Keluhan Surat Pembaca Lamanya Pengembalian Dana dari Firstmedia 1 Agustus 2025 Elia Djari 2 Komentar Call Center, Customer complaint handling, Customer Service, double payment, First Media, Firstmedia, Internet Service Provider, pembayaran ganda, Penutupan Akun, Tagihan Ikuti di Google Berita Sumber Pilihan di Google Saya mantan pelanggan Firstmedia No. 63955401 a.n. Elia M.D. Karena sinyal Wi-Fi dari Firstmedia (FM) sering tidak stabil atau mati, maka saya memutuskan untuk beralih ke provider lain. Untuk itu saya melakukan pengecekan tagihan terakhir yang harus saya bayar ke Firstmedia (FM). Ternyata di tanggal 4 Juni 2025 ketika saya cek ke Bank CIMB Niaga, tagihan saya belum terdebit otomatis oleh FM. Karena saya mau membatalkan layanan, maka tanggal 5 Juni 2025 saya melakukan inisiatif untuk melakukan pembayaran tagihan FM secara manual melalui aplikasi Octo CIMB. Di hari yang sama saya juga meminta Bank CIMB untuk melakukan blokir pendebitan otomatis dari FM ke kartu kredit CIMB saya. Ternyata proses blokir butuh waktu 14 hari. Akibatnya, di tanggal 8 Juni 2025 saya terdebit otomatis lagi oleh pihak FM sejumlah Rp532.800. Setelah komunikasi dengan pihak CS FM di tanggal 14 Juni 2025 bernama Mbak Sa***, akan diproses refund cukup dengan kirim bukti pemotongan yang ada di aplikasi Octo CIMB. Di hari yang sama, sesuai arahan Mbak Sa***, saya sudah kirimkan bukti pemotongan via email ke customer.service@linknet.co.id. Sekaligus di tanggal yang sama saya melakukan penghentian layanan Firstmedia. Sampai tanggal 2 Juli 2025, ternyata belum ada refund yang dilakukan pihak FM. Setelah menghubungi FM kembali di tanggal 2 Juli 2025 dan berbicara dengan CS bernama Ju***, barulah diinformasikan karena saya sudah bukan pelanggan Firstmedia lagi, maka diminta untuk mengirimkan beberapa dokumen yaitu surat pernyataan nomor rekening, bukti pendebetan, foto KTP, dan foto buku tabungan untuk pengembalian dana (refund). Pada tanggal yang sama saya langsung mengirimkan dokumen-dokumen yang diminta ke email yang sama, yaitu customer.service@linknet.co.id. Bukti email dan dokumen-dokumen yang diminta saya lampirkan di bawah. Sampai surat ini ditulis, pengembalian dana belum juga dilakukan oleh FM. Setelah hari ini menghubungi lagi FM di tanggal 30 Juli 2025 dan berbicara dengan customer service bernama Re***, diberitahukan bahwa sedang proses dan akan dihubungi oleh pihak FM. Pertanyaannya, kenapa prosesnya sangat lama? Kenapa menghubungi saya juga harus saya telepon CS FM dulu, baru dilakukan? Sedangkan nomor HP saya yang terdaftar di FM tidak berubah dan sudah dipastikan pada saat dua kali saya telepon CS FM di tanggal 14 Juni dan 2 Juli 2025. Tidak heran kalau layanan Firstmedia (yang sekarang di bawah bendera XL Axiata) sangat lambat, sama lambatnya dengan sinyal Wi-Fi Firstmedia yang sering tidak stabil, tiba-tiba freeze, bahkan mati total!! Agar menjadi perhatian dari pelanggan FM yang lain dan calon pelanggan yang didekati FM untuk berlangganan dengan iming-iming harga murah, sinyal bagus, dan sebagainya. Sebaiknya berhati-hati jika pada akhirnya hanya kekecewaan yang akan didapatkan seperti saya alami. Sekali lagi, berhati-hati… Salam, Mantan pelanggan FM No. 63955401 Elia MD Tangerang Selatan Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Tunburg2 Agustus 2025 - (00:49 WIB)Permalink di mana2 uang kalau udah masuk susah keluar Login untuk Membalas
Yafie5 Agustus 2025 - (22:27 WIB)Permalink Bahkan Yang Lebih Menjijikkannya Lagi, Adalah FM Itu Menerapin FUP Seperti Telkom Dan Itu Aibnya First Media Atau Last Media (Nama Yang Pantas Untuk FM Ini, Yang Ditutup-Tutupi Dengan Iming-Iming Unlimited. Lebih Lelet Lebih Terbelenggu, Jadi Tidak Terkoneksi, Bahkan Jadi Lebih Tidak Terkoneksi. Intinya FM (Fucks Media) Harus Dihindari, Diboikot & Dijauhi. Biar Cepat-Cepat Bangkrut Saja. Apalagi Sejak Dibawah XL Axiata, Peribahasa Yang Pas, Adalah “Mundur Terus Pantang Maju” Untuk FM Karena Semakin Kesini, Semakin Mengerikan, Kemunduran Seakan-Akan Prioritas Utama Mereka. Kalau Gini Terus, Indonesia Sudah Pasti Bakalan Menjadi Negara Terbelakang. Lebih Dari Negara Berkembang. Login untuk Membalas