Pembeli Diizinkan Retur Barang Rusak Tanpa Video Unboxing dan Kemasan Asli dari Penjual di Shopee

Pendahuluan

Pertama saya ingin klarifikasi, bahwa tujuan artikel ini dibuat adalah untuk membangun lingkungan sistem e-commerce di Indonesia supaya tertata lebih baik dan adil untuk semua pihak, sesuai peraturan dan syarat yang berlaku. Mohon maaf jika ada kata-kata saya yang salah, mohon diperbaiki ๐Ÿ™๐Ÿป.

Kronologi

Pada tanggal 9 November 2022, ada pembeli baju dari Medan di Shopee komplain produk yang saya kirim rusak dengan nomor pengaduan: 2211090MGTQY4QU. Alasannya kerusakan dari jahitan sambungan baju banyak yang melar benangnya, seperti habis ditarik-tarik dan digunting karena benangnya banyak yang hilang. Videonya dapat lihat di sini:

Namun ada beberapa keanehan dari prosesnya. Pertama keanehan yang terjadi yaitu pihak pembeli diizinkan mengajukan retur barang rusak tanpa video unboxing dari kemasan yang asli dari penjual terlebih dahulu.

Kedua, pembeli diizinkan untuk retur barang dengan kemasan plastik hitam yang berbeda dari box kardus yang dikirim penjual. Padahal sudah dijelaskan di website Shopee, syarat untuk mengajukan retur barang dibutuhkan photo kemasan asli dari penjual beserta photo kondisi barang maksimal 1 hari setelah pengajuan komplain. Link referensi syarat retur barang rusak, baca di sini:

https://help.shopee.co.id/portal/article/73232-[Pengembalian-Barang%2FDana]-Apa-syarat-ketentuan-pengembalian-barang%2Fdana-di-Shopee?previousPage=other%20articles

Keanehan ketiga, walaupun pembeli belum memenuhi semua syarat pengajuan retur barang rusak, proses retur barang rusak langsung dijalankan. Sehingga saya sebagai penjual juga diharuskan untuk mengirimkan bukti dan konfirmasi. Padahal saat itu saya sedang di luar kota liburan dengan keluarga. Namun data bukti yang saya upload diabaikan oleh CS Shopee yang meninjau kasus tersebut. Padahal sudah di upload 3 kali di room diskusi melalui link “update bukti”. Mungkin karena saya hanya punya sedikit foto baju dan kemasan asli produk sebelum dikirim.

Selain itu, pihak pembeli tentu saja lebih leluasa untuk mengirimkan foto bukti yang sebanyak-banyaknya, karena pembeli sedang memegang produk walaupun entah dari mana sumbernya. Karena baju tersebut mudah dibeli dari banyak penjual lain dengan bentuk yang sama persis.

Jadi sepertinya sudah dikondisikan seperti itu agar saya sebagai penjual tidak punya cukup banyak foto sebagai bukti sebelum pengiriman, sebanyak pihak pembeli yang bisa foto produk tersebut sesuka hati.

Kemudian pada tanggal 13 November 2022 produk sampai di Jakarta. Namun karena saya masih di luar kota dan tidak ada orang di rumah, kurirnya tanya kapan saya pulang dan bisa antar paket. Saya bilang kirim tanggal 14 November saja, tunggu saya tiba di Jakarta.

Setelah saya terima paketnya memang benar kemasannya berubah bukan kemasan asli yang saya kirim dan kondisi produknya seperti dalam foto bukti dari pembeli di forum diskusi. Namun terlihat ada sedikit perbedaan dibentuk jahitan ritsleting dari stok atau persediaan produk yang saya kirim dengan produk yang saya terima dari retur pembeli.

Hari ini, saat artikel ini dibuat tanggal 15 November 2022, adalah batas waktu terakhir untuk mengajukan banding keputusan CS Shopee di room diskusi. Namun karena saya pikir dari awal kasus retur yang janggal dan sudah dikondisikan tidak punya cukup banyak bukti untuk sebuah baju yang dikirim ke Medan.

Maka lebih baik saya menulis artikel di sini, agar proses penilaian lebih netral dan menjadi informasi bagi semua orang agar lebih berhati-hati dikemudian hari. Daripada saya harus berhadapan dengan CS Shopee, yang mengizinkan proses retur tersebut terjadi sebelum pembeli melengkapi syarat pengajuan retur barang rusak, dengan kemasan yang berbeda atau tidak asli dari penjual. Sudah dapat diprediksi hasil akhirnya seperti apa

Saran saya untuk manajemen informasi dan programmer aplikasi Shopee, untuk update template pengajuan retur barang rusak dan komplain lainnya supaya dapat sinkron atau disesuaikan dengan syarat dan ketentuan yang berlaku di website Shopee. Bukan “sesuka hati CS secara individu”, sehingga tidak terjadi perbedaan cara penanganan dari seluruh kasus yang sama dikemudian hari walaupun stafnya berbeda-beda.

Sama seperti standar kerja sistem komputer yang berulang kali ada input – proses – output yang sama untuk kasus yang sama 1+1= 2 bukan 1+1 = sesuka hati. Semoga ekonomi digital Indonesia terus maju. Terima kasih atas perhatiannya. ๐Ÿ™๐Ÿป

Chandra Suhardiman
Jakarta Barat

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai Pusat Resolusi Shopee:
[Total:52    Rata-Rata: 2/5]

Surat pembaca ini belum mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha terkait. Jika Anda adalah pelaku usaha yang terkait dengan pertanyaan/permohonan/keluhan di atas, silakan berikan tanggapan resmi melalui tautan di bawah ini:

Kirimkan Tanggapan

43 komentar untuk “Pembeli Diizinkan Retur Barang Rusak Tanpa Video Unboxing dan Kemasan Asli dari Penjual di Shopee

    • 23 November 2022 - (14:25 WIB)
      Permalink

      Banvke lu shopee mediatornya lontong, gua pernah diginiin ga sekali dua kali, kerja ga becus cuk ngerugiin seller

      2
      1
  • 16 November 2022 - (02:07 WIB)
    Permalink

    Pembeli tidak punya video unboxing, lalu kamu sebagai penjual punya video packing yang menunjukkan bahwa barang yang kamu kirim sudah sesuai dengan pesanan pembeli atau ngga?
    Kalau punya, lampirkan aja sebagai bukti.
    Tapi kalau tidak, ya kamu harus terima nasib diretur barangnya.
    Karena saya banyak menemukan penjual ngotot minta video unboxing, tapi dirinya sendiri ga ada dokumentasi video packing, alasan klasiknya “karena paket yang kita kirim tiap harinya banyak kak, jadi gak sempat”
    Kalau alasannya begitu, pembeli pun berhak gak punya video unboxing.

    30
    31
    • 16 November 2022 - (03:49 WIB)
      Permalink

      Selamat malam, mohon dibaca lagi artikel diatas, pihak pembeli bahkan tidak dapat menunjukkan box asli dari pihak penjual tetapi langsung diizinkan untuk klaim retur barang, sedangkan asal-usul barang itu tidak jelas tanpa box asli, banyak penjual lain yang menjual produk yang serupa ketik di google “zentai” jadi produk tersebut sangat umum, bisa saja pembelinya dulu beli di luar shopee atau offline, karena sudah rusak dia dapat ide untuk mendapatkan zentai yang baru secara gratis, maka dibuatlah terjadilah drama retur barang rusak ini. Produk yang diretur pembeli hanya dibungkus plastik hitam bukan kemasan asli box kardus dari penjual, karena kardusnya mungkin ada ditempat lain atau belum dia buka saat mengajukan klaim retur barang, selain itu ukuran baju yang diretur ukuran 166cm sedangkan kami hanya jual ukuran 175cm dan pola jahitannya juga berbeda bisa lihat di video lainnya di youtube channel saya. Pihak pembeli baru bisa menujukkan box asli setelah 2 hari paket retur dikirim terlebih dahulu. Jadi sudah jelas saat pembeli membuat klaim, box aslinya tidak ada di dekat pembeli. Padahal setiap kita membeli barang dimanapun wajib menunjukkan atau membawa box asli ke toko beserta struk belanjanya, supaya jelas sumber barangnya memang benar dari toko tersebut bukan beli ditempat lain. Jadi intinya bagaimana mungkin saya harus bertanggung jawab terhadap barang yang diretur pembeli tanpa box asli yang tidak jelas sumbernya, bisa saja baju itu juga bukan milik si pembeli sebenarnya?, tetapi anehnya kenapa si pembeli malah diizinkan untuk memproses retur barang rusak? apa yang bisa membuktikannya itu milik dia? Tentu hanya keberadaan box asli dan lebih bagus lagi didukung video saat unboxing produk supaya lebih meyakinkan “validasi kepemilikan barang”. Saya harap anda mengerti sampai sini.

      12
      4
      • 16 November 2022 - (04:05 WIB)
        Permalink

        Mungkin ada yang bertanya lagi kenapa pembeli bisa diizinkan retur barang rusak tanpa menunjukkan box asli sama sekali? Itu juga saya masih heran sampai saat ini begitu hebatnya pembeli bisa meyakinkan CS shopee kalau itu baju yang dibeli dari saya tanpa melihat keberadaan box aslinya. Mungkin si pembeli punya Communication skill tingkat dewa?, bisa dilihat dari video room diskusi diatas cara dia berbicara, sementara itu saja yang ingin saya perjelas. Kalau anda masih heran juga, saya juga sama merasa heran seperti anda, padahal di website shopee sudah ada syarat dan peraturan yang harus dipenuhi sebelum menaikkan kasus ke tahap berikutnya ๐Ÿ™๐Ÿป

        9
        2
        • 16 November 2022 - (05:40 WIB)
          Permalink

          Kamu tidak menjawab pertanyaan saya padahal sangat simpel.
          Kamu sebagai penjual INTINYA punya VIDEO PACKING pesanan tersebut ga?
          Kalau punya, ya dilampirkan aja sebagai bukti. Gitu aja ga perlu muter-muter dan komentar panjang lebar.

          11
          25
          • 16 November 2022 - (11:31 WIB)
            Permalink

            Bukannya TS sudah bilang ada beberapa foto? Kalau foto-fotonya jelas, cukup dan ada shipping label, video packing pun gak diperlukan sebenarnya

            4
            3
          • 16 November 2022 - (21:28 WIB)
            Permalink

            Saya sebagai penjual ga pernah sih setiap packing barang saya videoin satu2. Karena pikir pake logika aja dalam orderan yg berjumlah byk apa kita sempet videoin satu2. Intinya mah memang kita sebagai penjual kalo yg namanya apes ketemu pembeli nakal yah mau kita bagaimanapun tetap pembeli nakal pasti ada aja celahnya.

            9
            3
          • 23 November 2022 - (14:30 WIB)
            Permalink

            ****** ni orang seller diminta video packing2, barang receh aja di minta video packing, sedangkan banyak paketan numpuk mau di packing.. ketauan ni orang suka nipu seller dishopee ngaku lo ****

        • 16 November 2022 - (16:24 WIB)
          Permalink

          Saya sebagai penjual juga sering digituin .minta kedailan pihak shopee kaya ngomong sama anak kecil. Jadi sekarang ya return aja terus blokir . Maklum aja penjual tuh gak di anggep penting . Jualan di shopee GK usah jualan dengan harga mahal .jual kecil kecilan aja

          • 22 November 2022 - (11:23 WIB)
            Permalink

            Ada kemungkinan pembeli beli toko lain trus ketipu.. ga bisa return. Kenetulan dia dapet barang bagus di seller ini trus tuker yg palsu jelek yg dia beli dari toko lain jd untung deh pembeli nya dapet refund lagi dari toko anda. Kayaknya begitu secara packing nya beda Kan??? Maju terus sis

            3
            1
      • 16 November 2022 - (10:48 WIB)
        Permalink

        Dia gabaca artikel nyasecara menyeluruh mbak , fokusnya cuma mau bully merasa paling benar, makanya komen nya ngawur kemana mana,

        Mohon dilihat ya postingan TS nya di sana mempertanyakan tentang retur barang dari shopee yang ga sesuai prosedur ko bisa sampai di proses oleh pihak shopee nya,
        Si TS posting biar di lihat pihak shopee dan memberi kejelasan mengenai kasus yang terjadi ini

        • 16 November 2022 - (12:29 WIB)
          Permalink

          Iya benar, semoga saja templatenya segera diupdate sesuai syarat dan peraturan yang tertera di website shopee, supaya langkah peninjauan teratur berurutan.

        • 16 November 2022 - (16:20 WIB)
          Permalink

          Orang nanya dibilang bully. Saya paham konteksnya. Sebenarnya sebelum Shopee setujui retur pembeli, ada kolom untuk banding. Dan di banding tersebut bisa melampirkan bukti berupa foto dan video saat packing. Kalau penjual tidak punya bukti-bukti tersebut ya jangan disalahkan admin Shopee yang setujui retur. Dari bukti yang dia lampirkan di media konsumen aja gak ada saat dia packing, padahal itu bukti kuncinya buat dia mempertegas argumen kalau dia udah kirim barang sesuai pesanan, dan retur bisa ditolak sama admin. Gitu aja kok repot.

          2
          9
          • 16 November 2022 - (16:24 WIB)
            Permalink

            ya memang komen2 di MK gitu om sok2 ngejuzz orang padahal ya tau sendiri lah om ๐Ÿ™‚

          • 17 November 2022 - (06:38 WIB)
            Permalink

            Saya suka jawaban anda..singkat dan jelas..karna fakta .saya sebagai pembeli online sering menerima barang rusak,robek,
            Hanya tdk pernah mempermasalahkan..

      • 22 November 2022 - (11:29 WIB)
        Permalink

        Ada kemungkinan pembeli beli toko lain trus ketipu.. ga bisa return. Kenetulan dia dapet barang bagus di seller ini trus tuker yg palsu jelek yg dia beli dari toko lain jd untung deh pembeli nya dapet refund lagi dari toko anda. Kayaknya begitu secara packing nya beda Kan??? Maju terus sis .. walau ga Ada video unboxing setidaknya packing ya mesti sama dgn yg sat terima itu.. wajib. Bener

        1
        1
    • 17 November 2022 - (06:20 WIB)
      Permalink

      Brow, bukan bermaksud bela penjual dsb. Tapi kalo tuntutannya penjual harus punya video packing, jangan pake sudut pandang pembeli. Penjual bisa berhadapan dgn 100 paket sekaligus dalam 1 hari, pembeli paling banyak 5. Kalo emg penjual harus ngikutin kata sampean, berarti anda harus setuju kalo KOMPLAIN SLOW RESPONSE = HARAM karena penjual sibuk videoin paket elu-elu pada

      11
      3
    • 17 November 2022 - (13:13 WIB)
      Permalink

      Aku pernah jadi karyawan dari online shop yang jualan di marketplace shopee dan toped, aku juga bagian yang ngurus” kalau ada complain pembeli tentang barang atau ekspedisi. Orderannya banyak, ga mungkin kita video satu” waktu packing, packingnya juga harus aman, barangnya dipacking satu” pake plastik, terus dikasih bubble wrap, masih dipacking sama plastik/box terus dilakban. Logikanya, berapa menit yang dibutuhkan untuk packing 1 paket? Sehari udah bisa packing puluhan paket. Memorinya langsung full ๐Ÿ˜‚
      Terus masih harus nunggu paket dikirim dan sampai ke alamat pembeli, kalau alamat pembeli 1 kota atau beda provinsi sama tokonya paling butuh waktu 1-3 hari, tapi kalau luar pulau bisa beberapa minggu-berbulan” baru sampai paketnya. Jadi, penjual harus nyimpen videonya selama berbulan-bulan gitu? Iya kalau brand besar ada cctv, atau fasilitas lainnya. Kalau penjual kecil pejuang rupiah, fasilitas hp nya masih terbatas, bisa foto” udah lumayan.
      Jadi kita cuma foto semua barang sebelum dikemas, foto kondisi paket sama nomer resi.
      Cuma minta pembeli video unboxing paket aja susah banget. Padahal cuma 1 paket, kalau barang lengkap ya tinggal hapus aja kan videonya. Memori yang dipakai pembeli untuk unboxing 1 paket ga sebanyak memori yang dipakai penjual buat videoin paket satu”, mana harus nyimpen video”nya sampai pesanan pembeli selesai. Kadang pesanan sudah selesai, pembeli ada aja yang complain barang kurang, kadang saya mikir kok nggak waktu sebelum pesanan selesai, mereka cek barang bener”. Malah complain setelah pesanan selesai. Tapi syukurnya, kami nggak pernah kirim barang salah/barang kurang. Setelah kami cek foto bukti dari kami barang lengkap, pembeli ga ada video unboxing, kami suruh pembeli cek di plastik packing atau mungkin barangnya keselempit di barang lain (karena ada barang” yang kecil), dan ternyata ketemu. Kalau ada video unboxing, kami juga bisa bantu cari, mungkin ada yang terlewat dari pembeli (soalnya seringnya begitu). Seringnya pembeli udah complain duluan, tapi pembeli nggak teliti.

      Belum lagi, kalau masalahnya dari ekspedisi.
      Dari kami sudah kirim lengkap, ternyata ada kendala di ekspedisi misal paketnya jatuh atau rusak, ada barang hilang. Kalau ekspedisinya jujur atau mau ngurusin, mereka tanya ke kami, Pembeli dengan nomer resi ini beli barang apa saja. Kalau ada barang yang hilang/rusak, diganti sama ekspedisi. Biasanya ekspedisi ada tim sendiri tentang barang hilang/rusak, aku pernah dikasih foto” barang” yang keluar dari paketnya, ada banyak macem barang dari berbagai toko. Kurirnya tanya “apa ada barang yang kami jual di foto tersebut”.
      Tapi kalau ekspedisinya bodoh amat, ya nggak ngurus barang pembeli lengkap atau nggak, yang penting mereka kirim aja, lagian mereka kirim banyak paket juga.

      Makanya video unboxing itu juga penting. Kalau dari penjual sudah kirim lengkap, tiba” sampai di pembeli ada barang yang kurang/hilang, bisa ditanyakan ke ekspedisi. Soalnya seringnya paket rusak lalu direpacking ulang sama ekspedisi, packingannya rata” rapi kok, jadi kayak nggak tau itu repacking ulang dari ekspedisinya. Tapi kami tau jelas model packingan kami seperti apa, soalnya packing kami khusus, ada ciri khas sendiri. Dan juga, packingan kami aman, tapi ya namanya apes, ada kendala di jalan, siapa yang tau.
      Malah kurirnya juga cerita banyak paket yang jebol meskipun packingannya aman, jadi direpacking ulang sama ekspedisinya, tapi kadang nggak sempet ngurusin barang mana yang hilang, barangnya lengkap atau nggak.
      Mungkin harusnya kamu juga minta video waktu kurirnya ngurusin paketnya ๐Ÿ˜‚ soalnya kejadian barang hilang itu juga banyak terjadi di ekspedisi, jangan salahin penjual aja, soalnya kita ada pihak ketiga. Ini kurirnya sendiri yang cerita, bukan cuma 1-2 ekspedisi aja, tapi rata” semua ekspedisi begitu.

      Ribetnya jadi penjual, ada barang kurang yang disalahin pasti penjual (meskipun udah kirim bener dan lengkap)– padahal bisa aja pembeli nggak teliti dulu, atau barangnya memang hilang di ekspedisi dan direpacking ulang sama ekspedisi.
      Ada barang salah ukuran, yang disalahin penjual (padahal ukuran sudah tertera, penjual sudah kirim bener, tapi pembeli gatau ukurannya seberapa–cuma kira-kira ajaa– gamau ngecek ukurannya pakai penggaris/meteran. Alasannya “saya kira besar, ternyata kecil”.. atau sebaliknya. Padahal udah ada panduan ukurannya ๐Ÿ˜‚).
      Paketnya nyandet di ekspedisi atau di jalan, penjual lagi yang disalahin. Paketnya dilempar/kurirnya ga sopan, penjual lagi yang disalahin.
      Paketnya hilang di jalan, penjual lagi yang disalahin. Pokoknya penjual serba salah wkwkwk
      Note: mau paket besar atau kecil, mau packing seaman apapun, tapi kalau udah di ekspedisi, kemungkinan paket rusak/hilang itu pasti ada.
      Malah ada paket yang jatuh dari truk/mobilnya terus kelindes akhirnya barangnya kececeran, ada yang rusak, padahal packingnya udah dikasih bubblr wrap, box, segala macem.

      Sekian pengalamanku waktu kerja, semoga pembeli mengerti dan mau buat video unboxing demi keamanan dan kenyamanan bersama wkwkwk. Misal ada kendala dari ekspedisi, penjual juga bisa bantu sampaikan ke ekspedisi.

      Aku pun juga sebagai pembeli, selalu buat video unboxing dan memang lebih enak kok kalau ada kendala atau apa. Kalau ada barang kurang/salah, daripada debat sama penjual, mending langsung kasih aja video unboxing. Soalnya penjual gak bakal percaya sama pembeli 100% karena banyak kasus pembeli curang, ngaku” barang hilang atau rusak, dll. Ada juga yang repacking paket lalu dibuat video unboxing buat complain barang kurang padahal barangnya lengkap, dll.

      Dan pembeli juga belum tentu percaya sama penjual 100%, karena banyak kasus penjual ada yang curang juga. Barang di foto produk beda dengan barang yang dikirim, atau kendala lain.
      Ada juga pembeli/penjual ga percaya sama ekspedisi 100%.

      Jadi ya cari jalur aman aja, tinggal buat video unboxing. Kalau barangnya lengkap ya tinggal hapus aja. Barangnya kurang? Langsung kirim video unboxingnya ke penjual, terus hapus aja videonya kalau memorinya penuh. Yang penting videonya udah dikirim, kan chatnya juga masih ada di chat penjual.
      Jujur aja, ngevideo unboxing paket itu lebih cepet daripada ngevideo waktu kemas paket, lebih sat set sat set gitu ๐Ÿ˜‚

      6
      3
    • 23 November 2022 - (14:27 WIB)
      Permalink

      Yang dikeluhkan seller disini barang beda bos sama yang sewaktu dikirim sama dikembalikan… ya emang apesnya seller aja ketemu buyer nakal kek amnjing

  • 16 November 2022 - (03:27 WIB)
    Permalink

    Mending lapor polisi biar polisi yg tangani,Sy sebagai pembeli juga di rugikan penjual dan shopee.Sy retur barang harus tunggu konfirmasi dari penjual 3 hari,setelah barang di kirim dan di terima oleh penjual,saya harus tunggu 3 hari lagi dana saya baru di kembalikan oleh shopee.Bertele2 pengembalian dana saya oleh shopee.Nanti pagi saya mau lapor polisi spy penjual dan aplikator nakal di proses hukum!!!

    7
    12
    • 16 November 2022 - (05:42 WIB)
      Permalink

      Lapor polisi gak seenak jidatmu bro, butuh duit. Kamu punya duit buat laporan ke polisinya ga? Kalau transaksi puluhan juta dilaporin polisi masih worth it, tapi kalau transaksi ratusan ribu sampai jutaan yang ada kamu akan boncos sendiri. Cobain aja kalau ga percaya.

      3
      9
    • 16 November 2022 - (08:37 WIB)
      Permalink

      Coba laporin aplikatornya, malah2 ente yang masuk bui, ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚

      4
      1
      • 22 November 2022 - (08:40 WIB)
        Permalink

        Disini yg dibahas pembeli nakal….tp klo dibahas memang ada penjual nakal…dan diantara media ini memang ada penjual dan pembeli…jadi harap maklum ya..karena mereka jawab berdasarkan…kriteria masing2 sebagai apa.
        jd kita tdk bisa salahkan yg satu atau yg lain…karena msg2 punya prinsip dan mereka mengatakan nya jg dgn kondisi masaing2.

    • 16 November 2022 - (08:40 WIB)
      Permalink

      Sudah bnyk penjual gak mau jualan di e-commerce, bnyk rugi nya daripada untung, laba ya cuma sedikit, orang jualan minimal modal 10 ribu jual 20 ribu, di e-commerce, modal 10 ribu jual 10500 , yg ada malah ada yg jual rugi karena pengen paling murah, lama lama harga pasaran hancur dan kasihan penjual offline yg bayar sewa tempat atau toko yg dimana bayar sewa listrik nya sangatlah mahal, dan gak mungkin jual hanya untung 500 rupiah , menyedihkan penjual sekarang saling menjatuhkan;!

      10
      1
      • 16 November 2022 - (10:05 WIB)
        Permalink

        Di foto yang anda lampirkan, itu terlihat anda bisa mengajukan banding ? Lalu kenapa anda tdk mengajukan banding dan lampirkan foto / video serta alesan secara detail.
        Kedua biasakan ada stiker video unboxing di setiap paket anda untuk menandakan perlu nya video unboxing.

        Jika ada yang bertanya, apakah penjual ada video packing ? Terkadang ada terkadang tdk, tetapi pembeli kan korban sebagai yang melaporkan, masa pencuri yang dtg ke rumah anda, pencuri jg siapkan video tentang cara dia masuk ? Dan jika ada stiker / tanda meminta video unboxing di setiap paket, arti nya ketika pembeli membuka paket dia melihat tanda dan sudah membaca nya, jika sudah di baca knp ga di lakukan ? Hal kaya gini sy sudah mengalami beberapa x di shope, casing hp yang harga cuma 15-30rb aja bahkan ada yang niat tuker dengan casing bekas nya dan di ajukan komplain walau ending nya menang ( buyer ada video unboxing dan sangat lihai tetapi seller kan paling tau packing barang dagangan ny seperti apa ? )

        Saran sy silahkan anda klik itu Ajukan Banding dan Fight until the last blood
        Jika anda merasa benar jangan takut
        Seller nakal ada
        Buyer nakal ada juga

        4
        1
        • 16 November 2022 - (10:55 WIB)
          Permalink

          Iya, sudah saya lampir video kemasan dan produk retur yang diterima dari kurir, kemudian dibandingkan dengan baju ada di stock, videonya sudah terlihat di artikel diatas, terima kasih

          3
          1
          • 17 November 2022 - (05:13 WIB)
            Permalink

            Memang parah jadi penjual di shopee selalu rugi, sudah potongan admin nya besar banget skr berikut program gratis ongkir dan cashback bisa sampai 11%, VIDEO UNBOXING dari posisi paket Tersegel itu harusnya WAJIB untuk pengajuan retur demi menjaga Penjual dari Pembeli nakal, Karena belum tentu itu barang yang kita kirim atau barang dari transaksi itu, bisa jadi itu barang beli di org lain / toko lain / transaksi yang sudah lama. Shopee juga sering se x membiarkan pihak jasa kirim yang handling nya parah barang saya sering rusak di pengiriman tapi shopee tidak membantu kita penjual dari pihak jasa kirim khusus nya J&T dan Si Cepat.

        • 16 November 2022 - (10:58 WIB)
          Permalink

          Iya faham banget, tapi itu harus nya masukan buat pihak shopee aja kalau memang tiap barang yang di kirim seller harus ada video nya juga

          Buat masalah si ts nya dia mempertanyakan aturan yang udah ada di shopee ko bisa berjalan tanpa prosedur yang seharusnya ( masalah retur)

          4
          2
        • 17 November 2022 - (06:23 WIB)
          Permalink

          Dia ga punya bukti video packing, tapi ngotot minta pembeli punya video unboxing. Diretur ngeluh ke media konsumen. Padahal kalau dia punya video saat packing, itu retur bisa ditolak sama admin.

          2
          2
          • 17 November 2022 - (13:40 WIB)
            Permalink

            Karena dari berat, ukuran produk awal berbeda dengan produk retur tentu kami sebagai penjual curiga, bisa check di shopee express.

      • 16 November 2022 - (21:35 WIB)
        Permalink

        Makanya musti bisa penyesuaian sama jaman gan. Skrg rata2 toko offline pun jualan barang di online. Contoh byk bgt toko2 di tn abang keliatan sepi, tapi penjualan onlinenya jgn salah gede bgt itu omsetnya. Contoh satu lagi tante saya masih ngeluh bgt toko sepi saya ajarin lah dia cara jualan online, skrg dah ga pernah ngeluh. Offline yah tetap buka buat org yg memang mau liat barang langsung tp yah tetep biar gmn byk org yg suka blanja online apa lagi di masa pandemi.

        • 18 November 2022 - (20:22 WIB)
          Permalink

          Iya makanya kami mohon untuk para penipu jangan ganggu hidup orang lain, kita semua ini sedang hidup di masa sulit jangan tambah dipersulit lagi, mari saling mendukung untuk hidup lebih baik, lebih creative menciptakan karya yang berguna bagi seluruh masyarakat.

  • 16 November 2022 - (08:45 WIB)
    Permalink

    Lah kebalikan dari ane yah, minggu lalu beli hape dari official realme langsung malah ga nyala sama sekali, sekalinya diretur malah ditolak meski ada video unboxing paketnya. Kocak geming emang yah toko oren ini ๐Ÿ™

  • 16 November 2022 - (10:06 WIB)
    Permalink

    kejujuran memang paling utama, klo size kekecilan jangan di paksa pakai, utk size yg cocok utk dia tanya penjual dulu supaya tdk salah, klo memang benar silahkan di perjuangankan sesuai bukti2nya, klo retur ya yg rapih biar bisa di jual lg, atau di retur ke produsen.

  • 16 November 2022 - (18:48 WIB)
    Permalink

    hari ini,16- 11- 2022 sy jg sedang mngalami masalh d shopee d mna saya melakukan pembelian sebuah set top box d tp yg saya terima sebuah soft cash dn sekarang sedang dalam proses pengembalian barang / dana.. sebenarnya saya adalah member platinum d toped dn sebntar lg mau jd mmber diamond, itu artinya sy sudah melakukan transaksi ratusan x dn alhamdulillah tidak menemukan seller yg nakal tp d shopee belum jg 10 x sudah ktmu sama seller nakal, padahal penjual yg sperti ini bisa mnghancurkan reputasi yg d bangun bgtu lama oleh marketplace yg bersangkutan, jadi kiranya mohon d trtibkan penjual” sperti ini karena sangat meresahkan pembeli seprti kami ini

    1
    2
  • 17 November 2022 - (08:11 WIB)
    Permalink

    Harus ada video unboxing. Biar ketahuan buka paket & kesorot produknya. Rusak dari dalam dus apa rusak karna udah dicoba pake.

  • 17 November 2022 - (13:35 WIB)
    Permalink

    Berat paket yang pertama kali dikirim juga bisa jadi bukti kak, baju yang kami kirim 175cm beda dengan baju yang diretur 166cm bisa check di shopee express langsung

  • 18 November 2022 - (20:01 WIB)
    Permalink

    Yth. Admin Media Konsumen,

    Mohon update artikel kasus sudah selesai

    Masalah retur produk rusak sudah selesai, baju retur yang salah atau berbeda dari pembeli sudah dikembalikan ke alamat pembeli, atas bantuan mediasi dan diskusi , kami ucapkan terima kasih banyak kepada semua pihak, terutama Admin Media Konsumen dan Admin Shopee yang meninjau masalah ini ๐Ÿ™๐Ÿป

    *
    Saran tambahan untuk semua admin e-marketplace supaya lebih efisien waktu, tenaga dan biaya dikemudian hari:

    1. Supaya dapat saling mengingatkan untuk selalu melakukan tahap awal, yaitu mohon diperiksa dan dilengkapi terlebih dahulu kualitas data-data pihak yang mengajukan komplain apakah laporan pihak tersebut dapat ditelusuri dan dipercaya sumber kebenarannya dari sisi sebab dan akibat. Jadi tunggu sampai proses data-data bukti “sebab” dapat dipercaya dan dilengkapi oleh pihak yang komplain/pelapor, misalnya: proses awal penyelidikan sebelum terjadinya banjir itu karena hujan atau saluran tersumbat, dan bagaimana cara membuktikan itu adalah peristiwa atau fakta penyebab sebenarnya. Jika pihak pelapor sendiri belum atau tidak dapat dipercaya , seharusnya kita tidak perlu melanjutkan ketahap selanjutnya karena akhirnya akan menyiakan waktu kita hanya untuk dipermainkan oleh si pihak pelapor, baik pihak pembeli atau penjual.

    2. Apabila bukti “sebab” yang terkumpul sudah dapat dipercaya, barulah mulai melakukan proses pengumpulan bukti “akibat” dari peristiwa tersebut, apakah data sebab saling berkorelasi dengan data akibat, misalnya: karena terbukti dari cctv ada saluran yang tersumbat pohon tumbang (sebab), maka jalanan jadi banjir (akibat).

    3. Oleh karena manusia terkadang lupa, maka sebaiknya dibuat template yang sesuai supaya kita dapat terus mengikuti tahap awal “sebab” dan tidak langsung fokusnya ke “akibat” jika data-data sebabnya belum terpenuhi atau valid.

    Sekian dan Terimakasih.

    Semoga terus maju ekonomi Digital Indonesia.

 Apa Komentar Anda mengenai Pusat Resolusi Shopee?

Ada 43 komentar sampai saat ini..

Pembeli Diizinkan Retur Barang Rusak Tanpa Video Unboxing dan Kemasan โ€ฆ

oleh chandra dibaca dalam: 3 menit
43