Headline Keluhan Surat Pembaca Arogansi Admin Customer Service Tokopedia & TikTok Shop 2 Agustus 2025 Yuliana Husin 30 Komentar Call Center, Customer complaint handling, Customer Service, e-Commerce, Jual beli online, Jualan Online, Marketplace, Shop Tokopedia, ShopTokopedia, SOP, Standard Operating Procedures, TikTok Business Center, TikTok Seller, TikTok Shop, TikTok Shop by Tokopedia, Tokopedia Ikuti di Google Berita Sumber Pilihan di Google Saya penjual dengan nama toko Lintas Bintang di Tokopedia sejak 2015, jadi kurang lebih sudah berjualan di platform ini sekitar 10 tahun. Rating toko saya juga baik yaitu 4,9 hingga saat ini. Hampir tidak ada masalah yang berarti selama berdagang di Tokopedia, walaupun kadang selama 10 tahun itu pernah sesekali ketemu masalah tetapi semua bisa diselesaikan dengan baik. Namun sejak Tokopedia diakuisisi oleh TikTok, sebagai penjual boleh dibilang dipaksa secara halus untuk mengintegrasikan toko ke seller center baru sehingga terpaksa juga pada bulan Juni 2025 saya mengintegrasikan toko saya dengan proses yang tidak sederhana. Saya sebagai orang awam pahamnya hanya berdagang di platform itu dan tidak tahu mengenai internal management mereka sekarang bagaimana, dan juga dari dulu sebelum Tokopedia diakuisisi TikTok saya memang tidak pernah tertarik untuk berdagang di TikTok. Tapi apa boleh buat, ya nurut saja integrasi ke seller center baru itu. Awalnya berdagang normal saja seperti biasa, namun pada tanggal 22 Juli 2025 pukul 11.26 toko saya tiba-tiba mendapatkan peringatan violation yang isinya toko saya dicurigai ada ‘a significant change in performance’ yang bisa berdampak membahayakan TikTok dan user lain. Saya curiga peringatan ini muncul karena persis sebelumnya di hari yang sama dan jamnya pun berdekatan yaitu tanggal 22 Juli 2025 pukul 10.24 saya mendapatkan order yang nilainya cukup besar dari seorang buyer dengan jumlah Rp2.626.200 setelah dipotong komisi platform. Bisa dilihat untuk waktunya memang berdekatan. Ini hanya dugaan saya saja karena saya merasa tidak melakukan pelanggaran apa pun, dengan buyer juga tidak ada masalah dan juga toko saya sama sekali tidak ada buyer yang mengajukan komplain. Kalau memang masalahnya seperti dugaan saya, aneh sekali marketplace ini, mitra seller-nya mendapat order yang banyak malah dikategorikan pelanggaran, tapi dia juga ambil komisinya. Karena sebab yang tidak jelas itu, saya tanya ke support team di hari yang sama pukul 12.14 dengan CS bernama Lut***. Berkali-kali saya tanya apa kesalahan saya, dia tidak bisa jawab, jawabannya intinya ada pelanggaran dan saya desak terus apa pelanggarannya, dia tetap tidak bisa jawab. Saya tekankan di mana-mana orang melakukan kesalahan/pelanggaran dan divonis itu harus jelas apa kesalahannya. Lalu CS ini membuatkan tiket laporan, itu pun saya harus menunggu lama untuk mendapat respons selanjutnya via chat aplikasi tanggal 25 Juli 2025. Di situ jawabannya tetap template kurang lebih sama dengan peringatan violation di awal. Saya diarahkan untuk banding, saya bingung banding apa? Kesalahannya apa? Saya tetap mempertanyakan hal ini. Saya tidak tahu CS ini namanya siapa karena tidak memperkenalkan diri. Dia minta no WA saya untuk diinfokan kepadanya untuk menjelaskan masalah ini. Tanggal 28 Juli 2025 pukul 10.54 saya dihubungi oleh pihak yang mengaku AM TikTok Seller Center, via chat WA (lagi-lagi tidak memperkenalkan diri namanya siapa) untuk info mau menghubungi saya sekarang. Lalu pukul 10.55 saya dihubungi via WA call oleh admin CS ini (seorang pria dan tidak memperkenalkan namanya). Dari awal bicara saya sudah merasakan suara yang tidak ramah, dan benar saja bicaranya sangat intimidatif, saya merasa seperti seorang pesakitan/pelanggar. Orang ini minta saya buka aplikasi seller center, lalu lihat menu Store Rating. Dia minta saya screenshot untuk dikirim via chat WA ke dia. Selama proses saya mau screenshot, orang ini menekan saya untuk cepat. Saya bilang ditunggu, Pak, aplikasinya pakai HP lain, bukan HP yang dipakai telepon ini, jadi saya harus screenshot di HP lain itu baru di-forward ke HP yang sedang dipakai telepon lalu dikirim ke WA dia. Saya mulai merasa terintimidasi pada tahap ini. Setelah dia terima screenshot Store Rating saya, dengan nada dia meninggi ngomelin saya: “Kenapa store rating-nya diklik? Kan udah dibilangin jangan diklik!” Saya kaget, ini orang galak sekali. Saya masih sabar saja, saya bilang, “Oke, berarti maunya halaman home-nya saja?” Di sini saya harus mengulang proses awal tadi di HP lain, orang ini langsung mendesak saya lagi seperti di awal tadi. Di sini saya kesal, saya bilang, “Bentar, bentar Pak, ini saya juga sambil kerja.” Orang ini langsung naik pitam teriak, “Kalau sambil kerja jangan telepon! Ngomongnya enggak usah begitu!” Seketika orang itu langsung menutup sambungan teleponnya. Sambungan telepon ini hanya berlangsung 3 menit. Saya kaget, ini orang admin CS atau algojo? Dari awal tidak ada tatakrama memperkenalkan diri dulu, telepon orang dengan nada dan intonasi yang tidak simpatik sama sekali serta intimidatif. Dan laporan saya di aplikasi ditutup sepihak, tanpa saya mendapatkan jawaban apa pelanggaran yang dilakukan toko saya. Seumur hidup saya tidak pernah bertemu CS di bidang apa pun dan di mana pun baik itu online maupun offline sejahat ini. Saya selama 10 tahun lebih dagang online, ada beberapa kali pengalaman menghadapi masalah baik di Tokopedia ataupun marketplace lain, semua bisa diselesaikan dengan baik. CS yang menghubungi saya pun semua ada tatakrama dalam melakukan pembicaraan dan penyelesaian masalah apa pun kondisinya, intinya CSO selalu stabil secara mental maupun emosi. Sangat berbeda dengan “wajah Tokopedia yang baru” setelah diakuisisi TikTok. Saya sebagai orang awam tidak paham kenapa bisa seperti itu Tokopedia yang sekarang. Muncul pertanyaan, apakah mereka asal rekrut orang untuk jadi CS tanpa adanya training dan psikotes? Apakah perusahaan tidak punya pengetahuan kalau CSO itu adalah garda terdepan perusahaan di mana orang itu menjadi cerminan perusahaan itu sendiri bagi pihak eksternal? Atau jangan-jangan memang budaya perusahaannya seperti itu? Menyeramkan sekali. Penjual berjualan di marketplace ini bukan gratis, kami dikenakan biaya ini-itu yang sangat tinggi. Ini berarti marketplace juga mendapatkan keuntungan bukan? Malah margin keuntungan mereka jauh lebih besar daripada penjual yang punya barang pakai modal. Hebat sekali ya didikan CSO kalian memperlakukan seller seperti pesakitan. Terima kasih Media Konsumen sudah menayangkan surat saya ini. Yuliana Jakarta Utara Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Nurwahid2 Agustus 2025 - (22:51 WIB)Permalink Hati² bisa jadi itu CS yg di WA adalah penipu. Saya juga punya toko di Tiktok dan banyak yang chat toko saya mengaku sebagai CS. 5 Login untuk Membalas
metal_detector_dki2 Agustus 2025 - (23:12 WIB)Permalink Tikt0ksh0p lebih baik dibubarkan saja oleh pemerintah 46 2 Login untuk Membalas
Reyhan4 Agustus 2025 - (08:35 WIB)Permalink Betul seharusnya semua perusahaan BUMC kikir sipit dibubarkan atau di ambil alih pemerintah saja. Sipit selalu licik dan serakah 2 58 Login untuk Membalas
Yuliana HusinPenulis artikel3 Agustus 2025 - (12:52 WIB)Permalink Benar itu dari pihak marketplacenya, Pak. Karena saya lapor masalah pelanggaran yang tidak jelas itu melalu menu Help Centre di aplikasinya. Rentetan laporannya memang jelas. Lagipula begitu telepon kasar itu berakhir, laporan saya langsung ditutup sepihak oleh CS itu. 2 5 Login untuk Membalas
Rafael3 Agustus 2025 - (16:53 WIB)Permalink Saya aja potongan 15-18% just info, transaksi normal saya tiap bulan di tokopedia sebelum akuisisi ratusan juta perbulan. Sekarang belasan juta artinya turun 90% penjualan, bayangin aja kerugian tokopedia-tiktok kalau transaksi sy rata” 200 juta dgn adm 7,5% mereka dapat komisi 15 juta/bulan skrg adm jadi rata” 16% mereka dapat kalau 19juta paling 3 jutaan. Bodoh emang manajemen nya, mereka pengen keuntungan instan. Ini merugikan saya, pihak owner dan customer. Sekarang, customer sy aliran semua ke offline dan marketplace shopee 9 Login untuk Membalas
Bovik4 Agustus 2025 - (09:41 WIB)Permalink Saya pernah ngalamin seperti ini di chat Katanya akun sy melakukan pelanggaran saya diarahkan buka pengaturan ini itu tiba2 saldo rekening ku amblas ternyata diretas sm sipenelepon. Saya kira itu cs tiktoD nya ternyata penipu B*ngs*t. Akun dan rekening bank ku dibekukan gara2 dia. 12 Login untuk Membalas
Power Glue4 Agustus 2025 - (21:05 WIB)Permalink Saya juga sering ditelponin. Skarang baik itu ada yg telp dari tokopedia atau tiktok sekalipin itu dari mereka sendiri saya matiin langsung 😆. 10 Login untuk Membalas
T2 September 2025 - (20:03 WIB)Permalink Ka itu penipuan soalnya mereka ga bisa hub kita via wa, pake aplikasi lapor aja Login untuk Membalas
Bismaka3 Agustus 2025 - (12:34 WIB)Permalink Hati-hati itu CS beneran atau penipu itu kak 3 19 Login untuk Membalas
Yuliana HusinPenulis artikel3 Agustus 2025 - (12:53 WIB)Permalink Benar itu dari pihak marketplacenya. Karena saya lapor masalah pelanggaran yang tidak jelas itu melalu menu Help Centre di aplikasinya. Rentetan laporannya memang jelas. Lagipula begitu telepon kasar itu berakhir, laporan saya langsung ditutup sepihak oleh CS itu. 20 4 Login untuk Membalas
Merlina4 Agustus 2025 - (17:19 WIB)Permalink di shipcomet.com ada affiliates program dibayar dalam US $, bila teman kita, family , seseorang order membuat toko online , menu resto , pakai referral link kamu. Toko online nya pembeli bayar langsung ke penjual. shipcomet.com tidak pegang uang transaksi . Tidak ada biaya per transaksi, tidak ada komisi 13 Login untuk Membalas
Sulistyo Wijoyo3 Agustus 2025 - (13:59 WIB)Permalink Sedih bacanya .. semoga ada titik temu. 7 Login untuk Membalas
Fajar1414gg3 Agustus 2025 - (15:23 WIB)Permalink Shopee dan Tokopedia setelah dimerger dengan Tik tok Itu saml mawon.. sudahlah kita fokus aja dagang di Lazada. Bila Lazada meski tetap ada error dan jahatnya juga , tetapi tidak parah. Kalau shopee sudahlah tutup buku saja, dan kalau tiktok shop masih okelah kita kasih kesempatan beberapa lama lagi kalau masih nggak bener juga Kita pecat saja marketplace itu.. 23 2 Login untuk Membalas
Iwan3 Agustus 2025 - (17:33 WIB)Permalink Saya yakin 100% ini penipu kak, saya juga seller di Tokped dan setelah terintegrasi dengan tik tok memang sering dapat chat seperti itu mengatakan pelanggaran toko saya tapi saya abaikan. 2 20 Login untuk Membalas
Yuliana HusinPenulis artikel3 Agustus 2025 - (19:08 WIB)Permalink Saya memang ada beberapa kali dapat chat spt itu dan saya abaikan. Kali ini memang masuk di Violation Record di toko saya. Recordnya sampai sekarang pun ada. Dan yang minta nomor WA itu memang dari laporan saya di Help Centre. 15 1 Login untuk Membalas
Yulius3 Agustus 2025 - (18:08 WIB)Permalink Saran bang jangan mau kasih data apapun via wa gitu aja bang… Logikanya kalau mereka memang cs langsung mereka pasti pegang sistem dong cuman buat liat rating aja pasti bisa dari sistem mereka… Kalau abang kasih data2 via wa e comerce pasti bakalan lepas tangan Kalau ada kejadian di hubungin kayak gitu lagi abang minta di selesain lewat chat di aplikasi aja bukan di luar aplikasi kayak wa gitu bang… Masalah abang yakin itu dari pihak marketplacenya.. gini bang.. data perbankan data2 operator seluler aja bisa bocor bang… Saya pernah dapet telepon ngaku dari xl saya terima undian 1jt rupiah dari xl orang itu tau nama saya secara lengkap.. terus dia minta no otp yang masuk ke sms di hp saya… Saya bilang pak kalau itu hadiah buat saya tolong kasihin aja ke anak2 yatim atau panti asuhan pak… Langsung keluar bahasa binatang sama bahasa kasar ke saya… Jadi jangan percaya kalau ada wa kayak gitu kalau memang abang lapor via aplikasi minta di beresin di chat customer service di aplikasi juga 9 Login untuk Membalas
Yuliana HusinPenulis artikel3 Agustus 2025 - (19:09 WIB)Permalink Saya memang ada beberapa kali dapat chat penipu spt itu dan saya abaikan. Kali ini memang masuk di Violation Record di toko saya. Recordnya sampai sekarang pun ada. Dan yang minta nomor WA itu memang dari CS yang menangani laporan saya di Help Centre, bukan dari fitur Chat. 3 1 Login untuk Membalas
Yulius3 Agustus 2025 - (19:55 WIB)Permalink Iya bang jaga2 aja bang… Sorry nih yah bang kayak yang saya bilang kalau nanti akun tokped atau tiktok shop abang ke hack rekeningnya ke ganti karena data2 yang abang kasih via wa… Yah pihak marketplace bakalan angkat tangan karena itu salah di abangnya… Mau abang nanti nulis di MK lagi kalau abang ketipu cs marketplace karena abang kasih data2 via wa yang di duga pegawai marketplace yah abang cuman bakalan jadi bulan2an Warga MK sini Jadi yah saya cuman ngingetin aja bang biar akun toko abang aman jualan juga aman lagi… Soalnya normalnya dan seharusnya kalau perusahaan ngelakuin kontak telepon gak pake WA harusnya pake no telepon kantor… Mangkanya lebih hati2 aja bang 5 Login untuk Membalas
Yuliana HusinPenulis artikel3 Agustus 2025 - (20:06 WIB)Permalink Iya terima kasih, bang. Untuk data-data tidak ada yang diberikan juga. No wa pun saya pakai bukan yang terhubung dengan akun toko itu. 1 3 Login untuk Membalas
Power Glue4 Agustus 2025 - (21:30 WIB)Permalink Violation itu dapet poin pelanggaran brp kak? Hati2x kak sebaiknya mulai mempersuapkan perpindahan platform jualan saja. Jgn fokus di tokopedia saja karna tiktok shop hanya gunakan tokopedia utk akses masuknya tiktok shop nya. Mereka ga peduli terhadap member tokopedia nya. Member tiktok nya aja ga di anggep. .. 15 Login untuk Membalas
Tjahya3 Agustus 2025 - (19:13 WIB)Permalink Biasa CS asli pake telp langsung bkn WA pernah dihubungi brp kali buat integrasi tekotok adm cewe 2 12 Login untuk Membalas
Yuliana HusinPenulis artikel3 Agustus 2025 - (20:02 WIB)Permalink Iya terima kasih, bang. Untuk data-data tidak ada yang diberikan juga. No wa pun saya pakai bukan yang terhubung dengan akun toko itu. 1 7 Login untuk Membalas
Iyes4 Agustus 2025 - (00:00 WIB)Permalink Tiktok itu isinya dedemit pak. Di tanya ini dijawab laen. Fokus ke orange aja pak. Arahkan konsumen transaksi di sana. Tiktok sudah isinya dedemit trus banyak potongan gak masuk akal. Pengen untung malah buntung. Saran saya mulailah buat web sendiri klo mau fokus jualan. Ecomerce semakin lama semakin ngaco. 8 Login untuk Membalas
Michael4 Agustus 2025 - (10:54 WIB)Permalink Untuk buat web sendiri, apakah ada saran platform/developer apa yang bagus untuk toko online? Apakah ada rekomendasi? 7 Login untuk Membalas
Iyes4 Agustus 2025 - (10:58 WIB)Permalink Gampang. Tanya ama demit chatgpt pak. Malah dia bisa buqtkan website sampai jadi. Jangan hanya toktok aja yang memanfaatkan dedemit itu. Seharusnya kita juga bisa. Saya buqt dakripsi produk minta bantuan dedemit chatgpt jg pak. 3 Login untuk Membalas
Lukman4 Agustus 2025 - (09:25 WIB)Permalink Sekarang gila sih memang semenjak tokopedia merger ama TikTok shop, saya seller juga di tokopedia, setelah merger selesai Dan berhasil saya langsung mendapatkan violation Karna produk tidak sesuai category Dan rating turun walaupun tidak seberapa, seharusnya bisa diinfokan dulu ke seller atau minimal diberikan waktu untuk edit memindahkan category yang sesuai. Memang parah sih TikTok shop ini. 3 Login untuk Membalas
Michael4 Agustus 2025 - (10:49 WIB)Permalink Turut prihatin Kak, saya juga uda lama jualan di Tokopedia, tapi sekarang uda kapok. Sejak gabung ama Tiktok, perusahaannya jadi ancur, beneran bobrok banget. Kebijakan2nya sangat merugikan penjual dan juga pembeli. Saran saya segera pindahin tokonya ke marketplace lain seperti Shopee, Blibli, atau Lazada. Marketplace lain juga banyak kekurangan, tapi setidaknya gak separah Tokopedia. 4 Login untuk Membalas
Joyners4 Agustus 2025 - (12:06 WIB)Permalink Semenjak ada ecommerce asing satu ini masuk bertambah ribet kecanggihan sistem bukan bertambah enaknya jualan malah bernambah kesusahan yg ada ,JUALAN DIONLINE KIAN HARI KIAN MENYEMPITKAN PENJUAL(pengusiran secara halus) ,ini permainan yg sangat halus,tak lama lagi marketplace menguasai semuanya (masuk sendiri jual sendisi) lihat aja barang milik nya semua tidak sesuai dipromosi(standar) tapi bisa dijual dan seller lokal banyaknya di blokir 1 Login untuk Membalas
Fajae4 Agustus 2025 - (20:21 WIB)Permalink ampas emg tiktok shop, mana banyak cs penipuan yang ngirim pesan pelanggaran, mending bener di tutup pemerintah ga usah lagi ada 1 Login untuk Membalas