Terjadi lagi, Korban Phising di Bukalapak

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Pada tanggal 08 Oktober 2020 saya melakukan transaksi pembelian di aplikasi Bukalapak, yaitu sebuah smartphone seharga Rp. 1.079.400,-, dengan pembayaran melalui virtual account. Dan sesaat setelah saya melakukan pembayaran saya dihubungi oleh seseorang yang mengaku sebagai Supplier Bukalapak, dengan alasan agar saya bisa mengaktifkan diskon 40% dari transaksi saya, pelaku lalu mengirimkan link diskon tersebut.

Kemudian transaksi pembelian saya menjadi “Barang Telah diterima” padahal itu tidak mungkin terjadi karena pertama, saya berada di Makassar sementara penjual berada di Jakarta dan kedua barang bisa terkirim hanya dalam waktu sekitar 2 jam.

Karena kejanggalan tersebut saya segera menghubungi penjual dan Bukalapak melalui aplikasi dan chat, namun penjual tidak membalas tapi hanya membaca pesan saya meski akunnya masih aktif, dari Bukapalapak sendiri telah membalas komplain tersebut dengan pertama akan memeriksa dan menindaklajuti saya.

Namun sampai akhirnya pada 10 Oktober 2020 saya menerima pemberitahuan atau balasan bahwasannya saya menjadi korban phising di Bukalapak dan meminta saya mengambil langkah keamanan untuk aku saya di Bukalapak. Sebagai konsumen yang dirugikan saya berusaha meminta kebijakan dari pihak Bukalapak dengan cara pengembalian dana atas kejadian tersebut. Namun pihak Bukalapak mengatakan uang saya bukan menjadi tanggung jawab Bukalapak.

Sungguh saya merasa sangat sedih dan kecewa karena uang tersebut sangat berarti di masa pandemi ini, ditambah saya yang masih status bekerja dari rumah dengan pemotongan gaji yang sangat besar, apalagi ini kejadian pertama saya menjadi korban phising setelah sekian lama melakukan transaksi online.

Dan atas kejadian ini ada beberapa hal penting dan saya garis bawahi:

  1. Kesalahan saya yang percaya dengan harga atau diskon tidak wajar dari pelapak.
  2. Menerima dan mengikuti arahan dari penipu melalui link phising.
  3. Pihak Bukalapak seharusnya bisa mengawasi setiap transaksi, promo atau harga yang ditawarkan pelapak khususnya harga atau diskon yang tak wajar.
  4. Pihak Bukalapak seharusnya bisa melacak identitas, rekening atau segala hal yang berhubungan dengan pelapak pelaku phising tersebut agar di teruskan kepada pihak berwajib agar pelaku bisa tertangkap dan kejadian ini bisa diminimalisir agar terjadi lagi.
  5. Pihak Bukalapak sayangnya maaf “terasa lebih cenderung mencari keuntungan sepihak dan kurang bertanggung jawab” atas phising yang menimpa saya.
  6. Seharusnya kita semua lebih berhati-hati dalam melakukan transaksi dengan segala macam jenis penipuan dan mohon kiranya penyedia layanan agar bisa lebih bertanggung jawab.

Sekian terima kasih. Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Irwan Imanuddin
Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai Bukalapak:
[Total:9    Rata-Rata: 2.3/5]
Tanggapan Bukalapak atas Surat Bapak Irwan Imanuddin

Dengan hormat, Terima kasih atas feedback yang diberikan melalui Media Konsumen. Kami informasikan bahwa kendala transaksi yang dialami oleh Bapak...
Baca Selengkapnya

Loading...

8 komentar untuk “Terjadi lagi, Korban Phising di Bukalapak

  • 12 Oktober 2020 - (11:28 WIB)
    Permalink

    lagi dan lagi. tergiur harga murah .
    mas harus membayar 1 juta lebih untuk pelajaran yang berharga ini. dengan kejadian ini saya lihat mas udah bisa menentukan poin2 mana saja yang perlu di perhatikan ketika belanja online.

  • 12 Oktober 2020 - (13:17 WIB)
    Permalink

    Saya juga hampir menjadi korban penipuan bermodus seperti itu.

    Waktu itu saya mencari laptop yang tipenya sudah langka di toko ijo dengan selisih harga cuma 1 juta dengan harga aslinya yaitu 6 juta.

    Penjual berbasa-basi menawarkan install wind*ws originalnya gratis, namun dimohon menunggu agak lama.

    Lalu penjual menghubungi lewat WA dan menelpon saya untuk mengaktifkan promo diskon. Di sini saya mulai curiga

    Selanjutnya saya disuruh untuk menyebutkan kode promo yang dikirim lewat sms, kode promo yang dimaksud adalah kode OTP yang memang harusnya tidak diberikan oleh siapapun termasuk pihak toko ijo.

    Saat ditelpon tadi, saya iseng-iseng cek status pesanan saya, dan wow.. transaksi saya dibatalkan. Akhirnya saya sadar dia mencoba mengambil alih akun saya.

    Tapi Alhamdulillah saya masih diberikan kesadaran untuk tidak memberikan kode OTP tersebut, lalu saya memaki-maki penjual tersebut dengan 47 jenis kata olokan bernada kasar, lalu saya menutup telpon.

    Toko ijo mempunyai keamanan otomatis jika ada transaksi mencurigakan dan ada permintaan kode otp maka dana saya dibekukan.

    Akhirnya customer service toko ijo menelpon saya untuk mengkonfirmasi identitas saya untuk proses pengembalian dana meskipun akun saya belum pernah diambil oleh penipu.

    Setelah menunggu lama dengan proses konfirmasi yang sangat detail, 2 hari dana saya kembali dan berhasil digunakan untuk pembelian lagi.

    Thanks toko ijo, saya kagum dengan sistem pembekuan dana otomatisnya.

    • 12 Oktober 2020 - (22:56 WIB)
      Permalink

      Hari ini saya juga di WA dan telfon berkali” nomor tidak di kenal yang ngaku pegawai indomaret dan minta kode bahasa china katanya suruh SS cepet soalnya itu voucher game yang salah kirim. Pertama dia bilang bahasa china padahal itu bahasa thailand. Kedua emang aku segoblok itu ngasih kode OTP. Setelah tak katain anjing tak blokir WA nya itungan detik nelfon hp saya tak reject trus blokir. Yang saya pikirkan saat itu cuma 1. Gmn kalau kondisi seperti ini menimpa orang” yg kurang pemahaman ttg pentingnya kode OTP. Semoga penipu jg segera sadar akan tindakannya

  • 12 Oktober 2020 - (19:11 WIB)
    Permalink

    @IRWAN

    Baca lagi point nomor 1 yang anda tulis itu. Hal penting yang anda harus garis bawahi cukup itu saja.

    Hal penting lainnya sudah lama terpikirkan oleh semua marketplace di seluruh dunia. Malah pikiran mereka sudah lebih canggih dari yang anda pikirkan itu.

    Jika sejak awal, anda menyadari di point 1 itu, tidak mungkin anda tertipu. Dan tidak mungkin anda akan berpikir keras untuk mencari cari hal penting lainnya.

    Dalam kehidupan yang lebih luas. Jika orang sudah tahu sifat yang harus di hindari, seperti sifat serakah, maka orang itu akan lebih banyak di berikan lindungan oleh Tuhan.

    2
    2
  • 13 Oktober 2020 - (01:36 WIB)
    Permalink

    Realme ram 4/128gb 1jt 79 ribu mnaa ada buu
    Itu dr awal emg pedagang hp tsb udah niat nipuu di bklpak emg sarangnya para penipu

  • 13 Oktober 2020 - (07:34 WIB)
    Permalink

    Ternyata melewati OTP di bukalapak itu mudah. Caranya gunakan Browser Opera. Saya sudah berkali-kali login ke akun saya sendiri, hanya pakai opera tidak akan ada opsi OTP, langsung masuk. Aneh memang, mungkin anda bisa coba sendiri.

 Apa Komentar Anda mengenai Bukalapak?

Ada 8 komentar sampai saat ini..

Terjadi lagi, Korban Phising di Bukalapak

oleh IRWAN dibaca dalam: 1 min
8