Akun Shopee Paylater Diretas, Kenapa Pihak Konsumen yang Harus Membayar Tagihan???

Saya adalah pemilik akun Shopee arleen_04. Pada tanggal 09 Juli 2020 saya mendapatkan telpon yang mengatasnamakan Shopee. Awalnya saya curiga, akan tetapi pihak penelpon bisa mengetahui data saya di akun Shopee mulai nama, alamat pengiriman dan transaksi saya. Pihak penelpon mengatakan bahwa saya Berhak menerima bonus Shopeepay dengan syarat harus top up Shopeepay saya dulu, dan akhirnya saya lakukan.

Memang salah saya telah memberikan kode OTP untuk masuk akun saya, tapi saya tidak pernah memberikan password untuk Shopeepay saya apalagi Shopeepay saya menggunakan keamanan sidik jari untuk melanjutkan transaksi. Anehnya kenapa hacker bisa menguras saldo Shopeepay saya sebesar 1,9jt dan tidak disisakan 1 rupiah pun.

Pada saat itu saya langsung melaporkan peretasan tersebut kepada pihak Shopee, dan pihak Shopee menyuruh saya untuk menunggu untuk tidak lanjutnya. Dan pada saat itu si hacker melakukan transaksi pembelian perdana kuota dengan menggunakan metode pembayaran Shopeepay later, secara otomatis saya membatalkan transaksi tersebut karena merasa bukan transaksi saya. Akan tetapi hacker tersebut kembali melanjutkan transaksi tersebut dan saya tidak bisa membatalkan transaksi tersebut karena ada notifikasi dari Shopee bahwa saya tidak dapat membatalkan transaksi karena saya sudah sekali melakukan pembatalan.

Pada saat itu saya berinisiatif untuk chat penjualnya dan memohon untuk membatalkan transaksi tersebut, akan tetapi belum terselesaikan percakapan dengan si penjual akun saya dibekukan oleh pihak Shopee sebagai tindak lanjut pelaporan saya. Saya merasa agak lega karena kemungkinan besar pihak Shopee juga akan membekukan transaksi karena akun sedang diretas. Tapi setelah akun saya dipulihkan setelah 3 hari saya melihat transaksi tersebut masih dilanjutkan oleh pihak Shopee dan berstatus dalam pengiriman.

Pada saat itu juga saya sangat kecewa dan langsung menghapus akun saya. Pada bulan Agustus awal saya mendapatkan pemberitahuan untuk tagihan Shopeepay later tersebut, saya langsung mengirimkan email ke pihak Shopee tentang peretasan akun saya, dan memohon kebijaksanaan pihak Shopee karena tagihan dari transaksi tersebut bukan transaksi saya. Dan kagetnya pihak Shopee tetap membebankan tagihan tersebut kepada saya, yang memang tidak besar tapi saya merasa dirugikan karena saya merasa bukan kewajiban saya di saat pihak Shopee bisa menghentikan transaksi tersebut untuk kebaikan konsumen tapi pihak Shopee melakukan hal sebaliknya.

Di sini saya berpikiran bahwa Shopee HANYA MEMIKIRKAN KEUNTUNGAN MEREKA SENDIRI TANPA MEMIKIRKAN KONSUMEN!!! Saya tetap bertahan tidak mau membayar karena bukan kewajiban saya.

Kini setiap hari saya ditelpon debt collector Shopee. Berkali-kali juga saya menjelaskan kejadiannya dan memohon untuk kebijaksanaan akan tetapi tidak pernah ada solusi. Sampai sekarang saya masih mendapatkan sms tagihan Shopeepay later tersebut dan ancaman akan disomasi apabila tidak melunasi tagihan tersebut.

Disini terlihat jelas bahwa pihak Shopee hanya mengambil kebijakan yang menguntungkan bagi mereka tanpa memikirkan kerugian konsumen!!!!

Tolong untuk pihak Shopee, itu bukan tagihan saya kenapa harus ditagihkan ke saya???!!!

Arlina Dyah Anggraini
Jakarta Selatan

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai Shopee:
[Total:52    Rata-Rata: 2.3/5]

Surat pembaca ini belum mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha terkait. Jika Anda adalah pelaku usaha yang terkait dengan pertanyaan/permohonan/keluhan di atas, silakan berikan tanggapan resmi melalui tautan di bawah ini:

Kirimkan Tanggapan
Loading...

56 komentar untuk “Akun Shopee Paylater Diretas, Kenapa Pihak Konsumen yang Harus Membayar Tagihan???

  • 25 September 2020 - (11:20 WIB)
    Permalink

    Emang fatal mbak ngasih kode otp itu dengan kode otp penipu bisa mudah kebobol data meski tanpa harus tau

    • 25 September 2020 - (12:55 WIB)
      Permalink

      Iya emng fatal banget dengan kode otp semua sandi bisa iya ganti, saya jg pernah sekali di tlfn yng mengatasnamakan shopee ktanya dpt undian saldo shopeepay 3 jta

    • 25 September 2020 - (13:04 WIB)
      Permalink

      iyaa sih, saya mah udah ga berharap sama saldo shopee pay saya, tapi kenapa tagihan shopeepay later yang memang bukan transaksi saya harus di tagihkan ke saya, padahal pada saat transaksi terjadi akun sedang di bekukan karena saya melaporkan peretasan akun, harusnya kalau akun di bekukan seluruh transaksi di dalamnya bisa di bekukan dong, jadi ada tindakan pencegahan dari pihak shopee, tapi ini malah di teruskan transaksinya, saya sudah berusaha mencegah, tapi tidak ada tindakan dari pihak shopee di tambah ancaman somasi segala kalau saya tidak mau membayar, bukan masalah jumlah tagihannya yang saya beratkan karena dari awal limit shopeepay later saya tidak banyak cuma 200rb an, tapi karena memang bukan transaksi saya dan bukan hanya tanggung jawab saya semata dimana pihak shopee harusnya bisa mencegah transaksi tersebut, itu yang saya sangat kecewa.

      • 25 September 2020 - (22:22 WIB)
        Permalink

        Bener mbak saya juga terkena seperti itu bagaimana ya solusi nya gak ada kebijakan sampai saya juga dikirim somasi Uda ditagih 154 hari mbak….

        • 27 September 2020 - (02:00 WIB)
          Permalink

          Saya dulu pernah ditelpon penipu yg mengatasnama kan shopee. Mereka meminta saya mengecek sms dari shopee, saya bilang belum memeriksa sms saya. Mereka terus menerus meminta saya memgecek terlebih dulu sms tsb. Lalu saya tanyakan ke mereka sms itu berisi apa dan telpon ini mengenai apa, begitu mereka menyebutkan bahwa saya adl pengguna shopee yg ‘beruntung’ karena mendapat bonus 5jt dr shopee, saya langsung bilang ke si penipu, saya tidak tertarik dengan hal beginian. Saat itu juga telp langsung diputus. Saat saya cek sms saya memang ada kode otp dari shopee. Saya langsung chat ke cs shopee dan melaporkan adanya tindakan percobaan peretasan dan penipuan mengatasnamakan shopee, saya laporkan no si penipu juga ke cs shopee untuk ditindak lanjuti, karena saya yakin si penelepon pasti terhubung di shopee. Mungkin user lain jika menerima telp indikasi penipuan seperti ini, jangan diladeni dan segera melaporkan no si penipu ini ke cs shopee untuk jaga”. Jangan lupa, jangan mengirimkan kode otp ke cs shopee, cukup melaporkan percobaan peretasan dan no telp si penipu ini.

        • 28 September 2020 - (15:59 WIB)
          Permalink

          ini salah satu usaha saya untuk mencari solusi ka, sampai kemaren masih ada di wa untuk penagihan dan ancaman somasi saya sudah 58 hari. tapi malamnya ada email dari shopee akan ada peninjauan kembali terkait tagihan shopeepay later karena saya posting disini. prosesnya 3-5 hari kerja. saya juga belum tau kelanjutannya bagaimana.
          tapi saya usaha karena memang kalau untuk tagihan shopeepay later bukan sepenuhnya salah saya, saya sudah berusaha mencegah untuk membatalkan tapi ternyata tidak bisa di batalkan.kecuali saya biarkan saja transaksi itu tanpa berusaha untuk membatalkan.

          • 29 September 2020 - (19:47 WIB)
            Permalink

            Kak boleh wa saya 0818086970** saya mau curhat bisa

      • 26 September 2020 - (14:50 WIB)
        Permalink

        @Arlin

        Ketika sudah tertipu seperti ini, kenapa anda tiba tiba menjadi super tahu tentang sistem kerja shopee.

        Shopee harus gini harus gitu bekukan ini bekukan itu.

        Kalau memang anda maha tahu, kenapa anda mudah tertipu.

        Kacang lupa kulit deh lo,

        5
        3
    • 26 September 2020 - (23:42 WIB)
      Permalink

      Pengguna aplikasi yang hanya mau enaknya saja.

      Penipu : Hallo bu Arlin, mau BONUS Shoppepay gak.?

      Arlin : MAU MAU MAU MAU MAU

      DC Paylater : Maaf bu Tagihan paylater anda sudah jatuh tempo nih. Gimana.?

      Arlin : GAK MAU GAK MAU GAK MAU GAK MAU GAK MAU GAK MAU GAK MAU

      Arlin yang keras kepala vs DC yang lebih keras kepala. Maknyus.

  • 25 September 2020 - (13:33 WIB)
    Permalink

    Hingga detik ini memang secara umum online marketplace lebih memprioritaskan menjaga dirinya sendiri dari potensi kerugian, ketimbang juga memikirkan bagaimana user-nya (baik seller maupun buyer, tapi khususnya buyer) juga tidak terrugikan.
    Contoh paling jelas: kalau ada potensi hal2 yang “merugikan diri sendiri (marketplace)” maka proses blokir transaksi bisa berjalan secepat kilat; sebaliknya kalau “yang berpotensi terrugikan adalah user” maka prosesnya pake prinsip “biar slow asal selamat” di mana biasanya hasil akhirnya keluar kalimat seperti ini: maaf, duit/saldo sudah “terlanjur” ditarik/dibelanjakan oleh hacker.

    Ya iya lah, zaman now segala sesuatu serba instan, transfer antar bank aja realtime online langsung gak sampe 1 detik beres, lah kalo user/konsumen lapor ada transaksi mencurigakan malah prosesnya ber-hari2 kerja. Gimana gak sudah “terlanjur” lenyap duit konsumen.

    Selama belum ada aturan yang tegas dari regulator/pengawas hukum di ranah offline, maka dunia online akan selalu menjadi seperti masa2 “wild west” (zaman koboi di Amrik jadul) di mana semua orang seenaknya, yang kuat & punya kuasa menguasai/mengatur yang lebih lemah. Kan memang begitu dunia online zaman now: marketplace semau sendiri dalam ngasih aturan sehingga kadang serasa kurang adil untuk user/konsumen (baca: yang penting korporasi gak mau rugi, peduli amat sama user/konsumen), bisa & sering menuduh tanpa bukti (jauh berbeda dengan di dunia offline), yang kuat yang menang (dalam hal ini: makanya kasus mesti viral dulu, baru entar diurusin oleh pihak2 terkait; kalau cuma sekedar protes baik2 lewat CS sering cuma dikacangin doang).

    • 25 September 2020 - (14:20 WIB)
      Permalink

      iyaa bener, kalo ga di viralkan akan tetap begitu, padahal sebenarnya pasti sudah banyak juga yang kena begini, alhamdulillahnya ga banyak juga (meski sebenernya uang itu tabungan saya untuk anak saya) ada yang sampe belasan juta. sebelum akun saya di bekukan sebenernya saya juga sudah chat sama buyernya, meski alot karena setiap kali saya minta tolong ke seller untuk dibatalkan, si hacker nongol ngechat bilang jangan di batalkan sampai akhirnya si seller percaya dan minta saya untuk membatalkan transaksi hanya saja saya tidak bisa membatalkan transaksi tersebut karena sudah membatalkan sekali dan tidak bisa di batalkan lagi, dan pada saat kami sedang mencari solusi akun saya di bekukan terkait dengan laporan saya ke pihak shopee. saya sudah berusaha mencegah transaksi itu, tapi dari pihak shopee yang dapat menentukan kebijakan pencegahan tidak melakukan apa2 melainkan meneruskan transaksi dan membebankan kepada buyer yang tidak melakukan transaksi. saya ingin sekali mengumpulkan para korban yang senasib dengan saya untuk melakukan sesuatu yang bisa mengubah kondisi seperti ini ke depannya. bukan menuntut saldo shopeepay saya yang memang salah saya lah itu, setidaknya ingin mengubah kebijakan ttg tagihan shopeepay later yang harusnya tidak ada.

      1
      7
  • 25 September 2020 - (14:35 WIB)
    Permalink

    Sering saya dapat telpon penipuan yang mengatasnamakan Shopee, saking kesalnya sampe aku prank tuh orang, kubikin kesel, seperti sms kode OTP nya dah masuk belum? Kujawab “belum, what kok gak masuk-masuk pesannya nih??”
    Setelah pesan kode OTPnya nyampe ke HPku di penipunya nanya apa kodenya trus kujawab “Oh… Tidak mau…xixixi” langsung kesel dia wkwk

    • 25 September 2020 - (15:00 WIB)
      Permalink

      ga tau kenapa kemaren itu ngeblank banget pikirannya jadi ngikut aja, emang dasar lagi apes kali yaa kurang sedekah…
      udah ikhlas kalo saldo shopeepay nya mah…

      • 26 September 2020 - (11:08 WIB)
        Permalink

        LAH SAMA ๐Ÿ˜ญ SAYA JUGA NGALAMIN MASALAH YANG SAMA BARU BGT MINGGU KEMARIN, SAYA RUGI 1,7JT BEDANYA YANG DI KURAS ITU SHOPEE PINJAM SAYA ๐Ÿ˜ญ
        SAYA KECEWA BGT ๐Ÿ˜ญ UDH GAK MAU LAGI PAKAI SHOPEE ๐Ÿ˜ญ TAPI ITU TAGIHAN TETAP SAYA YANG BAYAR

        1
        3
      • 26 September 2020 - (14:41 WIB)
        Permalink

        @Arlin

        Pikiranmu yang ngeblank bukan karena lagi apes.

        Orang sepintar apapun jika jiwa serakahnya bermain maka pintarnya menjadi tidak berarti.

        Anda jelas serakah, sudah di kasih fasilitas bayar nanti, bayar belakangan, bayar ngutang, eh masih tertarik lagi dengan tawaran manis penipu, iming iming bonus shoppepay.

        Malah anda bela belain meng iyakan perintah penipu untuk top up Shopeepay, padahal jelas jelas kondisi ekonomi anda sedang krisis.

        Itu karena dipikiran anda sudah di rasuki BONUS BONUS BONUS BONUS BONUS BONUS BONUS BONUS BONUS BONUS BONUS.

        Duh enaknya shopee, sudah bolehin belanja ngutang, eh ada tawaran bonus pula, iyessssssssssss.

        Nyatanya……..

        Tralalalalala,,,,, tertipu,,, aduh.

        Saya tidak iba dengan orang yang serakah seperti itu.

        Yang tidak setuju dengan argumen gue, coba deh lo pahami arti kata serakah.
        Itu bukan hanya sifat, tapi penyakit.

        Penyakit yang bahayanya bisa menular.

        Anda yang serakah, shopee yang harus nanggung resikonya, aneh banget deh.

        7
        1
    • 25 September 2020 - (16:52 WIB)
      Permalink

      selalu begitu, memahami kendala dan memahami kendala tapi tetep aja tagihan di bebankan ke saya. itu namanya tidak memahami kendala, “tapi mau ga mau dan ga mau tau lo harus bayar tagihannya”
      setiap kali telpon bilangnya hanya hari ini kami belum terima pembayarannya, bisa di bayarkan hari ini, dan setiap kali saya jelaskan selalu bilang nanti saya confirm ke bagian terkait dulu yaa, setiap hari begitu saja ga ada solusi selain saya harus membayar tagihannya.
      kalau ada solusi lain pasti tidak akan ada sms ancama somasi kalau saya tidak membayar tagihannya.

      1
      8
      • 25 September 2020 - (17:23 WIB)
        Permalink

        Gak perlu bayar mbak laporkan saja ke polisi mereka juga pasti punya tim khusus biasa nya nanti dikasih tau sama polisi kalau ada yang nagih laporin aja soal nya itu dianggap pemerasan siapin aja bukti kuat nya

        • 25 September 2020 - (17:33 WIB)
          Permalink

          iyaa ka, ga mau lah saya bayar soalnya bukan transaksi saya. kalo transaksinya emang saya yang lakuin pasti saya bayar ga pake telat. pasti database mereka juga masih ada riwayat transaksi saya pake shopeepay later ga pernah telat karena emang tanggung jawab saya, lah kalo yang transaksi bukan saya masa iya saya yang harus tanggung jawab. masih ada itu email dari shopee pas akun saya di bekuin dan notif barangnya dikirim padahal akun nya lagi di bekuin.

          • 26 September 2020 - (14:56 WIB)
            Permalink

            @Arlin

            Gak apa apa gak mau bayar. Lo bakal rugi sendiri, sudah bolak balik tanya sana sini, komplain sana sini, udah banyak ngeluarin biaya buat ngajuin komplain.

            Eh ujung ujungnya memang harus bayar. Ya sudah deh, rugi kuadrat.

  • 25 September 2020 - (17:04 WIB)
    Permalink

    Semoga semua ini bisa menjadi pelajaran buat kita semua agar berhati-hati. Dan bagi mbaknya, dg keikhlasan semoga dapat ganti yg lebih baik.

    • 25 September 2020 - (17:20 WIB)
      Permalink

      iyaa ka, pasti jadi pelajaran, insyaaAllah saya mah sudah ikhlas kalo shopeepay nya.
      saya cuma ga terima di suruh bayar tagihan yang bukan transaksi saya itu aja ka.
      sesuatu yang bisa di cegah pihak shopee, tapi tidak di lakukan.

      • 26 September 2020 - (16:22 WIB)
        Permalink

        @Arlin

        Komentar anda yang dibawah itu, masih sempat sempatnya anda memakai emoticon ๐Ÿคฃ, padahal saya sendiri sedih dengan kejadian ini.

        Sikap anda itu sangat membahayakan.

        1. Mulai dari serakah yang anda anggap remeh dengan memberi emo ๐Ÿคฃ.
        2. Menggurui shopee harusnya gini harusnya gitu.
        3. Memakai aplikasi cuma maunya Untung saja. Maunya yang enak enak saja.

        Ya terserah deh itu semuanya hak anda, boleh dan sah sah saja anda bersikap seperti itu.

        Tapi yang harus di ingat adalah, saat ini anda berurusan dengan aturan sistem. Aturan di sistem shopee di ciptakan oleh banyak orang, bukan sepuluh dua puluh orang, seratus dua ratus orang, dan bukan dari dalam negerimu saja.

        Jikalau dirimu menganggap akan menang dengan hanya bermodal kata kata kritik seperti itu. Soalnya bukan transaksi saya Soalnya bukan transaksi saya. Ya menangkanlah.

        Walaupun nanti anda yang menang, tapi nyatanya tagihan itu wajib anda yang bayar.

        • 26 September 2020 - (16:29 WIB)
          Permalink

          Sedih??? Benarkah anda merasa sedih, dari semua komentar2 anda itu bernada mencibir, mengolok dan menyalahkan, tidak ada sedikitpun simpati atau sedih… itu makanya saya menggunakan emoticon itu, karena anda pasti dari pihak shopee, yang menyudutkan usernya, menggunakan aplikasi haya untuk keuntungan saja??? Siapa disini yg menggunakan aplikasi hanya untuk keuntungan saja??? Kalau memang begitu pasti saya akan menuntut pihak shopee untuk mengembalikan dana shopeepay saya dong, tapi saya tidak menuntut itu karena saya rau itu salah saya!!! Camkan itu!!!!
          Saya tidak meminta kembali dana shopeepay saya karena sepenuhnya salah saya, tapi untuk masalah transaksi shopeepay later, bukan sepenuhnya salah saya!!!
          Karena kebijakan shopee yang membuat kondisi tersebut terjadi yang mana seharusnya bisa di cegah, bisa di lihat disini siapa yg menggunakan aplikasi untuk keuntungan sendiri???
          Bukankah begitu bapak muhammad yang terhormat??

          1
          1
          • 26 September 2020 - (16:52 WIB)
            Permalink

            @Arlin

            Tak ada api tak ada asap.
            Tak ada yang serakah tak ada penipu yang berhasil.

            Celoteh anda menggambarkan anda keras kepala.

            Anda mengakui sepenuhnya kesalahan anda tapi tidak mau menanggung resiko sepenuhnya.

            Itukah prinsip hidup anda.?

            Penipu hanya berjodoh dengan orang serakah sepertimu.

            Saya mengaku kalah dengan orang yang keras kepala seperti anda.

            Mengalah untuk menang.

            Pesan buatmu. Hati hati dengan DC , DC juga keras kepala.

            Kalau orang yang keras kepala dipertemukan dengan orang keras kepala. Maknyus.

            7
            1
          • 26 September 2020 - (17:25 WIB)
            Permalink

            Bukankah saya sudah tuliskan sebelumnya bahwa saya tidak menuntut dana shopeepay saya karena sepenuhnya salah saya, apakah anda tidak memperhatikan bapak muhammad yang terhormat, saya keras kepala berdasarkan fakta yang ada, sudah tertera jelas untuk dana shopeepay memang sudah saya ikhlaskan, akan tetapi untuk tagihan shopeepay later itu bisa di cegah oleh pihak shopee jika saja pihak shopee memang memikirkan usernya, tapi sayang sekali mereka tidak memikirkan user sama sekali. prinsip hidup saya jika memang ada kesalahan yang perlu di perbaiki harusnya diperbaiki.. itu yang sedang saya suarakan disini. Memperbaiki sistem yang memang seharusnya bisa diperbaiki agar pengguna aplikasi juga merasa terbantu dan ada win win solution, bukan hanya menguntungkan salah satu pihak saja. Tentu saja pihak user merasa enggan untuk membayar tagihan yg memang bukan tagihan mereka. Seharusnya pihak shopee juga menilik riwayat transaksi mereka sebagai bahan pertimbangan, apakah track record pembayaran shopeepay later meraka baik atau tidak, itu bisa di jadikan patokan mereka bertanggung jawab atau tidak. Bagaimana orang mau bertanggung jawab atas transaksi yg tidak mereka lakukan dan hisa di cegah??
            Bapak muhammad yabg terhormat, anda memang berada di sisi seberang yang memang mengharuskan untuk menyudutkan user, setidaknya gunakan sedikit hati nurani anda untuk mendengar bagaimana suara hati mereka, kecuali memang anda sudah tidak punya hati nurani.
            Jangan hanya menyudutkan mereka dengan mengatakan mereka serakah, siapa disini yg serakah sebenarnya, bisa anda lihat dari kronologisnya, merema adalah korban meskipun mereka dan saya tentunya bersalah, tapi setidaknya ada kebijakan yang tidak sepenuhnya memberatkan user, karena bagaimanapun juga pihak shopee sebenarnya bisa mencegah dan tidak mau mereka lakukan. Tolong di akui juga hal itu… yang harusnya tidak ada menjadi ada….

            1
            3
  • 25 September 2020 - (21:27 WIB)
    Permalink

    Saya jg punya masalah yg sama, tapi aku ngotot nggak mau bayar,, langsung aja uninstall tuh shopee.. Kyknya memang itu kerjaan karyawan shopee deh yg ngeretast akun kita.. Buat ngejebak para pelanggan shopee

    1
    2
    • 26 September 2020 - (11:15 WIB)
      Permalink

      Saya juga mengalami hal yang sama ๐Ÿ˜ญ baru bgt Minggu kemarin, saya udh lapor polisi tapi kasusnya gak kelar2 capek saya bolak-balik ke kantor polisi tapi gak ada hasilnya. Saya dpt tagihan 1,7jt dari shopee pinjam ๐Ÿ˜ญ akun saya di retas tapi kan itu bukan saya yang pakai uangnya ๐Ÿ˜ญ saya harus gimana ya? Apa saya harus bayar tagihannya? Saya udh kehabisan uang karena tertipu sebanyak itu ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ™๐Ÿป mohon diberikan saran apa saya harus bayar atau enggak ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ™๐Ÿป terimakasih

    • 26 September 2020 - (17:28 WIB)
      Permalink

      Sama ka, saya sudah tidak pake shopee lagi, sudah saya hapus juga akun nya, meski tagihannya ga banyak, tapi itu bukan transaksi saya, itu yg saya permasalahkan. Dengan bersuara disini saya berharap ada tanggapan positif dr pihak shopee, bukan hanya mengancam memberikan somasi jika tidak. Mau membayar, menelpon bukannya untuk berdiskusi untuk win win solution, tapi hanya untuk menagih dan mengancam

      • 13 Oktober 2020 - (09:15 WIB)
        Permalink

        HALLO kak aku juga sama saat tanggal 8 September 2020 kemaren aku juga ditipu persis kejadian nya seperti masalah aku bukan 1 akun yang di retas nya melainkan 2 akun berhasil dia retas..jadi diawal ini bulan pihak penagih shope meminta saya bayar tagihan yang bukan saya pakai saya tetao bersikeras dengan argumen saya . Total kerugian saya 4.200.000 yg di top up tapi utk tagihan shope pay later tersebut total di ke2 akun itu 5juta lebih uangnya jadi setiap hari aku diteror pihak penagih pihak shope dengan ancaman seperti kaka ..
        Yang sudah seperti ini kalian sudah berpa hari ditelpon dari tim penagih shope?

        Yang mendengarkan apa apa solusi utk masalah inya gak?.๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ

  • 26 September 2020 - (11:30 WIB)
    Permalink

    Saya mengalami kejadian yang sama, bedanya yang di pakai itu shopee pinjam saya sebesar 1,7jt ๐Ÿ˜ญ saya udh lapor polisi, udh lapor ke pihak shopee juga tapi gak ada solusinya. Tetep aja saya yang harus bayar tagihannya ๐Ÿ˜ญ saya dikasih voucher sebesar 850k sama shopee katanya itu kompensasi tapi TETAP AJA SAYA HARUA BAYAR 1,7JT YANG PADAHAL ITU UANG BUKAN SAYA YANG PAKAI ๐Ÿ˜ญ TOLONG MINTA SARANNYA SAYA HARUS GIMANA ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ™๐Ÿป Terimakasih

    • 26 September 2020 - (14:04 WIB)
      Permalink

      @Ema

      Saran saya,
      Anda wajib membayar tagihan itu. Dan jangan ragu untuk membayar, semakin anda ragu, semakin anda capek sendiri.

        • 26 September 2020 - (14:17 WIB)
          Permalink

          @Ema

          Jangan mikirin untung rugi ema, akuilah memang anda ceroboh, terbujuk rayu kata manis penipu.

          ema menganggap duit itu jumlahnya sangat besar, shopee pun sama menganggap duit itu banyak banget.

          ema menganggap itu bukan transaksi ema, shopee pun sama menganggap itu bukan ke error an sistem.

          Ini murni penipu yang makan uangnya. Penipu berhasil menipu karena ema berhasil terbujuk rayu.

          • 26 September 2020 - (15:54 WIB)
            Permalink

            Anda pasti orang shopee yaa ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ bukan masalah serakah disini, kalo masalah saldo shopeepay sudah di ikhkaskan, apakah yg dituntut disini itu tentang pengembalian saldo shopeepaynya??? Bukan. Melainkan kenapa pihak shopee bisa melanjutkan transaksi yg terjadi pada saat pelaporan, yang benar semua transaksi harus di bekukan juga meskipun itu user sendiri yg melakukan pada saat akun di bekukan karena transaksi yg terjadi pada saat pelaporan itu pasti ulah hacker bukan buyer pelakunya dan pihak shopee bisa saja mencegah hal seperti ini, tapi apa???? Yg dipikirin cuma keuntungan sendiri tidak memikirkan keuntungan user ..
            Itu yang membuat konsumen kecewa, dan saya yakin semakin banyak yang tidak mau menggunakan aplikasi shopee, meskipun skr banyak user tapi dengan kejadian begini akan banyak orang tau bagaimana sistem shopee sebenarnya.

            1
            1
        • 28 September 2020 - (16:03 WIB)
          Permalink

          ga usah di ladenin ka komentarnya si muhammad, sepertinya memang hobby provokasi.
          saya sih belum lapor polisi ka, rencana mau saya laporkan ke YLKI.

  • 26 September 2020 - (17:32 WIB)
    Permalink

    konsultasikan saja dengan pakar hukum dahulu,karena dilihat dr sudut hukumnya ada kesalahan di diri mba tapi ada juga kelemahan di server shoppe,kalo comment muhammad jgn ditanggapi,lidahnya hanya memancing keributan saja,dia sdh bnyk comment di lain kasus nadanya buruk dan tidak punya etika.maklumin aja..

    1
    1
    • 27 September 2020 - (00:20 WIB)
      Permalink

      Anda bukan pengguna aplikasi shoppee ya. Kalau pengguna pasti sudah sering membaca peringatan dari shopee.

      Memang benar, shoppee dan beberapa marketplace lain mengakui memiliki kelemahan dari modus peretasan jenis ini.

      Maka dari itu, shoppee sudah lebih awal, lebih dini memberikan informasi kewaspadaan, jangan sekali kali transaksi diluar dari aplikasi shoppee.

      โ€˜Mohon berhati hati jika diminta untuk chat dan melakukan pembayaran diluar Shoppeeโ€™.

      Tulisan itu terpampang jelas dimuka halaman chat shoppee.

      Disini sudah jelas pengguna tidak mengindahkan peringatan itu, pengguna ceroboh melakukan percakapan melalui telepon. Walaupun sejak awal si pengguna ada rasa curiga, namun dia tetap saja tertipu karena sifat serakahnya.

      Saya tidak memihak ke siapapun, anda pasti memihak salah satu di antara mereka.

      Sejak awal si pengguna sudah punya niat tidak mau bertanggung jawab dengan paylaternya.
      Ketika saya mengungkap kebenaran, pasti tidak bakalan ada titik temu, saya sudah menebak itu sejak awal, sehingga wajar jika prasangka anda memang ini terlihat adanya keributan.

      Kesan saya yang bernada buruk dan tak beretika, hal itu karena saya sesuaikan dengan celotehan dia sebelumnya.

      Ketika saya melihat lawan bicara saya sudah siap dengan sarung tinjunya, saya pun memakai sarung tinju.

      Ketika lawan bicara duduk pasrah sambil berdoa, saya pun seperti itu.

      Jangan ikut membuat bingung ketentuan yang sudah di atur. Yang salah ngaku lah salah dan yang benar memang seharusnya benar.

      Kasihan si Arlin, jikalau dia sudah repot repot mempertahankan ego nya namun akhirnya memang dia sendiri yang harus menanggung tagihan paylaternya. Mending dia simpan tenaga buat mencari dana membayar tagihan itu.

      Sama halnya ketika dirimu melihat temanmu semangat ingin nonton di bioskop, namun anda tahu bioskop belum boleh ada yang beroperasi, maka jiwa baikmu akan mengatakan ke temanmu bahwa percuma datang ke bioskop.

      Saya tidak berharap si Arlin menanggapi penjelasannya saya. Tapi yang saya inginkan agar orang lain bisa memahami, jika kasus ini terjadi pada diri mereka. Maka mereka dapat siap siap untuk bertanggung jawab sepenuhnya. Agar tidak capek sendiri.

      • 13 Oktober 2020 - (08:58 WIB)
        Permalink

        Halo kak aku juga sama saat tanggal 8 September 2020 kemaren aku juga ditipu persis kejadian nya seperti masalah aku bukan 1 akun yang di retas nya melainkan 2 akun berhasil dia retas..jadi diawal ini bulan pihak penagih shope meminta saya bayar tagihan yang bukan saya pakai saya tetao bersikeras dengan argumen saya . Total kerugian saya 4.200.000 yg di top up tapi utk tagihan shope pay later tersebut total di ke2 akun itu 5juta lebih uangnya jadi setiap hari aku diteror pihak penagih pihak shope dengan ancaman seperti kaka ..

        Yang mendengarkan apa apa solusi utk masalah inya gak?.๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ

    • 27 September 2020 - (03:16 WIB)
      Permalink

      Baik mba, terimakasih banyak sarannya, akan saya bicarakan dengan kakak saya, kebetulan seorang pengacara. Memang ada kesalahan di saya, hanya saja saya berpendapat memang ada kesalahan dr pihak server atau apalah itu, karena sebelum meminta kode pun si penelpon tau data2 saya mulai nama lengkap saya, pengiriman dan transaksi2 saya sebelumnya.

  • 27 September 2020 - (01:00 WIB)
    Permalink

    Tuan muhammad yang terhormat, sepertinya pemikiran amda tidak semulia nama anda…
    Saya bisa melihat dengan jelas dari cara anda menuliskan komentar…
    Semua orang bisa melakukan kesalahan, mungkin anda tidak permah melakukan kesalahan tuan muhammad yang terhormat, saya memang melakukan kesalan dan sudah saya akui berkali kali di komentar saya (kalau anda membacanya), saya manusia tuan adam yang terhormat, bagaimanapun orang lain membuat kesalahan dan saya bisa membantu untuk memperbaiki pasti saya bantu, bukan dengan menyudutkan dan berbagai macam ancaman. Dengan komentar2 anda seperti itu, jelas terlihat orang seperti apa anda ini. Saya memang keras kepala, dengan apa yg saya suarakan, tapi tidak ada salahnya jika memang dapat mendapatkan solusi yang bagus dan bisa memtu korban yang lain. Itu tujuan saya.
    Maaf tuan muhammad yang terhormat, bukan sarung tinju yang saya pakai, akan tetapi perisai yang saya gunakan untuk menahan segala kata2 yang menyudutkan dan ancaman yg saya terima.
    Saya terima kesalahan saya dengan kehilangan saldo shopeepay saya, semua juga pasti paham akan hal itu, tapi apakah pihak shopee juga tidak bersalab karena tetap meneruskan transaksi pada saat akin di bekukan? Bukankah seharusnya semua transaksi di bekukan juga sementara akun di bekukan??
    Tolong pakai logika dan akal sehat anda tuan muhammad yang terhormat, siapapun juga dengan laporan seperti itu akan membekukan semua transaksi seiring dengan pembekuan akun untuk mencegah hal hal yang tidak diinginkan seperti ini, dengan begitu user tidak di rugikan, begitu juga pihak marketplace. Itu adalah win win desicion. Maaf tuan muhammad yang terhormat, saya memang bukan orang yang berpendidikan, tapi saya mendahulukan hati nurani saya. Anda bisa terus menyudutkan saya dan menghujat saya, tapi saya merasa, langkah yang saya ambil sudah benar karena memang sistem di atur tidak untuk merugikan salah satu pihak.

    • 27 September 2020 - (10:48 WIB)
      Permalink

      @Arlin

      Kenapa anda masih menanggapi komentar saya dengan orang lain. Saya kan sudah mengaku kalah. Saya kalah dengan anda yang keras kepala.

      Menggunakan Logika tuh pakai bahasan yang logis.
      Anda menggunakan Logika tapi pakai ego, ya percuma.

      Nih logikanya.

      1. kode OTP, senjata paling ampuh penipu.

      Kehandalannya cuma 1% bagi orang yang sabar, namun akan menjadi 100% bagi orang yang serakah. Dimata orang serakah, permintaan kode OTP adalah Bonus. Dimata orang yang sabar, kode OTP sangat rahasia. Logisnya, serakah adalah penyakit. Penyakit berbahaya yang sejak jaman jahiliyah sudah muncul. Ini adalah inti dari persoalan anda. Asal muasal anda dengan mudahnya kena tipu.

      Serakah, adalah sifat setan. Itu point penting yang harus anda pelajari.

      Anda dengan jujur merasa โ€˜ngeblankโ€™, artinya saat itu setan sudah menguasai otak anda.

      Itu logis.

      2. Istilah โ€˜dibekukanโ€™ tergantung dari sudah sejauh mana aktivitas yang dibekukan. Dan jenis transaksi apa yang dibekukan.

      Pembelian kuota adalah jenis barang bentuk digital.

      Sehingga prosesnya juga sangat cepat. Anda pahami sendiri proses transaksi itu. Nyatanya barang itu dengan mudah di konsumsi hanya dengan menggunakan indra penglihatan. Buka bungkus dan lihat. Kuota perdana sudah terpakai.

      Peretasan akun menggunakan kode OTP dan meneruskan transaksi pembelian pada barang Digital adalah paduan yang sempurna, menjadikan marketplace mati kutu.

      Logisnya, sesuatu yang terencana akan lebih membuahkan hasil.

      2. csShopee yang anda anggap bisa semuanya adalah anggapan yang keliru.

      csShoppee bukan orang yang juga bisa leluasa mengakses akun anda maupun akun pembeli, tidak seperti itu. Mereka hanya sebagai penengah. Tindakan mereka juga memerlukan ijin akses dari pengguna.

      Logisnya, csShoppee sudah berusaha semampunya, menahan aktifitas transaksi agar tidak lebih parah dari itu.

      4. Anda pun pasti belum merasa curiga, Apakah penjual dan pembeli adalah orang yang sama atau orang yang bekerjasama.?

      Mana logika anda.?

      5. Anda mengakui kalau kecerobohan anda sudah Fatal (coba baca komenan anda yang pertama paling atas). Namun istilah Fatal cuma anda anggap sepatah kata tak berarti.

      Logisnya, Fatal ya Fatal.

      6. Kejadian anda ini bukan modus penipuan teranyar, sudah ratusan orang jadi korban, dan semuanya berakhir dengan mengikuti aturan, cuma bisa gigit jari melihat kenyataan harta di angka milyaran lenyap seketika.

      Logisnya, sudah banyak orang selain anda yang tidak terima dengan keadaan ini. Mereka lebih pintar dari anda. Tapi mereka tetap tak berdaya.

      Nantinya anda akan capek sendiri.

  • 8 Oktober 2020 - (21:37 WIB)
    Permalink

    Pihak shopee sudah menghubungi saya terkait artikel saya ini, dan pihak shopee memberikan voucher senilai 50% dari shopeepay saya yang di ambil oleh pelaku peretasan sebagai bentuk moral pihak shopee kepada saya sebagai user, dan pihak shopee berjanji akan mencoba untuk membantu negosiasi dengan memberikan data2 berdasarkan investigasi kepada pihak sopeepay later untuk kebijaksanaan tagihannya.
    Saya juga di arahkan oleh pihak shopee untuk menjelaskan situasi yg terjadi jika pihak shopeepay later menghubungi saya (meskipun sudah sering saya jelaskan situasinya kepada pihak shopeepay later setiap kali mereka menelpon saya).
    bukan solusi yang saya inginkan, akan tetapi saya hargai usaha dari pihak shopee, meski kemaren saya dapat telpon dari pihak MBA Consult yang bekerja sama dengan shopeepay later menanyakan masalah tagihan, saya berusaha untuk menjelaskan baik2 kepada pihak MBA Consult mengenai situasi yg terjadi akan tetapi belum selesai saya menjelaskan, pihak MBA Consult (yang menelpon saya bernama Rahma) dengan sinisnya berkata “alaah” dan langsung menutup telpon, Setelah itu ada SMS masuk berupa peringatan dari pihak MBA Consult agar saya membayar tagihan shopeepay laternya agar terhindar dari kunjungan Debt Collector.
    Saya masih sangat berharap ada solusi yang terbaik terkait dengan pelaporan saya ini.

    • 13 Oktober 2020 - (09:18 WIB)
      Permalink

      Kak arlin boleh minta user instagramnya gak karna aku juga sama ngalamin masalah sama kaka, jadi kita bisa share wa lewat instagram

  • 13 Oktober 2020 - (09:43 WIB)
    Permalink

    Memang lebih baik tidak mengaktifkan shopeepay later dan aplikasi “berhutang” lainnya.
    Serem banget, gampang disalahgunakan. Orang yang ngutang tapi kita yang suruh bayar.

    Buat mbaknya semoga masalahnya cepat selesai…

  • 28 Oktober 2020 - (23:45 WIB)
    Permalink

    Aku juga sperti ini kak, ๐Ÿ˜ญ
    Keceplosan otp, tapi wktu pelaku bertanya” tntg pin shopeepay udh aku matiin telpnya . Aku lngsung cepet” ganti semua password akun maupun shopeepay , dan aku gantinya berkali”, tau tau pas login akun udh dibekukan,
    Yg saya tanyakan akun saya apakah udh aman ketika dibekukan tersebut ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ

 Apa Komentar Anda mengenai Shopee?

Ada 56 komentar sampai saat ini..

Akun Shopee Paylater Diretas, Kenapa Pihak Konsumen yang Harus Membayaโ€ฆ

oleh Arlin dibaca dalam: 2 min
56