Kecewa dengan Tokopedia yang Memperbolehkan Alamat Pengiriman Berbeda dengan Lokasi Toko

Dear Tim Tokopedia,

Saya sebagai pengguna Tokopedia, kecewa dengan sikap Tokopedia memperbolehkan seller untuk mengirim barang berbeda lokasi dengan alamat di Tokopedia yang akhirnya melewati estimasi barang diterima. Kronologinya:

Tanggal 21 Oktober 2020, saya memesan 3 barang dengan 3 toko berbeda dalam rentang waktu 1 jam, semua toko berlokasi di JABODETABEK.

Tanggal 22 Oktober 2020, dua barang sampai dengan baik esok harinya. Namun satu barang (INV/20201021/XX/X/656950335) belum sampai dan resi yang diinput tidak bisa dilacak.
Tanggal 23 Oktober 2020, saya konfirmasi ke seller, kenapa barang belum diterima dan resi tidak bisa dilacak? Mereka menjawab, nanti mereka bantu follow up ke JNE. Saya memilih JNE sebagai opsi pengiriman karena mereka akan menggunakan JNE YES jika saya memilih JNE Reguler. Toko di Jakarta katanya tutup karena covid, pengiriman sementara dari cabang Kepulauan Riau mereka dan butuh 3-4 hari untuk menetralisir.

Sebentar, sebelum pesan, saya pastikan saya beli dari hasil searching toko dengan menggunakan fitur lokasi hanya JABODETABEK dan menanyakan stok secara langsung.  Kenapa pengiriman dari Kepulauan Riau? Kenapa tidak dibatalkan saja? Padahal mereka mempunyai fitur untuk melakukan itu.

Sebenarnya saya tidak masalah selama saya terima barang tersebut masih dalam estimasi waktu yang diberikan dan diberikan kemasan yang rapih, karena pengiriman akan banyak perpindahan tangan dan rentan rusak (saya pesan motherboard/PCB).

Tanggal 24 Okotober 2020, mereka memperbaharui resi, lalu saya cek ternyata mereka baru menyerahkan barang tersebut pada tanggal 24 Oktober pukul 4 sore. Jadi mereka memberikan resi JNE dummy, yang bahkan barangnya belum diterima oleh JNE (3 HARI BARANG TERTAHAN DI SELLER).

Tanggal 25 Oktober 2020, tidak ada update.

Tanggal 26 Oktober 2020, masuk proses sortir, ‘baru disortir’.

Tanggal 27 Oktober 2020, saya bertanya ke Tokopedia Care, apakah perilaku seperti ini diperbolehkan (pengiriman berbeda alamat)? Tim Tokopedia Care bahwa perilaku seperti ini diperbolehkan. Sebagai pembeli saya kecewa berat karena bila lokasi pengiriman berbeda. Patut diduga bahwa Tokopeda tidak berusaha dengan sungguh-sungguh untuk memenuhi estimasi pengiriman yang mereka berikan.  Akhirnya saya mengajukan komplain di dalam aplikasi, dan masih harus menunggu hasil investigasi internal kurir hingga 7 hari.

Tanggal 28 Oktober 2020, tidak ada update.

Tanggal 29 Oktober 2020, pukul 11.00 : Status barang masih dalam sortir di JNE trace, (SUDAH 8 HARI BARANG BELUM KELUAR DARI TANJUNG BALAI KARIMUN/BATAM).

Seandainya Tokopedia tidak memperbolehkan prilaku seperti ini (mengirim barang berbeda dengan alamat toko hingga melewati estimasi lamanya pengiriman) tentu pesanan (INV/20201021/XX/X/656950335) yang saya lakukan tanggal 21 Oktober 2020 mungkin bisa saya terima dengan baik pada tanggal 22 Oktober 2020.

Kepada tim Tokopedia, mohon berikan perhatian khusus kepada komplain saya di aplikasi. Barang ini saya butuhkan untuk mengejar deadline kerjaan yang jatuh akhir minggu ini. Apakah saya harus membeli motherboard lagi untuk menyelesaikan pekerjaan, yang mengakibatkan satu motheboard tidak terpakai?

Best Regards,

Zaenal Arifin
Tangerang, Banten

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai Tokopedia:
[Total:26    Rata-Rata: 2.3/5]

Surat pembaca ini belum mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha terkait. Jika Anda adalah pelaku usaha yang terkait dengan pertanyaan/permohonan/keluhan di atas, silakan berikan tanggapan resmi melalui tautan di bawah ini:

Kirimkan Tanggapan
Loading...

35 komentar untuk “Kecewa dengan Tokopedia yang Memperbolehkan Alamat Pengiriman Berbeda dengan Lokasi Toko

    • 1 November 2020 - (19:13 WIB)
      Permalink

      Terima kasih JNE, saya terima dengan baik barangnya. Saya maklumi karena pengiriman besa pulau.

    • 2 November 2020 - (18:00 WIB)
      Permalink

      Pengiriman beda lokasi seharusnya dilarang dan masuk kategori penipuan! Kalo punya 2 toko ya bikin aja 2 toko. Satu akun kan bisa bikin beberapa toko sesuai domisili usahanya masing2. Kemudian input resi palsu itu sudah pelanggaran berat yg merusak citra Tokopedia dan Ekspedisi. Dalam hal ini Tokopedia paling menderita kerugian sebab fitur filter “dikirim dari” jadi tidak berguna samasekali.

  • 1 November 2020 - (12:01 WIB)
    Permalink

    Itu penjual DROPSHIP pak. Saya juga muak dgn yg namanya dropshipper. Lebih muak lagi misal kita beli dgn JNE YES, ehh dikirim pakai JNE OKE, pgn tak tempeleng kepalanya. Ciri utama dropship adalah harganya lbh mahal dr harga normal. Dan itu mudah sekali ditebak.

    • 1 November 2020 - (12:24 WIB)
      Permalink

      Sekarang resi otomatis dan cashless, udah ga bisa kaya gitu. Ga bisa juga maenin berat supaya untung dari selisih ongkir.

    • 1 November 2020 - (13:20 WIB)
      Permalink

      @Hery Mulyanto

      Saya percaya sekali jika anda Muak dengan Dropship.

      Dropsip memang Haram. Dropshipper adalah pekerjaan hina. Dropship menzalimi pasar.

      Namun anehnya banyak generasi milenial yang menggeluti pekerjaan yang Hina itu.

      Dan jika anda melihat di tulisan tulisan banyak pula pemuka agama yang menghalalkan Dropship namun dengan tekniknya menyandingkan Dropsip setara dengan Reseller.

      Padahal jika membahas Reseller dan Dropshipper bagaikan membahas kurma dan babi. Tidak boleh sandingkan dan tidak bisa disetarakan.

      Sudah jelas. Dropshipper menzalimi pasar, merugikan konsumen.

      Orang awan bertanya jika Dropship Haram mengapa Marketplace memfasilitasinya.?

      Sama saja, seperti babi yang Haram kenapa harus ada babi.?

      Minuman keras yang Haram, kenapa ada pabrik yang membuatnya.?

      Jika ingin memahami Dropship yang Haram, lihatlah tayangan video. Ustad langsung yang berbicara. Perbanyak sumber dan referensi, hingga akhirnya kalian bisa menemukan, perkara Dropship ini memiliki 2 persepsi, padahal dalilnya cuma 1.

      Jangan menjual barang yang belum menjadi milikmu.!

      Pemuka agama itu tidak terang terangan menganjurkan pilih yang mana, pilih saja sendiri mana yang kalian anggap enak nyaman buat kalian. Begitu katanya.

      Namun lihatlah sendiri akibat dari yang kalian pilih itu, anda pilih Dropship yang katanya Halal, berbondong bondong menjadi penjual Dropship yang anda anggap usaha paling santai dan sedikit resiko, namun banyak orang yang Muak atas pekerjaan anda yang hina itu.

      Jangan mudah tertipu daya setan, setan semakin pintar membalut yang haram terkesan halal. Jadilah manusia yang lebih tangguh darinya.

      7
      11
      • 1 November 2020 - (21:23 WIB)
        Permalink

        Yang haram itu barangnya tidak sampai kepada pembeli baru haram .kalau barangnya sampai pada buyer meskinpun pengiriman beda degan lokasi toko.kalau sedikit lama yah wajar namanya juga blnja online kalau pengen cepet kenapa gak beli langsung offline. Dropshipper juga usaha dia beli barang ke seller lalu di jual lagi .sama ajh kan dengan perusahaan” lain. Yang ngambil ke utungan juga .yang jadi haramnya dimana. Namanya orang usaha.asalakan tidak ada unsur penipuan dan barang yang kirim tidak sesuai.apa bedanya jika anda punya mempunyai satu produk lalu anda jual terus ada pihak lain ingin membantu anda buat di jualkan produk anda.apakah anda akan tolak tawaran seperti itu.manusia itu saling bekerjasama antara satu individu dengan individu lain.

        4
        1
        • 2 November 2020 - (11:13 WIB)
          Permalink

          @Fahry

          “Dropshipper juga usaha dia beli barang ke seller lalu di jual lagi .sama ajh kan dengan perusahaan” lain”

          Anda tidak paham kerja Dropshipper, mungkin yang anda singgung itu pekerjaan Reseller. Reseller memang harus keluar duit untuk beli barang. Harga barang 2 juta, Reseller harus modal 2 juta.

          Tapi kalau Dropshipper Beli bagaimana.? Apakah barang seharga 2 juta, dropshipper harus mengeluarkan biaya 2 juta untuk membeli barang itu.?

          Faktanya, Dropshipper tidak keluar duit sama sekali. Paling juga hanya modal chat ke toko yang punya barang.

          Dropshipper : Maaf Pak Juragan Toko, jangan lupa ya di ubah pengirimnya atas nama toko saya, jangan sampai saya ketahuan Dropship ya pak.?

          Juragan Toko : Baik pak, sudah saya ubah nama pengirimnya atas nama toko anda.

          Paling cuma keluar duit untuk ongkir doang.

          Atau sesekali kasus memang ada yang keluar duit karena perbedaan gratis ongkir, yang punya toko ada gratis ongkir, sedangkan yang Dropship belum bisa gratis ongkir karena tokonya baru buka. Itu juga banyak dropshipper yang tidak tahu malu menuntut hak nya agar pemilik toko mengikuti maunya.

          Tobatlah wahai kau Dropshipper.

          2
          4
        • 2 November 2020 - (10:50 WIB)
          Permalink

          @Tongam

          Anda sejak kecil tidak peka dengan yang Haram, maka sudah tua seperti kebakaran jenggot. Sedikit dikit Haram karena memang anda di kelilingi yang Haram.

          1. Coba anda berjalan lurus kedepan di hadapkan pada ribuan wanita cantik dan jomblo.

          Jika anda jomblo, walaupun ribuan wanita menyukai anda, hanya 1 yang halal untuk anda. Ribuan wanita itu tidak berdosa. Dan tidak Haram. Anda wajib menundukan pandangan dari wanita yang bukan pasangan anda. Anda sendiri yang harus menjadikan mereka Haram bagi anda.

          2. Anda melihat uang jatuh bertebaran dimana mana, tidak jelas itu milik siapa. Kemudian dompet anda terikut jatuh.

          Walaupun sebenarnya anda bisa mengambil semua uang itu karena tidak tahu itu milik siapa. Dan tidak ada yang mengawasi anda. Halal jika hanya mengambil dompet anda dan jika anda mengambil uang selain dompet anda maka itu adalah Haram.

          Begitulah dunia, jika kita sendiri tidak peka dengan segala yang Haram, maka seolah olah semua Halal dan baik baik saja.

          Begitulah cerdasnya setan, membalut yang haram terkesan halal. Jangan mudah tertipu daya, jadilah manusia yang lebih tangguh darinya.

          1
          2
          • 2 November 2020 - (19:01 WIB)
            Permalink

            Lanjutkan ajalah bos apa yang benar menurutmu. Ini masalah pemahaman aja. Susah kl pemahaman yang tidak sama.

      • 3 November 2020 - (08:18 WIB)
        Permalink

        Lihatlah tayangan video, ustad langsung yang berbicara. Boleh bagi tahu judul video dan nama ustadnya, saya mau tonton.

        • 3 November 2020 - (10:03 WIB)
          Permalink

          @Asep

          Saya menyukai orang yang semangat ingin tahu tentang kebenaran.

          Dalil asli tentang dropship.

          ‘Jangan menjual barang yang belum menjadi milikmu’

          Pegang kata kata itu, lalu lihatlah video video ini :

          https://youtu.be/5P9DKJtjuyo

          https://youtu.be/qkY0j4sunkc

          Kalau mau kuliah lengkapnya yang ini,

          https://youtu.be/kwiRmhJ-RA4

          Jangan membohongi diri sendiri :

          1. Banyak muslim yang meragukan kehalalan dropship sehingga banyak mempertanyakannya kepada pemuka agama. Siapa mereka yang mempertanyaakan itu, adalah orang orang yang iman nya tergugah dan merasa dropship adalah pekerjaan yang tidak benar.

          2. Banyak pemuka agama yang membahas dengan serius tentang dropship sampai sampai mengkaji banyak buku untuk mendalami fenomena terbarunya.

          3. Kalian jangan capek untuk mendalami tentang Dropship karena pemuka agama saja perlu mempelajari banyak buku dan perlu membacanya pelan pelan dan berulang kali, perlu memahami konsep yang berlaku saat ini.

          4. Pemuka agama mengisyaratkan kepada kita untuk menggunakan akal sehat dalam mencerna kata demi kata yang mereka sampaikan.

          5. Tidak perlu bagi mereka untuk lantang melarang dropship, karena dropship sudah menjadi mata pencaharian orang orang, sudah mengisi darah daging. Menentang orang untuk berhenti dropship sama beratnya seperti meminta orang kafir yang fanatik kafir agar menjadi muslim yang taat.

          6. Jika kalian tetap ingin meneruskan menjadi Dropshipper, kalian akan di arahkan untuk melakukan hal hal yang di kerjakan oleh Reseller, dengan kata lain, pemuka agama ingin kalian bertobat sebagai Dropshipper untuk kemudian menjadi Reseller.

          Tipu tipu Dropshipper yang merugikan Konsumen :

          1. Menipu, meminta pemilik toko(yang punya barang) untuk mengirim barang atas nama toko milik dropshipper. Takut ketahuan konsumen kalau dia hanya penjual dropship.

          2. Perbedaan harga yang sangat mencolok, membuat konsumen harus meluangkan lebih banyak waktu untuk memilih. Dropshipper telah menguras waktu konsumen.

          3. Menuh menuhin tampilan barang di Marketplace. Toko yang ada barang cuma 1 tapi toko yang pajang foto barang (dropshipper) puluhan bahkan ratusan, membuat konsumen bingung dan harus ektra jeli mencari toko yang benar benar toko aslinya.

          4. Ketika konsumen komplain, dropshipper lepas tangan, mengalihkan komplainan konsumen kepada toko asli. Memperlambat waktu komplain dan rumit.

          5. Ketika konsumen tanya tentang kondisi barang yang diterimanya, dropshipper kebingungan dan balik bertanya kepada yang punya toko asli, karena memang dropshipper tidak tahu sama sekali tentang barang yang dikirim itu, sama sekali tidak menyentuh barang itu, hanya ingin duitnya saja.

          Reseller membeli barang kepada suplier. Memakai duit reseller itu sendiri, barang 2 juta harus modal 2 juta, menerima barang dan menyempurnakan kondisi barang dan melaporkan deskripsi barang pada toko online nya. Dan ketika ada yang beli, reseller sudah sangat tahu dengan kondisi barang itu. Dan sudah banyak yang dikerjakan atas barang itu (keluar modal uang seharga barang, menyempurnakan kondisi barang/mempercantik barang, menyimpannya lama di tempat pribadinya, mempertahankan kondisi barang itu agar selalu cantik).

          Dropshipper, mencari cari foto barang milik Reseller (bahkan ada yang hanya copy paste), memajangnya di Marketplace (mencantumkan harga yang lebih mahal dari reseller), menunggu orang yang beli, ketika di beli, mengontak reseller agar mengubah nama pengirim menjadi nama tokonya. Dan mendapat keuntungan dari perbedaan harga yang dia tentukan.

          Kalau dilihat, Reseller merasa terbantu oleh Dropshipper (seperti ucapan @April). Namun itu keuntungan sesama penjual saja. Keuntungan untuk pembeli apa.?

          Pembeli mencari toko yang lebih dekat dengan alamat kirimnya. Melihat ada toko yang lebih dekat, harga lebih mahal tidak jadi masalah yang penting barang cepat sampai. Namun sayangnya dia mendapat penjual yang hanya sebagai dropshipper. Tetap saja barang yang di kirim sangat jauh dari harapan pembeli. Sudah membayar lebih mahal tapi barang sampai tidak secepat harapannya.

          Balik lagi kepada kalian semua, mau anggap serius atau tidak masalah dropship ini. Jangan sampai kalian merasa aneh kenapa dunia semakin jahat dan tidak bersahabat namun kalian sendiri tidak menyadari bahwa kalian juga bagian dari kejahatan itu. Kalian berprinsip halal haram hantam.

          • 25 November 2020 - (06:19 WIB)
            Permalink

            jangan jual barang yang bukan milikmu?
            jadi apakah seorang marketing ini juga menjadi haram karena dalil tersebut?
            mungkin standarnya yang haram atau tidak bisa lebih diperjelas lagi
            bisa juga kan orang berpendapat kalau dropshipper itu bukan jualan tapi jasa marketing seller aslinya untuk memperluas pasar mereka?
            ngomong2 soal riba apakah bunga bank itu riba? bunga itu kan hasil kerja bank kenapa nasabah yang tidak menghasilkannya mendapatkan bunga?
            Mungkin alangkah baiknya alim ulama membuat kesepakatan yang lebih jelas dalam beberapa hal baru tersebut. Jangan membuat standar ganda menurut pendapat anda sendiri kecuali anda sendiri memiliki pengetahuan yang cukup

    • 1 November 2020 - (22:09 WIB)
      Permalink

      Awalnya saya bingung apa sih dropshipper? Apakah memang katanya banyak merusak pasar? Saya pelajari trik2 jd dropshipper yg jujur di youtube.
      Akhirnya sambil jualan produk sendiri, saya pun coba jadi dropshipper, ternyata banyak distributor sangat butuh “tangan” agar stok barangnya cepat habis, mereka pun membuka kesempatan siapa yg mau bantu jual produknya. Saya tak perlu stok barang, beli pada saat ada buyer di MP, lalu saya transfer, si distributor lah yg kirim barang tsb ke kurir sesuai resi otomatis yg kita kirim,
      Soal harga tentu naik sedikit dari produsen, sebab kita juga beli iklan berbayar di MP agar cepat laku.
      Jadi hubungan antara distributor dgn dropshipper itu hubungan mutualisme, alias saling menguntungkan asal dilakukan dgn aturan bisnis yg jujur.

      • 2 November 2020 - (10:28 WIB)
        Permalink

        @Anto Dws

        Cara bijak jika anda tetap ingin jadi Dropshipper.

        1. Saat konsumen anda chat, katakan padanya kalau barang yang akan dibelinya adalah barang dari toko lain, tunjukkan toko aslinya.

        2. Katakan padanya, untuk barang itu, anda hanya sebagai Dropshipper.

        3. Jika konsumen tetap mau membeli ke anda, itu di perbolehkan, jika konsumen berubah pikiran dan hanya ingin membeli di toko aslinya, anda sebagai dropshipper wajib menggiring mereka pada toko yang benar benar yang punya barangnya itu.

        4. Jangan sampai jutaan orang muak dengan cara anda itu, memilih kerja tanpa keringat.

        5. Coba anda jelaskan ke konsumen yang Muak atas ulah kalian, itu lebih penting untuk mereka

        2
        6
      • 3 November 2020 - (11:33 WIB)
        Permalink

        @Anto Dws

        Tips Jujur apa yang anda ambil dari praktek Dropship.?

        INTROSPEKSI DIRI

        Kalian yang sering terbesit kenapa harga barang/jasa semakin mahal, kenapa penipuan semakin marak. Padahal nyatanya kalian sendiri pelaku dari semua itu.

        Ya…. ini buat kalian para Dropshipper.

        1. Kalian sendiri menjadi penyebab harga mahal.

        Dropshipper menjadikan harga barang semakin mahal.

        2. Kalian juga Penipu.

        Kalian yang berbondong bondong menjadi seller dropshipper adalah pelaku penipuan.

        Banyak pembohongan yang kalian lakukan terhadap pembeli. Akui saja, tidak mungkin kalian koar koar kepada pembeli bahwa anda adalah Dropshipper, pasti kalian menutupi siapa diri kalian sebenarnya.

        Pembeli pun tidak mau membeli lagi untuk kedua kali, jika saat pertama kali beli, kalian sudah ketahuan Dropship.

        @Anti Dws, Tuntasin ucapan anda, jangan ujung ujungnya anda diam seribu bahasa, karena tak berkutik.

        Tuntasin penjelasan anda itu, atas nama Dropshipper saja. Jangan anda membela diri dengan menganggap anda sejajar dengan Reseller.

        Padahal menurut pembeli/konsumen, sesungguhnya anda hanya sebagai benalu pada Reseller.

        Meskipun menurut Reseller anda membantunya, kalian sesama penjual bisa saling menguntungkan. Namun jelaskan kenapa pembeli bisa Muak pada Anda wahai Dropshipper benalu.?

        Pembeli Muak.

  • 1 November 2020 - (12:07 WIB)
    Permalink

    Apakah sempat baca2 review2 yang ada di seller tersebut sebelum bertransaksi?
    Kalau seller tersebut sering melakukan hal ini (mengirim dari luar pulau padahal lokasinya di Jkt), biasanya bakal ada yang ngomong di review nya.

    Pengiriman dari lokasi yang berbeda dengan lokasi toko sih pada prinsipnya tidak masalah SELAMA YANG JUALAN AMANAH. Apalagi ada potensi ongkir yang bertambah mahal, yang harus ditanggung oleh seller tersebut. Sehingga sebetulnya kerugian di pihak seller.
    Saya pernah beli barang dari Jkt & ternyata dikirim dari Bdg. Tapi semua lancar, karena:
    – seller saya yakin amanah, ditunjang dengan reputasi yang tinggi & review bagus yang bejibun
    – ada beberapa review yang memang menyatakan bahwa “ternyata barangnya dikirim dari Bdg,” jadi saya tidak panik ketika tracking menunjukkan bahwa barang berasal dari Bdg
    – pada kasus saya ini, waktu pengiriman hingga sampe di tempat saya relatif sama aja.

    Nah, kalau dari luar Jawa, memang ada potensi BAKAL LAMA. & khususnya pengiriman dari Batam, sudah jadi rahasia umum & banyak reviewer yang menyatakan sedemikian. Tapi biasanya yang seperti ini adalah produk HP non garansi resmi. Sedangkan ini motherboard. Ditambah lagi ada kasus resi bodong…

    2
    1
    • 2 November 2020 - (08:42 WIB)
      Permalink

      Selama bukan nipu, mencuri atau phising, menurut saya dropship gak haram. Banyak seller yang terbantu dengan dropshiper ini, bahkan seller besar atau importir yang berjualan langsung di marketplace banyak mendapat pesanan dropship. Tergantung si dropshiper amanah apa gak. Seharusnya kalau memang barang yg dipesan kosong, penjualnya menginformasikan langsung ke pembeli dan membiarkan pembeli memutuskan sendiri mau menunggu barang dikirim dari luar kota atau membatalkan pesanan.

      • 2 November 2020 - (10:32 WIB)
        Permalink

        @April

        Seller yang terbantu. Kalau konsumen terbantu apa.?

        Coba jelaskan kenapa konsumen bisa Muak atas ulah kalian wahai Dropshipper. Fokuslah untuk menghilangkan rasa Muak di Konsumen.

        Dropshipper dan seller yang bekerjasama dengan Dropshipper sama sama bikin Muak Konsumen.

        1
        3
      • 2 November 2020 - (10:56 WIB)
        Permalink

        @April

        “Selama bukan nipu, mencuri atau phising, menurut saya dropship gak haram. ”

        Konsumen hanya tahu dia membeli barang pasti di toko yang benar benar ada barangnya. Bukan di toko yang cuma mau ngambil fee dari toko lain.

        Coba jujurlah, kasih merek di nama toko anda “April_Dropshipper” . Itu baru bisa di katakan jujur.

        Dan beri deskripsi pada barang yang anda jual. Tulis jelas di deskripsi itu, barang ada dimana.? Dan jika komplain harus kemana.?

        Jangan bikin Konsumen Muak. Musnahlah wahai kau Dropshipper.

        1
        3
        • 2 November 2020 - (11:08 WIB)
          Permalink

          @Muhamad Saya sendiri bukan dropshiper, tapi saya tidak menolak jika menerima pesanan dropship. Malah akan saya layani sama baiknya dengan pembeli langsung. Berbeda pendapat tidak apa kan. Saya tidak memaksa anda untuk berpendapat dropshiper itu halal, sama seperti anda tidak bisa memaksa saya berpendapat dropship itu haram. Dan tidak semua pembeli dari dropship kecewa dengan layanan dropshiper, tidak juga semua pembeli puas berbelanja dengan seller langsung. Balik lagi gimana amanahnya toko online ini dalam melayani pembeli. Terima kasih.

          • 2 November 2020 - (11:18 WIB)
            Permalink

            @April

            Yang haram tetaplah Haram. Seperti halnya Orang sering selingkuh akan aman jika pakai pengaman.

            Seperti itulah setan membantu anda. Dan menghasut otak anda.

          • 2 November 2020 - (11:24 WIB)
            Permalink

            @April

            “Balik lagi gimana amanah toko online ini dalam melayani pembeli”

            Strategi menghalalkan yang Haram, atas bantuan setan.

            1. Balik lagi para pelaku Riba’ untuk disiplin membayar hutang tepat waktu. Comot sana comot sini, pinjam teman sana pinjam teman sini untuk menutupi Riba’ biar aman.

            2. Balik lagi bagi para kaum hidung belang yang harus sedia pengaman. Main sana main sini, aman karena ada pengaman.

            Yang Haram memang bisa terus Aman karena bantuan setan.

            1
            3
  • 1 November 2020 - (19:36 WIB)
    Permalink

    Terima kasih media konsumen sudah menayangkan surat pembaca saya dan teman2 yang sudah menyempatkan waktu untuk membaca.
    Barang sudah saya terima dengan baik dan semoga awet, pada sore hari tanggal 30 oktober 2020.

  • 2 November 2020 - (03:59 WIB)
    Permalink

    Menurut saya sellernya tidak amanah di iming2kan pake reguler dikirim yang yes (tenggat waktu proses pesanan reguler lebih lama) kalo masalah pengiriman berbeda toh sellernya nombok ongkir… kalo agan butuh cepet ane sarankan pake instan kurir/ntaranter kalo sistem kurir yg pick up pasti pick up sesuai lokasi toko (selain itu yg bisa drop paket bisa jadi dropshipper) kalo agan perlu cepet,saran ane pake instan kurir (tanyakan bisa langsung dikirim saat itu jg atau tidak). Karna satu seller ga amanah tapi agan menyalahkan dropshipper itu salah (toh agan mesen jne reguler dengan estimasi yg lama secara sistem sah2 saja seller mau kirim sampe batas waktunya,karna trx batal otomatis itu saat seller tdk mengirimkan brg setelah lewat dari batas waktu)

  • 2 November 2020 - (16:23 WIB)
    Permalink

    sya juga 2 haru lalu.. belinya sya cari jabodetabek maksudnya biar cepet.. malah kirimnya dr kediri… huft

  • 3 November 2020 - (12:08 WIB)
    Permalink

    Mohon semua anggap aja akun dengan inisial M yang suka spam komentar itu manusia halu. Abaikan saja.

    • 3 November 2020 - (12:27 WIB)
      Permalink

      Disini, saya berada di antara para pelaku dropship dan dibeberapa kasus lain saya berada di antara para pelaku riba’.

      Bagi pembaca awam (seperti ong Jiawen), mereka seperti kebakaran jenggot. Tidak terima apa apa dikatakan Haram, menganggap ini Spam. Kenyataannya, yang saya permasalahkan itu memang yang Haram. Memang menjadi sorotan para pemuka agama.

      Untuk kalian yang diluar dari pelaku yang saya sebutkan diatas. Kalian yang bukan pedagang dropship dan kalian yang bukan pelaku riba’.

      Kalian bisa mempelajari lebih lanjut apa yang saya ulas, karena bukan saya sendiri yang koar koar tentang kebenaran itu.

      Jangan memandang sesuatu yang di kerjakan banyak orang adalah sesuatu yang pasti benar.

      Untung bagi sesama mereka tidak untung bagi yang lain. Ya bisa dikatakan zalim.

      Dropship menganggap saling menguntungkan bagi sesama Penjual. Namun tidak menguntungkan untuk Pembeli.

  • 21 November 2020 - (13:34 WIB)
    Permalink

    mau cepet pke jne yes malah di accep besok dikirim lusa (resi palsu pula) lalu lusanya lagi dikirim namun ketika paketnya masuk system , besoknya paket not found (dibatalkan munkin transaksinya) memang hadeeh ini dropshiter

 Apa Komentar Anda mengenai Tokopedia?

Ada 35 komentar sampai saat ini..

Kecewa dengan Tokopedia yang Memperbolehkan Alamat Pengiriman Berbeda …

oleh Zaenal dibaca dalam: 2 min
35