Pembobolan Kartu Kredit Bank Mandiri dan Penahanan Saldo Rekening Pribadi Bank Mandiri

Pada tanggal 3 Juli 2019, saya mengalami musibah, yang mana 3 kartu kredit saya kedapatan beberapa transaksi-transaksi yang tidak pernah saya lakukan. Bukan hanya itu, tetapi OVO, OVO PayLater, dan GoPay juga terkena dampaknya. Namun dana yang tersedia di OVO sudah dikembalikan dan OVO PayLater juga sudah diselesaikan (bisa dilihat pada surat saya sebelumnya). GoPay pun sudah dikembalikan.

Tiga bank yang mengalami pembobolan kartu kredit ini adalah: Bank BCA, Bank Mandiri, dan Bank Standard Chartered (bisa dilihat pada surat saya berikut). Dalam 14 hari, Bank BCA menyatakan kartu saya mengalami FRAUD di bawah pimpinan Bapak Adrian (terima kasih banyak, Pak), dan tagihan sebesar Rp22 juta lebih dianggap FRAUD, sehingga kartu kredit BCA saya langsung nol, dan masalah langsung selesai. Terima kasih Bank BCA.

Lain halnya dengan Bank Mandiri. Setelah berjalan tahun ke-4, saya masih dikejar oleh bagian debt collector dan mereka menyatakan ada 2 transaksi, antara lain: Xiaomi Live sebesar Rp4.798.000 dan Doku sebesar Rp990.405. Namun entah mengapa, hanya transaksi Doku yang dikreditkan, sedangkan transaksi Xiaomi Live tidak dikreditkan dan menjadi tanggung jawab saya (2 transaksi yang bersamaan).

Saya sudah mengajukan surat sanggahan saya sebanyak 3 kali. Namun ditolak oleh Bank Mandiri dengan berbagai macam alasan. Seperti data yang diberikan tidak lengkap, kurangnya laporan polisi, dan lain-lain. Bank Mandiri tetap menganggap transaksi Xiaomi Live sebagai transaksi saya, dan sekarang jumlahnya sudah mencapai Rp9.516.963.

Jumlah ini juga merupakan saldo rekening pribadi saya yang ditahan oleh Bank Mandiri. Padahal saat saya mengajukan pembuatan kartu kredit Bank Mandiri, saya tidak pernah memberikan akses untuk pendebitan saldo. Bank Mandiri bertindak secara sepihak dengan menahan saldo rekening tanpa pengetahuan dan izin dari saya. Dengan kata lain, tidak aman jika menabung di sana.

Kasus ini sudah terjadi sangat lama, tetapi setiap kali saya menanyakan, selalu dijawab harus menunggu selama 120 hari. Bahkan yang terakhir, saya melaporkan ke Bank Mandiri cabang ITC Mangga Dua dengan Ibu Adel, dan diberitahukan bahwa saya harus menunggu selama 180 hari. Hal ini sangat tidak efektif.

Belum lagi kata-kata makian yang saya terima setiap menjawab panggilan dari debt collector. Saya sudah menyerahkan laporan polisi dan data-data yang diminta. Semua berkas yang diminta oleh Bank Mandiri sudah diberikan. Namun selalu saja hasilnya ditolak dan menjadi tanggung jawab saya.

Sebagai nasabah Bank Mandiri, saya diperlakukan tidak adil. Kartu kredit saya dibobol dan sekarang saldo pribadi ditahan. Dari Bank Mandiri ITC Mangga Dua, mereka meminta waktu 14 hari kerja untuk pencairan dana yang tertahan, namun sampai hari ini, tidak pernah cair.

Saya sudah meminta bantuan dari YLKI, dibantu oleh Pak Rio Priambodo (terima kasih banyak pak), dan dibantu oleh OJK. Sampai hari ini, nama saya di OJK tidak blacklist. Pihak luar mengakui bahwa semua transaksi yang terjadi adalah FRAUD. Namun Bank Mandiri selalu mengulur waktu dan tidak mau mengakui bahwa yang terjadi di dalam kartu saya, yakni 5243 25** **** 4864, adalah FRAUD. Selalu mencari alasan-alasan sehingga permasalahan ini tidak pernah selesai.

Untuk itu, saya meminta melalui Media Konsumen untuk membantu saya menyelesaikan masalah ini, karena sudah terlalu lama dan sangat mengganggu aktivitas saya. Saya ucapkan banyak terima kasih.

Tjhin Lidya Megawati
Jakarta Barat 11330

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai Sanggahan transaksi kartu kredit Mandiri:
[Total:28    Rata-Rata: 2.9/5]
Tanggapan Bank Mandiri atas Pengaduan Ibu Tjhin Lidya Megawati

Sehubungan dengan pengaduan yang Ibu Tjhin Lidya Megawati sampaikan melalui Mediakonsumen.com perihal terkait sanggahan transaksi Mandiri Kartu Kredit, kami memohon...
Baca Selengkapnya

24 komentar untuk “Pembobolan Kartu Kredit Bank Mandiri dan Penahanan Saldo Rekening Pribadi Bank Mandiri

    • 26 Mei 2023 - (11:43 WIB)
      Permalink

      Kepada mandiri care tolong karyawannya diajarkan berbahasa Indonesia atas nama Ibu Malla. Sering kali ingin menjatuhkan saya sebagai tersangka. Sudah jelas ini Fraud. Tp selalu menggunakan kata ibu tidak merasa menggunakan. Jelas2 saya katakan saya tidak menggunakan.. ini beda lho artinya. Dan seringkali diucapkan untuk menyudutkan.
      Terima kasih
      MALLA 081413259413

      • 28 Mei 2023 - (17:43 WIB)
        Permalink

        Assalamu’alaikum kak
        Maaf saya hanya sebagai orang lewat membaca

        Apakah bisa bila :
        1. Menanyakan ke Pihak Bank Mandiri Transaksi tersebut di lakukan melalui aplikasi Apa
        2. Bila sudah diketahui, tinggal ditanyakan Alamat Transaksi (Alamat pembeli yang membeli Handphone tersebut) serta penerima barang tersebut (kemungkinan yang menerima HP tersebut ada hubungannya dengan kasus milik anda).

        Maaf saya juga kurang pengalaman, komentar di atas tersebut hanyalah apa yang saya pikirkan (semoga bermanfaat)

        • 4 Agustus 2023 - (18:21 WIB)
          Permalink

          Bank mandiri memiliki datanya. Beli di xiao mi dan dikirim ke Depok. Alamat hackernya.

        • 4 Agustus 2023 - (18:22 WIB)
          Permalink

          Sebenarnya setiap bank punya akses untuk mengetahui dan menyelidiki. mereka tahu betul ini transaksi apa.

    • 26 Mei 2023 - (05:24 WIB)
      Permalink

      Sudah jelas masalah nya apa, lagian sudah dari lama juga. Bener2 ga efektif dah kalian ini, banyak basa basi tanpa solusi pasti. Payah lah.

    • 26 Mei 2023 - (08:31 WIB)
      Permalink

      bpk bisa cek laporan saya dari tgl 3 juli 2019, 4juli2019 itu semua ada laporannya. dan seringkali debt collector info mereka hilang data ketika menagih dan mengharuskan saya membayar. dari awal saya buat laporan saya infokan, bukan saya penggunanya.. lagian juga sudah jelas FRAUD ada 2 transaksi. kenapa cuma 1 yang dikreditkan. dan yang 1 ditinggalkan untuk berbunga bunga. tolong dibantu proses penahanan saldonya. jujur tidak etis dan membuat saya sebagai nasabah juga tidak save keep money disana. secara bank mandiri ini bank pemerintah lho, dan pasti punya akses untuk cek lebih dalam. jangan asal menyanggah surat sanggahan. terlebih saya sudah mengajukan 3x dan ditambah yang terakhir 1x lagi.
      trims

  • 24 Mei 2023 - (23:17 WIB)
    Permalink

    Lagi2 blokir, menahan dan mendebet rekening nasabah secara sepihak. Nanti ada lg yg komen, bank berhak bla bla bla sambil ngutip pasal walaupun bersalahan.

    Saran utk ts, jika yakin benar dan ckp bukti. Ajukan saja GS ke pengadilan . Prosesnya ckp simple dan cepat. Cuma 25 hari aja selesai. Sekalian gugat itu bank 499jt, syukur2 dikabulkan oleh Majelis. Biar ga kebiasaan suka2 blokir rekening nasabah secara sepihak.

    15
    3
    • 25 Mei 2023 - (11:09 WIB)
      Permalink

      beda kasus tong. yg kemarin itu kan memang transaksi dia lakukan & sengaja ngehindar ga mau bayar selama 10 tahun. kalo yg ini, kasus pembobolan, bank lain aja bisa mengakui kalo itu fraud dan dikembalikan semuanya, hanya bank mandiri saja yg belum & malah menahan saldo tabungannya.

      • 25 Mei 2023 - (13:48 WIB)
        Permalink

        Malas debat kusir pake asumsi pribadi. Btw stc blm mengakui fraud dan masi menagih. Mangkenye baca lg sana.

        • 26 Mei 2023 - (11:47 WIB)
          Permalink

          Benar sampai hari ini bank standchart juga digantung tanpa kejelasan.
          Debt collector yg mengurus stanchart dan mandiri adalah badan yang sama. Karena mereka memiliki no hp yang sama ketika menghubungi. Mesti2 hati2 juga keep money di standchart.. jgn2 sama kelakuannya

    • 26 Mei 2023 - (08:32 WIB)
      Permalink

      sekarang main block rekening pribadi. coba lihat diaplikasi livin mandiri. dibawah saldo ada tulisan saldo tertahan. disanalah saldo saya ditahan seperti keterangan diatas.

    • 25 Mei 2023 - (11:06 WIB)
      Permalink

      Emang TS suruh bayar loe? Suka suka kita dong. Gue mo makan enak juga ngga minta loe bayarin. Yang penting gue ngga ada kredit macet.
      Kartu kredit hanya untuk kondisi darurat disaat kita tidak punya cash, ada yang talangin dulu bayar kemudian, nunggu bill statement. Ya untuk itulah ada kartu kredit, dengan kearifan pribadi bisa juga buat modal usaha.
      Situ udah punya blom? Atau baru punya akun media konsumen?

      1
      1
    • 26 Mei 2023 - (08:33 WIB)
      Permalink

      KK sy cuma punya 4pc. karena 2 bermasalah saya cuma pakai BCA dan CTB aja. ovo dll dinonaktifkan. gopay masih dipake buat pesan makanan

  • 25 Mei 2023 - (23:20 WIB)
    Permalink

    Kok bisa seluruh akun kena fraud ya? Ovo + gopay + cc bca & cc mandiri diborong semua. Agak aneh sih, ini berati device TS + CC dan credential lainnya ditangan fraudster. Ini ngga semua full diceritain sih, knapa bisa sampe kena emoney + cc borongan gini pasti ada kelalaian sampai fraudster bisa akses semuanya

    • 26 Mei 2023 - (00:39 WIB)
      Permalink

      @John
      Biasanya user suka naro informasi CC ini di notepad hp nya. Bisa jadi hacker nggasak dari situ.

    • 26 Mei 2023 - (08:24 WIB)
      Permalink

      masih sisa 1 kartu kredit yang tidak kebobol dan akun dana juga ga kena

    • 26 Mei 2023 - (08:25 WIB)
      Permalink

      sepertinya data bank saya bocor di data kartu kredit. data bank pribadi masih aman

  • 27 Mei 2023 - (11:48 WIB)
    Permalink

    Terima Kasih Mandiri care, terima kasih Media Konsumen, Terima Kasih teman-teman yang bersedia memberikan solusi dalam masalah yang saya hadapi. per 26 mei 2023, saldo pribadi mandiri saya sudah cair dan dapat dipergunakan. Terima Kasih semuanya.
    salam hangat,

    tjhin lidya megawati

 Apa Komentar Anda mengenai Sanggahan transaksi kartu kredit Mandiri?

Ada 24 komentar sampai saat ini..

Pembobolan Kartu Kredit Bank Mandiri dan Penahanan Saldo Rekening Prib…

oleh Lidya Megawati dibaca dalam: 2 menit
24