Pelayanan Pos Indonesia Mengecewakan

Saya melakukan pembelian barang dari Singapore dan dikirim menggunakan EMS dengan nomor barcode: LP214181745SG. Barang dikirim dari seller tanggal 21 Oktober 2021, tiba di Indonesia tanggal 25 Oktober 2021, dan tiba di kota tujuan (Pontianak) tanggal 29 Oktober 2021.

Barang keluar dari custom tanggal 29 Oktober 2021, tapi barang tersebut tidak pernah sampai ke rumah. Saya sempat cek pada tanggal 1 November 2021, barang keluar untuk pengiriman fisik, tapi tidak pernah sampai. Karena sibuk, saya lupa dengan kiriman paket tersebut.

Saya cek lagi, barang pernah diantar ulang pada tanggal 10 November 2021, dengan status gagal. Akhirnya pada tanggal 14 Desember 2021, saya berinisatif ambil sendiri ke kantor pos. Namun saya dibuat kaget, karena ditagih hingga Rp126 ribu, dengan rincian ada biaya penyimpanan sebesar Rp80 ribu, PPN, handling fee dan administrasi. Sementara invoice dari web Bea Cukai hanya 12 ribu rupiah, biasa ditambah biaya admin pos Rp5 ribu – Rp10 ribu. Mereka mengatakan. karena barang tidak diambil sehingga dikenakan biaya penyimpanan dan dihitung per hari.

Yang membuat saya kesal, barang tersebut memang tidak pernah diantar kurir ke rumah, hanya status saja barang tersebut diantar, rumah tidak pernah kosong, tapi kurir tidak pernah datang dan tidak pernah ada konfirmasi, padahal alamat dan nomor telepon jelas.

Hal ini sudah ditanyakan ke CS kantor Pos, tapi saya malah dikasih nomor telepon kurir untuk menanyakan kenapa barang tidak diantar. Kurir tersebut karyawan saya atau karyawan PT. POS Indonesia? Apakah kurir tersebut akan menanggung biaya penyimpanan karena barang saya tidak diantar? Kenapa harus saya yang menanyakan ke kurir tersebut? Apakah pihak Pos tidak bisa menyelesaikan keluhan konsumen?

Kurir tidak bekerja sebagaimana mestinya, bahkan konfirmasi pun tidak, tapi konsumen harus menanggung kerugian “biaya penyimpanan”. POS Indonesia sudah berdiri 275 tahun, bukan waktu yang singkat, tapi SOP pelayanan kalah dengan ekspedisi yang baru seumur jagung, masalah kurir saja tidak bisa dibenahi.

Firdaus Kusuma
Pontianak, Kalimantan Barat

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai Pos Indonesia:
[Total:169    Rata-Rata: 2.7/5]
Tanggapan Pos Indonesia tentang Masalah Kiriman Paketpos Singapore-Pontianak atas nama Saudara Firdaus Kusuma

Kepada Yth Saudara Firdaus Kusuma di Pontianak Pertama-tama kami memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada Saudara atas ketidaknyamanannya. Menanggapi pemberitaan di...
Baca Selengkapnya

19 komentar untuk “Pelayanan Pos Indonesia Mengecewakan

  • 17 Desember 2021 - (10:08 WIB)
    Permalink

    POS Indonesia memang sedang transisi kebijikan.
    Beberapa kebijakan tersebut
    1. Tidak lagi menerima pegawai honor, hanya rekrut MITRA untuk posisi kurir
    2. Semenjak November 2020, pemeriksaan bea cukai dilakukan terpusat di Jakarta.
    3. Sejak tanggal Awal November, Menaikan biaya handling fee, menambahkan biaya Administrasi POS dan penyimpanan Rp. 2000 perhari.

    Untuk masalah bapak Firdaus dikarena faktor (1) dan (3). PT POS tidak memiliki kewenangan diluar kontrak MITRA. Keterlambatan atau tidak terantar nya paket menjadi bukan tanggung jawab MITRA. Karena MITRA hanya dibayar penuh jika Paket terkirim tepat waktu, dipotong bayaran jika terlambat, tidak dibayar saat tidak terkirim, dan didenda saat ada kehilangan. Bukan kewajiban MITRA untuk memastikan semua paket di kantor POS tersebut terkirim.

    POS disini yang harusnya bertanggung jawab dengan hal tersebut malah mementingkan faktor (3). padahal kebijakan nomor (3) hanya berlaku jika konsumen DENGAN SENGAJA tidak membayar tagihan setelah ada bukti konsumen SENGAJA menunda pembayaran. Misalkan sudah ada bukti telepon/SMS/Email/Surat pemberitahuan biaya PJT/POS diterima oleh konsumen.

    Jika dilihat dari trackingnya. paket tidak berhasil terkirim tanggal 1 November, padahal kebijakan nomor (3) jika saya tidak salah mulai diterapkan tanggal 11 November 2020.

    • 20 Desember 2021 - (09:10 WIB)
      Permalink

      Kalau memang pemeriksaan bea cukai terpusat di Jakarta, kenapa bea cukai daerah masih minta dokumen tambahan ke saya untuk paket EMS ? invoice, bukti pembayaran paypal,screenshot web pembelian. bukan cuma daerah saya, cuma temen2 dari daerah lain jg gt. ada 2 metode yang dipakai pihak Bea Cukai random declare harga dulu baru biar tagihan keluar, ada yg punya saya itu saya check di mobile bea cukai ada notifikasi “Permintaan Dokumen tambahan”. Untuk paket EMS kan sendiri sebenernya kan sudah ada dokumen tambahan yang memang dikeluarkan oleh kantor pos pengirim contoh China Pos, cuma Bea Cukai Indo aja yang kalau memang sekarang terpusat, kenapa daerah masih minta dokumen.

  • 17 Desember 2021 - (12:34 WIB)
    Permalink

    Pengalaman saya dulu, kalaupun dirumah tidak ada orang, kurir akan meninggalkan invoice dari bea cukai di kotak surat. Ntar kita ambil di kantor pos yang tertera di invoice tersebut. Kalau ga ada ya berarti tidak ada percobaan pengiriman. Mungkin juga karena seperti komentar diatas, kebijakan dan sistemnya sudah berubah.

    • 17 Desember 2021 - (12:57 WIB)
      Permalink

      Dulu biasa di sms ada paket datang dan ada pajak sekian,.. ini tidak ada pemberitahuan sama sekali,

      • 17 Desember 2021 - (13:08 WIB)
        Permalink

        Kalau saya malah tidak pernah sekalipun di sms/telpon atau wa. Ya langsung datang aja kurir, bayar langsung. Kalau dirumah tidak ada orang ya ditinggal invoicenya di mailbox. Lokasi Surabaya, jadi bisa berbeda juga standar pengiriman.

        • 17 Desember 2021 - (14:02 WIB)
          Permalink

          Saya tidak di antar, tidak di info, giliran konsumen mau ambil dikenakan biaya penyimpanan,

          • 17 Desember 2021 - (14:14 WIB)
            Permalink

            Saya tidak punya solusi agar uangnya kembali. tapi saya ada saran supaya kejadian seperti ini tidak terulang.

            Konsumen terpaksa harus proaktif untuk trace keberadaan paket. Saat barang sudah dirilis dari bea cukai dan sampai pencetakan invoice oleh pos atau ada pesan “Cetak Invoice/Arrival at collection point for pick-up” di tracking nya. langsung saja buka alamat web dibawah untuk membayar biaya layanan PJT/POS (sudah termasuk pajak)
            https://va.posindonesia.co.id/?c=LP111111111SG
            Ubah LP111111111SG dengan nomor barcode dari paket mu sendiri. Pembayran bisa via PosPay atau Bank Mandiri. nanti disana ada pentunjuk cara membayarnya.

  • 17 Desember 2021 - (14:22 WIB)
    Permalink

    Saran agar tidak terulang lagi kejadian seperti ini ya tidak lagi menggunakan pos, kiriman dari luar negeri kadang suka kelupaan karena biasa butuh waktu lama, pro aktif? Tapi dari pihak pos tidak ada usaha sama sekali tau2 disuruh bayar karena mereka setengah hati melayani konsumen?

    1
    6
    • 17 Desember 2021 - (15:16 WIB)
      Permalink

      saya sebagai konsumen hanya memberi saran saja.
      Karena pilihan yang murah untuk pengiriman luar negeri hanya POS saja. jadi ya terpaksa pakai POS, kecuali mau bayar mahal pakai DHL atau FEDEX.

      Walau sekarang karena kebijakan pemeriksaan terpusat. waktu untuk pengecekan di Jakarta menjadi 10 hari. Padahal harga naik tapi pelayanan menukik turun.

      Walau Bapak tidak nyaman dengan saran saya untuk proaktif dan protes pada POS indonesia sampai berbusa juga tetap percuma. Jika dilihat dari media sosial seperti Facebook, twitter dll bukan hanya bapak yang dirugikan dan protes dengan kebijakan baru ini.

      Mediakonsumen.com ini bukan platform yang memaksa pihak penyelenggara. Harusnya protes ke YLKI yang ada dasar hukum nya. itu pun saya ragu suara nya akan didengat PT POS. Dia ini BUMN yang tidak butuh pencitraan, mau sebobrok apapun tetap akan dipakai, walau merugi-pun nanti dapat suntikan pakai pajak yang dihimpun dari kita-kita juga.

      11
      3
      • 18 Desember 2021 - (11:05 WIB)
        Permalink

        Saya tidak memaksa media konsumen.com untuk meneruskan ke penyelenggara, disini hanya menuliskan uneg2 yang saya rasakan,mau di respon atau tidak ya tidak ada masalah,

        • 18 Desember 2021 - (11:26 WIB)
          Permalink

          Ya betul menyampaikan unek-unek itu penting, walau tidak didengar PT POS pun tak masalah. mungkin bisa jadi bahan pertimbangan calon konsumen lainnya.

          Inti dari pesan saya itu bukan “protes itu tidak penting”. tapi bagaimana kita konsumen menyikapi peraturan yang tidak menguntukan kita. kalau penyelenggara memang bebal tidak mungkin berubah, ya sudah kita ikut aturan main mereka saja. setidaknya bisa untuk meminimalisir kerugian.

          Kecuali jika ada dana lebih bisa pakai PJT swasta seperti DHL atau FEDEX walau harganya berkali-kali lipat lebih mahal. Walau mereka lebih proaktif tapi tidak menutup kemungkinan dari biaya siluman juga.

    • 19 Desember 2021 - (07:39 WIB)
      Permalink

      Pengalaman yg sama. Status dibilang penerima tidak dikenal padahal biasanya kiriman dari yg lain sampai. Modus kali. PT. POS akan semakin ditinggal konsumen kalau tidak berbenah. Halo Pak Erick Thohir.

  • 18 Desember 2021 - (08:26 WIB)
    Permalink

    Memang pelayanan Pos Indonesia sangat mengecewakan jika dibandingkan Pos negara lain seperti singpost,pos malaysia atau pos negara eropa yg dangat profesional.Herannya aturan beban biaya macam macam pos indonesia ke penerima tidak membuat pelayanan pos indonesia menjadi lebih baik tapi malah buruk.Yang membuat saya tidak paham,jenapa ada biaya macam macam seperti biaya handling,biaya inap yg dihitung per hari,dll.bukankah hal tsb sudah menjadi kewajiban pelayan pos indonesia ke konsumen sebab biaya kirim sudah dibayar lunas dari pengirim tapi sipenerima masih dikenakan berbagai macam biaya yg nggak masuk akal.Seharusnya pak Erick Tohir sebagai mentri BUMN segera turun tangan menyelesaikan kasus ini sebab sangat memberatkan masyarakat.Pos Indonesia jika tidak disidak oleh mentri BUMN akan bertindak semaunya sendiri dan selalu memberi kebijakan yg memberatkan masyarakat pengguna pos.saya kadang mendapat kiriman booklet gratis dari luar negri,tapi sesampai di indonesia selalu dikenakan biaya macam macam seperti itu dan akhirnya saya biarkan saja walau ada pemberitahuan ada kiriman fatang dari luar negri.Hal ini karena booklet tsb nilainya nggak seberapa dan tidak berfungsi banyak bagi saya sehingga saya tidak ambil kiriman tsb sebab ada dikenakan biaya macammacam .Pos indonesia tidak aspiratif menyerap saran Dan keluhan pengguna dan main otoriter.Semoga kekuhan seperti ini dibaca oleh mentri BUMN sehingga bisa ditindak lanjuti .

    7
    1
    • 18 Desember 2021 - (11:04 WIB)
      Permalink

      Benar, bumn kebanyakan seenaknya sendiri, dianggap rugi atau tidak ada konsumen juga tidak masalah, tinggal minta suntik dari apbn, orientasi bukan ke konsumen, asal kerja aja,

  • 18 Desember 2021 - (11:34 WIB)
    Permalink

    update, Pihak POS Indonesia sudah datang ke rumah beserta kurir dan menucapkan permohonan maaf secara pribadi perihal hal ini, dan berjanji hal seperti ini tidak terulang lagi,
    terima kasih mediakonsumen.com sudah memberikan fasilitas untuk mengeluarkan uneg2 yang saya rasakan

    3
    1
    • 20 Desember 2021 - (09:03 WIB)
      Permalink

      Catet dulu disini saya kasih penilaian dari 2 belah pihak, 1 dari kantor pos yang kurang aktif kasih info ke pembeli dan dari sisi buyer yang kurang “sadar” kalau memang punya kiriman import

      dari sisi POS ya mungkin tiap daerah bead2 di daerah bapak kurang aktif, cuma kalau daerah saya cukup aktif buat komunikasi, apalagi sama org2 yg biasa import pasti di info langsung lewat whatapp kalo ada barang masuk,apalagi ada permintaan dokumen tambahan dari Bea Cukai yang biasanya untuk paket2 besar.
      cuma dari bapak jg kasih saran aja untuk lebih “Sadar” kalo pesen barang dari luar negeri, karena ini bukan kiriman lokal indonesia, ya mungkin nominal nya kecil (bisa dikira2 dari nilai pajaknya dari Bea masuk sama PPN Import 12k itu sekitar $5. atau masalahnya baru pertama import pak ? cuma kalo statment bapak “udah tahu biasanya import itu lama” ya mestinya udah bukan 1 atau 2x import barang. itu kode paket LP…SG Free Ongkirkan bawaan Aliexpres jalanya pakai Singapore Post, dari tracking blm sampe sebulan itu cepet lho pak.

      Jadi lain kali lebih “Sadar” kalo ada kiriman paket luar negeri mau itu ebay, alibaba, taobao, apalagi Aliexpress, kan ada pilihan Fedex atau DHL atau yang berbayar jangan “Free Shipping” biar datengnya cepet, cma ya resikonya emg sediakan saya biaya sekitar +200rb – 250rb buat Handling Fee dan Admin Fee, dan paling absurd untuk perhitungan Admin Fee dan Handling Fee itu di Fedex karena harus reconfirm lagi buat pembetulan nilai pembayaran.

      dibanding bapak yang kode nya LP dan cuma 1 bulan itu udah nyampe,kasus saya itu EMS kode nya EV yg ongkir saya bayar sampe 6juta. 1 bulan lebih dari Pos Indonesia blm update, padahal tracking dari China Pos udah sampe Soekarno hatta, saya posting juga kasih saya di sini check aja keyword EMS di mediakonsumen.
      Saya dari semarang sampe urus paket sampe ke jakarta, ke Kantor Pos Soekarno Hatta dan Kantor Pos besar Pusat Pasar baru Jakarta Pusat, 4 hari setelah saya kesana paket saya baru jalan normal dan saya terima setelah itu.

      ini yang jadi kelemahan Pos Indonesia bukan cuma untuk Customer Service tapi seluruh SDM di seluruh Kantor Pos, tracking mereka cuma 1 saja di ems.posindonesia.co.id, customer mau tanya masalah apapun posisi paket apapun ya udah baca itu aja. gilanya sampe orang yang di kantor Pos Pusat Basar Baru juga cuma pakai itu, hanya bagian2 tertentu yang memang bisa buka fitur Back Tracking Internal Kantor Pos dan itu juga enggak detail proses paketnya itu sampe mana itu enggak detail, pokoknya kalau udah EMD itu ya baru resmi sampe di Indonesia, udah gt aja.

      terus sekarang ada Handling Fee dan Admin Fee dulu yang dipukul rata 10k/kiriman,

      sekarang Handling Fee untuk kode L / R /U MIN 10k/kriiman kalau untuk kode EV EB EX itu min 30k, sedangkan untuk Admin Pos sesuai dengan nilai nominal barang dibawah $3(5k), $3-$75(15k), $75-$1500(30k), lebih dari $1500(150k). trs ada biaya keterlambatan jika paket tidak diurus max 3 hari itu nanti akan ada biaya gudang.

      jadi yang dulu saya ada 10 box paket itu 100k sekarang 1 paket saja itu udah 60k, yg dulu paket saya bisa pickup ambil sendiri di bos pakai mobil, berhub sekarang bayarnya gila ya saya tunggu sampe dikirim di rumah.

      Jadi ya ini kedua belah pihak bukan cuma POS, tapi juga dari sisi bapak sebagai buyer juga jg harus lebih sadar jg, ini cuma secuil pengalaman saja.

  • 18 Desember 2021 - (11:56 WIB)
    Permalink

    Saya pernah kecewa juga dengan POS Indonesia karena paket sy yg dikirim oleh Google dari UK tidak pernah sampai ke alamat sy di Jakarta. Sayangnya waktu itu sy tidak dikasih tracking number oleh Google entah alasan apa. Mungkin karena hanya souvenir untuk naik level sebagai Local Guide. Setelahnya sy kembali dapat souvenir dari Google namun Kali ini sy alamatkan ke rumah di bogor Dan sampai dengan aman. Hemat sy, kurir yg di Jakarta (oknum) yg tidak mengantarkan Dan mungkin ditilep sendiri. Sekian, semoga POS berbenah Dan lebih baik lagi. Thanks

  • 18 Desember 2021 - (12:27 WIB)
    Permalink

    Saya pernah kirim barang dr Jepang ke Indonesia tepatnya Cilacap jawa tengah, koper hancur rusak TDK bisa klaim Krn mereka spt lempar tg jwb, pdhal dr Jepang di pack rapi dan aman,

    Ayuh dong p Erick Thohir jajaran pos dibetulin servicenya di tingkat kan msa g tmbah bagus mlah tmbh g karuan

    Dan recently baru kmrennsy kirim barang ke USA utk suami, petugasnya g ramah maaf matanya mata emosi ketika ada org yg drg telat dan agak maksa dilayani
    Setau saya g gitu lah utk kantor jasa suka ato tidak tetep ramah Krn mereka yg dtg itu bayar g gratis , cb si ada training atitude biar fresh pelayanan dan ramah lingkungan
    Saran saja si…maaf biasa di luar negeri yg orgnya cenderung cuek tp utk urusan pelayanan mengalahk adat org timur ,..jd kaget sj pas dinegara sdri kok cenderung cuek..

    Mhnaaf skdar masukan smg bisa jd masukan utk PT pos Indonesia,

    Aamiinn

  • 19 Desember 2021 - (11:58 WIB)
    Permalink

    Tgl 30 november 2021 lalu saya ada Kejadian yg sangat bodoh dan TDK berakal sehat secara normal yg dilakukan pihak kurir kantor pos. Saya mengirim dokumen pernikahan ke alamat kantor calon istri di gubug grobogan.jateng. dlm checking status saya dan calon istri saya memantau.dimana pd pukul 11 tgl 2 Desember 2021 dokumen sudah tiba di kntor pos gubug.(dlm status checking) lalu saya minta of calon istri untuk menunggu di kantor smpai dokumen datang. Tpi sampai esok hari nya pun surat TDK datang. saya heran dan penasran.knpa di checking PD hari berikutnya kok tertulis bahwa kantor sudah tutup pada jam 17:07 PD hal calon istri saya menunggu smpai jam 18 45. Singkat kata…esok hari nya calon istri saya mendatangi kntor pos kecamatan gubug. Trnayata dokumen itu msh ada di kantor pos.dan para kurir msh santai santai di kantornya. Luar biasa bukan… Saya bangga pada cara kerja kalian. Krna kalian orng2 yg TDK amanah dan tercela. Saran LBH baik baik cari kurir amanah dan brtaggung jawab. Ramah dan sadar bahwa krja adalah cara manusia mndapt kan kehidupan yg layak bagikeluarga kita

 Apa Komentar Anda mengenai Pos Indonesia?

Ada 19 komentar sampai saat ini..

Pelayanan Pos Indonesia Mengecewakan

oleh Firdaus dibaca dalam: 1 menit
19