Penjual Mengirim Kardus Kosong, Layanan Bukalapak Tidak Dapat Diandalkan

Sebenarnya saya tidak ingin sampai membuat surat pembaca atau membawa kasus ini ke pihak yang berwajib, kalau saja seller dan Bukalapak mau bekerja sama untuk menyelesaikan masalah ini.

Saya memiliki bisnis jasa pembelian, sehingga saya sering berbelanja dari marketplace dalam jumlah banyak. Paket yang datang banyak, sehingga sering kali 2-3 hari tidak keburu untuk mengecek semuanya.

Tanggal 28 November 2022 pukul 10.16 WIB, transaksi saya di Bukalapak berupa pembelian Panadol Merah sebanyak 14 box telah selesai otomatis. Padahal ternyata setelah saya cek, yang seller kirim hanyalah kardus kosong. Pukul 16.43, Saya segera konfirmasi ke seller. Namun tidak ada jawaban, malahan akun saya diblok sehingga pesan saya hanya centang 1. Saya menulis ulasan buruk, melaporkan seller dan menghubungi BukaBantuan melalui live chat.

Seller kemudian menjawab dengan alasan harga naik, sehingga tidak mengirimkan barang dan terakhir seller bilang akan refund. Namun sampai saat ini belum dilakukan, dengan alasan dana ditahan di Bukalapak. Lalu akun saya kembali diblok oleh seller, sehingga pesan hanya centang 1.

Dari pihak Bukalapak hanya memberikan jawaban sesuai template, mulai dari konfirmasi kepada pelapak, sampai masih dalam investigasi tim terkait dan ini membutuhkan waktu 3 minggu, sampai saat ini masih belum ada kejelasan.

Menurut seller, dana ditahan oleh Bukalapak, tetapi menurut CS Bukalapak dana sudah diteruskan ke seller. Sedangkan tidak ada tindakan nyata dari Bukalapak untuk berusaha menyelesaikan masalah ini. Karena seller masih bebas berjualan sampai saat ini, meskipun sudah terbukti mengirimkan kardus kosong.

Saya akui, memang kesalahan saya melakukan komplain setelah transaksi selesai otomatis. Namun di sinilah bisa terlihat apakah sebuah marketplace itu bisa diandalkan dan dipercaya oleh pembeli atau tidak. Yang bisa kita lihat adalah semua ulasan positif di Bukalapak adalah template otomatis oleh sistem. Jelas-jelas seller penipu mengirim kardus kosong dan sudah mengaku, tapi Bukalapak tidak memberikan peringatan atau hukuman seperti pembekuan akun atau dana misalnya. Padahal saat saya kirim paket melalui BukaSend, saat ada selisih berat dan kurang Rp9.000 saja akun saya sampai dibekukan. Lalu mengapa untuk transaksi sebesar Rp1.610.000 Bukalapak terus mengulur waktu dan tidak berusaha untuk membantu pembeli?

Apakah Bukalapak tidak dapat menyelesaikan masalah seperti ini? Jika memang tidak, seharusnya Bukalapak memberikan solusi apakah hal ini harus dibawa ke pihak yang berwajib. Surat apa saja yang diperlukan agar Bukalapak dapat menyerahkan data seller ke pihak yang berwajib untuk keperluan penangkapan? Meskipun itu artinya kita tidak bisa mempercayai Bukalapak, karena ternyata seller penipu yang mengirimkan kardus kosong saja dapat terus berjualan dan punya banyak feedback positif di Bukalapak.

Apakah Bukalapak adalah marketplace yang aman untuk berbelanja? Saat ini saya sangat meragukan hal ini, dari masalah ini saya belajar bahwa customer service Bukalapak hanya chatbot. Kalaupun terhubung dengan CS setelah sekian lama, jawaban hanyalah template, konfirmasi via telepon pun juga sama. Hal yang disampaikan sama seperti template yang dikirim via email. Dari masalah ini juga kita bisa tahu bahwa penipu bisa bebas berjualan di Bukalapak, karena tidak ada sanksi maupun peringatan, bahkan dengan mudahnya tinggal blok pembeli, masalah beres.

Bukalapak adalah salah satu marketplace yang saya gunakan dengan transaksi paling sedikit, sedangkan mayoritas transaksi saya di marketplace lain dan saat ada masalah, customer service-nya membantu, tidak seperti Bukalapak yang hanya mengandalkan template, tanpa adanya kejelasan.

Meskipun transaksi yang dirugikan hanya Rp1.610.000, jika masih tidak ada penyelesaian dari pihak Bukalapak, saya akan membawa masalah ini ke pihak yang berwajib. Saya juga menulis surat pembaca ini agar tidak ada lagi pembeli yang mengalami hal yang sama seperti saya.

Lusiana
Tangerang, Banten

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Tanggapan perihal Penjual Mengirim Kardus Kosong, Layanan Bukalapak Tidak Dapat Diandalkan

Dengan hormat, Terima kasih atas masukan yang diberikan kepada Bukalapak melalui kanal Media Konsumen. Kami informasikan bahwa terkait dengan kendala...
Baca Selengkapnya

57 komentar untuk “Penjual Mengirim Kardus Kosong, Layanan Bukalapak Tidak Dapat Diandalkan

  • 25 Desember 2022 - (18:14 WIB)
    Permalink

    Saya sih kurang paham soal onlineshop Bukalapak. Namun Seharusnya ibu, kalau ada kendala seperti itu. Jangan di klik selesaikan pesanan, karena kalau klik selesai otomatis pesanan akan di kirim ke rekening penjual. Karena hampir semua onlineshop menerapkan system’ seperti itu. Harusnya kalau komplain lebih baik langsung melalui sistem yang di sediakan oleh onlineshop, bukan kirim pesan ke penjual. Karena akan sulit untuk pengembalian dana kalau masalah sudah terlalu lama dan kemungkinan memang penjual mengulur” waktu.

    16
    17
    • 25 Desember 2022 - (18:36 WIB)
      Permalink

      Nama tokonya apa? Apa toko itu juga ada di marketplace lain? Ditulis yang jelas kalau perlu pakai huruf besar semua. Sayang ya nama tokonya tidak ditulis dalam judul surat.

      11
      7
      • 26 Desember 2022 - (07:02 WIB)
        Permalink

        Apakah mata anda normal? Nama toko segitu besarnya sampek tanya ulang. Hadeh minim literasi.

        15
        5
        • 26 Desember 2022 - (09:04 WIB)
          Permalink

          Karena otak anda terlalu kecil mikir gak nyampe biar saya jelasin di sini. Kalo nama toko ditulis di judul surat akan keluar di pencarian google. Itu akan membuat si penjual yg brengsek itu berpikir dua kali untuk tidak mengembalikan uang.

          5
          5
          • 26 Desember 2022 - (12:07 WIB)
            Permalink

            Itu nama tokonya ada toko obat adel.

          • 27 Desember 2022 - (12:25 WIB)
            Permalink

            Mau aman ma beli langsung k toko
            Brg depan mata tggl kita pilih
            Bukalapak lazada shopee byk penipuan

            2
            1
          • 26 Desember 2022 - (15:39 WIB)
            Permalink

            Baru ngeh juga kalau di toped tokonya dah ga ada, kayanya emang bermasalah tuh toko. Dulu seinget saya, pernah transaksi tp barang ga dikirim2 akhirnya saya minta dibatalin

        • 27 Desember 2022 - (10:39 WIB)
          Permalink

          Entah yg harus di ganti para CS bukalapak atau atasan CS bukalapak. Kasus seperti ini, sepertinya tidak bisa di handle oleh staff CS, Entah staff CS yg tidak melaporkan ke atasan mrk atau sdh melaporkan ke atasan mrk tetapi atasan don’t care….

          • 27 Desember 2022 - (11:15 WIB)
            Permalink

            Ah itu urusan gampang kok. Pengakuan penjual ada disimpan dalam sistem bukalapak. Itu bukti keras, otentik! Tugasnya tinggal mengawal kasus ini sampai dana kembali penuh ke pembeli. Setelah itu tinggal bagaimana kebijakan bukalapak dalam menangani kasus yg sudah mirip dgn penipuan ini. Apakah penjual akan kena penalti dan masuk pengawasan, atau tidak. Tapi kalo penjual model gini mau dipiara sampai gemuk ya terserah. Toh pembaca di MK nanti bisa menilai sendiri bagaimana baik atau tidak penanganan kasus ini oleh bukalapak.

            2
            1
      • 26 Desember 2022 - (09:45 WIB)
        Permalink

        MAKANYA KATA GURU WAKTU SEKOLAH ITU DI DENGAR & DI PRAKTEKKAN.

        “Rajin membaca pangkal Pintar”

        1
        1
        • 29 Desember 2022 - (10:37 WIB)
          Permalink

          terakhir pakai bukalapak udah 3 tahun yg lalu, si merah selama itu sdh dihapus dr hp, yg baru2 barang saya nggak nyampe oleh si orang, dah nyampe 3 kali, tinggal si hijau nih bs diandelin.
          Coba terus kak diurus semoga mendapat hasil yg baik.

          1
          1
      • 26 Desember 2022 - (13:29 WIB)
        Permalink

        Buat TS: buat surat keluhan baru. Nama toko ybs ditulis sebagai bagian dari judul. Kalo si penjual brengsek itu masih ngeyel. Tambah masukan keluhan ke 4-5 media online yg besar seperti detik, kompas, dll. Nanti judul surat keluhan dengan nama toko itu akan diindeks oleh google.

        3
        2
    • 26 Desember 2022 - (11:14 WIB)
      Permalink

      Agak sulit kalau masalah nya seperti ini, pembeli lalai tidak periksa barang sampai selesai otomatis sehingga dana masuk ke seller, sedangkan seller kirim barang kosong dgn alasan harga naik, bukalapak juga sulit mengabulkan permintaan refund krn dana sudah masuk otomatis.
      Bahwa ada rule yg menyatakan kl dana masuk ke seller secara otomatis berarti pesanan selesai dan barang dan transaksi dinyatakan sah..krn dianggap buyer sdh setuju dan tdk ada masalah, bukalapak jg sulit melakukan tindakan kl transaksi sdh selesai, maksimal mungkin akan membekukan akun pelapak.
      Saya sudah 10 tahun bertransaksi di bukalapak ( bahkan msh berupa web ) baik sebagai toko maupun pembeli, blm pernah mengalami masalah berarti, selama kita jeli dan hati² memilih toko yg punya repustasi lebih dari 95% insya Allah aman.
      Kalau reputasi seller di bawah 95% siap² aja berpotensi mengalami masalah.
      Dan pengalaman selama jadi seller toko bahkan bukalapak cenderung membela buyer daripada seller, tapi krn kita berniat baik dalam berjualan ( sumber penghasilan ) kita selalu menyelesaikan masalah dgn baik, apalagi kl memang kesalahan ada dipihak kita, kalau kesalahan ada di pihak buyer seperti tidak baca deskripsi, salah dalam pilih tipe barang, warna dan fungsi barang mohon maaf kita tdk bisa menerima komplenan, apalagi tdk ada video unboxing.
      Dan jgn salah pemirsa..buyer nakal jg banyak berkeliaran di marketplace, bilang barang tdk lengkap, kurang atau tidak berfungi, tanpa ada bukti video..
      Next kedepannya lebih hati² dan jeli saat transaksi di marketplace manapun ya..

      17
      • 26 Desember 2022 - (13:25 WIB)
        Permalink

        Dalam hal ini bukalapak tidak salah. Si pembeli memang lalai tapi bukan berarti layak diberi kardus kosong. Ini termasuk penipuan. Lagipula ditulis TS memiliki bukti si penjual mengaku kesalahannya dan berjanji akan mengembalikan uang.

        4
        2
      • 26 Desember 2022 - (20:50 WIB)
        Permalink

        Sekedar tambahan, benar komentar anda tentang kehati hatian, perlu dilihat dan diperiksa dengan seksama sudah berapa item barang yang terjual. Kalau belum ada yang terjual…? Lebih baik cari toko lain saja
        Juga ketersediaan stock-nya. Kalau menemui kata kata “membeli sudah berarti setuju! No complain! ” Itu dropshipper… lebih baik tinggalkan saja

    • 26 Desember 2022 - (15:07 WIB)
      Permalink

      Baca yang baik lah pak. Ini selesai otomatis oleh sistem. Semua toko online memang begitu. Kalau kita pihak pembeli lama respon, maka selesai secara otomatis dan dianggap semuanya ok.

      6
      1
    • 29 Desember 2022 - (08:23 WIB)
      Permalink

      @HAMDAN .. dibaca Lg ya .. status pesenan teLah seLesai otomatis & ts baru sempat cek tuh paket yg ternyata ZONK .. ini SeLLer yg aneh .. ?

  • 25 Desember 2022 - (20:41 WIB)
    Permalink

    Aku juga pernah punya pengalaman buruk dengan toko obat satu ini di Bukalapak. Tahun lalu pernah beli vitamin dan obat.
    Salah satu obat yang dikirim sudah lewat tanggal kadaluarsa 1 bulan, sebanyak 5 strip @4 tablet, semuanya sudah kadaluarsa. Caranya cukup licik. Bagian label obat (kertas) yang ada tanggal kadaluarsanya disobek semua. Tapi dia gak tahu kalau di bagian pembungkus obatnya juga ada tanggal kadaluarsanya. Sampai sekarang barangnya dan resi pengiriman masih aku simpan.
    Saat mediasi dengan Bukalapak, penjualnya ngeles kalau dia salah kirim obat yang seharusnya mau dibalikin ke agen karena sudah kadaluarsa. Kelihatan jelas niat jahat dan bohongnya. Dana nya gak aku refund & aku sedekahkan ke dia.
    Dari pihak Bukalapak waktu menghubungi aku bilangnya seller udah diputus kerjasamanya untuk jualan di Bukalapak. Kenyataannya masih aktif jualan sampai sekarang.

    31
    2
      • 27 Desember 2022 - (02:27 WIB)
        Permalink

        Eh, Bukalapak masih ada ya? Soalnya sudah kutinggal lebih dari lima tahunan. Dulu pernah beli barang, nggak dikirim kirim, duit nyangkut di dompetnya, ditarik kena biaya transfer 6.500, untung ada teman mo beli barang, nitip ke akun ku, ya kupakai lagi, sisanya diikhlaskan saja, nggak pernah buka lagi.

        3
        1
        • 29 Desember 2022 - (20:34 WIB)
          Permalink

          Hari gini masih pake buka lapak, kalo saya si udh uninstall 7 tahunan yg lalu dan sampai sekarang ga pernah saya install lagi..

          1
          1
  • 25 Desember 2022 - (22:21 WIB)
    Permalink

    Kl bukalapak ngga ada penyelesaian tggl pindah aja ke marketplace lain yg lbh manusiawi…jgn lupa ditulis nama tokonya dgn huruf besar biar yg lain jgn ketipu kl bertransaksi dgn toko sialan itu…

    16
    1
  • 26 Desember 2022 - (02:49 WIB)
    Permalink

    saran saya, bawa keproses hukum saja, bawa semua bukti yang udah print untuk membuat laporan, oh ya bukti laporan ke cs BL diprint juga ya, nanti dibawa dan diserahkan saat membuat laporan ke kepolisian.
    agar cepat diproses nanti anda akan dimintai sbb:
    bukti chat/ percakapan seller vs buyer.
    bukti pembayaran,
    bukti komplain
    dan bukti barang yang diterima.
    alamat seller yang tertera di paket jangan sampai hilang kalau perlu difoto dan diprint, nanti pihak kepolisian yang meminta ke pihak BL identitas terlapor termasuk semua datanya untuk ditindak lanjuti.

    10
    • 26 Desember 2022 - (13:46 WIB)
      Permalink

      Penjual brengsek model seperti ini harus dibumihanguskan dari dunia marketplace. Bikin pembeli jadi males belanja online dan penjual lain kena getahnya.

      • 27 Desember 2022 - (13:55 WIB)
        Permalink

        Benar,kasian yang benar2 dan jujur dalam berjualan di marketplace ( cara cari penghasilan hanya dari berjualan di marketplace ),walau masih ada juga pembeli yang mau order melalui instagram dan whatsapp tapi sekarang dominan pembeli lebih minat dgn potongan ongkir di marketplace.

  • 26 Desember 2022 - (03:01 WIB)
    Permalink

    saya udah 3 orng seller saya masukan kepenjara sampai mendekam di lapas waktu yang lama, masalahnya saya belanja disalah satu situs ecommerce dan saat barang datang saya diluar kota, dan pas nyampe rumah saya buka paket ternyata isinya bata merah dan waktu yg di berikan pihak ecommerce udah habis , otomatis uang diserahkan kepenjual. tapi tetap sellernya saya kejar, bukan masalah uangnya, tapi ngasih pelajaran, bahwa tidak semua orang bisa diperlakukan begitu.!

    33
    1
  • 26 Desember 2022 - (04:20 WIB)
    Permalink

    Sy mah udah kapok di Bukalapak. Masih aja ada yg belanja di situ ya. Saya pernah kena tipu 3.5jt. Tapi udh saya ikhlasin lah. Dari situlah itu transaksi pertama dan terakhir di Bukalapak Mudah-mudahan cepet bangkrut itu e-commerce.

    10
    1
  • 26 Desember 2022 - (06:13 WIB)
    Permalink

    Manajemen internalnya buyer juga perlu perbaikan, sebanyak apapun paketnya diukur dengan kemampuan manpower check pesanan.

    Biasanya jika transaksi selesai mp manapun, dana langsung masuk ke seller.

    Via chat tampaknya seller sudah mengakui ada kesalahan, tapi apakah bukalapak bisa menahan dana seller pada transaksi selanjutnya untuk diberikan buyer yang Komplain, Mudah2an bisa.

    Jadi serba salah bukalapak. Seller akan dimoderasi segera, dananya mungkin belum terkumpul. Ditunggu sampai dana terkumpul, ada potensi buyer lain kena problem.

    Semoga ada perbaikan kedisiplinan semua pihak.

  • 26 Desember 2022 - (06:45 WIB)
    Permalink

    1. 100% kesalahan km sendiri, sudah tau beli online tdk lgsung dicek
    2. Tdk ada solusi, Setahu saya, setelah pesanan selesai, semua diluar tanggung jawab. Bahkan mau ke kantor polisipun, klo pun dicek, polisi akan melihat siapa yg melakukan kesalahan, penjual bs saja mempunyai alasan sendiri.

    Anggap saja pelajaran buat km, pelajaran yg mahal yg harus km bayar 1,6jt agar km tdk lagi meremehkan sesuatu hal. Moga stelah ini km bs lhb baik

    2
    32
    • 26 Desember 2022 - (13:48 WIB)
      Permalink

      Wkwkwk ini org bego.dia itu menipu dgn mngirimkan kardus kosong.lapor polisi kena pasal dah.msalah buyer lalai emang iya.tp g bisa hrus ditipu jg.anda sodara toko itu ya.gebelkkk luu

  • 26 Desember 2022 - (06:54 WIB)
    Permalink

    Laporkan penjual model penipu gini, jangan dibiarkan. Laporkan ke polisi laporkan ke pihak marketplacenya. Penjual abal abal bodoh model gini yang bikin orang jadi kehilangan kepercayaan buat berbelanja online.

    Seller bodoh, hasil nipu gak bakalan bikin hidup lu tenang..

  • 26 Desember 2022 - (07:04 WIB)
    Permalink

    Sy jg belanja online utk jualan, sehari bs lbh dr 20 paket yg datang. Khusus toped bukalapak sy selalu buka duluan utk menghindari konfirmasi penerimaan otomatis. Sesibuk apapun sy pasti sempetin utk unboxing, karna kalo udh selesai dan ternyata ada masalah, bakalan ribet komplainnya karna saat orderan dikonfirmasi, dana sudah langsung diteruskan ke seller dan orderan dianggap tak bermasalah. Semoga masalah TS segera selesai dgn baik karna uang segitu lumayan bnyk lho.

  • 26 Desember 2022 - (07:57 WIB)
    Permalink

    sedangkan mayoritas transaksi saya di marketplace lain dan saat ada masalah, customer service-nya membantu, tidak seperti Bukalapak yang hanya mengandalkan template…

    Kalo ngerti yg lain lebih mending layanan cs nya, knapa masi jajan disitu? Kalo cs ngga tanggap kan nyusahin pas ada kendala belanja..

    1
    2
  • 26 Desember 2022 - (08:01 WIB)
    Permalink

    Bukakapak sellernya kebanyakan penipu dan ga bertanggung jawab. Saya pernah beli VGA GT650Ti tapi yg dikirim malah GT550. Buset harga dan kualitasnya jauh bangettt. Respon seller cuek parah. Di WA sekarang, balesnya besok. Ujung2nya seller cm bilang maaf dan salah barang. Saya retur lewat jne dan bayar ongkir lagi. Alhasil waktu kebuang sia2 selama 2 minggu karna proses retur dan refund. Dari situ saya nyesel dan kapok belanja online diBukalapak.

  • 26 Desember 2022 - (08:19 WIB)
    Permalink

    Saran saya sebelum berbelanja lihat dulu feedback toko.. Itu kan jelas hanya 85% dari total 17rb-an ulasan, berarti -+2000 feedback negatif.. Berarti bukan kak Lusi saja yg dirugikan

  • 26 Desember 2022 - (13:24 WIB)
    Permalink

    Anjim dikirim box kosong karna naik harga bukannya di cancel malah tetep minta di pick up buat dikirim gila inimah ? sepertinya pekerjanya ini yg pengen nipu black balakan biar tokonya rusak dan ancur

    • 27 Desember 2022 - (02:38 WIB)
      Permalink

      Seller licik, menghindar dari data transaksi gagal. Transaksi yang gagal mempengaruhi performa seller. Bahkan di market place lain ada yang hanya berisi catatan ‘jangan lapor dulu, menunggu pengiriman karena barang kosong’, sampai terkonfirmasi otomatis dan dana masuk ke seller. Licik sekali.

      • 27 Desember 2022 - (13:53 WIB)
        Permalink

        Bukan hanya Bukalapak, banyak oenjual nakal beroperasi di marketplace. Khusus Bukalapak, saya sudah lama tidak membeli barang dari sini karena ongkirnya mahal naudubillah. Minim promo dan minim inovasi. Saya hanya membeli produk keuangan disini yaitu Reksadana dan produk digital lain karena emang disini yang paling murah.
        Pernah ketipu juga 620ribu saya lapor ke buka bantuan. Dan yang bisa dilakukan Bukalapak hanya membekukan akun seller. Kalau mau menempuh jalur hukum ya silahkan saja toh itu sudah termasuk penipuan, yang disayangkan pihak cs nya kurang bisa diandalkan

  • 26 Desember 2022 - (15:53 WIB)
    Permalink

    Sebaiknya segera laporkan ke pihak berwajib dan berhentilah berbelanja di bukalapak krn sdh terbukti pelapak tdk jujur tetap diijinkan berjualan disana & inilah celah kejahatan yg bisa menjerumuskan makin banyak korban. Harusnya marketplace lbh selektif memberikan ijin berjualan di marketplace mrk. Setiap anggota yg mendaftar hrs memberikan identitas jelas dan pelaku kejahatan wajib diblokir identitasnya oleh marketplace utk menghindari mrk kembali membuka lapak baru dgn nama toko baru utk menipu kembali.

  • 26 Desember 2022 - (16:26 WIB)
    Permalink

    jangankan Bukalapak, shopee, Tokopedia, Blibli masih banyak seller penipu jual barang kw ngaku ORI tetap bebas berjualan

  • 26 Desember 2022 - (21:25 WIB)
    Permalink

    Kalo belanja barang diatas 1 juta saya selalu pake tokopedia, dan lgsg cek dan video unboxing ketika barang datang. Pernah beli gitar takamine harga 6,5jt. Ketika nyampe rumah ternyata gitar pecah, lgsg saya komplain penjualnya. Penjual mengirimkan video kondisi pengecekan sebelum dikirim yg ternyata baik2 saja. Pihak toped menyarankan agar klaim asuransi. Akhirnya saya ikuti prosedur klaim dan uang saya dikembalikan penuh + ongkos kirim oleh pihak asuransi. Be smart buyer lah, selalu berhati2 dan pahami regulasi nya, karena banyak sekali modus2 penipuan lewat online shop. Asuransi juga sangat membantu apabila terjadi masalah. Sejauh pengalaman saya CS tokopedia responsif ketika memediasi masalah antara seller dan buyer. Berdasarkan kasus anda memang bukalapak sudah bekerja sesuai fungsinya, karena proses transaksi dianggap selesai dan tidak ada komplain. Status transaksi biasanya sudah sangat jelas. Ketika 5 hari setelah menerima barang anda tidak merespon penjual ya transaksi dinyatakan tidak bermasalah dan uang dilanjutkan ke penjual, karena gak mungkin juga uang ditahan terus menunggu sempatnya anda mengkonfirmasi. Konsekuensi dari bukalapak mungkin ya sekedar akun seller dibekukan. Belum tentu uang kembali. Kalo sudah kaya gini ya tinggal melewati jalur hukum saja, buat laporan penipuan karena bukti2 chat sudah jelas.

  • 26 Desember 2022 - (21:46 WIB)
    Permalink

    Hampir Semua pengelola marketplace dalam mengambil kebijakan dan keputusan selalu berpihak ke penjual,kenapa demikian karena pengelola marketplace akan mendapatkan keuntungan dari hasil penjualan tersebut,jadi klo pihak marketplace di komplen pembeli jawabanya selalu muter muter dan tidak jelas dan mengulur ngulur wakt penyelesaian ke penjual,contoh penjual di kasih wkt 1×24 untuk merespon,tapi pada kenyataan bisa lebih dari 1x 24 jam dan pihak marketplace tetep menerima alasan dan argumen dari penjual

    • 28 Desember 2022 - (13:11 WIB)
      Permalink

      Emg bener, CS akan slalu membela penjual karna dari mereka itu bukalapak dpt keuntungan.
      Saya transaksi ke penjual di bukalapak, sebelum saya beli, saya chat dulu mengenai warna hp yg saya beli dan penjual bilang ready. Setelah itu saya transaksi dan di catatan transaksi saya tulis dan pertegas kembali jika tidak ada warna hitam, batalkan saja.
      Akhirnya yg dikirim warna putih dan saya komplain ke CS bukalapak dan tetap penjual yg menang tanpa ada sanksi. Saran aja lebih baik transaksi ke selain bukalapak drpd sakit hati. Msh ada shopee atau lazada atau tokopedia atau dll yg lebih profesional dibanding bukalapak.

  • 27 Desember 2022 - (01:53 WIB)
    Permalink

    fix lapor polisi, banyak kelemahan di market place, yang paling aman adalah minta dipaking didepan kurir, mibta kirim video paking tanpa putus, buyer juga begitu kan? selalu disuruh video unboxing tanpa putus sampai selesai agar bisa complain, sekarang giliran buyer paksa seller bikin video packing didepan kurir tanpa putus…

    3
    2
  • 27 Desember 2022 - (06:53 WIB)
    Permalink

    Kalo ini agak susah, masalahnya dibiarkan pesanan selesai dengan sendirinya.. tinggal nunggu itikad baik seller aja ini mah.. semoga aja cepet selesai masalahnya lah

  • 27 Desember 2022 - (11:12 WIB)
    Permalink

    Kenapa percaya banget ama yg namanya toko online, anda harus tetap waspada, jadi itu pembelajaran

  • 27 Desember 2022 - (18:29 WIB)
    Permalink

    Saya tidak pernah belanja produk fisik di Bukalapak. Cuma produk digital saja. Apalagi kalau dilihat banyak seller abal2 di BL.

 Apa Komentar Anda mengenai Bukalapak?

Ada 57 komentar sampai saat ini..

Penjual Mengirim Kardus Kosong, Layanan Bukalapak Tidak Dapat Diandalk…

oleh Lusiana dibaca dalam: 2 menit
57