Barang Retur Tidak Dikembalikan ke Seller, Malah Dihancurkan Sepihak oleh Lazada

Saya merupakan salah satu seller yang berjualan di Lazada. Dan kali ini saya mengalami pengalaman buruk dengan Lazada.

Diawali dengan masuknya pesanan dengan no 496107968164586 pada tanggal 21 Nov 2020. Sayapun memproses pesanan tersebut seperti biasa. Saya serahkan pesanan tersebut ke Lazada Drop-Off pada tanggal 23 November 2020.

Sekitar seminggu kemudian, pada tanggal 01 Desember 2020 saya pun mengecek status resi tersebut di situs Lazada dan alangkah kagetnya saya, pesanan tersebut sudah masuk di folder pengiriman gagal dan status yang tertulis “Barang gagal dikembalikan ke seller”. Padahal saya selalu stand by di rumah. Saya pun segera menghubungi PSC, dan oleh PSC saya diminta untuk menunggu pengembalian paket maksimal 23 hari sejak penyerahan paket ke pihak jasa pengiriman. Estimasi maksimal pengembalian paket di tanggal 16 Desember 2020.

Saya pun menunggu, sampai pada tanggal 14 Desember 2020, kembali saya mengecek status pesanan tersebut dan ada status terbaru tercantum. Tertulis pada 11 Desember 2020 dinyatakan “Barang telah dikembalikan ke seller”. Padahal sampai detik ini barang tersebut belum saya terima. Saya kembali menanyakan hal ini pada PSC dan jawaban PSC kembali sama, saya diminta menunggu sampai tanggal 16 Desember dan setelah tanggal tersebut terlewati saya diminta mengisi form klaim barang hilang. Saya pun menuruti saran PSC dan pada tanggal 18 Desember 2020 saya isi form tersebut.

Alangkah terkejutnya saya pada siang hari tanggal 18 Desember itu saya menerima telepon dari Lazada (622180640091) yang menyatakan bahwa klaim saya tidak bisa diproses karena barang saya telah dihancurkan dengan alasan karena saya tidak menggubris email dari Lazada yang meminta saya untuk pickup barang di gudang lazada.

Namun klaim itu tidak berdasar, dari tanggal 21 November hingga 18 Desember 2020, saya tidak pernah menerima email dari lazada yang sesuai dengan pernyataan tersebut. Email saya selalu akif, notifikasinya tidak pernah saya matikan. Saya sudah cek folder spam, promosi, dll tidak pernah ada email masuk dari lazada yang meminta saya untuk melakukan pickup barang di gudang.

Saya kembali menghubungi PSC saya minta untuk dilampirkan bukti email dari lazada tersebut dikirimkan pada tanggal berapa. Dan anehnya, pada sore hari itu sekitar pkl. 17.47 saya menerima email lazada yang meminta saya untuk pickup barang di gudang Lazada yang lokasinya sungguh di luar jangkauan. Sebagai seller yang tinggal dan beroperasi di Jakarta saya diminta untuk mengambil barang di gudang Lazada yang berlokasi di luar Jakarta. Dan lagi anehnya email tersebut tidak mencantumkan waktu dan batas tanggal pengambilan.

Dan pada tanggal 20 November, saya menerima email dari Lazada yang menyatakan bahwa barang saya telah dihancurkan. Namun bukti konkret lampiran email tersebut belum saya terima hingga sekarang.

Jujur saya sangat kecewa pada Lazada. Alamat saya begitu mudah dicari. Saya bukan cuma seller di Lazada, saya juga buyer di lazada sejak lama. Namun sebagai buyer, Lazada tidak pernah gagal megirimkan pesanan saya. Dan selama ini tidak pernah ada kurir yang gagal menemukan alamat saya. Ponsel saya selalu akif, begitu juga whatsapp saya. Saya juga tidak pernah menolak panggilan telepon, jadi janggal bagi saya bawa kurir LEX yang bisa menemukan alamat saya saat saya sebagai buyer, namun gagal menemukan alamat saya ketika berurusan dengan retur.

Sebenarnya ini bukanlah retur pesanan pertama saya di lazada, sebelumya saya juga pernah mendapatkan retur dari kurir rekanan lazada yang meskipun membutuhkan waktu tapi selalu sukses mengirimkan barang retur saya dengan utuh. Bukankah kurir LEX yang membawa nama besar Lazada harusnya memberikan performa yang lebih baik dari kurir rekanan?

Dan lagi terdapat kejanggalan antara status resi, pernyataan PSC dan klaim sepihak Lazada yang bertolak belakang membuat saya merasa aneh. Status resi menyatakan barang telah dikembalikan ke seller. PSC meminta saya untuk mengisi form klaim kehilangan, dan pihak cs email lazada malah mengklaim lain lagi. bukankah harusya semua saling terkoneksi? Dan saya sebagai seller telah dirugikan dengan ketidakprofesionalan Lazada.

Sebagai seller yang berjualan di marketplace selama ini, saya tidak pernah diminta untuk pickup barang sendiri ke gudang. Barang saya juga tidak pernah dihancurkan secara sepihak .Dan saya tidak diberi kesempatan untuk mengajukan banding. Bukankah tujuan Lazada salah satunya adalah menjembatani penjual dan pembeli dalam proses jual-beli, apakah menghancurkan barang milik penjual dianggap sah dilakukan?

Suyanti
Jakarta Barat

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai Lazada Indonesia:
[Total:61    Rata-Rata: 1.6/5]
Tanggapan Lazada atas Surat Pembaca Ibu Suyanti

Redaksi yang terhormat, Menanggapi surat pembaca di Media Konsumen tertanggal 21 Desember 2020 mengenai “Barang Retur Tidak Dikembalikan ke Seller,...
Baca Selengkapnya

Loading...

5 komentar untuk “Barang Retur Tidak Dikembalikan ke Seller, Malah Dihancurkan Sepihak oleh Lazada

  • 22 Desember 2020 - (12:57 WIB)
    Permalink

    1 hal yang bikin penasaran kita selaku Seller di Lazada adalah BARANGNYA APA INI ? Dan lagi nama tokonya di Lazada apa gan ?

    Toko kita di Lazada juga mengalami beberapa gagal kirim, tp kita tidak pernah memperhatikan keberadaan barang retur, karena biasanya diantar oleh pihak logistik. Kalo memang ada kebijakan menghancurkan barang jika tidak diambil, kita harus lebih waspada ya..

    Kalo di toko kami https://www.lazada.co.id/shop/xplod-clothing/ pemrosesan pesanan melalui Ninja Ekspress dan sejauh ini baik pengiriman atau pengembalian pesanan masih berjalan lancar.

    • 22 Desember 2020 - (13:12 WIB)
      Permalink

      Jual barang fashion wanita gan. Sengaja saya tutup nama toko karena ga mau dikepo-kepoin.. hehehh..
      Saya juga kaget ternyata ada kebijakan seperti itu di lazada. Saya juga pernah kena retur dari pengiriman ninja sama jne di lazada.. tapi selalu balik ke rumah paketnya. Baru kali ini aj yg kurir LEX ternyata ga balik. Makanya saya kecewa bgt.

      Pas saya tulis di media konsumen ini, pihak lazada ada yg menghubungi saya, kasusnya sedang diinvestigasi lagi oleh mereka. Padahal kemarin pas tgl 20, saya cek di case management, casenya sudah ditag selesai.

      Mudah-mudahan pihak lazada bisa mendengarkan keberatan para seller ttg kebijakan ini ya gan..

      Terimakasih.

  • 23 Desember 2020 - (11:24 WIB)
    Permalink

    Ya betul sekali…sy sebagai seller lazada juga mengalami hal serupa,
    Saran untuk lazada agar segera melakukan perbaikan mengenai hal ini, karena sangat merugikan seller
    Terimakasih

  • 24 Desember 2020 - (23:28 WIB)
    Permalink

    Terjadi juga dengan saya ..
    Aneh rasanya.. setiap hari kerja, kurir LEX pickup di alamat saya.. dan ketika ada barang Return diminta ambil sendiri ke Gudang LEX dengan alasan percobaan pengembalian paket gagal karena alamat tidak ditemukan.. Whattttt?? Alamat tidak ditemukan?? ndassmuuu.. org tiap hari lex ambil paket dialamat saya kok alasan alamat tidak ditemukan..

    Alhasil, saya membiarkan saja di scrap tuh barang..
    Posisi kita lemah gaes karna sudah menyetujui perjanjian/peraturan yg mereka buat.. komplain ke PSC atau kmn mana jg paling jawabannya mohon maaf mohon maaf doang..

    Semangatt para seller..
    Insyaallah nominal paket tsb akan di ganti oleh Allah dengan nominal yg lebih besar. Aamiin..

  • 5 Maret 2021 - (09:42 WIB)
    Permalink

    Terjadi dan terus terjadi lagi kasus semacam ini membuktikan bahwa lazada tidak serius untuk melakukan perubahan dan perbaikan. Pengalaman saya hampir sama, dan saya pastikan bahwa kurir LEX tidak pernah melakukan pengembalian barang gagal kirim ke seller sesuai prosedur yang dibuat oleh LAZADA, kita sebagai seller disaranakan untuk mengambil ke gudang yang jaraknya cukup jauh dari lokasi seller. Terima kasih…..

 Apa Komentar Anda mengenai Lazada Indonesia?

Ada 5 komentar sampai saat ini..

Barang Retur Tidak Dikembalikan ke Seller, Malah Dihancurkan Sepihak o…

oleh Ayme tsai dibaca dalam: 3 menit
5