Saldo Rekening BCA Saya Ditransfer ke Rekening BRI, Tanpa Saya Lakukan Transaksi

Dear BCA dan BRI,

Mohon bantuan dan tanggung jawabnya atas transaksi scam/hack yang saya alami.

Pada tanggal 27 September 2025 (Sabtu) sekitar pukul 17.40 saya melakukan top up OVO dengan nominal Rp6.000.000. Kemudian pukul 17.15 saya ingin top up lagi dengan jumlah Rp10.000.000, namun ternyata sudah limit harian, sehingga saya memutuskan akan top up keesokan harinya.

Sekitar 5 menit setelahnya, saya mau charge HP dengan mematikan data/menggunakan mode pesawat. Selesai ibadah Isya sekitar pukul 20.00, saya mengaktifkan kembali jaringan data saya dan berniat login akun MyBCA, tapi tiba-tiba tidak bisa login.

Lalu saya berpikir, “Oh mungkin karena habis matiin data.” Saya pun restart HP. Dan akhirnya muncul notifikasi musibah: saya mendapatkan notifikasi adanya transaksi transfer ke BRI dengan nominal Rp10.000.000 a.n. Apr**n pukul 17.31 dan Rp29.950.000 a.n. Wa**o pukul 19.27.

Saya sama sekali tidak mengenal kedua orang tersebut dan sama sekali tidak melakukan transaksi itu. Jika ditanya pernah klik tautan atau hal lain, saya jamin bahwa saya tidak pernah klik link macam-macam.

Panik? Tentu. Saya coba hubungi MyBCA untuk melakukan pemblokiran kartu debit dan akun MyBCA terlebih dahulu.

Besoknya, Minggu (28 September 2025), saya langsung ke Polres untuk membuat surat laporan.

Setelah dokumennya saya lengkapi, Senin (29 September 2025) saya ke Bank BCA terdekat untuk menyerahkan dokumen, email kelengkapan data, dan lain-lain. Saya menanyakan perihal apakah ada kemungkinan dana saya akan kembali, dan jawabannya membuat saya pesimis.

Baik dari call center maupun customer service menginformasikan tidak ada jaminan uangnya akan kembali dan saya hanya diminta untuk menunggu hasil.

Mohon bantuannya BCA dan BRI. Transaksi yang terjadi bukanlah karena kesalahan pribadi saya. Namun apakah ada tanggung jawab atau kompensasi atas masalah yang saya alami? Apakah hanya sekadar membuat laporan, lalu investigasi, kemudian hanya memberikan jawaban yang tidak memuaskan saja yang harus saya terima?

Tolong buktikan bahwa BCA dan BRI masih peduli dan bertanggung jawab terhadap nasabahnya.

Sindiagit
Kab. Bogor, Jawa Barat

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Tanggapan perihal “Saldo Rekening BCA Saya Ditransfer ke Rekening BRI, Tanpa Saya Lakukan Transaksi”

Menanggapi keluhan Bapak/Ibu Sindiagit di Redaksi Media Konsumen tanggal 02 Oktober 2025 dengan judul “Saldo Rekening BCA Saya Ditransfer ke...
Baca selengkapnya

90 komentar untuk “Saldo Rekening BCA Saya Ditransfer ke Rekening BRI, Tanpa Saya Lakukan Transaksi

  • 2 Oktober 2025 - (10:30 WIB)
    Permalink

    Kyk ada yang janggal, ceritanya terlalu sederhana. Tapi itu HP nya iPhone. Masa iya sekelas iPhone bisa kena cloning?

    • 2 Oktober 2025 - (10:47 WIB)
      Permalink

      Siapa tau kejadian yang dialami memang begitu,gaperlu bertele2 juga buat jelasin kronologinya

      1
      5
      • 2 Oktober 2025 - (15:55 WIB)
        Permalink

        Yah, kronologisnya agak aneh sih soalnya terlalu sederhana.

        1. MyBCA itu kalo login itu butuh user ID Dan password.
        2. Kalau login beda HP itu selalu dikirim OTP ke email atau no terdaftar.
        2. Kalau transfer itu butuh PIN, Dan PIN berbeda dengan password.

        masa iya, itu lapisan security gitu banyak ketahuan Dan bocor semua.
        Dulu sih ada yg ketahuan ya antara orang yg dikenal trus dibikin seakan2 playing victim.

        Berhubung di sini banyak pemain gestun seakan2 jadi korban jadi agak ragu juga.

        5
        2
        • 2 Oktober 2025 - (17:19 WIB)
          Permalink

          Banyak kok yg ngalamin fraud kayak gini,bahkan sampe miliaran, bahkan pelaku nya udh tau data2 nasabah dan lolos verifikasi

        • 3 Oktober 2025 - (13:17 WIB)
          Permalink

          Perangkat yg digunakan Iphone apa Android kak??
          Coba cek riwayat telp barangkali ada no.asing bisa jdi korban hipnotis dll.
          Semoga Lekas Menemukan Penyelesaiannya kak, turut berduka

        • 9 Oktober 2025 - (00:49 WIB)
          Permalink

          BCA lageee
          BCA lageee
          Ngak heran aku sama bank itu, pantes th 1998 mau bangkrut, untung ditalangi pemerintah.

      • 2 Oktober 2025 - (20:15 WIB)
        Permalink

        G perlu bertele lete bagaimana kronologis boleh singkat tapi beberapah faktor juga harus diungkapkan,..
        Seperti akun nya pas dihack adakah kode otp yg muncul saat diemail atau dinomor TLP,
        Saat di hack hingga pengaduan apakah akunnya tiba tiba bisa login lagi atau tidak .
        Dari pernyataan ybs hanya bilang dihack tanpa memberi Taukan faktor faktor seperti verikasi dua langkah untuk login atau mengganti hp lain, dan apakah setelah transaksi mencurigakan itu apakah akunnya bisa login kembali,
        Kalo 2 hal tersebut tidak ada , verikasi 2 langkah dan hingga saat penganduan laporan polisi akun ybs belum aktif(masih dihack). Itu bisa diperkarakan bank tersebut.

      • 2 Oktober 2025 - (20:42 WIB)
        Permalink

        Apa kalian lupa bahwa data data pribadi, seperti ktp, kk, nama orang tua kita di Indonesia sudah bocor! Dengan hal itulah sejak dari sekarang banyak kejadian seperti di atas!

        3
        2
  • 2 Oktober 2025 - (10:57 WIB)
    Permalink

    Jadi takut naruh uang banyak di rekening. Karena karyawan bank sendiri juga bisa khilaf.. mendingan ditabung emas lebih aman.

    1
    9
  • 2 Oktober 2025 - (11:05 WIB)
    Permalink

    Masalah scam kaya gini gak pernah diusut secara transparan nanti dibalas sama Bank cuma formalitas gak tau salah dimana, madesu

    3
    19
    • 3 Oktober 2025 - (01:42 WIB)
      Permalink

      Harus ada yg mengusulkan ke Mahkamah Konstitusi agar UU Perbankan dirubah dan bank harus mau bertanggung jawab atas kelalaian seperti ini jika memang kesalahan di Bank. Biar nggak muncul kurban2 yg lain.

      3
      3
      • 3 Oktober 2025 - (07:31 WIB)
        Permalink

        Kayaknya kejadian yg seperti ini sudah banyak yg kena korbannya kak. Tapi lagi2 dari pihak bank kebanyakan hanya membuat pelaporan, investigasi, dsb. Informasi yg diberikan hanya permintaan maaf dan formalitas saja. Mengenai pengembalian dana, kita liat saja nanti bagaimana bentuk tanggung jawab dari bank tsb. Terimakasih atas komentarnya ya kak🙏🏻

        3
        1
        • 9 Oktober 2025 - (14:12 WIB)
          Permalink

          Semua bisa saja terjadi . Ketakutan saya serupa kasus ini. Untuk mengantisipasi dengan menarik semua uang dari berbagai bank. Dan menyisakan beberapa ratus ribu saja. Terlebih takut jaringan internet shut down serentak sedunia.

  • 2 Oktober 2025 - (11:16 WIB)
    Permalink

    Halo semua nya. Aku ada nemu komentar sperti ini dislah satu VT seorang konten Kreator A/N Ru*e disbelah ya, yg kurang lebih kejadiannya sama . Komentarnya sperti ini .
    “ aku mau cerita minggu lalu mbanking rek ku keblokir di My bca, trs aku cek ke bank trnyata saldo ku kosong, pdhal di rek ada sekian puluh juta, trnyata ada transaksi yg gak aku kenal pengambilan nya dicicil, dan uangku dihabiskan gak tersisa, dari pihak bca cuma bilang nunggu” aja, dan gak menjanjikan uang itu kembali,,, nyesek banget keilangan uang puluhan juta dalam sehari,, darah gw kek ilang dari sekujur tubuh gak ngerti lagi mau percaya sma bank” ini”

    Nah kalau udh gni berarti bisa dipertanyakan ya sistem keamanan dan tanggung jawab dari Bank nya gimana🤔

    4
    3
    • 2 Oktober 2025 - (16:30 WIB)
      Permalink

      Kejar terus BCA nya, datengin setiap hari. Usahakan ketemu dengan branch-managernya (jangan berhenti di CS).
      Minta bukti aliran data yang keluar dari rekening kamu.
      Nggak perlu nanya rekening tujuannya, karena ada aturan kerahasiaan data.

      Yang kamu perlukan, info uang kamu keluar melalui media apa (ATM/iBanking, atau lainnya)?
      Kalao ATM, bank bisa perlihatkan CCTV nya.
      Kalau iBanking, menggunakan perangkat apa?
      Minta identifikasi perangkat yang digunakan. Kalau Bank tidak bisa kasi (karena alasan tertentu), kamu harus tekankan bahwa kamu perlu tahu karena uang milik kamu yang dititipkan di bank keluar tanpa sepengetahuan kamu.
      Usahakan dapat info data ini.

      Kamu cocokan identifikasi perangkat yang digunakan untuk transfer itu dengan identifikasi perangkat kamu yang terdaftar.
      Kalau cocok, posisi kamu lemah karena sudah ada faktor kelalaian pemilik akun.
      Kalau berbeda, minta info mengenai kapan terjadi perubahan perangkat.

      Agak repot memang, tapi apa boleh buat. Kamu yakin sudah menjaga akun dan minta kepastian dari bank.
      Kalau info2 di atas kamu peroleh, nanti bisa terlihat letak kesalahannya dimana.
      Apakah ada kesalahan di sisi kamu tanpa kamu sadari, atau memang ada masalah di Bank nya (masalah sistem atau ada oknum).

      Pendapat saya pribadi, security BCA termasuk paling ketat ya. Malah cenderung lebih ribet dibanding system Bank lain.
      Tapi kasus kamu ini bisa dijadikan bahan evaluasi juga buat BCA kalo memang ada kesalahan di sistemnya.

  • 2 Oktober 2025 - (11:45 WIB)
    Permalink

    Wadauu ngeri kali ada transfer yg gak dilakukan kek gini. Padahal Kakaknya bilang pake Airplane mode dan setelah diaktifkan ada transaksi, apa gak bahaya tah? katanya bank paling aman, tapi masa nasabah kebobolan sih

    2
    1
    • 14 Oktober 2025 - (13:17 WIB)
      Permalink

      Halo kak. di My BCA jika ingin melakukan log in atau transaksi hnya menggunakan passwors dan Pin ya, gak ada vermuk

    • 14 Oktober 2025 - (13:22 WIB)
      Permalink

      Halo kak. Nasabah yg kebobolan datanya banyak banget ya. Ada banyak kasus yg serupa dengan saya dri berbagai media yg saya ketahui. tapi balik lagi dri bank hanya menganggap transaksi berlangsung normal dll tanpa ada nya pertanggung jawaban lainnya

  • 2 Oktober 2025 - (14:10 WIB)
    Permalink

    Lah itu OVOnya ditransfer ke penipu Rp 6jt ga dipermasalahkan? Kenapa cuma BCA, BRI aja?

    3
    15
    • 2 Oktober 2025 - (14:14 WIB)
      Permalink

      “Pada tanggal 27 September 2025 (Sabtu) sekitar pukul 17.40 saya melakukan top up OVO dengan nominal Rp6.000.000. Kemudian pukul 17.15 saya ingin top up lagi dengan jumlah Rp10.000.000, namun ternyata sudah limit harian.”
      17:40 kemudian balik lagi ke 17:15? Top up melalui apa tidak dijelaskan. Mungkin kena tipu disini.

      2
      13
      • 2 Oktober 2025 - (14:20 WIB)
        Permalink

        Halo kak. Mungkin bisa di baca dari surat pernyataan kronologisnya ya. Karena jam yg sbenarnya di jam 16:40 bru melakukan top up ovo nya. Di artikelnya typo jam nya ya. Kalau ditanya ngapain top up ovo? Karena saya mau misahin dana pribadi untuk sehari2 dan dana orngtua saya biar gak kegabung ya. Sekian

        11
        1
  • 2 Oktober 2025 - (14:13 WIB)
    Permalink

    Itulah bahayanya fasilitas mbanking. Begitu diretas saldo hilang. Banyak penelepon gelap menelepon dengan menyuruh kita memencet tombol tertentu
    Anehnya meskipun kita tidak pencet apa pun. Uang masih bisa dicuri.

    • 2 Oktober 2025 - (16:47 WIB)
      Permalink

      Nyimpan dimana skrg yg aman y ? Pdhl kgk ngapain2x bisa kena bobol 🙁

      Nyimpan celengan diambil tuyul

      • 2 Oktober 2025 - (18:32 WIB)
        Permalink

        Klau kata orang zaman dulu, diiket pake karet kak uang nya baru masukin celengan😅

    • 2 Oktober 2025 - (18:33 WIB)
      Permalink

      Valid banget. Slama ini pake BCA smpe payroll juga di BCA tpi tiba2 kena problem kayak gini jdi trust issue sendiri🥹

      • 2 Oktober 2025 - (22:13 WIB)
        Permalink

        Teknologi mbanking (MyBCA/BCA Mobile) bisa memudahkan transaksi, tapi buka berarti tidak beresiko ya kak. Ada aja celah physing buat kendalikan smartphone dari jarak jauh. Kalau cuma user name. nomor hp, OTP bisa aja di secara physing diremote dari jarak jauh sama maling yg memang sdh mengincar bahkan sebelum transaksi2 yg ada di kronologi. Saran aja buat kedepannya kak… Paling aman pakai 2 rekening. 1 buat transaksi dengan MyBCA/BCA Mobile dengan saldo yang sedikit, 1 rekening lagi buat saving dana yg sangat sulit mungkin mungkin diretas yaitu cuma ATM ataupun cukup pakai klikbca yang diperlukan Token KeyBCA utk apply respon kode yang hampir tidak mungkin diretas.

  • 2 Oktober 2025 - (17:08 WIB)
    Permalink

    Aneh kronologinya ini kena tipu atau anda yg kena hipnotis anda dengan sadar trf dari bca ke bri dan ovo ke bri pakai perangkat HP sendiri kalau kena heck atau scam butuh verifikasi pin atau otp untuk apk bca atau ovo

    • 2 Oktober 2025 - (18:12 WIB)
      Permalink

      Halo kak. Gimana critanya saya di hipnotis atau sbgainya sdngkan hp nya dalam mode airplane ya. Dan saya juga tinggal sendiri.
      Dan kejadian kaya gini aneh? Iya beneran aneh, tapi boleh di search ya ada beberapa korban yg kronologinya hampir sma dananya tiba2 hilang dan apk mybca nya gk bisa di akses

      1
      1
      • 2 Oktober 2025 - (18:26 WIB)
        Permalink

        Di BAP polisi itu dari bca trf bri 39jt dari ovo ke bri 6jt total 45jt trf dari semua apk di hp anda bca dan ovo transaksi bca dan ovo butuh pin yg tau anda sendiri ini yg kena heck hpnya atau anda kena hipnotis cerita tujuan anda matiin hp dan di mode pesawat adalah anda sadar kena tipu dengan matiin hp dan mode pesawat berharap penipu tidak bisa menghubungi anda kembali

        • 2 Oktober 2025 - (18:31 WIB)
          Permalink

          Aduh kak, saya pake airplane mode emang karena batre hp saya lowbat dan mau di charge + udah kebiasaan dari sono nya klu charge hp saya selalu airplane mode.

          • 2 Oktober 2025 - (18:42 WIB)
            Permalink

            Ya uda kalau versi cerita anda seperti itu mudah2 bisa balik uang di bca dan ovo.saya juga pernah kena scam tapi di apk DANA yg di retas dan balik uangnya ke apk DANA karena kelalain dari pihak apk DANA.Masukan dari saya karena sudah ada BAP polisi coba ke bank BRI minta di blokir rekening bank BRI yg di trf tersebut.good luck.

      • 2 Oktober 2025 - (23:05 WIB)
        Permalink

        Wkwkwkwk
        Ini gw bs blg kronologi nya emg di buat bikin playing victim.

        Kalo kena scam atau hack, gk mungkin bisa. Knp ? karena tiap transaksi yg di lakukan melalui m-banking atau transfer pasti harus masukin kode pin, lalu dpt otp atau bahkan bs sampe sidik jari.
        Nah, anda nyebut kalo pukul 16.40 itu topup OVO dr m-banking & berhasil, pertanyaan saya, anda topup OVO itu emg gk lewatin security checking dl ? ky masukin password, pin jg ? terus harus nya kan dpt email transaksi, gk mungkin kalo gk dpt, soal nya itu yg transfer ke BRI aja ada email nya. & emg gk ada dpt otp ? wajib dpt, mustahil gk dpt otp kecuali anda transaksi nya pake QRIS.

        Kena hack / scam pun gw rasa mustahil buaaangeettttt… bahkan gw bs blg gk mungkin.
        Knp ? Karena setelah anda transaksi, anda blg mau ngecas Hp dgn kondisi Airplane. Sedangkan seorang hacker / scammer gk mungkin bs akses perangkat dgn kondisi Airplane, karena butuh yg nama nya jaringan online / koneksi. Kenapa hacker / scammer butuh koneksi ? karena biar bs terima email, sms otp, cloning app pd Hp korban nya. Sedangkan Hp korban posisi Airplane mode.
        Gw tantang deh hacker / scammer yg bs hack / scam perangkat tanpa koneksi jaringan. 🤣

        Nah… kira” masuk akal kah cerita TS ? wkwkwkwk

        5
        1
        • 3 Oktober 2025 - (07:34 WIB)
          Permalink

          Oke kak, nanti kita cari hacker/scamer buat hack akun mobile banking kakak ya

          1
          3
          • 4 Oktober 2025 - (21:42 WIB)
            Permalink

            Maaf soalnya data anda di atas tidak ada petunjuk screenshoot bahwa anda top up ovo 6jt jam 16.40 atau 16.42 itu berhasil ?
            Dan 16.45 dr ovo trf ke rek 6jt.
            Maaf seblmnya mngkin saya kurng memahami ceritanya saya melihat jam dan bukti.

        • 3 Oktober 2025 - (13:06 WIB)
          Permalink

          Sepertinya memang kena hipnotis ya..
          Di awal cerita abis top ovo 6jt dan mau top lg 10jt gk bisa( dia belum sadar )
          Di akhir cerita tuh ternyata yang top up 6jt itu top ovo ke nomor orang lain (setelah sadar)

          • 3 Oktober 2025 - (23:07 WIB)
            Permalink

            Kak tolong baca kronologisnya dengan seksama ya. Awalnya Saya mau top up ovo 6 jta krna mau misahin uang buat nabung di ovo biar gak kegabung ya. Jdi jngan kira saya di hipnotis ya kak. Di riwayt telvon juga gk ada yg nelvon saya.

            1
            1
  • 2 Oktober 2025 - (17:40 WIB)
    Permalink

    Waktu itu kk tinggal dengan siapa saja di rumah? Adakah yang tau PIN? Apakah pakai pin mudah seperti tanggal lahir?

    • 2 Oktober 2025 - (18:10 WIB)
      Permalink

      Halo kak. Saya tinggal sndiri ya, udh pisah rumah sama ortu karena saya kerja diluar

      1
      1
  • 2 Oktober 2025 - (18:37 WIB)
    Permalink

    Kalo saldo si penerima masih ada harusnya bisa ditarik oleh BRI berbekal laporan kepolisian. Tapi kalo sdh ga ada dana, harusnya polisi gerak mengusut pelaku karna sudah pidana.
    Mau nyalahkan bank jg ga bisa, kecuali kedua penerima dana tsb diusut dan ujungnya ada permainan dari oknum bank.

  • 2 Oktober 2025 - (19:12 WIB)
    Permalink

    Kasus ini menunjukkan bahwa pembobolan rekening bukan sekadar karena kelalaian nasabah. Transaksi terjadi saat HP korban offline, sehingga ada indikasi kuat akses ilegal dari sisi sistem atau integrasi payment gateway. Jika bank hanya menjawab “tidak ada jaminan dana kembali”, itu artinya perlindungan nasabah masih sangat lemah. BCA & BRI seharusnya transparan: apakah ada kebocoran data atau celah keamanan? Jangan sampai setiap kasus selalu dilempar ke nasabah.

    Secara logis, hampir mustahil ini murni kesalahan korban. Pola transaksi, waktu kejadian, dan jalur transfer menunjukkan indikasi sindikat dengan akses data internal atau celah sistem perbankan/payment gateway.

    Jadi yang membobol kemungkinan besar bukan orang perorangan acak, melainkan jaringan kriminal terorganisir yang sudah lama mengincar, dengan memanfaatkan data bocor dan rekening penampung.

    Masalah sistemik di Indonesia :
    Praktiknya, banyak bank di Indonesia bersembunyi di balik klausul “nasabah harus menjaga OTP, PIN, password”. Akibatnya, hampir semua kasus di-“frame” sebagai kelalaian nasabah, meskipun faktanya ada indikasi kebocoran data atau kelemahan sistem.

    Idealnya:
    Jika terbukti bukan kelalaian nasabah → bank wajib mengganti kerugian.
    Regulator (OJK/BI) harus membuat aturan yang lebih tegas, mirip di Eropa (PSD2) atau Singapura, di mana tanggung jawab fraud digital dibagi jelas antara bank dan nasabah.
    Jadi, tanggung jawab bank adalah:
    1. Mengembalikan dana bila terbukti bukan kesalahan nasabah.
    2. Menutup celah sistem dan melakukan audit transparan.
    3. Bekerja sama dengan regulator dan aparat untuk menindak sindikat.

    1
    3
    • 2 Oktober 2025 - (21:46 WIB)
      Permalink

      Setuju pak. Tapi dengan kasus seperti ini saya liat di sosial media banyak dari pihak Bank hanya sekedar formalitas memberikan jawaban template bahwa dana tidak akan kembali dan semuanya diserahkan lagi kepada nasabah. Nasabah sudah kehilangan uang, dan sudah urus ini itu sesuai dengan Ketentuan, ngurus dokumen ini itu juga butuh effort tentunya, namun jika masalah seperti ini endingnya dikembalikan lagi kepada nasabah tanpa pertanggung jawaban dari bank rasanya miris sekali sistem perbankan di Indonesia ini ya pak🥲

  • 2 Oktober 2025 - (21:41 WIB)
    Permalink

    Saya gak tau kejadian ini beneran atau gak, cuman saya selalu mengantisipasi para hack , dimana hp mobile banking saya tdak pernah terhubung dgn wa, kontak telp orang lain email, medsos dan lain. Jadi isinya cuman mobile banking, mobile legend dan aplikasi office lainnya. So hp mobile bnaking jauh terkontaminasi dari peradaban luar.. kalo hp satunya yg seperti kebanyakan orang isinya ada wa, email, medsia sosial dll. Aman koi

    • 2 Oktober 2025 - (21:47 WIB)
      Permalink

      Thankyou sarannya ya mas. Maybe next saya memang harus punya 2 hp yg mana 1 nya untuk komunikasi dan 1 nya untuk transaksi

      • 2 Oktober 2025 - (23:07 WIB)
        Permalink

        Wkwkwkwk
        Ini gw bs blg kronologi nya emg di buat bikin playing victim.

        Kalo kena scam atau hack, gk mungkin bisa. Knp ? karena tiap transaksi yg di lakukan melalui m-banking atau transfer pasti harus masukin kode pin, lalu dpt otp atau bahkan bs sampe sidik jari.
        Nah, anda nyebut kalo pukul 16.40 itu topup OVO dr m-banking & berhasil, pertanyaan saya, anda topup OVO itu emg gk lewatin security checking dl ? ky masukin password, pin jg ? terus harus nya kan dpt email transaksi, gk mungkin kalo gk dpt, soal nya itu yg transfer ke BRI aja ada email nya. & emg gk ada dpt otp ? wajib dpt, mustahil gk dpt otp kecuali anda transaksi nya pake QRIS.

        Kena hack / scam pun gw rasa mustahil buaaangeettttt… bahkan gw bs blg gk mungkin.
        Knp ? Karena setelah anda transaksi, anda blg mau ngecas Hp dgn kondisi Airplane. Sedangkan seorang hacker / scammer gk mungkin bs akses perangkat dgn kondisi Airplane, karena butuh yg nama nya jaringan online / koneksi. Kenapa hacker / scammer butuh koneksi ? karena biar bs terima email, sms otp, cloning app pd Hp korban nya. Sedangkan Hp korban posisi Airplane mode.
        Gw tantang deh hacker / scammer yg bs hack / scam perangkat tanpa koneksi jaringan. 🤣

        Nah… kira” masuk akal kah cerita TS ? wkwkwkwk

  • 2 Oktober 2025 - (21:41 WIB)
    Permalink

    Kak ini aplikasinya mbanking BCA atau myBCA ?
    Soalnya di Surat laporan Polisi mbanking, surat kronologinya myBCA.

    • 3 Oktober 2025 - (07:37 WIB)
      Permalink

      Halo mas. Saya pake apk MyBCA ya. Mgkin dri pihak polisi pahamnya Mobile BCA aja.

  • 3 Oktober 2025 - (01:45 WIB)
    Permalink

    Semoga ada yg mengusulkan ke Mahkamah Konstitusi agar merubah UU Perbankan biar Bank bertanggungjawab kalau memang salah.

  • 3 Oktober 2025 - (05:42 WIB)
    Permalink

    Semuanya bisa terjadi,
    Program system perbankan buatan manusia.
    Amankah? Ya aman ya tidak. Seolah olah perbankan mengklaim system canggih dan proteksinya bagus,okelah. Tapi moral kita jga tidak sebagus yg kita bayangkan. Tapi biasanya nasabah yg disalahkan,otp lah,klik link lah,kasih pin, pasword dll,padahal .nasabah tidak melakukanya seperti hal yg dituduhkan diatas. Sebenarnya kalau mau serius,gampang aja,siapa yg punya rek tujuan TF. Siapa yg buka pasword,darimana system diakses. Banyak kejadian pembobolan yg melibatkan oknum pejabat bank. INGATKAH KASUS PEMBOBOLAN REKENING DORMANT HANYA BUTUH 17 MENIT 204 MILYAR PINDAH KEREKENING PENAMPUNG. SIAPA YG TERLIBAT? YA JELAS PEGAWAI BANK. Dan yg ahli dibidangnya.
    Jadi stop selalu menyalahkan nasabah kalau system dan moral para pegawainya tidak diperbaiki,terimakasih..salam akal waras

    1
    2
    • 3 Oktober 2025 - (07:40 WIB)
      Permalink

      Begitulah Sistem kebayakan disini pak. Kita sudah kena musibah tapi Banyak yg akhirnya baik dri pihak bank atau pihak lainnya malah menyalahkan nasabahnya lagi😂

  • 3 Oktober 2025 - (07:17 WIB)
    Permalink

    saya selalu tabungan dalam bentuk reksadana pendapatan tetap. lebih aman dan pencairan cukup rumit karna harus beberapa kali tahap verifikasi. sementara di rekening isinya dikit hanya untuk keperluan dadakan maksimal 10jt saja.

      • 3 Oktober 2025 - (12:51 WIB)
        Permalink

        Kalau menurut saya, kk sindi pernah pencet link atau kena scam atau hack remote dari jauh. Coba diingat ingat ada kejadian apa saat sebelum 27 september 2025. Dan coba liat ig dari realmrbert, disitu banyak sekali posting penipuan, password data jebol, dan lain lain… Semoga investigasi dari pihak bank BCA membuahkan hasil…

        • 3 Oktober 2025 - (23:11 WIB)
          Permalink

          Halo kak. Terimakasih atas komentarnya. Sebelumnya saya gak ada chat2 link atau apapun ya kak. Saya juga berharap semoga hasil dri investigasi memuaskan ya kak.

  • 3 Oktober 2025 - (14:09 WIB)
    Permalink

    Yang belum ngalamin duit hilang di rekening sendiri biasanya banyak bacot, Sok pintar. Kasus begini sangat biasa terjadi. Kejar terus uang anda, mungkin bisa kembali sebagian. Tanggung jawab bank dijamin 0, . Jangankan dari M Banking. Anda punya rekening, tidak pakai MBanking dan ATM pun, uang bisa hilang. Ini Indonesia bung, tidak ada yang aman 100 %.

    • 3 Oktober 2025 - (23:10 WIB)
      Permalink

      Dri kejadian sperti ini smoga dri pihak Bank bisa bertanggung jawab penuh dan dapat memperbaiki sistemnya ya kak

  • 4 Oktober 2025 - (07:11 WIB)
    Permalink

    Terimakasih buat TS sudah berbagi kasus & up di sini, semoga masalahnya bisa selesai.
    Jadi was-was juga di era digital saat ini takut jd korban kejahatan soalnya kadang data sudah disimpan tp bisa bocor juga.
    Sbnrnya kasus gini harusnya masih bisa dijamin oleh LPS & bank bisa lindungi nasabahnya, tapi kadang yang jadi kambing hitam itu pasal ‘kelalaian nasabah’, nah ini yg sulit kita buktikan misal kita jadi korban juga…

    • 4 Oktober 2025 - (08:25 WIB)
      Permalink

      Betul kak. Kebanyakan akhirnya jadi balik ke “kelalaian nasabah”. Smoga ada titik terangnya ya kak. Terimakasih atas komentarnya

      • 4 Oktober 2025 - (08:45 WIB)
        Permalink

        Saran saya, anda kejar terus BCA nya, jumlah uang yang hilang tidak sedikit.
        Minta bukti digital forensiknya. Nanti keliatan dimana penyebabnya.

        Respon awal bank biasanya “Kelalaian Nasabah”.
        Beralasan juga, karena kasus bobolnya uang dalam rekening lebih dominan persentasenya karena ada masalah di pemilik akun.
        Tapi bukan berarti pemilik akun tidak berhak untuk minta investigasi.

        Pertanyaannya, apakah bisa uang ditransfer dalam kondisi HP tidak terkoneksi internet?
        Secara teknis bisa jika memang akun kita sudah dikuasai oleh penipu.

        Apakah penipuan seperti ini akibat kebocaran data?
        Tidak selalu perlu data pendukung (harus ada data bocor terlebih dahulu).

        Tetap semangat, semoga ada titik terangnya.

  • 4 Oktober 2025 - (08:29 WIB)
    Permalink

    Semoga bisa cepat selesai,
    meski ucapan sya ini kurang tepat tapi anda masih agak beruntung. Biasanya kalo ada kasus seperti ini pelaku pasti gerak cepat untuk menghabiskan tabungan anda tapi mereka Melakukannya dalam kurub waktu yang agak lama. Di sekitar pukul 17.31 dan 19.27

    Kalo boleh tahu usulan dari bank atau dari anda sendiri apa yang dilakukan setelah rekening anda dapat diakses orang lain?
    Apakah blokir rek? Ganti pasword? Reset hp?
    Untuk sharing pengalaman saja

    Terima kasih

    • 4 Oktober 2025 - (11:55 WIB)
      Permalink

      Halo kak. Stelah mengetahui dana saya hilang semua saya langsung menghubungi pihak BCA untuk blokir akun mobile dan kartu debit saya ya kak

  • 4 Oktober 2025 - (14:01 WIB)
    Permalink

    Sebenarnya simple aja sih kasus seperti ini diungkap, tinggal lagi penanganan dari pihak bank BCA dan BRI yg berkordinasi atas setiap transaksi yg ada.
    LP sudah ada, bukti transaksi jg ada, perangkat yg digunakan pelaku juga pasti terdeteksi di sistem BCA ketika login diperangkat asing.
    Tugas polisi ya tinggal eksekusi, tp karna butuh biaya operasional, terkadang membuat polisi bertele² dalam tugasnya

    • 6 Oktober 2025 - (06:53 WIB)
      Permalink

      Setuju kak. Dengan semua bukti yg ada dan kelengkapan dokumen yg telah disiapkan tidak menjamin dri pihak bank dan polisi bisa bergerak cepat

  • 6 Oktober 2025 - (05:13 WIB)
    Permalink

    Kayaknya emang kena Hipnotis sehingga bisa kek gini.. juga knp harus top up ovo dulu gak langsung ke bca

    • 6 Oktober 2025 - (06:51 WIB)
      Permalink

      Halo kak. Tolong budaya membacanya ditingkatkan lagi ya sebelum komentar sesuatu. Bisa dibaca dri surat pernyataan kronologis dan dri komentar2 sebelumnya bahwasanya uang tsb awalanya semuanya sudah di BCA semua ya. Saya top up ke Ovo karena buat misahin uang pemakaian pribadi dan buat ditabung ya. Thnkyou

  • 6 Oktober 2025 - (16:13 WIB)
    Permalink

    Update dari BCA seperti apa kak?
    Biasanya mereka kasih response cepet nih kalau sudah viral

    • 6 Oktober 2025 - (16:59 WIB)
      Permalink

      Sampai saat ini masih belum ada respon apa2 dri bank terkait kak. Msih on proses mulu laporannya

  • 6 Oktober 2025 - (19:04 WIB)
    Permalink

    UPDATE TERKINI!!!
    Barusan saya dihubungi oleh pihak BCA dengan penjelasan ini itu dan intinya dari BANK BCA maupun BRI tidak dapat melakukan pengembalian dana atau tanggung jawab apapun.
    Apakah begini sistem perbankan di INDONESIA? Kebocoran data dan kelemahan sistem yg terjadi tapi yg disalahkan nasabahnya.

    • 7 Oktober 2025 - (14:51 WIB)
      Permalink

      Sorry, bisa dijelaskan “ini dan itu” menurut Bank BCA/ BRI?
      Apakah ada persamaan dari penolakan Bank BCA & BRI?

      Perlu penjelasan lebih detail apa yang sebenarnya terjadi pada saat transaksi yang disanggah terjadi, karena kronologis dari TS sepertinya terlalu singkat dan belum cukup menjelaskan situasi yang lebih luas dalam menyikapi case ini.

      Sebaikna BCA dan BRI dapat memberikan pandangannya pada case ini.

      • 9 Oktober 2025 - (06:12 WIB)
        Permalink

        Dri BCA menganggap transaksi trsbut sah dan berhasil serta penerima dana dri BRI saldonya juga udh 0 sehingga tidak bisa melakuka pengembalian dana.

  • 9 Oktober 2025 - (16:49 WIB)
    Permalink

    Aneh transaksi segitu besar bisa lolos verifikasi seabank aja ada vermuk kalo transaksi dr perangkat baru

 Apa Komentar Anda?

Ada 90 komentar sampai saat ini..

Saldo Rekening BCA Saya Ditransfer ke Rekening BRI, Tanpa Saya Lakukan…

oleh Sindi dibaca dalam: 1 menit
90