Pembatalan Cashback Tokopedia dengan Dalih Kesamaan Data dengan Akun Pelanggan Lain

Pada tanggal 07/03/2019, saya ada belanja di Tokopedia dengan nomor transaksi INV/20190307/XIX/III/280838071 dengan tujuan kota Jambi. Karena di Maret ini Tokopedia bombardir berikan kupon cashback, dengan senang hati saya mempergunakannya.

Tanggal 11/03/2019 barang pesanan saya tiba. Saya perhatikan saldo OVO point tidak ada peningkatan. Lantas saya cek ke notifikasi, ada pemberitahuan dari Tokopedia bahwa cashback transaksi tersebut dibatalkan karena terindikasi ada kesamaan data diri dengan akun pelanggan lain.

Awalnya saya tidak menyadari alasan pembatalan cashback tersebut, dan mengira saya telah melampaui limit cashback. Lewat jalur Layanan Pengguna, saya menghimbau Tokopedia jangan bombardir memberikan kupon cashback bila penggunaannya ada batasnya. Ditanggapi CS Sdr. Kevin bahwa pembatalan cashback karena data saya ada kesamaan data akun Bapak Rizky Dwisheptha, email atom_xxxxxxxxr@yahoo.com dan atau hp 618224222xxxx. Merasa tidak melakukannya dan juga tidak kenal akun tersebut, saya protes data apa yang sama, jelas nomor HP, email berbeda. Ditanggapi cs lain Bpk Teuku, bahwa itu validasi internal Tokopedia, jadi tidak dapat diinformasikan. Pendek kata saya dikira (dituduh) mempergunakan akun ganda untuk memperoleh keuntungan cashback.

Dari kejadiaan di atas saya tarik beberapa kesimpulan:

1. Sistem validasi akun pelanggan Tokopedia yang masih jauh dari sempurna. Dari profil pelanggan, kita hanya diminta data nama, nomor HP, email account, gender dan tanggal lahir. Dengan penduduk Indonesia yang berjumlah 260 juta lebih, tidak tertutup kemungkinan ada kesamaan gender dan tanggal lahir.

2. Taktik Tokopedia untuk merayu konsumen belanja sebanyak-banyaknya dengan iming-iming cashback, dan begitu gampang pula membatalkan cashback dengan dalih ada kesamaan data dengan akun lain, tanpa konsumen berdaya membantahnya karena proses internal. Mudah-mudahan ini hanya murni sistem validasi akun yang belum sempurna, sehingga timbul kesan adanya akun ganda.

3. Mungkin juga ada pihak lain yang mempergunakan kesempatan cashback untuk meraup keuntungan, dan kebetulan saya yang kena apesnya karena data yang ditampilkan mirip dengan akun saya.

Saya tinggal di Jakarta, kerja di Provinsi Jambi, belanjaan kebanyakan dikirim ke Jambi, mulai belanja di Tokopedia sejak tahun 2014. Masih ada dua transaksi belanja, yakni INV/20190309/XIX/III/281311820 dan INV/20190309/XIX/III/281312298 juga mengalami nasib yang sama, dibatalkan cashback-nya.

Bagaimana Tokopedia? Coba sempurnakan sistem validasi akun pelanggan, sehingga konsumen tidak dirugikan.

Terima kasih.

Lay Jong Hwat
Jakarta Utara

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Bagikan pendapat anda!



Bagaimana Reaksi Anda?
  • Suka
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Lucu
  • Kecewa
Berikan penilaian mengenai Tokopedia:
[Penilaian Rata-rata: 1.5]

Surat pembaca ini belum mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha terkait. Jika Anda adalah pelaku usaha yang terkait dengan pertanyaan/permohonan/keluhan di atas, silakan berikan tanggapan resmi melalui tautan di bawah ini:

Kirimkan Tanggapan
Tentang Penulis
Lay Jong Hwat al Yong Hw  

Lahir di Sekadau, kawin dan punya 2 anak. Pendidikan terakhir D3 Akuntansi. Sekarang kerja di PT. Putra Khatulistiwa Jaya, lokasi Jambi

7 komentar untuk “Pembatalan Cashback Tokopedia dengan Dalih Kesamaan Data dengan Akun Pelanggan Lain

  • 13 Maret 2019 - (05:01 WIB)
    Tokopedia lagi panik karena traffics bulan Januari kesalip sama Bukalapak (meskipun di bulan Februari menyusul lagi karena Bukalapak ada kasus sama pendukung salah satu capres). Makanya bulan Maret ini ngasih berbagai macam promosi secara jor-joran, termasuk cashback. Tapi ya gitu deh, urusan sama Tokopedia seperti berurusan sama robot. Mereka menganggap sistemnya sudah sempurna. Kalo ada masalah, jawaban CS-nya pasti berlindung dengan alasan sistem. ๐Ÿ˜…๐Ÿ˜… Yang lebih ajaib lagi, sebagai marketplace terbesar, Tokopedia gak punya call center. ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚
  • 13 Maret 2019 - (08:42 WIB)
    Tokopedia itu suka merampas hak konsumen. Ketika buka lapak menyelesaikan masalah secara kekeluargaan dengan konsumen. Tokopedia malah berusaha menghukum dengan hukuman terberat penalty 15% apabila ada indikasi gestun yang menurut saya seperti merampok hak konsumen. Sungguh biadab kebijakan tokopedia. Dan semena mena. Apabila engkau menyusahkan orang lain. Dirimu pasti juga akan lebih disusahkan.
  • 18 Maret 2019 - (23:11 WIB)
    Yah, tokopedia memang gitu.
    Jor-joran kasih promo, tapi kalau kalian pakai semua promo tersebut, pasti cashbacknya ada yang dibatalkan atau bisa-bisa akun kalian diblokir hingga tidak bsa pakai promo lagi.

    Ada 3 transaksi saya yang cashbacknya dibatalkan, diinfokan terdeteksi identitas saya sama dengan pembeli/akun lain, tapi yang lucunya mereka tidak dapat menunjukkan akun mana yang sama dengan saya, sehingga transaksi saya dianggap fiktif.
    Untungnya setiap kali beli barang saya selalu videokan barang tsb (unboxing), saya lempar bukti tersebut ke cs, tetap saja jawaban seperti robot, debat kusir tapi topiknya sama terus sampai berkali” ganti cs, mungkin sudah bete sama saya, langsung dilempar ke tim promo, setelah direview cashback diteruskan karena memang transaksi real, bukan fiktif.

    3x transaksi saya dibatalkan cashbacknya, saya curiga sebabnya karena saya pakai wifi kantor saat order, soalnya ketika order pakai mobile data, promonya lolos.

    Lalu tiba” akun saya diblokir dan tidak dapat menggunakan promo sama sekali, diinfokan saya melanggar syarat dan ketentuan, lucunya saya selalu mengikut syarat dan ketentuan tokopedia, mungkin karena saya selalu memakai promo dari tokopedia, jadinya diblokir penggunaan promo terhadap akun saya.

    Omong” tokopedia gak bakal menanggapi surat ini dah kebal tuh unicorn.
    Jelek pelayanan csnya.

    • 19 Maret 2019 - (11:19 WIB)
      Terima kasih atas komentar Anda-Anda.
      Saya sudah mengajukan komplain ke Layanan Pengguna Tokopedia, Ada 4 cs mengatakan berdasarkan hasil validasi, saya tetap dituduh menggunakan akun ganda, walaupun saya sudah membantahnya.
      Terakhir saya katakan sudah saya muatkan komplain di Media Konsumen, baru ada cs yang melemparkan bantahan saya kepada tim promo.
      Namun setelah 3 hari menunggu pengecekan, datang email dari cs lain, tetap saja dituduh menggunakan akun ganda.
      Saking kheki, akhirnya saya balas email Tokopedia, bahwa saya telah uninstall aplikasi Tokopedia, dan tidak akan belanja di Tokopedia lagi. Dan itu memang telah saya lakukan.
      Dalam melakukan transaksi, saya menggunakan mifi smartfren, tentu saja ip numbernya shared. Kemungkinan ada pelanggan lain pada saat yang sama juga menggunakan mifi Smartfren belanja, karena IP number smartfren itu shared, sehingga timbul kesan ada penggunaan akun ganda. Dalam 2 bulan terakhir saya memang banyak menggunakan kupon cash back untuk berbelanja. Cashback yang mengalami pembatalan ada 4 transaksi, dengan nilai kurang dari seratus lima puluh ribu rupiah.
      Bosan berdebat kusir dengan cs yang kayak robot, yang juga nilai cashbacknya tidak seberapa, saya sudahi pengaduan ini (tentu saja masih merasa dongkol karena memang tidak melakukannya). Hanya saja saya juga tidak akan berbelanja lewat Tokopedia lagi.
      Bila banyak pelanggan yang juga mengalami nasib yang sama, juga tidak mau lagi berbelanja di Tokopedia, tidak heran posisi Tokopedia telah merosot tidak lagi menjadi yang terbesar di Indoneisa.
  • 22 Maret 2019 - (19:33 WIB)
    Tokopedia memang sudah hobi membatalkan cashback dr bulan februari sampai skg. Mereka jd ketat banget n kalo suka pake promo bakal pasti suka dibatalkan. Dicurigai fiktif dan memanfaatkan promo. Saya juga heran. Ngapain kasi kupon2 kalo ga boleh dipake semua. Kalo dipake semua kita dicurigai dan cashback dibatalkan. Kan lucu. Ngapain bagi2 kupon kalo begitu. Mending ga usa bagi2 aja kalo memang tidak rela memberi cashback. Keputusan mereka itu sepihak dan final. Mau protes kyk gmn jg percuma.
  • 24 April 2019 - (15:42 WIB)
    Ya betul semuanya itu, sayapun mengalami hal yang serupa benefit cashback dibatalkan karena dianggap identitas yang sama. saya komplen pun percuma, karena secara sepihak dan arogan tidak mau menerima konfirmasi user.
    sebenernya ada beberapa hal yag saya curigai dari tokopedia, apakah aplikasi tokopedia yang kita instal bisa memantau atau mengintai kegiatan device kita ( seperti spyware ) , apakah mungkin pihak toped ada bisa membaca mutasi rekening masing2 pengguna akun ?? itu sih ke curigaan saya. mungki dari kawan – kawan yang lain ada info ?
    • 24 April 2019 - (16:10 WIB)
      Kalo lihat dari pengalaman2 yg udah2 sih, IP address sama aja bisa dibilang ada kesamaan data dengan pengguna lain. ๐Ÿ˜… Artinya kalo kita pake Wifi di kantor atau rumah misalnya, dan kebetulan ada orang lain yg pake buat belanja di Tokopedia, kemungkinan cashbacknya bakal ditarik lagi. ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚

 Apa Komentar Anda mengenai Tokopedia?

Ada 7 komentar sampai saat ini..

Pembatalan Cashback Tokopedia dengan Dalih Kesamaan Data dengan Akun Pโ€ฆ

Lay Jong Hwat 1 menit
7