Tokopedia Membohongi dan Menuduh Konsumen

Pada tanggal 27 September 2020, saya berbelanja di Tokopedia untuk pembelian e-money custom dengan saldo 75 ribu di dalamnya di sebuah merchant resmi di Tokopedia (power merchant). Kemudian saya memanfaatkan promo cashback yang diberikan oleh Tokopedia dengan cashback maksimal 350 ribu. Saya transaksi dengan jumlah 110 pcs karena untuk kepentingan souvenir acara kantor (alamat pengiriman pun ke kantor) dan total pembelanjaan saya sekitar Rp12,6 juta.

Pembayaran saya lakukan melalui transfer virtual account BCA senilai nominal pembelanjaan. Transaksi lancar dan terbitlah invoice. Dalam invoice digital dari Tokopedia tersebut tercantum saya akan mendapatkan cashback senilai 350 ribu dalam bentuk OVO point setelah barang saya terima.

Setelah transaksi selesai dan saya terima barangnya dengan baik, saya klik terima barang agar dana pembelian bisa diteruskan ke penjual. Namun saya tak kunjung mendapatkan cashback yang dijanjikan oleh Tokopedia.

Saya berinisiatif untuk tanyakan ke customer care, dan betapa kecewanya saya ketika disampaikan oleh CS Tokopedia jika saya tidak berhak akan promo tersebut, karena saya dianggap curang dalam transaksi. WHAAATT? Curang bagaimana? Bukan hanya ingkar dalam promo, Tokopedia juga menuduh konsumen tanpa bukti dan analisis yang kuat, mereka mengeluarkan statement secara sepihak.

Saya tanya mana buktinya saya curang? Tapi mereka tidak bisa memberikan bukti dari statement yang mereka keluarkan. Percuma Tokopedia mengklaim jika memenangkan ajang customer care tingkat dunia jika pelayanan customer care-nya amat sangat mengecewakan. Ketika saya cek di Google ternyata bukan saya saja yang mengalaminya, ternyata banyak konsumen yang berhak dengan cashback maksimal yang dijanjikan tapi tidak direalisasikan oleh Tokopedia.

Jika cashback-nya kecil Tokopedia gak ada masalah dalam memberikan CB, tapi jika konsumen mendapatkan CB maksimal Tokopedia seolah tidak rela dan memutarbalikan fakta seolah konsumen curang dan tidak berhak mendapatkan CB. Jika saya curang, mohon buktikan analisis kecurangan dari mana saja? Bukankah Tokopedia berisi pegawai yang smart katanya?

Salam.

Budi Riyanto
Serpong, Tangerang Selatan

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai Tokopedia:
[Total:124    Rata-Rata: 2.2/5]

Surat pembaca ini belum mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha terkait. Jika Anda adalah pelaku usaha yang terkait dengan pertanyaan/permohonan/keluhan di atas, silakan berikan tanggapan resmi melalui tautan di bawah ini:

Kirimkan Tanggapan

55 komentar untuk “Tokopedia Membohongi dan Menuduh Konsumen

    • 9 November 2020 - (18:45 WIB)
      Permalink

      Percis seperti yang pernah saya alamin.. dapet potensi cashback sekitar 260rb berupa Ovo Point, tapi Cashback gak pernah masuk. Nanya sama Cs jawaban nya kesana ksini, tanya nomor transaksi lah ini lah itu lah.. ujung² nya di suruh nunggu katanya gangguan sistem.. ampe skrg pun gak pernah ada tuh cashback masuk. Saya udh uninstall aplikasi Tokopedia. Mending pake yang lain.

      6
      1
  • 9 November 2020 - (10:09 WIB)
    Permalink

    @Pencari Cashback

    Dalam kasus ini, yang saya soroti bukan Tokopedia, tapi OVO.

    Generasi pengguna OVO, setiap transaksi apa apa pasti yang dipikirkan Casback Cashback Casback.

    Dalam kasus ini terlihat jelas bahwa Cashback bersifat untung untungan. Dapat untung, tidak dapat malah dituduh yang gak gak. Mencari peruntungan sama dengan Judi.

    OVO adalah sistem pembayaran Haram. Banyak aroma Riba’ didalamnya. Malah dalam kasus ini terlihat Aroma Judinya.

    Otak kalian di ajarin berfikir Licik. Diajarin lebih gesit untuk gerak cepat sikut sana sikut sini berkompetisi demi yang namanya Cashback maupun Promo bla bla bla.

    Sadarkah kalian, menggunakan OVO menjadikan anda sebagai anak buahnya.

    Demi OVO,

    1. Anda akan belanja walau tidak ingin belanja.

    2. Anda akan beli, lebih dari sejumlah yang ingin anda beli.

    3. Anda selalu di bayang bayangi untung rugi. Untung jika pakai, rugi jika tak pakai.

    4. Jika tak pakai, anda kepikiran rugi, sampai terbawa mimpi.

    5. Jika anda rugi, untungnya lari kemana.? Jika anda untung, lalu siapa yang anda rugikan.?

    6. Jika anda untung sebenarnya anda telah menzalimi yang rugi, jika anda rugi sebenarnya anda telah terzalimi yang untung.

    7. Sudah menuruti kehendak OVO sedemikian rupa, namun terkadang kalian tidak mendapat Casback dan Promo seperti yang dijanjikan, ujung ujungnya DongkoL dihati, merasa dibohongi, kepikiran sepanjang hari, hingga tak tahan memberanikan diri menulis dimedia ini.

    Apa yang anda pikirkan ketika mendengar istilah ‘Unicorn membakar duit’.?

    Unicorn menganggap duitnya mereka bakar, asap dan abu hitam dari terbakarnya duit itu kalian yang hisap dan kalian yang makan dengan rakusnya.

    Setan menyempitkan waktu beribadah kalian, dengan memberi kesibukan pada hal hal baru sekelumit mengenai harta. Yang kalian kejar hanya Harta Harta Harta. Yang kalian perjuangkan hanya Harta Harta Harta.

    32
    15
    • 9 November 2020 - (19:55 WIB)
      Permalink

      Gan gan, situ kalau byr dan msh pegang uang kertas ya sama saja bohong, sudah komentar panjang lebar begitu.

      7
      7
      • 11 November 2020 - (10:01 WIB)
        Permalink

        @Eyang

        Sebenarnya anda pasti tahu jawabannya, kenapa anda malah mempertanyakannya disini.?

        Fokuslah saja dengan ‘Fungsi Uang’ sebagai Alat Tukar, Alat Pembayaran. Jika anda tidak menggunakan mata uang yang berlaku di tempat itu, pakai apalagi anda mau membayar.?

        Fokuslah saja dengan Fungsi ‘E-Toll atau kartu sejenis, sebagai ‘Pembuka Pintu Masuk Tol’. Kalau kalian tidak punya kartu itu, pakai apalagi anda mau Masuk Tol.?

        Bayar membayar dengan Mata Uang adalah aktifitas yang tidak bisa dihindari, tidak ada substitusinya, keluar masuk tol juga seperti itu.

        Yang lain bisa anda hindari, anda masih bisa membayar tanpa menggunakan OVO. Anda tidak mau menghindarinya karena kenikmatan ‘manfaat berbeda’ dari alat itu. Kenikmatan ‘berbeda’, namun tak pasti, hingga menimbulkan rasa dongkol, rasa curiga, merasa dibohongi, merasa dicurangi. OVO bukan sekedar alat pembayaran saja, tapi alat yang memperalat kalian.

        Jangan membohongi diri sendiri. Jika belum paham, penjelasan panjang lebar bisa anda temukan dengan mudah.

    • 9 November 2020 - (20:58 WIB)
      Permalink

      Preketekkkkkk 😅🤣 panjang lebar tiap koment ..
      Kalo mau hidup simpel idup aja di hutan 🤣

      6
      5
      • 11 November 2020 - (09:27 WIB)
        Permalink

        @Angel

        “Kalo mau hidup simpel idup aja di hutan 🤣”

        Hidup Simpel.?

        Siapa sebenarnya yang mau hidup Simpel.?

        Anda sendiri kan.?

        Pernyataan anda itu terbalik.

        Justru kalianlah para pengguna aplikasi Riba’ yang mau hidup Simpel. Kalian berpikir simpel, berfikir pendek, tanpa menelaah baik buruknya. Setiap datang sesuatu yang baru, kalian antusias berbondong bondong tidak mau ketinggalan. Padahal apa.? Ujung ujungnya terjadi seperti ini, rasa saling benci diantara kalian, merasa dibohongi, merasa dicurangi, merasa dizalimi, padahal kalian belum tahu pasti apa masalah sebenarnya, hanya bisa menerka nerka, hanya bisa berburuk sangka kepada sesama.

        Orang yang taat agama, hidupnya teratur. Mengenai teknologi dan sesuatu yang baru, segala sesuatunya dipikirkan matang matang, baik buruknya, lebih banyak manfaat atau lebih banyak mudharatnya. Itu tidak simpel.

        Cari info sana sini, cari referensi sana sini, dengar cerita sana sini, baca kasus sana sini. Hingga terakhir kemudian memutuskan untuk memakai atau tidak, dan dalam periode pemakaian itu, dirasa diraba dan ditelaah terus menerus. Otak dipakai untuk terus berfikir.

        Sebelum kiamat, setan tidak pernah istirahat, terus menerus menggoda manusia. Maka manusia pun jangan pernah terlena untuk menangkis godaannya.

        Nb: anda yang terbiasa dengan fasilitas canggih, coba anda rasakan hidup dihutan, anda pasti bakalan repot.

        Komentar anda itu, sedikit tapi terbalik.

        • 11 November 2020 - (13:29 WIB)
          Permalink

          Buanglah SAMPAH pada tempatnya. Berkomentarlah pada tempatnya. Komentar panjang lebar tapi TIDAK nyambung sama konteks. Pake acara SARA dan bawa agama. Apa perlu komentar anda di screenshot dan dibawa ke surat pembaca juga wahai kaum ignorance?

  • 9 November 2020 - (10:46 WIB)
    Permalink

    Sudah biasa itu, ngeles tingkat tinggi. Mungkin jg keuangan toped lg kena kanker, kantong kering jg harus lbh banyak ngeles.

    1
    7
  • 9 November 2020 - (13:22 WIB)
    Permalink

    Kirimnya ke alamat kantor jadi dicurigai kesamaan data dengan yg lain. Cashback OVO points untung2an. Dapet disyukuri, ga dapet ya sudah.

    4
    3
  • 9 November 2020 - (17:16 WIB)
    Permalink

    Aneh ya, tidak ada bukti tapi dituduh curang, koq sepihak sekali, bisa2nya nuduh konsumen curang.

    4
    1
  • 9 November 2020 - (17:51 WIB)
    Permalink

    jangan belanja d tokopedia! terlalu banyak hal negatif ny! mulai dari kasus bobol data konsumen sampai banyak pengaduan konsumen yg drugikan.. paraahh toped.!!!

    4
    2
  • 9 November 2020 - (19:41 WIB)
    Permalink

    Yang komentar diatas panjang lebar ngomongin apa sih? Komentator lebay. Pengangguran kelas kakap si inisial ‘M’ itu. LOL

    6
    3
    • 9 November 2020 - (20:41 WIB)
      Permalink

      ngomongin riba mulu tapi masih pakai bank atau pegang duit mah sama aja bohong

      dia gak ada duit aja jadi ngomong kek gitu

      8
      4
      • 11 November 2020 - (10:17 WIB)
        Permalink

        @Dedy Aswan

        “ngomongin riba mulu tapi masih pakai bank atau pegang duit mah sama aja bohong”

        Sama aja Bohong.? Tentu tidak.

        Fokuslah dengan Fungsi Bank sebagai tempat Yang Aman Menyimpan Uang. Fungsi Bank sebagai Alat Terima & Kirim Uang. Itu saja.

        Dimana lagi anda akan menyimpan uang puluhan juta bahkan Milyaran kalau tidak di Bank.?

        Jangan berambisi memikirkan yang lain. Memikirkan bunga yang didapat atau lainnya.

        Seperti OVO, apakah anda hanya tertarik dengan fungsinya sebagai Alat Pembayaran saja.?

        Tentu tidak kan.

        Anda tertarik pakai OVO karena keuntungan keuntungan yang untung untungan itu. Judi.

        • 11 November 2020 - (11:53 WIB)
          Permalink

          Air beriak tanda tak dalam. Orang bodoh biasanya banyak bicara. Prakteknya NOL alias KOSONG. Itulah otakmu.

        • 11 November 2020 - (11:57 WIB)
          Permalink

          Saya tidak melihat ada yang membantu di setiap komentar anda. Hanya komentar tidak nyambung dan ufaedah. Kalau mau kotbah sana jadi kyai atau ustad di Masjid. Dari pada anda ngalor ngidul COCOTE RUAK disini. Nyampah tong.

          • 11 November 2020 - (12:23 WIB)
            Permalink

            @Yao

            Ya mungkin anda tidak terbantu, tapi yang lain bagaimana.?

          • 11 November 2020 - (13:30 WIB)
            Permalink

            Muhammad yang lain saya lihat pada geli dan muak pada komentar anda.

      • 11 November 2020 - (10:39 WIB)
        Permalink

        Cuekin aja makhluk astral kayak gitu. Dia butuh perhatian. Makanya komen panjang lebar. Kasihan bang. Hidupnya kesepian.

        1
        3
    • 11 November 2020 - (10:34 WIB)
      Permalink

      @AneGoogle

      Anda terlalu sering menggunakan istilah Pengangguran.

      Nanti suatu ketika situasinya seperti ini.

      Anda : Nak sholat nak, sudah waktunya, berhenti dulu mainnya.

      Anak anda : ih, papa lagi nganggur ya, kok selalu ingetin aku sholat sih.?

      Lagi,

      Anda : Bu, belanja yang hemat ya, sesuai kebutuhan saja.

      Istri anda : ih, papa lagi nganggur ya, tumben ingetin aku kayak gitu.?

      Motivasi anda mengingatkan seperti itu, tidak mungkin karena nganggur.

      Anda menganggap mereka bagian dari anda. Anda khawatir, Apa yang terjadi pada mereka, berakibat juga pada anda. Sehingga anda meluruskan mereka.

      Diwilayah yang terkena bencana tidak pandang bulu, orang jahat dan orang baik juga terkena imbasnya. Maka itulah motivasi saya. Mengingatkan kalian. Walau kalian sudah sering mendengar ini, namun saya ingatkan kembali agar kalian lebih ingat.

      • 11 November 2020 - (10:38 WIB)
        Permalink

        Anda terlalu banyak bacot, sok tau segalanya. Hidup anda saya rasa menderita. Siapa yang tau. Butuh perhatian ya? Kasian.

        2
        7
        • 11 November 2020 - (11:43 WIB)
          Permalink

          @AneGoogle

          Siapa yang butuh perhatian.?

          Anda sendiri. Ini bukti bahwa anda yang butuh perhatian,

          https://mediakonsumen.com/author/anegoogle

          Banyak sekali masalah dalam hidup anda. Anda rutin mengeluh di media konsumen. Sedikit sedikit mengeluh.

          Disitu anda mengeluh masalah pribadi, artinya anda butuh diperhatikan atas masalah anda itu.

          Sedangkan tulisan saya bukan dari masalah pribadi saya.

          Saya hanya memuat ulang informasi yang sudah saya baca dari banyak kasus. Dan mengaitkannya dengan ilmu agama yang dibahas oleh orang orang terdahulu.

          6
          1
          • 11 November 2020 - (11:48 WIB)
            Permalink

            Masalah? Itu SURAT PEMBACA. Kalau tidak ada SURAT PEMBACA mana mungkin anda bisa komentar dna bacot sana sini disini? Memamerkan kebodohan anda disini? Berkomentar di setiap surat pembaca tanpa memberikan solusi? Anda siapa? STALKER? MAAF URUS HIDUP ANDA SENDIRI SAJA. Semakin anda membalas maka semakin terlihat anda BODOH. Jika anda balas terus itu semakin menunjukkan anda BODOH.

            1
            6
          • 11 November 2020 - (11:51 WIB)
            Permalink

            IGNORANCE EVERYWHERE

          • 11 November 2020 - (11:53 WIB)
            Permalink

            Orang tolol biasanya banyak bicara. Air beriak tanda tak dalam.

          • 11 November 2020 - (11:58 WIB)
            Permalink

            Itu karena anda bukan konsumen tapi tukang rusuh, mau jadi pengkotbah gagal. Gak diterima makanya berkotbah komat kami disini. Saya yakin setiap komentar disini pasti anda balas. Karena apa? Itulah kerjaan anda, BUZZER.

          • 11 November 2020 - (13:32 WIB)
            Permalink

            Kalau tidak ada SURAT PEMBACA mana mungkin anda bisa eksis dan terus ngebacot sana sini? Konsumen komplain ya wajar. Kok situ sewot? Malah STALKING dan berniat membuka aib orang lain? Agama apa anda? Haha. Ajarannya kok gitu?

        • 11 November 2020 - (11:57 WIB)
          Permalink

          @AneGoogle

          Saya tidak memaksa anda untuk percaya pada yang saya tulis. Saya juga memaklumi prinsip hidup anda.

          Memang sulit mengubah sesuatu yang sudah menjadi aktifitas hidup sehari hari. Apalagi sudah terkait dengan urusan perut. Iman lemah karena urusan perut.

          Semoga anda tahu. Saya tidak berambisi untuk hidup enak didunia. Dunia hanya sementara. Menuruti patuh dengan ketentuan dunia mungkin akan mendapat Cashback di hitungan ratusan ribu atau mungkin sampai jutaan. Itupun Janji tinggal janji, seperti kasus ini. Janji omong kosong.

          Namun patuh dan taat pada ajaran agama, Cashback nya sangat jauh lebih banyak dari yang di duga duga. Siapa yang belum terbayang nikmatnya Surga yang di janjikan Tuhan.? Janji Surga itu pasti.

          • 11 November 2020 - (11:58 WIB)
            Permalink

            BUZZER ignorance everywhere

          • 11 November 2020 - (12:02 WIB)
            Permalink

            HORE ahli surga datang. Mari kita berikan tepuk tangan….. Maaf tapi anda salah tempat. Ini media konsumen. Bukan tempat ibadah. Manusia yang punya akal pikiran bisa menempatkan posisi dan cara berkomentar. Oppss mungkin anda tidak punya akal tidak punya pikiran. Silakan balas terus ya komentar yang anda karena itu BUKTI KALAU SITU TIDAK PUNYA AKAL PIKIRAN.

            1
            5
          • 11 November 2020 - (12:03 WIB)
            Permalink

            HORE ahli surga datang. Mari kita berikan tepuk tangan….. Maaf tapi anda salah tempat. Ini media konsumen. Bukan tempat ibadah. Manusia yang punya akal pikiran bisa menempatkan posisi dan cara berkomentar. Oppss mungkin anda tidak punya akal tidak punya pikiran.

            2
            4
          • 11 November 2020 - (13:27 WIB)
            Permalink

            Buanglah SAMPAH pada tempatnya. Berkomentarlah pada tempatnya. Gak usah bawa SARA dan menyinggung agama dalam konteks seperti ini. Bukan kelihatan bijak tapi kelihatannya dungu aja. Sekian.

          • 11 November 2020 - (15:07 WIB)
            Permalink

            Lebih baik anda diam pak muhamad.penulis ingin tanggapan dari pihak tokopedia bukan dari anda

      • 11 November 2020 - (12:26 WIB)
        Permalink

        Halo pak Muhammad,,, saya yang punya tread ini.
        terima kasih atas respon komentar Bapak, tidak ada yang salah dari komentar Bapak
        namun mohon maaf sekali saya rasa kurang tepat saja topiknya.
        karena tread ini bertujuan untuk dapat sharing kepada konsumen yang lain dan syukur2 bila ada solusi penyelesaian dari penyelenggara (Tokopedia).
        Komentar2 Bapak benar namun mohon maaf bukan pada tempatnya.

        Sekali lagi tidak ada unsur memojokan salah satu agama ataupun SARA dalam pembuatan tread ini.
        Terima kasih..

        2
        4
  • 9 November 2020 - (21:11 WIB)
    Permalink

    Saya donlot ovo karena bayar parkir di Lippo mall waktu itu wajib pakai ovo. Melihat kejadian ini di media konsumen saya jadi mikir lagi untuk belanja via tokped dan promo nya.

  • 9 November 2020 - (21:41 WIB)
    Permalink

    Tokopedia memang begitu,ga 1-2 orang yg ngalamin hal yg serupa.. saya jg pernah melakukan transaksi dengan Ovo yg menggunakan cashback.. hasilnya mengecewakan,menuduh buyer melakukan kecurangan.. sampai sekrg ketika transaksi tidk pernah menggunakan OVO . tidak ada bedanya jika tokopesia jg melakukan penipuan.

  • 9 November 2020 - (21:42 WIB)
    Permalink

    banyak pihak maunya pake ovo kenapa ya…?
    saya ga pernah belanja di topix.
    dari 3 olshop yg saya pakai akhirnya hanya 1 yang belum pernah bikin saya kecewa. malah serasa manjain pelanggan dg paylater+pinjaman uang. hahaha the best mbk sop

    1
    2
  • 9 November 2020 - (21:49 WIB)
    Permalink

    Berdasarkan syarat dan ketentuan. Klo e-money voucher dll gk berhak dptin cashback setau w. W aman2 aja beli hp byk. Dpt cashback hampir 600rb.

    • 10 November 2020 - (11:54 WIB)
      Permalink

      masalahnya ini bukan e money voucer om,,, dan kalo ga sesuai dengan ketentuan promo, voucer CB itu ga akan bisa dipakai saat kita chekout mau mayar… lah ini voucher CB nongol tapi nipu dan ternyata banyak yg ngalamin ya…

  • 9 November 2020 - (23:15 WIB)
    Permalink

    Ada 2 hal kemungkinan yg ditemukan oleh mesin pendeteksi kecurangan. Pertama, Produk yg liquid seperti emas, virtual produk, dll biasanya tidak berhak mendapatkan promo, tp kadang ada seller yg menempatkan produk tersebut di kategori yg berbeda, sehingga munculah “Potensi Cashback” pada saat customer membeli produk di seller tersebut, pada saat transaksi selesai dan cashback akan di kreditkan ke akun pengguna, maka mesin tersebut mendeteksi suatu kecurangan. Kedua, penggunaan alamat pengiriman yang sama dengan pengguna lainnya. Hal ini disinyalir terdapat beberapa akun dalam satu tempat yang sama, lebih baik dikirimkan ke rumah saja, supaya mesin mendeteksi 1 alamat 1 akun, agar cashback dapat diteruskan ke pembeli

    5
    1
  • 9 November 2020 - (23:43 WIB)
    Permalink

    Sebenarnya sih yg namanya potensi cashback itu jangan dikejar full… semisal cashback 500rb belanjalah yg kira2 dapat cashback 350rb atau kurang dari itu…

    Saya juga pernah seperti itu bahkan akun saya di banned dari semua promo termasuk bebas ongkir…

    Saya tidak bermain curang… saya seperti penulis diatas… ada kebutuhan resmi tp karna ngejar cashback full sekarang malah akun saya hancur… saya punya counter hp & aksesoris di rumah… jadi setiap saya belanja hp itu puluhan juta.. sekarang masih ada promo cashback tp saya ndak berani banyak… ya max 50% lah cashbackny takut ke banned….

    Saya tidak mengkirisi tokopedia karna dia sangat membantu usaha saya… hanya pesan saya jangan terlalu banyak santai saja… anda cari untung dan tokopedia juga cari untung… jadi wajar2 saja ya…

    Thanks

  • 10 November 2020 - (00:31 WIB)
    Permalink

    Sama persis, saya juga dijanjikan promo dan digagalkan secara sepihak oleh pihak tokped setelah barang pesanan saya terima, saya mencoba menghubungi pihak CS, mungkin masih ada bukti chat2an dengan pihak CS, disini yang paling terlihat tidak profesional ketika pihak CS “menuduh” CURANG, kita konsumen, pengguna aplikasi tokped, malah dibilang CURANG, tanpa ada bukti jelas. Mungkin mereka jumawa, sudah merasa banyak penggunanya, jadi asal menuduh konsumennya CURANG, ingat, masih banyak aplikasi market place lain yang lebih profesional, meskipun promo kurang menarik, setidaknya mereka tidak menipu & menuduh CURANG.

  • 10 November 2020 - (11:33 WIB)
    Permalink

    Kl di tv ada Pemburu Hantu, Pemburu dr Gua Hantu .. kl ini Pemburu Cashback .. wkkwkwk

    1
    4
    • 10 November 2020 - (11:51 WIB)
      Permalink

      bedain pemburu CB dgn fasilitas CB yg diberikan penyelenggara kepada konsumen. Pemberian fasilitas adalah salah satu upaya penyelenggara (TOKPED) untuk menarik konsumen, istilahnya jika fasilitas yg ditawarkan tdk sesuai dgn realita sama aja nipu konsumen. dan itulah yg terjadi pada Tokopedia

      4
      2
  • 10 November 2020 - (13:58 WIB)
    Permalink

    Yaa begitulah belanja karna ingin mendapatkan cashback yg besar, bukan krn belanja karena kebutuhan. Untung gak diraih Rugi pula hhaha… itu bisa dibilang hanya mengikuti hawa nafsu sesaat…

    1
    1
  • 10 November 2020 - (20:42 WIB)
    Permalink

    Sudah sering saya cashback kena cancel, saya diamond member, saya biarin aja mereka, duit kaga dibawa mati, sapa tau nanti di akherat amal ibadah saya kurang banyak kan lumayan nagih pahala di akhirat kepada siapa saja yang mencurangi saya di dunia, tuhan maha adil

    • 11 November 2020 - (08:49 WIB)
      Permalink

      Bijak sekali om,,, Salut…
      Paling tidak tau bobroknya Tokpedia & ambil langkah untuk move ke e-commerce yg lebih koperatif.
      bukan hanya disini yg ternyata banyak bgt ngalamin hal serupa, di forum lain ternyata juga banyak korban perusahaan yg katanya yunikon udah mulai bersuara.

      2
      2

 Apa Komentar Anda mengenai Tokopedia?

Ada 55 komentar sampai saat ini..

Tokopedia Membohongi dan Menuduh Konsumen

oleh B Riyant dibaca dalam: 1 menit
55