Ilustrasi Keluhan Surat Pembaca Dipaksa Bayar Biaya Kelebihan Bagasi oleh Petugas Citilink, Tanpa Ditimbang dan Diukur Dulu 2 Juli 2026 Ervido Yasslan 1 Komentar Bagasi Pesawat, biaya bagasi ekstra, boarding, Boarding pass, Citilink, Customer Service, kelebihan bagasi, Koper, Maskapai Penerbangan, penerbangan domestik, Sikap petugas, SOP, Standard Operating Procedures, Syarat dan Ketentuan Ikuti di Google Berita Sumber Pilihan di Google Halo Media Konsumen, Terima kasih sebelumnya telah menayangkan keluhan saya ini, agar semuanya lebih berhati-hati dengan tindakan yang dilakukan oleh petugas boarding maskapai Citilink Bandara Ahmad Yani, Semarang. Goodbye Citilink! Kejadian ini saya alami pada hari Jumat, 26 Juni 2026, ketika saya hendak melakukan boarding ke dalam pesawat Citilink, dengan nomor penerbangan QG-793 jurusan Semarang–Jakarta dan kode booking: UIFQFT. Citilink Check In 26 June Ada satu orang petugas yang mencegat saya masuk ke dalam pesawat dan menahan saya, dengan alasan barang bawaan kelebihan ukuran. Petugas tersebut (laki-laki berbatik hijau) memaksa saya untuk meninggalkan satu barang bawaan karena ukurannya dianggap melebihi batas maksimum. Saat saya meminta dilakukan pengukuran (size), mereka tidak mau melakukannya. Saat saya meminta dilakukan penimbangan (weight), mereka pun tidak mau. Jadi secara ukuran maupun berat, tidak ada bukti otentik bahwa saya harus membayar kelebihan bagasi (jika memang melebihi kapasitas maksimum barang bawaan kabin). Barang bawaan utama saya ada 2: koper berukuran sedang dan oleh-oleh makanan ringan dalam packaging dus ukuran sedang. Untuk beratnya, perkiraan saya koper berisi pakaian dan barang pribadi sekitar 8 kg, dan dus makanan ringan sekitar 6–7 kg. Tidak ada alasan khusus, karena biasanya membawa 2 barang seperti ini ke dalam kabin tidak menjadi masalah. Barang Bawaan Kejadian ini sangat memalukan karena saya seolah diperlakukan seperti penumpang yang membawa benda berbahaya. Saya dikerumuni sekitar 7 orang dan dipaksa membayar biaya kelebihan bagasi. Padahal mereka ini seharusnya memberikan pelayanan yang ramah dan membantu setiap penumpang. Hal ini baru pertama kali saya alami setelah belasan kali terbang dengan Citilink yang selama ini menurut saya paling oke. Namun setelah kejadian ini, maaf saya harus bilang goodbye, Citilink. Saya tidak akan memilih Citilink lagi dan tidak akan merekomendasikannya sebagai pilihan penerbangan domestik dari Semarang. Berikut riwayat booking saya sebagai penumpang setia Citilink selama ini, silakan dicek: UIFQFT, CIE36N, SFZQXP, IFECHJ, YIQ5UD, HFHZFT, VY62VL, CGEVXQ, SI74FN Saya sangat menyayangkan hal ini terjadi. Memaksa penumpang membayar biaya lebih adalah tindakan yang tidak dapat dibenarkan. Setelah dicek, QRIS yang digunakan pun adalah Citilink SR bukan QRIS resmi Citilink nasional. Bukti Bayar Qris Citilink SRG Yang anehnya, petugas berbatik hijau itu malah bilang ke saya, “Ya sudah, Bapak pindahkan saja isi kardus tersebut ke dalam koper Bapak, kalau muat silakan bawa ke pesawat!”, dengan nada tinggi. Ini sangat tidak nyaman bagi saya sebagai pelanggan, yang seharusnya dilayani dengan ramah dan sopan. Dengan sangat terpaksa, saya akhirnya membayar biaya untuk satu barang yang dianggap kelebihan tersebut agar bisa masuk bagasi, karena pesawat sudah akan berangkat. Semoga keluhan ini menjadi perhatian manajemen Citilink untuk melakukan perbaikan internal kepada setiap petugasnya, agar tidak bertindak semena-mena dan lebih sopan kepada setiap pelanggan. Terima kasih. Ervido Bekasi, Jawa Barat Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Shin Chan2 Juli 2026 - (15:49 WIB)Permalink Itu dusnya besar hampir sebesar koper. Login untuk Membalas