Wahana Prestasi Logistik Merugikan Agen dan Konsumen

Kronologinya saya sebagai agen wahana logistik Sultan Agung Bandar Lampung pada tanggal 23 Oktober 2020 menerima paket dari konsumen dengan tujuan Singapore dengan dimensi 27 x 20 x 22. Sistem membaca berat menjadi 2Kg dan nominal Rp 300.000,- (sistem mereka membaca P X L X T : 6.000 ).

Pada saat penginputan sistem membaca volume menjadi 2Kg akan tetapi sampai di gudang Jakarta Checker secara lisan dengan penggaris dan tidak menghitung sampai ujung membuat dimensi menjadi lebih sehingga konsumen ditagih (tambahan) senilai Rp 150.000,- bila barang tersebut tetap mau dikirimkan ke Singapore. Apabila barang tersebut tidak jadi dikirimkan uang ongkos kirim senilai Rp 300.000,- dihanggap HANGUS.

Lalu saya sebagai agen mempertanyakan hal tersebut kepada CS dan jawaban mereka sangat tidak masuk akal dengan pertanyaan seperti, “Input dari mana karena sistem kami tidak ada naik turun?” Padahal jelas ini kesalahan sistem Wahana karena pihak IT mereka LALAI. Sebagai informasi dimensi P X L X T : 6000 untuk tujun DOMESTIK dan P X L X T : 5000 untuk tujuan Singapore. Pada saat penginputan agen JELAS dan tidak melebih-lebihkan atau mengurangi dimensi untuk tujuan Singapore karena tujuan ke luar negeri dan kami tidak akan melakukan kesalahan.

Lalu kami dari agen menginfokan pihak Wahana untuk mengirimkan balik barang tersebut ke kota pengirim dan mereka masih menagihkan ongkos kirim dari Gudang ke kota asal.

Perihal bukti-bukti akan saya lampirkan sebagai dasar untuk calon pengguna berhati hati karena mereka dari CS hingga atasan nya pun hanya mau amankan diri dan lepas tangan apabila ada masalah. Sistem seperti ini tidak akan membuat usaha berkembang.

Adi Sucipto Darmawan
Bandar Lampung

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai Wahana:
[Total:41    Rata-Rata: 2.8/5]
Tanggapan Wahana Express atas Surat Bapak Adi Sucipto Darmawan

Kepada Yth. Redaksi mediakonsumen.com Terima kasih kepada mediakonsumen.com yang telah menayangkan surat keluhan pembaca pada tanggal 6 November 2020 terkait...
Baca Selengkapnya

Loading...

6 komentar untuk “Wahana Prestasi Logistik Merugikan Agen dan Konsumen

  • 6 November 2020 - (12:58 WIB)
    Permalink

    Saya juga kapok kirim barang pake wahana. Barang ga sampe tujuan. Minta diretur harus bayar ongkir balik. Padahal kurir yg ga nemu alamatnya.

    4
    1
  • 6 November 2020 - (21:45 WIB)
    Permalink

    Wahana itu bagusnya hanya untuk wilayah regional, misalnya wilayah jawa, dll. kalau nasional tarifnya hampir sama bahkan kadang lbh mahal dr jne,jnt, tiki, pos. Dan layanan yg sangat lama. Ini catatan saja kalau mau kirim pakai wahana.

  • 6 November 2020 - (22:31 WIB)
    Permalink

    Mungkin hanya salah paham aja itu gan ,,, setiap perusahaan ekpedisi pastinya akan selalu memperbaiki sistem dan pelayanan dari setiap kritik dari agan2 smw .
    #positifthinking aja agan

    2
    1
    • 7 November 2020 - (09:52 WIB)
      Permalink

      1. sistem yang salah
      2. ukuran volume dengan sengaja di lebih lebihkan oleh checker
      3. sulit nya berkomunikasi dengan rekan-rekan yg bertanggung jawab
      4. semua lepas tangan ( tidak mau tahu )
      5. ongkir yg sudah dibayarkan HANGUS padahal barang belum dikirim ke kota tujuan
      6. agen diberikan tanggung jawab untuk nombok ongkir yg hilang ke pengirim

      MANTAP ABIS… TOP MARKOTOP

  • 9 November 2020 - (09:46 WIB)
    Permalink

    Terima Kasih kepada Mediakonsumen.com dan pihak Wahana Prestasi Logistik atas penyelesaian permasalahan ini dan kami sebagai agen Wahana Prestasi Logistik Sultan Agung sudah mengembalikan paket dan uang ongkos kirim tersebut kepada pengirim.
    Harapan kami semoga kedepan kendala-kendala terhadap agen dan pengirim dapat diperhatikan secara baik sehingga memperoleh keterangan yang jelas dan dapat menyeselesaikan permasalahan dengan cepat dan tepat.

 Apa Komentar Anda mengenai Wahana?

Ada 6 komentar sampai saat ini..

Wahana Prestasi Logistik Merugikan Agen dan Konsumen

oleh Adi Sucipto dibaca dalam: 1 min
6