Permohonan Keringanan Pinjaman yang Proporsional di Rupiah Cepat

Saya menulis artikel ini untuk berbagi pengalaman saya sebagai konsumen Rupiah Cepat, mengenai permohonan keringanan pembayaran pinjaman, yang hingga kini belum mendapatkan solusi yang saya anggap adil dan proporsional.

Saat ini, saya memiliki sepuluh pinjaman aktif di aplikasi Rupiah Cepat, dengan total kewajiban pembayaran sekitar Rp109.000.000. Selain itu, saya juga memiliki kewajiban pembayaran di beberapa platform pinjaman lainnya, sehingga total kewajiban pinjaman saya secara keseluruhan mencapai sekitar Rp350.000.000. Berikut saya lampirkan pinjaman saya di Rupiah Cepat dan di platform pinjaman online lainnya.

Saya adalah seorang karyawan dengan penghasilan tetap yang terbatas. Dalam beberapa waktu terakhir, kondisi keuangan saya semakin memburuk akibat dampak bencana kebanjiran yang saya alami. Musibah tersebut sangat memengaruhi stabilitas keuangan saya dan kemampuan saya untuk memenuhi kewajiban pembayaran secara normal.

Meskipun berada dalam kondisi sulit, saya tetap memiliki itikad baik untuk menyelesaikan seluruh kewajiban pinjaman. Hal ini saya buktikan dengan masih melakukan pembayaran di platform pinjaman lain hingga saat ini. Saya juga telah menyampaikan kepada pihak Rupiah Cepat bukti kebanjiran serta bukti pembayaran di platform lain sebagai bentuk keterbukaan dan tanggung jawab saya sebagai konsumen.

Saya telah berulang kali, mungkin sampai 20 kali, menghubungi pihak Rupiah Cepat, baik melalui email maupun sambungan telepon, untuk meminta bantuan dan solusi atas kondisi yang saya alami. Namun, setiap kali saya menghubungi, tanggapan yang saya terima selalu sama, yaitu tetap diarahkan untuk melakukan pembayaran sesuai nominal yang tertera di aplikasi, tanpa adanya alternatif solusi yang mempertimbangkan kondisi keuangan saya secara menyeluruh.

Sebagai tanggapan atas permohonan keringanan yang saya ajukan, Rupiah Cepat hanya memberikan pengurangan tagihan sebesar Rp1.500.000 untuk satu pinjaman saja, yaitu pada salah satu ID pinjaman, dengan kewajiban pembayaran sekaligus sebesar Rp7.023.799 dan tanpa opsi cicilan.

Saya merasa bahwa skema keringanan ini tidak sebanding. Dari sepuluh pinjaman aktif yang saya miliki, hanya satu pinjaman yang mendapatkan keringanan, sementara kewajiban pada pinjaman lainnya tetap berjalan seperti biasa. Hal ini menciptakan beban yang sangat berat bagi saya sebagai konsumen.

Selain itu, saya ingin menekankan bahwa pokok dana yang saya terima pada awal pinjaman tidak sebesar total tagihan yang ada saat ini. Seiring berjalannya waktu, nilai kewajiban meningkat karena bunga dan biaya yang terus berjalan. Saya juga telah melakukan pembayaran bunga pada periode sebelumnya, sehingga total tagihan saat ini tidak sepenuhnya mencerminkan nilai dana yang saya terima di awal.

Saya tidak menolak kewajiban untuk membayar dan bahkan tidak keberatan jika penyelesaian dilakukan dengan skema pembayaran sekaligus tanpa dicicil. Namun, saya berharap nominal yang ditetapkan dapat mempertimbangkan kondisi keuangan saya sebagai karyawan dengan penghasilan terbatas serta beban kewajiban pinjaman yang saya miliki secara keseluruhan.

Situasi ini semakin menekan karena ada kewajiban pembayaran dengan nominal besar yang harus diselesaikan pada bulan Februari dan Maret, baik di Rupiah Cepat maupun di platform pinjaman lainnya. Tanpa adanya penyesuaian atau solusi yang lebih realistis, kondisi ini berpotensi memperburuk keadaan keuangan saya.

Saya sudah meminta bantuan ke AFPI sebagai penengah, tetapi tidak ada tindak lanjut.

Saya menulis artikel ini dengan harapan agar Rupiah Cepat dapat memberikan perhatian yang lebih serius terhadap permohonan keringanan yang diajukan oleh konsumen yang benar-benar mengalami kesulitan, namun tetap memiliki itikad baik untuk menyelesaikan kewajibannya.

Saya juga berharap MediaKonsumen bisa menjadi platform yang memungkinkan permasalahan ini mendapatkan perhatian yang lebih luas, sehingga tercipta solusi yang lebih adil, manusiawi, dan seimbang antara kepentingan perusahaan dan kondisi nyata konsumen.

Dengan ini, saya menyampaikan artikel ini dengan itikad baik. Saya sangat berharap agar permasalahan ini dapat diselesaikan melalui komunikasi yang lebih terbuka serta kebijakan yang mempertimbangkan asas kepatutan dan keadilan bagi konsumen. Terima kasih.

Cika Tarigan
Medan, Sumatera Utara

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Tanggapan perihal “Permohonan Keringanan Pinjaman yang Proporsional di Rupiah Cepat”

Jakarta, 4 Februari 2026 Kepada Yth. Redaksi Mediakonsumen.com Dengan Hormat. Menanggapi surat pembaca dari Bapak Cika Tarigan yang disampaikan melalui...
Baca selengkapnya

31 komentar untuk “Permohonan Keringanan Pinjaman yang Proporsional di Rupiah Cepat

  • 29 Januari 2026 - (19:02 WIB)
    Permalink

    350 juta? pinjol.. ckckckck
    sebulan berapa tagihannya?? ini kalau telat 1hari, langsung domino kemana2 lho
    ngerih ngerih
    karyawan terbatas, macam gimana bisa pinjol sampai sgini
    jual aset mas, ini hutangmu sudah tidak sehat

  • 29 Januari 2026 - (23:26 WIB)
    Permalink

    Ya Allah karyawan berani pinjol sebanyak itu. Kurangi gaya Hidup kak, jangan jadi Hamba Pinjol 😔 mau prihatin tapi kok gak wajarrr..

  • 30 Januari 2026 - (08:20 WIB)
    Permalink

    kalo dilihat kronologisnya
    Kakaknya memiliki income yang cukup besar karena bisa mengakomodir cicilan bulananyang begitu besarnya

    tapi seiring berjalannya waktu & ada beban karena bencana banjir, akhirnya terjepit ama cicilan

    tapi yang saya takjub
    Bisa2 nya meminjam ratusan juta ke pinjol

    Kok gak gesek kartu kredit aja yang apabila nominal besar bisa dicicil 12x dan bunga nya masih bisa lebih rendah dibandingkan pinjol

    1
    1
  • 30 Januari 2026 - (09:04 WIB)
    Permalink

    Jual aset seperti rumah, kendaraan, tanah, investasi dll itu satu satunya jalan kalau memang ingin melunasi pinjaman2 tersebut.

    • 31 Januari 2026 - (16:13 WIB)
      Permalink

      Ini bukan solusi kak, solusi terbaik nya galbay saja dulu, resiko nya cuman masuk slik OJK dan col 5, menunggu sampai kondisi ekonomi membaik.

      1
      2
      • 31 Januari 2026 - (17:15 WIB)
        Permalink

        Kamu gak bertanggung jawab mbaa.. namanya berhutang harus dilunasi.. emang semisal ada yang ngutang ke kamu terus orangnya gak mau bayar kamu rela.. aneh lo mnak kamu

      • 31 Januari 2026 - (17:50 WIB)
        Permalink

        Iyaa. Kemudian di teror ke tpt kerja, trus kehilangan kerjaan lg. Wkwkwk belum tau kejamnya corporate klo memgetahu karyawannya galbay pinjol? Dianggap punya karakter gk bertanggung jawab.

        • 2 Februari 2026 - (11:27 WIB)
          Permalink

          Gila karyawan buat apaan utang ratusan juta..ga sebanding gaji Ama utang?buat gaya hidup hedonis apa gimana ini…ini mah penyakit dicari sendiri namanya wkwkw

  • 31 Januari 2026 - (16:10 WIB)
    Permalink

    Saya yakin, awal pinjaman tidak sebesar itu, namun lambat laun pasti membengkak, tujuan nya untuk gali lobang tutup lobang, mungkin uang yang di gunakan sendiri juga hanya beberapa persen saja, sisa nya hanya untuk menutup angsuran yang lain . Saran dari saya galbay kan saja dulu semua nya kak, sampai keadaan membaik , resiko terburuk nya masuk slik OJK dan col 5 saja, tidak ada urusan nya masuk ke jalur hukum, hanya jalur perdata saja, toh kalau pun ada FC yang datang ke rumah, tinggal pasrah saja , terbuka dengan kondisi kita yang ada, anda tidak sendirian kak, banyak di luar an sana yang senasib. Semoga kita di kuatkan dan di selesaikan semua permasalahan nya. Amiinn

    2
    2
  • 31 Januari 2026 - (17:17 WIB)
    Permalink

    Ya Allah mba, turut berduka , namun dengan hutang sebanyak itu dan mbak hanya bekerja sebagai karyawan biasa menurut saya juga terlalu berani, semua dapat rejeki lebih dan segeara dapat solusi terbaik untuk mba

  • 31 Januari 2026 - (19:24 WIB)
    Permalink

    Stop bayar semua. Tata hidup dlu. Biarkan semua macet total dlu. Perbaiki mental dlu. Catat semua pokok pinjaman dlu. Perbaiki ekonomi. Jangan cicil dahulu. Ekonomi normal baru nego satu persatu. Pelan pelan selesaikan. Jangan pusing slik. Biarin slik bermasalah. Spy dak bisa pinjem dlu. Tata hidup dlu spy semua beres. Jagan dicicil dlu.

    1
    1
    • 1 Februari 2026 - (05:33 WIB)
      Permalink

      Harusnya jangan maruk pinjam sana-sini karena merasa yakin bakal bisa melunasi semua. Kondisi kita ke depannya ga ada yang tau. Kalo begini caranya, kamu kerja seumur hidup cuman buat gali lobang tutup lobang. Padahal rumus finansial yang sehat itu ada buat konsumsi, investasi, tabungan, dan dana darurat.

      • 1 Februari 2026 - (07:03 WIB)
        Permalink

        Iya tau pak Eko

        Nih gambaran kasar kalo pake kur aja deh.
        PH 350jt, itu angsuran sekitar 6-7jt an dan tenornya pun 5 tahun.
        Nah kalo pinjol mentok tenor brp sih? Anggap lah 1 tahun, artinya harus bayar 30jtan perbulan, dan ini belum bunga pinjol lhooo
        Brarti gaji “karyawan”nya bisa jadi 50jt perbulan.
        Eh masa iya dgn gaji segitu tdk punya aset yg bisa dijual utk abyar utang?

    • 5 Februari 2026 - (00:26 WIB)
      Permalink

      Ada aroma korban judol nih.
      Masak dalam sehari bisa minjam 2-3 kali dengan nominal yang besar

  • 1 Februari 2026 - (15:29 WIB)
    Permalink

    Gilo sudah seperti rayap besi di Sumut… Liat semua bisa di pake gass pas mau bayar mode melas anjir lah

  • 3 Februari 2026 - (07:48 WIB)
    Permalink

    AdOhhh, Horror sekali jumlah pinjamannya, itu dipake buat apa segitu banyak??.
    Gak bisa nanggapin persoalan diatas, terlalu horroorrr…
    Tapi semoga ada penyelesaian kedua belah pihak.

  • 5 Februari 2026 - (07:21 WIB)
    Permalink

    Saya sih pengen nanya kak, hutang pinjol sebanyak itu buat apa? Bukan buat judol kan? Padahal karyawan mah ajuin KUR aja kak, atau KTA multiguna ke bank, bunga ringan, telat bayar pun gak diteror, tidak ada denda, itu aplikasi rupiah cepat dan ada kami lumayan loh bunganya, hutang satu tahun total bunga bisa hingga setengah total pinjaman

    • 5 Februari 2026 - (09:49 WIB)
      Permalink

      Karyawan mana bisa ajukn KUR. KTA bank mah bunganya jg gede setau gw. Tp pernah ngajuin di blu BCA ringan sih bunganya

  • 5 Februari 2026 - (10:05 WIB)
    Permalink

    saya ada galbay beberapa cc & kta klo dihitung2 ada 200 jt an juga,,,ya sudahlah mau gmn lagi klo didatengin dc bilang aja mau selesaikan 1 1 ,,, korban galob tulob juga awalnya lama2 capek ya udah galbay aja,,gaji buat bayar minpay gk habis2 hutangnya

  • 13 April 2026 - (15:05 WIB)
    Permalink

    terlepas dari latar belakang masalah pinjol… yang saya heran, kenapa Negara ini masih juga memelihara pinjol dengan kedok OJK, judol yang tetap berkembang biat (Kominfo kemana aja ??), baik yang legal maupun illegal ini pinjol sama saja merusak ekonomi bangsa. OJK kerjanya ngapain saja ? mengontrol dan memonitor fintech2 ini nggak ???? wajar nggak prakteknya ??? bangsa ini bakal jadi miskin ya karena aplikasi2 sampah ini terus dipiara !

 Apa Komentar Anda?

Ada 31 komentar sampai saat ini..

Permohonan Keringanan Pinjaman yang Proporsional di Rupiah Cepat

oleh Cika dibaca dalam: 2 menit
31