Penipuan dengan Modus Telepon untuk Kenaikan Limit Kartu Kredit

Saya ditelepon oleh oknum yang mengaku dari bagian kartu kredit Bank Mayapada, untuk kenaikan limit kartu kredit dan iuran tahunan. Kemudian pelaku meminta CVV kartu saya dan setelah itu ternyata ada notifikasi SMS dari Bank Mayapada, yang menginfokan bahwa saya melakukan transaksi di JD.ID.

Karena saya tidak merasa melakukan transaksi tersebut, maka saya menghubungi MyCALL Mayapada, tetapi mereka meminta untuk membatalkan pengaduan saya dan memberikan kartu kredit yang baru.

Saya tidak pernah memberikan kode OTP, melainkan kode CVV kepada pelaku dan saya tidak bertransaksi di JD.ID. Namun beberapa hari kemudian datang surat beban transaksi dan menyatakan transaksi itu menjadi tanggung jawab Ibu Kartika Sari(?).

Namun kemudian ada penagihan kartu kredit dan sudah diubah menjadi cicilan tetap. Padahal kartu kredit yang baru belum saya aktifkan dan juga tidak ada konfirmasi ke saya.

Tolong kepada pihak Bank Mayapada, selesaikan masalah saya ini, karena mungkin ada oknum di internal Mayapada yang melakukan skimming ini.

Adrian Ramond Lubis
Karawang, Jawa Barat

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai pengalaman ini:
[Total:50    Rata-Rata: 2.3/5]
Tanggapan PT. Bank Mayapada Internasional, Tbk. Atas Pengaduan Bapak Adrian Ramond Lubis

Sebelumnya kami sampaikan terima kasih atas kesediaan Bapak Adrian Ramond Lubis telah menjadi nasabah Bank Mayapada dan mohon maaf atas...
Baca Selengkapnya

45 komentar untuk “Penipuan dengan Modus Telepon untuk Kenaikan Limit Kartu Kredit

  • 13 Desember 2022 - (14:17 WIB)
    Permalink

    Memberikan kode OTP adalah pedas level 2. Memberikan kode CVV adalah pedas level 8. Kalau anda tahu kalau memberikan kode OTP adalah kesalahan sedangkan memberikan kode CVV bikin anda plong, berarti anda masih di pedas level 2. Jangan coba-coba pakai kartu kredit karena kalau kena tipu, pedasnya sampai ke hati. Bersiap mendapatkan komentar pedas dari yang sudah level 10.

    24
    1
    • 13 Desember 2022 - (15:13 WIB)
      Permalink

      Incoming call 19 menit 48 detik, begitu kamu infokan OTP, transaksi berhasil, langsung disudahi telpon nya. Tidak perlu berdalih ngga ngasih OTP ya, krn saya kadang checkout item sharebuy di JD.id yg ngga sampe 20rb aja mesti isi OTP yg sesuai baru bisa berhasil transaksinya. Dr pertama minta CVV aja anda belum sadar dan nurut aja.. Hadeh!

      13
      • 13 Desember 2022 - (21:01 WIB)
        Permalink

        jika memang memberikan otp mending jangan berbohong karena bank bisa melacak nanti ke provider seluler riwayat sms yang masuk…
        tapi jika memang benar transaksi tanpa otp, bisa dipermasalahkan ke merchant tersebut

    • 14 Desember 2022 - (06:30 WIB)
      Permalink

      Namanya doang keren
      Tapi masih lugu dan polos
      Masih bisa ketipu hal begitu 😄😄😄😄

    • 17 Desember 2022 - (11:10 WIB)
      Permalink

      ada beberapa layanan online yang tidak memerlukan kode otp saat transaksi tapi cukup pakai kode cvv sudah bisa transaksi.
      kode cvv adalah password kartu yang tidak boleh di berikan ke sembarang org termasuk cs, kalaupun cs yang beneran telpon pastinya gak akan meminta kode cvv pada kartu karena cukup dengan nomor kartu yang 16 digit sudah mengetahui identitas kita di dalam system..
      ya sebaiknya tagihan tsb di bayarkan karena itu murni kesalahan dari anda sendiri.

  • 13 Desember 2022 - (14:18 WIB)
    Permalink

    Apakah di JD.id bisa melakukan transaksi tanpa kode OTP ? Sama seperti lazada gak tau kalo skr,Karna SDH TDK belanja lagi
    , saya dulu pernah transaksi, berhubung nomor kartu sudah tersimpan, jadi ketika transaksi hanya memasukan cvv aja, dan langsung berhasil, apakah tingkat keamanan hanya 1 level aja di JD.id, perlu ditelusuri

  • 13 Desember 2022 - (14:52 WIB)
    Permalink

    anda baru pertama kali punya kartu kredit ???
    guoblok sekali anda kasih cvv kartu anda !!
    gak semua transaksi online pakai OTP ,
    bisa langsung berhasil tanpa OTP..

    12
    1
    • 14 Desember 2022 - (01:13 WIB)
      Permalink

      Makanya kita jangan hanya mau menikmati limit kredit tanpa mau mengetahui apa itu Kartu Kredit. Ketahui kelemahan & kelebihannya, cara pakainya,

      Kita jangan asal tau kartu kredit itu buat belanja saja, lebih penting lagi kita ketahui tata cara penggunaannya dan menjaganya.

      Kepintaran otak kita jangan sampai kalah deh sama hanphone.

      Handhone saja sudah smart, masa kita masih ……

  • 13 Desember 2022 - (15:12 WIB)
    Permalink

    Ketika anda yang membuat masalah (memberikan CVV), dan anda meminta pihak ke 2 yang menyelesaikan…. ??

    Kurang Bijak.

    10
  • 13 Desember 2022 - (16:05 WIB)
    Permalink

    Itu mah derita ibu atuh, ingat ya bank tidak pernah menanyakan nomor CVV karena klo anda berikan sama aja bunuh diri.
    Selamat mengangsur ya bu.

  • 13 Desember 2022 - (16:18 WIB)
    Permalink

    Dalam transaksi online pembayaran dengan kartu kredit bisa berhasil selain perlu OTP dan CVV juga butuh nomor kartu dan masa berlaku. Apakah TS memberikan semua muanya ke si penipu via telpon??

    Tdk semua kartu kredit butuh aktivasi. Ada juga bank yg telpon terlebih dahulu menanyakan apa kartu kreditnya mau diaktifkan sebelum dikirim.

  • 13 Desember 2022 - (18:12 WIB)
    Permalink

    Saya aja CVV di kartu ditutup tape tipis untuk jaga2 kalau transaksi offline di merchant. Sementara anda kasih CVV ke penipu.
    Tidak ada pegawai bank yang meminta data kartu, PIN, kode CVV ataupun OTP.
    Hampir semua bank memberikan kenaikan limit kartu kredit secara otomatis berdasarkan histori penggunaan limit sebelumnya tanpa melalui proses penawaran. Kecuali kenaikan limit memang diajukan dari pihak nasabah.
    Saya pun beberapa kali memperoleh kenaikan limit 2 kartu kredit dari 2 bank secara otomatis.

    • 17 Desember 2022 - (08:35 WIB)
      Permalink

      Ya betul, diselotip saja bagian CVV dan sekalian jika masa berlaku tidak cetak timbul diselotip juga. Pihak bank akan mereview per 6 bulan untuk kenaikan limit otomatis. Terutama jika kita mengajukan KK di bank lain dan disetujui serta limit lebih besar, biasanya KK lama akan naik limit diatas KK baru itu.

  • 13 Desember 2022 - (18:24 WIB)
    Permalink

    CVV it’s confidential.. Lebih baik jgn pernah kasih kode sensitif apapun kepada orang luar maupun pihak bank, lagipula pegawai Bank jg gk pernah tanya ttg cvv maupun otp kecuali pihak penipu dg beragam modus dan pancingan..

  • 13 Desember 2022 - (18:32 WIB)
    Permalink

    Aduhh, ya jelas gak bisa di sanggah lah pak, anda tetap harus bayar cicilannya, perihal tagihan yg ditulis di email di bebankan kepada ibu kartika sari itu hanya kesalahan penulisan saja, lihat keterangan poin poin di email itu yg menyatakan bahwa transaksi sah dan tidak bisa di lakukan refund, lebih berhati hati lagi buat semuanya

    • 13 Desember 2022 - (20:30 WIB)
      Permalink

      Resiko punya kartu kredit selalu banyak yg telpon dgn menawarkan berbagai macam bantuan dan fasilitas. Saya pun hampir tertipu…penelpon meminta no kartu 4 digit awal dan 4 digit akhir. Padahal kartu blom saya aktivasi. Akhirnya saat itu juga saya telpon ke call center banknya utk menutup kartu saya
      . Bersyukur blom terjadi transaksi dan pihak bank menawarkan utk mengganti kartu yg baru dgn nomor kartu baru.

  • 13 Desember 2022 - (19:07 WIB)
    Permalink

    Emang gak tau belakangan heboh apk yg bisa kirim sms to telegram. Tanpa share otp tp share cvv ya sama aja sih. Ahh sudahlah. Ikutin perkembangan dunia penipuan biar tau. Dan gunakan akal sehat.

  • 13 Desember 2022 - (19:08 WIB)
    Permalink

    JANGAN MEMBERIKAN KODE OTP, CVV KARTU KREDIT KEPADA SIAPAPUN TERMASUK KEPADA PEGAWAI BANK, OB KANTOR, SATPAM KANTOR, TUKANG BUBUR DEPAN KANTOR, TUKANG CILOK SAMPING KANTOR TERMASUK PRESIDEN AMERIKA SERIKAT SEKALIPUN BELIAU MEMINTANYA… JANGAN PERNAH MAU KASIH KAN KODE² TERSEBUT!! KALAU MASIH DIKASIH JUGA, SELAMAT…BRATI ANDA SEDANG MEMBERI NAFKAH KEPADA PENCURI.

    10
    • 13 Desember 2022 - (23:22 WIB)
      Permalink

      Saya juga pernah ditelpon dengan tawaran kenaikan limit, dimulai dgn minta nomor valid true, 4 angka cc, nama orang tua juga, nah yg trakhir dia minta cvv, kalau pihak bank minta nomor ini sdh pasti penipuan, karna cvv adalah akses terakhir penyelesaian pembayaran via online cc, akhirnya untuk menghindari hal hal yg gak di inginkan, saya berlangganan truecaller id premium, memang luamayan mahal tapi gue akui nih apk sangat protect banget buat jaman digital seperti sekarang, skrng semua tlp yg mengaku dari ini itu ke ditect semua, lokasinya pun ke ditect, mantaplah..

  • 13 Desember 2022 - (19:17 WIB)
    Permalink

    Kejadian ini sama spt saya alami,tlp masuk suara wanita mrka mengaku dr pihak perbankan mengetahui no kartu kredit, mengetahui alamt email, tlp, dan alamat,dan akan menaikkan CC,meminta konfirmasi ulang data saya smp ke ibu kandung,trakhir menanyakan CCV,karna saya tau CCV amat penting ahirnya saya protes ke mbaknya yg tlp, bukanya CCV itu rahasia?trus mba nya bilang begini, CCV bukan rahasia lg jaman skr, buktinya kl belanja pasti kasirnya bisa liat CCV kartu kan, saya berpikir iya jg ya. Tapi saya masih agak ragu, ahirnua saya bilang bgini saja tlp saya 10 mnit lg, saya mau konfirmasi dulu ke pihak bank, lalu mba nya tertawa tipis bilang ouh ya silahkan,dan saya cek di google bahwa byk penipuan spt ini,dan saya yakin ini adalah penipuan, saya tunggu mereka nga ada tlp lagi,mereka bener2 penipu handal terkoordinasi karna ada wanita yg berani melakukan kejahatan struktur ini,polisi harusnya bisa menangkap pelaku kejahatan spt ini

    11
  • 13 Desember 2022 - (20:15 WIB)
    Permalink

    Kayak ny ts ga berani sreenshot sms otp..
    Jd id pakai otp
    Pdhl sebelom masukan otp Ada sms transaksi anda d jd xxxx..jgn beritakan kode blablabla..

  • 13 Desember 2022 - (20:47 WIB)
    Permalink

    Padahal sudah di wanti2 JANGAN PERNAH MEMBERIKAN DATA APAPUN PERIHAL DATA KARTU KREDIT KEPADA SIAPAPUN SEKALIPUN MEREKA DARI PIHAK BANK, JANGAN MEMBERIKAN DATA KK,
    Kamu naiff sekali…..
    Sy juga tdk pernah mengangkat telepon dari nomor yg tdk terdaftar di ponsel, sekarang itu rawan penipuan kena hipnotis dll.

    • 17 Desember 2022 - (05:26 WIB)
      Permalink

      Emani rek…!
      Ibarat kata… kita gak minum tapi di suruh bayar…!
      Semoga kedepan nya TDK terjadi lagi hal demikian…
      Turut prihatin kak

  • 13 Desember 2022 - (21:08 WIB)
    Permalink

    Gak salah penipunya….Limit bapak ini akan segera naik karena melakukan banyak transaksi, jadi bank pasti akan naikan limit bapak karena transaksi ini.
    HP Smart…Pikiran gak smart…

  • 13 Desember 2022 - (21:12 WIB)
    Permalink

    Sekedar berbagi pengalaman. Dulu pernah punya kartu kredit bank swasta, anggaplah bank ABC. Bbrp Minggu stlh saya aktifin kartunya bbrp x ada org yg ngaku karyawan bank ABC tsb tlp, awalnya basa basi bgm pak kartunya sudah di aktifkan? Apa ada keluhan selama pemakaian? Untuk limitnya apakah sudah sesuai bla²…dan bbrp pertanyaan lain. Anehnya itu penelpon tahu no kartu kredit saya, ibu kandung, no.tlp, dll. Yg dia gak tau cuma no CVV saya. Akhirnya ketika saya biang limit kartu saya terlalu kecil dia menawarkan kenaikan limit. Awalnya dia konfirmasi persamaan data, tapi ujung² nya dia minta no CVV saya, ya udah pasti gak saya kasih. Saya cuma bisa menyimpulkan penelpon tsb org dlm bank, anggaplah oknum, krn dia tau semua info kartu saya kecuali CVV. Ini gak cuma sekali, mungkin 3 smp 4 x penelpon itu menelpon saya, di hari yang berbeda. Cara bicaranya juga enak, seperti customer service, akrab, supel, lancar bicaranya, dan menghanyutkan. Untungnya saya tidak tertipu.

  • 13 Desember 2022 - (23:52 WIB)
    Permalink

    pasang aplikasi trucaller di hp, biasanya klo penipu bisa langsung kedetek, dan lain kali jangan angkat telepon dari no gak dikenal

    • 14 Desember 2022 - (07:36 WIB)
      Permalink

      Wkwkwk, boros apa hemat tergantung orangnya, dipake buat gaya2an hedon apa buat belanja dapet poin buat tuker miles airline, malah kartunya lo salahin, wkwkwk koplak

  • 14 Desember 2022 - (07:13 WIB)
    Permalink

    Napa di kasih info hurufnya hadeh 🗿 klo ada kode security-nya lengkap bisa di hack itu kode otp kelacak sama si pelaku pakai software menerima otp

  • 14 Desember 2022 - (12:11 WIB)
    Permalink

    Agak ragu apakah ceritanya bnr atau tdk karena “terlalu pintar” dgn memberikan CVV tanpa babibu. Makanya banyak org2 yg ingin lari dari tanggung jawab bayar cicilan CC ataupun pinjol dgn mengarang cerita inilah, itulah.
    But, … Who knows

  • 14 Desember 2022 - (12:37 WIB)
    Permalink

    alinea terakhir malah menyalahkan pihak bank, jelas2 nasabahnya yg b***, ngasih tau kode CVV, ya ambyarrrrrr

  • 14 Desember 2022 - (13:38 WIB)
    Permalink

    Anggap pembelajaran ajah dan kursus simulasi kena tipu real.
    Mahal si biayanya, tapi sepadan sama pengalaman anda yang bisa diajarkan ke anak cucu mantu

 Apa Komentar Anda mengenai pengalaman ini?

Ada 45 komentar sampai saat ini..

Penipuan dengan Modus Telepon untuk Kenaikan Limit Kartu Kredit

oleh Adrian Lubis dibaca dalam: 1 menit
45