Ilustrasi Keluhan Surat Pembaca Dijebak Telemarketing XL Satu, Komplain Sebelum Billing Terbit Diabaikan dan Ditagih Rp675.990 16 Agustus 202627 Agustus 2026 Armein 7 Komentar add on, Berhenti Berlangganan, biaya berlangganan, Billing Cycle, Billing System, Call Center, Customer complaint handling, Customer Service, Downgrade layanan, Internet Service Provider, Lonjakan tagihan, misleading, Paket Berlangganan, Pembayaran tagihan, Penurunan Paket, Perpanjangan layanan, tagihan membengkak, Telemarketing, Transparansi Informasi, XL Home, XL Home Fiber, XL One, XL Satu, XL Satu Fiber, XLSMART Ikuti di Google Berita Sumber Pilihan di Google Kepada Yth. Redaksi Media Konsumen dan Manajemen XL SATU, Saya adalah pelanggan XL SATU dengan ID Pelanggan 60662*** atas nama Armein. Saya terdaftar sejak 31 Juli 2025, yang berarti masa kontrak minimum 12 bulan saya sudah terpenuhi per akhir Juli 2026 ini. Saya menulis surat pembaca ini karena merasa sangat dirugikan, dijebak oleh informasi tim telemarketing, dan menghadapi layanan konsumen XL yang sangat tidak kooperatif serta kaku berlindung di balik sistem. Kronologi permasalahan ini bermula pada pertengahan Juli 2026. Saat itu, agen telemarketing XL SATU menelepon saya untuk menawarkan upgrade kecepatan internet menjadi 300 Mbps. Kebetulan saat ditelepon, saya sedang berada di kantor SAMSAT untuk mengurus pajak kendaraan. Agen tersebut langsung menawarkan produk tanpa meminta izin waktu atau mengonfirmasi kesiapan saya terlebih dahulu. Saya mengangkat telepon dari nomor +62818***820 sekitar 8 menit. Telp dari marketing XL Dalam percakapan telepon yang terburu-buru tersebut, informasi yang saya tangkap adalah total biaya yang harus saya bayar adalah sekitar Rp350.000. Ditambah lagi, saya juga menerima pesan dari WhatsApp Resmi XL SATU yang menyatakan secara tertulis bahwa TIDAK ADA BIAYA TAMBAHAN untuk mendapatkan upgrade kecepatan tersebut. Karena informasi resmi tersebut menyatakan tidak ada biaya tambahan, saya berasumsi penawaran 300 Mbps ini sangat murah dan aman. Paket akhirnya diubah oleh sistem pada tanggal 15 Juli 2026. WA Resmi dari XL Satu Namun, alangkah terkejutnya saya saat mengetahui bahwa tagihan saya membengkak menjadi Rp675.990. Ternyata, biaya Rp350.000 yang disebutkan oleh agen di telepon hanyalah biaya tambahan (add-on), bukan total akhir tagihan. Ini jelas merupakan bentuk penyesatan informasi konsumen (misleading information). Menyadari adanya indikasi jebakan tarif ini, saya langsung bertindak responsif dengan mengajukan komplain resmi ke CS XL Satu pada tanggal 22 Juli 2026 dan disusul kembali pada 29 Juli 2026 (dengan nomor tiket pelaporan: 2026072293476299 dan 2026072993673856 yang sudah tercatat di sistem mereka). Tujuan saya jelas: meminta pembatalan upgrade sepihak pada paket tersebut dan mengembalikan paket saya ke awal (50 Mbps dengan tarif normal Rp298.590,-). Perlu digarisbawahi bahwa komplain saya masuk pada akhir Juli, di mana billing tagihan untuk periode Agustus BELUM TERCETAK. Jika tim XL bekerja secara kooperatif, tanggap, dan profesional, paket saya seharusnya sudah diturunkan sebelum tanggal 1 Agustus 2026, sehingga tagihan salah sebesar Rp675.990 tidak perlu keluar. Namun, pihak XL sengaja mengulur waktu penanganan laporan saya. Bukannya menyelesaikan masalah, pada tanggal 10 Agustus 2026 saya justru menerima balasan email resmi dari XL SATU yang menyatakan menolak pengajuan revisi tagihan dan menolak proses downgrade. Alasannya sangat kaku dan sepihak: sistem tidak bisa memproses downgrade karena tagihan Agustus sudah terlanjur “Open” (tercetak) dan saya dipaksa melunasi tagihan cacat hukum sebesar Rp675.990,- tersebut terlebih dahulu. Bagaimana mungkin kelalaian tim XL yang menunda-nunda laporan saya sejak 22 Juli hingga billing tercetak, justru dibebankan kepada saya sebagai konsumen? Ini melanggar Pasal 4 UU No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, di mana konsumen berhak atas informasi yang benar, jelas, dan jujur, serta berhak mendapatkan kompensasi jika layanan tidak sesuai. Sampai saat ini, sudah berulang kali saya mencoba mengonfirmasi. Jawabannya selalu sama, diminta melunasi tagihan berjalan dahulu. Namun saat saya menjawab untuk coba dicek kembali, jawaban berubah menjadi akan di-follow up kembali secepatnya, tapi tidak ada perubahan sampai saat ini. Melalui surat terbuka ini, saya menyatakan MENOLAK KERAS untuk membayar tagihan Rp675.990 tersebut, karena angka itu muncul akibat penipuan informasi agen dan kelalaian penanganan CS XL sendiri. Saya mendesak manajemen XL SATU yang memiliki wewenang untuk: Melakukan penyesuaian/revisi tagihan manual (write-off) bulan ini kembali ke tarif normal saya. Melakukan perubahan paket (yang sekarang XL SATU BIZ Prime menjadi XL Satu Fiber BASIC SMART) 50 Mbps segera tanpa syarat yang mengada-ada. Jika XL Satu tetap bersikap kaku dan mempersulit proses ini, saya memilih untuk BERHENTI LANGGANAN TOTAL saat ini juga, mengingat kontrak 12 bulan saya sudah selesai dan saya bebas dari denda pinalti apa pun. Kasus ini juga akan saya teruskan sebagai laporan resmi ke BPKN dan Ditjen Perlindungan Konsumen Kemendag. Terima kasih kepada Media Konsumen yang telah memuat surat pengaduan ini. Saya harap manajemen XL Satu bisa merespons dengan solusi riil, bukan jawaban robot. Hormat saya, Armein Padang, Sumatera Barat Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
madman16 Agustus 2026 - (12:17 WIB)Permalink Anda bisa tolak bayar tagihan bulan September dan minta perangkat dicabut saja. Mereka bukan pemain tunggal di ranah bisnis ini. Paket 50Mbps 299K/bln bisa upgrade ke 300Mbps cuma nambah 50K terasa fantastis, bukan? Itu bahayanya ambil keputusan berdasarkan asumsi. Login untuk Membalas
ArmeinPenulis artikel16 Agustus 2026 - (15:21 WIB)Permalink Baik pak, terima kasih sarannya. Saya sudah coba tanyakan lagi dan masih terima jawaban template. Login untuk Membalas
Vf16 Agustus 2026 - (15:10 WIB)Permalink Sebagai pelanggan, kalau menghadapi situasi seperti ini tentu kecewa. Apalagi kalau komplain sudah disampaikan sebelum billing terbit tetapi akhirnya tetap ditagihkan. Tapi perlu diingat, XL juga bukan satu-satunya pilihan ISP/operator di Indonesia. Konsumen punya hak untuk mempertimbangkan penyedia layanan lain jika merasa pelayanan yang diterima tidak sesuai harapan. Persaingan seharusnya membuat setiap ISP berlomba memberikan pelayanan terbaik. Karena pada akhirnya, pelanggan bukan hanya membeli jaringan dan kuota, tetapi juga membeli rasa aman ketika terjadi masalah. Kalau pelanggan sudah merasa tidak didengar, pindah ke penyedia lain adalah salah satu bentuk pilihan konsumen. 1 Login untuk Membalas
ArmeinPenulis artikel16 Agustus 2026 - (15:23 WIB)Permalink Sangat, sangat kecewa karena saya selama berlangganan tidak pernah telat dan bermasalah. Giliran komplain malah diperlama, terlebih jalur mengubungi cs xl ini sedikit sekali. Saya saat ini sedang mempertimbangkan operator lain yg lebih baik Login untuk Membalas
I Komang Tina17 Agustus 2026 - (06:27 WIB)Permalink Pak Lebih Baik Tidak Usah Membayar tagihannya. Kalau Berhenti Berlangganan Saya Aja Kemarin Udah Kecewa Memakai Produk XL Saya kemarin Berlangganan XL Prioritas Koutanya Gk Masuk-Masuk Saya aja Nggak Ngelanjutin Makek. Saya Aja Cuekin Pembayaran Tagihanya Si XL Prioritas Akhirnya saya Pindah Pascabayar telkomsel Halo. Login untuk Membalas
ArmeinPenulis artikel20 Agustus 2026 - (22:13 WIB)Permalink Update per tanggal [20 Agustus 2026] Pihak XL sudah menghubungi saya dan paket saya sudah disesuaikan kembali seperti sebelumnya beserta tagihan, tapi masih ada satu kendala yang belum selesai, yaitu kuota paket keluarga saya yang termasuk ke dalam paket yang saya bayar masih belum aktif. Tapi laporannya sudah ditindaklanjuti dengan no tiket 2026082094340721 dan masih dalam penanganan. Login untuk Membalas
ArmeinPenulis artikel25 Agustus 2026 - (14:42 WIB)Permalink Update per tanggal [22 Agustus 2026] Terima kasih kepada pihak XL yang telah memberikan tanggapan dan penanganan dengan baik, serta terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Media Konsumen yang telah memuat surat pembaca ini. Dikarenakan kesibukan yang cukup padat, baru hari ini saya sempat memberikan pembaruan (update). Per tanggal 22 Agustus 2026, seluruh permasalahan saya telah selesai dan teratasi dengan baik. Dengan ini, saya menyatakan bahwa masalah sudah selesai dan surat pembaca ini ditutup. Login untuk Membalas