Tokopedia Menahan Cashback dan Menuduh Fraud Tanpa Bukti yang Jelas

Tanggal 9 Desember 2019 saya bertransaksi menggunakan voucher cashback yang diberikan oleh Tokopedia ke akun saya. Nomor transaksi: INV/20191209/XIX/XII/405896006. Setelah pesanan selesai, ternyata cashback tidak diberikan. Saya dituduh melakukan pelanggaran. Padahal dari awal akun saya dibuat yaitu September 2014 saya hanya menggunakan 1 akun ini untuk melakukan pembelian. 1 akun ini saja yang bertransaksi pembelian menggunakan voucher.

Selama 7 hari saya melakukan komplain via pesan bantuan Tokopedia sebanyak hampir 20x, selalu jawaban yang diberikan hanya normatif, tanpa bisa memberikan bukti/detil pelanggaran yang dituduhkan. Jawabannya pasti begini “Sebelumnya Mohon maaf atas ketidaknyamanannya. Menanggapi keluhan Bapak sebelumnya bahwa sistem Tokopedia mendeteksi adanya pelanggaran syarat dan ketentuan Tokopedia yang detailnya tidak bisa kami sampaikan karena merupakan validasi sehingga cashback pada invoice INV/20191209/XIX/XII/405896006 tidak bisa diteruskan”. Dan komplain langsung ditutup laporannya secara sepihak.

Perlu saya informasikan bahwa sebelumnya pernah terjadi hal yang sama pada tanggal 5 Agustus 2019 dimana sistem tokopedia mendeteksi bahwa transaksi saya adalah pelanggaran. Setelah komplain berulang akhirnya mereka membatalkan tuduhan dikarenakan tidak terbukti adanya pelanggaran dan cashback saya dikembalikan dan malah saya diberikan voucher kompensasi akibat kekeliruan tersebut. Bukti ada di screenshot.

Jadi sekali lagi saya mohon tokopedia bisa melakukan pengecekan kembali. Terima kasih.

Tarson
Tangerang, Banten

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai Tokopedia:
[Total:32    Rata-Rata: 1.6/5]

Surat pembaca ini belum mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha terkait. Jika Anda adalah pelaku usaha yang terkait dengan pertanyaan/permohonan/keluhan di atas, silakan berikan tanggapan resmi melalui tautan di bawah ini:

Kirimkan Tanggapan
Loading...

19 komentar untuk “Tokopedia Menahan Cashback dan Menuduh Fraud Tanpa Bukti yang Jelas

  • 16 Desember 2019 - (23:53 WIB)
    Permalink

    Sm sy jg ngalamin. Ayo kepada pimpinan promo/antifraud nya. Sy menggunakan kupon lalu istri jg menggunakan kupon ini disangka pelanggaran. Cm karena 1 alamat sama. Pdhl belanja nya berbeda toko lho. Jelas istri sy sudah diverikasi dgn KTP NOREK BANK NYA KARTU KREDIT nya itu atas nama istri. Kecuali klo ngaku” deh istri adik kakak baru itu curang. Sy tau 1 orang hanya boleh punya 1 akun saja,sy setuju.
    Sy yakin pasti cm orang2 tolopedia saja yg boleh gunakan kupon,lalu istrinya/adik nya gunain kupon jg gpp. Misalnya anda pegawai tokopedia,anda belanja hp. Lalu istri anda belanja kosmetik gmn???? Cm anda saja yg diloloskan cashbacknya.
    Tolong kepada bapak william tanuwijaya tolong diaudit itu penggunaan promo nya. Apa salah dalam 1alamat itu memakai kupon,misal suami istri. Ato sy dan adik. Yg penting bs diverivikasi dgn KTP NOREKBANK itu namanya sama,ato ditelpon sm team veribikasinya. Tq

  • 17 Desember 2019 - (00:17 WIB)
    Permalink

    Lebih enak belanja di Shopee. Shopee yg ktnya sistem nya lebih ketat lah ini gpp. Msih mengerti kalo 1 alamat misal suami istri belanja gpp.
    Sy sehari belanja 3 x di shopee, istri jg belanja 3x di shopee itu dapet cashbacknya semua, wlupun 1 alamat. Karena di shopee waktu mau aktifin shopeepay itu diverivikasi sm team shopee nya. Shopee menelpon qt utk verivikasi data. Begitupun dgn istri, shope menelpon jg menanyakan alamat lengkap, no ktp NIK nya sebutin, lalu norek bank Nya sebutin.
    Seharusnya tokopedia seperti itu, jadi 1 KTP 1 NIK CM BISA PUNYA 1AKUN, dan YG SUDAH MEMVERIVIKASI DGN KTP NOREK BANK YG SAMA ato kartu kredit yg sama, yg bs mendapatkan cashback.
    Klo 1 alamat gk boleh, berati yg tinggal di apartemen kos” an lebih enak mudah dong.
    Tolong team tokopedia/pimpinan dijawab keluhan sy ini makasih.

    • 17 Desember 2019 - (06:15 WIB)
      Permalink

      Shopee is the best lah kalo urusan voucher. ?? Gak pake syarat n ketentuan yg macem2 atau menjebak. ?

      • 25 Desember 2019 - (10:28 WIB)
        Permalink

        Bukan urusan voucher aja, emang secara keseluruhan manajemen shopee keliatan lebih bagus kok, lebih profesional. Di shopee kalo ada masalah, setidaknya ada niat dari shopee untuk mencarikan solusi bagi penjual/pembeli.

        Gak kayak di toped, kita harus sampai memelas, memohon2 ke mereka. Kesannya mereka mau cuci tangan aja, lari dari tanggung jawab. Gak ada profesionalisme sama sekali. Gak heran kalo seller2 besar dari Batam lebih memilih berjualan di oren.

    • 17 Desember 2019 - (10:50 WIB)
      Permalink

      Kalo boleh bilang sih, programmer2 di sana kayanya kurang pintar, ibarat kalau 1 keluarga alamat sama bisa dianggap curang.
      Atau misalnya saya, punya riwayat beli LM berulang2, dikira curang juga.

      Padahal akun masing2, data pembayaran masing2. Menutupi kebodohan mereka ga bisa bikin anti fraud yg canggih, jadinya konsumen yg dituduh curang.

      Padahal mereka masih bisa cek manual dulu, pake akal pikiran juga, konsumen loyal dituduh curang, perusahaan paling bodoh sih yg merusak loyalitas konsumennya sendiri.

      Begitulah startup kalo cuma cari untung, tapi sisi teknologinya payah.

  • 17 Desember 2019 - (07:59 WIB)
    Permalink

    Pindah ke Shopee aja pak. Voucher cashback n ongkir bisa dipake barengan, gak pake ribet. ?

  • 17 Desember 2019 - (10:41 WIB)
    Permalink

    Persis sama kejadiannya dengan saya. Saya hanya punya 1 akun dr 2017, tier sampai Platinum tiba2 mengalami hal gini juga. Ovopoint 700rb langsung dicut tanpa pemberitahuan.

    Dari saya komplain baik2 sampai sumpah serapah keluar hanya dijawab “itu hasil validasi sistem, bahwa telah melanggar poin XXX”.

    Bukti ga pernah ada, jadinya seperti difitnah melakukan kecurangan. Harusnya kita kumpulin orang2 yg mengalami hal sama, ajukan gugatan sipil.
    Soalnya lawan individual pasti menang mereka.

  • 17 Desember 2019 - (11:34 WIB)
    Permalink

    Ayo pimpinan tokopedia jawab dong.
    Anda mikir, kalo 1 alamat sama, lalu orang itu ada KTP ny,ada Rek Bank nya, lalu ada kartu kredit nya jg, apa ini dibilang kesamaan identitas. Manusianya ada orangnya ada lho.. kcuali kalo ngaku” adik kakak misal namanya Susan, tetapi pembayaran nya bukan dari rekening atn susan sendiri, ini boleh disebut CURANG PEMBUATAN LEBIH 2 AKUN, ato bayar di indomaret/teller bank,boleh dicurigai.
    Anda team tokopedia orang pinter, kalo kesamaan identitas itu kalo me ngada”?
    Sy yakin anda punya keluarga/istri pasti menggunakan tokopedia jg,klo keluarga anda yg memakai kupon baru dikasih cashbacknya. Sedankan qt” gk dikasih cashback dibilang melanggar kesamaan identitas.
    Seharusnya jika pembayaran nya atas rekening nama sendiri sesuai dgn KTP, YA HARUSNYA TIDAK MELANGGAR.
    AYO RAME” QT BLOWUP INI. KALO YG CURANG PUNYA 2 AKUN LEBIH, SY SETUJU UTK DI TANGKAP”IN.

  • 17 Desember 2019 - (11:38 WIB)
    Permalink

    sepertinya tokopedia masa bodoh dengan media konsumen ini
    tidak ada follow up sama sekali

    • 17 Desember 2019 - (11:55 WIB)
      Permalink

      Lah, memang dia 99% gak pernah ngasih tanggapan di sini kok.
      Atau malah 100% ya, lupa saya wkwkwk.

      • 17 Desember 2019 - (12:35 WIB)
        Permalink

        untuk yang lain meski tidak ditanggapi disini, tapi masih ada followup gan ke penulis SP nya. ini tidak sama sekali. hebat ecommerce nya

        • 17 Desember 2019 - (12:59 WIB)
          Permalink

          Memang di dunia ini segala sesuatu tidak ada yang sempurna, termasuk online marketplace.
          IMO toko ijo ini bisa dimasukkan ke golongan marketplace yang baik (lumayan baik? wkwkwk), & IMO ada online shop/marketplace yang *secara umum/general/keseluruhan* lebih jelek. Terlepas dari ada kompetitor yang jor2an gratis ongkir, saya tetap lebih milih di sini.

          Tapi memang sejak jadul sampe zaman now yang jadi kekurangan toko ijo ini ya soal SISTEM nya itu. Masak manusia/CS/teknisi/tim kalah sama yang namanya sistem.
          Jadi selama si SISTEM itu belum di-upgrade/reprogramming/dinaikkan versinya oleh programmer/system analyst/apa lah (baca: bug2nya diperbaiki & algoritma nya ditingkatkan/dipercanggih), ya… begitulah.

          Tapi btw fyi disclaimer memang saya belum pernah kepentok sama tuh SISTEM. Kalau saya pernah mengalami, ya mungkin saya cabut juga dari marketplace yang berbasis SISTEM ini LOL.

  • 17 Desember 2019 - (13:00 WIB)
    Permalink

    Kalo mau blowup paling betul menurut saya di linkedin, di situ profesional2 dari cecurut sampe tingkat CEOnya pasti baca tuh.

    Dan karena yg baca profesional, pasti mereka akan lebih berusaha jaga nama baik.

  • 17 Desember 2019 - (13:07 WIB)
    Permalink

    Oh ya, & kebetulan juga istri lebih suka ke toko sebelah, jadi di alamat saya aman LOL.

    Mungkin memang dalam kondisi saat ini, toko ijo tidak mau punya member lebih dari 1 per alamat, jadi kalau bapaknya sudah langganan di sini, maka ibu & anak2nya mesti belanja ke tempat lain HAHAHAHA.
    Sistem yang aneh. Gak heran belum jadi nomor 1 aja jumlah member nya, lah wong memang dibatasi secara SISTEM gitu, begitu ada 2 pribadi member dalam 1 alamat, entar ada aja problemnya.

    • 17 Desember 2019 - (13:44 WIB)
      Permalink

      Toko Ijo masih nyaman di posisi puncak, apalagi saingan terdekatnya si toko ungu lagi terpuruk sampe ganti CEO..hehe. Tapi prediksi ane sih bentar lagi si toko oranye bakal nyalip si toko ijo. ?

  • 17 Desember 2019 - (18:23 WIB)
    Permalink

    wah kasusnya hampir sama dengan saya. tp saya masalah di BCA VA. saya dibilang melakukan gestun karena saya sebagai penjual dan pembeli transaksi menggunakan BCA VA yang sama. lah masa saya mau melakukan pembelian di tokped g boleh pake rekening BCA yg sama dengan penarikan dana toko saya di tokped. aneh banget deh. udah lapor 3 kali tp g pernah ada tanggapan, hanya dibilang mohon maaf anda melakukan pelanggaran pembayaran trus ditutup. diminta bukti yg jelas malah g bisa ngasih bukti apapun si tokopedia ini.

  • 17 Desember 2019 - (21:32 WIB)
    Permalink

    Woi tokopedia baca dong, jgn tutup mata. Manajer PR nya jawab dong. Bukalapak shopee aja bs menjawab.
    Klo anda tidak menjawab berati sudah jelas kesalahan di anda. Anda cm memakai kata sakti, pelanggaran anda bersifat internal &Rahasia.
    Org bego aja bs mikir. Klo dituduh melakukan kecurangan,ya disebutkan lah kecurangan nya apa? Salahnya dmn apa? Ini jawabnya kesalahan bapak bersifat rahasia internal kami. Buat apa anda sekolah mempunyai Gelar Tinggi? Disebut rahasia?kan yg meminta info itu yg berkepentingan yg bersangkutpautkan.
    Ayo manager PR jawab surat terbuka ini. Mkasih?

  • 20 Desember 2019 - (11:07 WIB)
    Permalink

    fix tokopedia tidak terlalu peduli dengan reputasi..
    SP begini tidak digubris sama sekali… wkwkwkwk

  • 8 Juli 2020 - (17:04 WIB)
    Permalink

    parah memang tokopedia,
    php mulu , kita belanja karna ada casback , belanja selesai cashback tidak di berikan,,
    harus nya tiru itu shopee, kalou terdektesi melanggar, dari awal voucher tidak bisa di pakai

 Apa Komentar Anda mengenai Tokopedia?

Ada 19 komentar sampai saat ini..

Tokopedia Menahan Cashback dan Menuduh Fraud Tanpa Bukti yang Jelas

oleh soni chan dibaca dalam: 1 min
19