Penipuan dengan Modus Telepon untuk Kenaikan Limit Kartu Kredit

Saya ditelepon oleh oknum yang mengaku dari bagian kartu kredit Bank Mayapada, untuk kenaikan limit kartu kredit dan iuran tahunan. Kemudian pelaku meminta CVV kartu saya dan setelah itu ternyata ada notifikasi SMS dari Bank Mayapada, yang menginfokan bahwa saya melakukan transaksi di JD.ID.

Karena saya tidak merasa melakukan transaksi tersebut, maka saya menghubungi MyCALL Mayapada, tetapi mereka meminta untuk membatalkan pengaduan saya dan memberikan kartu kredit yang baru.

Saya tidak pernah memberikan kode OTP, melainkan kode CVV kepada pelaku dan saya tidak bertransaksi di JD.ID. Namun beberapa hari kemudian datang surat beban transaksi dan menyatakan transaksi itu menjadi tanggung jawab Ibu Kartika Sari(?).

Namun kemudian ada penagihan kartu kredit dan sudah diubah menjadi cicilan tetap. Padahal kartu kredit yang baru belum saya aktifkan dan juga tidak ada konfirmasi ke saya.

Tolong kepada pihak Bank Mayapada, selesaikan masalah saya ini, karena mungkin ada oknum di internal Mayapada yang melakukan skimming ini.

Adrian Ramond Lubis
Karawang, Jawa Barat

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Tanggapan PT. Bank Mayapada Internasional, Tbk. Atas Pengaduan Bapak Adrian Ramond Lubis

Sebelumnya kami sampaikan terima kasih atas kesediaan Bapak Adrian Ramond Lubis telah menjadi nasabah Bank Mayapada dan mohon maaf atas...
Baca Selengkapnya

48 komentar untuk “Penipuan dengan Modus Telepon untuk Kenaikan Limit Kartu Kredit

  • 15 Desember 2022 - (03:03 WIB)
    Permalink

    saya pernah mengalami kasus yg sama dgn TS, Richjulian, Putri & Rizka Ariendra.
    padahal pengajuan kartu kreditnya dari cabang bank langsung, tapi tetap aja data pengajuan & data kepemilikan kartu kredit bisa bocor sampai ke tangan penipu. jelas ada OKNUM di dalam bank bersangkutan.

    btw biasa transaksi di jd.id selalu pakai OTP, ini aneh bisa 3x transaksi berturut2 tanpa OTP.. ada celah di jd.id??
    memang sih kelalaian pemilik kartu sampai bisa tertipu menyerahkan nomor CVV, tapi yg memprihatinkan adalah aparat hukum negara kita “impoten” dlm menangani kasus2 penipuan online macam begini.

  • 15 Desember 2022 - (06:59 WIB)
    Permalink

    saya sejak dari tahun 2008 saat masih ada CC, sekarang udah ga ada lagi, disarankan menutup no cvv memakai kertas undangan putih digunting dikit, karna kita ga tau kalo transaksi di hotel misalnya, mrk meminta id card dan cc saat pembayaran lalu memfotokopikan…

  • 15 Desember 2022 - (08:34 WIB)
    Permalink

    Nikmati saja kejadian yang Anda alami, kesalahan diri sendiri tidak usah dilempar pada pihak lain atau siapapun be enjoyy…!!! ?

  • 15 Desember 2022 - (11:24 WIB)
    Permalink

    Kok orang bisa ya PUNYA CC tapi GAK TAU fungsi CVV. Speechlesssssss. Banyak online yg gak pakai OTP skrg. CVV itu kan udh kek PIN ATM. Wkwkkw

  • 16 Desember 2022 - (10:30 WIB)
    Permalink

    Gausah sok sokan pake cc deh kalo ga ngerti, pahami dulu dasarnya kalo lu gatau,
    cvv lu kasih?, lenyap udah, para carder merajalela

  • 10 Mei 2023 - (11:50 WIB)
    Permalink

    Sama mengalami kejadian yang sama, karna tidak membaca cara aman pakai kartu kredit akhirnya tertipu, kalaw saya tidak mau membayar angsurannya apa yang terjadi karna saya juga sebagai korban

 Apa Komentar Anda mengenai pengalaman ini?

Ada 48 komentar sampai saat ini..

Penipuan dengan Modus Telepon untuk Kenaikan Limit Kartu Kredit

oleh Adrian Lubis dibaca dalam: 1 menit
48