Tokopedia Memoderasi Toko Secara Permanen Setelah Saya Menulis Surat Pembaca di Sini

Sebelumnya saya ucapkan terima kasih kepada Media Konsumen dan para pembaca yang baik hati.

Saya mulai menjadi anggota seller Tokopedia pada tahun 2019 dengan status keanggotaan terakhir Power Merchant 2 Gold dan sudah memiliki rating sebanyak 7.451 dengan nilai rating 4,8 serta 1.019 followers. Ternyata akun dimoderasi (banned) permanen pada tanggal 27 Februari 2025 sore setelah order masuk dan terkirim semua.

Saya menduga penyebabnya dikarenakan sebelumnya muatan saya di Media Konsumen berikut:

Mengapa saya menduganya? Karena tidak sampai satu minggu, akun dimoderasi permanen dan tidak dapat diaktifkan kembali dengan alasan berbeda-beda setiap kali saya bertanya. Pertama, alasan melanggar aturan poin B no. 8. Saat saya tanyakan lagi, berubah ke poin I no. 11-12. Lalu terakhir kali saya tanyakan, alasannya adalah kekayaan intelektual.

Kesimpulan saya, dugaan ini disebabkan oleh keluhan saya yang sebelumnya saya sampaikan melalui Media Konsumen. Tokopedia tidak memberikan kesempatan toko terlebih dahulu dengan moderasi sementara seperti seller lain, karena yang saya lihat keluhan seller lain yang dimoderasi ada tahapannya.

Berikut saya lampirkan screenshot percakapan saya serta statistik toko saya.

Saya berjualan di bidang sparepart otomotif. Apakah saya salah jika foto saya buat sebagus mungkin dan memberikan deskripsi sedetail mungkin sehingga menyebabkan pelanggaran konten?

Selamat menjalankan ibadah puasa. Semoga Ramadan ini membawa keberkahan bagi kita semua!

Indra
Bekasi, Jawa Barat

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.

Surat pembaca ini belum mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha terkait. Jika Anda adalah pelaku usaha yang terkait dengan pertanyaan/permohonan/keluhan di atas, silakan berikan tanggapan resmi melalui tautan di bawah ini:

Kirimkan Tanggapan

56 komentar untuk “Tokopedia Memoderasi Toko Secara Permanen Setelah Saya Menulis Surat Pembaca di Sini

  • 28 Februari 2025 - (22:49 WIB)
    Permalink

    Kalau menurut saya sih itu pihak Tokped ada oknumnya yang suka eksekusi dengan semangat kebencian. Alasan dimoderasinya tidak mereka sebutkan mana-mana saja item yang dinilai mereka melanggar hak cipta. Jadi kerja seenaknya tanpa mikir panjang.

    3
    1
      • 1 Maret 2025 - (05:44 WIB)
        Permalink

        sama kak toko saya jg di moderasi permanen oleh tokopedka pada tgl 25 pebuari 2025 tanpa ada alasan yg jelas, katanya tokopedia saya melanggar poin B. No 8
        padahal saya rasa saya ga pernah melakukan kesalahan

      • 1 Maret 2025 - (14:41 WIB)
        Permalink

        Th 2024 kemarin saya jualan produk di matahari kena banned produknya gara2 dianggap produk palsu. Padahal saya sudah lama jualan produk tersebut di tokopedia. Lalu saya pun banding meski akhirnya kalah. Padahal saya beli asli di matahari dept store berikut barang dan bukti nota pembelian. Kuat dugaan matahari menerapkan sistem monopoli yg mn seller tidak boleh jualan tanpa ijin meskipun produk tersebut asli adanya

        • 14 Maret 2025 - (19:26 WIB)
          Permalink

          Saya juga hari ini mengalami hal yg sama, toko di moderasi sepihak, udah tanya ke Tokopedia care tidak ada solusi, apakah teman teman ada solusi?

    • 1 Maret 2025 - (10:07 WIB)
      Permalink

      Sekarang aplikasi TOKOPEDIA makin kesini makin bobrok,apa lagi di tambah kurir” rekomendasi yg suka seenak jidatnya update paket retur tanpa alasan yg jelas

      • 1 Maret 2025 - (19:23 WIB)
        Permalink

        Alhamdulillah kak pas saya buka pada sabtu malam setelah buka puasa saya sempat bingung koq ada orderan masuk ternyata akun saya sudah tidak dimoderasi.. Trimakasih Media konsumen yang sudah menyuarakan keluh kesah saya dan para pembaca serta Tokopedia yang perduli dengan masalah saya.

    • 7 Maret 2025 - (08:56 WIB)
      Permalink

      Shopee, tokopedia, dan lazada itu trio kwek kwek.. Tim penindakan mereka isinya oknum semua. Bnyak toko yg laris mreka banned produknya atau tokonya skalian kalo perlu tapi pada saat bersamaan tiba tiba muncul toko baru yg jual produk sejenis lalu dalam waktu singkat, misalnya di Shopee sudh di kasih status star padahal baru buka 2 minggu, dan dalam hitungan bulan sudah dapat status star+ dimana hal itu di luar kewajaran. Diduga keras toko toko baru buka yg dikasih status star dan star+ itu milik orang dalam Shopee sendiri dalam hal bagian tim penindakan. Dan jangan coba2 untuk mempertanyakan krn toko kita lgsung dibanned setelah brani bertanya

    • 14 Maret 2025 - (19:32 WIB)
      Permalink

      DAN kejadiannya sama dengan Bpk/ibu Purnama, setelah beres komplain soal kiriman, setelah itu langsung di moderasi

  • 1 Maret 2025 - (02:02 WIB)
    Permalink

    Makin banyak korban kekejaman Tokopedia, mereka menempatkan Psikopat untuk membantai para penjual (Tokopedia Seller), mungkin mereka lebih suka melihat banyak pengangguran dari pada menciptakan lapangan pekerjaan. Semoga ada balasan setimpal buat psikopat tersebut.

    2
    1
    • 1 Maret 2025 - (12:02 WIB)
      Permalink

      Karena gabung dengan TikTok shop jadi semena mena, Dari awal TikTok shop lebih kejam kepada penjual, modus meningkatkan UMKM yang terjadi merugikan umkm Dan menindas umkm, walaupun penjual sudah benar tetap TikTok shop Tokopedia tidak pernah Salah yang di rugikan penjual, harus di up ini case nya

      • 1 Maret 2025 - (19:25 WIB)
        Permalink

        Alhamdulillah kak pas saya buka pada sabtu malam setelah buka puasa saya sempat bingung koq ada orderan masuk ternyata akun saya sudah tidak dimoderasi.. Trimakasih Media konsumen yang sudah menyuarakan keluh kesah saya dan para pembaca serta Tokopedia yang perduli dengan masalah saya.

    • 1 Maret 2025 - (12:43 WIB)
      Permalink

      Ya begitulah jualan di marketplace skrg, seller ditekan terus, sudah fee adm tinggi, margin kita tipis, eh kena beginian dana dibekukan double rugi nya …

      • 1 Maret 2025 - (19:25 WIB)
        Permalink

        amdulillah kak pas saya buka pada sabtu malam setelah buka puasa saya sempat bingung koq ada orderan masuk ternyata akun saya sudah tidak dimoderasi.. Trimakasih Media konsumen yang sudah menyuarakan keluh kesah saya dan para pembaca serta Tokopedia yang perduli dengan masalah sayasay

  • 1 Maret 2025 - (04:34 WIB)
    Permalink

    Sayangnya di Negeri Konoha ini class action tidak sepopuler di luar negeri sana. Kalau tidak, sudah lama ini e-commerce di-class action

    2
    1
    • 1 Maret 2025 - (19:25 WIB)
      Permalink

      amdulillah kak pas saya buka pada sabtu malam setelah buka puasa saya sempat bingung koq ada orderan masuk ternyata akun saya sudah tidak dimoderasi.. Trimakasih Media konsumen yang sudah menyuarakan keluh kesah saya dan para pembaca serta Tokopedia yang perduli dengan masalah sayasay

  • 1 Maret 2025 - (05:46 WIB)
    Permalink

    Si ijo sok keras, nti juga kaya Jd.id dan buka lapak Tutup, semakin arogansi perusahaan semakin cepat hilangnya minat pembeli.

    3
    1
    • 1 Maret 2025 - (07:22 WIB)
      Permalink

      Emang mkn seenak jidat Tokped,sdh potongan naik terus tiap bulan,pasal pelanggaran mkn dicari2 dah melebihi isilop aja,stop pasang iklan di Tokped!!! kita cuma dijadiin Romusha/sapi perah, jualan di Carousell saja…merdeka!!!

    • 1 Maret 2025 - (12:04 WIB)
      Permalink

      Setuju, saya Dari pelanggan rutin TikTokshop Dan tokopedia saja sudah berhenti belanja disana pindah ke tempat lain

    • 1 Maret 2025 - (19:26 WIB)
      Permalink

      Alhamdulillah kak pas saya buka pada sabtu malam setelah buka puasa saya sempat bingung koq ada orderan masuk ternyata akun saya sudah tidak dimoderasi.. Trimakasih Media konsumen yang sudah menyuarakan keluh kesah saya dan para pembaca serta Tokopedia yang perduli dengan masalah saya.

  • 1 Maret 2025 - (07:06 WIB)
    Permalink

    Bantu Up kak,
    Saya pelanggan lama toko ijo,
    tapi sejak beberapa bulan trakhir udah mulai pindah ke toko oren. Mungkin sebagian besar alasan saya sama dgn semua konsumen.

    3
    1
    • 1 Maret 2025 - (07:46 WIB)
      Permalink

      Sama bang….bahkan saya curiga klo angka view pengunjung itu fake karna nyaris ga ada chat masuk apalagi orderan disana…untungnya saya sudah mempersiapkan toko oren jauh sebelum si ijo dibeli tiktod..

      • 1 Maret 2025 - (14:12 WIB)
        Permalink

        Semenjak di akuisisi oleh TikTok shop Tokopedia semakin kejam, bukan nya cari solusi yang adil win win solusion tapi semena-mena seperti di TikTok, yang buruk kok di ikuti

    • 1 Maret 2025 - (08:34 WIB)
      Permalink

      Mau ijo, mau Oren sama aja .. makin besar mana terlalu perduli dari jutaan transaksi sehari yg komplain gak ampe 1-10% gak ngaruh

    • 7 Maret 2025 - (09:02 WIB)
      Permalink

      Toko oren juga bnyak oknumnya bang, justru lebih ganas dan brutal dibanding si ijo. Oknum tim penindakannya bnyak buka toko sendiri lalu sengaja mematikan toko asli yg laris. Kmarin dulu sempat viral ada pembuat garam ruqyah palsu bernama Ganang Erwan Pambudi berKTP desa getas pejaten, kecamatan jati, kabupaten kudus (tapi SIM Boyolali) berhasil dijebak dan dibongkar perbuatannya, mengaku dia dibeking orang dalam Shopee sendiri jadi bebas produksi dan jual garam ruqyah palsu dgn modus bikin stiker merk yg dibuat semirip mungkin dgn produk resmi punya orang lain.

  • 1 Maret 2025 - (08:03 WIB)
    Permalink

    Saat dimoderasi apakah Saldo yang menjadi hak bapak sudah terambil. Semua pak?! Kalau belum bapak berhak memperjuangkan itu…

    Complain nya lama banget Tokped, pernah jadi seller Disini, kirim rokok S.Mild 1 sloff waktu itu hilang, complain + pergantiannya sampai 1 bulan lebih, alasannya investigasi Kurir terus.. kalo gak dibacotin gak keluar keluar kali hak saya itu.. 🙏🙏

    Selamat menjalankan ibadah puasa semuanya 🙏

    • 1 Maret 2025 - (16:06 WIB)
      Permalink

      lebih baik jualan di MP lain aja Kak, aku bukan penjual sih cm sbg buyer udah kapok belanja di Tokped sering banget estimasi barang yang sampai lewat sampe 3 hari, pernah sampe seminggu udah komplain malah ga ditanggepin sama sekali.

        • 7 Maret 2025 - (09:03 WIB)
          Permalink

          Toko oren juga bnyak oknumnya bang, justru lebih ganas dan brutal dibanding si ijo. Oknum tim penindakannya bnyak buka toko sendiri lalu sengaja mematikan toko asli yg laris. Kmarin dulu sempat viral ada pembuat garam ruqyah palsu bernama Ganang Erwan Pambudi berKTP desa getas pejaten, kecamatan jati, kabupaten kudus (tapi SIM Boyolali) berhasil dijebak dan dibongkar perbuatannya, mengaku dia dibeking orang dalam Shopee sendiri jadi bebas produksi dan jual garam ruqyah palsu dgn modus bikin stiker merk yg dibuat semirip mungkin dgn produk resmi punya orang lain.

    • 1 Maret 2025 - (19:29 WIB)
      Permalink

      Alhamdulillah kak pas saya buka pada sabtu malam setelah buka puasa saya sempat bingung koq ada orderan masuk ternyata akun saya sudah tidak dimoderasi.. Trimakasih Media konsumen yang sudah menyuarakan keluh kesah saya dan para pembaca serta Tokopedia yang perduli dengan masalah saya.

  • 1 Maret 2025 - (08:26 WIB)
    Permalink

    Mungkin maaf om, Saya Mao Tanya om.. jual sparepart pasti ada yang merek ori Dan kws ?
    Dulu saya pernah gitu tapi ga pernah sampai moderasi. Jadi kalo Kita jual produk kws ada cantum nama brand baik di foto, judul Dan deskripsi biasa bakal kena pelanggaran. Misalnya judulnya jual kampas rem motor yamah* kw super atau apalah gitu Dan di fotonya adalah produk brand kws, pasti kalo lagi apes kena sidak maka langsung produk di hapus atau ada pihak pemilik brand pasti melapor ke tokopedia karena penggunaan nama brand mereka.

    Jika judul, foto Dan deskripsinya pure tidak ada cantum merek brand orang lain sih seharusnya Aman tidak ada masalah. Kalo masih tetap moderasi berarti emang ada oknum tokped main moderasi asal asal tanpa cek lebih detail.

    Emang si toped ga jelaskan produk mana yang melanggar kekayaan intelektual.seharusnya dia tunjukin yang mana..

    Begitu sharing pengalaman saya pernah alami. Semoga kasus kak segera selesai Dan toko bisa buka kembali

    • 1 Maret 2025 - (19:30 WIB)
      Permalink

      Alhamdulillah kak pas saya buka pada sabtu malam setelah buka puasa saya sempat bingung koq ada orderan masuk ternyata akun saya sudah tidak dimoderasi.. Trimakasih Media konsumen yang sudah menyuarakan keluh kesah saya dan para pembaca serta Tokopedia yang perduli dengan masalah saya.

  • 1 Maret 2025 - (08:37 WIB)
    Permalink

    Memang sebagai seller kita tdk punya power,krn jualan di platform mereka, jadi ya sebaiknya ikutin aja maunya mereka,platform2 mereka,kt cuman numpang,meskipun mereka jg butuh seller..tp ada jutaan seller yg berlomba2 untjk menjadi top seller..jd ya tau posisi aja seh

    1
    1
  • 1 Maret 2025 - (08:38 WIB)
    Permalink

    Wahh sorry Saya kelewat baca screen shoot punya om.. kayaknya Saya asumsi curiga kena moderasi karena om tulis keluhan di media konsumen sebelumnya mengenai filter udara..seolah olah pihak toped atau kurir di rugikan karena om keluh ke media konsumen atau pihak kurir yang lapor ke oknum toped. Tapi ini mahh anehh, masa seller keluh di media konsumen kok langsung moderasi. Seharusnya sih bukan pelanggaran tapi kenapa seranngnya ke judul foto Dan deskripsinya yang kena pelanggaran hingga sampai moderasi. Anehh juga si toped.

    • 1 Maret 2025 - (19:31 WIB)
      Permalink

      Alhamdulillah kak pas saya buka pada sabtu malam setelah buka puasa saya sempat bingung koq ada orderan masuk ternyata akun saya sudah tidak dimoderasi.. Trimakasih Media konsumen yang sudah menyuarakan keluh kesah saya dan para pembaca serta Tokopedia yang perduli dengan masalah saya.

  • 1 Maret 2025 - (09:27 WIB)
    Permalink

    Sudah biasa si kaya gini, terlalu arogan dan barbar, mungkin untuk dimonopoli atau semacamnya, jdi tokopedia milik beberapa seller besar saja, sementara untuk biaya layanan semua nanggung, paham sendiri lah adat dinegara ini,

    • 1 Maret 2025 - (19:31 WIB)
      Permalink

      Alhamdulillah kak pas saya buka pada sabtu malam setelah buka puasa saya sempat bingung koq ada orderan masuk ternyata akun saya sudah tidak dimoderasi.. Trimakasih Media konsumen yang sudah menyuarakan keluh kesah saya dan para pembaca serta Tokopedia yang perduli dengan masalah saya.

  • 1 Maret 2025 - (11:45 WIB)
    Permalink

    Sy jualan jg di tokped, peringkat sy Gold 1, akun 2020. Harusnya sih bisa peringatan dulu, kenapa langsung di tutup permanen..sy aja udah 2x kena peringatan dikira jualan barang palsu niru merk terkenal, padahal sy ambil dr suplier nya sendiri via aplikasi order resmi perusahaannya, kan gila. Yg report akun officjal perusahaannya sendiri pula lg, akun ternaknya. Produk udh kejual ribuan di hapus, padahal rating bagus. Tokped skrg, sejak 2 th lalu benar2 mundur semundur nya e commerce ketika masuk join tu apk ojol. Sampe skrg sy udah ga peduli mau ada yg beli apa egk, ada yg mau beli nominal di atas 300 rb aja sy giring ke toko langsung buat trx. Tokped cm ngutamakan akun2 official, padahal kebanyakan akun2 label ungu itulah importir2 busuk yg banyak merugikan umkm. Tokped sejatinya sudah tdk berpihak pd umkm bangsa sendiri.

    • 1 Maret 2025 - (19:32 WIB)
      Permalink

      Alhamdulillah kak pas saya buka pada sabtu malam setelah buka puasa saya sempat bingung koq ada orderan masuk ternyata akun saya sudah tidak dimoderasi.. Trimakasih Media konsumen yang sudah menyuarakan keluh kesah saya dan para pembaca serta Tokopedia yang perduli dengan masalah saya.

  • 1 Maret 2025 - (12:38 WIB)
    Permalink

    2x toko gw di banned permanen .dah gw tinggalin tokoed dr thn 2022..tokped x tiktok ( combo maut buat seller ) marketplace paling rajin kasih pelanggran dan banned toko..ga kaya oren,dah 6 tahun gw aman2 aja jualan dsna..alhamdulillah…tiktok / tokped / lazada sami mawon..

  • 1 Maret 2025 - (16:00 WIB)
    Permalink

    toped harus menjamin kenyamanan pembeli..
    pembeli harus terpuaskan bahwa barang yg dibeli adalah benar sesuai display..
    tanpa pembeli toped bisa bernasib seperti BL.
    TOPED harus bisa menyingkirkan seller nakal….karena toped bukan tempat sarana tipu²..
    saya sering berhadapan dgn seller nakal dengan ratusan trik…menjual barang yg tidak sesuai..
    untungnya saya sdh pengalaman dan tidak terpancing dgn gaya berlagak baik tetapi curang dari kaum seller nakal..

    saya akui lebih banyak seller “jujur” di toped dibanding di ecommerce yg lain..

    saya supplier dan sangat diringankan dgn adanya e’commerce

  • 1 Maret 2025 - (19:42 WIB)
    Permalink

    Alhamdulillah ya semua.. Baik Media konsumen, pembaca dan Tokopedia yang mendengarkan keluhan saya.. Ternyata saya sudah bisa berjualan kembali di Tokopedia… Saya tutup masalah ini… Selamat menjalankan ibadah Puasa… Sehat selalu dilimpahkan rejekinya… Wassalammm

    • 1 Maret 2025 - (23:17 WIB)
      Permalink

      Dikontak ama CS TokopediaCare, atau tiba2 betul sendiri aja? Anda bagiin link Surat Pembaca ini ke Tokopedia juga ngak?

      • 2 Maret 2025 - (04:30 WIB)
        Permalink

        Tiba tiba terbuka ada orderan masuk… Mungkin dia baca…. Unik juga sihh.. Hehe..

  • 1 Maret 2025 - (20:19 WIB)
    Permalink

    Sejak gabung tikotok TP jd culas begitu. Dulu jg shopee spt itu. Mgkn bgtu cara kerja perusahaan tiongkok kali.

  • 20 Maret 2025 - (14:43 WIB)
    Permalink

    Mau ga, semua yg merasa ditipu oleh tokopedia secara langsung atau tidak langsung, baik sebagai penjual maupun pembeli, menviralkan supaya mendapatkan keadilan? No viral, no justice. Yang luar kota jakarta, tidak perlu datang secara fisik, tapi yang dalam kota jakarta, kita susun rencana untuk memperjuangkan keadilan. Marketplace bodong, yang korban penipuannya uda di skala ribuan, harus diberi pelajaran. sebagai info, sy juga pembeli, beli 2 exhaust fan di tokopedia, dikasih nya kipas angin biasa, tidak bisa diretur dan pembayaran Rp951.004 saya diteruskan ke penjual.

    • 25 Maret 2025 - (13:33 WIB)
      Permalink

      Yaampunnn banyak banget kerugiannya.. Turut prihatin kak semoga masalah kk bisa cepat teratasi…

  • 25 Maret 2025 - (13:40 WIB)
    Permalink

    buat semua teman-teman yang merasa menjadi korban tokopedia dan ada kerugian finansial yang teman-teman tanggung, boleh kumpulkan barang bukti, ada pengacara yang mau bantu kita secara probono demi menegakkan keadilan, nantinya pengacara ini mau buka posko. Maaf saya ga sempat tag nama satu persatu, silakan kirim whatsapp aja ke saya di 081380799320. Yang nominalnya ratusan ribu, jutaan, puluhan juta, kita bersatu supaya korban tokopedia ga semakin banyak. Terima kasih

 Apa Komentar Anda?

Ada 56 komentar sampai saat ini..

Tokopedia Memoderasi Toko Secara Permanen Setelah Saya Menulis Surat P…

oleh Purnama dibaca dalam: 1 menit
56