Modus Penipuan oleh “Seller” di Lazada

Pada tanggal 28 Maret 2020 siang hari saya melakukan pembelian SEPEDA GUNUNG dengan harga promo di belanja online LAZADA. Saya melakukan pembayaran melalui internet banking Bank Mandiri. Pada tanggal 29 Maret 2020, saya di-Whatsapp oleh pihak yang mengaku dari Lazada untuk mengkonfirmasi atas pembelian yang saya lakukan.

Kemudiaan dari orang tsb mengirim link melalui whatsapp dan menyarankan untuk mengisi nomor OTP. OTP tersebut saya peroleh melalui SMS dari pihak lazada, yang masuk 2 kali nomor OTPnya. Berikutnya, dengan tanpa keraguan saya mengisi nomor OTP tersebut sebanyak 2 kali dan juga meminta saya meng-screenshot Informasi Akun dan kirim screenshot melalui Whatsapp juga.

Pada malam hari pukul 18.30 saya mencium modus penipuan yang dilakukan oleh seller di Lazada tsb. Tanpa menunggu lama, saya langsung membatalkan pembelian sepeda tersebut dan mengisi form pengambilan dana sebanyak 2 kali, tetapi mengalami kegagalan.

Pada tanggal 30 Maret 2020 saya mendapatkan whatsapp dari seller Lazada bahwa pengambilan dana saya akan ditransfer melalui ATM dekat mengirimkan buku rekening dan photo KTP muka belakang. Dengan yakinnya saya melakukannya. Kemudian seller dari Lazada tsb memberikan nomor pengambilan dana dan aktivasi nomor pengambilan dana ke ATM terdekat dan harus mengaktivasinya, tetapi saya tidak pergi ke ATM untuk mengaktivasinya.

Melalui kejadian yang saya alami, segera saya livechat pihak Lazada untuk mengkonfirmasi permasalahan saya, tetapi jawaban livechat Lazada tidak memuaskan pelanggan dan merugikan pembeli. Saya sudah hampir 4 kali livechat dan 1 kali menelepon pihak customer care Lazada, tetapi jawaban tidak memuaskan dan mempersulit pembeli. Saya yakin pengambilan dana untuk pembelian sepeda belum ditarik oleh seller penipu dari pihak Lazada tersebut dikarenakan saya tidak memverifikasi ATM saya di Mesin ATM.

Saya berharap Media Konsumen dapat memberikan bantuan kepada saya untuk mempercepat pengembalian dana saya. Amiiiin.

Ilham, S.Pd.
Langsa, Aceh

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai Belanja di Lazada:
[Total:26    Rata-Rata: 1.7/5]
Tanggapan Lazada Indonesia atas Surat Pembaca Bapak Ilham

Menanggapi keluhan pelanggan Lazada (Ilham, Aceh) yang dimuat di Surat Pembaca Media Konsumen tanggal 9 April 2020 dengan “Modus Penipuan...
Baca Selengkapnya

Loading...

12 komentar untuk “Modus Penipuan oleh “Seller” di Lazada

  • 9 April 2020 - (17:12 WIB)
    Permalink

    Saya juga mengalami kejadian yg sama dengan anda bpk. Ilham cuman saya di ecommerce BUKALAPAK. Kejadian tgal 17 maret 2020 saya memesan masker sensi,Saya jg di chat lewat WA oleh seller dan seller mengirimkan Link palsu yg mengatas namakan Bukalapak dengan alasan asuransi, saya jg memasukan kode OTP sehingga akun saya di bajak dan dana saya sebesar 13 juta lebih berada di akun tersebut. Saya baru sadar akun saya di bajak seller ketika ada pembelian pulsa axis sebesar 500rb sebanyak 3 kali dan pembelian masker 2 juta lebih.ketika itu saya langsung menghubungi CS Bukalapak melalui email minta dana saya di bekukan. Saya mendapat balasan untuk menunggu 4x 24 jam. Ketika waktu menunggu sdh habis saya menghubungi Bukalapak kembali tetapi dengan jawaban masih di proses sehingga memerlukan waktu lagi 3×24, kemudian di suruh lagi menunggu 4×24 ,saya jg sudah menghubungi call center Bukalapak tetap mendapat jawaban disuruh menunggu. Sehingga membuat saya kesal. Saya mengirim sreenshoot WA saya dengan seller penipu, serta bukti2 lain. Ke bukalapak tetapi tetap disuruh menunggu. Saya sdh menghubungi Call center Bukalapak sdh tdk tahu berpa puluh kali, sampai saya merasa bosan sendiri. Hingga akhirnya pada tgal 2 april saya mendapat telepon dri pihak bukalapak untuk mengatasi masalah saya😁. Saya disuruh mengirim foto ktp, no rekening bank yg terdaftar di akun bukalapak, bukti transaksi melalui emai dengan seller penipu, sehingga akun saya dipulihkan Tetapi disini saya jg mengalami kerugian 3 juta lebih. Tetapi saya masih bersyukur dana saya tdk ludes. Saran saya tetap hubungi terus lewat email kirimkan semua bukti dan terus hubungi call center Lazada mengenai kasus tersebut. Semoga berhasil

  • 9 April 2020 - (19:38 WIB)
    Permalink

    Hati” belanja di Lazada anda bisa tertipu. Saya beli mesin cuci. Barang tdk dikirim uang amblas saya sdh hubungi pihak lazada di kantor pusatnya Capital place jln gatot subroto jaksel. Lt 20. Tapi tdk di respon. Malah pihak lazada berupaya menutupi oknum pelakunya

  • 9 April 2020 - (21:13 WIB)
    Permalink

    Halo buyer lazada,
    Saya juga sbgai seller dilazada, dan market place lain nya…
    Saya cuma ngasih saran aja sih
    Klo di lazada emg susah bgt buat komplen, banget susah nya, buat live chat juga itu “robot yg jawab”
    Tp sebaik nya sebelum membeli liat dl testimoni nya, bagus atau ga nya itu bisa dinilai sendiri, klo ragu jangn beli, mending beli yg mahal di model yg sama tp penilaian / ulasan nya bagus

    Klo untuk masalah komplen saya lebih suka market place yg belogo “orange”

    Klo yg 100% menguntungkan pembeli itu market place yg berlogo “hijau”

    Semoga membantu
    Maaf klo ada kata yg salah

  • 9 April 2020 - (23:04 WIB)
    Permalink

    Tidak ama karena banyak seller nakal yang tidak ditindak secara hukum, meskipun sudah banyak laporan. Padahal membawa nama baik lazada

    • 29 April 2020 - (12:37 WIB)
      Permalink

      Lazda terkesan melindungi saya rasa mgkn ada main dengan oknumnya di lazda makae tidak ditindak

  • 10 April 2020 - (02:00 WIB)
    Permalink

    Saya juga pernah…ini pelajaran buat kita konsumen.lebih baik cari yg cod saja agar tidak tertipu,semua toko online tidak aman…kita d minta utk mengamankan sendiri.tidak ada yg mau bertanggung jawab atas kerugian kita,banyak modus yg d biarkan padahal sudah jelas2 penipuan tetapi tidak d blokir oleh penyedia layanan.

  • 10 April 2020 - (19:16 WIB)
    Permalink

    Untuk masalah terkait penipuan di marketpleace yang terpenting jangan memberikan kode otp dan pastinya pihak lazada dan toko sebelah tidak memberi info ke wA maupun email.
    Maka kalau seller menghubungi pembeli lewat wA/sms minta ini itu/suruh klik link tersebut,bisa di pastikan penipuan.
    Dan yang perlu di ingat jangan transaksi di luar akun lazada.kita harus berhati² dlm setiap transaksi.

  • 11 April 2020 - (13:28 WIB)
    Permalink

    Mohon tanya itu transfer ke link/rekening seller atau rekening lazada? saya pelanggan lazada dan juga ecommerce yg lainnya. dan benar beredar oknum seller jadi digiring sedemikian rupa agar bersedia transakai sesuai rule penipuan mrk terutama u brg mahal spt elektronik apalagi smartphone banyak seller abal2. Harap berhati hati rekan rekan.

  • 18 April 2020 - (14:33 WIB)
    Permalink

    Hati-Hati Belanja Elektronik di Lazada dengan Harga yang Miring,
    “SUDAH BANYAK YANG TERTIPU, UANGNYA HILANG !!!”

    Konsumen tidak bisa melakukan complain apapun ke Lazada karena perusahaan besar dan tidak jelas kantornya dimana.
    Telp ke CS Lazada/Live Chat juga tidak bisa menyelesaikan masalah, Hanya formalitas mereka saja.

    Tujuan LAZADA harusnya sebagai perantara yang dapat dipercaya sebagai media pembeli dan penjual, Tapi menurut saya sistem di Lazada seperti bekerja sama dengan penjual yg berkedok Elektronik (nilai uangnya lebih besar), Untuk bersama-sama menipu pembeli.

    Tidak Habis Berpikir kenapa uang bisa di berikan ke pihak penipu, apabila pengembalian dana butuh proses 2 -5 hr kerja (Apalagi Nama penipu penerima uang jelas sudah tidak sama)
    Kenapa tidak di kembalikan ke data pemilik rekening asli yg sdh tertulis jelas di Lazada.

    Ini yg belum saya Pahami:
    (Apakah Lazada jg terlibat menipu kita sebagai pembeli dgn alasan kesalahan ada di pembeli ???), karena saya jumlahkan di Surat pembaca ini Nilainya sudah sangat besar untuk Kas Lazada.
    Mohon Jawaban dan Tangapan dari Lazada andai saya Salah atas Tulisan ini.

    Saya pribadi dengan no pembelian: 396429444795288 Sampai saat ini uang juga belum di kembalikan.

    Telepon CS Lazada tidak dpt menyelesaikan masalah, karena alasan sdh by sistem. (Uang di transferkan ke penjual karena data kita sdh di bajak).

    Kesimpulan saya:
    Beli barang Online di Sistem yang bisa di percaya saja, Jangan di tempat yang mudah di Bobol Sistem Data Konsumen.

    Saya juga akan suarakan kepada semua media,.. supaya tidak ada lagi yg Tertipu !!!

  • 30 April 2020 - (09:38 WIB)
    Permalink

    Lazada emang sarang penipu yang berlindung di balik ketentuan belanja aman yang mereka buat sendiri. Bagaimana mungkin akun kita bisa diretas padahal semua permintaan ke konsumen melalui aplikasi lazada ? Pembatalan pesananpun dilakukan melalui aplikasi. No rekening konsumen pun tercatat pada akun masing2. Kog bisa dana refund masuk ke rekening penipu tanpa diverifikasi dulu. Kejadian berulang-ulang seperti ini pasti ada yang tidak benar di lazada, dan dilakukan oleh oknum lazada sendiri. Semoga lazada bisa bertobat atau hengkang dati bumi +62

  • 16 Mei 2020 - (19:44 WIB)
    Permalink

    Saya juga ditipu seller Lazada…
    Barang Tak wujud
    Uang raip
    Masak minta foto KTP Dan buku tabungan,mau buat nipu Dan disalahgunakan lagi…
    Menyesatkan Lazada.
    Mengecewakan Lazada…
    Semoga oknum2 dapat Azab yang pedih dari Tuhan sesuai perbuatan mrk.

 Apa Komentar Anda mengenai Belanja di Lazada?

Ada 12 komentar sampai saat ini..

Modus Penipuan oleh “Seller” di Lazada

oleh Ilham spd dibaca dalam: 1 min
12