Ilustrasi Keluhan Surat Pembaca Klaim Garansi Ditolak, Xiaomi Electric Scooter Diduga Cacat Tak Kunjung Diperbaiki 25 April 202625 April 2026 Muhammad 2 Komentar Alasan penolakan, Barang Elektronik, baterai isi ulang, Call Center, Customer complaint handling, Customer Service, Electric Scooter, Garansi, Garansi perbaikan, Garansi produk, Garansi Resmi, Indikator baterai, jaminan kualitas produk, Kompensasi, Kualitas produk, Layanan Purna Jual, Penolakan klaim garansi produk, perbaikan barang elektronik, Produk cacat, Scooters, Service Center, Service Center Xiaomi Indonesia, spare part, Suku cadang, Syarat dan Ketentuan, Voucher kompensasi, Warranty, Xiaomi, Xiaomi Electric Scooter 4Lite (2nd Gen), Xiaomi Indonesia Ikuti di Google Berita Sumber Pilihan di Google Saya ingin menyampaikan kekecewaan saya terhadap layanan purna jual Xiaomi Indonesia atas produk Xiaomi Electric Scooter 4 Lite 2nd Generation yang saya beli pada 1 September 2025 melalui official store Xiaomi Indonesia di Tokopedia. Tujuan saya membeli skuter ini adalah untuk mendukung aktivitas komuter harian dari dan menuju stasiun ke tempat kerja. Untuk mempermudah mobilitas di transportasi umum seperti kereta commuter line, saya menambahkan roda tambahan (drag wheel) agar skuter lebih mudah dipindahkan tanpa mengganggu penumpang lain. Pemasangan ini mengharuskan penyesuaian kecil pada bagian plastik di leher skuter. Sekitar Oktober 2025, saya mulai mengalami masalah serius pada baterai. Dalam kondisi penuh, saat skuter dimatikan dan dinyalakan kembali, indikator baterai tiba-tiba menunjukkan kondisi habis (merah). Namun, ketika dihubungkan ke charger, indikator kembali normal. Kondisi ini tentu sangat mengganggu dan berisiko saat digunakan untuk komuter. Saya kemudian membawa unit ke Xiaomi Service Center di Mega Bekasi Hypermall. Awalnya unit diterima untuk perbaikan, namun kemudian saya dihubungi melalui WhatsApp bahwa klaim garansi ditolak dengan alasan adanya modifikasi (pemasangan drag wheel). Saya telah menjelaskan bahwa modifikasi tersebut tidak berkaitan dengan sistem baterai. Setelah diskusi, pihak service center akhirnya tetap memproses perbaikan. Namun, proses tersebut memakan waktu lebih dari satu bulan dengan alasan menunggu spare part. Anehnya, saat unit dinyatakan selesai dan saya ambil, tidak ada penggantian komponen sama sekali. Perbaikan hanya sebatas pengecekan pada port atau tombol, tanpa menyelesaikan akar masalah. Hal ini sangat mengecewakan dan membuang waktu saya. Masalah kemudian berlanjut dan bahkan memburuk. Indikator baterai tetap tidak akurat—menunjukkan habis meskipun kondisi baterai sebenarnya tidak kosong, dan tidak ada perubahan meski dilakukan pengisian ulang. Akibatnya, saya terpaksa berhenti menggunakan skuter tersebut karena khawatir mengalami kendala di tengah perjalanan. Produk yang saya beli untuk menunjang mobilitas justru menjadi tidak dapat digunakan. Pada April 2026, saya kembali mencoba memperbaiki unit di Xiaomi Service Center ITC Cempaka Mas. Namun, saya kembali menerima penolakan dengan alasan yang sama, yaitu adanya modifikasi. Lebih mengejutkan lagi, saya mendapatkan informasi bahwa perbaikan sebelumnya di Mega Bekasi Hypermall sebenarnya dibatalkan. Hal ini menimbulkan pertanyaan besar: mengapa unit saya ditahan lebih dari satu bulan dengan alasan menunggu spare part, jika pada akhirnya tidak ada perbaikan yang dilakukan? Saya juga telah mengajukan keluhan melalui kanal resmi WhatsApp Xiaomi dengan menyertakan bukti-bukti pendukung. Namun, alih-alih mendapatkan solusi, saya justru ditawari voucher sebesar Rp150.000 untuk pembelian di mi.com. Tawaran ini jelas tidak sebanding dengan kerugian yang saya alami. Sebagai konsumen, saya merasa dirugikan karena: Produk yang saya beli diduga mengalami cacat fungsi pada baterai. Proses servis tidak transparan dan cenderung berlarut-larut tanpa hasil. Klaim garansi ditolak dengan alasan yang tidak relevan dengan kerusakan utama. Tuntutan saya sederhana: Saya meminta Xiaomi Indonesia untuk bertanggung jawab dengan memperbaiki unit skuter saya, khususnya pada komponen baterai, agar dapat digunakan kembali sebagaimana mestinya. Hingga surat ini saya tulis, saya masih menunggu itikad baik dan solusi nyata dari pihak Xiaomi Indonesia. Terima kasih. M. Audry Bekasi, Jawa Barat Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Martin25 April 2026 - (14:42 WIB)Permalink Kalau sy lihat sbnarnya bisa jd kerusakan memang dr produknya , hanya saja dsini mereka diuntungkan dengan anda melakukan penambahan pada produk yang membuat mereka bisa mengelak dari kewajiban. Umumnya garansi memang tidak membolehkan kita merubah produk yang kita beli. Syarat garansi Xiaomi Scooter di Indonesia umumnya mencakup cacat produksi dengan masa garansi berbeda (umumnya 12 bulan untuk unit utama, 6 bulan untuk charger/aksesoris). Syarat utamanya adalah menyertakan faktur/nota pembelian resmi, kartu garansi, dan unit tidak rusak karena kesalahan pengguna (human error) seperti terkena air atau jatuh. TikTok TikTok +2 Syarat dan Ketentuan Utama: Dokumen Lengkap: Wajib membawa nota/faktur pembelian asli dan kartu garansi saat ke service center. Masalah Cacat Produksi: Garansi hanya berlaku untuk cacat fungsi atau bahan, bukan kerusakan akibat pemakaian atau kecelakaan (human error). Kerusakan Aksesoris: Charger dan baterai bawaan biasanya memiliki masa garansi yang lebih pendek (sekitar 6 bulan) dibandingkan unit skuter. Garansi Tidak Berlaku Jika: Skuter pernah dibongkar/diperbaiki di pihak ketiga (tidak resmi), jatuh, atau terkena air. Bukti Pengembalian/Klaim: Untuk pengembalian/klaim baru, wajib menyertakan video unboxing dan bukti pembelian resmi dari saluran penjualan Xiaomi Indonesia Login untuk Membalas
Munzir Akbarwan26 April 2026 - (15:34 WIB)Permalink Sayang, padahal sdh membeli premi asuransi. pas ada kerusakan tdk ditanggung dg alasan tdk masuk akal. Apakah itu cara bisnis asuransi mendapatkan keuntungan Login untuk Membalas