Dua Kali Belanja di Tokopedia Tidak Dapat Cashback, walau dengan Toko yang Berbeda

Pembelian pertama di toko IPHONESELALU pada tanggal 16 Desember 2019, saya membeli sebuah hp second untuk dijual kembali dengan memanfaatkan kupon cashback Tokopedia. Saya carilah toko yang berada satu kota dengan saya dengan tujuan bisa cepat sampai. Transaksi selesai dan tidak mendapatkan cashback dengan alasan ada kesamaan data antara saya dan penjual. Padahal saya sudah beberapa kali transaksi di toko ini dan mendapatkan cashback. DI MANAKAH TIM INVESTIGASI Tokopedia?? Mengapa sangat tergantung pada sistem yang aneh itu???

Okelah saya maklumi, sebelum ini saya ada pembelian juga karena kebetulan bisa COD dan penjual sudah proses pesanan saya. Dengan maksud agar transaksi bisa saya tekan selesai agar saldo bisa diteruskan ke seller, saya pakai resi yang saya gunakan untuk kirim barang, ternyata tidak valid. Dan akhirnya kita kirim sesuai prosedur via JNE walaupun sebenarnya hari itu bisa COD. Barang diterima melalui JNE dan selesai, tapi TIDAK dapat CASHBACK. Masih saya maklumi karena saya pernah suruh seller masukin resi saya karena COD itu.

Transaksi berikutnya tanggal 16 Desember 2019, belanja seperti biasa dengan kupon cashback, transaksi selesai dan TIDAK DAPAT cashback karena ada kesamaan data LAGI katanya. Sudah komplain di pusat bantuan, live chat dan via Twitter, adminnya selalu bilang ADA KESAMAAN DATA dan case closed secara sepihak. Begitu dan begitu lagi. Oke saya give up! Saya anggap amal ke Tokopedia sudah mengambil hak saya yang seharusnya saya terima cashback Rp300 ribuan.

Dua minggu kemudian saya dapat pesanan kembali mencari hp second. Karena saya kapok takut tidak dapat cashback di Toko IPHONESELALU, saya cari toko dan menemukan Toko APPLELOVERSHOP, tentu saja sudah berstatus “Power Merchant” agar saya bisa pakai kupon cashback. Transaksi 30 Desember 2019 dan barang diterima tanggal 2 Januari 2020, apa yang terjadi???? Saya tidak mendapatkan CASHBACK kembali dengan alasan yang sama.

Sebenarnya ada apa?? Apa ada pembatasan tiap account dalam memperoleh cashback??? Kenapa ada kupon cashback yang dikirimkan ke saya kalo tidak bisa digunakan??? Saya hanya memanfaatkan kupon cashback tersebut sebagai keuntungan jual beli hp bekas. Kenapa????? Kesamaan data apa lagi yang dimaksud??? Kok saya jadi takut ya tiap transaksi di Tokopedia, pakai kupon cashback selalu gak terima. Jangan PHP-in user lah, better juga kasih kupon cashback. Sama aja saya DITIPU.

Sherly
Rengsdengklok Karawang
Jawa Barat

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai Tokopedia:
[Total:7    Rata-Rata: 1.7/5]

Surat pembaca ini belum mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha terkait. Jika Anda adalah pelaku usaha yang terkait dengan pertanyaan/permohonan/keluhan di atas, silakan berikan tanggapan resmi melalui tautan di bawah ini:

Kirimkan Tanggapan
Loading...

16 komentar untuk “Dua Kali Belanja di Tokopedia Tidak Dapat Cashback, walau dengan Toko yang Berbeda

    • 4 Januari 2020 - (07:09 WIB)
      Permalink

      Ya begitulh, sy tanya dipusat bantuan jawaban tiap cs beda, di live chat sengaja diputus. Pertanyaan sy kalo memang di dua toko power merchant yg berbeda dan semua nya tdk dpt benefit cashback, apakah ada batasan maksimal penerimaan cashback? Krn sy yakin gabada pelanggaran yg melanggar s&k dr kupon cashback itu, kenal aj ga sm seller, tau aja ga mukanya, mrk kasih alasan kesamaan data. Klo alasan kesamaan data shg ga dpt cashback, jelas ini sih ngerampok n menipu user. Skr sy tunggu tanggapannya dl, kalo ga ada tanggapan sy akan maju lbh jauh lg.

      • 5 Januari 2020 - (08:19 WIB)
        Permalink

        Hehe saya prnh jd bakulan di toped, jual hp bneran ditilep 17jt duit saya, alesan ga jauh beda.. pcy sm systemnya yg menurut mereka “pintar”..
        Sdh setahun lbh saya urus ga ada progress, lapor ke kementrian perdagangan ga ada perkembangan.. capek, pasrah..

        • 5 Januari 2020 - (22:31 WIB)
          Permalink

          Kog bisa begitu yah,sis?
          Saya juga pernah jual brg di Tokopedia, tapi setelah brg di terima oleh konsumen. Pembayaran saya dibatalkan, dengan alasan transaksi palsu. Berhubung nominal transaksi cm 100rb+ongkir 29rb saya ga mau capek2 komplain ke Tokopedia, makanya saya minta kebijaksanaan si pembeli nya aja lgsg via no hp dari orderan yg saya terima
          Dan untungnya si pembeli mau mengerti dan membayar langsung ke saya. Krn uang pembayarannya di kembalikan oleh Tokopedia ke pembeli. Bukan dibayarkan ke penjual.
          Sejak itu saya kapok jualan lagi di Tokopedia.

          • 6 Januari 2020 - (19:01 WIB)
            Permalink

            Itu dia, sbnrnya sistemnya tuh aneh.. sgt merugikan usernya. Dikira uang turun dr langit apa, hilang gt aja kita iklas. Mrk mengatasnamakan SISTEM, pdhl sistemnya tuh dibanding menguntungkan user, lbh banyak merugikannya. Masih untuk ya pembeli nya mau transfer manual dan nominalnya jg ga terllu besar, kacau emank nih tokopedia lama2

        • 6 Januari 2020 - (18:58 WIB)
          Permalink

          Beneran ditilep uang 17jt??? Alasannya apa mereka tilep sembarang gt? Sy jg pernah kena penalty 15% dr transaksi penjualan katanya gestun, ngaco aja alasannya. Penjualan segituan jg cukup besar jual iphone

          • 7 Januari 2020 - (13:54 WIB)
            Permalink

            Alesannya ditemukan kesamaan data pada transaksi saya..
            klo inget2 jg sakittt ati bgt, THR lebaran thn 2019 saya di tilep tokopedia..
            makasiih tokopedia bikin saya batal nikah..

  • 4 Januari 2020 - (05:31 WIB)
    Permalink

    ternyata bukan saya aja yang kejadian macam ini,akun sudah verifikasi tetapi di tokopedia ada pembodohan publik ada data akun yangsama,emangnya nomor e-ktp bisa sama.

    • 6 Januari 2020 - (19:04 WIB)
      Permalink

      Ya benar! Coba aja dr setiap dia adakan undian hadiah ga pernah transparant spt bukalapak, shopee dan sejenisnya, ini nama pemenangnya aja sy yakin buatan dia sendiri. Uda sy tantang ayo kita buka data sama2 antara penjual dan pembeli, data yg mana nya yg sama! Mrk hanya jawab ga bisa itu aturan validasi internal. Kan konyol.. bilang aja klo tiap akun ada batas maksimal penerimaan cashback, jgn dibodohi dan dibohongi begini dgn alsan persamaan data

  • 5 Januari 2020 - (01:05 WIB)
    Permalink

    Saya sering belanja di toped dan 90% selalu dpt cb.bukan menipu tapi memang begitu kerja sistem. Kalau karena ada kesamaan data,mungkin nama penerima/alamat ad yg mirip2 dg pembeli lain.

    • 6 Januari 2020 - (19:06 WIB)
      Permalink

      Status keanggotaan sy jg sdh platinum, dan 3x berturut2 sy pakai kupon cashback dgn toko power merchant, semua ga dpt cashback. Kec sy beli di toko itu aja. Lalu itu apa? Kalo misalnada maksimal penerimaan cashback bilang aja kn sama2 enak jd kita ga merasa ditipu dgn potensi cashback itu. Lbh fair

  • 5 Januari 2020 - (13:03 WIB)
    Permalink

    Seperti apa kata atas saya, sudah rahasia umum kalau marketplace yang 1 ini mengandalkan SISTEM (baca: kecerdasan buatan) lebih daripada pake manusia. Sudah sejak lama, & entah sampai kapan akan berlanjut.
    Nah, karena itu, yah kita sebagai konsumen yang harus “lebih pintar” daripada si SISTEM tersebut: caranya ya cuma 1 aja: jangan sampai ada alamat sama, nomor rekening sama, nomor kartu sama baik pembeli maupun penjual.
    Sudah banyak SP di sini yang walaupun akhirnya happy end (berdasarkan update dari penulis SP, karena si marketplace gak pernah respon di sini…), tapi ribetnya masa ampun, & semua gara-gara si penjual teman sendiri yang pernah pinjam ATM lah, atau si pembeli sebenarnya saudaranya si penjual yang pernah pakai alamat yang sama lah, dll dsb.

    Karena berbeda dengan pake MANUSIA yang selain bisa lupa, bisa kelewatan, bisa lalai (ini sebetulnya faktor2 yang “menguntungkan” tuti LOL), tapi ada 1 hal yang jadi kelebihan positif manusia, yaitu: BISA MIKIR SENDIRI, logis/gak, masuk di akal kah kejadian/alasan yang diberikan oleh konsumen dll.
    Sementara kalau si SISTEM, selama dia belum diprogram alias DIAJARIN oleh programmer-nya, ya dia gak bakalan bisa mikir sendiri.

    Dulu pernah ada yang nulis SP di sini ybs curiga dia ketangkap si SISTEM gara2 seisi rumah pelanggan di sini, jadi bisa2 dianggap penipuan cashback.
    Kejadian sesungguhnya entah lah, saya tidak update lagi, & kemungkinan besar si pemilik SISTEM juga gak berespon di sini, jadi kejadian sesungguhnya ya cuma si SISTEM doang yang tahu.

    Nah, saya gak ngerti si SISTEM ada sentimen apa sama penulis SP, tapi ya begitulah, namanya juga barang mati dijadikan seperti barang hidup.
    Sama aja kalau kita punya motor/mobil, kalau dia mogok kerja & gak mau nyala, emang bisa diajak omong kalau kita perlu buru2 ada keperluan darurat wkwkwk.
    Ya begitulah kalau berhubungan dengan benda mati (yang di sini disebut SISTEM).

    O ya, soal jawaban CS, menurut saya kadang si CS sendiri pun gak ngerti apa alasan si SISTEM, makanya dia juga gak bisa kasih jawab yang clear ke konsumen. Saya kira untuk bisa ngerti sungguh-sungguh apa penyebab si SISTEM seperti itu, ya cuma orang2 orang tertentu saja misalnya programmer nya atau mungkin bagian atas2.
    & mereka gak bakalan mau repot ngurusin perkara “receh2” begini sebelum kasusnya jadi viral & mengganggu reputasi maupun omzet mereka…

    • 6 Januari 2020 - (19:12 WIB)
      Permalink

      Ya begitulah, SISTEM yg aneh dan harusnya dgn kejadian spt ini, mrk jgn matokin pd sistem. Mrk kn punya tim investigasi, nah kerja donk, jgn hanya menguntungkan pribadi aja, kita sbg user tuh sgt lemah kalo masalah komplen, dr tidak ada call centre, respon yg lama, itu sgt menguras emosi. Ga bs bayangkan klo transaksi puluhan juta dan ada masalah. Justru krn kasus receh ini byk pengguna ya udalah iklsin aja, bayangin dr brp juta pengguna dgn ksus cashback, penalty 15%, dana ditahan (dpt bunga dr bank wlpn itungan hari), dan entah kasus apalg, brp rupiah yg dia dpt. Blm lg dr transaksi yg oenjual pakai powermerchant, potongan 1% dr total transaksi, biaya lyanan kartu kredit..

  • 6 Januari 2020 - (05:29 WIB)
    Permalink

    Mending bikin akun baru lg aja. Kyknya itu akun uda ga bs dpt cashback krn mungkin keseringan pake kupon jd d curigai dll. Tp klo bikin akun baru kudu di hp berbeda. Playstore email berbeda. Pake 4g jangan wifi. Pake penulisan alamat yg berbeda dan bayar pakai rekening yg baru jgn pernah yg dipakai dulu2 di tokopedia. Jd bener2 semuanya baru biar sistem mereka tidak mendeteksi.

    • 6 Januari 2020 - (19:15 WIB)
      Permalink

      Masalahnya almat pengirimannya jg kn harus beda, jd susah jg. Iya kalo uda keseringan dpt cash back bilang aja, ga perlu blg ada kesamaan data. Jd kn lbh fair aja, lbh iklas istilahnya ga dpt cashback. Gmn kalo 1 rumah, suami dan istri pakai aplikasi tokopedia, dan mereka 1 rumah dgn alamat yg sama, sy rasa jg Kasus gabdpt cash back tuh krn kesamaan data, sistemnya kn aneh kalo gini

      • 8 Januari 2020 - (05:19 WIB)
        Permalink

        Alamat pengiriman bs diakali dgn penulisan yg berbeda. Misalnya nomernya dulu baru gangnya. Angka pake romawi ato angka ditulis pake huruf. D tmbhin pake kata kompleks ato perumahan. Tambahin pake kelurahan dll. Kode pos bedakan sedikit. Jd sistemnya akan mendeteksi berbeda. Nama penerima jg bedakan. Lalu order jgn pake wifi. Dan kalo akun baru smua pake baru termasuk playstorenya email gmail baru. Nomer hp baru. Hpnya beda jg.
        Tokopedia mmg gitu. Sistemnya ketat skl jadi memang kita yg hrs pinter2 supaya bs dpt cashback. Cs nya mah kyk robot kalo jawab copy paste aja dan ga akan bs menang. Jd kita yg hrs mengalah repot2 klo emg masi mau pake tokopedia. Kalo ga ya mending pake toko oranye saja.. cashbacknya lbh pasti dpt dan gak ribet. Mmg jumlahnya lbh kecil tapi pasti dpt nya..

 Apa Komentar Anda mengenai Tokopedia?

Ada 16 komentar sampai saat ini..

Dua Kali Belanja di Tokopedia Tidak Dapat Cashback, walau dengan Toko …

oleh Sherly Ey dibaca dalam: 1 min
16