (16:50 WIB)
    Permalink

    Mas nya rajin bener komplen wkwkwk
    Kadang memang terasa kalau pegawai2nya kurang konsen.
    Saya pernah beli barang promo beli 2 gratis 1, saya ambil 3, eh 3 3 nya di-scan 1 1, jadi saya bayar untuk 3 barang.
    Padahal kan biasanya sistem komputernya otomatis. Waktu itu entah lah si petugas salah pencet atau apa, karena saya lihat dia sempat tertegun separo bingung2 ketika lagi proses di mesin kasir, tapi kemudian dilanjut aja (mungkin berharap saya gak nyadar).
    Kenapa gak mau panggil supervisor juga, mungkin supervisor-nya gak ada di tempat.

    Nah, sebelum saya pergi, saya cek dulu struknya. Begitu tahu saya bayar 3 x, saya ngomong dong ke doi: loh ini bukannya beli 2 gratis 1.
    Eh dengan enaknya dia bilang: iya pak, kurang 1 ya.
    Terus dia ambilkan lagi 1 barang.

    Jadi mau saya: bayar 2 dapat 3.
    Eh kenyataannya: bayar 3 dapat 4.
    Keluar duit lebih banyak dong, saya cuma perlu 3 bukan 4. Kalau memang saya butuh banyak, sekalian aja saya bayar 4 biar dapat 6.

    Sempat mau komplen ke call center, akhirnya malas…

    21
    10
    • 14 September 2020 - (17:01 WIB)
      Permalink

      Harusnya komplain saja ke call center biar kinerja mereka lebih baik. Saya pernah tidak sengaja menemukan permasalahan yang baru diketahui oleh tim manajemen pusat dari komplain saya yang saya sendiri tidak tahu kalau itu ada masalah serius bagi tim manajemen indomaret pusat. Mereka yang di toko merasa kalau tokonya ramai dan akhirnya melayani dengan seenaknya sendiri tanpa SOP yang sesuai dengan manajemen Indomaret pusat

      3
      8
      • 15 September 2020 - (23:48 WIB)
        Permalink

        Bapaknya ini emg hobinya suka komplain2 masalah yg sepele kayak gini ya? Wkwkw jangan jadi manusia penghambat rezeki org dong pak kesian mereka kerja cari makan kalo kalian suka komplain2 kayak gini mereka pasti di resignkan. Boleh komplain tapi mending langsung tegur karyawannya saja. Bayangkan kalo keluarga kalian bekerja di toko retail seprti indomaret alfa dll trus di komplain trs kayak gini gmna rasanya pak.

        22
        4
    • 15 September 2020 - (19:43 WIB)
      Permalink

      Dan seperti yang nampaknya mulai marak di MK ini, supporter subjek surat rame2 ngasih jempol ke bawah wkwkwk.
      Saya ke pegawainya diem aja, gak protes apa pun ketika disuruh bayar lebih dari yang jadi rencana saya. Gak komplen pula ke CS, karena malas.
      Jadi yang ngasih jempol ke bawah, terus saya seharusnya disuruh ngapain lagi?
      Ngasih tips ke petugasnya ya LOL.

      7
      3
    • 15 September 2020 - (22:06 WIB)
      Permalink

      Jika ada promosi beli 2 gratis 1.

      Baiknya yang anda ambil dan anda sodorkan ke kasir 2 aja.

      Ketika layar mesin kasir menampilkan keterangan produk itu promosi, maka gratisnya yang 1 akan diambilkan sendiri oleh petugas kasirnya untuk anda.

      Nah jika memang anda ingin cepat, tidak mengapa langsung mengambil 3, tapi kemudian harus anda ingatkan ke petugas kasir bahwa produk anda itu promosi beli 2 gratis 1.

      Lain halnya jika produk anda itu laris manis, sebelum anda sudah banyak konsumen yang membelinya, otomatis petugas kasir akan hapal produk itu promosi.

      17
      • 15 September 2020 - (22:47 WIB)
        Permalink

        Setahu saya & sesuai pengalaman saya, komputer di indomart, alfamaret, hypermaret dll itu sudah canggih, sehingga sistem komputer akan otomatis menghitung.
        Termasuk kalau ada promo harga khusus gopai dll.
        Itu sesuai pengalaman saya.

        & bukti lainnya adalah, kadang2 kalau kejadiannya seperti ini: saya ingin memastikan sesuatu promo, & petugas yang saya tanyai juga kurang pasti, maka dia akan membawa barang yang saya tanyakan tersebut ke komputer kasir, dia scan, & akan otomatis keluar notifikasi apakah sedang promo atau tidak.
        Jadi seharusnya komputer tersebut tidak perlu diberitahu oleh petugas, karena komputer sudah tahu sendiri, asalkan petugas tersebut sebagai operator melakukan pekerjaannya dengan tepat sesuai dengan tatacara yang sudah diprogramkan ke komputer tersebut.

        Terbukti bahwa petugas tersebut sempat tertegun bingung2 di tengah jalan. Cuma entahlah kenapa dia tidak mau memanggil supervisor untuk meng-cancel kalau misalnya dia salah tatacara.

        Selain itu, sesuai dengan kronologis yang saya tuliskan, bukannya dia tidak tahu ada promo. Terbukti saya tinggal ngomong: loh bukannya ini 2 gratis 1, langsung dia gercep ambil 1 lagi.
        Sekarang saya tanya, emang itu 1 barang yang diambil, tidak perlu dicatat/tercatat di komputer untuk stok opname?
        Itu saya sudah selesai transaksi, & struk sudah tercetak.
        Atau mungkin memang sebetulnya sudah tercatat di stok opname, sehingga kalau saya gak menanyakan, maka barang tersebut akan diambil jadi milik petugas tersebut?

        Tapi terima kasih atas saran Anda, yang apabila konsumen lagi banyak ngantri, pasti cara demikian akan membuat antrian semakin lama & panjang.

        7
        1
  • 15 September 2020 - (11:47 WIB)
    Permalink

    Mari kita sama – sama belanja diwarung -warung kecil aja. Atau dipasar .
    Mari kita saling membantu .
    Dan tidak harus belanja di indomart atau alfamart.

    23
    7
  • 15 September 2020 - (19:01 WIB)
    Permalink

    Tidak semua pelanggan memiliki kartu my poin. Dan saya juga jarang menemukan kasir Indomaret yg menanyakan ‘apakah punya kartu my poin’..
    Solusinya ya sodorkan barang sama kartu.

    • 15 September 2020 - (22:08 WIB)
      Permalink

      Kalo di indomaret memang tidak pernah menanyakan, tapi kalau di Alfamart selalu menanyakan.

      1
      2
      • 16 September 2020 - (22:35 WIB)
        Permalink

        Klo salah komplen lngsung orangnya,,si yudo lgi pngen tenar alias viral wkwk,,g pernah kerja y do

        1
        1
    • 16 September 2020 - (12:58 WIB)
      Permalink

      Saya sudah menginfokan untuk memasukan my poin saya tapi kasir cuek. Saya bilang sebanyak 3 kali untuk memasukkan my poin ke kasir

    • 15 September 2020 - (22:20 WIB)
      Permalink

      Kalau terjadi perbedaan informasi antara struk dengan yang dibeli, memang terkesan janggal.

      Namun saya pribadi juga pernah mengalami hal serupa pada produk “roti Mr.bread”.

      Saat itu produk yang saya beli 2 buah roti Mr.Bread yang masih di dalam lemari pemanggangnya, masih hangat dan belum terbungkus plastik.

      Saya pesan itu kemudian kasir membungkusnya dengan plastik bening Mr.Bread.

      Dan sama seperti anda, mereka bilang Roti Mr.Bread itu tidak pakai struk. Saya fine aja.

      Mungkin mereka memiliki alasan detailnya, namun saya tidak pernah menanyakan hal itu.

    • 16 September 2020 - (23:19 WIB)
      Permalink

      Sedikit pengalaman dari bekas mantan pegawai Indo*** dulu,biasanya kalo biasanya roti tanpa struck biasanya barang datang duluan sebelum fakturnya,jadi barang ready tetapi belum Masuk data komputer,jadi belum bisa di scan.menanggapi kejadian2 diatas setiap karyawan pasti mengalaminya,yang terpenting jujur apa adanya aja kepada custumer bahwa mereka ngelakuin kesalahan dan custumer yang pada saat itu merasa dirugikan mahamin ko,toh apalagi yang udah hafal sebagian muka custumernya dan kenal nama dan bisa2 jadi pelanggan tetap :). Pointnya Sih jujur pada siapapun

  • 15 September 2020 - (21:46 WIB)
    Permalink

    Saya juga pernah spt itu…beli roti tp ga masuk bon..pas dicek masyaallah harga tdk sesuai dgn yg dipasang..dan klo kasih uang kembalian psti selalu beda..knp tiap indo….spt itu ya..apakah memang diajarkan spt itu.kapok deh kesitu..mending toko al…lebih jujur dan murah

    2
    5
    • 15 September 2020 - (22:03 WIB)
      Permalink

      Iya, sy ngalami jg kl beli pake uang tunai, kembaliannya mesti kurang, entah itu 100-200 rupiah. Dan ini terjadi di 3 toko yg berbeda, pun pulau yg berbeda

      1
      4
    • 12 Oktober 2020 - (16:51 WIB)
      Permalink

      kok kebalik ya, saya malah kebalikan dari ibu ini. saya di alpa harga nya beda, dan biasakan akan dibayarkan yang harga termurah (itu yang seharusnya) tapi tidak pernah ada sepertinya. kemudian soal kembalian , saya sering banget kembelian kurang walau cuman 500rp saya sih ga ambil pusing ya. cuman lebih ke arah rasa kepercayaan pelanggan di kecewakan. kalau di indo kalau kembalian gada malah di tawarkan untuk donasi dari pada di diemin doang kaya toko alpa.

  • 16 September 2020 - (05:03 WIB)
    Permalink

    Roti gk masuk struk itu akibat human error’. Gk teliti. Maafin aja lah.dulu Saya pernah ngerasain gmana rasanya jadi orang kecil kerja hanya sebagai karyawan minimarket. Tiap hari harus selalu tersenyum walaupun cape.Gk ada uang receh. Tukar sana sini.tp saya tanya dulu ada uang receh atau gk supaya kembalian bulat atau lebih baik bayar nontunai.belum lagi ngerasain minus uang transaksi. Minus barang hilang. Saya skrg klo belanja selalu pakai nontunai. Supaya gk ribet bawa receh. Klo barang gk sesuai dirak itu biasanya mereka kasih harga terendah atau garansi harga(resiko karyawan mengganti perbedaan harga dengan cara membayar selisih atau secara langsung potong gaji) .Mereka tiap hari(karena harga barang fluktuatif) harus ganti label price ratusan produk setiap hari. Saya sendiri suka belanja produk2 UMKM drpd di gerai minimarket/supermarket.

  • 16 September 2020 - (12:33 WIB)
    Permalink

    Saya selalu rutin beli pempers dewasa untuk ibu mertua saya tiap bulan. Nah saat itu saya suka ngecek promo di indomart, di berbeda toko. Masih di daerah pondok kelapa, saya beli yang merk Indomaret lalu ambil barangnya 2 pcs uk XL, tiba2 di kasir dapat diskon (di rak tidak ada tulisan promo). Lalu saya ke indomaret deket rumah, saya ambil lalu bayar, total harga normal. Lalu saya bilang, “lah ko baru kemarin saya beli di toko daerah pondok kelapa ada promo, lalu si kasir langsung cek, tetep ga promo, lalu temen nya dateng atau seniornya dan dia langsung ngetik2 gitu muncullah di layar customer harga langsung terdiskon. Baru deh di bilang ada banner gantung kalo produknya lagi promo. Sebenernya udah sering begitu, tapi males komplain nya. Itu antara karyawannya ga tau ada promo, atau memang males buat masukin kode promo. Males juga ganti price tag. Lalu di lain bulan, saya ke toko yang sama di daerah pondok kelapa. Masa yang keluar bukan berupa struk, tapi berupa kertas price tag yang harusnya buat di rak sebanyak jumlah pempers yang saya beli, 4/5 saya lupa, saya sedikit curiga donk, saya jafi berfikir negatif apa mungkin harus nya promo tapi malah ga mau di bikin promo. Di toko yang sama tapi karyawannya beda melayani nya, ada yang jujur ada yang ga jujur. Saya mau komplain tapi takut karyawan yang jujur kena imbasnya.

  • 16 September 2020 - (23:52 WIB)
    Permalink

    Beda sih.. sama dulu kita pelayanannya,dulu kita ditraining emang benar tulus dan empati kepada custumer.dulu kita yang sering nyamperin custumer ,kalo ngeliat tamu kebingungan mencari sesuatu.
    Sekarang mah…beh.kadang pura2 engga ngeliat gitu.
    “Pernah waktu itu nanya vitamin C kepada salah satu karyawan,jawaban karyawan nya “yang ada disitu aja dengan nada yang engga menggenakan bgt”.

    Sebagai pekerja untuk melayani kebutuhan publik kadang merasa ingin marah kepada orang yang ga pantas atau bahkan kasar kepada pelanggan.

 Apa Komentar Anda mengenai Indomaret?

Ada 23 komentar sampai saat ini..

Kecewa Lagi dengan Pelayanan Indomaret

oleh Yudo Suhariyadi dibaca dalam: 1 min
23