Kecewa dengan Kurir Anteraja

Saya berbelanja keperluan obat harian jantung dan kolesterol melalui e-commerce Tokopedia di Apotek resmi berlisensi ungu menurut marketplace tsb.

Penjual merespon dan memproses dengan baik, pesanan dikirim dari Medan menuju Jakarta. Nomor invoice Tokopedia: INV/20210406/MPL/1154563297, nomor resi Anteraja: 10001082954148. Mengapa saya memesan dari jauh? Seperti umumnya pelanggan lain, saya mencari harga terbaik dari list dan melihat lisensi toko.

Pesanan sampai Jakarta tepat waktu tanggal 8 April 2021. Tanggal 9 April 2021, ada 1 nomor telepon asing yang tidak terangkat, saya rasa nomor kurir untuk konfirmasi. Namun hingga malam tanggal 24 April 2021 nomor tidak aktif, tapi itu dugaan saya. Selama ini beberapa kali saya mengirim paket dengan berbagai jenis brand kargo tidak pernah ada masalah selama petunjuk alamat dibaca dengan jelas.

Antara alamat, petunjuk alamat dan lokasi pengiriman jauh berbeda
Antara alamat, petunjuk alamat dan lokasi pengiriman jauh berbeda

Alhasil karena waktu luang saya baru ada pada tanggal 22 April dan 23 April, saya menghubungi pihak Aneraja, tapi hanya dikirimkan foto dengan bukti paket sudah diterima. Lalu apakah tidak mengakui salah alamat? Garansi? Sudahlah baik dari Tokopedia maupun Anteraja menjawab klaim sudah tidak berlaku (harus dalam 2×24 jam, 3×34 jam).

Ya saya memang cukup telat merespon dan mengeluhkan, tapi itikad baik apa dari service kurir Anteraja selain minta maaf dan kirim foto konfirmasi sudah diterima? Iya diterima, tapi di rumah yang salah. Kenapa tidak ditanyai saja tetangganya? Oh tentu saja sudah, pada tanggal 23 April 2021 pukul 17.00.

Lalu apa yang saya dapat? Paket saya entah di mana, hebat bukan? Bersitegang? Tentu saja, itu obat jantung untuk konsumsi harian. Paket dengan nama penerima dan alamat yang bukan pada lokasinya, serampangan tidak terurus dan baik pembantu maupun majikan tidak mengetahui di mana paket itu. Pembantunya mengakui menerima saat saya datangi, pun baju yang dikenakan sama persis dengan baju yang dipakai saat menerima paket di foto terlampir. Sedangkan majikannya menyatakan diri tidak menerima paket.

Inilah efek dari kurir abai terhadap petunjuk lokasi alamat yang jelas-jelas tertulis PAGAR BIRU, tapi diserahkan ke PAGAR COKLAT, atau kurir buta warna? Entah. Petunjuk kedua, alamat saya tulis seberang rumah nomor 27, kembali depan pagar coklat bukan rumah nomor 27. Kurir lelah? Entah.

Yang saya tahu, tindakan kurir mengakibatkan kerugian, saya tidak menerima paket, entah di mana, dan saya bersitegang dengan tetangga. Luar biasa. Lalu apa tindakan dari Anteraja, tidak ada? Berdasarkan 3×24 jam. Maaf komplain dan ganti rugi sudah lewat dari batas waktu. Kerugian silakan ditanggung sendiri.

Nesti Normawati
Jakarta Selatan

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai Anteraja:
[Total:26    Rata-Rata: 1.3/5]
Loading...

21 komentar untuk “Kecewa dengan Kurir Anteraja

    • 27 April 2021 - (23:06 WIB)
      Permalink

      Terima kasih Tokopedia, sudah menghubungi via tlp, menanggapi SP ini, menindaklanjuti pun sudah memediasi dengan pihak ANTERAJA, setidaknya kita (baik saya, Tokopedia dan ANTERAJA) mengetahui bersama bahwa benar adanya paket terkirim ke alamat yang salah, barang tidak ditemukan di alamat yang salah dengan investigasi oleh pihak ANTERAJA dibantu satrianya dilapangan langsung. Saya berterima kasih, terutama itikad baik dari kurir ybs langsung menghubungi saya. Semoga kedepannya lebih baik dan semakin baik, menjadi pengalaman untuk semua pihak juga. Semoga platfom ini, tokopedia dan anteraja semakin baik terhubung dengan seluruh konsumen Indonesia. Saya pun meminta maaf, jika memang emosional dalam penulisan. Salam.

  • 26 April 2021 - (14:07 WIB)
    Permalink

    kalau tokopedia jika pesanan sudah status tiba (baik di alamat benar/salah) ada notifikasi di aplikasi, pada saat itu seharusnya kan tinggal dicek kalau tidak terima paket tinggal tekan tombol komplain (dengan batas waktu tertentu). kalau sudah lewat waktunya jelas anda tidak bisa komplain.
    Saya sendiri pernah mengalami salah alamat (ekspedisi lain), saya tekan tombol komplain, besoknya kurir telepon saya dan pihak kurir yang mencarikan paketnya sampai kembali ke saya.

    • 26 April 2021 - (15:39 WIB)
      Permalink

      Sangat paham ko bagaimana tokopedia bekerja, lalu ada yang paham bagaimana saya sibuk membagi waktu? Saat barang di notifikasi terima pun saya meminta orang rumah menanyai beberapa, bahkan terus berpikir positive bahwa benar diterima tetangga, daaaan akan diantar hingga detik saya muak.. Benar ada oknum pasti, yang saya tekankan di sini alamat dan petunjuk alamat yang tertulis JELAS diabaikan atau bagaimana? Karena baru pertama dalam 10tahun tinggal bisa nyasar.

      Kenapa keluhan yang walau terlambat tidak ditelusuri dg alasan 3×24.. Menelpon konsumen kembali saja tidak ada dalam prosedur anteraja, menurut pernyataan cs online anteraja karena 3x24jam luar biasa kan.. Menelpon kembali konsumen setelah menelusuri keluhan bagian dari service saya rasa, terlepas dari sepele lah keluhan sudah expired, tugas sudah selesai, paket berkali kali dibaca secara system sudah diterima. Kesalahan di customer lambat mengeluh begitukah?

    • 26 April 2021 - (15:55 WIB)
      Permalink

      Saya rasa anda jelas salah memahami artikel, tegas saya bahkan sampai di paragraf sesuai judul headline ini mengenai kurir services yang dipakai, keputusan ada di e-commerce akan terus berkorporasi atau tidak, pun saran sudah saya sampaikan langsung melalui Tokopedia care. Beruntung kurir jasa lain yang tidak anda sebut bertanggung jawab, masih rejeki anda.

      • 26 April 2021 - (17:21 WIB)
        Permalink

        Benar, sepertinya @Yohanes_ tidak baca hinggga 2-3 kali tulisan anda. Seperti saya, saya baca 2-3 kali baru mengerti apa yg anda tulis.

        Mungkin karena anda emosi jadi tulisan anda tidak fokus ke permasalahannya.

        Anyway, mudah2an masalahnya bisa ditanganin dengan baik dan cepat sembuh.

        • 26 April 2021 - (17:30 WIB)
          Permalink

          Secara artikel ini jenis penulisan piramida terbalik, tapi saya mahfum karena 5 tahun kebelakang sejak perkembangan socmed dan digital banyak click bait, akhirnya jempol lebih cepat dari pemahaman, tapi judul artikel sudah cukup eksplisit. Terima kasih.

  • 26 April 2021 - (15:12 WIB)
    Permalink

    Anteranj*nk emang begitu… dari agustus 2020 sampai saat in barang gua hilang….
    Cape komplainnya….

    • 26 April 2021 - (15:42 WIB)
      Permalink

      Sudah lewat 3x24jam? Perlindungan kostumer memang sulit di Indonesia. Keracunan makanan saja entah mau lapor kemana..

      Baru Brand susu UHT yang gerak cepat merespon, langsung dengan membawa pengganti tanpa debat babibu by tlp or socmed..

  • 26 April 2021 - (20:36 WIB)
    Permalink

    melalui medkom inilah punishman buat Anteraja untuk perbaikan ke depannya..
    tapi apakah akan ditindaklanjuti dan barangkali diberikan ganti rugi setelah adanya SP ini?
    kita tunggu saja..

  • 27 April 2021 - (01:28 WIB)
    Permalink

    Saya juga baru dikecewain sama ini kurir sebelum nya saya sudah minta pembatalan pada toko karena pesanan belum dikonfirmasi tujuan saya minta dibatalin mau ganti kurir dan ganti pembayaran karena saya pilih COD,karena saya kapok pengiriman yang lama ternyata ga bisa akhirnya dikonfirmasi sama toko dan akhirnya dikirim betul dugaan saya pengiriman dari jakarta ke tangerang selatan status 1 hari paket sampai dikota tujuan dan sedang diantar kirain mau langsung di antar dihari itu saya tungguin sampai malam ternyata 3 hari baru dikirim dari gudang itupun setelah saya komplen lewat medsos karena setelah pesanan mau diantar jadi berubah status nya pengiriman ditunda karena pembayaran COD belum siap padahal uang COD sudah siapkan dari pertama paket mau diantar akhirnya setelah saya komplen baru diantar sore itu juga kurir baru bagaimana bersaing kalau pelayanan seperti ini

  • 27 April 2021 - (10:08 WIB)
    Permalink

    Oh sebaiknya jangan pakai kurir tsb walau gratis.saya mengalami hal menjengkelkan juga 3 kali.lebih baik cari yg punya kredibilitas yg baik.

  • 27 April 2021 - (12:41 WIB)
    Permalink

    Saya pun pernah mengalami kejadian yg 100% sama seperti penulis artikel, oleh kurir yg sama,semenjak itu tidak mau pakai kurir yg ini lagi, dalam kejadian saya pembantu yg menerima paket salah alamat mengantarkan paket ke rumah saya,jarak antar alamat saya dan alamat salah kirim sekitar 200 meter, ini menimbulkan pertanyaan untuk kurir perusahaan tsb, kenapa pembantu bisa membaca dan mengerti detail alamat sementara kurir tidak bisa atau tidak mau tahu.

  • 27 April 2021 - (20:42 WIB)
    Permalink

    Saya baca, sebetulnya sumber masalahnya adalah di diri sendiri,diduga :
    1. Alamat /titik antar kurang tepat, klo titik rumah ga ada di map tokopedia, buat sendiri di Google Map nya yg akurat, browsing lihat google caranya.
    2. Management waktu, anda tau diri anda sibuk, ya diaturlah sedemikian rupa, untuk cek pesanan online waktunya ga akan lebih dari 10 menit.
    3. Barang sudah diterima tetangga, bukti foto ada, baju nya sama, artinya anda tau bahwa barangnya sudah diterima tetangga dan tau orangnya yg menerima.
    Saat barangnya tidak ada, kenapa jd menyalahkan aplikasi dan kurir (balik ke point 1 alamat) ? Itu sih tinggal urusan ama tetangganya aja

    2
    2
    • 27 April 2021 - (22:40 WIB)
      Permalink

      1
      Mengantisipasi titik map yang bergeser saya selalu mengambil inisiatif menulis dengan detail, ini langkah preventif. Alangkah bersyukurnya Dedi tidak pernah memiliki pengalaman nyasar menggunakan gmaps. Semoga kedepannya tidak terjadi

      2
      Dengan berkoordinasi dengan orang rumah untuk memeriksa ke beberapa orang tetangga, bagian dari manajemen saya, bukankah berarti saya sudah mengecek? Tapi Terima kasih menjadi perbaikan buat saya.

      3
      Urusan dg tetangga sudah, barang pun sudah dinyatakan tidak ada oleh beliau. Lalu mengenai kesalahan kurir yang tidak teliti apakah tidak boleh saya keluhkan? Kalau terjadi lagi kedepannya tidak baik rasanya. Minor sepertinya hanya tinggal ke tetangga. 1x terjadi saja sudah cukup membuat tanda tanya saya rasa, tapi mungkin sepele bagi Dedi ya. Senang rasanya kalau saya seperti Dedi, bisa menanggapi hal2 seperti ini seringan Dedi. Kembali ke poin 1 langkah antisipasi sudah ada, pun di platform juga dimintai patokan, sudah pernah isi kolom ini belum Dedi? Jadi saya tidak diijinkan mengeluh ketika kesalahan diawali ketidaksengajaan kurir antar?

  • 27 April 2021 - (21:50 WIB)
    Permalink

    sori biasanya kalo di kampung memang bingung kurir nya, mungkin di kampung ya saya rasa, karena alamatnya harus spesifik banget anda berikan nya,

    dirumah berpagar biru di seberang rumah nomor 27

    kasi titik di peta yang bener, selesai

    dan mungkin waktunya introspeksi diri deh, tetangga akan baik pada anda kalau anda baik ke mereka, itu sudah jelas paket diterima oleh mereka, tapi tidak diberikan kepada anda, kenapa coba?
    kalau punya pembantu ya berduit kok harusnya, bukan orang miskin, nda kebanyakan pahala tuh nyuri2, sudah pasti ada masalah sebelumnya hingga terjadi seperti ini

    • 27 April 2021 - (22:17 WIB)
      Permalink

      Silahkan main ke kampung sini ivan ya. Atau sudah keliling seluruh Indonesia mungkin ya karena sepertinya hapal kalau kota tidak mungkin salah dan tidak perlu mendetail kalau kampung sudah pasti banyak nyasarnya.. Kalau tidak ada itikad baik dari tetangga mengembalikan itu bukan bagian saya menilai.. Tapi barang bukan miliknya diterima dan lalai silahkan anda nilai sendiri ya.. Atau ivan lebih kenal dengan tetangga ini dengan hanya melihat pagarnya saja?

  • 27 April 2021 - (22:10 WIB)
    Permalink

    Mau komen takut salah memahami artikel penulis, jadi saya putuskan kali ini tidak buat gaduh dulu.

  • 27 April 2021 - (22:37 WIB)
    Permalink

    1
    Mengantisipasi titik map yang bergeser saya selalu mengambil inisiatif menulis dengan detail, ini langkah preventif. Alangkah bersyukurnya Dedi tidak pernah memiliki pengalaman nyasar menggunakan gmaps. Semoga kedepannya tidak terjadi

    2
    Dengan berkoordinasi dengan orang rumah untuk memeriksa ke beberapa orang tetangga, bagian dari manajemen saya, bukankah berarti saya sudah mengecek? Tapi Terima kasih menjadi perbaikan buat saya.

    3
    Urusan dg tetangga sudah, barang pun sudah dinyatakan tidak ada oleh beliau. Lalu mengenai kesalahan kurir yang tidak teliti apakah tidak boleh saya keluhkan? Kalau terjadi lagi kedepannya tidak baik rasanya. Minor sepertinya hanya tinggal ke tetangga. 1x terjadi saja sudah cukup membuat tanda tanya saya rasa, tapi mungkin sepele bagi Dedi ya. Senang rasanya kalau saya seperti Dedi, bisa menanggapi hal2 seperti ini seringan Dedi. Kembali ke poin 1 langkah antisipasi sudah ada, pun di platform juga dimintai patokan, sudah pernah isi kolom ini belum Dedi? Jadi saya tidak diijinkan mengeluh ketika kesalahan diawali ketidaksengajaan kurir antar?

 Apa Komentar Anda mengenai Anteraja?

Ada 21 komentar sampai saat ini..

Kecewa dengan Kurir Anteraja

oleh Normawati Normawati dibaca dalam: 2 min
21